SEMARANG – Bajaj Maxride hadir membuka peluang baru sebagai model investasi unit melalui aplikasinya. Sebagai penyedia moda transportasi alternatif, tetapi juga memposisikan bajaj sebagai aset produktif yang mampu menciptakan arus pendapatan serta menyerap tenaga kerja secara langsung. Berbeda dengan instrumen investasi spekulatif, pembelian unit Bajaj memberikan kepemilikan aset fisik yang nyata dan beroperasi secara aktif, baik sebagai kendaraan angkutan penumpang maupun disewakan kepada driver. Hal itu berlatar belakang persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang. Tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,82 persen berdasarkan data…
