Home Blog Page 70

Tim All-Stars Kudus Raih Gelar Juara Milklife Soccer Challenge

KUDUS (lensasemarang.com) – Tim All-Stars Kudus sukses mencatatkan sejarah sebagai kampiun pada gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife.

Pada laga final yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (26/1/2025) anak-anak asuhan Coach Yayat Hidayat membekap perlawanan Tim All-Stars Solo dengan skor 1-0.

Mencuplik jalannya pertandingan, kedua tim memulai laga dengan agresivitas yang cukup tinggi dengan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Serangan demi serangan dibangun kedua tim demi merobek jantung pertahanan.

Sayang, upaya itu belum membuahkan hasil di papan skor hingga turun minum.

Gol tunggal di laga final itu tercipta di babak kedua melalui skema sepak pojok. Tendangan striker Tim All-Stars Kudus, Giada Soebianto yang melabung ke arah gawang, lolos dari hadangan kiper Tim All-Stars Solo, Queenza Auradista.

Kemelut di depan pun terjadi hingga striker Tim All Stars Kudus, Asyifa Sholawa Farizqi, melakukan sontekan sehingga bola meluncur ke gawang. Kedudukan bertahan 1-0 hingga wasit meniup peluit panjang.

Pelatih Tim All-Star Kudus, Yayat Hidayat mengapresiasi kerja sama tim yang baik diantara penggawa Kota Santri di sepanjang gelaran MilkLife Soccer Challenge All-Stars berlangsung dari 23-26 Januari 2025.

Menjalani lima pertandingan selama turnamen, Tim All-Stars Kudus belum pernah mencatatkan kekalahan.

“Progress permainan Tim All-Stars Kudus sangat bagus dari awal sampai final. Pada pertandingan tadi di babak pertama sedikit kesulitan karena Tim Solo juga bertahan sangat kokoh. Tapi, alhamdulilah babak kedua permainan mulai berkembang, tim bermain lepas sehingga bisa mengubah peluang menjadi gol,” bilang Yayat.

Pelatih berlisensi A AFC itu menambahkan catatan prestasi di ajang ini diharapkan dapat menjadi langkah awal agar seluruh pemain dapat menggapai asa sebagai pesepakbola putri handal masa depan.

“Harapan saya ke depan para pemain dapat terus berproses, lebih giat

latihan, sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai,” tandasnya.

Senada, Kapten Tim All-Stars Kudus, Asyifa Sholawa Farizqi bersyukur atas capaian di ajang level nasional itu. Terlebih para pemain terbaik dari delapan kota bertemu untuk adu kemampuan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan.

“Bangga bisa masuk ke final dan alhamdulilah babak kedua bisa mencetak gol berkat kerjasama yang baik. Terima kasih untuk Tim All-Star Kudus, tim pelatih karena kerja sama kita bisa membanggakan Kota Kudus sebagai tuan rumah,” ucap dara yang juga meraih gelar Best Player MilkLife Soccer Challenge All-Stars.

Di sisi lain, tim All-Stars Solo juga menunjukkan performa mumpuni baik dari segi permainan maupun mental para pemain. Tercatat dua kali kalah pada fase grup pada Jumat (24/1/2025) tidak menyurutkan mental skuad asuhan Maya Susmita itu untuk merebut tiket ke partai final.

Mereka bangkit dan meraih dua kemenangan pada pertandingan fase grup dan semifinal pada Sabtu (25/1/2025) ketika menghadapi Tangerang dan Jakarta.

Menerapkan strategi bertahan lalu serang balik, Tim All-Stars Solo dengan gigih mampu menutup peluang lawan agar tidak menambah poin.

“Penggawa Tim All-Stars Solo masih tidak menyangka masuk final. Meski sempat tertinggal di awal turnamen, mereka tetap menyelesaikan pertandingan dengan baik hingga menit akhir. Mereka tidak patah semangat hingga saat ini. Semoga semakin banyak pemain putri Solo yang ikut MilkLife Soccer Challenge dan menekuni sepak bola, sehingga semakin banyak pemain profesional yang lahir,” ucap Maya.

Raihan prestasi Tim All-Stars Solo di posisi runner-up menjadi acuan motivasi bagi Adinda Resti Widayati dan kawan-kawan. Dirinya bertekad untuk terus mendalami dunia sepakbola demi menjadi pemain timnas.

“Tadi pertandingan final sangat seru, meski kalah kami semua sudah memberikan yang terbaik. Semoga turnamen sepak bola putri seperti ini tetap terus ada dan berjenjang, supaya bisa menumbuhkan minat dan bakat dari saya serta teman-teman,” ucap kapten Tim All-Stars Solo itu.

Di pertandingan lainnya, Tim All-Stars Surabaya berhasil memenangkan peringkat tiga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars usai memetik kemenangan 2-1 atas Tim All-Stars Jakarta.

Sempat tertinggal 0-1 di menit ke-4 yang dicetak oleh Khansa Nisa Arrosid lewat situasi tendangan bebas, permainan menyerang agresif yang diperlihatkan Tim All-Stars Surabaya membuahkan hasil pada menit ke-12.

Locita Waranggani Olah Nismara mencetak gol setelah melepaskan tendangan gantung yang sulit diantisipasi kiper Nafa Aprilia. Skor 1-1 untuk kedua tim.

Memasuki menit ke-17, Tim All-Stars Surabaya mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol sundulan yang diciptakan Keysa A.M. Nian.

Dalam situasi tertinggal, Tim All-Stars Jakarta berusaha meningkatkan intensitas menyerang, meski mendapatkan beberapa peluang tambahan tetap tidak terjadi gol hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Tim All-Stars Surabaya, Ridwan Anwar mengaku puas dengan capaian peringkat tiga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Padahal, ia sempat khawatir anak asuhnya akan kesulitan untuk tampil maksimal di pertandingan perebutan tempat ketiga setelah mengalami kekalahan di laga semifinal melawan Tim All-Stars Kudus.

“Gagal lolos ke partai final MilkLife Soccer Challenge memang sempat membuat pemain begitu kecewa. Namun, setelah bertemu dengan keluarga masing-masing mereka bisa kembali termotivasi. Mereka pun dapat bermain lebih lepas melawan Tim All-Stars Jakarta dan meraih kemenangan,” kata Ridwan.

Kapten Tim All-Stars Surabaya, Locita Waranggani Olah Nismara mengatakan keberhasilan membawa timnya finis sebagai peringkat ketiga MilkLife Soccer Challenge All-Stars cukup memotivasinya untuk terus mengasah kemampuan bermain sepak bola. Ia bertekad melanjutkan cita-cita menjadi pesepakbola hebat di masa depan. Apalagi, Locita juga terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia yang akan berlaga di dalam Junior Soccer School dan League (JSSL) di Singapura, pada pertengahan April mendatang.

