Home Blog

PAUD Labschool Unnes Tanamkan Cinta Lingkungan Melalui Pentas Tahunan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kekompakan pembelajaran di sekolah dan di rumah menjadi hal penting pada proses pendidikan anak usia dini.

Hal itulah yang terus dibangun dan ditanamkan oleh PAUD Labschool Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

Melalui gelaran Annual Talent Show & Graduation 2025/2026, acara ini memadukan peran serta anak didik, guru, orang tua dan juga komite sekolah.

Digelar di Legacy Convention, Kota Semarang, pada Sabtu (23/5/2025) lalu, acara tahunan tersebut mengusung tema We Grew, We Learned, We Harvested Joy. 

Screenshot

Kepala Sekolah PAUD Labschool Unnes Ismuwati menyampaikan, acara tersebut sudah menjadi agenda tahunan yang memadukan pentas dan juga upacara kelulusan maupun naik tingkat.

“Alhamdulillah setiap tahun mengangkat tema yang berbeda dan kegiatan ini sangat didukung oleh orang tua siswa dengan komite sekolah sebagai penyelenggara,” ujarnya. 

Ia mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini selalu melalui proses yang panjang karena melibatkan seluruh pihak. Ia berharap agenda ini menjadi salah satu agenda yang dinanti setiap tahunnya.

”Dalam satu tahun, dari sekolah memang mengagendakan beberapa kali acara yang dihadiri siswa dan orang tua siswa. Ini agar orang tua juga mengikuti perkembangan anak-anak di sekolah, dan kekompakan sekolah dan orang tua ini sangatlah penting, terlebih bagi anak-anak usia dini,” katanya. 

Salah satu acara yang dinanti dalam pentas tahunan tersebut yakni pertunjukan operet oleh seluruh anak didik.

Operet tersebut selalu mengusung tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti yang tahun ini yakni mengajak anak-anak cinta terhadap lingkungan.

Belajar berkebun dan belajar menjaga lingkungan karena lingkungan sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan. 

Setidaknya terdapat 110 siswa dari seluruh jenjang baik KB, TK A dan TK B yang mengikuti kegiatan ini. Acara berlangsung meriah dengan kelucuan anak-anak mengenakan berbagai kostum menarik dalam penampilan operet baik menari maupun menyanyi. 

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) Unnes Prof. Dr. Rodiyah Tangwun., SPd., SH., MSi., CMe yang turut hadir pada acara tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada komite beserta pengurusnya sehingga kegiatan berjalan penuh kegembiraan dan anak-anak diberi ruang untuk berinteraksi sekaligus menunjukkan bakat kecerdasan masing-masing dalam sebuah kegiatan.

“Saya juga mengapresiasi orang tua yang telah bekerjasama dengan PAUD/TK Labschool Unnes. Kami haturkan selamat dan sukses, sebab fase seperti ini tidak bisa terulang kembali jadi ini sangat penting untuk perkembangan ananda semua,” ujarnya.

Menurut dia, PAUD/TK Labschool Unnes bisa hebat dan seperti sekarang ini juga karena kontribusi para orang tua siswa. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sekolah Laboratorium (Labschool) Unnes Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA mengaku bangga terhadap PAUD Labschool Unnes dengan prestasi-prestasi yang diraih para anak didiknya pada berbagai ajang perlombaan dan kejuaran. 

Selain operet, kegiatan juga diisi dengan penyerahan surat kelulusan untuk siswa KB B dan TK B serta pemberian penghargaan kepada siswa-siswi PAUD Labschool Unnes yang berprestasi seperti juara hafalan Alquran, juara menyanyi baik tingkat lokal hingga nasional.

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

SEMARANG — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro menggelar bedah buku bertajuk “Shortcut Teori‑Teori Pilihan dalam Ilmu Politik” pada Jumat (22/5/2026) di Ruang Teater Gedung C FISIP Undip. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan praktisi dalam membedah relevansi teori politik dengan dinamika lapangan.

Salah satu pembahas yang hadir ialah Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Dia menekankan pentingnya menghubungkan teori politik dengan realitas praktik elektoral di Indonesia. Menurut dia, teori-teori pilihan dalam ilmu politik tidak boleh berhenti sebagai konsep akademik semata.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh dalam diskusi.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik politik, keputusan sering kali tidak sepenuhnya rasional seperti yang dijelaskan dalam teori klasik. Faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media turut memengaruhi pilihan politik masyarakat.

Menurutnya, fenomena politik kontemporer—terutama di era digital—menunjukkan bahwa pendekatan teoritik perlu terus diperbarui agar tetap relevan. “Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” tambahnya.

Saleh juga menyoroti perubahan lanskap politik akibat perkembangan teknologi digital. Ia menilai bahwa media sosial telah mengubah cara kandidat membangun citra dan berinteraksi dengan pemilih.

