Home Blog Page 45

Ketua Komisi D DPRD Jateng Minta Dibangun Jalur Penyelamat Turunan Kalijambe Purworejo

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Ida Nur Sa’adah menyatakan pentingnya jalur penyelamat di turunan Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Dua kecelakaan beruntun dalam sepekan di jalur tersebut harus menjadi catatan serius bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan, apalagi dalam kecelakaan pertama, menelan korban meninggal hingga 12 jiwa.

“Keberadannya mengkhawatirkan, sangat curam, tikungannya juga sangat tajam,” katanya, Kamis (15/5/2025).

Ida dan jajaran Komisi D juga sudah meninjau turunan Kalijambe. Atas dasar itu, katanya, langkah-langkah antisipatif berupa melebarkan jalan atau membuat jalur penyelamat harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di tahun 2025.

“Ini perlu dilakukan guna meminimalisir korban saat terjadinya kecelakaan,” terang politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ida menambahkan, program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 yang akan fokus pada infrastruktur juga dapat menjadi upaya pemecahan masalah di turunan Kalijambe.

“Terkait dengan programnya Pak Luthfi yang tahun 2025 itu kan fokusnya di infrastruktur, sehingga harapannya nanti ketika sudah pembahasan di perubahan itu bisa dimasukkan dalam skala prioritas yakni pembangunan jalur penyelamat di titik yang rawan kecelakaan,” ujarnya.

Selain itu, upaya pemeriksaan kendaraan layak jalan juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Proses ini sangat penting karena melibatkan pemeriksaan berbagai komponen dan bagian kendaraan untuk memastikan kelayakan jalan serta keselamatan berkendara.

“Dinas perhubungan juga harus lebih ketat melakukan pengawasan dan memberikan sangsi tegas kepada perusahaan dan atau pemilik kendaraan besar seperti truk, tronton yang tidak melakukan uji kelayakan kendaraan atau uji KIR,” katanya.

RSI Sultan Agung Gandeng DMI Jateng, Jadikan Masjid Pusat Edukasi dan Layanan Kesehatan

SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, resmi menjalin kolaborasi strategis melalui Program Sinergi Umat.

Kegiatan kolaboratif yang berlangsung di Auditorium RSI-SA sebagai langkah konkret menyatukan masjid dan layanan kesehatan Islami.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam menyatukan visi kedua lembaga untuk menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan layanan kesehatan Islami yang lebih dekat dengan umat.

Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr Vito Mahendra MSi Med SpB SubSpBD (K), mewakili Direktur Utama RSISA Semarang, dalam sambutannya menyampaikan arahan mengenai beberapa skema kerjasama antara RSISA dengan DMI Jateng, salah satunya adalah dengan mendirikan posko kesehatan atau klinik pratama di masjid-masjid.

“Pertama adalah penguatan ekonomi kesehatan berbasis Masjid, dimana kami ingin membangun sinergi dengan Masjid sebagai pusat kesehatan masyarakat berbasis syariah,” kata dr. Vito, Jumat (9/5).

Menurutnya, RSI-SA Semarang mendorong didirikannya berbagai posko kesehatan dengan membuat sistem rujukan terintegrasi.

“Apabila kita bekerjasama secara sinergis dengan DMI Jateng insyaallah akan ada kolaborasi secara terarah, terukur, terintegrasi apabila terdapat pasien gawat darurat disekitar masjid,” ungkapnya.

dr. Vito menyampaikan bahwa RSI-SA Semarang memiliki layanan CSR (Corporate Social Responsibility) yang bekerjasama dengan Lazis-SA untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah sudah berjalan beberapa pelayanan seperti katarak, bedah minor seperti hernia, usus buntu, bibir sumbing gratis dan difasilitasi dana oleh Lazis Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung,” terangnya.

Harapannya dengan adanya skema kerjasama dengan DMI Jateng, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan umat dan membentuk citra rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan namun juga mengedepankan nilai barokah dan adat dalam pelayanan.

Sementara itu, Sekretaris DMI Jateng, Prof. Dr. KH. Imam Yahya, M.Ag menyambut baik rencana kerjasama antara RSI-SA Semarang dengan DMI Jateng.

“Di RSI Sultan Agung, saya rasa banyak program yang menguntungkan bagi kita sebagai masyarakat muslim,” kata Prof. Imam Yahya

Beliau juga terkesan dengan nilai-nilai islami yang ada di RSI-SA Semarang seperti halnya ketika ada dokter visit yang kemudian menanyakan apakah pasien sudah salat atau belum.

“Terkesan ketika di ruangan pak dokter atau bu dokter datang tidak langsung tanya obatnya sudah diminum atau belum, tapi ditanya apakah pasien sudah salat atau belum,” ungkapnya.

Prof Imam Yahya mendukung penuh dengan skema kerjasama pendirian klinik pratama di lingkungan masjid.

“Tepat saya kira kalau masjid berbasis kesehatan, saya rasa bagus sekali,” ujarnya.

Prof. Imam berharap kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diterapkan di berbagai Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan paparan layanan kesehatan oleh dr. Vito, salah satu layanan yang disampaikan mengenai pengembangan layanan stem cell halal.

Menurutnya, kebutuhan akan terapi regeneratif terus meningkat, namun tetap harus dijalankan dengan memperhatikan aspek keamanan medis dan kehalalan prosedur.

