SOLO – Toko ritel dan perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia MR. D.I.Y meresmikan program pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surakarta.
Mereka bekerjasama dengan Yayasan BEDO (Business & Export Development Organization) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian setempat.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah mengatakan Program UMKM Tumbuh Bersama ini ditargetkan akan menjangkau ratusan pelaku UMKM. termasuk 10 persen peserta merupakan penyandang disabilitas mulai Agustus hingga Desember 2025.
“Dengan pelatihan ini, bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM, pertumbuhan ekonimi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah dalam keterangannya,Jumat (26/9/2025).
Rangkaian kegiatan dari program ini meliputi kelas pelatihan online, mentoring dengan para ahli, pelatihan tatap muka hingga pendampingan jangka panjang untuk mengembangkan bisnis yang dimiliki UMKM melalui komunitas binaan Yayasan BEDO.
“Kami berkomitmen kuat untuk terus tumbuh bersama masyarakat, salah satu upaya yang kami gencarkan melalui program besar MR.D.I.Y. Untuk Indonesia adalah pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal yang inklusif serta berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, membutuhkan dukungan penuh agar mampu berkembang dan berdaya saing.
“Untuk itu, program UMKM Tumbuh Bersama hadir dari kolaborasi kami dengan Yayasan BEDO dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian kota Surakarta untuk membantu UMKM lokal, termasuk pelaku usaha penyandang disabilitas mendapatkan akses yang lebih luas dan edukasi serta pelatihan langsung dari para ahlinya untuk mengembangkan bisnisnya,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia hingga akhir tahun 2023 tercatat total UMKM di kota Solo mencapai 13.200.
Melalui pertumbuhan signifikan ini, menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah menambahkan, sejak awal Yayasan BEDO konsisten mendampingi UMKM agar mampu naik kelas dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan.
“Dari kerjasama ini kami bisa menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Sumatera Barat dan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah sekaligus mendukung prinsip inklusivitas,” pungkasnya.



