Home Blog Page 67

Secara Aklamasi, Ari Yusuf Amir Terpilih Ketua Umum IKA UII Periode 2025-2030

SEMARANG (lensasemarang.com ) – Pengacara senior sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia Periode 2019-2024 Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. terpilih sebagai Ketua Umum IKA UII Periode 2025-2030.

Ari terpilih secara aklamasi menggantikan posisi eks Ketua MA Muhammad Syarifuddin para Musyawarah Nasional (Munas) VI sekaligus Reuni IKA UII yang dihelat di Semarang Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2025).

Dalam Munas bertema Gerakan Nasional Alumni UII untuk Membangun Negeri dan dihadiri sejumlah alumni seperti mantan Menkopolhukam Mahfud MD dan Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana itu, awalnya, terdapat dua kandidat yakni Suhartoyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Ari Yusuf Amir.

Namun, usulan nama Suhartoyo ditolak oleh peserta sidang sehingga tersisa satu calon yaitu Ari Yusuf Amir.

Proses pemilihan berlangsung dengan menjunjung tinggi asas demokrasi. Perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKA UII, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKA UII, serta IKA Prodi secara bulat mengusulkan satu nama, yakni Ari Yusuf Amir.

Menanggapi usulan tersebut, pimpinan sidang kemudian menanyakan kesediaan Ari untuk maju sebagai Ketua Umum IKA UII Periode 2025-2030.

Menjawab pertanyaan pimpinan sidang, Ari Yusuf Amir menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut.

“Saya bukan tokoh besar, tetapi atas amanah dan izin Allah, saya menyatakan bersedia menjadi Ketua Umum IKA UII,” ujarnya.

Sidang kemudian menyepakati bahwa Ari Yusuf Amir terpilih sebagai Ketua Umum DPP IKA UII Periode 2025-2030 secara aklamasi.

Sebagai ketua terpilih, Ari menegaskan komitmennya untuk mencurahkan pemikiran, tenaga, dan sumber daya demi kemajuan organisasi IKA UII.

Ketua terpilih menegaskan untuk menerapkan pola kerja berpikir untuk bertindak. 

“Kami akan menjalankan dengan maksimal dan lebih baik. Kita akan kembangkan organisasi ini semua angkatan semua fakultas. Mohon dukungannya kita tidak akan berhasil tanpa kawan-kawan sekalian. Dengan semangat kekeluargaan kita akan bekerja untuk UII,” katanya.

Ari Yusuf Amir berkomitmen untuk mencerahkan pikiran, tenaga, dan juga dana demi organisasi IKA UII.

Ke depan, lanjut dia, IKA UII harus bekerja lebih keras untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah berjalan.

“Pada periode sebelumnya, kegiatan kami sudah sangat banyak. Ke depan, kami harus bekerja lebih keras agar ada kemajuan. Ini adalah amanah yang harus kami laksanakan,” ujarnya.

Beberapa program unggulan yang akan diperkuat dalam kepemimpinan baru ini antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi tetapi kurang mampu, serta penguatan jejaring DPW dan DPD di seluruh Indonesia. 

Dengan semakin luasnya cakupan organisasi, diharapkan berbagai kegiatan sosial dan edukasi dapat menjangkau lebih banyak daerah.

Selain itu, dia juga menegaskan, IKA UII akan tetap menjaga sikap objektif dan konstruktif dalam berbagai isu kebangsaan. 

Jika ada kebijakan pemerintah yang baik, maka organisasi akan mendukungnya, tetapi jika ada yang perlu dikritisi, kritik yang diberikan harus bersifat membangun dan disertai dengan solusi.

“Kami siap mendukung pemerintahan selama pemerintahannya baik, benar, dan bertujuan untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.

Pada Munas VI itu terdapat agenda utama yakni laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPP IKA UII Periode 2019-2024 yang dipimpin oleh Prof. M. Syarifuddin, serta pemilihan Ketua Umum IKA UII Periode 2025-2030.

Dalam sidang tersebut, peserta menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sehingga kepengurusan IKA UII 2019-2024 resmi berakhir dan menjadi demisioner.

Munas ke-VI sebagai pintu gerbang perjuangan kepengurusan periode berikutnya untuk lebih baik lagi dalam menjalankan roda organisasi IKA UII. Manfaat yang diterima umat akan lebih menyebar dan juga terus terjaga silaturahmi bagi keluarga alumni IKA UII di seluruh Tanah Air.

Sejumlah Tokoh Nasional Bersaing Kursi Ketua Umum IKA UII

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah tokoh nasional bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Universitas Indonesia (IKA UII) Periode 2025-2030 pada Rangkaian Musyawarah Nasional ke-VI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2025).