“Pencapaian juara tiga cukup mengobati kekecewaan karena tidak menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Saya akan terus mengembangkan skill bermain di lapangan demi mengejar cita-cita jadi pemain tim nasional Indonesia. Saya juga sangat senang bisa mendapat kesempatan memperkuat tim Tanah Air melawan negara-negara lain di Singapura,” ujar Locita.

Disaksikan Pelatih dan Pemain Timnas Putri

Laga final MilkLife Soccer Challenge All-Stars juga disaksikan langsung oleh Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki. Coach Mochi, sapaan karibnya, mengapresiasi para pemain yang sudah menampilkan kemampuan selama pertandingan bergulir.

Ia melihat potensi pesepakbola putri yang masih dapat terus diasah agar memiliki kemampuan mumpuni.

“Saya melihat mereka sudah berusaha dengan keras untuk menjadi juara. Pada pertandingan final ini banyak permainan bagus yang dikeluarkan pemain mulai dari kemampuan dasar hingga kerjasama tim yang baik,” katanya. 

Selain Coach Mochi, tiga pemain timnas putri Indonesia juga turut hadir pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yaitu Claudia Scheunemann, Sheva Imut, dan Shafira Ika.

Pelatih yang pernah membawa Timnas Wanita Jepang meraih Juara Piala Dunia Wanita pada 2011 ini mengungkapkan, untuk menjadi pemain timnas putri Indonesia, tidak hanya dibutuhkan bakat dan kemampuan, tetapi juga pemahaman mendalam soal sepak bola. Hal tersebut bisa mulai ditanamkan sejak usia dini.

“Untuk menjadi pemain nasional jalannya masih panjang, tetapi ini permulaan bagus dengan memulai dari usia dini. Banyak pemain potensial tetapi

pemain yang paham soal sepak bola, bisa beradaptasi dan menguasai dasar sepak bola itulah yang dicari,” tandas Coach Mochi.

Sementara itu, President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono mengungkapkan, pihaknya tidak hanya berfokus pada pemassalan di level usia dini melalui penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge dan MilkLife Soccer Challenge All-Stars.

Di usia yang lebih tinggi, juga diselenggarakan Hydroplus Soccer League untuk Kelompok Umur (KU) 14, dan mendukung bergulirnya Hydroplus Pertiwi Cup bagi KU 14 dan KU 16.

“Rangkaian turnamen tersebut membuka mimpi atlet-atlet sepak bola putri untuk mengembangkan karir di masa yang akan datang. Serta diharapkan dapat menjadi cikal-bakal terbentuknya pemain-pemain terbaik yang kelak mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” katanya.

Victor menambahkan, kesuksesan terselenggaranya turnamen yang digelar tak lepas dari dukungan dan peran serta pihak terkait mulai dari pemerintah, asosiasi, hingga sekolah.

Dengan demikian, diharapkan mampu memutar mata rantai ekosistem sepak bola Tanah Air secara konsisten dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini. Khususnya kepada PSSI, ASBWI, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kota dan Kabupaten, serta para guru dan orangtua. Membangun olahraga adalah bagian dari perjuangan untuk membangun negara dan keberhasilan meraih prestasi dunia akan semakin menyatukan bangsa,” ungkapnya.

Menggapai Asa

Selain menyuguhkan pertandingan perebutan Juara 3 dan partai final, puncak penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All-Stars juga mengumumkan daftar pemain yang akan berlaga dalam Junior Soccer School dan League (JSSL) di Singapura pada 17-20 April 2025 mendatang. Terdapat 12 pesepakbola U-12 dan 12 pesepakbola U-14 yang merupakan pemain terbaik hasil seleksi tim talent scouting di bawah pantauan Timo Scheunemann serta Asep Sunarya.

Head Coach Assistant MilkLife Soccer Challenge, Asep Sunarya mengatakan, line-up tim JSSL dipilih berdasarkan kemampuan dasar dalam mengendalikan bola serta aspek atletik lainnya seperti postur tubuh, kelincahan, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama dalam tim, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.

“Kami sudah memantau bakat dari adik-adik ini dari dua tahun lalu dari awal MilkLife Soccer Challenge 2023 di Kudus serta tujuh kota penyelenggaraan lainnya di tahun 2024 baik itu Seri 1

dan Seri 2. Memang ada beberapa perombakan yang awalnya masuk ke dalam radar kami maupun yang di luar list. Sebab memilih 24 pemain dari total 12.778 peserta itu bukan hal mudah. Namun kami sudah memilih yang terbaik dan semoga bisa membanggakan nama Indonesia pada JSSL mendatang,” tukasnya.

Salah satu pemain U-14 yang akan bertanding di JSSL Singapura, ialah Amanda Fitriani dari Tim All-Stars Bandung mengucap syukur atas terpilihnya masuk ke dalam skuad. Sebab siswi SDN 073 Pajagalan A Bandung ini mengaku sudah menggemari sepak bola sejak ia duduk di bangku kelas 3.

“Sangat senang sekali. Apalagi dua teman saya dari Tim All-Stars Bandung, Kazumi Zalfa Arrobi’ Nurlan dan Riyanti Saffana Suryani juga terpilih ke dalam skuad JSSL. Persiapan kedepannya tentu saya akan lebih giat latihan lagi agar bisa maksimal di Singapura. Saya akan terus lanjut bermain bola sampai jadi timnas, karena saya ingin membanggakan kedua orangtua,” ucapnya optimistis.

Senada, Albianca Raula juga merasa bangga bisa mewakili Indonesia pada tim U-12 JSSL. Sedari awal mengikuti MilkLife Soccer Challenge dan mengetahui adanya pemilihan pemain untuk berlaga di JSSL, ia sudah berjuang selalu meningkatkan teknik serta kualitas permainan selama bertanding.

“Senang sekali. Saya sebelum ikut MilkLife Soccer Challenge latihan terus, bangun tidur langsung latihan karena memang sudah pengen masuk list JSSL. Tadi sempat sedih karena Tim All-Stars Jakarta tidak masuk tiga besar, padahal sebenarnya mainnya sudah kompak. Terpilih di skuad JSSL itu membangkitkan mental dan membuat saya senang yang tadinya

down lihat teman-teman yang menjadi juara sementara tim saya nggak,” pungkas Albianca.