Saat ini RSI Sultan Agung telah menyiapkan prosedur terapi berbasis autologous stem cell yang halal, dengan proses pengambilan sel dari tubuh pasien sendiri, diproses melalui sistem yang sesuai standar BPOM dan CPOB, lalu disuntikkan kembali untuk proses regenerasi jaringan.

Acara kemudian diakhiri dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh nakes RSI-SA Semarang kepada para pengurus DMI Jateng.

Pemkot Pastikan Kementerian PUPR Bantu Penanganan Banjir di Timur Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan membantu Pemerintah Kota Semarang mengatasi persoalan banjir di bagian timur Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina telah menginstruksikan jajarannya agar mengawal pelaksanaan program tersebut.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan beberapa waktu yang lalu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sudah melakukan sosialisasi terkait rencana penanganan banjir di wilayah timur Semarang.

“Bu Agustin sudah banyak berikan arahan tentang apa yang harus kita lakukan. Dan beliau juga sudah menyampaikan agar mengawal semua program yang sudah di tahap eksekusi ini,” katanya saat ditemui awak media, Rabu (14/5/2025).

Iswar mengungkapkan bantuan PUPR yang akan digunakan oleh BBWS senilai lebih dari Rp1 triliun ini menyasar sejumlah kegiatan, di antaranya peningkatan kapasitas pompa di Rumah Pompa Tenggang, Waru, Sringin dan Kandang Kebo.

“On going project paket Tenggang Sringin total sekitar Rp 1 triliun. Berikutnya paket Kali Silandak, Kali Baru, Kali Asin sekitar Rp600 miliar. Yang Rp600 miliar paket 2, masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.

Pemkot Semarang berharap dengan bantuan dari PUPR melalui BBWS ini dapat segera mengatasi banjir di wilayah timur, yakni daerah sekitar Tenggang, Sringin, kawasan Tlogosari, Jalan Gajah dan termasuk Kandang Kebo.

“Saya yakin 70 persen banjir di Semarang akan kita selesaikan. Ini adalah kabar gembira untuk warga Semarang. Jangan khawatir pemerintah tidak akan tinggal diam karena Insyaa Allah tidak (lagi) banjir. Karena banyak program yang akan kita lakukan. Saya berharap semua elemen masyarakat bisa bersabar karena semua itu masih berproses,” beber Iswar.

Terkait penanganan rob, lanjutnya, bagian dari upaya jangka panjang yang juga menjadi komitmen pemerintah untuk direalisasikan. Melalui proyek tanggul laut atau jalan tol Semarang- Demak, maka persoalan banjir di timur Semarang diproyeksikan bisa tertangani.

“Persoalan rob, saya kira masih menunggu proyek tol Semarang – Demak yang juga bagian dari upaya pengendalian banjir di Semarang. Sehingga rob masih sedikit ada tetapi kami yakin dengan pembangunan tanggul laut itu, persoalan banjir khususnya rob akan dapat terselesaiakan dengan baik,” ujarnya.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menambahkan bantuan penanganan banjir untuk timur Semarang dari PUPR melalui BBWS ini peruntukannya, sesuai penjelasan wakil wali kota, meningkatkan kapasitas rumah pompa. Juga untuk normalisasi Kali Tenggang.

“Selama ini memang rumah pompa yang ada kapasitasnya memang kurang, karena catchment area yang cukup luas. Di 2025, mulai Maret kemarin, dari Kementerian PUPR sudah melaksanakan proyeknya. Dan di 2027 diharapkan semua sudah selesai,” kata dia.

Langkah awal adalah penggantian sekaligus peningkatan kapasitas pompa di Rumah Pompa Tenggang. Berlanjut tiga pompa di Rumah Pompa Waru yang merupakan milik Pemkot Semarang. Juga pompa di Rumah Pompa Muktiharjo Kidul dan Kandang Kebo.

“Di Waru sudah mulai konstruksinya, sudah mulai pembongkaran pompa. Kemarin sempat viral rumah pompa Pemkot tidak menyala, ya karena memang lagi proses pembongkaran. Dan akan diatasi, dibantu dengan pengoperasian pompa portable,” jelasnya.

“Peningkatan kapasitas pompa ini disesuaikan dengan catchment area yang ada. Seperti di Waru akan ditingkatkan 1.000 liter per detik atau menjadi 2×1000 liter per detik. Di Tenggang akan menjadi sekitar 40 ribu liter per detik,” imbuh Suwarto.

Bertemu Puan Maharani di Sela PUIC, Delegasi Palestina Sebut RI Sebagai Kawan Setia

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan pimpinan Dewan Legislatif Palestina, Mohammad Moussa Subeih Zeidan beserta rombongan di sela perhelatan sidang umum Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dimana DPR RI bertindak sebagai tuan rumah.

Saat bertemu Puan, delegasi parlemen Palestina memberikan banyak apresiasi untuk Indonesia dan keluarga Sukarno atas dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Adapun pertemuan ini dilakukan dalam bilateral meeting dan Mohammad Moussa Subeih Zeidan merupakan Ketua Delegasi Parlemen Palestina pada Konferensi PUIC ke-19 di Jakarta.

Di awal bilateral meeting, Puan menyampaikan rasa terima kasih kepada Delegasi Palestina atas kehadirannya dalam Konferensi PUIC ke-19 yang digelar di DPR.

“Selamat datang di Jakarta. Saya berharap pertemuan ini menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk menegaskan kembali penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Palestina, termasuk dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” kata Puan Maharani saat bertemu Delegasi Parlemen Palestina di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Dalam pertemuan ini, Puan kembali menegaskan komitmen Indonesia yang secara tegas terus mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk mendorong misi kemanusiaan untuk masyarakat Gaza.