Tokoh-tokoh nasional itu antara lain, Sekjen IKA UII Ari Yusuf Amir, Ketua Mahkamah Konstituti Suhartoyo, mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, dan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinnizami Karsayuda.

Bertajuk Gerakan Nasional Alumni UII untuk Membangun Negeri , Musyawarah Nasional IKA UII resmi dibuka oleh jajaran Pimpinan Pengurus DPP IKA UII,m yaitu Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H., Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P., dan didampingi Penjabat Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M.

Dalam rangkaian kegiatan yang dilandasi semangat kebersamaan ini dibagi dalam beberapa agenda sidang. Yang utamanya adalah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus DPP IKA UII 2019-2024 dan pemilihan Ketua Umum baru dengan masa jabatan lima tahun mendatang.

Bindut Agus Dewanto selaku Ketua Panitia Munas VI & Reuni IKA UII 2025 menekankan tujuan utama Munas ini adalah untuk forum silaturahmi, evaluasi dan eksistensi.

“Persiapan panitia merupakan gerakan gotong royong antara kepengurusan pusat, wilayah, juga daerah. Kami berusaha menciptakan kegiatan yang rapi terencana baik demi kelancaran. Tak lupa, semuanya bertujuan demi keberlanjutan roda organisasi IKA UII” ujarnya.

Tercatat sebanyak 365 orang berkesempatan membersamai acara pembukaan Munas IKA UII VI.

Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H, M.H selaku Ketua DPP IKA UII menyampaikan kerja keras dam pencapaian periode kepengurusan 2019-2024 ini dilandasi semangat kebersamaan dan pengabdian yang nyata antara Alumni dan Rektorat juga Badan Wakaf.

“Banyak hal tentunya yang sudah kita capai bersama-sama. Mulai dari terbentuknya kepengurusan IKA UII di semua wilayah, sampai dengan pelaksanaan program kerja yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh Masyarakat, khususnya alumni UII. Semua capaian tersebut, tentu berkat kerja keras dan semangat pengabdian kita semua,” ujarnya.

Berkat sinergi yang baik antara DPP, DPW, DPD dan IKA Prodi di seluruh Indonesia, juga sinergi dengan kampus yang direpresentasikan oleh rektorat dan badan wakaf.

“Bisa saya katakan, organisasi kealumnian kampus di seluruh Indonesia yang paling aktif dan dinamis selama lima tahun terakhir ini adalah IKA UII,” tegasnya.

Menurut dia, besarnya organisasi IKA UII tak lepas dari semangat demokrasi yang dijaga sejak dulu dan proses pemilihan ketua baru nantinya diharapkan menjadi langkah pertama yang membawa kebaikan.

IKA UII optimistis Munas ke-VI ini akan menjadi tolok ukur baru kepengurusan periode berikutnya untuk lebih baik lagi dalam melanjutkan tongkat estafet IKA UII.

“Manfaat yang diterima umat akan lebih menyebar dan juga terus terjaga silaturahmi bagi keluarga alumni IKA UII di seluruh tanah air,” katanya.

Nana Sudjana Minta Alumni UII Berkontribusi Pada Pembangunan Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, berharap para alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) turut berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Tengah. 

“Di Jateng banyak alumni UII yang berdinas di pemerintahan, mulai dari eselon 1, 2, 3 dan seterusnya. Kami harapkan kiprah alumni UII mampu berkontribusi untuk program  pembangunan di Jateng,” kata Nana saat menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) VI Ikatan Keluarga Alumni UII, di Hotel Tentrem, Kota Semarang pada Sabtu (15/2/2025).

Dirinya menyebut UII sebagai salah satu universitas terkemuka telah banyak melahirkan alumni yang berkiprah di sektor strategis, baik di pemerintahan maupun swasta.

Oleh karenanya, dalam acara munas tersebut juga diharapkan menjadi forum strategis dalam menghadapi tantangan kedepan.

Menurut Nana, ikatan alumni perguruan tinggi juga perlu menguatkan jaringan dan programnya sehingga mampu memberi kontribusi nyata untuk masyarakat. 

Dalam kesempatan itu, Nana menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Jateng mempunyai sejumlah program prioritas, salah satunya pengentasan masyarakat dari garis kemiskinan.  

Saat ini, kata Nana, angka kemiskinan di Jateng  turun satu digit dari 10,77 persen pada Maret 2024 menjadi 9,58 persen pada September 2024. Ia berharap, alumni UII bisa ikut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan tersebut. 