Berikut Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge All-Stars:

Juara I : All-Stars Kudus

Juara II : All-Stars Solo

Juara III : All-Stars Surabaya

Best Goal Keeper : Alya Putri Ariyanto (All-Stars Kudus)

Best Player : Asyifa Sholawa Farizqi (All-Stars Kudus)

Top Scorer : Kesya A. M. Nian (All-Stars Surabaya)

Berikut daftar line-up tim JSSL (nama – sekolah):

Tim U–12:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ayla Putri Ariyanto – SD 1 Wergu Kulon Kudus (Goal Keeper)

Queisha Sava Azzalva – SD UT Bumi Kartini Jepara (Goal Keeper)

Rere Zenita Farza – SD UT Bumi Kartini Jepara

Adinda Resti Widayati – SDN Tempel Surakarta

Riyanti Saffana Suryani – SDN 129 Rancasawo Margasari Bandung

Andien Haifa Syakira – SD Cinta Kasih Tsu Chi Jakarta

Locita Waranggani – SDN Pacarkeling V Surabaya

Albianca Raula – SDN Kebagusan 03 Jakarta

Ika Wonda – SD Kristen Manahan Surakarta

10. Rara Zenita Fatin – SD UT Bumi Kartini Jepara

11. Giada Soebianto – Edison Elementary California Los Angeles, USA

12. Zahra Izzati Naila Alkhaliqi – SD Pojokusuman 1 Yogyakarta

Tim U-14:

1. Alliya Khoirunissa – SMPN 12 Kota Bogor

2. Bilqis Fatimah Azzahra – SMPN 2 Lembang

3. Regina Mikaela Lintang Putri – SD Kanisius Duwet Kabupaten Sleman

4. Asyifa Sholawa Farizqi – SDN 2 Rendeng Kudus

5. Ayla Dva Khala Ahisma – SDN Nanggulan

6. Della Citra Ayu – SMP 3 Kudus

7. Renanthera Alun Addya P. – SD UT Bumi Kartini Jepara

8. Clea Abelia – SDN Kalisari 01 Jakarta

9. Andara Alisya – SDN Mekarjaya 12 Depok

10. Amanda Fitriani – SDN 073 Pajagalan A Bandung

11. Kazumi Zalfa Arrobi’ Nurlan – SDN 203 Kacapiring Bandung

12. Kesya A. M. Nian – SDN Inpres Perumnas 2 Waena Jayapura

Akhir Pelarian Narapidana Lapas Pati Kasus Curanmor Ketangkap Mencoba Perkosa Pedagang Kopi

JEPARA – Seorang narapidana berinisial AHS (25) diringkus polisi, lantaran mencoba memperkosa seorang remaja dan pedagang kopi di kawasan wisata Air Terjun Songgolangit, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Pelaku kabur dari lapas Pati dengan menggondol motor di area persawahan.

“Saya kabur dari Lapas Pati kasus pencurian motor. Dan saya kabur naik sepeda motor yang terpakir di sawah. Kemudian, saya ke tempat wisata main ke tempat kedai warung kopi milik seorang wanita pada 7 Januari pukul 11.00 wib,” kata AHS, Sabtu (25/1).

Sesampainya di kedai kopi, kemudian pelaku meminta tolong korban untuk mengantarkan ke sebuah toko milik mbak Esti di dekat pintu masuk wisata air terjun Songgolangit.

“Saya diantar korban pakai motor Honda Vario 125 K-2874-FJ miliknya. Kebetulan yang mengendarai saya, korban saya bonceng,” ungkapnya.

Bukannya berhenti di toko yang dituju oleh pelaku melainkan pelaku terus melajukan kendaraan milik LS. Korban diajak putar-putar hingga masuk hutan jati Sembrung turut Desa Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Entah kenapa pelaku menghentikan laju kendaraanya korban yang berjarak sekitar 150 meter dari jalan raya Keling – Desa Gelang. Dalam situasi sepi pelaku kemudian membekap korban dan ditarik masuk ke hutan.

“Korban saya dibekap, dicekik dan ditarik masuk ke dalam hutan yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi sepeda motor.
Kemudian korban di dorong untuk menghadap ke pohon jati,” jelasnya.

Saat itulah, pelaku coba mengancam korban jika tidak menurut akan dibunuh.

“Setelah itu pelaku menurunkan celana korban dengan berkata ‘nurut, kalau tidak nurut saya bunuh,” ujarnya.

Kemudian pelaku menurunkan celananya dan mendekatkan kemaluanya ke pinggul korban. Beruntung, korban berhasil berteriak minta tolong, sehingga pelaku panik dan melarikan diri menggunakan sepeda motor korban.

“Setelah itu pelaku lari dengan mengambil kendaraan korban Honda Vario 125 K 2874 FJ milik korban,” ungkapnya.

Tak hanya mencoba memperkosa pedagang kopi, pelaku juga mengaku telah melakukan pelecehan terhadap anak teman satu lapasnya yang masih duduk di bangku SMA.

Akibat kejadian itu korban LS yang merupakan pedagang kopi mengalami trauma dan kehilangan kendarannya yang dibawa kabur oleh pelaku dan melaporkan kasus percobaan pemerkosaan dan pencurian motor ke Polres Jepara.

“Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 10 juta,” jelasnya.

Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno mengatakan, bahwa pihaknya berhasil menangkap pelaku yaitu AHS (25) Warga Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara di sebuah rumah yang berada di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

“Tim Resmob Satreskrim Polres bersama anggota reskrim rayon utara melakukan penangkapan pelaku pada hari Jumat, 10 Januari 2025 sekiranya Pukul 09.20 WIB di sebuah rumah yang berada Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara,” kata Edy Sutrisno di Mapolres setempat.

Setelah melakukan penangkapan, Polres Jepara berkordinasi dengan lapas Pati. Diketahui pelaku adalah seorang warga lapas Pati.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Lapas Pati terkait penangkapan pelaku buronan tersebut,” ujarnya.

Polres Jepara juga akan memproses pelaku atas tindakan Pencurian dengan Kekerasan yang terjadi pada hari Selasa 7 Januari 2025 di Daerah Keling.

“Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas Edy Sutrisno.

Alasan Sakit Hati, Pria di Jepara Tega Cabuli anak Calon Istrinya Masih Umur 3,5 Tahun Hingga Pendarahan

JEPARA – Seorang MAK (23) di Kabupaten Jepara harus berurusan dengan hukum, lantaran tega cabuli anak balita berumur 3,5 tahun. Aksi cabul itu dilakukan kepada anak calon istrinya karena sakit hati pada ibu korban (calon istri). Meskipun masih calon istri, pasangan itu memang sudah sering tinggal satu rumah.

“Jadi alasan sakit hati. Kalau malam itu, calon istri saya tidur, saya disuruh nyebokin terus,” kata MAK, Sabtu (25/1).

Kemudian keesokan harinya terpaksa merencanakan aksinya kepada anaknya. Berawal ketika korban pulang bermain dari rumah tetangga lalu buang air besar di toilet. Saat korban meminta dibersihkan, ibunya sedang tertidur pulas. Akhirnya pelaku terpaksa membersihkannya dan merasa punya kesempatan untuk melakukan pembalasan dengan mencabulinya.