“Bagi Indonesia, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar isu politik luar negeri, melainkan bagian dari mandat Konstitusi Negara Indonesia,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menegaskan konstitusi negara Indonesia telah mengamatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena itu penjajahan di atas dunia, termasuk di Palestina, harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Dukungan kemerdekaan terhadap Palestina juga sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung sebagai simbol perjuangan anti-kolonial,” ungkap Puan.

Upaya dukungan untuk Palestina terus disuarakan dan dilakukan Indonesia dari berbagai elemen. DPR RI mendukung upaya pemerintah Indonesia yang terus mendorong kemerdekaan Palestina lewat diplomasi parlemen, termasuk pada forum forum-forum internasional seperti PUIC dan Inter-Parliamentary Union (IPU).

Puan memastikan, DPR akan terus mengawal isu kemerdekaan Palestina di tingkat global.

“Terhadap situasi di Gaza, DPR RI mendesak komunitas internasional untuk segera menghentikan perang di wilayah ini,” tegas cucu Presiden pertama RI Sukarno itu.

“DPR RI juga mendesak komunitas internasional untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat memasuki Gaza dan wilayah Palestina lainnya tanpa hambatan,” imbuh Puan.

Puan pun menyebut, Indonesia akan terus mendorong penyelesaikan konflik Gaza melalui two state solution.

“DPR RI, juga akan terus mendorong negara-negara di dunia untuk mengakui kedaulatan Palestina dan mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui ‘Solusi Dua-Negara’ dengan penetapan Al-Quds sebagai ibukota Palestina,” tegas mantan Menko PMK ini.

“Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina ini selalu saya suarakan dan tegaskan dalam berbagai forum internasional,” sambung Puan.

Selain soal isu Gaza, Puan juga menyoroti pentingnya peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Palestina, khususnya dalam bidang ekonomi, pembangunan sumber daya manusia (SDM) hingga pendidikan.

“Kita juga perlu mendorong peningkatan hubungan antar masyarakat, terutama melalui kerja sama di bidang pendidikan,” terang Puan.

“Saya juga menyambut baik dan mendukung langkah pemerintah Indonesia yang secara aktif menyalurkan bantuan untuk Palestina, baik melalui jalur bilateral, maupun lembaga kemanusiaan lainnya,” lanjutnya.

Dalam bilateral meeting dengan Delegasi Parlemen Palestina, Puan didampingi oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, serta Anggota BKSAP DPR Gilang Dhielafararez dan Junico Siahaan.

Kepada Puan, Delegasi Parlemen Palestina memberikan apresiasi tinggi untuk Indonesia yang menemani perjuangan mereka sejak dulu. Delegasi Parlemen Palestina pun menyinggung soal dukungan Presiden Sukarno dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

“Delegasi Palestina menyampaikan mereka tidak pernah merasa sendirian dalam perjuangan memerdekakan bangsanya karena Palestina merasa memiliki kawan setia yaitu Indonesia,” jelas Irine Yusiana Roba Putri usai pertemuan.

“Mereka mengatakan, sejak dari presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, Palestina selalu mendapatkan dukungan kemerdekaannya dari Indonesia,” tambahnya.

Salah satu delegasi Parlemen Palestina pun mengaku senang karena bisa bertemu Puan yang merupakan cucu Sukarno dan putri Megawati.

“Bahkan salah satu delegasi menyatakan sangat tersanjung karena hari ini bisa berada di Jakarta bertemu dengan cucu Sukarno dan juga sekaligus anak dari Megawati Soekarnoputri yang juga mereka rasakan secara nyata hadir langsung ke Palestine di tahun 1998,” kata Irine.

“Ibu Megawati saat itu mengunjungi rakyat Palestina dan memberikan dukungan secara langsung untuk kemerdekaan rakyat Palestina,” lanjutnya.

Irine juga menyinggung pesan Puan yang menyatakan sampai kapanpun Indonesia akan terus membela kepentingan rakyat Palestina dan menyerukan kepada dunia mengenai kemerdekaan Palestina.

Adapun, PUIC ke-19 digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, sejak tanggal 12 Mei 2025 hingga 15 Mei mendatang. Meski acara pembukaan resmi baru digelar malam nanti, namun rangkaian kegiatan PUIC ke-19 sudah dimulai sejak Senin (12/4) dengan sejumlah pertemuan penting.

Gubernur Jateng Luthfi Akan Bentuk Satgas Pengelolaan Sampah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akan membentuk satuan tugas pengelolaan sampah di wilayahnya. 

Hal ini menyusul target nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai penyelesaian masalah sampah pada tahun 2029.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah tidak hanya siap mengikuti arahan pusat, tetapi ingin mengambil posisi sebagai daerah yang paling siap, paling progresif, dan bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan berkelanjutan.

“Jawa Tengah tidak boleh biasa-biasa saja. Kita harus jadi yang terdepan. Kita punya kekuatan, punya model, dan saya ingin itu dikonsolidasikan lewat satgas. Jangan tunggu-tunggu lagi,” kata Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasi Kegiatan (POK) yang membahas realisasi kinerja APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, di kantornya pada Rabu (14/5/2025).

Satgas ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Jawa Tengah dalam menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas pada Juni 2025 mendatang.