Selain itu, lanjut dia, Provinsi Jawa Tengah juga dijadikan sebagai penumpu pangan nasional. Untuk mewujudkannya juga butuh kontribusi dari banyak pihak, termasuk alumni UII dengan segenap kompetensi dan integritasnya.

Dari sisi investasi, dia bilang, capaian provinsi tersebut telah melebihi target pada 2024. Realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2024 mencapai Rp88,4 triliun. Sejalan dengan jumlah itu, telah melahirkan sebanyak 65.815 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja dalam negeri hingga mencapai 409.338 orang.

Nana menyampaikan, Pemprov Jateng membuka diri dengan keluarga UII untuk bersama-sama memajukan Jateng, termasuk dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, perkonomian, dan sektor strategis lainnya.

Milklife Soccer Challenge-Semarang 2025 Tumbuhkan Ekosistem Sepak Bola Putri Level Sekolah Dasar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh mulai Rabu (12/2) hingga Minggu (16/2).

Sebanyak 1.225 siswi yang berasal dari 66 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Semarang dan sekitarnya unjuk kemampuan dan bakat mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.

Ribuan peserta tersebut terdiri dalam 30 tim yang bersaing di Kategori Umur (KU) 10 dan 82 tim di KU 12. Tak hanya bersaing dalam kompetisi 7 vs 7, para peserta juga ditantang menunjukkan bakat dan kemampuannya dalam berbagai uji ketangkasan atau Skill Challenge yang terdiri dari dribbling, passing & control, 1 on 1, shoot on target, serta penalty shoot.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan

MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 merupakan bentuk keseriusan Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara berjenjang dan berkesinambungan.

Ia menjelaskan, kompetisi usia dini yang rutin diselenggarakan diharapkan dapat mendorong lahirnya bibit-bibit pesepakbola putri yang kelak berjuang bagi Indonesia di masa mendatang.

“Kami menyadari, membangun ekosistem sepak bola putri tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan penuh kesabaran dan konsistensi. Untuk itu, kami terus menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge sebagai upaya membangun fondasi yang kokoh bagi olahraga ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dan berbagai stakeholder terkait bahwa kami sangat serius melakukan pemassalan khususnya di level usia dini,” ujar Yoppy.

Senada dengan hal tersebut, Brand Manager MilkLife, Adrian Tan menuturkan komitmen MilkLife dalam mendukung gelaran MilkLife Soccer Challenge tak lepas dari upaya mendukung lahirnya generasi hebat Indonesia di masa mendatang. Ia pun bersyukur, penyelenggaraan turnamen sepak bola putri ini mendapatkan respon positif yang sangat tinggi di tengah masyarakat.

“Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program tujuh pilar tumbuh kembang anak sehat inisiasi pemerintah yang meliputi bangun pagi hari, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Semoga dengan semakin banyak siswi yang mengikuti turnamen ini, akan lahir generasi yang #BeraniCetakGol dan berprestasi,” tutur Adrian.

Upaya memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya terlihat di SDN Klepu 03 Semarang yang sudah mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak tahun lalu. Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menyebut turnamen sepak bola putri ini tidak hanya menjadi wadah bagi para siswi dalam menyalurkan bakat di lapangan hijau, tapi juga diharapkan menjadi ladang prestasi nonakademik bagi anak didiknya. Untuk itu, ia bersama jajaran guru dan pelatih menggodok dengan matang tim yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge.

“Ketika MilkLife Soccer Challenge mulai bergulir tahun lalu di Semarang, kami berpikir bahwa turnamen ini bisa menjadi ajang bagi para anak didik menuai prestasi non akademik. Untuk itu, kami menyusun program komprehensif seperti membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) di sekolah kami dan membentuk tim yang akan berlaga di setiap gelaran MilkLife Soccer Challenge. Bahkan, sebelum ikut turnamen ini kami menyelenggarakan training camp guna mematangkan kemampuan para siswi sehingga bisa memaksimalkan bakatnya ketika bertanding,” jelas dia.

Hasilnya, para punggawa SDN Klepu 03 sukses mengharumkan nama sekolah. Pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2024, mereka berhasil menembus babak semifinal di KU12. Prestasi mereka meningkat di Seri 2 2024, dengan menyabet gelar kampiun untuk KU10. Bahkan, dalam MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025, hingga Sabtu (15/2), tim KU10 SDN Klepu 03 sukses menjejakkan kaki di babak semifinal berkat kemenangan 8-0 atas SDN Sendangmulyo 02.