“Karena ibunya tidur, saya ceboki. Kemudian, saya melakukannya dengan jari memasukkan dua jari ke kemaluan korban. Dan aksi sudah dua kali dalam keadaan sadar,” ungkap Pria yang bekerja kuli bangunan.

Usai mencabuli anak dari calon istrinya, kemudian korban mengeluh kesakitan pada bagian alat vitalnya kepada ibunya. Ibunya yang saat itu panik, langsung membawa anaknya ke rumah sakit.

“Jadi saya ikut antar ke rumah sakit juga. Saat itu saya juga takut, kenapa langsung kesakitan,” ujarnya.

Kepada calon istrinya, saat itu dia mengaku bahwa korban jatuh dan berdarah. Karena merasa bersalah, pelaku pun masih menemani korban di rumah sakit. Bahkan, dia juga ikut mengantar calon istrinya melapor ke Satreskrim Polres Jepara.

“Ketika dimintai keterangan saksi oleh penyidik kedua kalinya, akhirnya pelaku baru mengakui perbuatannya. Saat itu dia langsung dibekuk Polisi,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Faisal Wildan Umar Rela mengatakan terkait kondisi fisik balita berusia 3,5 tahun yang merupakan korban pencabulan semakin membaik. Namun sampai saat ini kondisi mentalnya masih belum pulih.

”Saat ini anak korban dalam keadaan sehat wal afiat. Karena kemarin sempat ada kabar korban meninggal dunia. Itu tidak benar,” kata AKP Wildan.

Korban yang sebelumnya dirawat intensif di rumah sakit, kini sudah dibawa pulang. Saat ini, korban juga dalam kondisi aman.

“Kondisinya sudah mulai stabil. Dan sudah mulai bisa memberikan keterangan,” ujarnya.

Hanya saja, sampai kini kondisi psikologisnya masih belum pulih. Sehingga penyidik belum bisa meminta keterangan dengan jelas.

”Korban masih ada ketakutan. Ada trauma. Sehingga belum sepenuhnya kami bisa mintai keterangan,” tuturnya.

Saat ini, korban mendapatkan pendampingan psikologis dari pihak kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jepara.

Dari kejadian tersebut, Polisi menyita beberapa barang bukti, diantaranya 1 (satu) buah gaun, 1 (satu) buah celana pendek, 1 (satu) buah celana dalam, 1 (satu) buah kaos dan 1 (satu) buah celana panjang jeans.

“Pelaku kini terancam dengan Pasal 82 ayat (1) Jo 76 E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5 miliar,” pungkasnya.

Tensi dan Atmosfir Tinggi, Skuad Semarang Seperti Jadi Pemain Timnas Putri

KUDUS (lensasemarang.com) – Tensi dan atmosfir permainan yang cukup tinggi menjadi ciri khas dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

Hal ini membuat para pemain All Stars Semarang seperti menjadi timnas putri Indonesia saat bertanding di tengah lapangan.

Striker tim All-Stars Semarang, Asancaya Jasmine mengaku bangga dapat mewakili Kota Semarang di turnamen sepak bola bergengsi. 

“Bangga, rasanya seperti pemain nasional bisa tampil pada level nasional di Kudus,” ucap siswi SD Nasima, Semarang, usai bertanding.

Datang ke Kudus, tim All-Stars Semarang bermodalkan materi pemain-pemain bertalenta jebolan MilkLife Soccer Challenge 2024 yang digelar selama dua seri di Kota Atlas. Mereka juga menerapkan skema permainan agresif dan bermain kolektif sebagai sebuah kesatuan.

Pada hari pertama turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, Jumat (24/1) tersebut, skuad All-Stars Semarang bentrok dengan dua tim yakni All-Stars Jakarta dan All-Stars Surabaya.

Dari dua pertandingan di babak penyisihan Grup B tersebut, Tim All-Stars Semarang belum berhasil memetik hasil positif. Di laga melawan tim All-Stars Jakarta, skuad All-Stars Semarang takluk 0-2, sedangkan di laga versus Surabaya, tim All-Stars Semarang kalah tipis 0-1.

Hal ini menjadi catatan penting bagi Coach Aji Irawan. “Memang dewi fortuna belum berpihak kepada Semarang. Tetapi tidak apa-apa, karena secara umum kami bermain bagus. Bahkan di laga kedua, kami bisa mengimbangi permainan Jakarta,” ungkap Aji usai pertandingan.

Tim besutan Coach Aji masih menyimpan satu laga sisa melawan Tim All-Stars Yogyakarta pada Sabtu (25/1) pukul 11.00 WIB. 

Laga melawan tim Kota Pelajar ini akan dijadikan Coach Aji sebagai ajang guna mengukur kemampuan dan mental serta mengembalikan motivasi tim asuhannya.

“Karena sudah tidak mengejar tiket semifinal, kami akan bermain lebih lepas tanpa tekanan. Sehingga diharapkan seluruh anggota tim bisa bermain tanpa beban dan menunjukkan kemampuan mereka yang terbaik di tengah lapangan. Kita lihat saja besok,” cetus Coach Aji.

Ketatnya persaingan di MilkLife Soccer Challenge All-Stars diakui oleh Head Coach Assistant MilkLife Soccer Challenge, Asep Sunarya.

Dirinya mengatakan, turnamen ini menjadi ajang pembuktian para pesepak bola putri belia terbaik yang sudah terjaring di MilkLife Soccer Challenge sepanjang 2024.

“Karena yang tanding di turnamen ini, kualitasnya sudah lebih baik, pertandingan pasti lebih ketat. Inilah All-Stars, pressure-nya tinggi, jadi harus baik-baik menjaga mental dan stamina, serta para pelatih harus memikirkan strategi yang matang dan terbaik untuk timnya masing-masing. Saya mengapresiasi para pemain yang sangat luar biasa baik dari segi teknik maupun semangat yang berapi-api,” tegas Coach Asep.

Seluruh pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis. Selain itu, jalannya pertandingan juga bisa disaksikan melalui live

streaming di https://youtube.com/@milklifesoccer. Serta kunjungi www.milklifesoccer.com

untuk melihat jadwal, hasil pertandingan, klasemen, data peserta, prestasi hingga daftar pencetak gol MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Ikuti pula akun media sosial MilkLife Soccer Challenge (Instagram @milklifesoccer, TikTok @milklifesoccer, YouTube @milklifesoccer) untuk mendapatkan informasi menarik seputar pengembangan sepak bola putri.

Dua Program Samsat Jateng Dulang Pendapatan PKB Rp19,3 Miliar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Program Samsat Budiman dan Samsat Corporate dari Pemerintah Provinsi Jateng dinilai mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). 