“Nanti kita bentuk Satgasnya, lalu kita evaluasi. Dalam sepekan ini, semua pihak harus bersiap membahas sampah secara serius. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Satgas yang akan dibentuk nantinya tidak hanya bersifat administratif, tetapi berperan aktif dalam memberikan edukasi, supervisi lapangan, dan percepatan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan sosial.

Luthfi juga meminta agar pendekatan dari hulu hingga hilir diterapkan secara konkret, mulai dari pembatasan produksi sampah, edukasi pemilahan, hingga pemanfaatan kembali dalam skema ekonomi sirkular.

Satgas ini diharapkan menjadi bukti kesiapan Jateng untuk memimpin agenda lingkungan hidup, sekaligus mengakselerasi perubahan perilaku masyarakat menuju Indonesia bebas sampah tahun 2029.

Sebelumnya, Menurut Luthfi, darurat sampah di Jawa Tengah merupakan persoalan yang harus segera dituntaskan. Belum lama ini ia bahkan sudah koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas masalah darurat sampah. 

Saat ini, sudah ada sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang sudah berjalan di Jateng. Seperti, pengelolaan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST Jeruk Legi Kabupaten Cilacap dengan kapasitas 150 ton sampah/hari. Selain itu juga ada TPST BLE Kabupaten Banyumas menjadi RDF, paving, dan magot.

Kemudian, pengolahan sampah menjadi PLTSa di TPA Putri Cempo Solo dengan kapasitas 450 ton/hari dan 5 MW/hari. Selanjutnya, mendorong pengelolaan sampah di sisi hulu melalui pemberian apresiasi kepada Desa Mandiri Sampah 48 desa (2023) dan 40 desa (2024) sehingga total terdapat 88 desa.

Kemudian terobosan Pemprov Jateng dalam mengatasi masalah sampah yang telah dilakukan seperti pengolahan sampah menjadi RDF dengan dukungan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) di TPST Regional Magelang dengan kapasitas 200 ton/hari. Termasuk di TPA Kabupaten Rembang, Temanggung, dan Jepara bekapasitas 100 ton/ hari.

PGN Hadirkan Suadesa Festival 2025, Truntum Gasblock Borobudur Dibanjiri Pengunjung

MAGELANG (lensasemarang.com) – Pagelaran Suadesa Festival 2025 yang berlangsung di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Gasblock PGN Karangrejo, Borobudur, Jawa Tengah pada 10–11 Mei 2025, bukan hanya menyuguhkan hiburan dan budaya, tapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha lokal.

Salah satu yang merasakan dampaknya secara langsung adalah Truntum Gasblock, sebuah tempat kuliner kekinian yang terletak persis di area Balkondes PGN Karangrejo.

Dengan latar hamparan sawah hijau dan perbukitan Menoreh, Truntum Gasblock menjadi destinasi bersantap yang memikat, sekaligus tempat bersantai yang nyaman bersama keluarga atau sahabat. Lokasinya yang strategis, tepat di samping lokasi festival, membuatnya ramai disambangi pengunjung selama perayaan berlangsung.

Desa Karangrejo sendiri merupakan salah satu desa binaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang kini tengah menjalani transformasi melalui sinergi energi ramah lingkungan dan lintas sektor.

Melalui program CSR PGN, Suadesa Festival 2025 menjadi platform yang mendorong ekonomi desa lewat promosi UMKM serta pelestarian budaya lokal.

Festival tahun ini menghadirkan panggung seni dan budaya yang menampilkan musisi dan seniman lokal seperti Shaggydog, Irta Amalia, dan Om Janema. Lebih dari 40 tenant UMKM dari Desa Karangrejo dan Wringin Putih ikut ambil bagian, menjajakan produk kreatif mereka kepada ribuan pengunjung.

“Kalau dibandingkan dengan hari biasa, pengunjung kami meningkat hingga 1.000% di bulan ini,” kata Hari Dwi Putro selaku CEO Truntum Gasblock. 

“Waisak menarik wisatawan mancanegara, sementara Suadesa Festival jadi magnet bagi wisatawan lokal. Kombinasi yang luar biasa untuk kami,” tambah dia. 

Hari mengenang awal mula ia membangun Truntum Gasblock pada tahun 2021. Masa-masa awal tidak mudah ia bahkan sempat merasa putus asa karena target tak tercapai. Namun titik balik terjadi saat digelarnya Balkonjazz Festival 2022. Balkonjazz Festival juga merupakan event yang didukung PGN selaku Subholding Gas Pertamina beberapa wakgu lalu. 

“Waktu itu saya bisa jual hampir 1.200 burger, benar-benar jadi penyemangat. Dan sejak saat itu, saya percaya event-event seperti ini bisa menjadi penopang utama keberlangsungan UMKM,” ujarnya.

Hari juga berharap Suadesa Festival bisa menjadi agenda tahunan. “Bukan cuma Truntum yang berkembang, tapi UMKM lain di sekitar juga harus ikut naik kelas. Harapannya, eksposur ini bisa terus tumbuh,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan PGN, Truntum Gasblock juga menggunakan gas bumi atau Jargas dari PGN sejak awal berdiri. “Lebih hemat, lebih praktis. Kami tidak perlu repot kalau gas habis,” ujar Hari.

Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman menegaskan, Suadesa Festival adalah refleksi komitmen terhadap gaya hidup berkelanjutan di tingkat desa. 

“Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang memimpin perubahan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara energi, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang ditunjukkan lewat festival ini merupakan model pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui program CSR, PGN ingin mendorong potensi lokal. Desa Karangrejo memiliki kekuatan besar di sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Harapannya, Suadesa Festival bisa terus tumbuh menjadi festival desa tahunan yang dinanti-nantikan,” tutup Fajriyah.