Guru Olahraga sekaligus Pelatih SDN Klepu 03, Altariq Bagus Istianto mengatakan kilauan prestasi anak didiknya tak lepas dari usaha dan kerja keras demi memantik bakat dan kemampuan mengolah si kulit bundar. Dimulai dari menyiapkan sarana yang mendukung hingga menyusun jadwal latihan serta mencari lawan tanding yang mumpuni demi menambah jam terbang.

“Bersama orangtua, kami mencari sarana yang mendukung bagi para peserta agar latihan mereka bisa berjalan baik. Lalu, kami juga rutin menggelar latihan persahabatan, salah satunya dengan tim All Stars Kudus sebanyak tiga kali. Tim juga diikutkan ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah di Semarang. Mereka melawan tim putra, yang memiliki dampak positif untuk mempercepat peningkatan kemampuan para siswi. Semua ini demi menambah jam terbang karena kami punya mimpi besar, semoga lahir atlet profesional sepak bola putri yang memperkuat tim nasional Indonesia yang berasal dari SDN Klepu 03,” kata Altariq.

Upaya tersebut membuat para punggawa SDN Klepu 03 memiliki kemampuan yang lebih baik di lapangan. Salah satunya ialah striker andalan sekolah tersebut, Shakila Azalia Ardhani. Tiga kali mengikuti MlikLife Soccer Challenge sejak 2024, kemahirannya mencetak gol meningkat drastis. Pada Seri 1 2024, ia hanya mencetak empat gol. Sementara di Seri 2 2024, ia masuk jajaran tiga besar pencetak gol terbanyak dengan kemasan delapan gol.

Menariknya, di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025, Shakila telah mengoleksi 35 gol hingga babak perempatfinal. Ia berpeluang menjadi top scorer karena timnya akan berlaga di partai semifinal, Minggu (16/2) pagi.

“Sejak bermain di MilkLife Soccer Challenge tahun lalu, saya semakin rutin berlatih keras bersama teman-teman di sekolah. Sekarang bisa lebih jago menggiring bola, menggocek, mencetak gol. Senang banget sekarang mampu mencetak banyak gol dan semoga bisa menjadi top scorer. Saya sangat ingin menjadi pemain timnas putri Indonesia seperti idola saya, Claudia Scheneumann,” kata Shakila.

Tak hanya membidik lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat melalui turnamen KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge juga berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap cabang olahraga ini melalui Festival SenengSoccer. Festival yang terbuka untuk umum dan gratis ini melibatkan para siswi MI dan SD dengan cakupan usia 6 hingga 8 tahun.

Mengadopsi berbagai uji ketangkasan, Festival SenengSoccer terdiri dari tujuh rintangan berbeda yang harus dilalui peserta. Pemenang ditentukan dengan torehan catatan waktu tercepat. Rintangan pertama peserta harus berlari zig-zag melewati rintangan, kedua mereka harus melakukan lemparan (throw in) sesuai aturan permainan sepak bola ke target yang tersedia.

Ketiga, mereka melakukan dribbling bola melewati lintasan berkelok, selanjutnya melepaskan passing/tendangan ke arah gawang sampai masuk. Tidak berhenti di situ, peserta pun masih harus melompat menggunakan dua kaki secara bersamaan melewati gawang rintangan.

Kemudian melakukan shooting/tembakan sampai bola masuk ke gawang. Terakhir, mereka harus berlari secepat mungkin untuk menekan tombol timer selesai.

“Melalui Festival SenengSoccer kami berharap para putri usia 8 tahun ke bawah bisa merasakan dulu asyiknya bermain bola. Tidak perlu ada pertandingan, yang penting mereka tahu bermain sepak bola itu menyenangkan, dan minatnya tumbuh. Dengan melihat kakak-kakaknya bertanding sepak bola di lapangan yang sama juga akan memotivasi adik-adik untuk bisa menjadi pemain sepak bola mewakili sekolah,” ujar Yoppy.

Warga Kalicari Puji Pemkot Semarang Dalam Pengamanan Aset Lapangan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemeritah Kota Semarang mendapat apresiasi dari masyarakat atas penyediaan ruang publik, khususnya di Lapangan Kalicari Kelurahan Kalicari Kecamatan Pedurungan.

Penasihat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kalicari Madiono menyampaikan rasa terima kasihnya bisa menggunakan lapangan tersebut dengan leluasa. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota. Lapangan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat Kalicari,” ujarnya usai mengikuti apel dan kerja bakti warga bersama unsur Forkopimcam Pedurungan, Jumat (14/2/2025).