“Kontribusinya setiap tahun terus alami peningkatan. Pada 2024 mencapai Rp19,363 miliar, artinya dua kali lipat dari 2023,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nadi Santoso saat acara penghargaan Samsat Award, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (24/1/2025).

Samsat Budiman adalah inovasi pelayanan dengan mendekatkan pelayanan pajak ke tingkat desa. Pembayaran pajak kendaraan bermotor bisa dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). 

“Jumlahnya saat ini ada 839 unit Samsat Budiman. Jumlah ini terus bertambah dengan (adanya) Bumdes yang bergabung,” ujarnya.

Kemudian, Samsat Corporate adalah program kerja sama antara Bapenda Jateng, PT Jasa Raharja, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng yang menyediakan layanan Samsat di sejumlah lingkungan perusahaan. 

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menambahkan, atas capaian-capaian itu, Samsat Award diadakan sebagai apresiasi kepada mitra Samsat.

“Samsat Award baru dilaksanakan tahun ini, tujuannya memberikan apresiasi kepada mitra Samsat atas dukungan layanan pembayaran pajak kepada masyarakat,” kata dia.

Nana melanjutkan, ada lima kategori penghargaan dengan total 16 penerima dari perorangan/instansi.

“Untuk kategori Bumdes (Samsat Budiman) dan Samsat corporate kita berikan hadiah masing-masing satu sepeda motor,” ujarnya.

Terdapat lima Bumdes yang mendapat penghargaan atas catatan raihan objek terbanyak pada periode Juli-15 Desember 2024.

Meliputi Bumdes Mekarsari Kabupaten Kebumen, Bumdes Parikesit Kabupaten Pemalang, Bumdes Sumber Kahuripan dan Bumdes Kemiri Jaya, dan Bumdes Genta Makmur Kabupaten Cilacap.

Adapun kategori Penghargaan Badan Usaha Korporasi dengan Transaksi Samsat Corporate terbanyak 2024 diterima oleh Majelis Wakil Cabang NU Bonoworo, Kabupaten Kebumen.

Lebih lanjut, Nana mengatakan, pendapatan pajak akan digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan kemajuan provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini, kami merasakan dan melihat bahwa Jawa Tengah maju. Kita lihat dari pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata dia.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Secara persentase, orang miskin di Jateng pada September 2024 turun menjadi 9,58%, dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 10,47 persen. 

Sebagai informasi, pendapatan PKB tahun 2024 mencapai sebesar Rp5,47 triliun dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp3,068 triliun.

The Park Semarang Sambut Imlek 2025 dengan Beragam Acara Spektakuler, Cocok Buat Hiburan Bersama Keluarga

SEMARANG – Memeriahkan selebrasi tahun baru imlek 2576 Kongzili, The Park Mall Semarang menggelar rangkaian pertunjukan bertajuk Enchanted Lunar New Year Show yang berlangsung mulai 24 Januari hingga 9 Februari 2025.

Mulai tanggal 24 – 31 Januari 2025, pertunjukan diselenggarakan setiap pukul 16.00 dan 19.00 WIB: Serta pada tanggal 1, 2, 8, dan 9 Februari 2025 setiap pukul 14.00 dan 19.00 WIB di atrium utama mall The Park Semarang.

Rangkaian pertunjukan di pukul 16.00 WIB akan dibuka dengan Dragon Show atau Liong, dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsai dan ditutup dengan parade bersama Cai Shen berkeliling area mall membagikan koin coklat.

Sesi kedua pukul 19.00 WIB disemarakkan dengan pertunjukan Pole Lion Dance/Barongsai Tonggak yang akan menari dan beratraksi di atas tiang setinggi hingga 2 meter sesuai standar internasional.

Selain pertunjukan spektakuler khas imlek, The Park Semarang juga menggandeng komunitas lokal dan tenant mal untuk menyemarakan suasana, seperti Sanggar Kusuma Wirata, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Semarang, Sekolah Musik Purwa Caraka yang akan menampilkan performa terbaik para siswa dan anggotanya.

Tenant wahana permainan Happy Time akan unjuk penampilan drama musikal di panggung utama atrium The Park Semarang. Tenant Mothercare pun akan mengadakan aktivitas interaktif yang dapat diikuti oleh anak-anak yang berkunjung ke The Park Semarang. Anak-anak bisa ikut serta dalam aktivitas menghias donat bersama Mister Donut. Jadwal dan rincian acara dapat dilihat di media sosial Instagram @thepark.semarang.

Bukan hanya pertunjukan, The Park Semarang juga menyajikan dekorasi khas Pecinan yang direpresentasikan dengan ratusan lampion merah menyala dan bangunan pagoda setinggi 11 meter sebagai daya tarik utama.

Dominasi warna merah dipilih sebagai lambang keberuntungan. Enam batang pohon meihua di sisi panggung menggambarkan keberhasilan yang dicapai dari ketekunan. Dipadukan dengan ratusan lampion dengan harapan, tahun ular ini akan dipenuhi dengan keberuntungan dan kemakmuran.

Spesial untuk pengunjung setia The Park Semarang, mulai 24 Januari hingga 9 Februari 2025 terdapat program belanja bertajuk Sparktacular Lucky Shopping, dimana pengunjung berkesempatan mendapatkan gift voucher senilai Rp100.000,secara langsung tanpa diundi hanya dengan berbelanja minimal Rp1.000.000,dan selama persediaan masih ada. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai diskon menarik dari puluhan tenant mal The Park Semarang.

Perayaan tahun baru Imlek di The Park Semarang tidak berhenti di sini. Berkolaborasi dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia cabang Semarang, akan diselenggarakan lomba menyanyi bahasa Mandarin pada 7-8 Februari 2025 di selasar Lower Ground, disusul oleh kegiatan sosial Donor Darah spesial Imlek pada 17 Februari 2025 di lantai Lower Ground.

Direktur mall The Park Semarang PT Nirvana Wastu Jaya Pratama NWP Property Group, Teges Prita Soraya mengatakan, rangkaian acara Enchanted Lunar New Year Show diselenggarakan semeriah mungkin dengan berbagai variasi selain untuk meningkatkan minat belanja masyarakat juga untuk memelihara multikulturalisme yang kental di Semarang.

“Demografi Semarang ini unik dan kental sekali keberagamannya, macam-macam budaya hidup rukun berdampingan sehingga menghasilkan akulturasi yang sangat apik. Semoga dengan adanya perayaan ini diharapkan dapat menambahkan suka cita dan keriaan di The Park Semarang,” ujar Teges.***

Bangga Wakili Kota Semarang Pada Milklife Soccer Challenge All Stars, Jasmine: Rasanya Seperti Pemain Nasional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemain tim Putri Semarang Asancaya Jasmine merasa bangga dan senang bisa membela tim Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah pada babak final sepak bola putri KU 10-12 tahun MilkLife Soccer Challenge All Stars yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation di lapangan Supersoccer Arena Kudus, 24-26 Januari 2025.

