Home Blog Page 108

Apresiasi Kinerja Menteri AHY dan Jajaran dalam Penyelesaian Kasus Pertanahan, Kapolri: Pukul Mafia Tanah Sampai Tuntas!

Jakarta (lensasemarang.com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kerja keras Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta seluruh jajaran dalam menyelesaikan kasus-kasus pertanahan. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya di momen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian ATR/BPN dan Polri serta Sosialisasi Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pencegahan Kasus Pertanahan, Senin (05/08/2024) di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. 

“Saya mengapresiasi kerja keras Bapak Menteri. Hari pertama beliau dilantik, yang saya ingat beliau mendatangi Mabes Polri, beliau bergerak cepat untuk bersama menyelesaikan tugas dari presiden untuk menyelesaikan mafia tanah. Tentunya kami dari jajaran Polri menyambut baik apa yang menjadi tekad dan semangat baru Pak Menteri beserta jajarannya,” ujar Listyo Sigit Prabowo. 

Kapolri mengatakan, tak dipungkiri permasalahan mafia tanah yang berlarut-larut ini berdampak buat masyarakat, termasuk dapat mengganggu investasi di Indonesia. “Kita sepakat bahwa harus ada kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat. Dalam UUD 1945, Pasal 33 ayat (3) yang berbunyi bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Negara yang akan menggunakan tanah saja terkendala mafia tanah, ” ujarnya. 

“Saya mendukung Pak Menteri dan jajaran. Kalau memang tidak bisa dicegah, ya kita lakukan penegakkan hukum. Pak Menteri didukung oleh Polri dan teman-teman APH (Aparat Penegak Hukum) lainnya. Saya kira kita tak perlu ragu. Kita pukul mafia tanah sampai tuntas!” lanjut Kapolri. 

Terkait kerja sama dengan Polri, Menteri AHY berterima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajaran yang telah bekerja sama dengan baik, bahkan sedari awal ia dilantik menjadi Menteri ATR/Kepala BPN pada Februari 2024 lalu. Hasilnya juga begitu signifikan, kerja sama Kementerian ATR/BPN dengan Polri dalam penanganan kasus pertanahan pada 2024 ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp5.7 triliun.

“Waktu awal dilantik, saya bersilaturahmi dan kami langsung diterima dengan baik oleh Bapak Kapolri. Mudah-mudahan dengan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan ini semakin menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk memberantas mafia tanah hingga ke akar-akarnya,” ujar Menteri AHY. 

Adapun penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini dari Kementerian ATR/BPN diwakili oleh Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP), Iljas Tedjo Prijono dan dari Polri diwakili oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Wahyu Widada. Turut hadir Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Staf Khusus, Tenaga Ahli, dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; serta jajaran Kementerian ATR/BPN dan Polri.

Menteri AHY dan Kapolri Sepakat Cegah Masyarakat Jadi Korban Konflik Pertanahan

Jakarta (lensasemarang.com) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sepakat untuk bekerja sama mencegah terjadinya konflik pertanahan. Menteri ATR/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kerja sama yang mengutamakan pencegahan konflik ini dilakukan guna menuntaskan kejahatan pertanahan.

“Dalam upaya pencegahan, penanganan, dan penegakan hukum atas sengketa dan konflik pertanahan, tetapi selalu yang lebih baik, yang lebih murah adalah pencegahan. Jadi kalau bisa dicegah kenapa tidak. Tapi kalau tidak bisa diingatkan kita juga tidak ragu-ragu, kita akan tindak tegas menggunakan satu referensi yang sama, yaitu hukum dan aturan yang berlaku di negeri ini. Itulah panglima kita,” kata Menteri AHY dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Polri di Kemayoran, Jakarta, Senin (05/08/2024).

Perjanjian Kerja Sama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Iljas Tedjo Prijono dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Irjen Pol. Wahyu Widada. Penandatanganan disaksikan Menteri AHY dan Kapolri Listyo Prabowo.