“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang, komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelasnya.

Kegiatan bedah buku ini turut menghadirkan penulis buku, Muhammad Adnan yang memaparkan gagasan utama dalam bukunya, serta akademisi FISIP Undip Wijayanto yang mengulas dimensi politik digital.

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat tradisi diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Bedah buku ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pemerhati politik yang antusias mendiskusikan bagaimana teori-teori pilihan dapat digunakan sebagai alat analisis dalam memahami politik Indonesia saat ini.

Melalui forum ini, FISIP Undip berharap terbangun jembatan yang lebih kuat antara dunia akademik dan praktik politik, sehingga teori tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam membaca realitas demokrasi yang terus berkembang.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Alokasi 232 ribu Kursi SMA/SMK Harus Terbuka dan Dipertanggungjawabkan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengingatkan agar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 harus berjalan objektif, transparan, dan akuntabel agar mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik.

Menurut dia, proses penerimaan siswa baru merupakan tahapan penting yang selalu menjadi perhatian masyarakat setiap tahun sehingga seluruh mekanisme seleksi harus dilakukan sesuai aturan dan mengedepankan prinsip integritas.

“SPMB harus dilaksanakan secara objektif, terbuka, dan akuntabel sehingga masyarakat memiliki kepercayaan terhadap proses penerimaan siswa baru,” ujar Saleh di Kota Semarang.

Pemprov Jateng sendiri telah resmi memulai pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 dengan menyediakan total 231.724 kursi bagi calon peserta didik. Jumlah daya tampung itu terbagi ke dalam 6.442 rombongan belajar (rombel) di berbagai SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah.

Namun demikian, kapasitas tersebut baru mampu menampung sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah yang mencapai sekitar 567.500 siswa.

Mohammad Saleh menilai keterbatasan daya tampung sekolah negeri membuat pelaksanaan SPMB harus benar-benar diawasi agar tidak memunculkan persoalan di tengah masyarakat.

“Karena jumlah kursi sekolah negeri masih terbatas, maka proses seleksi harus berjalan adil dan profesional tanpa intervensi maupun praktik titipan,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah memastikan seluruh informasi terkait jadwal, jalur penerimaan, hingga hasil seleksi dapat diakses masyarakat secara terbuka dan mudah dipahami.

Menurut Saleh, keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk menghindari kesalahpahaman maupun potensi praktik yang tidak sesuai aturan. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak ada praktik titipan ataupun intervensi dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Semua pihak harus menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tidak ada praktik yang merugikan masyarakat maupun calon siswa,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh juga mengimbau masyarakat agar memahami mekanisme SPMB dengan baik dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu.

“Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, yang paling penting adalah memastikan proses penerimaan berjalan bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan pendidikan,” pungkasnya.

HUT ke-65 bank bjb, Hadirkan Inovasi, Promo Spesial, dan Semangat Melayani Lebih Baik

BANDUNG (lensasemarang.com) – Pada 20 Mei, bank bjb memperingati hari jadinya yang ke-65 dan momentum HUT tahun ini, bank bjb kembali menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui semangat “Kepercayaan Membangun Harapan”.

Perjalanan panjang selama lebih dari enam dekade menjadi cerminan konsistensi bank bjb dalam menghadirkan inovasi, memperkuat layanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tema “Kepercayaan Membangun Harapan” dipilih sebagai representasi dari perjalanan panjang bank bjb dalam membangun hubungan yang kuat bersama masyarakat.

Melalui tema tersebut, bank bjb menegaskan bahwa kepercayaan yang terbangun selama 65 tahun menjadi fondasi utama untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik.

Angka 65 melambangkan jalinan kepercayaan yang saling terhubung selama puluhan tahun, sementara elemen visual dinamis menggambarkan pertumbuhan yang dibangun dari kepercayaan dan terus bergerak menuju harapan yang berkembang.

Gradasi warna pada logo melambangkan keberagaman layanan dan peran bank bjb dalam mendampingi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Bagi bank bjb, usia ke-65 bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan simbol dari hubungan yang terus terjalin erat dengan jutaan nasabah. 

Kepercayaan yang tumbuh selama bertahun-tahun menjadi fondasi penting yang menjaga bank bjb tetap relevan, dan adaptif, di tengah perubahan zaman.

Sejak awal berdiri, bank bjb hadir sebagai bagian dari perjalanan masyarakat. Tidak hanya menjadi institusi keuangan, bank bjb juga menjadi mitra yang mendampingi berbagai langkah kehidupan masyarakat.

Di tengah dinamika industri perbankan dan tantangan ekonomi global, bank bjb terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, total aset konsolidasi bank bjb tercatat mencapai Rp221,8 triliun, didukung jaringan layanan yang kini menjangkau 17 Provinsi di Indonesia melalui layanan konvensional maupun digital.

Transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis yang terus diperkuat bank bjb. Pengembangan layanan digital tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga menghadirkan kemudahan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Melalui aplikasi DIGI bank bjb dan berbagai inovasi layanan transaksi, bank bjb terus mendorong pengalaman perbankan yang praktis, aman, dan mudah diakses.

Perjalanan 65 tahun bank bjb dipenuhi berbagai dinamika, tantangan, sekaligus pencapaian yang memperkuat posisi bank bjb sebagai salah satu institusi keuangan nasional yang terus berkembang. bank bjb kini tumbuh menjadi konglomerasi keuangan yang kokoh melalui penguatan berbagai lini usaha, termasuk sektor perbankan syariah, sekuritas, serta sinergi Kelompok Usaha Bank bersama sejumlah Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.

Kepada nasabah setia, bank bjb mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya selama ini. 

Kepercayaan tersebut menjadi energi yang terus kami untuk hadir sebagai sahabat finansial yang dapat diandalkan dalam setiap perjalanan kehidupan masyarakat. bank bjb akan terus memperluas layanan dan memperkuat inovasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Semangat HUT ke-65 bank bjb tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi dan pelayanan. bank bjb ingin memastikan setiap langkah transformasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak luas bagi masyarakat.

Tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, bank bjb juga terus memperkuat komitmen dalam menciptakan nilai berkelanjutan. Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, bank bjb membagikan dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham.

Komitmen keberlanjutan tersebut turut diwujudkan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan, hingga pembangunan prasarana umum melalui program bjb Peduli.

Semangat perayaan HUT ke-65 bank bjb juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang melibatkan insan bank bjb serta masyarakat umum.

Selain donor darah, bank bjb juga mengadakan kegiatan khitanan massal bagi anak-anak dari berbagai wilayah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Selain itu, melalui kolaborasi Serikat Karyawan (Sekar) bank bjb dan bjb Club, terselenggara Olimpiade bank bjb 2026, merupakan Kompetisi olahraga untuk meningkatkan sportivitas insan bank bjb yang terdiri dari berbagai kegiatan olahraga, seni dan budaya.

bank bjb ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan selaras dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. bank bjb meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

Dalam memeriahkan HUT ke-65, bank bjb juga menghadirkan beragam program apresiasi dan promo spesial bagi nasabah. Rangkaian promo tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih dekat dengan kebutuhan dan gaya hidup.

Pada sektor pembiayaan properti, bank bjb menghadirkan program bjb KPR SUPER DEAL 65 dan bjb KPR PASTI Reward yang menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian maupun bagi para mitra yang bekerja sama dengan bank bjb.

Selain itu, melalui program Semarak HUT bank bjb ke-65, bank bjb juga memberikan berbagai kemudahan dan keringanan biaya provisi untuk sejumlah produk kredit unggulan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan finansial masyarakat.

bank bjb turut memperkuat ekosistem transaksi digital melalui rangkaian promo pembayaran menggunakan DIGI bank bjb, DigiCash, QRIS bank bjb, serta Debit Card bank bjb di berbagai merchant pilihan selama periode perayaan HUT ke-65.

Beragam promo tersebut hadir melalui kolaborasi dengan berbagai merchant kuliner, fesyen, otomotif, gaya hidup, hingga kecantikan. Masyarakat dapat menikmati promo spesial di merchant seperti 3Second, Cosmic, Dunkin’, Telkomsel, serta sejumlah merchant lokal lainnya.

Program promo tersebut di antaranya hadir melalui promo Belanja Seru di Insurgent, Service Scooter di Vespuci, Belanja Asik di Cosmic Clothes, Promo Ceumara, Jajan Asik di Mangkok Manis & Kelas Pagi, Promo 3Second, Sajian Sedap Wangi, Ngopi Asik di Kopi Romantis, Promo Duraking, hingga Promo Cantik di Makeupuccino.

Tidak hanya menghadirkan promo transaksi, bank bjb juga mengajak masyarakat untuk ikut merayakan HUT ke-65 melalui berbagai aktivitas interaktif di media sosial. Salah satunya melalui challenge bertema #KepercayaanMembangunHarapan yang mengajak masyarakat membagikan cerita, pengalaman, dan harapan bersama bank bjb melalui video kreatif.

bank bjb juga menghadirkan program Aktivasi Sambung Pantun HUT bank bjb ke-65 Tahun sebagai bentuk interaksi kreatif dan apresiasi kepada nasabah serta pengguna media sosial yang aktif mengikuti berbagai kegiatan digital bank bjb. Informasi lengkap promo HUT ke-65 dapat diakses melalui www.bankbjb.co.id/page/promo.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, bank bjb ingin terus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin aktif memanfaatkan layanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat “Kepercayaan Membangun Harapan”, bank bjb ingin terus hadir sebagai institusi keuangan yang bukan hanya melayani transaksi, tetapi juga mendukung mimpi, harapan, dan masa depan masyarakat.