Pemain asal SD Islam Nasima Semarang itu menyebutnya sebagai pengalaman berharga.

“Bangga. Rasanya seperti pemain nasional bisa tampil pada level nasional di Kudus ini,” kata Jasmine saat konferensi pers setelah pertandingan Grup B melawan Jakarta.

Jasmine memang merupakan salah satu bintang Semarang. Pada seri II di Kota Semarang, dirinya menjadi top scorer sekaligus pemain terbaik, namun pada final SD Nasima kalah adu penalti dari SD Sendangmulyo 2.

Kendati demikian, pada pertandingan tersebut Semarang harus mengakui keunggulan Jakarta 0-2. Gol Jakarta dicetak oleh Albianca Raula pada menit ketujuh dan bunuh diri pemain Semarang Azzahra Oyza Satyva pada menit ke-11.

Meskipun kalah, bukan berarti Semarang tidak memberikan perlawanan kepada Jakarta. Setidaknya ada dua peluang emas yang gagal menjadi gol.

Pada menit ke-19, sontekan Erlinda Pratiwi diblok kipper A Lliiya. Satu lagi, tendangan bebas pada babak kedua dari sisi kanan kotak penalti hanya membentur mistar gawang sehingga bola kembali ke tengah lapangan.

‘’Memang dewi fortuna belum berpihak kepada Semarang. Tetapi tidak apa-apa, karena secara umum kami bermain bagus,’’ kata pelatih Semarang Aji Irawan.

Atas kekalahan itu, Aji memangh tidak terlalu kecewa, apalagi disbanding tujuh peserta lain, Semarang merupakan tim terakhir melalukan persiapan yakni sekita tiga pecan, sedangkan tim lain, lebih dari sebulan.

“Ya, kami bisa mengimbangi permainan Jakarta. Kembalinya, keberutungan belum berpihak,” ujarnya.

Pelatih Jakarta Jihad Sabili memuji permainan Semarang. Dikatakannya, pada awal babak pertama Semarang bermain bagus baik dalam menyerang maupun bertahan.

Menurut dia, hal itu menyulitkan bagi timnya untuk menyerang.

“Keunggulan kami hanya pada mental dan fisik. Dengan modal itu, akhinya bisa keluar tekanan dan memenangkan pertandingan,” katanya

Jumat (24/1/2025) sore pukul 16.00 WIB, Kota Semarang akan bertanding melawan Surabaya yang merupakan unggulan kedua.

Asuransi Kitabisa Edukasi Ibu-ibu Kota Semarang Pentingnya Cerdas Keuangan dan Emosional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Setelah Kota Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, Asuransi Kitabisa mengedukasi ibu-ibu di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan rangkaian terakhir dari roadshow keuangan dengan tema Financial Planning dan Self Healing: Menata Masa Depan, Merangkul Duka.

Kegiatan SalingJaga Ibu Berdaya ini merupakan wujud konkret Asuransi Kitabisa hadir menjadi support system untuk keluarga, yang dimulai dari mendukung para ibu untuk berdaya.

Melalui workshop bersama perencana keuangan bersertifikasi dan berpengalaman selama 10 tahun, sekaligus content creator, Annisa Steviani (@annisast) mengajak ibu-ibu di Semarang untuk tidak hanya cerdas keuangan, tapi juga cerdas mengelola emosi serta mempersiapkan masa depan dengan tepat agar bisa merayakan kehidupan dan mewariskan kebaikan.

Para ibu diberikan pemahaman lebih lanjut mulai dari bagaimana cara mengelola keuangan, manajemen utang hingga mempersiapkan kematian. 

Kegiatan ini diharapkan bisa membuka wawasan para ibu tentang pentingnya merencanakan masa depan secara menyeluruh, menciptakan stabilitas finansial, dan ketenangan bagi keluarga yang mereka cintai.

“Kematian itu lebih pasti dari masa depan dan mempersiapkan kematian itu salah satu bentuk pengelolaan keuangan. Jadi, pengelolaan keuangan itu tidak cuma fokus pada pendidikan anak, investasi pensiun, dan pengelolaan utang tapi juga persiapan kematian, salah satunya lewat asuransi jiwa,” kata Annisa saat menyampaikan paparan.

Melalui SalingJaga, Asuransi Kitabisa ingin hadir untuk menjadi support system perlindungan masa depan, support system kebahagiaan keluarga, dan support system ekonomi keluarga.

Hal ini dimulai dari mendukung ibu-ibu sebagai pilar keluarga yang kuat, serta memberikan kesempatan untuk memperkuat stabilitas ekonomi keluarga.

Sehingga, lanjut dia, salah satu hal istimewa dalam kegiatan SalingJaga Ibu Berdaya Semarang kali ini adalah adanya Ibu Berdaya Challenge, sebuah pengenalan program referral yang memungkinkan para ibu tidak hanya melindungi diri dan keluarga, tetapi juga mengajak teman, kerabat, atau sekitarnya untuk juga ikut terlindungi.

“Tidak hanya itu, nantinya, para ibu berdaya bisa mendapatkan komisi atas rekomendasi yang mereka berikan dan Referral itu tidak menakutkan karena sangat simpel dan rewarding. Kamu membantu orang lain terlindungi, dan kamu juga mendapat bonus karena telah melindungi mereka,” ujar Annisa ketika mengenalkan program referral SalingJaga tersebut.

Pada workshop itu, Presiden Kitabisa Alfatih Timur menjelaskan latar belakang lahirnya Asuransi Kitabisa yang salah satu produknya adalah Asuransi SalingJaga Keluarga.

“Selama satu dekade lebih, Kitabisa memfasilitasi kebaikan yang bersifat reaktif, menunggu ada kejadian baru membantu. Nah, kami juga berpikir bagaimana caranya bikin gotong-royong yang sifatnya proaktif, antisipasi jadi bisa menolong sebelum kejadian. Ini inspirasi lahirnya Asuransi Kitabisa dan program SalingJaga,” kata Alfatih.

Lebih lanjut, dirinya menyebut asuransi itu sekumpulan orang baik yang saling jaga dan tolong-menolong karena setiap kontribusi yang dibayarkan bisa membantu orang lain yang mengalami musibah.

Maka dari itu, di Asuransi Kitabisa bisa terlihat berapa kontribusi yang sudah terkumpul, siapa saja yang sudah terbantu, dan sebagainya.

