SEMARANG – Seorang bayi laki-laki ditemukan warga di pekarangan kosong kawasan Perum Banpres, RT 01/RW 02, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026) pukul 05.30 WIB. Saat ditemukan bayi malang itu diduga sengaja ditinggalkan oleh ibu dari bayi tersebut dalam keadaan tengkurap di lokasi.
Kapolsek Pedurungan Kompol Navy Pradhana Prima Satya mengatakan bahwa penemuan bayi, pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap para saksi.
“Kita masih mengumpulkan saksi serta pendataan terhadap warga yang mengetahui maupun pertama kali menemukan bayi tersebut. Fokus kami saat ini adalah memastikan bayi mendapatkan perawatan yang diperlukan sekaligus mengungkap siapa yang menelantarkan bayi,” kata Navy Pradhana, Selasa (29/9/2026).
Penemuan bayi ditemukan setelah seorang warga mendengar suara tangisan dari arah pekarangan kosong. Saat didatangi, bayi ditemukan dalam posisi tengkurap di lokasi tersebut. Warga kemudian segera menyampaikan temuan tersebut kepada warga lainnya serta Ketua RT/RW setempat.
“Sebagai langkah pertolongan awal, bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Bangetayu Genuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis,” ungkapnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga kesehatan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan sekitar 3 kilogram dan panjang badan 48 sentimeter.
“Dari pemeriksaan awal, bayi memiliki berat sekitar tiga kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter. Terdapat memar pada bagian dada dan luka pada bagian bibir,” ujarnya.
Karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut, pihak Puskesmas Bangetayu kemudian merujuk bayi tersebut ke RSWN Ketileng Semarang. Bayi selanjutnya mendapatkan perawatan dan pemantauan medis di rumah sakit.
“Kami memastikan yang menjadi perhatian utama adalah kondisi bayi. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal di puskesmas, bayi kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan dan perawatan lebih lanjut sesuai kondisi medisnya,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menyimpulkan mengenai pihak yang menempatkan atau meninggalkan bayi tersebut sebelum seluruh fakta dan keterangan berhasil dikumpulkan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh keterangan dan fakta di lapangan dapat dipastikan,” ujarnya.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan bayi berjalan dengan baik. Kepolisian juga meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan proses penyelidikan kepada petugas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.