Pimpin Sidang Parlemen OKI, Puan Sebut Islam Miliki Modal Kekuatan Baru Dunia

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang Komite Umum (General Committee) Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan menyinggung mengenai Islam yang memiliki modal sebagai kekuatan baru dunia.

Sesi sidang ini digelar di Ruang Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Adapun sidang ini merupakan pertemuan ke ke-26 Komite Umum PUIC di mana DPR bertindak sebagai tuan rumah Konferensi PUIC ke-19. Tampak Puan duduk di meja pimpinan sidang diapit oleh Sekjen PUIC Mouhamed KhouraichiNiass, dan Deputi Sekjen PUIC Ali Asghad Mohammadi Sinjani.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, pertemuan ke-26 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) General Committee saya nyatakan dibuka,” kata Puan membuka sidang ditandai dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali.

Puan juga mengucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pimpinan dan Delegasi Parlemen negara-negara anggota Parlemen OKI yang hadir di Jakarta sejak awal pekan ini. Perhelatan di Jakarta tahun 2025 juga sekaligus menandakan 25 tahun usia (silver jubilee) PUIC sejak pertama didirikan pada tahun 1999.

Meski acara pembukaan resmi baru digelar malam nanti, namun rangkaian kegiatan PUIC ke-19 sudah dimulai sejak Senin (12/4) dengan sejumlah pertemuan penting. Mulai dari soal isu terkait Palestina dan Minoritas Muslim, Dialog Peradaban dan Agama, Ekonomi dan Lingkungan, serta isu Hak Asasi Manusia, Perempuan dan Keluarga.

Konferensi PUIC ke-19 dihadiri oleh delegasi parlemen 37 negara anggota OKI. Total ada sekitar 500 anggota delegasi yang hadir, termasuk dari negara-negara observer.

“Kita berkumpul untuk mendiskusikan isu-isu yang penting dan krusial bagi eksistensi umat di negara muslim maupun negara dengan penduduk mayoritas muslim,” tuturnya.

Puan lalu menyinggung soal umat muslim di dunia yang mencapai dua miliar penduduk. Ia mengatakan, jumlah penduduk umat muslim telah mendominasi hampir 25 persen populasi global.

“Idealnya, kita dapat menjadi elemen kekuatan baru dari tatanan dunia. Pada satu titik, Islam memiliki modal untuk menjadi kekuatan baru dunia. Kita adalah kekuatan peradaban yang menekankan persatuan umat,” ungkap Puan.  

“Islam adalah peradaban yang menghargai keberagaman dan pluralisme, sebagaimana tercermin di Piagam Madinah. Bahkan Islam pernah mencapai masa kejayaan dan keemasan yang melahirkan filsuf, ilmuwan, insinyur, yang berkontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan dunia,” imbuhnya.

Meski begitu, Puan menyebut beragam tantangan baik domestik dan global saat ini membayangi negara muslim dan negara berpenduduk muslim mayoritas dalam menampilkan perannya sebagai kelompok yang diperhitungkan di dunia.  

“Di level domestik, kita masih perlu menjawab berbagai pertanyaan dari publik mengenai mampukah kita menyediakan pelayanan publik yang baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Puan.  

“Di sisi lain, kita juga harus menavigasi beragam cengkeram kepentingan politik global dan memperkuat upaya menjaga soliditas antarnegara anggota OKI,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Oleh karena itu, Puan mengaku merasa berbahagia melihat Delegasi Parlemen Negara-Negara OKI dapat hadir mendiskusikan topik utama konferensi kali ini yakni “PUIC Silver Jubilee – Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience”.

“Topik ini menjadi pilihan sebagai upaya kita melihat dan membangun ke dalam, baik sebagai negara, parlemen, maupun organisasi PUIC, agar dapat berkontribusi lebih baik ke umat dan publik serta dunia,” sebut Puan.   Sejak kesepakatan pembentukan pada tahun 1999 dan kemudian secara resmi beroperasi sejak tahun 2000, Puan mengatakan sudah banyak hal yang dilakukan PUIC.

“Organisasi antarparlemen negara Islam dan berpenduduk mayoritas Islam ini telah mengarungi beragam perjalanan dalam upaya memperkuat solidaritas antarparlemen dan umat,” ucapnya.  

“Kini seiring dengan perayaan ke-25 dari PUIC (silver jubilee), sudah saatnya bagi kita untuk menata kembali bagaimana sebuah organisasi parlemen dan antarparlemen berjalan,” imbuh Puan.

Dalam sidang 26th Session of the PUIC General Committee ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUIC Mouhamed KhouraichiNiass dan Presiden PUIC ke-18, Ketua Majelis Nasional Republic Pantai Gading, Adama Bictogo turut menyampaikan pandangan.

Puan pun memuji keberhasilan parlemen Pantai Gading yang memegang keketuaan PUIC tahun 2024, khususnya sang ketua, Adama Bictogo yang memegang tongkat Presidensi PUIC ke-18.