Perjanjian Kerja Sama ini memuat berbagai upaya untuk mencegah terjadinya konflik pertanahan. Beberapa di antaranya terkait pertukaran pemanfaatan data, peningkatan kapasitas dan pemanfaatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sarana dan prasarana antara Kementerian ATR/BPN dengan Polri. 

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN, upaya pencegahan ini harus diutamakan agar masyarakat tidak perlu menjadi korban para mafia tanah. “Mudah-mudahan dengan Perjanjian Kerja Sama yang tadi sudah dilakukan akan semakin menguatkan sinergi kolaborasi dan semangat kita untuk memberantas mafia tanah sampai ke akar-akarnya,” tuturnya.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambut baik upaya pencegahan konflik pertanahan ini. “Saya mendukung Pak Menteri dan jajaran, kalau memang tidak bisa dicegah, ya kita lakukan penegakkan hukum. Gebuk mafia tanah sampai tuntas! Kita dukung,” tegasnya.

Sejauh ini, Tim Satgas Anti-Mafia Tanah sudah berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara dan masyarakat hingga triliunan rupiah. “Terkait investasi Kita selama ini selalu berupaya untuk bersaing dengan negara-negara lain. Salah satu penghambat utamanya adalah kepastian masalah tanah, jadi tentunya ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama agar masyarakat yang selama ini selalu dirugikan oleh kelompok-kelompok yang dalam tanda kutip disebut dengan mafia tanah ini kemudian bisa kita berikan kepastian hukum,” ungkap Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir pada kegiatan ini, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Staf Khusus, Tenaga Ahli, dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM; serta jajaran Kementerian ATR/BPN dan Polri.

Inilah Sosok Agustina Wilujeng, Raih Gelar Doktor Undip

SEMARANG (lensasemarang.com) – Agustina Wilujeng Pramestuti baru saja meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pangan dalam Pusaran Pergulatan Ideologi Politik di Parlemen Hasil Pemilu 1955-2009” di Program Doktor (S3) sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, pada pekan lalu.

Agustina Wilujeng yang saat ini menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu diuji oleh Prof Dr. Alamsyah, M.Hum selaku Ketua Penguji dengan anggota penguji terdiri dari Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Pusat Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Prof. Dr. Dewi Yuliati, MA, Dr. Haryono Rinardi, M.Hum. Sedangkan Promotor Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si, Co. Promotor Prof. Dr. Singgih Sulistiyono, M.Hum.

Berikut Profil lengkap Agustina Wilujeng yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Undip.

Agustina Wilujeng Pramestuti lahir di Kota Semarang Pada 11 Agustus 1971 (52 tahun) dan menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Srondol Wetan pada tahun 1984, kemudian lulus SMP Negeri 12 tahun 1987, lulus SMA Sint Louis tahun 1990.

Selama menjadi anggota DPR RI, Agustina Wilujeng pernah menjadi anggota Komisi IV dan anggota BKSAP, dan terakhir menjadi Ketua Komisi X DPR RI sampai sekarang (2024), sedangkan di PDI Perjuangan, Agustina Wilujeng menapaki karir politiknya dari bawah.

Berawal dari pengurus ranting periode 1989-1994, pengurus PAC Dari 1994-2001, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang periode 2001-2006.

Karir politik Agustina Wilujeng terus moncer dengan terpilih sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jateng periode 2005-2010, kemudian periode 2010-2015 menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah,  serta dari 2019 hingga saat ini menjadi Bendahara DPD PDIP Jateng.

Selain itu, Agustina Wilujeng juga menjadi Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Undip sampai sekarang, serta menjadi Wakil Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (DPP IKA) Undip sampai sekarang.

Agustina Wilujeng muda kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan Sastra Inggris, Universitas Diponegoro (Undip) dan lulus tahun 1997. Ia kemudian meraih gelar Magister Manajemen Universitas Islam Sultan Agung, dan pada Jumat (2/8/2024) berhasil meraih gelar doktor sejarah dari Universitas Diponegoro.