Madiono menambahkan bahwa setelah pelaksanaan apel dan kerja bakti, seluruh elemen masyarakat memanfaatkan lapangan dengan mengadakan pertandingan futsal. 

“Ke depan, masyarakat bisa bebas menggunakan lapangan ini. Tidak hanya untuk olah raga seperti futsal saja, melainkan untuk pemberdayaan masyarakat pun bisa,” ujarnya. 

Pihaknya memuji langkah sigap Pemkot Semarang yang pada hari sebelumnya telah memasang tanda bukti plang sebagai penanda Lapangan Kalicari merupakan aset daerah. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Hukum Setda Kota Semarang Moh Issamsudin saat dimintai keterangan perihal Lapangan Kalicari. 

“Pemkot Semarang bersama-sama masyarakat kemarin (Kamis, 13/2) memasang tanda bukti plang bahwa Lapangan Kalicari merupakan aset Pemkot Semarang dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 00222/A.n Pemerintah Kota Semarang,” kata Issamsudin yang didampingi Tim dari BPKAD, Satpol PP Kota Semarang, Camat Pedurungan, Polsek Pedurungan, Koramil Pedurungan dan Lurah Kalicari, serta warga Kalicari

Dirinya menegaskan bahwa pengelolaan dan pengamanan aset daerah terus menjadi perhatian Pemkot Semarang, termasuk Lapangan Kalicari yang berdasarkan sejarahnya adalah eks bengkok.

“Memang dalam perjalanannya, ada klaim atau gugatan terhadap kepemilikan aset oleh pihak-pihak tertentu.” katanya. 

Sebelumnya, pada tahun 2021 Pemkot Semarang berhasil mempertahankan Lapangan Kalicari sebagai aset daerah eks bengkok setelah Mahkamah Agung Nomor 259/PK/Pdt/2021 membatalkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 3010K/Pdt/2018 tanggal 13 Desember 2018 juncto Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 578/Pdt/2017/PT. Smg juncto Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 347/Pdt.G/2016/PN Smg tanggal 3 Agustus 2017.

Terkait adanya upaya hukum yang akan dilakukan pihak setelah pengamanan Lapangan Kalicari, Issamsudin menegaskan bila Pemerintah Kota Semarang akan menghormatinya. “Demikian halnya hasil dari upaya hukumnya nanti,” pungkas Issamsudin.

Edukasi Kesehatan Reproduksi Cegah Virus HPV, Mahasiswa KKN Tematik Undip Gelar Program CERDIK

BREBES (lensasemarang.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar program multidisiplin bertajuk CERDIK: Cerdas dan Edukatif untuk Kesehatan Reproduksi Anak Sekolah Dasar dalam Pencegahan HPV di SD Negeri Sawojajar 03, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya vaksinasi HPV dalam mencegah kanker serviks.

Program yang melibatkan sembilan mahasiswa lintas disiplin ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan total peserta sebanyak 65 anak. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi yang disampaikan oleh M. Fachrul Anggara dan Dinda Putri Handayani dari program studi Kesehatan Masyarakat, membahas kesehatan reproduksi, kanker serviks, dan vaksinasi HPV.

Selain itu, berbagai permainan edukatif juga diterapkan untuk memperkuat pemahaman peserta secara interaktif dan menyenangkan.

Untuk kelas 4 dan 5, Dwi Aprilia Umma dari program studi Kesehatan Masyarakat menghadirkan permainan gosokan yang berisi bom dan gambar vaksin, di mana jika siswa berhasil menghindari bom, mereka akan menjawab pertanyaan mitos dan fakta tentang vaksinasi HPV. Anisa Kusuma Wulandari dari program studi Keperawatan mengajak siswa bermain puzzle mengenai tahapan infeksi virus HPV.

Kemudian, Diana Ratnasari dari program studi Ilmu Gizi menghadirkan puzzle pohon yang berisi informasi tentang gizi dan cara menghindari kanker serviks.

Selain itu, Tarisha Azzahra dari program studi Biologi mengadakan permainan ular tangga yang di dalamnya terdapat pertanyaan tentang dampak tidak melakukan vaksinasi HPV.

Sementara itu, untuk kelas 6, Revana Sukma Atmaja dari program studi Matematika mengadakan permainan kelipatan angka yang dipadukan dengan tebak-tebakan seputar kesehatan reproduksi.

Aullia Dwi Rahmawati dari program studi Biologi menambahkan tantangan dengan permainan spin wheel, di mana siswa harus menjawab pertanyaan mengenai dampak buruk tidak menjaga kebersihan reproduksi. Bagus Rahmat Wi Janoko melengkapi kegiatan dengan permainan listrik yang dikombinasikan dengan cara menjaga kesehatan reproduksi.