“Peran signifikan Yang Mulia Presiden PUIC ke-18 dalam memimpin PUIC setahun ke belakang dan menavigasi kepentingan organisasi dalam beragam agenda global merupakan peran berharga dalam sejarah PUIC,” jelas mantan Menko PMK itu.   Usai penyampaian pendapat, sesi sidang ini kemudian melakukan pemilihan komposisi Kepemimpinan Biro untuk Konferensi PUIC ke-19 yang terdiri dari Presiden Konferensi, dua Wakil Ketua dan Rapporteur (pelapor).   Sejalan dengan Pasal 4 Statuta PUIC, Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai tuan rumah akan memimpin memimpin jalannya Konferensi PUIC ke-19. Sementara dua Wakil Ketua lainnya akan dipilih dari Ketua Delegasi parlemen dari kawasan lainnya yakni dari Kelompok Afrika dan Kelompok Arab. Lalu, Rapporteur akan dipilih dari delegasi yang hadir.

Puan lalu meminta persetujuan anggota PUIC yang mengikuti sidang atas nama-nama tersebut.

“Pada kesempatan ini, saya meminta persetujuan peserta untuk merekomendasikan nama-nama tersebut untuk disetujui sebagai anggota Biro Pimpinan Konferensi PUIC ke-19. Apakah dapat disetujui?” tanya Puan.   “Setuju,” jawab peserta sidang serentak dilanjutkan ketukan palu sidang Puan tanda pengesahan.

Selain memilih Biro Pimpinan Konferensi PUIC ke-19, peserta sidang juga menyepakati agenda dan program kerja PUIC General Committee ke-26, serta hasil laporan kerja organisasi dalam aktivitas terkait PUIC General Committee.

Sebagai informasi, Konferensi PUIC ke-19 akan dibuka nanti malam yang rencananya turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Puan siang ini juga dijadwalkan menerima estafet presidensi PUIC dari Ketua Parlemen Pantai Gading.

“Sebagai tanda berakhirnya rapat ini, maka, saya nyatakan rapat PUIC General Committee ke-26 ditutup,” kata Puan sambil mengetuk palu sidang.

Perayaan Waisak Vihara Mahavira Graha Semarang, Umat Lakukan Ritual Guyur Rupang Simbol Pembersihan Diri

SEMARANG – Sejumlah umat Buddha mengikuti prosesi Puja Bakti dalam rangka perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 di Vihara Mahavira Graha, Marina, Semarang, Senin (12/5).

Mengusung tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”, perayaan Waisak kali ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Para bhiksu samanera dan umat begitu khusyuk saat dimulainya Kebaktian Waisak melafal vajrachedika prajnaparamita sutra (pembacaan sutra intan atau sutra kebajikan).

Dalam prosesi kebaktian dimulai dengan penurunan relik hyang. Kemudian dibawa ke altar bersama dengan sepuluh persembahan, seperti dupa, bunga, dan buah-buahan. Umat kemudian berbaris untuk melakukan ritual memandikan Buddha Rupang. Satu persatu mereka mempersembahkan bunga di miniatur kolam.

Suhu Chuan Ling atau Bhiksuni Tantra Virya mendampingi umat yang satu persatu mendekat ke rupang (arca) Buddha, untuk mengguyur rupang Buddha dengan air suci.

Bhiksu Samanera Vihara Mahavira Graha, Suhu Chuan Chi menerangkan, ritual memandikan Buddha mengandung makna sebagai simbol membersihkan diri dari kotoran batin.

“Ritual ini sudah menjadi tradisi spiritual yang diwariskan turun-temurun oleh umat Budda,” kata Chuan Ling.

Sedangkan menurunkan Relik Sang Buddha dimaksudkan supaya umat bisa bersujud di depannya.

Tak hanya sebagai perayaan keagamaan, Waisak juga menjadi momentum refleksi batin, pemurnian diri, dan perwujudan nilai-nilai welas asih serta kebijaksanaan. Harapannya salam rangka perayaan Trisuci Waisak, agar tercapai perdamaian dunia, selaras dengan cita-cita Sang Buddha bahwa semua makhluk hidup damai dan berbahagia.

“Pesan Waisak sesuai tema yaitu Meningkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia. Maka kita harus melakukan pengendalian diri dengan kebijaksanaan kita sehingga perdamaian dunia bisa kiya wujudkan,” ujarnya.

Seorang umat, Aristo mengatakan setiap tahun selalu mengikuti acara dalam perayaan Trisuci Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang ini. Perayaan ini membawa inspirasi bagi semua umat Buddha untuk perdamaian masyarakat dunia dan Indonesia khususnya.

“Diharapkan dengan perdamaian, maka Indonesia makin makmur, sejahtera dan pastinya membawa semua kebaikan, pungkasnya.

Puan Maharani Tekankan Dukungan Bagi Palestina Hingga Perdamaian Pakistan-India Di Sela PUIC

JAKARTA (lensasemarang.com) – Hari kedua penyelenggaraan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Gedung DPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral meeting dengan sejumlah pimpinan parlemen negara yang hadir.

Salah satu isu yang dibahas adalah tentang perdamaian dunia, termasuk dukungan bagi Palestina.

Pagi hingga siang ini, Selasa (12/5/2025), Puan melakukan bilateral meeting dengan pimpinan Parlemen negara Aljazair, Bahrain, dan Oman yang merupakan anggota OKI. Pertemuan digelar di Ruang Delegasi DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain dengan ketiga negara tersebut, Puan juga bertemu pimpinan parlemen Ceko. Adapun Ceko bukan merupakan negara anggota PUIC namun hadir sebagai negara observer dalam perhelatan PUIC ke-19 di Indonesia.