Memasuki usia ke-65, bank bjb optimistis dapat terus memperkuat transformasi bisnis, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan layanan yang semakin inklusif. Bersama nasabah dan seluruh pemangku kepentingan, bank bjb akan terus melanjutkan perjalanan menghadirkan inovasi, manfaat, dan harapan untuk Indonesia yang lebih baik.

Kepercayaan yang tumbuh selama 65 tahun tidak hanya tercermin dari perjalanan dan pencapaian bank bjb, tetapi juga dari kisah nyata para nasabah yang tumbuh dan berkembang bersama. 

Dukungan layanan, akses pembiayaan, serta komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat menjadi bagian dari perjalanan bank bjb dalam membangun harapan. Berikut testimoni dari Nasabah dan Debitur UMKM yang telah merasakan manfaat kemitraan bersama bank bjb.

“Sebagai Pensiunan ASN Pemprov Jawa Barat dan nasabah setia bank bjb, saya merasakan kemudahan layanan yang semakin modern dan responsif dari tahun ke tahun. Mulai dari transaksi harian, pembayaran tagihan, hingga layanan digital melalui DIGI bank bjb, semuanya membantu aktivitas saya menjadi lebih praktis dan efisien. Sejak menjadi nasabah bank bjb Kantor Cabang Utama Bandung pada tahun 1987, saya melihat bank bjb terus berkembang dan berinovasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Di usia ke-65 ini, saya berharap bank bjb terus menjadi bank kebanggaan daerah yang selalu hadir memberikan solusi terbaik bagi masyarakat serta mendukung pembangunan di Indonesia. Selamat ulang tahun ke-65 bank bjb, terus tumbuh dan melayani dengan sepenuh hati.” ujar Dadang Surtiwa Sumapradja, Nasabah Pensiunan ASN Pemprov Jawa Barat bank bjb Kantor Cabang Utama Bandung sejak tahun 1987

“Sebagai pelaku UMKM, saya merasakan langsung manfaat dukungan dari bank bjb melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang sangat membantu perkembangan bisnis kami. bank bjb tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga menjadi mitra yang memberikan semangat dan peluang bagi UMKM untuk naik kelas. 

Sejak bermitra dengan bank bjb Cabang Rangkasbitung pada tahun 2018, usaha toko furniture yang saya jalankan dapat berkembang lebih baik dan semakin dipercaya pelanggan.

“Di usia ke-65 ini, saya berharap bank bjb semakin sukses, terus mendukung pelaku usaha kecil, serta menjadi inspirasi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.” ujar Dewi Astuti, Debitur UMKM bank bjb Cabang Rangkasbitung, Pemilik Usaha Toko Furniture.

Kisah Krisseptiana Berjuang Selesaikan Doktor Meski Disibukkan di Tengah Keluarga

SEMARANG – Krisseptiana, berdiri terpatri di samping suaminya Hendrar Pribadi usai menghadiri ujian tertutup doktor ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Diponegoro. Wajah terlihat bahagia ketika perjuangannya menyelesaikan disertasi menjadi pencapaian karena berhasil melewati berbagai ujian hidup penuh tantangan.

Perempuan yang juga Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah itu mengaku tidak menyangka bahkan di tengah kesibukan keluarga, kondisi kesehatan yang menurun, hingga rasa ragu pada diri sendiri bisa dilewati dengan ketulusan hati.

Bahkan dia dalam disertasinya, Mbak Tia mengangkat tema “Pengembangan Manajemen Penanganan Stunting di Kota Semarang: Studi tentang Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Semarang.”

Proses penyusunan disertasi penuh tantangan. Di tengah padatnya agenda, ia harus aktif berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk rekan-rekan sesama mahasiswa S3.

Menurut Mbak Tia, tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, terutama ketika rasa lelah dan malas mulai muncul di tengah proses penyelesaian studi. Namun, ia memilih tetap menjaga niat dan tidak terus menunda pekerjaan rumah.

“Yang membuat saya bangga bukan hanya soal lulus, tetapi karena bisa melewati semuanya. Tantangannya justru ada pada diri sendiri. Kadang ada rasa malas, apalagi ketika kondisi kesehatan kurang baik. Tapi saya berpikir yang penting tetap diobati dan tetap punya niat menyelesaikan. Kalau ditunda terus, ya tidak akan selesai,” kata dia.

Proses penyusunan disertasinya berlangsung sekitar satu hingga satu setengah tahun. Menurutnya, waktu tersebut dapat dilalui karena sejak awal ia telah menentukan topik penelitian dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang berkaitan dengan tema disertasi.

