Wednesday, February 18, 2026
Google search engine
Home Blog

Pendapatan Non-Bunga Melejit, Saham BMRI Jadi Top Pick Sektor Perbankan

JAKARTA — PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Laba bersih perseroan pada kuartal IV-2025 mencapai Rp 18,6 triliun, melonjak 40 persen secara kuartalan (qoq) dan 35 persen secara tahunan (yoy). Dengan capaian tersebut, total laba bersih sepanjang 2025 menembus Rp 56,3 triliun, tumbuh 1 persen yoy.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, menyebut realisasi laba tersebut sejalan dengan estimasi internal dan bahkan melampaui konsensus pasar. “Perolehan laba bersih tersebut setara 101 persen dari estimasi kami dan 110 persen dari konsensus,” tulisnya dalam riset yang dikutip Minggu (15/2/2026).

Dari sisi intermediasi, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BMRI pada 2025 tercatat 4,9 persen atau turun 26 basis poin yoy. Penurunan ini terutama dipicu turunnya yield kredit, meski sebagian tertahan oleh penurunan biaya dana (cost of fund/CoF).

Kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,1 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan kredit tercatat 13 persen yoy atau 7 persen qoq, dipimpin segmen korporasi yang naik 23 persen yoy dan kredit komersial tumbuh 12 persen yoy.

Penghimpunan dana juga menunjukkan tren positif. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat, ditopang current account saving account (CASA) yang tumbuh 12,6 persen yoy menjadi Rp 1.431 triliun. Loan to deposit ratio (LDR) terjaga di kisaran 89 persen.

Untuk 2026, BMRI menargetkan pertumbuhan kredit 7–9 persen yoy, NIM di kisaran 4,6–4,8 persen, cost of credit (CoC) 0,6–0,8 persen, serta cost to income ratio (CIR) 42–43 persen.

Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi dan Axel Azriel, memproyeksikan laba BMRI pada 2026 akan terdorong peningkatan pendapatan non-bunga, terutama dari monetisasi platform digital Livin’ yang lebih agresif. Beban operasional (opex) diperkirakan relatif stabil setelah adanya penyesuaian satu kali pada 2025. Secara konservatif, opex diprediksi hanya naik 3 persen yoy sehingga CIR berpotensi turun menjadi 44 persen pada 2026, dari 46 persen pada 2025.

Secara keseluruhan, laba bersih 2026 diproyeksikan tumbuh sekitar 6 persen menjadi Rp 58,7 triliun, atau 6,3 persen di atas konsensus sebesar Rp 55,2 triliun.

Dari sisi rekomendasi, Indo Premier menetapkan BMRI sebagai saham pilihan utama sektor perbankan, bersama saham Bank Negara Indonesia (BBNI). Indo Premier merekomendasikan beli (buy) dengan target harga Rp 6.400 per saham. Valuasi BMRI dinilai menarik dengan price to book value (P/B) 1,4 kali dan price to earnings ratio (P/E) 8,1 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata 10 tahun masing-masing 1,6 kali dan 11,6 kali.

Sementara itu, MNC Sekuritas juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 6.050 per saham, mencerminkan estimasi P/B 2026 dan 2027 masing-masing 1,8 kali dan 1,7 kali.

Penguatan profitabilitas turut ditopang diversifikasi pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen yoy menjadi Rp 48,5 triliun, didorong aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem digital.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan perseroan terus menjaga disiplin pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Terkait outlook negatif dari Moody’s terhadap lima bank besar nasional, termasuk BMRI, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan penilaian eksternal dipengaruhi dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental masing-masing bank.

Ke depan, BMRI akan memperkuat langkah antisipatif terhadap risiko eksternal melalui penguatan likuiditas dan permodalan, menjaga kualitas pembiayaan, serta konsisten menerapkan manajemen risiko dan strategi pertumbuhan berkelanjutan.***

Mohammad Saleh Minta Pemerintah Serius Atasi Dampak Banjir

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh yang meminta agar pemerintah serius mengatasi masalah dampak banjir yang tidak hanya merusak rumah warga, tapi juga sejumlah fasilitas pendidikan. 

“Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar siswa-siswi. Jadi pendidikan anak harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya.

Mohammad Saleh mengingatkan pendidikan merupakan sektor strategis yang tidak boleh terhenti meski kondisi darurat melanda.

Oleh karena itu, pemulihan sektor pendidikan pascabencana alam juga harus jadi prioritas Pemerintah. “Anak-anak harus dipastikan mendapatkan jaminan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Pemulihan pendidikan di Jateng, lanjut Saleh, butuh partisipasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak swasta, relawan, organisasi kemasyarakatan atau keagamaan, dan lainnya karena partisipasi itu akan jadi landasan utama dalam percepatan penanganan pemulihan pendidikan pascabencana.

“Upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana harus terus dilakukan dengan mengedepankan semangat optimisme dan gotong royong,” ujarnya.

Infrastruktur pendidikan yang rusak harus segera diperbaiki. Terutama sekolah-sekolah yang sudah minim fasilitas. Apalagi Pendidikan di Jawa Tengah merupakan prioritas strategis untuk memutus rantai kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan menyiapkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. 

“Pemerintah harus fokus pada pemerataan akses, peningkatan mutu, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan vokasi (SMK) yang sesuai kebutuhan industri, didukung program untuk warga miskin ekstrem,” katanya.

Dinilai implementatif, Disertasi Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

SEMARANG (lensasemarang.com) – Guru Besar Hukum Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret, I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, mengapresiasi gagasan Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh, yang tertuang dalam disertasi “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis”.

I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani yang merupakan tim penguji disertasi tersebut menilai gagasan keadilan ekologis dalam regulasi PSN yang ditawarkan Mohammad Saleh merupakan gagasan yang implementatif dan layak diaplikasikan dalam kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Hasil kajian ini patut diapresiasi dan ditindak-lanjuti dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional,” ujar I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat Summa Cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Pencapaian ini diraih setelah ia berhasil mempertahankan dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam penelitiannya, Saleh mengkaji sekaligus merekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis, perlindungan lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Konsep yang ditawarkan menempatkan alam bukan semata sebagai objek pembangunan yang berorientasi ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Mohammad Saleh berusaha mendesain regulasi agar tidak hanya melihat alam sebagai objek ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keadilan antargenerasi,” ujar Ayu.

Ayu juga menilai Mohammad Saleh berhasil mengidentifikasi sejumlah kelemahan dalam regulasi pembangunan PSN yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip keadilan ekologis.

Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya rekonstruksi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024.

“Di sisi lain, Mohammad Saleh juga berhasil mengupasnya menggunakan teori ecological justice untuk menghasilkan desain baru regulasi PSN. Ini menarik karena dia juga mengusulkan perbaikan asas,” kata Ayu.

Sementara itu, Mohammad Saleh mengatakan disertasi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keadilan ekologis. Ia menilai sejumlah proyek pembangunan masih menyisakan persoalan lingkungan, sosial, hingga agraria.

“Kita tahu bahwa pembangunan itu hal yang penting dan perlu, tapi tidak melupakan keadilan ekologis, karena itu juga berdampak terhadap anak-anak kita di masa yang akan datang maupun juga masyarakat kita di masa sekarang,” ungkapnya.

Dalam penelitiannya, Saleh menggunakan paradigma post positivisme dengan pendekatan yuridis sosiologis untuk merekonstruksi regulasi PSN agar selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. Disertasi tersebut menyoroti sejumlah regulasi, di antaranya UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja, Permenko Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Permen LHK Nomor 14 Tahun 2024, yang dinilai perlu penguatan substansi keadilan ekologis.