“Baru saja kami melaksanakan pertemuan bilateral dengan pimpinan parlemen Aljazair, Bahrain, Oman juga Ceko. Dan Ceko datang sebagai observer,” kata Puan

Pada pertemuan-pertemuan bilateral itu, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, serta Anggota BKSAP DPR Gilang Dhielafararez, dan Mufti Anam. Pertemuan bilateral dengan 4 pimpinan negara sahabat tersebut dilakukan secara terpisah.

Pertama, Puan bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Rakyat Aljazair, Ibrahim Boughali, kemudian pertemuan dengan Ketua Parlemen Kerajaan Bahrain, Ahmed bin Salman Al Musalam, dan disusul pertemuan dengan Ketua Dewan Syura Kesultanan Oman, Khalid Hilal Nasser Al Maawali. Setelahnya Puan bertemu dengan Wakil Ketua DPR Republik Ceko, Jan Skopecek.

Dalam 4 pertemuan bilateral tersebut, Puan bersama para pimpinan parlemen yang hadir membahas isu-isu terkait dinamika internasional, juga peningkatan kerja sama antar negara lewat parlemen. Secara khusus, Puan menyinggung pentingnya komitmen negara-negara dunia terhadap isu kemanusiaan Palestina.

“Penyelesaian konflik Palestina-Israel menjadi isu penting yang harus mendapatkan perhatian kita bersama. Di antaranya melalui penghentian perang di Gaza dan menjamin akses bantuan kemanusiaan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Selain dukungan atas kemerdekaan Palestina, Puan juga membahas sejumlah isu, di antaranya terkait perdamaian antar bangsa, hingga stabilitas regional dan global.

Bersama Ketua Majelis Nasional Rakyat Aljazair, Puan pun mengungkit sejarah Indonesia dan Aljazair yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Presiden Pertama RI, Soekarno yang sejak awal mendukung kemerdekaan Aljazair hingga merdeka di tahun 1962.

“Hubungan Indonesia dan Aljazair memiliki sejarah yang panjang dan dibangun atas dasar perjuangan bersama dalam dekolonisasi dan solidaritas negara-negara Selatan,” sebut Puan.

Sementara saat bertemu dengan Ketua Parlemen Bahrain, Puan turut membicarakan masalah perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di negara tersebut mengingat jumlah WNI di Bahrain mencapai 6.900 orang yang sebagian besar bekerja di sektor informal. Secara khusus, ia mengapresiasi upaya perlindungan warga Indonesia oleh Pemerintah Bahrain.

Lalu dengan Ketua Dewan Syura Kesultanan Oman, Puan mendiskusikan soal kerja sama bilateral kedua negara. Puan menyebut, hubungan diplomatik RI-Oman yang terjalin sejak tahun 1978 terus berkembang secara konsisten dan berlandaskan kesamaan nilai-nilai Islam, saling percaya dan persahabatan yang erat.

“Saya berharap kedua negara dapat mengintensifkan kembali kerja sama politik dengan merealisasikan Forum Konsultasi Politik II yang tertunda karena Pandemi Covid-19,” ucap mantan Menko PMK itu.

Lebih lanjut, Puan mengatakan kerja sama antar-parlemen juga dapat dilakukan melalui forum parlemen tingkat global dan regional, termasuk melalui PUIC.

Menurutnya, Konferensi PUIC ke-19 merupakan momen untuk menggalang solidaritas antar parlemen negara islam dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Hal tersebut, kata Puan, dapat dilakukan dengan menumbuhkan resiliensi masyarakat, melalui perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, serta transparansi.

“PUIC sebagai representasi parlemen negara muslim dapat berperan aktif dalam menciptakan dunia yang adil, damai, dan sejahtera,” sebut Puan.

Usai bilateral meeting, Puan lalu mengecek kesiapan venue PUIC ke-19 di kompleks parlemen. Mulai dari ruang makan bagi delegasi dan ketua parlemen negara yang hadir, hingga Ruang Rapat Paripurna I Gedung Nusantara yang akan digunakan sebagai tempat pembukaan dan penutupan PUIC ke-19.

Adapun PUIC ke-19 digelar di Gedung DPR, sejak tanggal 12 Mei 2025 hingga 15 Mei mendatang. Meski acara pembukaan resminya baru digelar esok hari, Rabu (14/5), namun rangkaian kegiatan PUIC ke-19 sudah dimulai sejak kemarin, Senin (12/5), dengan sejumlah pertemuan penting.

Beberapa sesi pertemuan yang telah dilakukan antara lain membahas isu terkait Palestina dan Minoritas Muslim, Dialog Peradaban dan Agama, Ekonomi dan Lingkungan, serta isu Hak Asasi Manusia, Perempuan dan Keluarga.

“Saya sebagai Ketua DPR RI merasa bangga dan terhormat bisa mempertemukan parlemen-parlemen negara OKI. DPR siap menjadi tuan rumah dan berusaha memberikan yang terbaik untuk pelaksanaan konferensi ini,” jelas Puan.

“Saya berharap PUIC sebagai representasi parlemen negara muslim dapat berperan aktif dalam menciptakan dunia yang adil, damai, dan sejahtera. Hal tersebut merupakan manifestasi kehadiran islam di dunia sebagai rahmatan lil alamin,” imbuh cucu Bung Karno tersebut.

Pelaksanaan PUIC ke-19 juga sekaligus menandakan keketuaan DPR pada forum Uni Parlemen Negara-negara OKI. Secara otomatis, Puan mengemban tugas sebagai Presiden PUIC ke-19.