Di bidang Politik, Agustina Wilujeng tercatat pernah menjadi anggota DPRD Kota Semarang periode 1999-2004, anggota DPRD Provinsi Jawab Tengah periode 2004-2009 serta 2009-2014. Usai menjadi anggota DPRD Jateng selama dua periode menjadi anggota DPR RI.

Komitmen Antikorupsi, Mbak Dina Bakal Perkuat Mekanisme Whistleblowing System Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bakal Calon Wali Kota Semarang Hj Claudyna C Ningrum (Mbak Dina) bakal memperkuat sistem pelaporan dugaan penyelewengan kewenangan maupun keuangan negara di Pemerintah Kota Semarang sebagai wujud komitmen antikorupsi. 

“Kami menolak praktik korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang jika dilantik menjadi wali kota nanti,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Dina ini di Semarang, Senin (5/8/2024).

Whistleblowing System merupakan mekanisme penyampaian pengaduan dugaan tindak pidana korupsi atau pungutan liar (pungli) yang terjadi atau akan terjadi yang melibatkan pegawai di lingkungan kerjanya. 

Sistem pelaporan dugaan pelanggaran tersebut saat ini juga sudah tersedia di Inspektorat Kota Semarang.

“Kami akan menambah line-line khusus untuk menampung berbagai bentuk aduan, saran atau laporan dari masyarakat,” kata perempuan Kader Partai Gerindra ini. 

Mbak Dina mengatakan bahwa jika ada temuan pungli, penarikan atau tindak pidana korupsi, masyarakat diminta mengadu ke saluran-saluran tersebut. 

Mbak Dina mencontohkan, jika masyarakat ditarik biaya tertentu untuk memudahkan pengurusan surat bisa dilaporkan. Hal ini penting dilakukan agar menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi atau pungli. 

Mbak Dina punya komitmen tinggi untuk menciptakan pemerintahan dengan transparan dan adil. Ia juga akan menjalankan prinsip zero tolerance terhadap tindakan penyuapan dan korupsi yang melibatkan para pegawai. 

Pun demikian, menurut Dina, program pencegahan tindak korupsi memang perlu terus digalakkan di berbagai segmen. 

Pihaknya mengajak agar pencegahan tindakan korupsi ini dimulai dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri, setelah itu komitmennya bisa ditularkan ke lingkungan sekitarnya. 

Menurut Mbak Dina, korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), maka penanganannya pun harus secara extra ordinary. Caranya, mulai dengan pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Dari tiga tahapan ini, yang lebih diutamakan adalah pendidikan dan pencegahan. Apabila sudah diberikan pendidikan dan pencegahan tidak diikuti, maka penindakan harus dilaksanakan.

Agustina Wilujeng Angkat Isu Pangan Dalam Sidang Promosi Doktor di Undip

SEMARANG (lensasemarang.com) – Agustina Wilujeng Pramestuti berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pangan dalam Pusaran Pergulatan Ideologi Politik di Parlemen Hasil Pemilu 1955-2009” dalam ujian program doktor Sejarah yang di gelar di Gedung Laboratorium Terpadu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (2/8/2024).

Bertindak selaku ketua penguji dalam ujian itu, Prof Dr Alamsyah MHum, dengan anggota penguji yakni Prof Dr Agus Mulyana, MHum, Prof Dr Dewi Yuliati MA dan Dr. Haryono Rinardi, M.Hum.

Adapun promotor sekaligus penguji Prof Dr Yeti Rochwulaningsih MSi, dan selaku co promotor sekaligus penguji yakni Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono MHum.

Promotor sekaligus penguji dalam ujian itu, Prof Dr Yeti memuji disertasi yang disampaikan Agustina Wilujeng.

Ia menyebut disertasi Agustina sebagai suatu hal yang menarik dan menganggap Agustina telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang anggota parlemen untuk mengawal isu pangan. 

“Menarik karena mengangkat isu pangan. Dari riset dan disertasi ini ada fakta menarik yaitu dijelaskan isu pangan di dalam perjalanan sejarah mulai dari masa kolonial, jepang, revoluasi sampai reformasi. Ini kemudian dalam hal pangan dibedakan dalam tiga rezim, yaitu rezim kedaulatan pangan, ketahanan pangan, dan campuran,” kata Yeti.