Sejak diluncurkan, lebih dari 500 orang ibu-ibu telah berkumpul dalam acara ini dan bersama-sama menjadi support system, serta merayakan kehidupan dengan lebih tenang. SalingJaga Ibu Berdaya kini menjadi lebih dari sekadar workshop, tapi juga sebuah gerakan untuk mempererat ikatan komunitas para ibu dan mendukung mereka menjadi lebih cerdas dalam merencanakan masa depan.

Asuransi SalingJaga Keluarga adalah produk perlindungan jiwa dari Asuransi Kitabisa, yang sesuai dengan prinsip syariah dan tolong menolong antarpeserta. Hingga kini, sudah ada lebih dari 100 ribu anggota yang bergabung. Peserta bisa bergabung mulai dari Rp60 ribu per tahun dengan santunan maksimal Rp2 miliar.

Bank Mandiri Gelar Puncak Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2024: Perjalanan Inspiratif Para Wirausaha Muda Menuju Top 4 dan Best of The Best

JAKARTA- Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat wirausaha dan mendorong pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia melalui Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2024.

Sejak digelar pada kuartal IV 2024, ajang kompetisi dan pembekalan wirausaha terbesar di Indonesia ini kembali mencetak kampiun baru dari berbagai bidang usaha.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyampaikan rasa bangganya terhadap penyelenggaraan kompetisi ini. Menurutnya, WMM menjadi salah satu program unggulan Bank Mandiri dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. “Melalui program ini, kami terus berkomitmen mendukung pengembangan bisnis kreatif dan inovasi oleh generasi muda,” ujar Darmawan dalam sambutannya di Jakarta, Jumat 18 Januari 2024.

Kompetisi WMM 2024 berlangsung selama enam hari penuh, dari tanggal 12 hingga 17 Januari 2025, di Jakarta. Seluruh finalis WMM 2024 yang terpilih dari seluruh Indonesia mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Welcoming Dinner hingga Bootcamp yang diadakan di Nawasena Mandiri University pada 13-14 Januari 2025. Selama Bootcamp, peserta mendapatkan pembekalan dari para ahli industri dan mentor ternama, seperti founder startup sukses serta analis investasi.

Selain itu, pada 15 Januari 2025, para finalis WMM 2024 mendapat kesempatan istimewa untuk memperdalam wawasan bisnis dengan mengunjungi kantor pusat dua perusahaan ternama, Buttonscarves dan Paxel. Di Buttonscarves, diskusi difokuskan pada strategi mengelola peluang dan menciptakan bisnis yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Sementara itu, di Paxel, para finalis mendapatkan wawasan tentang membangun karakter pemimpin yang inspiratif, yang menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam memimpin usaha.

Tidak hanya itu, program WMM juga menghadirkan sesi business matchmaking bertajuk speed dating yang dirancang untuk membuka akses ke jaringan investasi. Sebanyak lebih dari 15 investor potensial hadir untuk mendengarkan presentasi bisnis para finalis, dengan setiap finalis diberi waktu 15 menit untuk memaparkan visi, misi, dan potensi usaha mereka. Sesi ini diharapkan mampu mempertemukan ide-ide segar dari wirausaha muda dengan dukungan finansial yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Spesial dalam acara puncak di 17 Januari 2025, para finalis akan mempresentasikan bisnis mereka di depan dewan juri dalam sesi penjurian intensif. Juri-juri kompetisi terdiri dari berbagai tokoh penting, antara lain Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, General Manager of Exsport Angel Lukito, Executive Director of Vertex Ventures Joshua Agusta, dan Brand Owner Sada Hybrid Beauty Cathy Sharon.

Adapun, kompetisi WMM 2024 yang kini memasuki tahun ke-17 terbagi ke dalam empat kategori utama, yakni Beauty & Wellness, Fashion, Food & Beverages, dan Tech & Tech-Enabled Startups. Melalui proses penjurian yang ketat, WMM 2024 berhasil mengumumkan empat pemenang terbaik masing-masing kategori.

Kategori Beauty and Wellness: Alt Perfumery

Alt Perfumery adalah representasi dari visi besar Edwin Surya Yahya dalam membangun brand produk parfum lokal yang mampu bersaing di kancah internasional. Dengan fokus pada inovasi dan kualitas, Alt Perfumery menghadirkan rangkaian produk parfum yang tidak hanya mencerminkan keindahan dan keunikan Indonesia tetapi juga memenuhi standar global. Merek ini menjadi pelopor dalam memperkenalkan parfum lokal berkualitas tinggi sebagai simbol kebanggaan nasional yang siap meraih pangsa pasar mancanegara.

Kategori Fashion: Nutana

NUTANA, di bawah kepemimpinan Nafisah Ratanti Wulandari, membawa konsep “Effortless Jewelry” yang revolusioner ke dunia perhiasan. Dengan memanfaatkan berlian buatan laboratorium yang etis dan ramah lingkungan, NUTANA menciptakan perhiasan yang terjangkau, nyaman dipakai sehari-hari, dan memiliki daya tahan tinggi. Melalui gerakan #DiamondsForEveryone, NUTANA tak hanya mengubah cara pandang terhadap perhiasan berlian, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan inklusivitas dalam industri perhiasan modern.

Kategori Food and Beverages: Alamme

Alamme, yang dipimpin oleh Danang Satria Mustari Nugroho, adalah inovasi dalam industri makanan dan minuman sehat Indonesia. Berkomitmen untuk menyediakan produk yang alami, sehat, dan terjangkau, Alamme menghadirkan rangkaian produk seperti Black Garlic, Black Garlic Honey, hingga Nutri Glaze yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya manfaat kesehatan. Dengan mendukung para petani dan peternak lokal, Alamme berhasil menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, menjadikannya sebagai pionir dalam membawa produk-produk kesehatan inovatif ke seluruh penjuru negeri.

Kategori Tech: AGAVI

AGAVI, di bawah kepemimpinan Sari Nurmayani, merupakan solusi terdepan dalam pengolahan hasil pertanian dan pangan di Indonesia. Dengan tiga unit bisnisnya mencakup AGAVI Innovation, AGAVI Institute, dan AGAVI Lab, perusahaan ini menawarkan layanan komprehensif, mulai dari inovasi produk, pelatihan personel, hingga pengujian laboratorium yang berstandar internasional. AGAVI tak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga mendukung sistem wirausaha pangan yang unggul dan berdaya saing tinggi, menjadikan sektor pertanian Indonesia siap bersaing di pasar global.