“Ibu Ketua DPR kembali dipercaya untuk menjadi presiden organisasi internasional dan kali ini adalah menjadi Presiden untuk PUIC ke-19,” ungkap Wakil Ketua BKSAP DPR Irine Yusiana Roba Putri usai mendampingi Puan dalam pertemuan bilateral di Gedung DPR.

“PUIC merupakan salah satu acara bergengsi, dan ini juga membuktikan sekali lagi keketuaan Indonesia itu sangat dipandang oleh dunia,” tambahnya.

Menurut Irine, salah satu isu utama yang dibahas pada konferensi PUIC ke-19 di Indonesia adalah terkait komitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hal tersebut juga sangat ditekankan Puan dalam pertemuan-pertemuan bilateral dengan pimpinan negara yang hadir.

“Kita ingin agar Konferensi PUIC yang ke-19 di Indonesia mampu menuntut kepada dunia atas perdamaian yang harus terjadi di Palestina,” ucap Irine.

“Tadi ibu Ketua DPR mengatakan bahwa dukungan Indonesia tidak akan pernah putus kepada saudara-saudara di Palestina sampai Palestina menjadi negara yang merdeka. Kita percaya ketika perjuangan ini menjadi perjuangan bersama, kita akan lebih kuat dan lebih keras lagi bersuara untuk perdamaian di Palestina,” lanjut Anggota Komisi V DPR RI itu.

Tak hanya bagi Palestina, Puan pun disebut mendorong terciptanya perdamaian di berbagai negara yang tengah berkonflik. Termasuk Pakistan dan India.

“Ibu Ketua DPR juga tadi meminta kepada negara-negara yang melakukan bilateral meeting untuk bersama-sama mengutuk segala bentuk kekerasan yang juga terjadi kepada saudara-saudara Muslim kita di berbagai negara, tidak hanya di Palestina. Seperti Pakistan-India, juga kekerasan Rohingya yang masih menjadi fokus dan juga beberapa wilayah lainnya,” papar Irine.

Hadiri Jamuan Makan Malam PUIC Ke-19, Puan Ajak Parlemen OKI Kolaborasi Untik Masa Depan Dunia Lebih Baik

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri jamuan makan malam yang digelar untuk delegasi Parlemen Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/5/2025).

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan konferensi PUIC yang dihadiri oleh para delegasi dari berbagai negara anggota OKI di Indonesia.

Acara makan malam delegasi PUIC ke-19 ini adalah undangan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga merupakan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI periode 2019-2024.

Puan duduk semeja bersama Fadli Zon, Sekjen PUIC Mouhamed Khouraichi Niass, dan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha. Sejumlah delegasi PUIC hingga anggota BKSAP DPR RI juga turut hadir dalam acara makan malam tersebut.

Sebelum menikmati hidangan makan malam, delegasi PUIC terlebih dahulu diajak berkeliling di Museum Nasional yang menampilkan kekayaan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Puan mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah PUIC ke-19 merasa sangat terhormat menerima kedatangan para delegasi dari berbagai negara sahabat. Ia mengatakan sebagai negara dengan populasi Islam terbesar di dunia, Indonesia bangga dapat menjadi tuan rumah konferensi PUIC ke-19 yang sangat strategis.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menyambut Anda semua di Museum Nasional Indonesia malam ini. Saat kita berkumpul di institusi ikonik ini, dikelilingi oleh kekayaan sejarah dan budaya bangsa kita, saya teringat akan kekuatan dari keberagaman dan pentingnya pertukaran budaya,” kata Puan.

“Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, merasa bangga menjadi tuan rumah Sidang ke-19 Konferensi PUIC, yang menghimpun para perwakilan terhormat dari negara-negara Muslim,” tambah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menuturkan Konferensi PUIC penting diadakan untuk membangun kerja sama dan kolaborasi antarbangsa. Ia menekankan bahwa DPR memiliki tanggung jawab besar membantu membentuk arah masa depan bangsa, terutama dalam menghadapi segala tantangan yang ada.

Lebih lanjut, Puan juga menyinggung pentingnya memperjuangkan perdamaian dan keharmonisan antarbangsa. Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak para delegasi memanfaatkan konferensi parlemen negara OKI di DPR sebagai sarana saling belajar dan mempererat persahabatan antarnegara, apalagi perhelatan di Indonesia ini bertepatan dengan peringatan ke-25 tahun (silver jubilee) PUIC sejak didirikan pada 1999.

“Mari kita bekerja sama untuk memajukan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan bagi seluruh umat manusia,” sebut Puan.

“Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi negara kita, dan dunia,” imbuh cucu Bung Karno tersebut.

Untuk diketahui, PUIC ke-19 akan digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 12–15 Mei 2025. Mengusung tema ‘Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience’, DPR ingin menekankan bahwa ketahanan dunia Islam tak bisa dilepaskan dari fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan kuat.

Konferensi PUIC di Kompleks Parlemen RI direncanakan akan dihadiri oleh 500 peserta dari delegasi negara-negara OKI, termasuk negara observer. Para delegasi sudah mulai berdatangan sejak hari ini.

Sebelumnya, Puan menegaskan DPR RI berkomitmen mengarahkan diskusi PUIC menuju solusi konkret untuk menjawab krisis multidimensi yang dihadapi banyak negara anggota OKI. Terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

“DPR RI memahami betul bahwa diplomasi parlemen hari ini menuntut aksi nyata. Isu Palestina, penguatan kelembagaan, hingga perdamaian regional adalah isu-isu krusial yang harus menjadi pembahasan prioritas,” tegas Puan.