Secara umum, Yeti menjelaskan praktik dari tiga rezim didominasi rezim ketahanan pangan, dimana hal yang penting adalah ketercukupan pangan khususnya beras.

“Masa Bung Karno, mengusung kedaulatan pangan. Bagaimana membangun kemandirian, anti impor. Ini kemudian dilanjutkan juga oleh Bu Megawati ketika menjabat. Ia juga ingin mengembalikan rezim ini dengan memutuskan hubungan dengan IMF. Era Bu Mega ada subsidi nelayan, petani, untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

“Ini riset bagus. Kedua rezim (Bung Karno, Bu Mega) tadi bisa secara teoritik bisa berbeda, namun implementasinya sulit. Bung Karno memperjuangkan kedaultan pangan namun pada akhirnya terpaksa impor juga. Ini daripada rakyat kelaparan terpaksa impor,” tambahnya.

Secara keseluruhan riset Agustina ia menekankan kesimpulan bahwa ternyata sektor pangan tidak lepas dari kekuatan modal. Ketika orde baru dimana modal asing masuk, rakyat dipaksa menanam jenis tanaman pangan tertentu, dan menggunakan pestisida tertentu. 

“Beliau (Agustina) politisi tapi komit dengan isu-isu penting. Meski sibuk namun tidak mengabaikan tugas akademik. Lulus cumlaude dan murni dengan usaha yang luar biasa,” ujarnya. 

Sementara itu, Prof Dr Agus Mulyana, penguji sekaligus Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia mengapresiasi penelitian yang dilakukan Agustina Wilujeng.

“Ini menarik ya karena Bu Agustin sebagai politisi memahami persoalan politik karena kajiannya perihal pangan, beras, itu pasti berkaitan dengan politik. Beliau sangat menguasai karena memang bagian dari profesi lalu diramu menjadi sebuah penelitian,” katanya.

Melalui riset itu Agus berharap dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi Agustina Wilujeng sebagai legislator untuk mengambil kebijakan.

Specta Jateng Ultimate Offroad Challenge 2024 Diikuti 1.430 Peserta

SEMARANG (lensasemarang.com) – Setelah sukses menggelar sembilan Sport Tourism Event (Specta) dengan berbagai cabang olahraga, kali ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Specta Jateng Ultimate Offroad Challenge 2024. 

Kompetisi yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Kodam IV Diponegoro, Sigar Bencah, Kota Semarang pada 3-4 Agustus 2024 ini disambut antusisme peserta dan pengunjung. 

Setidaknya sebanyak 1.430 orang racer memeriahkan perhelatan ini, mereka berasal berbagai dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah pelaksanaan daripada pelaksanaan offroad hari ini berjalan cukup meriah, diikuti sekitar 1.430 racer,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana usai sambutan pada acara Specta Jateng Ultimate Offroad Challenge pada Minggu (4/8/2024).

Kompetisi offroad ini mempertandingkan lima nomor yakni special competition stage roda 4, country road roda 4, adventure roda 2, adventure roda 4, serta remote control. 

Para racer yang bertanding memerebutkan trophy Gubernur Jateng dan tiket kejurnas seri 1 Indonesia Offroad Federation (IOF).

Sejumlah atlet nasional juga turut ambil bagian dalam event ini. Mereka adalah Dr Jack dari NTB, Memen Harianto dari DKI, Joko Permana dari DKI dan Wahyu Lamban dari Yogyakarta.

“Jadi cukup seru ya, karena ini menantang alam, lokasi ini merupakan daerah perbukitan yang sangat menantang, sehingga ini suatu tantangan bagi para racer, dan diperlombakan ini untuk tingkat racer daerah dan racer nasional,” ujarnya.

Nana berharap penyelenggaraan kompetisi ini akan meningkatkan kualitas para atlet dari amatir menuju profesional. 

