Home Blog Page 23

Mohammad Saleh Minta Pemprov Jateng Genjot Pertumbuhan Ekraf

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang kini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

Berdasarkan laporan Kementerian Ekonomi Kreatif, Jateng berhasil meraih posisi kedua secara nasional dalam hal ekspor produk ekonomi kreatif. Pada semester 1-2025, nilai ekspor ekraf Jateng tercatat mencapai angka fantastis, sekitar Rp53 triliun.

Menurut dia, angka tersebut bukan hanya menunjukkan daya saing produk kreatif Jawa Tengah di pasar global, namun juga menandakan keberhasilan strategi pemerintah daerah dalam mendorong pelaku ekraf untuk menembus pasar internasional.

Di sisi lain, daya tarik investasi di sektor ekraf Jateng juga menunjukkan angka mengesankan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jateng menempati posisi ketiga sebagai tujuan investasi sektor ekraf terbesar di Indonesia. Total investasinya yakni mencapai Rp11,45 triliun pada semester I-2025.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah bukan hanya sebagai pusat kreativitas. Tetapi, juga sebagai lahan subur bagi investor yang ingin menanamkan modal di industri kreatif,” kata Ketua DPD Golkar Jateng itu.

Jawa Tengah juga mendapat pengakuan sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, sebuah indikasi jelas bahwa provinsi ini memiliki potensi luar biasa di sektor ekonomi kreatif.

Salah satu subsektor yang mendominasi ekspor produk ekraf dari Jawa Tengah adalah fesyen, kriya, dan kuliner, yang telah menjadi tulang punggung bagi produk-produk kreatif dari provinsi ini dan Indonesia secara keseluruhan.

Mohammad Saleh mengungkapkan, meski perkembangan ekraf sudah menunjukkan hasil yang positif, Pemprov Jawa Tengah harus tetap konsisten dan proaktif dalam memberikan dukungan kepada pelaku ekraf.

“Kita tidak boleh lengah. Pemerintah harus terus mendorong ekosistem yang mendukung sektor ini, mulai dari penguatan infrastruktur, pelatihan, hingga membuka peluang lebih besar untuk akses pasar global,” tegasnya.

Dengan adanya perkembangan ini, Saleh optimistis sektor ekonomi kreatif akan menjadi pilar penting dalam perekonomian Jawa Tengah di masa depan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di provinsi ini.

“Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar, dan kita harus memastikan bahwa sektor ekonomi kreatif ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal,” kata Mohammad Saleh.

Bawaslu RI Gelar Literasi Data Pengawasan Pemilu Di FISIP Undip Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia menggelar Program Literasi Data Pengawasan Pemilu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Selasa (18/11/2025), sebagai upaya memperkuat peran pengawasan pemilu di kalangan generasi muda atau milenial.

Program Literasi Daya Pengawasan Pemilu yang berlangsung secara interaktif dan diikuti para mahasiswa itu mengusung tema “Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu Melalui Literasi Data” sehingga menjadi jembatan penting antara pengawas pemilu dan dunia akademik.

Selain untuk memperkuat pemahaman akademik, program Bawaslu RI ini menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan pihak akademisi atau kampus. Terlebih dalam membangun generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menjadi agen pengawasan pemilu di masa mendatang.

Komisioner Bawaslu RI, Puadi, menegaskan, literasi data menjadi salah satu kunci memperkuat pemahaman publik terhadap proses pemilu sehingga seluruh temuan dan laporan pengawasan tidak boleh berhenti sebagai data mentah.

Menurut dia, data tersebut harus diolah menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk riset, kajian akademik, hingga penyusunan skripsi dan tesis.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar data hasil pengawasan pemilu benar-benar menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi mahasiswa,” ujarnya. 

Kegiatan literasi ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow ke 13 kampus di berbagai daerah. Termasuk Undip, yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam penguatan demokrasi.

Menanggapi kekhawatiran mahasiswa terkait potensi intimidasi terhadap pelapor pelanggaran pemilu. Puadi menegaskan bahwa pelapor tidak perlu takut. 

“Jika intimidasi masuk ranah pidana umum, bisa dilaporkan ke aparat berwajib. Kalau pidana pemilu, prosesnya mengikuti hukum acara yang berlaku,” katanya.

Dirinya berharap kegiatan literasi seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai bagian dari pengawal demokrasi di masa depan. Ia menyebut program Go to Campus dan Bawaslu Mengajar sebagai upaya memperluas pengetahuan pemilu secara berkelanjutan.

“Bawaslu punya motto ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’. Kampus adalah ruang penting untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Milad Ke-113, Puan Maharani Berharap Muhammadiyah Terus Berkhidmat dan Layani Umat

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan selamat kepada Muhammadiyah, yang hari ini tepat merayakan milad ke-113 tahun. Puan pun mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam membangun bangsa.

“Kepada warga Muhammadiyah saya mengucapkan selamat milad ke-133 Muhammadiyah,” kata Puan, Selasa (18/11/2025).

Puan menyoroti bagaimana Muhammadiyah telah ikut mewarnai sejarah perjalanan bangsa sejak berdiri pada 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tersebut telah membuktikan konsistensinya dalam berkontribusi aktif bagi masyarakat Indonesia di berbagai bidang kehidupan. Kontribusi tersebut, kata Puan, sangat nyata dirasakan melalui amalan-amalan di sektor vital.

“Muhammadiyah telah mewarnai sejarah perjalanan bangsa ini dengan amalan-amalan di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan,” ungkap Cucu Proklamator Bung Karno itu.

Puan juga turut menyampaikan rasa syukur karena Muhammadiyah yang terus hadir dan berjasa terhadap pembangunan bangsa. Muhammadiyah disebut telah memberi manfaat yang luas bagi bangsa, termasuk dalam kemajuan berfikir melalui pendidikan.

“Bangsa Indonesia bersyukur memiliki persyarikatan Muhammadiyah yang tidak pernah lelah bergerak dan mengabdi untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ungkap Puan.

Puan berharap, Muhammadiyah selalu menjaga semangat dan konsistensinya dalam berkhidmat dan melayani masyarakat.

“Terus lah berkhidmat untuk memajukan bangsa dan melayani umat di seluruh Indonesia,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Sebagai informasi, puncak peringatan milad ke-133 Muhammadiyah digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung. Di milad tahun ini, Muhammadiyah mengusung tema ‘Memajukan Kesejahteraan Bangsa’.

Ini Strategi Baru LPS Untuk Tingkatkan Minat Menabung Masyarakat

YOGYAKARTA (lensasemarang.com) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan strategi baru untuk meningkatkan minat menabung masyarakat Indonesia, sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan karena sekitar 51 juta penduduk Indonesia atau 19,9% populasi usia 5–74 tahun masih belum memiliki rekening simpanan.

“LPS akan menggandeng para influencer agar kampanye menabung semakin mudah menjangkau generasi muda. Kami ingin budaya menabung tumbuh lebih kuat di seluruh lapisan masyarakat,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu saat Temu Media Yogyakarta, Solo, dan Semarang  dengan tema Literasi Menabung dan Berasuransi yang berlangsung di Kabupaten Sleman pada 14-16 November 2025.

Menurut dia, kerja sama dengan influencer menjadi bagian dari pendekatan komunikasi yang lebih adaptif terhadap kelompok muda dan masyarakat digital.

Selain menggandeng influencer, LPS bersama OJK, BI, dan perguruan tinggi akan melanjutkan berbagai program literasi keuangan.

Pada 2026, LPS kembali menggelar Financial Festival di Yogyakarta dan Makassar, setelah sukses diselenggarakan di Surabaya dan Medan pada 2025.

Acara ini akan melibatkan dunia kampus dan industri keuangan, termasuk kampanye masif mengenai bunga penjaminan LPS dan pentingnya menabung di bank resmi.

“Kami ingin masyarakat paham bahwa dana mereka aman, selama mengikuti ketentuan penjaminan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggito juga mengajak masyarakat Yogyakarta untuk semakin aktif menabung di bank yang dijamin LPS. Hingga September 2025, total nilai simpanan perbankan nasional mencapai Rp 3.973,68 triliun dengan komposisi tabungan 63,28%, deposito 34,35%, dan giro 2,37%.

Hingga September 2025, total aset LPS tercatat Rp 272,09 triliun, tumbuh 11,90% sejak Desember 2024. Cadangan penjaminan kini mencapai 2,14% dari total simpanan perbankan nasional, mendekati target undang-undang sebesar 2,5%.

Pendapatan LPS tetap kuat, dengan surplus sebelum pajak mencapai Rp 28,71 triliun, ditopang premi penjaminan dan hasil investasi. Batas penjaminan yang berlaku masih sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, LPS menangani 27 BPR/BPRS sejak 2024 hingga Oktober 2025. Sebanyak 24 unit dilikuidasi, satu diselamatkan melalui skema bail-in, dan dua masih dalam proses penanganan. 

Anggito menyebut peningkatan jumlah resolusi bukan tanda melemahnya industri, tapi bukti pengawasan yang lebih tegas karena likuidasi merupakan instrumen untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah risiko membesar.

“Peningkatan jumlah BPR/BPRS yang ditangani bukan semata sinyal negatif, melainkan hasil dari pengawasan dan penegakan regulasi yang semakin efektif.Langkah likuidasi bukan tujuan akhir, tetapi instrumen untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan tidak ada risiko yang membesar di sektor perbankan daerah,” katanya.

Keputusan tersebut diambil, lanjut dia, untuk melindungi nasabah, mencegah risiko merembet, serta menjaga kesehatan industri perbankan daerah. 

Resolusi bank, tbaik melalui likuidasi maupun bail-in, dilakukan dengan prinsip melindungi simpanan masyarakat dan kestabilan sistem keuangan. Adapun putusan bail-in yang diberikan kepada satu BPR menunjukkan bahwa mekanisme penyelamatan tetap digunakan apabila bank masih layak dipulihkan.

Kendati demikian, mayoritas kasus tetap berujung likuidasi karena kelemahan fundamental yang sulit diperbaiki.

“Kami memperkuat cadangan penjaminan agar mampu menangani resolusi bank secara cepat dan efektif, tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan,” ujar Anggito.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Penjaminan Polis LPS Hermawan Setyo menegaskan komitmennya memperkuat desain dan implementasi Program Penjaminan Polis (PPP) sebagai upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Mandat baru LPS untuk menjamin polis asuransi merupakan langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan masyarakat di tengah masih rentannya industri asuransi.

“Kepercayaan adalah jantung industri asuransi. Dengan mandat penjaminan polis, LPS hadir memberikan jaring pengaman yang selama ini belum dimiliki industri asuransi Indonesia,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa mandat baru LPS untuk menjamin polis asuransi merupakan langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan masyarakat di tengah masih rentannya industri asuransi.

“Kepercayaan adalah jantung industri asuransi. Dengan mandat penjaminan polis, LPS hadir memberikan jaring pengaman yang selama ini belum dimiliki industri asuransi Indonesia,” ujarnya.

Immoderma Berkomitmen Hadirkan Layanan Medis-Estetika Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

SEMARANG (lensasemarang.com) – Immoderma Aesthetics & Wellness Clinic tampil membawa napas baru bagi masyarakat yang mendambakan perawatan berkualitas tanpa harus membayar mahal di tengah pesatnya pertumbuhan industri skincare dan estetika di Indonesia.

Beberapa waktu terakhir, bisnis estetika menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dengan meningkatnya jumlah klinik dan brand perawatan kulit di berbagai kota besar.

Kompetisi yang semakin ketat mendorong pelaku industri untuk tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memberikan nilai terbaik bagi pelanggan.

Founder Immoderma Aesthetics & Wellness Clinic, Ayuningtyas Utami, mengungkapkan bahwa Immoderma percaya bahwa cantik, sehat, dan bersinar adalah hak semua orang sehingga visi klinik l bukan untuk menjadi yang paling mahal, melainkan yang paling bernilai bagi setiap pelanggan.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan kualitas layanan medis-estetika terbaik dengan harga yang tetap rasional. Fokus kami adalah pada customer value, memberikan hasil nyata dan pengalaman yang memuaskan bagi setiap pasien,” kata dokter kecantikan sekaligus founder Immoderma Aesthetics & Wellness Clinic kepada sejumlah awak media di Semarang, Kamis (13/11/2025).

Ia menyebut, salah satu faktor yang memungkinkan Immoderma menawarkan harga kompetitif adalah efisiensi dalam operasional.

Immoderma memiliki akses langsung ke vendor dan distributor resmi, sehingga mampu memangkas rantai biaya tanpa mengorbankan kualitas produk maupun alat medis yang digunakan.

Dengan pendekatan tersebut, Immoderma menegaskan bahwa harga terjangkau tidak berarti menurunkan standar.

“Ketika orang bertanya, ‘kenapa Immoderma murah?’, jawabannya sederhana karena kami efisien, bukan karena kami menurunkan standar,” lanjutnya.

Melalui strategi efisiensi, transparansi, dan komitmen terhadap hasil, Immoderma memilih untuk memenangkan kepercayaan pelanggan, bukan dengan harga tinggi, tetapi dengan kualitas layanan yang konsisten dan terpercaya.

Salam kesempatan tersebut, Ayuningtyas Utami juga menegaskan bahwa higienitas dan keselamatan pasien menjadi pondasi utama dalam setiap layanan di Immoderma Aesthetics & Wellness Clinic.

Seluruh prosedur medis dijalankan dengan standar keamanan tinggi dan protokol sterilisasi ketat untuk memastikan setiap tindakan dilakukan secara aman dan profesional.

Di Immoderma, lanjut dia, semua alat medis, termasuk jarum suntik, sarung tangan, kapas, hingga perlengkapan pendukung lainnya, selalu baru dan hanya digunakan sekali (disposable).

“Setiap alat medis dibuka langsung di depan pasien sebelum tindakan, dan dimusnahkan setelah digunakan. Kami tidak pernah melakukan reuse alat medis apa pun. Standar kami jelas: satu pasien, satu alat baru,” tegasnya.

Sebagai wujud transparansi operasional, Immoderma mencatat penggunaan lebih dari 10.000 jarum suntik baru setiap bulan.

Kemudian, pengeluaran limbah medis mencapai 95 kilogram hingga 1 kuintal per bulan, seluruhnya dimusnahkan melalui pihak pengelola limbah medis berizin resmi.

Data ini menunjukkan penerapan nyata penggunaan alat sekali pakai di setiap tindakan medis.

Selain alat medis, kebersihan area perawatan juga menjadi perhatian utama. Setiap ruangan disterilisasi secara rutin oleh tim medis untuk menjaga lingkungan klinik tetap higienis, aman, dan nyaman bagi pasien.

“Kami percaya, rasa aman adalah awal dari kepercayaan pasien. Karena itu, seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan hingga sterilisasi alat sudah mengikuti standar medis tertinggi,” ujarnya.

Immoderma juga dikenal menggunakan bahan baku dan alat medis berkualitas tinggi, serta telah menerima penghargaan sebagai salah satu pengguna bahan baku terbesar di tingkat nasional bukti konsistensi terhadap kualitas dan tanggung jawab profesional.

Setiap prosedur penyuntikan dilakukan oleh dokter berlisensi dengan pengawasan ketat, menyesuaikan teknik, kedalaman, dan jenis bahan yang digunakan untuk memastikan hasil yang aman dan optimal.

“Setiap jarum di Immoderma hanya digunakan sekali, dibuka di depan pasien, dan dibuang setelah tindakan. Karena bagi kami, higienitas bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghormatan terhadap keselamatan pasien,” katanya.

Sinergikan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Bank Mandiri Resmi Buka Livin’ Fest 2025 Di Muladi Dome Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bank Mandiri resmi membuka Livin’ Fest 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Kota Semarang, pada 13-16 November 2025 yang merupakan ajang kreatif serta menyatukan pelaku UMKM, industri kreatif, dan layanan finansial digital dalam satu ruang kolaborasi. 

Livin’ Fest 2025 mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri” menjadi panggung bagi Bank Mandiri untuk menunjukkan komitmen pada akselerasi ekonomi rakyat, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memperluas dampak transformasi digital hingga ke daerah.

Livin’ Fest 2025 dihadirkan untuk membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas lewat ekosistem digital.

“Kami ingin memastikan kehadiran Bank Mandiri membawa nilai tambah bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing ekonomi rakyat. Livin’ Fest juga menjadi persembahan spesial kami bagi para nasabah yang telah setia bersama Bank Mandiri,” kata Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Iwan Tri Imawan saat membuka Livin’ Fest 2025 di Semarang, Kamis (13/11/2025).

Di Semarang, Livin’ Fest 2025 menghadirkan lebih dari 210 tenant dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, kecantikan, hingga gaya hidup modern.

Di Zona UMKM Binaan Bank Mandiri, pengunjung bisa menemukan beragam produk unggulan lokal dan kolaborasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Semarang, sementara Government Hub menyediakan layanan publik seperti pembuatan paspor, SIM, administrasi kependudukan, hingga layanan kesehatan.

Festival ini juga menggandeng sejumlah event kreatif nasional seperti Inacraft, Jakarta Coffee Week, OMO Market, Energy of Indonesia, dan Slayground Market, menjadikannya lebih segar dan relevan dengan gaya hidup masyarakat urban.

Bank Mandiri turut berkolaborasi dengan mitra strategis seperti Nusantara Tour, MAP Active, Blibli Sport, dan berbagai brand nasional untuk menghadirkan konten tematik yang dekat dengan dunia gaya hidup dan ekonomi kreatif.

Untuk memanjakan pengunjung, Bank Mandiri menyiapkan beragam promo menarik. Program Mandiri KPR dan Mandiri Auto “HUT Mandiri Semua Hepi” menawarkan cashback hingga Rp2,7 juta, sementara pembukaan Tabungan Multicurrency memberikan kesempatan berlibur ke Jepang. Lebih dari 20 pengembang properti dan 20 dealer otomotif ternama termasuk Honda, Toyota, BYD, dan Yamaha turut serta dengan fasilitas test drive kendaraan roda dua dan roda empat.

Seluruh transaksi selama acara terintegrasi melalui Livin’ by Mandiri, superapp andalan yang kini digunakan oleh 35,1 juta pengguna, tumbuh 27% secara tahunan per September 2025.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Livin’ by Mandiri mencatat nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun, memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai salah satu kontributor utama akselerasi digital nasional.

Selain aktivitas bisnis, Livin’ Fest 2025 juga menghadirkan hiburan spektakuler yang dapat dinikmati secara gratis. Pengunjung dapat menikmati konser musik dengan penampilan Good Morning Everyone, Pagi Boeta, Adrian Khalif, hingga NIDJI, yang memadukan hiburan, kreativitas, dan inovasi finansial dalam satu panggung besar.

“Livin’ Fest menjadi simbol sinergi antara pelaku ekonomi rakyat, sektor kreatif, dan solusi finansial digital yang memajukan negeri. Kami berharap festival ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi,” tutup Iwan.

Minat Umroh Meningkat, HainanTiket Bakal Tambah Kapasitas Penerbangan

SEMARANG (lensasemarang.com) – PT HainanTiket Indonesia berencana menambah kapasitas penerbangan setelah minat masyarakat untuk menjalankan ibadah umroh meningkat jelang akhir tahun.

Berdasarkan data PT HainanTiket Indonesia, seluruh tiket penerbangan umroh menuju Jeddah melalui Haikou, Tiongkok, telah habis terjual hingga Desember 2025.

Menurut Presiden Direktur PT HainanTiket Indonesia, Sastra Wijaya, lonjakan permintaan ini menjadi tanda pulihnya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci pascapandemi Covid.

“Untuk periode hingga akhir tahun, semua kursi sudah penuh. Kami bahkan menyiapkan penambahan kapasitas penerbangan hingga dua kali lipat pada musim umroh mendatang,” katanya di sela kegiatan Indonesia Travel Agent Summit (ITAS) 2026 di Hotel Padma Semarang, Selasa (11/11/2025).

HainanTiket.com melayani rute penerbangan umrah reguler menggunakan pesawat Airbus A330 berkapasitas 150 penumpang dengan transit di Haikou.

Harga tiket dibanderol Rp12,6 juta–Rp13,5 juta pulang-pergi, sudah termasuk penginapan dan makan tiga kali sehari di Haikou.

HainanTiket juga menawarkan layanan terpadu bagi jemaah umroh, mulai dari akomodasi hingga pengurusan visa. Jakarta menjadi pasar terbesar dengan kontribusi hingga 90 persen penjualan, disusul Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sastra Wijaya mengungkapkan, banyak agen perjalanan kini mulai beralih ke penerbangan reguler karena lebih pasti dibandingkan penerbangan carter yang sering batal akibat kuota jemaah tidak dapat terpenuhi.

“Kendati demikian, penerbangan reguler tetap berangkat sehingga hal tersebut membuat agen dan jemaah menjadi lebih tenang,” ujarnya.

Guna memperkuat ekosistem bisnis dan mempermudah akses pembiayaan bagi mitra travel, HainanTiket menggandeng Bank Muamalat Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Bank Muamalat akan menyediakan fasilitas pembiayaan bagi agen perjalanan mitra HainanTiket.com.

“Kami ingin membangun layanan one stop service, di mana seluruh kebutuhan perjalanan umrah, mulai tiket, hotel, visa, hingga transportasi, tersedia dalam satu ekosistem. Agen bisa fokus pada pelayanan, sementara dukungan pembiayaan ditangani Bank Muamalat,” kata Sastra Wijaya.

Tekan Emisi 1.400 ton per Tahun,Pabrik Coca Cola di Semarang Beralih ke Energi Surya

SEMARANG – Pabrik Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) resmi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 megawatt peak di Pabrik Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Kamis (6/11).

Dengan menggunakan fasilitas energi bersih ini sebagai langkah nyata perusahaan dalam mempercepat transisi menuju industri rendah karbon di Indonesia.

PLTS Atap tersebut dibangun di lahan seluas 13.722 meter persegi dengan 2.197 modul surya. Sistem ini mampu menyuplai sekitar 17 persen kebutuhan energi harian pabrik dan menekan emisi karbon hingga 1.400 ton CO? per tahun.

Peresmian ini dihadiri oleh H. Ngesti Nugraha, Bupati Semarang; Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah; Daniel Lestanto, Executive Vice President PT PLN (Persero); serta jajaran manajemen dari CCEP Indonesia.

Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, mengatakan bahwa inisiatif PLTS ini merupakan wujud nyata kontribusi dunia usaha terhadap agenda transisi energi terbarukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui PLTS Atap di Pabrik Semarang, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat operasional. Dengan dukungan dan kebijakan yang jelas dan tepat serta kolaborasi multipihak, Indonesia dapat terwujudnya industri rendah karbon,” kata Lucia Karina.

Sistem PLTS di Semarang ini dilengkapi teknologi pemantauan digital real-time untuk menjaga optimalisasi produksi energi, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi sektor industri lain.

Sebelumnya, CCEP Indonesia telah mengoperasikan PLTS 7,2 MWp di Bekasi dan 2,4 MWp di Pasuruan. Melalui kombinasi instalasi PLTS dan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN sebesar 90 GWh (2023–2025), sekitar 29,5% konsumsi listrik CCEP kini berasal dari energi terbarukan.

Selain panel surya, efisiensi energi juga diterapkan melalui teknologi produksi hemat energi dan penggunaan lemari pendingin ramah lingkungan yang mampu menurunkan konsumsi listrik hingga 57 persen serta menekan emisi Scope 3.

Komitmen keberlanjutan CCEP Indonesia tidak berhenti di Semarang. Perusahaan tengah menjajaki kerja sama dengan kawasan industri lain untuk memasang PLTS Atap tambahan, sekaligus menilai opsi energi bersih lainnya.

“Pemanfaatan solar panel ini akan kami kembangkan bersama kawasan industri, tetapi inisiatif keberlanjutan tidak berhenti di sana, kami terus menilai bentuk energi bersih lain yang paling sesuai,” ujarnya.

Head of Sustainability CCEP Indonesia Natasha Gabriella mengatakan keputusan beralih ke energi bersih didorong oleh strategi bisnis jangka panjang dan tuntutan pasar global.

Menurutnya, inovasi produk PLN seperti Green Tariff dan REC membantu menekan biaya investasi energi baru terbarukan, sementara regulasi internasional seperti di Uni Eropa dan Amerika Serikat mendorong perusahaan menghitung serta menekan emisi karbon.

“Kami percaya, agar bisnis bisa bertahan dalam jangka panjang, keberlanjutan harus menjadi bagian dari strategi utama,” kata Natasha.

Acara ini menjadi bagian dari semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam upaya percepatan transisi energi di Tanah Air. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menunjukkan komitmennya melalui Perda No. 12/2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang menargetkan 21,32% bauran energi terbarukan pada 2025.

“Inisiatif PLTS Atap CCEP Indonesia semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai provinsi yang proaktif dalam mendukung target emisi nasional, membuka peluang ekonomi hijau, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan yang dibacakan Sujarwanto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah sendiri, bauran EBT sudah mencapai 18,33% pada 2024 . Angka tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan target bauran EBT sebesar 21,32% hingga akhir tahun ini. Dengan potensi energi surya mencapai 194.280 MWp, Jawa Tengah dinilai berpeluang besar menjadi pusat industri hijau nasional.

Jateng Percepat Bauran Energi 21,43 Persen di Sektor Industri

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah terus mendorong percepatan capaian Net Zero Emission (NZE) melalui transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini dilakukan dengan mendorong kolaborasi multisektor untuk mencapai target 21,32 persen bauran EBT pada akhir tahun ini.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan bahwa hingga tahun 2024 Jawa Tengah telah berhasil memanfaatkan 18,55% EBT dalam penggunaan energinya.

“Pemanfaatan EBT terus ditingkatkan dengan memaksimalkan potensi kewilayahan yang dimiliki Jawa Tengah,” kata Sujarwanto, Kamis (5/11).

Sedangkan untuk Jawa Tengah sendiri sedang mengembangkan potensi mikrohidro di wilayah aliran sungai seperti Banyumas, energi bayu atau angin di Demak dan Brebes, serta energi panas bumi di Wonosobo dan Tegal. Usaha yang dilakukan pemerintah daerah itu berjalan beriringan dengan upaya pelaku industri seperti Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) yang mulai memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLST) Atap di fasilitas produksinya.

“Apa yang dilakukan CCEP Indonesia ini sesuai dengan apa yang terus kita dorong. Mulai menggunakan air sebagai sumber bahan baku yang berkelanjutan, sambil memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga suplai airnya tetap ada, industrinya juga menggunakan energi yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero), Daniel Lestanto mengatakan bahwa dari sisi infrastruktur, PT PLN (Persero) terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan instalasi PLTS Atap dari sektor industri. Hal ini terlihat dalam rekomposisi kuota PLTS Atap yang diakomodasi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dimana hingga 2028, terdapat kuota pembangkitan PLTS Atap hingga 2 GWP.

“Kami punya daftar tunggu sekitar 375 MWP. Artinya, demand-nya itu sudah ada dan harus bisa kami angkut semua, supaya bisa tercover. Harapan kami, industri-industri lain bisa mengikuti [langkah] CCEP Indonesia karena energi bersih itu menjadi tanggungjawab kita sendiri,” kata Daniel.

Bahwa perkembangan jumlah pelanggan PLTS Atap di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga September 2025, daya terpasang dari fasilitas PLTS Atap telah mencapai 708 MWP dimana 567 MWP berasal dari sektor industri. Di Jawa Tengah sendiri, ada sekitar 2.000-2.500 industri yang telah memanfaatkan PLTS Atap tersebut dengan beban puncak sekitar 88 MWP.

“PLN pada prinsipnya sangat commit, untuk mendukung terciptanya energi bersih. Sesuai arahan Presiden dan Direksi. Dukungan itu diwujudkan lewat berbagai parameter yang sudah kami siapkan. termasuk didalamnya penambahan kuota untuk PLTS Atap,” tegas Daniel.

Komitmen Industri untuk Bisnis Berkelanjutan Keputusan perusahaan untuk beralih ke energi bersih didorong oleh strategi keberlanjutan jangka panjang dan tuntutan pasar global. Natasha Gabriella, Head of Sustainability CCEP Indonesia, menjelaskan bahwa motivasi ini didorong oleh dua faktor utama.

Faktor pendorong internal mencakup inovasi produk PLN seperti Green Tariff dan Renewable Energy Certificate (REC) yang menjanjikan beban investasi EBT yang jauh lebih rendah. Sementara faktor penarik eksternal adalah regulasi internasional, seperti di Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang mewajibkan perhitungan emisi karbon dan potensi penerapan pajak karbon.

“Kami percaya jika kami ingin bisnis kami bertahan untuk jangka panjang, bukan hanya 5-10 tahun tapi mungkin hingga 100 tahun dari sekarang, memang harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Natasha.

Komitmen keberlanjutan itu dilakukan dengan mendorong pemanfaatan PLTS Atap di fasilitas produksi yang dimiliki CCEP Indonesia di Pabrik Semarang. Instalasi itu dibangun di atas lahan 13.722 m² dengan 2.197 modul surya. Dengan kapasitas 1,2 MWP, sistem ini mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan energi harian pabrik dan menurunkan emisi hingga *1.700 ton CO₂e per tahun.*

Peresmian PLTS Atap ini menandai komitmen keberlanjutan yang dijalankan CCEP Indonesia masih akan terus berlanjut. Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, memastikan bahwa inisiatif energi bersih tidak hanya terbatas pada pemanfaatan panel surya, tetapi perusahaan terus menilai opsi lain.

“[Pemanfaatan] Solar panel kami sedang mencoba kolaborasi dengan kawasan industri, karena ada satu pabrik lagi di kawasan industri yang coba kami kerjasamakan untuk memasang PLTS Atap. Tetapi yang pasti, inisiatif keberlanjutan itu tetap ada, tidak cuma di solar panel, mungkin juga yang lain akan terus kami coba, kami asses kira-kira mana yang paling pas,” tutup Karina.

Livin’ Fest Semarang 2025, Bank Mandiri Sinergikan UMKM dan Ekonomi Kreatif

SEMARANG (lensasemarang.com) – Dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-27, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ Fest 2025 Semarang, sebuah ekspo nasional yang menyatukan pelaku UMKM, industri kreatif, dan layanan finansial digital dalam satu wadah kolaborasi besar.

Mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri”, ajang ini tak hanya menjadi hiburan, tapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

Rangkaian program tersebut meliputi hiburan nasional, gaya hidup, otomotif, serta pariwisata, yang dikolaborasikan dengan layanan finansial unggulan seperti KPR, Auto, dan transaksi digital.

“Kami ingin memastikan kehadiran Bank Mandiri membawa nilai tambah yang memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekonomi rakyat sekaligus menjadi sajian khusus kepada nasabah yang telah setia menemani Bank Mandiri selama 27 tahun,” kata RCEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Iwan Tri Imawan dalam keterangan resmi pada Kamis (6/11/2025).

Festival ini akan digelar pada 13-16 November 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, menampilkan lebih dari 210 tenant dari berbagai sektor mulai dari kuliner, fesyen, kriya, kecantikan, hingga gaya hidup modern.

Khusus di Zona UMKM Binaan Bank Mandiri, pengunjung dapat menemukan produk lokal unggulan, sementara area Government Hub akan menyediakan layanan publik seperti pembuatan paspor, SIM, administrasi kependudukan, layanan kesehatan, dan lainnya.

Menambah semaraknya, Livin’ Fest 2025 juga menggandeng berbagai event kreatif nasional seperti Inacraft, Jakarta Coffee Week, OMO Market, Energy of Indonesia, hingga Slayground Market. Kolaborasi ini menjadikan Livin’ Fest bukan sekadar expo, tetapi juga ruang ekspresi bagi masyarakat urban.

Beragam promo menarik juga menanti pengunjung. Program Mandiri KPR dan Mandiri Auto “HUT Mandiri Semua Hepi” menawarkan cashback hingga Rp2,7 juta, sementara pembukaan Tabungan Multicurrency berkesempatan mendapatkan hadiah liburan ke Jepang.

Tak ketinggalan, lebih dari 20 pengembang properti dan 20 dealer otomotif ternama seperti Honda, Toyota, BYD, Yamaha, hingga Harley Davidson turut hadir dengan fasilitas test drive kendaraan roda dua dan roda empat.

Seluruh transaksi dan layanan selama acara akan terintegrasi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, yang kini telah digunakan oleh 35,1 juta pengguna, meningkat 27% secara tahunan per September 2025. SuperApp ini telah memproses nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2025.

Untuk menambah keseruan, Livin’ Fest juga menghadirkan konser musik dengan penampilan dari Good Morning Everyone, Pagi Boeta, Adrian Khalif, hingga NIDJI, menghadirkan pengalaman festival yang lengkap denngan memadukan hiburan, ekonomi kreatif, dan inovasi finansial dalam satu panggung besar.

Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis seperti Nusantara Tour, MAP Active, Blibli Sport, dan berbagai brand nasional untuk menghadirkan konten tematik yang dekat dengan masyarakat urban. “Di usia ke-27, kami ingin menghadirkan perayaan yang bermakna. Livin’ Fest menjadi simbol sinergi antara pelaku ekonomi rakyat, sektor kreatif, dan solusi finansial digital yang memajukan negeri,” tutup Iwan.