Dalam pelaksanaannya, program ini membagi peserta ke dalam empat pos permainan untuk kelas 4 dan 5 serta tiga pos permainan untuk kelas 6. 

Setiap pos memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga anak-anak semakin antusias mengikuti kegiatan ini. 

Kegiatan ini disambut baik oleh siswa SD N Sawojajar 03, salah satu peserta mengungkapkan kesan positifnya, 

“Acaranya seru, ada permainan dan hadiah yang bikin senang.” Koordinator desa, M. Fachrul Anggara, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi siswa dalam memahami pentingnya kesehatan reproduksi. 

“Melalui program ini, diharapkan saat bulan imunisasi nanti, anak-anak sudah mau divaksin HPV sebagai pencegahan kanker serviks serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Sebagai luaran program, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menghasilkan media edukatif berupa permainan interaktif, poster, dan presentasi PowerPoint yang dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk edukasi kesehatan reproduksi di masa mendatang.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak siswa yang memahami pentingnya vaksinasi HPV dan menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, diperkuat dengan unggahan kegiatan di media sosial dan reportase media berita sebagai sarana penyebarluasan informasi yang efektif.

KKN Tematik Undip Wujudkan Lingkungan Sekolah Bebas Virus HPV

BREBES (lensasemarang.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar Program “Bina Suasana Ramah Vaksinasi: Mewujudkan Sekolah Sehat” di SD Negeri Sawojajar 01, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks, baik bagi siswa, guru, maupun orang tua.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan serangkaian edukasi yang menarik dan interaktif.

Pada 30 Januari 2025, M. Fachrul Anggara dan Revana Sukma Atmaja melakukan advokasi kepada kepala sekolah dan guru untuk menjelaskan urgensi vaksinasi HPV serta membahas data cakupan vaksin di sekolah.

Diskusi ini membuahkan hasil berupa penyusunan policy brief serta pembuatan poster edukatif yang diserahkan kepada pihak sekolah sebagai media informasi berkelanjutan.

Pada 31 Januari 2025, fokus program beralih kepada orang tua. Diana Ratnasari mengedukasi paguyuban orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, termasuk yang disebabkan oleh virus HPV.

Dirinya juga menyerahkan buku resep sehat sebagai luaran program. Tarisha Azzahra turut berperan dalam memberikan pemahaman mengenai urgensi vaksinasi HPV melalui pembagian leaflet informatif yang berisi fakta dan manfaat vaksin bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Puncak kegiatan pada 3 Februari 2025 menghadirkan berbagai metode edukasi yang menarik bagi siswa. Dinda Putri Handayani dan Anisa Kusuma Wulandari mengarahkan siswa kelas 4 dan 5 dalam mini drama bertema vaksinasi HPV.

Drama ini menggambarkan bagaimana pentingnya vaksinasi dalam mencegah kanker serviks serta mengajak anak-anak untuk tidak takut terhadap proses vaksinasi. Dwi Aprilia Umma memberikan edukasi mengenai bahaya kanker serviks dan vaksinasi HPV dengan pendekatan ice breaking yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu, Aullia Dwi Rahmawati dan Bagus Rahmat Wi Janoko memperkuat pemahaman siswa dengan menggunakan poster dan pop up book edukatif yang menarik berisi informasi mengenai bahaya kanker serviks dan gejalanya, serta upaya preventif menggunakan vaksinasi HPV.

Media tersebut diserahkan kepada pihak sekolah yang nantinya dapat digunakan secara berkelanjutan untuk sasaran yang lebih luas sehingga pengetahuan warga sekolah kian bertambah.

Seluruh rangkaian kegiatan ini disambut dengan antusias oleh siswa, guru, dan orang tua. Salah satu tenaga pengajar di SD N Sawojajar 01 mengungkapkan, 

“Dengan adanya program ini, kesadaran mengenai vaksinasi HPV semakin meningkat. Anak-anak pun menjadi lebih paham akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini,” katanya.

Mahasiswa KKN Undip berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan mendukung penuh program vaksinasi HPV. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan angka partisipasi vaksinasi di sekolah ini meningkat dan pada akhirnya dapat membantu menekan kasus kanker serviks di masa depan,” ujar M. Fachrul Anggara selaku Koordinator Desa KKN Undip.