“Kurang lebih satu sampai satu setengah tahun, karena sejak awal kami sudah diarahkan menentukan topik yang nantinya menjadi disertasi. Jadi tugas yang dikerjakan juga sudah berkaitan dengan tema tersebut,” ujarnya.

Perjuangan itu akhirnya membawanya mengikuti ujian tertutup atau ujian akhir doktor pada Rabu, 6 Mei 2026.

Usai menuntaskan studinya, Mbak Tia mengaku merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan. Baginya, kelulusan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membanggakan.

Semangatnya tumbuh ketika ia ingin terus memperbarui ilmu serta lingkungan perkuliahan yang positif menjadi penyemangat utama. Kehadiran teman-teman sekelas yang aktif dan suportif membuatnya semakin termotivasi menjalani studi doktoral.

“Saya semangat lagi, bertemu dengan teman-teman baru di kampus yang sangat semangat. Bahkan mereka juga sering mengajak diskusi. Misalnya ada tugas, kita bisa diskusi bareng. Itu perjalanan yang tidak mudah. Up and down pasti saya rasakan. Kadang ada rasa malas, bahkan sempat bertanya pada diri sendiri, kenapa ya saya mengambil S3,” ujar Mbak Tia di Semarang, Rabu (20/5/2026).

Lebih jauh, istri mantan Wali Kota Semarang itu menuturkan, keinginannya menyelesaikan pendidikan lahir dari tekad untuk memberi teladan kepada anak-anaknya.

Meski semangat belajar kerap naik turun di tengah padatnya aktivitas, Mbak Tia berusaha menjaga pola pikir positif dan terus memotivasi diri supaya bisa lanjut selesai.

Baginya, menuntaskan pendidikan bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki makna penting bagi keluarga.

“Ini bagian bentuk aktualisasi diri karena saya bisa belajar lagi dan menyelesaikannya. Kemudian, saya juga ingin memberikan contoh kepada anak-anak,” jelasnya.

Mungkin di usia 54 tahun ini terlihat tidak biasa. Sebab kebingungan di benaknya terasa ketika nantinya setelah lulus doktor di usia 54 tahun mau apa. “Tapi justru itulah alasannya, saya ingin terus mencari ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Mbak Tia juga mengaku mendapat inspirasi besar dari sosok Bu Isti, seorang guru posyandu dan PAUD yang berhasil menempuh pendidikan S2 di usia 60-an tahun. Kisah perjuangan tersebut kerap memotivasinya dan membuatnya semakin antusias membayangkan momen wisuda sebagai pencapaian yang bermakna.

Di balik semangat Mbak Tia hingga akhirnya mampu menyelesaikan disertasinya, ada peran besar sang suami, Hendi.

Menurutnya, Hendi selalu memberikan dukungan selama dirinya menempuh pendidikan S3. Saat Mbak Tia merasa kesulitan, Hendi tak pernah membiarkannya larut dalam keraguan. Ia terus menyemangati agar tetap belajar dan memanfaatkan materi maupun buku yang sudah tersedia.

Tak hanya itu, ketika Mbak Tia merasa cemas menghadapi ujian, Hendi mengingatkannya bahwa setiap argumentasi harus didasarkan pada data. Baginya, berbicara dan menyampaikan pendapat harus disertai landasan yang kuat.

Mbak Tia mengaku perjalanan tersebut terasa seru sekaligus menantang. Dukungan juga datang dari anak-anaknya yang turut senang melihat dirinya kembali belajar. Ia berharap semangat itu dapat menjadi teladan agar anak-anaknya yang masih muda terus memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan diri.

” Seru sih, seru. Anak-anak juga senang sih anak-anak. Support anak-anak lah supaya mereka yang masih muda, anak-anak saya gitu ya harus mau belajar,” katanya.

Bahkan, di tengah kepenatan Mbak Tia menghadapi perkuliahan maupun padatnya aktivitas, Hendi kerap mengajaknya melepas penat dengan berburu kuliner bersama.

Mbak Tia mengungkapkan, salah satu kesamaan dirinya dengan Hendi adalah sama-sama gemar menikmati aneka makanan. Namun, menurutnya, mereka bukan tipe yang selalu berburu tempat makan baru, melainkan lebih senang menikmati kuliner khas di setiap daerah yang dikunjungi.

Ia menuturkan, saat berada di suatu kota, mereka biasanya memilih makanan yang sudah dikenal lezat atau berdasarkan rekomendasi warga setempat. Jika cocok di lidah, tempat makan tersebut tak segan untuk kembali dikunjungi.

“Kalau di Pekalongan ya makan yang khas Pekalongan, di Pemalang juga begitu. Di Jakarta ya cari makanan khas seperti bubur ayam atau soto Betawi,” pungkasnya.

Mohammad Saleh Sebut 6,4 Juta Ton Sampah Jateng Bisa Jadi Sumber Listrik

SEMARANG (lensasemarang.com) -Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendukung rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah sebagai solusi mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.

Menurut dia, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi merupakan langkah strategis untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan,” ujar Saleh di Semarang.

Ia mengatakan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. Berdasarkan data, volume sampah di Jateng mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun.

Karena itu, Saleh mendukung penuh rencana pembangunan PSEL. Di Jateng sendiri, implementasi program tersebut akan difokuskan pada tiga kawasan prioritas berbasis aglomerasi yang selama ini menghadapi persoalan darurat sampah.

Kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Semarang, dan Demak akan menjadi salah satu titik utama, dengan lokasi fasilitas PSEL direncanakan berada di Kota Semarang.

Kawasan Pekalongan Raya yang mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang akan memiliki fasilitas PSEL di Kota Pekalongan. Sementara kawasan Tegal Raya yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes direncanakan memiliki fasilitas PSEL di Kabupaten Tegal.

Selain pengembangan PSEL, Saleh juga mengapresiasi pengelolaan sampah melalui sistem refuse derived fuel (RDF) yang saat ini telah diterapkan di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jateng dengan menggandeng pabrik semen.

Menurutnya, berbagai inovasi pengelolaan sampah tersebut menunjukkan bahwa sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga memiliki nilai manfaat ekonomi dan energi.

Namun demikian, Saleh menekankan bahwa pengendalian sampah tidak bisa hanya dilakukan dari sisi hilir melalui teknologi pengolahan semata. Penanganan harus dimulai dari hulu, terutama dari kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Ia juga mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya menekan produksi sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan masyarakat.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh menambahkan, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Harapannya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan terus diperkuat agar persoalan sampah dapat tertangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” harapnya.

Wujudkan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Plastik Melalui Program “Marimas Ecobricks”

SEMARANG (lensasemarang.com) – Mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas, Universitas Diponegoro berhasil menyelenggarakan kegiatan pembuatan ecobricks yang bekerja sama dengan PT Marimas Putera Kencana sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. 

Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 25 Maret 2026 di PT Marimas Putera Kencana, Kawasan Industri Candi, Jl. Gatot Subroto Jl. Candi I No.Blok D21, Purwoyoso, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang dan diikuti oleh 40 peserta dari sasaran utama program, yaitu salah satu komunitas anak muda bernama Indonesian Youth Advisory Semarang serta diikuti oleh kalangan siswa, mahasiswa, ibu PKK, dan komunitas lainnya.

Setiap hari, jutaan lembar plastik meninggalkan rumah tangga Indonesia, kemudian masuk ke tempat sampah, lalu berakhir di TPA, sungai, atau dibakar di sudut-sudut permukiman.

Plastik yang tidak dikelola dengan benar melepaskan molekul beracun ke udara, tanah, dan air, mencemari biosfer yang menjadi tumpuan kehidupan kita bersama.

Di sinilah ecobrick hadir sebagai jawaban. Ecobrick merupakan botol plastik bekas yang dipadatkan dengan berbagai jenis sampah plastik bersih dan kering hingga mencapai kepadatan tertentu, sehingga dapat berfungsi sebagai material bangunan yang dapat dipakai berulang kali. 

Metode ini dinilai sebagai solusi nyata dalam mengurangi pencemaran plastik terhadap lingkungan karena plastik yang tidak dibuang, dibakar, maupun ditimbun tidak akan menghasilkan racun bagi tanah, air, dan udara.

Acara dimulai dengan pre-test sebagai tolok ukur awal pemahaman peserta sebelum materi disampaikan. Tim Marimas kemudian menghadirkan sesi pemaparan yang membahas dampak nyata plastik terhadap biosfer, bagaimana plastik yang dibakar menghasilkan dioksin, bagaimana sinar UV mengurai plastik menjadi mikroplastik berbahaya, dan mengapa daur ulang industri bukan solusi jangka panjang yang sempurna.

Memasuki sesi praktik, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kegiatan dimulai dengan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik, dilanjutkan dengan pembersihan dan pengeringan plastik sebelum dipadatkan ke dalam botol menggunakan batang bambu.

Setiap ecobrick kemudian ditimbang untuk memastikan kepadatan memenuhi standar minimum GEA sebesar 0,33 g/ml, lalu diberi label berisi berat dan nomor seri sebuah proses yang sederhana, namun mengajarkan ketelitian dan komitmen.

Tak berhenti di situ, peserta juga diajak merancang susunan ecobrick dengan mempelajari bagaimana botol-botol yang sudah menjadi ecobricks bisa dirakit menjadi kursi yang fungsional.

Momen inilah yang membuat banyak peserta menyadari karena ini bukan sekadar mengolah sampah, ini adalah membangun ulang sesuatu yang bermakna.Rangkaian kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, dilanjutkan pembagian sertifikat, sesi dokumentasi bersama, makan siang, dan waktu bebas sebelum peserta kembali ke ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas.

