Friday, April 3, 2026
Google search engine
HomeEkonomiPT Pelni Buka Kerja Sama Optimalisasi Aset

PT Pelni Buka Kerja Sama Optimalisasi Aset

SEMARANG (lensasemarang.com) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) terus membuka peluang kerja sama optimalisasi aset yang tersebar di berbagai daerah.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy W, mengatakan bahwa pengelolaan aset perusahaan tidak bisa disamakan dengan bisnis restoran atau kuliner.

“Kami tidak bisa menyamakan pengelolaan aset ini dengan bisnis restoran. Pelni memiliki sekitar 158 aset di darat. Tidak semuanya bersifat komersial, karena sebagian digunakan untuk operasional kantor dan sisanya untuk kepentingan komersial,” katanya di sela pelaksanaan kerja sama dengan restoran yang resmi dibuka di salah satu aset PT Pelni (Persero) di kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (3/4/2026).

Ia mengungkapkan, saat ini masih ada sekitar 14 persen aset PT Pelni (Persero) yang belum optimal atau dalam kondisi idle sehingga perusahaan membuka peluang kerja sama komersial seluas-luasnya untuk mengoptimalkan aset tersebut.

“Tahun ini kami menargetkan lima aset utama untuk mencapai tahap goal, yang berada di Belawan, Padang, Semarang, Balikpapan, dan Ternate,” ujarnya.

Menurut Nuraini, pemanfaatan aset komersial dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari minimarket, kedai kopi, UMKM daerah hingga penyewaan untuk perkantoran dan kafe.

Kendati demikian, kontribusi pemanfaatan aset terhadap pendapatan perusahaan saat ini masih relatif kecil. PT Pelni (Persero) masih bergantung pada pendapatan dari skema Public Service Obligation (PSO).

“Ke depan, kami berharap aset yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan kontribusi dan mengurangi ketergantungan terhadap PSO,” katanya.

Selain aset darat, PT Pelni (Persero) juga mulai mengoptimalkan aset di kapal, seperti pemasangan iklan di badan kapal serta membuka peluang tenant komersial di atas kapal.

Sementara itu, Vice President Usaha Komersial PT Pelni (Persero) Berryl A. Insanul Firdaus menambahkan, pihaknya turut mendorong pelaku UMKM untuk berkembang melalui pemanfaatan aset perusahaan.

“Kami menyasar UMKM agar bisa mendapatkan lokasi usaha yang strategis melalui kerja sama ini,” ujarnya.

Dirinya menyebut, kontribusi aset terhadap pendapatan perusahaan masih di bawah 10 persen dibandingkan bisnis utama pelayaran sehingga optimalisasi aset sudah mulai dilakukan sejak 2024 melalui tahap inventarisasi dan pemetaan potensi, serta mulai menunjukkan progres kerja sama pada 2025.

“Karena keterbatasan anggaran, kami umumnya menggandeng investor yang bersedia melakukan renovasi secara mandiri. PT Pelni menyediakan aset, sementara biaya renovasi ditanggung penyewa,” katanya.

Manager Pengusahaan Properti PT Pelni (Persero) Uli Octalinasda Sitinjak menilai Kota Semarang memiliki potensi besar sebagai kota heritage sehingga aset di wilayah tersebut menarik untuk dikembangkan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments