Home Blog Page 21

Dana Kelolaan Tembus Rp 70 Triliun, Mandiri Investasi Jajaki Peluncuran Reksa Dana ETF Emas Syariah di Awal 2026

JAKARTA– PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berencana meluncurkan Reksa Dana ETF Syariah berbasis emas pada kuartal pertama 2026. Untuk mematangkan persiapan produk tersebut, Mandiri Investasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mandiri Sekuritas pada Jumat (28/11/2025). Mandiri Sekuritas akan berperan sebagai Dealer Partisipan, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia untuk ETF emas.

Kolaborasi dua entitas dalam Bank Mandiri Group ini bertujuan memperkuat ekosistem perdagangan ETF Emas Syariah agar lebih likuid, terjangkau, dan mudah diakses. Investor nantinya dapat membeli dan menjual unit layaknya transaksi saham di Bursa Efek Indonesia melalui Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.

Direktur Mandiri Investasi, Hardiyanto Pilia, menjelaskan bahwa ETF yang akan diluncurkan merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif dengan underlying emas fisik yang tersimpan di lembaga penyimpanan resmi dan terdaftar sebagai LJK Bulion. Produk ini menawarkan eksposur langsung terhadap emas fisik murni dan mengikuti prinsip syariah sesuai Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

“Investor tidak perlu repot menyimpan emas fisik. Unit penyertaannya dirancang mengikuti harga emas domestik maupun global, mudah diperdagangkan, dan biayanya terjangkau. Produk ini cocok bagi semua segmen investor,” ujar Hardiyanto.

Mandiri Investasi optimistis ETF ini akan disambut baik, terutama di tengah meningkatnya permintaan terhadap instrumen emas akibat dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar. Tren global juga menunjukkan minat besar pada ETF emas, dengan AUM mencapai USD 472 miliar per September 2025 menurut World Gold Council.

Mandiri Sekuritas, selain menjadi perantara transaksi di bursa, akan menangani pembelian dan penjualan emas fisik dengan penyedia emas dalam proses creation dan redemption unit di pasar primer. Hal ini memastikan ketersediaan likuiditas bagi produk ETF tersebut.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyampaikan bahwa kehadiran produk ini akan memberikan alternatif investasi yang transparan dan kompetitif bagi publik. “NAB dipublikasikan secara rutin, spread kompetitif, dan volatilitas harga lebih terkelola. Selain itu, likuiditas terjaga sehingga investor dapat bertransaksi dengan nyaman,” ujarnya.

Menurut Oki, ETF Emas Syariah yang dikembangkan bersama Mandiri Investasi ini akan menjadi solusi bagi investor yang menginginkan instrumen aman, fleksibel, dan sesuai untuk diversifikasi portofolio. Dukungan ekosistem Mandiri Group juga dinilai memberi keamanan tambahan bagi investor.

Mandiri Investasi berharap produk baru ini turut mendorong pertumbuhan dana kelolaan (AUM) pada 2026. Hingga 28 November 2025, total AUM konsolidasi perusahaan telah menembus lebih dari Rp70 triliun dan diproyeksi terus meningkat hingga akhir tahun.

Sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi kini mengelola 54 produk yang mencakup ETF, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, produk alternatif, hingga produk bertema ESG. Produk ETF sebelumnya antara lain Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG, Mandiri Investa Indeks Obligasi Negara, Mandiri ETF LQ45, dan Mandiri ETF SRI-KEHATI. ETF Emas Syariah akan memperkuat portofolio tersebut. Seluruh produk Mandiri Investasi tersedia melalui 43 APERD, termasuk bank, perusahaan sekuritas, fintech, dan mitra distribusi di Singapura.

Inovasi produk dan konsistensi kinerja membuat Mandiri Investasi meraih kepercayaan publik serta sejumlah penghargaan dari Alpha Southeast Asia, Bareksa, dan InvestorTrust & Infovesta.***

Soroti Transparansi dan Keadilan Pengelolaan PNBP Pertanahan, Komisi II DPR RI Kunjungi BPN Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI bertema “Pengawasan PNBP di Sektor Pertanahan” pada Rabu (20/11).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara legislatif dan BPN dalam meningkatkan tata kelola penerimaan negara serta memastikan pelayanan pertanahan yang lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

Rombongan Komisi II dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, bersama sejumlah anggota dari berbagai fraksi dan perwakilan Kementerian ATR/BPN.

Kepala Kanwil BPN Jateng, Lampri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum evaluasi untuk semakin memperkuat integritas tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor pertanahan serta mendorong peningkatan kualitas layanan publik.

Dalam pemaparannya, Lampri memaparkan delapan program prioritas Kanwil BPN Jawa Tengah yang tengah dijalankan untuk mendukung kebijakan nasional Kementerian ATR/BPN, yaitu memaksimalkan realisasi anggaran, percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), percepatan sertifikasi tanah wakaf, mewujudkan kabupaten/kota lengkap.

Kemudian, peningkatan pelayanan prioritas, implementasi strategi komunikasi (Strakom), pengadaan tanah, dan pembangunan Zona Integritas

Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat akuntabilitas, memperluas digitalisasi layanan, serta memastikan target PNBP dicapai secara terukur dan berintegritas.

Dalam sesi dialog, Aria Bima memberikan penekanan terkait pentingnya pengawasan PNBP tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga pada rasa keadilan publik.

“Untuk PNBP, harapannya bagi Jawa Tengah bukan hanya resmi dalam laporan keuangan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat ketika berurusan dengan kantor pertanahan. Masyarakat harus pulang dengan perasaan ‘dilayani’, bukan dipersulit,” tegasnya.

Ia juga mendorong jajaran BPN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus membuka ruang diskusi internal dan bersama para pemangku kepentingan.

“Kami harap Kakanwil dan para Kepala Kantor Pertanahan terus mengadakan diskusi-diskusi. Melalui pertemuan seperti ini, banyak hal dapat kita ambil untuk menjadi langkah perbaikan yang konkret dan terukur,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan kerja antara Komisi II DPR RI dan BPN semakin solid dalam merumuskan kebijakan strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pertanahan.

Penguatan integritas, digitalisasi layanan, dan optimalisasi pengawasan internal menjadi fokus utama dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

BPN Provinsi Jateng-Kodam IV/Diponegoro Teken Kerja Sama Sertipikasi Aset dan Penanganan Permasalahan Pertanahan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro terkait Sertipikasi Tanah Aset, Penanganan Permasalahan Pertanahan, serta Pendampingan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam urusan administrasi pertanahan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro beserta jajaran tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepastian hukum, keamanan, dan penataan aset negara, khususnya aset tanah yang digunakan untuk kepentingan pertahanan.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Lampri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, namun merupakan komitmen jangka panjang untuk menjaga aset negara agar tidak disalahgunakan maupun menjadi objek sengketa. 

Penguatan legalitas aset tanah TNI AD juga berperan penting dalam mendukung tugas pokok Kodam, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pertahanan.

Capaian Sertipikasi Aset Tahun 2025

Sebagai bagian dari kolaborasi yang telah berjalan, Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan 10 sertipikat tanah milik TNI AD di wilayah Kodam IV/Diponegoro dengan luas keseluruhan 576.013 m², tersebar di Kabupaten Pemalang, Tegal, Kebumen, Sleman, Pati, Sukoharjo, serta Kota Semarang dan Surakarta.

Capaian tersebut menjadi bukti konkret penguatan sinergi antara BPN dan TNI AD dalam penataan aset negara secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan adanya perjanjian kerja sama yang baru ditandatangani ini, BPN Jateng dan Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk mempercepat sertipikasi aset, menyelesaikan berbagai permasalahan pertanahan secara komprehensif, serta meningkatkan peran Babinsa dalam mendukung tertib administrasi pertanahan di tingkat desa.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga aset negara, mendukung kesinambungan pembangunan, serta meningkatkan kualitas layanan pertanahan kepada masyarakat.

Sarana Edukasi Sejarah, Wakil Ketua DPRD Jateng Ajak Sekolah Nobar Film Batang Rewind

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak para guru dan sekolah di Kabupaten Batang untuk menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter “Batang Rewind” sebagai sarana edukasi sejarah bagi para pelajar.

“Film ini bukan hanya sekadar karya, tetapi mengandung banyak muatan edukasi untuk generasi muda tentang pentingnya sejarah. Saya sangat mengapresiasi upaya ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, tentang sejarah Kabupaten Batang,” kata Saleh.

Hal itu disampaikan Saleh usai menghadiri launching film dokumenter tersebut yang digarap komunitas Pegiat Literasi Batang, di Aula Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu.

Film dokumenter bertajuk “Batang Rewind” ini merupakan produksi kedua komunitas tersebut, setelah sebelumnya merilis film dokumenter “Mencari Jejak Mbah Rifaiyah”. Film dapat diakses secara gratis melalui kanal YouTube Pegiat Literasi Batang.

Saleh berharap, sekolah-sekolah di Batang dapat memanfaatkan film ini sebagai media pembelajaran alternatif.

“Saya berharap film ini dapat disebarkan ke sekolah-sekolah dan ditonton oleh anak-anak. Guru-guru bisa mengajak siswa untuk nonton bareng sebagai bagian dari pembelajaran sejarah lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saleh juga menyampaikan kesimpulan penting yang diperoleh sepanjang proses pembuatan film dokumenter tersebut. Menurutnya, kekayaan sejarah Kabupaten Batang perlu difasilitasi dengan keberadaan museum khusus.

“Kami menyadari bahwa Kabupaten Batang sudah pantas memiliki Museum Batang untuk menyimpan, melestarikan, dan merawat peninggalan sejarah yang sangat banyak dan beragam,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng : Jangan Sampai Ada Korban Bencana Yang Telantar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa penanganan korban bencana di Jateng harus dilakukan secara tuntas dan jangan sampai ada warga yang terlantar.

Hal ini disampaikan Saleh menanggapi beberapa kejadian bencana di wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu lalu.

Saleh menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD serta seluruh elemen terkait telah bergerak cepat dalam melakukan penanganan tanggap darurat.

Upaya tersebut mencakup evakuasi warga terdampak, pembukaan posko pengungsian, penyediaan logistik, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur dasar.

Menurut dia, pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan kerusakan serta memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami di DPRD juga melakukan monitoring langsung dan siap mendukung percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi melalui dukungan anggaran dan kebijakan,” ujar Saleh.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun masyarakat yang tangguh bencana. Menurutnya, konsep tangguh bencana adalah kondisi ketika masyarakat mampu mengenali risiko, mengurangi dampak, serta cepat bangkit setelah terjadi bencana.

Ia menegaskan bahwa ketangguhan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh lapisan mulai dari tingkat keluarga, desa, hingga pemerintah daerah dan pusat.

“Masyarakat yang tangguh harus memiliki kesadaran, pengetahuan, keterampilan, serta jejaring sosial yang kuat,” katanya.

Dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana, Saleh mengungkapkan beberapa hambatan yang masih ditemui di lapangan, antara lain tingkat kesadaran dan edukasi kesiapsiagaan yang masih beragam, tata ruang yang belum sepenuhnya berbasis mitigasi, keterbatasan sistem peringatan dini di wilayah rawan, hoaks dan disinformasi yang memperlambat respon dan koordinasi lintas sektor yang perlu diperkuat secara sistematis.

Tantangan-tantangan tersebut harus diatasi melalui upaya bersama dan perencanaan jangka panjang.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengintensifkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini dan pemetaan risiko, pembersihan serta normalisasi sungai dan saluran air, simulasi kebencanaan di sekolah, desa, dan wilayah rawan, peningkatan kapasitas relawan dan aparatur desa dan penguatan regulasi dan anggaran kebencanaan berbasis kebutuhan wilayah

Saleh menyebut langkah-langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi kerugian dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Terkait penanggulangan bencana, Saleh menegaskan bahwa sinergi antarpihak sangat penting. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa harus terhubung dalam sistem informasi dan koordinasi yang baik.

Selain itu, komunitas relawan, perguruan tinggi, media, dan sektor swasta juga harus menjadi bagian dari ekosistem penanggulangan bencana.

Saleh menyatakan bahwa edukasi publik harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan media yang dekat dengan masyarakat, seperti sekolah, rumah ibadah, radio komunitas, media sosial, hingga pelatihan di desa. Informasi yang diberikan harus sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami.

Ia juga mengingatkan bahaya hoaks yang sering muncul saat bencana. Menurutnya, disinformasi dapat memperburuk keadaan dan membuat penanganan menjadi lambat.

“Masyarakat harus mengutamakan informasi resmi dari BPBD atau BNPB. Media perlu memperkuat cek fakta, dan pemerintah harus mempercepat arus informasi resmi. Pelaku penyebaran hoaks harus ditindak tegas demi keselamatan publik,” tegasnya.

Mohammad Saleh mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk selalu waspada, menjaga lingkungan, saling peduli, serta aktif mengikuti pelatihan kebencanaan.

“Semoga dengan semangat Sinergi Bersama Bangun Jateng Tangguh Bencana, Jawa Tengah menjadi daerah yang lebih aman, resilien, dan kuat menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Mantan Ketua Koperasi BLN Nicholas : Tanggung Jawab Selesaikan Pengembalian Dana Rp2,1 Triliun

SEMARANG – Kisruh dana Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) belum terselesaikan. Meski demikian, BLN menjanjikan pengembalian dana anggota dan penyerta modal dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun.

BLN tidak dapat memenuhi hak anggota pada Maret 2025 karena sejumlah faktor. “Unit-unit usaha belum memberikan kontribusi maksimal. Bahkan akhir-akhir ini banyak direksi yang tidak kooperatif, dipanggil tidak datang, dimintai pertanggungjawaban pengelolaan keuangan juga tidak memberikan,” ujarnya.

Mantan Ketua Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN), Nicholas Nyoto Prasetyo, akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui kuasa hukumnya, Herry Darman, terkait polemik pengembalian dana anggota yang kembali mencuat dalam beberapa pekan terakhir.

Dari pembahasan tersebut, Nicholas menyatakan kesiapannya memenuhi kewajiban pengembalian dana anggota dengan total nilai mencapai Rp2,1 triliun.

“Kami bertemu dan membicarakan polemik tersebut, beliau (Nicholas) siap mengembalikan uang anggota Koperasi BLN sebesar Rp2,1 triliun. Klien kami tanggung jawab, pengembalian akan dimulai 1 Januari 2025 dan paling lambat selesai pada akhir Juni 2026. Skemanya akan diatur bertahap sesuai mekanisme yang ditentukan,” kata Herry Darman, Selasa (25/11).

Nantinya pengurus Koperasi BLN yang dipimpin Agus Widiarto akan menangani seluruh proses teknis pencairan dana, sementara Nicholas saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Terkait, tuduhan kliennya dalam hal ini Nicholas berupaya menghindari tanggung jawab. Namun persoalan yang berkembang justru dipicu isu internal yang menggiring opini publik secara keliru.

“Jadi muncul narasi seolah Nicholas tak menyelesaikan kewajiban pengembalian dana anggota, padahal penarikan dana baru dapat dilakukan setelah masa tunggu enam bulan sesuai aturan koperasi,” ujarnya.

Sebagai kuasa hukum, pihaknya mengimbau anggota Koperasi BLN untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. “Klien kami telah menunjukkan itikad baik dengan menyanggupi pengembalian dana tersebut,” pungkas Herry.

Sebelumnya, sejumlah anggota Koperasi BLN di beberapa daerah seperti Salatiga, Boyolali, dan Surakarta melaporkan pengurus ke pihak kepolisian. Mereka mengaku tidak lagi menerima keuntungan atas modal yang disetorkan serta kesulitan menarik simpanan.

Polemik mencuat saat koperasi melakukan konversi program dari Sipintar—dengan bunga 4,17 persen—ke program Sijangkung dengan bunga 2 persen per bulan.

BLN tercatat memiliki sekitar 40.000 anggota yang tersebar di 24 kantor cabang. Total dana anggota yang dihimpun diperkirakan mencapai Rp3,1 triliun.

Siapkan Atlet Muda Berbakat, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kompetisi Judo Rutin

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah yang juga Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengprov PJSI) Jateng, Mohammad Saleh, mendorong kegiatan kompetisi bela diri judo rutin berlangsung.

Dia menegaskan pentingnya penyelenggaraan kompetisi judo secara rutin sebagai upaya pembinaan dan pencarian bibit atlet muda berbakat.

Ia menilai, melalui ajang seperti Kejurprov, para atlet muda dapat mengasah kemampuan serta menyiapkan diri untuk menjadi penerus atlet-atlet senior Jawa Tengah.

Kompetisi seperti ini harus lebih sering terjadwalkan. Dari sinilah kita bisa menemukan dan membina atlet-atlet muda potensial yang nantinya siap melapisi atlet senior,” ujar Saleh saat meninjau persiapan kejuaraan judo tingkat Jateng di Semarang, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, olahraga judo di Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, hal itu perlu ditopang dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan terhadap pelatih serta klub-klub judo di daerah.

Saleh menambahkan, dengan kompetisi yang terencana dan berjenjang, regenerasi atlet akan berjalan baik. Serta prestasi judo Jawa Tengah dapat terus meningkat di tingkat nasional.

“Kita ingin Kejurprov ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan. Regenerasi atlet harus disiapkan sejak dini agar prestasi judo Jawa Tengah bisa terus berlanjut,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng itu.

Kegiatan peninjauan ini juga menjadi bentuk dukungan moral dari Mohammad Saleh kepada para panitia dan atlet yang akan bertanding. Ia berharap semangat sportivitas dan persaudaraan tetap terjunjung tinggi selama kejuaraan berlangsung.

Dengan dorongan dan perhatian dari Pengprov PJSI Jateng, harapannya ke depan judo semakin generasi muda minati serta mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membawa nama harum Jateng di tingkat nasional maupun internasional.

Puan Maharani Desak Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Alvaro

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang ditemukan twas usai diculik oleh ayah tirinya delapan bulan lalu.

Menurut dia, kasus kekerasan terhadap anak juga menjadi tanggung jawab negara yang wajib menjamin perlindungan anak.

“Karena hal-hal seperti ini memang bukan hanya merupakan tanggung jawab dari keluarga, atau sekolah, juga merupakan tanggung jawab dari negara. Karenanya kami meminta kepada seluruh stakeholder yang terkait untuk bisa menindaklanjuti hal ini secara serius,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/11/2025). 

Politikus PDI-P ini menilai kasus pembunuhan terhadap Alvaro menambah daftar kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menjadi perhatian serius nasional.

“Kami sangat prihatin dan turut berbelasungkawa. Tentu saja, ini merupakan, sudah merupakan darurat, situasi darurat yang memang harus ditanggapi secara saksama,” ujar Puan. 

Menurut dia, pimpinan DPR akan meminta komisi terkait memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Evaluasi sistem perlindungan anak dan penanganan kasus kekerasan akan menjadi fokus pembahasan.

“Dan di DPR, kami akan meminta komisi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi. Dan bisa dilakukan tindak lanjut ataupun langkah-langkah yang lebih efektif ke depannya,” kata Puan.

Puan Maharani Ingatkan RS Jangan Ada Lagi Warga Tak Tertangani

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan kepada seluruh rumah sakit, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), agar tak ada lagi warga yang tidak ditangani atau dilayani, menyusul kasus ibu hamil di Papua yang ditolak sejumlah rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Puan mengatakan kasus di Papua itu menjadi perhatian serius dari DPR RI dan akan meminta kepada komisi terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan hal-hal yang terkait dengan penanganan kesehatan.

“Jadi, jangan sampai terjadi lagi penanganan atau kelalaian penanganan kesehatan yang terjadi seperti ini,” kata Puan usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Dirinya juga meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk bisa mengevaluasi penanganan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit.

Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan untuk melakukan audit terhadap rumah sakit di Provinsi Papua guna menanggapi kabar seorang ibu hamil yang sempat ditolak empat rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia.

Usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Karnavian melaporkan bahwa pihaknya sudah meminta Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri untuk mengunjungi rumah korban, sekaligus memberi bantuan.

“Perintah beliau untuk segera lakukan perbaikan audit. Melakukan audit internal masalahnya di mana. Dikumpulkan rumah sakit-rumah sakit itu, termasuk juga pejabat-pejabat yang di Dinas Kesehatan dan lain-lain, baik provinsi, kabupaten dan yang (rumah sakit) swasta,” kata Tito saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/11/2025).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama tim dari Kemendagri pun hari ini sudah berada di Jayapura untuk segera melakukan audit rumah sakit.

Melalui Yellow Fun Walk, Wakil Ketua DPRD Jateng Muhammad Saleh Gelorakan Hidup Sehat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jateng Muhammad Saleh mengajak masyarakat terus menggelorakan hidup sehat, salah satunya Lewat Yellow Fun Walk di halaman kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah di Jalan Kyai Saleh Kota Semarang, Minggu pagi (23/11/2025) yang diikuti ratusan masyarakat bersama para kader Partai Golkar.

Mengusung tema “Langkah Sehat Hati Ceria, Bareng Golkar Kita Bahagia”, agenda jalan sehat ini digelar untuk memperingati HUT ke-61 Partai Golkar serta sebagai ajang rekreasi sekaligus kampanye hidup sehat. 

Sejak pukul 06.00 WIB, para peserta tampak antusias bersiap menempuh rute yang dimulai dari Jalan Kyai Saleh, kemudian melintasi Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, kawasan Simpang Lima, Jalan Pandanaran, hingga Jalan Bergota, sebelum kembali ke titik pemberangkatan. 

Sekarang keinginan masyarakat untuk hidup sehat kan luar biasa. Ada fun run, fun walk, saya kira ini budaya sehat yang bagus, gerakan masyarakat sehat ini juga untuk mendukung program pemerintah untuk hidup sehat,” katanya.

Mohammad Saleh yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Jateng, mengatakan bersama kader dan masyarakat, kompak mengenakan kaus kuning. Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat sepanjang acara jalan sehat.

Saleh mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga santai serta pentingnya menerapkan hidup sehat menjadi dorongan utama pelaksanaan kegiatan Yellow Fun Walk ini.

Yellow Fun Walk sendiri dimeriahkan dengan berbagai acara. Seperti senam zumba yang dipandu instruktur Zin Toffa, musik dan hiburan, serta undian doorprize bagi peserta. Selain itu juga ada bazar produk UMKM dan kuliner lokal. 

Saleh menekankan, partainya terus berupaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat untuk mempersiapkan Pemilu berikutnya. Hal ini dilakukan dengan beragam kegiatan di bidang keagamaan, sosial, kesehatan, dan lingkungan hidup. 

“Setiap Musda kita pun ke pondok-pondok pesantren, kita bertemu dengan kiai dan ulama. Tujuan kita adalah silaturahmi dan kedua agar masyarakat tahu bahwa Golkar ini ada kegiatan yang sifatnya langsung menyentuh kepada masyarakat,” ujarnya.