Kolaborasi dengan Marimas dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan akademik.

Dalam kegiatan ini, Marimas berperan penuh sebagai penyelenggara program, menyediakan tempat, menghadirkan materi, serta memandu langsung proses pembuatan dan perancangan ecobrick dari awal hingga akhir.

Melalui sinergi antara dunia usaha dan civitas akademika, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya plastik dan pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat.

Dari kegiatan ini, kelompok berhasil menghasilkan sebanyak 13 ecobrick dengan total plastik yang diamankan dari lingkungan sebesar 2.600 gram atau 2,6 kg gram. Tiga belas ecobrick yang terbuat mungkin terlihat kecil, tetapi di balik setiap botol yang padat dan terukur, ada kesadaran baru yang tumbuh bahwa plastik yang selama ini dianggap masalah, bisa diubah menjadi solusi.

Bahwa tanggung jawab sosial bukan milik perusahaan semata, melainkan dimulai dari tangan siapa pun yang mau bergerak.

“Pesan kesan saya sebagai anggota IYA Semarang terkait acara MARIMAS kemarin sangat insightfull karena ekspektasi saya cuma membuat ecobricks ternyata tidak. Materi yang disampaikan sangat amat bagus sekali mulai dari peraturan yg mengatur penggunaan plastik, jenis jenis plastik, cara mendaur ulang sampah plastik,dan yang paling berkesan adalah materi awal mula plastik dibentuk hingga industri yang menggunakan plastik sekarang dan menurut saya materi ini harus di sebar luaskan harus dipahami oleh seluruh masyarakat terutama orang muda agar kita semua bisa menyikapi isu sampah plastik ini secara objektif dan juga ecobricks menjadi salah satu opsi yang cukup mudah untuk dilakukan terkait menanggulangi permasalahan sampah plastik di sekitar,” kata Hanif Wahyu Saputra, Anggota Komunitas Muda Semarang IYA (Indonesian Youth Advisory), Peserta Program Marimas Ecobricks.

Hadapi Kemarau Panjang, Mohammad Saleh Minta Pemprov Jateng Siapkan Mitigasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh meminta Pemprov Jawa Tengah menyiapkan langkah mitigasi secara matang untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Menurut Saleh, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini agar dampak kemarau, terutama terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan potensi bencana kebakaran, dapat diminimalkan.

“Mitigasi harus dipersiapkan dari sekarang agar dampak kemarau panjang tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar di masyarakat,” ujarnya di Kota Semarang.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jateng mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Bahkan, durasi kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan berlangsung selama sekitar empat hingga lima bulan.

Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan. Daerah rawan kekeringan harus dipetakan sejak awal sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat.

“Kami mendorong Pemprov Jateng dan pemerintah daerah memperkuat kesiapan distribusi air bersih bagi masyarakat apabila terjadi krisis air di wilayah terdampak kekeringan,” kata Saleh.

Selain itu, Saleh juga menyoroti potensi dampak kemarau terhadap sektor pertanian yang dapat memengaruhi produksi pangan masyarakat. Langkah antisipasi seperti penguatan irigasi, pengelolaan cadangan air, hingga pendampingan bagi petani perlu diperkuat agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau berlangsung. Karena itu, koordinasi lintas instansi perlu diperkuat untuk mempercepat langkah penanganan apabila terjadi kebakaran.

Saleh mendorong pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan kebakaran dan penghematan penggunaan air.

“Kesadaran masyarakat juga sangat penting, baik dalam penggunaan air secara bijak maupun pencegahan kebakaran lingkungan,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Selain langkah darurat, Saleh menilai pemerintah perlu memperkuat program jangka panjang. Pembangunan embung, revitalisasi saluran irigasi, hingga penghijauan kawasan resapan air perlu terus didorong untuk mengurangi dampak kekeringan di masa mendatang.

“Mitigasi kemarau tidak cukup hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dibarengi penguatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Saleh berharap kesiapan pemerintah dan sinergi seluruh pihak dapat membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dengan lebih baik sehingga dampaknya dapat ditekan semaksimal mungkin.

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

JAKARTA- Bank Mandiri memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini menjadi instrumen utama perseroan dalam membuka akses pembiayaan produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Hingga April 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp14,54 triliun kepada 113.223 pelaku UMKM di seluruh Indonesia, sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat sektor produktif sebagai fondasi ekonomi nasional. Realisasi ini menunjukkan akselerasi yang bertumbuh dalam menggerakkan aktivitas usaha masyarakat.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan kualitas kredit portofolio KUR tetap terjaga dengan baik dengan rasio kredit bermasalah di angka 1%. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan menghadirkan pertumbuhan bisnis yang sehat melalui pengelolaan risiko yang cermat, sekaligus menegaskan keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam pengembangan segmen mikro dan UMKM.