“Jadi rekonstruksi hukum ini harapannya bisa menjadi masukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota terkait PSN itu supaya nantinya bisa membuat aturan-aturan yang memasukkan keadilan ekologis,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Raih Doktor dengan IPK 4,00, Disertasi Mohammad Saleh Soal Keadilan Ekologis PSN Tuai Apresiasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah profesor Ilmu Hukum mengapresiasi disertasi Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam sidang tersebut, Saleh berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis” dan resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 serta predikat Summa Cumlaude.

Penelitian Saleh mengkaji sekaligus merekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis, perlindungan lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat berkelanjutan.

Dekan Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Al-Azhar Mesir, Atta Abdullati Alsonbati, menilai topik tersebut sangat relevan dengan tantangan global, terutama di tengah isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

“Penelitian ini sangat relevan dengan tantangan saat ini. Pelestarian dan perlindungan lingkungan merupakan topik yang berkaitan dengan persoalan global, termasuk perubahan iklim dan berbagai dampaknya,” ujar Prof. Atta dalam tanggapan daring.

Ia menambahkan, konsep keadilan ekologis sejalan dengan perspektif Maqashid Syariah yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga jiwa, harta, dan keturunan. Prinsip ini juga sesuai dengan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Apresiasi serupa disampaikan Guru Besar Hukum Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret, I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani. Ia menilai gagasan keadilan ekologis dalam regulasi PSN menempatkan alam tidak semata sebagai objek pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saudara berusaha mendesain regulasi agar tidak hanya melihat alam sebagai objek ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keadilan antargenerasi,” ujarnya.

Prof. Ayu menilai Saleh berhasil mengidentifikasi kelemahan dalam sejumlah regulasi pembangunan PSN yang belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip keadilan ekologis. Ia menyoroti perlunya rekonstruksi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024.

“Saudara berhasil mengupasnya menggunakan teori ecological justice untuk menghasilkan desain baru regulasi PSN. Ini menarik karena saudara juga mengusulkan perbaikan asas,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, yang juga bergelar Doktor Ilmu Lingkungan, menilai penelitian tersebut relevan dengan kondisi di lapangan, terutama terkait lemahnya pengawasan pelaksanaan PSN yang berpotensi berdampak pada lingkungan.

Ia sepakat dengan gagasan Saleh yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Ini bagus sekali istilah keadilan ekologis. Biasanya kita mendengar keadilan ekonomis, tetapi ini keadilan ekologis. Harapannya, masa depan jangan ditinggalkan. Jangan sampai karena PSN, generasi mendatang merasa dirugikan secara ekologis,” pungkas Wihaji.

Rayakan Imlek 2577 di Sam Poo Kong, Wali Kota Agustina Tegaskan Harmoni Jadi Kekuatan Kota

SEMARANG (lensasemarang.com) – Perayaan Imlek 2577 Kongzili atau Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong berlangsung meriah, Minggu (16/2/2026) malam.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, perayaan Imlek menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa Sam Poo Kong yang telah berdiri lebih dari 600 tahun menjadi salah satu ikon sejarah sekaligus pusat kebudayaan dan pariwisata di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

“Sam Poo Kong adalah kekayaan Kota Semarang. Banyak festival digelar di sini dan semuanya menjadi daya tarik wisata, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun depan Kota Semarang direncanakan menjadi tuan rumah perayaan Imlek Nasional. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diminta bersiap dan meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk pelaku UMKM.

Pada gelaran Imlek Vaganza tahun ini, sebanyak 250 pedagang UMKM dilibatkan. Agustina menyebut perputaran ekonomi selama acara berlangsung sangat terasa, ini terlihat dari antusiasme pengunjung dan dagangan yang laris terjual.

“Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat juga bergerak. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan Imlek tidak hanya menjadi milik warga Tionghoa, melainkan pesta rakyat yang mempererat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Tema “Harmoni Nusantara” dinilai relevan karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan tradisi Dugderan menjelang Ramadan serta masa awal Pra Paskah bagi umat Kristiani.