Selain itu, harap dia, dengan beragam event sport tourism, Jateng dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak potensi wisata unggulan. 

Ketika Jateng semakin banyak dikenal, lanjut Nana, maka UMKM dan ekonomi kreatifnya pun semakin tumbuh sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin baik.

Sementara itu, Ketua umum IOF Sam Budigusdian menyambut positif Specta Jateng Ultimate Offroad Challenge 2024 yang digelar Pemprov Jateng. 

Menurutnya, upaya Pemprov Jateng dalam membumikan sport tourism berbasis komunitas bener-benar terwujud. Apalagi, komunitas offroader ini merupakan komunitas besar, yang memang perlu dipelihara dengan baik.

“Mudah-mudahan dari Jawa Tengah ini, provinsi-provinsi lain mengikuti pola-pola yang dikembangkan, salah satunya menggelar event sport tourism berbasis komunitas,” harapnya.

Event Specta Jateng Ultimate Offroad Challenge 2024, imbuhnya, seperti mata air bagi para penggiat sport tourism berbasis komunitas, setelah wabah COVID-19 memaksa untuk menghentikan semua kegiatan. 

“Terima kasih sekali lagi pada jajaran Provinsi Jawa Tengah, Pak Pj Nana Sudjana dengan Pak Pangdam yang memberikan fasilitas tempat bermain yang begitu indah di 200 hektare lahan milik Kodam,” katanya.

Kolaborasi Sore dan Barasuara Pukau Penonton Lintas Resonan di Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kolaborasi dua grup musik Sore dan Barasuara sukses memukau para penonton yang hadir pada acara Lintas Resonan di Openaire Resto Bar Market, Kota Semarang, Sabtu (3/8/2024).

Lagu hits dari Barasuara seperti Bahas Bahasa serta Sssst dari Sore membuat para penonton yang hadir kompak bernyanyi bersama serta menambah hangat suasana.

Geup musik Sore dan Barasuara membawakan beberapa format yaitu kolaborasi membawakan lagu Sore, kolaborasi membawakan lagu Barasuara, Sore membawakan lagu Barasuara, Barasuara membawakan lagu Sore.

Kemudian, dua grup musik ini juga membawakan lagu masing-masing dan penampilan kolaborasi lintas genre ini membawa warna baru yang menggetarkan hati para penikmat musik.

Lintas Resonan merupakan wadah bagi para musisi untuk melampaui batasan kebiasaan dan menjelajahi berbagai kemungkinan kreatif dalam dunia musik.

Wendi Putranto selaku Perwakilan Lintas Resonan menyatakan bahwa ini pertama kalinya Lintas Resonan hadir di Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Ini adalah panggung pertama Lintas Resonan di Semarang dan ternyata memang kami mendapat sambutan baik dari para pecinta musik Semarang. Kami membawa Sore dan Barasuara untuk menampilkan kolaborasi istimewa dengan memberikan pengalaman yang berbeda dan inspiratif bagi para Pelintas Batas. Kami yakin Semarang akan menjadi tuan rumah yang sempurna untuk seri ke delapan ini,” katanya.

Dirinya menyebut Lintas Resonan menampilkan kolaborasi dua musisi lintas genre yang diselenggarakan di sepuluh titik di lima kota, salah satunya di Kota Semarang.

Iga Massardi, gitaris san vokalis Barasuara menyampaikan antusiasnya saat tampil di Kota Semarang bersama grup musik Sore.

Menurut dia, Koya Semarang sangat spesial dengan energi dan semangat musiknya yang tinggi.

Dirinya menghadirkan kolaborasi yang tak terlupakan bagi para pelintas batas di Kota Semarang.

“Saya senang banget dengan konsep perform Lintas Resonan yang jaraknya dekat dengan penonton,” ujarnya.

Awan Garnida, vokalis dan bassis Sore menambahkan, intimasi dan energi yang muncul sangat luar biasa.

“Dan kami juga senang bisa berinteraksi dan silaturahmi dengan teman-teman pelintas batas di Semarang” katanya.

