SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebut pertumbuhan ekonomi Provinsi Jateng pada tahun 2023 mencapai 4,98 persen atau sedikit unggul dari Provinsi DKI Jakarta yang tumbuh sebesar 4,96 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2023 tetap mampu tumbuh sebesar 4,98 persen, di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng Dadang Hardiwan, saat rilis Potret Pertumbuhan Ekonomi Jateng tahun 2023, di Semarang, Senin.
Menurut dia, perekonomian Jawa Tengah tetap mampu tumbuh di tengah ketidakpastikan perekonomian di tingkat global karena seluruh kategori lapangan usaha dan komponen pengeluaran menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Pertumbuhan ekonomi Jateng disokong empat lapangan usaha yaitu industri pengolahan, kontruksi, perdagangan, dan pertanian. Hanya saja, untuk sektor pertanian mengalami perlambatan karena terjadi bencana El-Nino.
“Empat ini (industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, pertanian) sampai 70 persen yang memberikan kontribusi ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi itu, lanjut dia, memberikan dampak positif pula terhadap masyarakat. Dampak positif itu ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,68 persen.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana menilai pertumbuhan ekonomi Jateng relatif tangguh meski terjadi sedikit perlambatan, apabila dibandingkan dengan tahun 2022.
“Kita relatif tangguh, meski mengalami penurunan dibanding tahun 2022 (tahun 2022 tumbuh 5,31 persen),” kata dia.
Meski pertumbuhan ekonomi melambat, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan penyediaan tenaga kerja.
“Inflasi Jateng tiga bulan terakhir mengalami penurunan. Dari 3,16 persen jadi 2,98 persen, dan di bulan ini turun lagi jadi 2,69 persen. Ini suatu hal yang sangat positif tentunya untuk pertumbuhan ekonomi Jateng,” ujarnya.
Ke depan, lanjut dia, Pemprov Jateng bersama instansi terkait akan terus melakukan langkah-langkah untuk menumbuhkan perekonomian di wilayahnya seperti melakukan Gerakan Pasar Murah, pengawalan investasi, pelayanan perizinan, serta fasilitasi kemitraan usaha menengah besar dan menengah kecil.