Maju Pemilihan Askot PSSI, Supriyadi Soroti Sepakbola Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Calon Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Semarang, Supriyadi, menyoroti pentingnya perhatian khusus dalam membangun sepakbola di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut dia, sepakbola adalah olahraga rakyat yang perlu dihidupkan kembali melalui berbagai kompetisi, baik di tingkat Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun Perserikatan Sepak Bola (PS) yang dinaungi oleh Askot PSSI.

Keprihatinannya terhadap kondisi sepakbola di Kota Semarang semakin mendalam ketika melihat klub kebanggaan kota, PSIS Semarang, yang belum meraih prestasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

“Ada 25 PS yang selama dua tahun ini tidak mengadakan kompetisi, baik di divisi 1 maupun 2,” ujarnya. 

Pria yang akrab disapa Lek Pri ini menambahkan, banyak SSB yang kini mengadakan liga secara mandiri tanpa campur tangan Askot PSSI Kota Semarang.

Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Piala Suratin yang digelar oleh Asprov Jawa Tengah pun kita Kota Semarang tidak ikut, ini merupakan tanggung jawab dari pengurus Askot,” tegasnya

Ia menekankan pentingnya konsolidasi antar klub untuk membangun sepakbola yang profesional dan maju di Kota Semarang. 

Kondisi saat ini, di mana tidak ada prestasi membanggakan, menjadi cerminan dari kurangnya kompetisi berkelanjutan.

Klub-klub, SSB, dan kelompok umur dari U12 hingga senior berharap adanya kompetisi yang terus-menerus. 

Lek Pri berharap dukungan dari pemerintah kota, terutama Wali Kota terpilih, untuk menyelenggarakan liga di tingkat Kota Semarang. 

“Ini salah satunya untuk mencari bibit unggul agar dapat maju di kompetisi yang lebih profesional,” katanya.

Dirinya bertekad mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun sepakbola di Kota Semarang agar tidak kehabisan pemain proesional pada olah raga sepak bola.

“Kita juga dituntut untuk menggulirkan kompetisi baik antar SSB maupun antar PS,” ujarnya. 

Ia berharap Askot Kota Semarang dapat memfasilitasi kebutuhan ini dan berkolaborasi dengan pemerintah kota sesuai cita-cita Wali Kota terpilih untuk memajukan sepakbola di Kota Semarang.

Supriyadi yakin bahwa melalui langkah-langkah konkret dan dukungan semua pihak, sepakbola di Kota Semarang akan kembali bangkit dan bersinar.

Sebelumnya di sampaikan Askot PSSI Kota Semarang akan menggelar pemilihan ketua baru untuk periode 2025-2029 pada Minggu (16/2/2025).

Adapun calon yang maju pada pemilihan Askot PSSI Kota Semarang adalah Imanuel Antok Nikiyulun dan Supriyadi.

Pemkot Semarang Gerak Cepat Perbaiki Jalan Kota Terdampak Genangan Banjir

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) gerak cepat melakukan perbaikan jalan di wilayah kota Semarang yang berlubang akibat genangan banjir beberapa hari terakhir. 

Kepala DPU Kota Semarang, Soewarto, menegaskan bahwa perbaikan jalan berlubang telah dilakukan dengan berbagai metode, seperti Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) serta metode manual lontang-lanting. Langkah ini dilakukan bertahap dan akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dalam menangani perbaikan jalan, DPU Kota Semarang menerapkan strategi berbasis kondisi cuaca dan jenis perkerasan jalan. Aspal menjadi pilihan utama karena fleksibilitasnya, namun memiliki kelemahan terhadap genangan air.

Beton lebih kuat dan tahan lama, tetapi lebih mahal serta kurang nyaman bagi kendaraan di dalam kota. Oleh karena itu, kombinasi aspal dan beton digunakan secara tepat guna menyesuaikan kebutuhan setiap lokasi.

“Soal perbaikan jalan, tantangan utamanya adalah musim hujan. Aspal mudah rusak kalau sering tergenang air. Makanya, kami prioritaskan perbaikan di musim kemarau agar hasilnya lebih optimal,” ujar Soewarto saat diwawancarai di Balaikota, Rabu (12/2/2025).

Lebih jauh, Soewarto menerangkan beberapa titik yang telah mendapatkan perbaikan antara lain, sebagian Jalan Pandanaran, Jalan Pemuda, Jalan Prof. Hamka, Jalan Piere Tendean, Jalan KH Ahmad Dahlan, Gombel Lama, Simongan dan juga jalan-jalan kecil di berbagai titik seperti Grafika.

Selain itu, DPU Kota Semarang juga akan menggelar rapat koordinasi untuk menentukan strategi peningkatan jalan di Gunungpati dan area lain yang sudah didata bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang.