Hadiri Pelantikan Pengurus PWNU Jateng, Nana Sudjana Ajak Tingkatkan Sinergi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sebanyak 60 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa Khidmat 2024-2029 resmi dilantik di Auditorium Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang Sabtu (3/8/2024).

Pelantikan ini sesuai dengan hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI NU Jawa Tengah di Pekalongan pada Maret 2024 yang dalam konferwil telah disepakati bahwa KH Ubaidullah Shodaqoh sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Ghaffar Rozin sebagai Ketua Tanfidziyah.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana turut menyaksikan prosesi pelantikan pengurus PWNU Jateng yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Nana menyampaikan selamat atas amanah yang diemban pengurus baru, sekaligus mengingatkan bahwa mereka harus melaksanakan tugas dengan baik, sesuai dengan tema yang diusung, yakni “Berkhidmat, Bermartabat Membangun Peradaban”. 

“Khidmat ini hendaknya dijalankan dengan penuh dedikasi dan bermartabat. Sebab, ada marwah organisasi yang juga perlu dijaga dan dijunjung tinggi,” kata Nana. 

Olah karena itu, para pengurus yang baru saja dilantik tersebut diharapkan dapat mengejawantahkan cara berpikir, cara bersikap, dan bertindak, guna menjaga marwah organisasi.

Menurut Nana, selama ini PWNU Jateng sudah bersinergi dengan Pemprov Jateng. Sinergi ini, diharapkan dapat terus ditingkatkan sebab Pemprov Jateng butuh keterlibatan banyak pihak dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Ia menyebut sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diatasi diantaranya perihal pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengentasan kemiskinan, kesejahteraan masyarakat, dan lainnya. 

“Kami harapkan dengan SDM yang unggul, dilandasi keimanan kepada Allah SWT, Insyaa Allah Jawa Tengah semakin maju, dan mampu menyelesaikan dan memberikan solusi dari berbagai persoalan yang ada di masyarakat Jateng,” ujarnya.

Nana mengingatkan agar NU tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dengan tetap mengedepankan budaya luhur bangsa Indonesia. Sebab, persatuan akan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin menyatakan amanah yang diembannya merupakan tantangan maka pihaknya membuka komunikasi dan kolaborasi seluas-luasnya untuk mengembangkan dan memajukan masyarakat Jateng maupun NU Jateng. 

“Untuk menuju kesana tentu saja PWNU terbuka untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja, dalam rangka mengembangkan dan memajukan masyarakat Jateng dan NU di jateng,” katanya.

Indosat Melalui Tri Perkuat dan Perluas Jaringan Jateng DIY

SEMARANG – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri, konsisten mewujudkan komitmennya dengan memperkuat dan memperluas jaringan di seluruh Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga ke pelosok Jawa Tengah.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat akses jaringan, sekaligus memberdayakan masyarakat setempat, khususnya generasi muda melalui dunia digital.

Data Indeks Masyarakat Digital (IMDI) dan indeks literasi digital di DIY dan Jawa Tengah lebih tinggi daripada skor nasional, serupa dengan penetrasi internet di wilayah DIY sebesar 88,73% dan Jawa Tengah sebesar 81.32%, melebihi tingkat nasional sebesar 79,5%. Ini menjadi satu alasan Tri untuk terus memperkuat jaringan di wilayah tersebut.

Soejanto Prasetya, Acting Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan Tri, sebagai brand yang dikenal dekat dengan Gen Z, berupaya untuk terus memberdayakan masyarakat khususnya anak muda di dunia digital secara konsisten. Maka, Tri menyediakan cakupan jaringan dan jangkauan distribusi yang luas di setiap area. Perluasan jaringan senantiasa dilakukan hingga ke pelosok perdesaan dan area terluar Jawa Tengah seperti Pulau Karimun Jawa.

“Tujuan kami meningkatkan kualitas dan menambah akses. Sehingga dapat memberikan fasilitas yang hemat dan cepat dari Tri, yang bermanfaat untuk mendukung aktivitas digital pelanggan dalam kesehariannya,” kata dia.