“Dalam satu waktu ada tiga momentum keagamaan berjalan bersamaan. Ini indah, karena Semarang adalah kota yang damai dan harmonis,” tegasnya.

Agustina juga menyinggung simbol Warak Ngendog yang menjadi ikon akulturasi budaya di Semarang. Warak Ngendog melambangkan perpaduan budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab yang hidup berdampingan dan menghasilkan harmoni.

Pada akhir sambutannya, Agustina mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas selama rangkaian perayaan berlangsung, mulai dari Imlek, Dugderan, hingga Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian menyertai langkah kita membangun Kota Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.

Muhammad Saleh: Seni Budaya Jadi Pilar Utama Membangun dan Membentuk Karakter Bangsa

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kesenian dan kebudayaan jadi pilar utama dalam membentuk karakter generasi muda dan identitas sebuah bangsa.

Oleh karena itu, memahami peran seni dan budaya sangat penting. Sebab, seni budaya jadi jendela yang membuka kesejarahan, keberagaman, dan kekayaan nilai-nilai yang melekat dalam masyarakat Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, saat menjadi pembicara dalam Temu Komunitas Seni dan Tradisi Kota Semarang bertajuk “Membangun Karakter Bangsa dengan Seni Budaya” di Sanggar Rompok Seni Brotosejati Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

“Seni budaya bisa membangun dan membentuk karakter bangsa. Contohnya cerita wayang. Di dalam cerita wayang pasti ada pelajaran moral tentang nilai-nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Itu bisa mendidik karakter generasi muda lebih bijaksana dalam menghadapi kompleksitas kehidupan,” ujarnya.

Selain Mohammad Saleh, pembicara lain pada acara itu adalah anggota Komisi E DPRD Jateng, Dipa Yustia Pasa. Acara yang dimoderatori oleh Widodo ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Ormas Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pelaku seni dan budaya di Kota Semarang serta masyarakat umum.

Lebih lanjut Mohammad Saleh mengemukakan perlu kolaborasi dari berbagai kepentingan dan lembaga seperti eksekutif, legislatif, swasta, sanggar, dan pelaku seni untuk mendukung generasi muda berperan aktif dalam seni dan budaya. Upaya dari berbagai pihak tersebut harus terus menerus dan konsisten.

“Kita harus bersama-sama memberikan dukungan kepada generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya serta kesenian tradisonal agar tidak tergerus oleh zaman. Jadi, kolaborasi menjadi kunci di mana semua pemangku kepentingan memilki perannya masing-masing,” kata Mohammad Saleh.

Acara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukkan seni budaya dari berbagai komunitas Seni yang ada di Semarang. Mohammad Saleh yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jateng pun bangga dengan banyaknya anak muda yang terlibat dalam seni pertunjukkan itu.

“Saya senang ada adik-adik yang masih beraktivitas menari, berkesenian dan sebagainya. Dengan adanya anak-anak kita yang masih mau berkesenian itu artinya kita masih punya optimisme bahwa kebudayaan dan kesenian kita ini masih bisa lestari. Itu sangat bagus untuk mengembangkan kelestarian kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Kegiatan di Sanggar Rompok Seni Brotosejati ini juga dipakai Mohammad Saleh untuk menyerap aspirasi dari pelaku seni dan budaya. Menurutnya, sinergi antara DPRD Jateng dan seniman serta pelaku seni sangat penting untuk mendukung pelestarian seni budaya. 

“Saya senang bisa menyerap aspirasi dari pelaku seni dan budaya seperti ini. Ya, kedepannya pegiat kesenian dan budaya Semarang bisa bersinergi dengan DPRD Jateng dalam melakukan kegiatan kesenian. Jika nilai-nilai budaya bisa dilestarikan, itu akan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tandas Mohammad Saleh.