Realisasi tersebut setara 35,45 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026 sebesar Rp41 triliun. Pencapaian ini menjadi bukti nyata sinergi yang terintegrasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang semakin kuat dan berdaya saing.

“Penyaluran KUR kami hadirkan sebagai instrumen nilai tumbuh yang nyata bagi masyarakat. Melalui dukungan modal kerja yang tepat sasaran dan kemudahan serta kenyamanan layanan Bank Mandiri, kami ingin membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor produktif,” ujar Bayu dalam keterangan resminya, Selasa (19/5).

Lanjutnya, penyaluran bank berlogo pita emas ini hingga April 2026 masih didominasi sektor produksi dengan porsi mencapai 63,07 persen atau sebesar Rp9,16 triliun. Adapun sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,69 triliun sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Sementara, sektor jasa produksi mencapai Rp3,16 triliun dan sektor industri pengolahan sebesar Rp1,1 triliun.

Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada 2008 hingga April 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp317,78 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Pembiayaan berbunga rendah tersebut telah membantu jutaan pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, serta memperkuat daya tahan usaha.

Untuk mempercepat sekaligus menjaga kualitas penyaluran KUR, bank bersandi saham BMRI ini terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang terhubung dengan nasabah wholesale dan sektor unggulan daerah. Strategi ini memungkinkan terciptanya sinergi ekosistem layanan yang lebih efisien antara pelaku UMKM, mitra usaha, distributor, hingga off-taker dalam satu rantai nilai bisnis yang saling terintegrasi.

Selain memperluas akses pembiayaan, Bank Mandiri juga memperkuat layanan transaksi dan pembayaran angsuran melalui Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah dan sentra ekonomi masyarakat. Perseroan turut mendorong inklusi keuangan melalui edukasi literasi keuangan dan digital agar pelaku UMKM lebih mandiri dalam mengelola usaha secara modern dan berkelanjutan.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR tahun 2026 melalui penguatan ekosistem pembiayaan dan sinergi antar entitas Mandiri Group.

“Dengan dukungan jaringan layanan dan ekosistem digital yang semakin matang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. UMKM yang tumbuh kuat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri,” pungkas Bayu.***

Mohammad Saleh Ajak Santri Manfaatkan Program Beasiswa Kuliah Pemprov Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengajak para santri untuk memanfaatkan program beasiswa pendidikan yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai peluang meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi.

Menurut Saleh, program beasiswa tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada kalangan santri dan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Program ini sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas SDM santri. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya di Semarang.

Pemprov Jateng sendiri telah membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang menawarkan bantuan pendidikan mulai jenjang vokasi hingga doktoral atau S3, baik di dalam maupun luar negeri.

Saleh menilai, keberadaan program tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan daerah.

“Santri memiliki potensi besar. Dengan dukungan pendidikan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia mengatakan, akses pendidikan yang semakin terbuka bagi kalangan pesantren juga menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan kesempatan belajar.

Untuk program beasiswa santri vokasi dan S1 dalam negeri, pendaftaran dibuka mulai 18 Februari hingga 10 Juli 2026. Sementara tahapan seleksi akan berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026.

Adapun untuk program luar negeri, pendaftaran dibuka pada 18 Februari hingga 13 Juni 2026, meliputi program S1 luar negeri, double degree, hingga program studi keislaman di Al Azhar Mesir serta Al Ahqof dan Imam Syafi’i di Yaman.

Untuk fasilitas yang diberikan dalam program tersebut juga cukup lengkap dan sangat membantu para penerima beasiswa. Pemprov Jateng memberikan tanggungan penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester bagi penerima beasiswa dalam negeri.

Sementara untuk program luar negeri, pembiayaan meliputi biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan.

Saleh berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri di Jawa Tengah agar semakin banyak generasi pesantren yang mampu melanjutkan pendidikan hingga tingkat tinggi.

“Karena santri yang memiliki pendidikan dan kompetensi yang baik akan menjadi kekuatan penting bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ucap Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Sebagai informasi, calon pendaftar wajib mengunduh atau mengakses aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) di Playstore maupun Appstore. Setelah masuk ke dalam aplikasi, pengguna cukup melalui klik banner “Beasiswa Santri” yang ada di halaman utama.

Pendaftar diarahkan untuk membaca Petunjuk Teknis secara saksama, lalu klik tautan pendaftaran yang berada di bagian paling bawah halaman. Di tautan tersebut, peserta dapat mengisi formulir dan mengunggah dokumen persyaratan kelengkapan.

Selain melalui aplikasi, dokumen Petunjuk Teknis pendaftaran juga dapat diunduh melalui situs web resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah di www.jatengprov.go.id.