Hingga Juni 2024, Tri memiliki sebanyak 6.187 sites di seluruh wilayah DIY dan Jawa Tengah. Penambahan sites ini memungkinkan layanan Tri menjangkau 99% dari total populasi masyarakat di DIY dan Jawa Tengah.

Perkuatan dan perluasan jaringan secara terus-menerus ini didukung dengan optimasi yang dilakukan di setiap BTS dan penambahan titik distribusi melalui mitra-mitra Tri, yakni 3Kiosk, 3Store, dan Outlet Tri.

Pemerataan distribusi ini dilakukan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat setempat hingga ke pelosok perdesaan untuk dapat merasakan pengalaman digital.

Sedangkan, perluasan titik distribusi merupakan upaya Tri dalam menumbuhkan potensi kewirausahaan masyarakat setempat serta membangkitkan perekonomian lokal.

Sampai saat ini, di DIY terdapat delapan 3Kiosk dan di Jawa Tengah ada 74 3Kiosk, serta total lima 3Store di kedua wilayah tersebut, yang aktif beroperasi melayani para pelanggan.

“Melalui perkuatan dan perluasan jaringan, kami ingin turut berkontribusi pada pemerataan akses jaringan hingga ke pelosok perdesaan di Indonesia. Selanjutnya, kami akan terus memberdayakan masyarakat melalui kemitraan dengan wirausaha lokal, didukung dengan jaringan hemat dan cepat, serta pilihan kuota harga hemat Tri yang sesuai kebutuhan pelanggan,” pungkasnya.

Berkat Inovasi Nagamas, Pemprov Jateng Mampu Masifkan Publikasi Program

SEMARANG (lensasemarang.com) – Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat inovasi kehumasan guna mempermudah publikasi program dan kebijakan dari pimpinan daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. 

Dengan demikian, publikasi atas kebijakan-kebijakan pemerintah setempat bisa lebih massif sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas. 

Inovasi yang diberi nama Narasi Tunggal Kehumasan (Nagamas) itu telah resmikan oleh Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana pada Senin (15/7/2024). 

Inovasi tersebut sudah dipakai oleh sejumlah OPD Pemprov Jateng. Dengan aplikasi itu, mereka lebih mudah untuk mensosialisasikan program dan kegiatannya. 

Kepala Bagian Humas dan Protokol Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dicky Adinurwanto, mengatakan bahwa aplikasi Nagamas ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik terhadap kebutuhan informasi. 

“Inovasi ini untuk membantu menciptakan konten publikasi pimpinan daerah Provinsi Jawa Tengah yang konsisten, seragam, efektif, efisien, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” katanya di Semarang, Jumat (2/8/2024).

Dicky menjelaskan, alur kerja dari Nagamas ini dilakukan oleh masing-masing OPD dengan masuk dalam website menggunakan username dan password yang telah ditentukan.

Berikutnya operator dari OPD tersebut akan mengakses menu desain template, kemudian menginput informasi yang akan dipublikasikan dalam format yang sudah tersedia.

Setelah itu, informasi yang telah diinput ke dalam format atau template tersebut, kemudian diunduh untuk diunggah ke website maupun media sosial masing-masing OPD.

“Nagamas akan memudahkan OPD yang selama ini kesulitan dan belum maksimal dalam mensosialisasikan program-programnya, karena kurangnya sumber daya manusia yang ahli dalam hal publikasi,” ujarnya.

Dicky mengatakan, dengan Nagamas diharapkan kualitas kerja organisasi pemerintahan meningkat, sehingga sistem pemerintahan yang efektif dan menyeluruh dapat terwujud.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mendukung dan mengapresiasi inovasi yang digagas oleh Humas Pemprov Jateng tersebut sebab publikasi program dari pimpinan daerah sangat penting untuk masyarakat.

“Ini menjadi sarana untuk teman-teman bisa meng-update dan manyampaikan informasi kehumasan secara rutin. Mudah-mudahan segera berjalan dengan cepat, karena ini sudah dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.