10 Driver Bajaj Terbaik Dapat Apresiasi Penghargaan, Pendapatan Sampai Rp10 Juta

SEMARANG – Sebanyak 10 driver Bajaj terbaik mendapat apresiasi dari managemen sebagai bentuk penghargaan atas kinerja, dedikasi, dan konsistensi para mitra yang berkontribusi nyata bagi ekosistem transportasi Bajaj Maxride di Kota Semarang.

Para mitra driver yang mendapatkan penghargaan yang berhasil mencatatkan pendapatan bulanan di kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta. Selain itu sekaligus menjadi momentum untuk memotivasi seluruh mitra driver agar terus meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas.

Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa Bajaj Maxride mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, khususnya dalam membantu mitra driver meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Selain peningkatan pendapatan, para mitra driver juga merasakan berbagai manfaat non-finansial.

Banyak di antara mereka yang sebelumnya berprofesi sebagai pengemudi ojek roda dua atau becak kayuh, kini merasakan kenyamanan dan keamanan kerja yang lebih baik.

Kabin Bajaj Maxride yang tertutup memberikan perlindungan optimal dari panas dan hujan, baik siang maupun malam hari, serta dilengkapi dengan bangku kemudi yang nyaman sehingga memungkinkan pengemudi beristirahat dengan lebih santai saat menunggu pesanan.

Dari sisi kenyamanan berkendara, para mitra driver juga menilai Bajaj Maxride relatif tidak melelahkan untuk digunakan dalam jarak jauh maupun durasi kerja yang panjang.

Dengan konfigurasi tiga roda, mesin 4-tak, serta kursi kemudi yang empuk, aktivitas mengemudi menjadi lebih ringan dan stabil dibandingkan moda transportasi sebelumnya.

Beberapa mitra driver turut membagikan pengalaman bahwa mereka tidak perlu bekerja terlalu lama untuk memperoleh penghasilan harian hingga ratusan ribu rupiah, seiring dengan tingginya volume order yang diterima melalui aplikasi Maxride setiap harinya.

Sebagai bagian dari pendekatan humanis dan kekeluargaan, Bajaj Maxride juga mengundang pasangan dari 10 driver terbaik untuk turut hadir dan menikmati kebersamaan dalam acara ini.

Momen tersebut sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Hari Valentine, menegaskan pentingnya dukunganu keluarga dalam perjalanan para mitra driver.

Kunjungan Wapres ke Kota Semarang Jadi Penguat Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di kawasan wisata religi dan budaya Klenteng Sam Poo Kong, Sabtu (14/2/2026).

Kedatangan Wapres Gibran disambut antusias masyarakat, pengurus klenteng, tokoh agama, serta pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran beserta rombongan disambut dengan Tarian Gambang Semarang dan atraksi barongsay. Kemudian Wapres meninjau langsung area ibadah, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Sam Poo Kong.

Usai mendampingi Wakil Presiden, Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa Klenteng Sam Poo Kong bukan hanya situs religi, tapi juga simbol akulturasi budaya dan toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Semarang.

“Kawasan ini menggambarkan harmoni kehidupan masyarakat Kota Semarang. Beragam latar belakang budaya dan agama dapat hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya.

Selain meninjau kawasan wisata, Gibran juga berdialog dengan pengelola serta masyarakat mengenai pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Pemerintah Kota Semarang turut memaparkan upaya penataan kawasan wisata, peningkatan fasilitas publik, serta dukungan terhadap pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Agustina menilai kunjungan kerja Wakil Presiden ini memberi energi baru bagi Kota Semarang untuk terus menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi juga penguat komitmen bersama untuk merawat kebhinekaan dan kesejahteraan warga,” katanya.

Agustina berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Harapannya, setelah kunjungan Bapak Wakil Presiden, kolaborasi pusat dan daerah semakin erat, pembangunan kota semakin dipercepat, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat – dari meningkatnya kunjungan wisata hingga bertambahnya kesempatan usaha bagi warga Semarang,” pungkasnya.

Besok Gelar Karnaval Dugderan, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang besok akan menggelar tradisi Dugderan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah pada Senin (16/2/2026).