Anggaran pemeliharaan jalan telah dialokasikan dalam APBD Pemerintah Kota Semarang tahun 2025. Khusus untuk perbaikan rutin, DPU Kota Semarang memastikan bahwa anggaran ini akan digunakan secara optimal untuk perawatan dan peningkatan infrastruktur jalan demi kelancaran mobilitas masyarakat.

Banyak masyarakat belum memahami bahwa tidak semua jalan di Kota Semarang menjadi tanggung jawab DPU. Soewarto pun menjelaskan mengenai pembagian kewenangan jalan di mana jalan lingkungan menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang.

“Sementara untuk jalan kota merupakan kewenangan DPU Kota Semarang. Adapun jalan Provinsi merupakan kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan jalan nasional menjadi kewenangan Balai Besar Jalan Nasional,” ujarnya.

Dengan adanya pembagian ini, masyarakat diharapkan dapat melaporkan kondisi jalan ke instansi yang sesuai agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

DPU Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan dengan pendekatan strategis. Perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas, anggaran, dan kondisi lapangan.

“Dengan strategi yang tepat, kualitas jalan di Kota Semarang diharapkan terus meningkat, sehingga masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.

Investasi Jateng Selama 2024 Capai Rp88,44 Triliun dan Serap 409.338 Tenaga Kerja

SEMARANG (lensasemarang.com) -Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2024 mencapai Rp88,4 triliun. Dari jumlah itu, telah melahirkan sebanyak 65.815 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja dalam negeri hingga mencapai 409.338 orang.

“Investasi di Jateng berjalan baik, yang terealisasi pada 2024 mencapai Rp88,44 triliun. Persentasenya mencapai 110,42 persen dari target Rp80,10 triliun,” kata Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana saat menghadiri acara High Level Meeting bertema “Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Stabilisasi Harga, Investasi dan Digitalisasi Sistem Pembayaran” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng pada Rabu (12/2/2025).

Secara rinci, dari jumlah investasi yang masuk, terdiri dari investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp35,37 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp33,3 triliun, dan Usaha Mikro Kecil (UMK) mencapai Rp19,77 triliun. 

Khusus realisasi PMA, lima negara yang menyumbang nilai investasi tertinggi dimulai dari Singapura mencapai Rp8,67 triliun, Hongkong mencapai Rp8,03 triliun, Korea Selatan mencapai Rp5,42 triliun, China sejumlah Rp4,26 triliun, dan Thailand sebanyak Rp1,8 triliun.

“Hal ini positif dan baik bagi investasi di Jateng. Hal ini (juga) menjadi tantangan bagi kita, untuk terus melakukan langkah-langkah (strategi) menarik investor di Jateng,” ujar Nana.

Untuk menjaga dan meningkatkan capaian investasi di Jawa Tengah ke depan, Nana ingin pembangunan ekonomi terus dipacu, agar lebih inklusif dan kompetitif melalui berbagai strategi.

Setidaknya ada enam strategi yang bisa dilakukan. Nana menyebut, strategi itu meliputi kemudahan berusaha dan peningkatan iklim investasi, penguatan daya beli masyarakat, pengendalian inflasi, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan ekonomi sirkuler, serta pemerataan pembangunan dan konektivitas.

Lebih lanjut, Nana mengatakan, banyaknya nilai investasi yang ada diharapkan berdampak baik bagi perekonomian di Jawa Tengah, khususnya dalam mengentaskan masyarakat yang berada di garis kemiskinan, serta menurunkan angka pengangguran.

“Untuk menurunkan angka kemiskinan, segala upaya kita lakukan” ujarnya.

Saat ini angka kemiskinan di Jateng turun satu digit dari 10,77 persen pada Maret 2024 menjadi 9,58 persen pada September 2024. Angka pengangguran juga turun dari 5,13 persen pada Agustus 2023 menjadi 4,78 persen Agustus 2024.

Sejalan dengan capaian investasi di Jawa Tengah, Nana menguraikan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2024 mengalami peningkatan secara year on year (Yoy).

“Pertumbuhannya dari 4,93 persen menjadi 4,96 persen. Ini cukup signifikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tangah, Rahmat Dwisaputra, menambahkan, diperlukan penguatan strategis untuk mendorong sektor prioritas Jawa Tengah, khususnya sebagai lumbung pangan dan penumpu industri nasional. 

Strategi itu, kata Rahmat, di antaranya perkembangan sistem pembayaran digital di Jawa Tengah, strategi dan penguatan sinergi stakeholder menjaga stabilitas dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, hingga upaya pengendalian inflasi di hulu dan di hilir.