Adapun, dari deretan Top 4 pemenang kategori di WMM 2024, Alamme berhasil melangkah lebih jauh dengan menyabet gelar Best of The Best. Berdasarkan penilaian Dewan Juri, Alamme memiliki daya saing, dan potensi bisnis yang luar biasa, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan filosofi “semua dari alam,” Alamme mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan produk-produk alami, sehat, dan terjangkau. Keberhasilan ini menempatkan Alamme sebagai inspirasi utama bagi pelaku usaha lainnya, sekaligus mengukuhkan peran WMM sebagai platform penting dalam mencetak wirausaha muda yang inovatif, tangguh, dan berdampak nyata.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini, yang merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras tim kami dan kepercayaan masyarakat terhadap produk Alamme. Gelar Best of The Best ini memotivasi kami untuk terus berinovasi, mendukung komunitas lokal, dan memperluas dampak positif yang dapat kami ciptakan, tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga untuk ekosistem yang lebih luas,” ujar CEO Alamme, Danang Satria Mustari Nugroho.

Masing-masing pemenang kategori menerima capital reward sebesar Rp 200 juta, sementara peraih gelar Best of The Best diganjar reward tambahan senilai Rp 300 juta, sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas inovasi, dampak sosial, dan potensi bisnis yang luar biasa. Tak hanya itu, para pemenang juga diberi akses prioritas ke pembiayaan dari Bank Mandiri serta peluang berharga untuk tampil dan terlibat dalam berbagai event prestisius, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Selain capital reward, para pemenang WMM juga mendapatkan dukungan komprehensif untuk pengembangan usaha mereka. Dukungan ini mencakup pendampingan untuk peningkatan skala bisnis dan penguatan ekosistem para wirausaha muda juga pemberian program mentoring eksklusif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan bisnis mereka,” imbuh Darmawan.

Selain peserta, para juri juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas bisnis dan inovasi yang ditampilkan dalam kompetisi tahun ini. Alamanda Shantika mengaku kagum dengan tingkat kreativitas dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh para finalis. “Para finalis menghadirkan solusi bisnis yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Saya percaya mereka memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di industri masing-masing,” tutur Alamanda.

Perluasan dan Dukungan Ekosistem Wirausaha

Lebih lanjut, melalui WMM, Bank Mandiri telah membuktikan komitmennya dalam memperluas dan mendukung ekosistem wirausaha. Selama lebih dari satu dekade, WMM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan pengembangan usaha yang inklusif. Alumni WMM seperti Coffee Toffee, yang sukses mengembangkan jaringan kedai kopi modern dengan cita rasa lokal, serta Waste4Change, sebuah perusahaan pengelolaan limbah berbasis teknologi dan keberlanjutan, menjadi bukti nyata dampak positif dari dukungan Bank Mandiri terhadap UMKM.

Tak ketinggalan, Bell Living Lab juga berhasil mencuri perhatian dengan inovasi produk rumah tangga berbasis eco-living yang kini diminati pasar internasional dan ratusan alumni WMM lainnya.

Darmawan menjelaskan, melalui WMM, Bank Mandiri tidak hanya memberikan akses finansial, tetapi juga menghadirkan ekosistem pengembangan usaha yang holistik. WMM dirancang sebagai wadah pengembangan UKM yang mencakup berbagai aspek penting seperti mentoring eksklusif oleh pakar industri, pendampingan bisnis secara intensif, hingga program pelatihan yang fokus pada penguatan kemampuan manajerial, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan.

Tidak hanya itu, WMM juga membuka peluang kolaborasi strategis kepada ekosistem wholesale Bank Mandiri, dan mempertemukan para wirausaha muda dengan investor potensial serta mitra bisnis yang relevan.

“Lewat pendekatan ini, ratusan wirausaha yang tergabung dalam ekosistem WMM telah berhasil mengembangkan skala bisnisnya secara signifikan. Mereka tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas operasional, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke ranah internasional,” jelas Darmawan.

Lebih dari itu, bank berlogo pita emas ini menilai, dukungan tersebut menjadi kunci untuk memberdayakan para pelaku usaha menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Optimisme ini sejalan juga selaras dengan poin ketiga Asta Cita Pemerintah yang menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan memperkuat pengembangan infrastruktur.

Selain itu, program ini turut mendukung visi besar “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dengan menyiapkan generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi perekonomian nasional melalui inovasi dan kreativitas di berbagai sektor usaha.

Bank Mandiri optimistis, inovasi serta karya yang lahir dari peserta WMM tahun ini akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha, sekaligus memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa generasi muda adalah kunci utama dalam menciptakan masa depan ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, kami akan terus hadir untuk mendukung ekosistem bisnis para pengusaha, dari seluruh sektor,” tutup Darmawan.***

Diikuti 362 Atlet, Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Jateng Cup Disambut Antusias

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana membuka acara kejuaraan Tenis Meja Gubernur Jateng Cup 2025, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Jumat (17/1/2025).

Kompetisi yang diinisasi oleh Alumni Akabri Angkatan Tahun 1988 (Andalan 88) Jateng/DIY, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jateng, Pemprov Jateng, Bank Jateng, dan Bank BRI ini diikuti oleh 362 atlet.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan kejuaraan. Ini untuk kita tata (penataan atlet), kita pernah punya atlet nasional bahkan di Asean,” kata Nana dalam sambutannya.

Keikutsertaan ratusan atlet dari berbagai klub ini, lanjut Nana, menunjukkan bahwa di Jawa Tengah terdapat banyak bibit unggul. Maka, pembinaan harus dilakukan semaksimal mungkin.

“Kalau pembinaan berjalan baik, kita akan punya bibit unggul. Jawa Tengah juga akan berkiprah di tingkat nasional,” ujarnya.

Dari total 362 peserta yang terlibat, terbagi dalam kategori; umur 15, single, dan beregu. Kejuaraan ini merebutkan total hadiah senilai Rp67 juta.

Melalui kejuaraan ini, Nana berharap, dapat menambah jam terbang para atlet. Sehingga di kejuaraan tingkat nasional dapat merebut prestasi yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, para atlet pun tampak antusias mengikuti kejuaraan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan tergabung dalam sejumlah klub tenis meja.

Salah seorang atlet tenis meja asal Kendal, Zaskia mengaku, senang dengan mengikuti kompetisi ini. Sebab, ia bisa memantau kapasitas para atlet lain.

“Saya sering ikut kejuaraan, senang (ada kejuaraan gubernur cup), semoga olahraga tenis meja semakin maju,” ucap Zaskia yang berasal dari klub Mahardika Semarang ‘ini.

Setali tiga uang, atlet dari RF klub Surakarta, Ikal menyatakan, kejuaraan seperti ini selain menambah pengalaman, juga dibutuhkan bagi atlet untuk menambah jam terbang.

“Ini sangat membantu buat mencari pengalaman bagi para atlet Jawa Tengah, juga mendapatkan jam terbang,” kata dia.

Ia berharap kejuaraan serupa dapat lebih sering diselenggarakan. “Harapannya bisa setahun sekali. Enam bulan sekali lebih bagus,” ucap Ikal.