Seiring kirab budaya yang melibatkan ribuan peserta dan dipadati warga, Pemkot Semarang menyiapkan rekayasa serta pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas.

Dalam tradisi dugderan tersebut, selain prosesi pemukulan bedug, pawai budaya juga menampilkan berbagai komunitas dan kesenian yang selalu menjadi daya tarik utama dan menyedot perhatian masyarakat.

Kirab akan bergerak dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang (Kauman), kemudian dilanjutkan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sepanjang rute diperkirakan akan terjadi kepadatan dikarenakan warga memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi tahunan tersebut.

Guna kelancaran prosesi acara, Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 12.00 WIB hingga kegiatan selesai. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Pemuda hingga kawasan Kauman akan dialihkan sementara mengikuti pergerakan rombongan kirab.

Pada tahap awal, arus kendaraan di sekitar Simpang Gendingan akan dibatasi. Saat kirab memasuki kawasan pusat kota, pengalihan arus diperluas menuju Jalan Gajahmada hingga Kauman yang menjadi lokasi prosesi Dugder.

Adapun rekayasa lalu lintas yang diterapkan antara lain Jalan Imam Bonjol – kawasan Tugu Muda diberlakukan dua arah sementara. Kendaraan dari Jalan Pierre Tendean dialihkan menuju Jalan Imam Bonjol. Sementara arus dari arah Kota Lama menuju Tugu Muda dialihkan melalui Jalan Kolonel Sugiyono – Jalan Imam Bonjol. Jalan Gajahmada menuju jalan Pemuda dialihkan melalui Jalan Depok – Jalan MH Thamrin.

Dari Jalan Thamrin menuju Jalan Pandanaran kita lakukan perlambatan dengan berputar di U-turn kampung kali.

Bagi masyarakat yang akan menuju bandara Ahmad Yani, Stasiun Poncol maupun Tawang dari arah Simpang Lima bisa melalui kawasan Tugu Muda.

Petugas akan melakukan pengaturan situasional di lapangan menyesuaikan pergerakan peserta kirab.

“Masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan perdagangan Kota Lama maupun Simpang Lima diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan. Warga masyarakat juga diminta untuk tidak memarkir kendaraan di sepanjang rute kirab serta mematuhi arahan petugas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan.

Sementara bagi masyarakat yang akan menyaksikan prosesi karnaval Dugderan, bisa memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir yang telah disediakan oleh Pemkot Semarang. Di antaranya di SMA 3, SMA 5, parkir DP Mall dan juga basement Pasar Bulu.

Pemkot Semarang berharap masyarakat dapat menyaksikan dan menikmati pagelaran acara dengan tertib sehingga kegiatan kirab budaya Dugderan bisa berjalan lancar.

Dugderan tidak hanya menjadi penanda datangnya Ramadan, tetapi juga ruang pertemuan warga lintas kampung, komunitas, dan generasi yang setiap tahun selalu dinantikan masyarakat Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Operasi Pasar Digencarkan Jelang Ramadan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan operasi pasar menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Menurut dia, momentum menjelang Ramadan biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Karena itu, pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Pemerintah harus memastikan stok aman dan harga tetap stabil melalui operasi pasar yang masif dan tepat sasaran,” ujar Saleh, Minggu (15/2/2026).

Ia menekankan, operasi pasar harus difokuskan pada komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, hingga cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Selain itu, distribusi bahan pangan juga harus dipastikan berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan di sejumlah daerah.

“Distribusi harus dipastikan lancar, jangan sampai ada daerah yang mengalami kekurangan pasokan karena distribusi tersendat,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap praktik penimbunan dan permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pengawasan ketat penting untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar.

“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mencari keuntungan dengan cara merugikan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia mengajak pelaku usaha dan distributor untuk ikut menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Stabilitas harga dan pasokan pangan menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat,” pungkas Mohammad Saleh.