Site icon Lensa Semarang

Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk lebih aktif menyerap dan memasarkan produk unggulan desa sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Menurut Saleh, keberadaan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa dengan memberdayakan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah bagi produk-produk unggulan desa agar bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” katanya di Kota Semarang.

Ia mengatakan, setiap desa di Jawa Tengah memiliki potensi berbeda, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan, hingga produk olahan UMKM yang dapat dikembangkan melalui koperasi.

Karena itu, Saleh meminta pengelolaan KDKMP disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan desa masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Berdasarkan data, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah yang telah beroperasi hingga 16 Mei 2026 mencapai 6.271 unit atau sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.769 unit telah memiliki bangunan gedung koperasi. Capaian itu menjadikan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi secara nasional.

Saleh menilai perkembangan tersebut menjadi modal besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan koperasi cukup tinggi. Tinggal bagaimana koperasi ini benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan pendampingan terhadap pengelolaan koperasi, mulai dari manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penguatan sumber daya manusia.

Menurutnya, koperasi perlu dikelola secara profesional agar mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi saat ini. Selain itu, berharap KDKMP diharapkan dapat menjadi jembatan pemasaran bagi produk lokal sehingga pelaku UMKM desa memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Kalau koperasi mampu menyerap dan memasarkan produk lokal secara konsisten, maka ekonomi desa akan ikut bergerak,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Ia juga menilai keberadaan koperasi dapat membantu memperkuat rantai distribusi produk masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa. Saleh berharap pengembangan KDKMP di Jawa Tengah tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas pengelolaan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version