Home Blog Page 47

Sambut Hangat Bhikku Thudong, Gubernur Ahmad Luthfi: Bentuk Keragaman dan Toleransi Umat Beragama

SEMARANG (lensasemarang.com) – Perjalanan ribuan kilometer rombongan Bhikku Thudong dari Thailand menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah sudah sampai di Kota Semarang. 

Rombongan itu mampir ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (7/5/2025), dan disambut hangat oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. 

“Hari ini saya atas nama Gubernur Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah mengucapkan selamat datang kepada rombongan Bhikkhu dari Thailand,” katanya.

Thudong merupakan bagian dari rangkaian perjalanan spiritual umat Budha dalam peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025 M. Ritual puncaknya jatuh pada 12 Mei 2025 di Candi Borobudur.

“Provinsi Jawa Tengah tidak hanya mendukung, tetapi juga mengawal kegiatan dan prosesi yang dilakukan,” ujarnya.

Luthfi mengatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan toleransi beragama yang dijunjung tinggi. Buktinya, para Bhikkhu Thudong dikawal umat muslim dan nasrani secara bersama-sama. Bahkan, dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang notabene kerajaan Islam pun, ikut mengawal.

“Inilah bentuk keragaman dari kegiatan ini yang harus kita tumbuh kembangkan di wilayah Jawa Tengah, sebagai unsur toleransi umat beragama yang kental di wilayah kita,” katanya.

Luthfi sendiri sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah sudah beberapa kali menyambut para Bhikkhu Thudong. Saat itu ia masih menjabat sebagai Kapolda Jateng.

“Kalau jadi Gubernur kan baru. Tapi waktu saya jadi Kapolda sudah beberapa kali menerima Bhikkhu Thudong. Kalau tidak salah sudah empat kali. Bahkan saya ikut mengawal waktu itu,” ujarnya.

Ketua Umum Internasional Thudong, Welly Widadi, berterima kasih atas sambutan hangat dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan Thudong ini selain untuk beribadah, juga sekaligus mendoakan warga Indonesia. 

“Para Bhikkhu Thudong ini sudah berjalan beribu-ribu kilometer, membawa pesan perdamaian untuk dunia,” kata dia.

Salah seorang Bhikkhu Thudong, Bhante Wichai, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan kepada para Bhikkhu Thudong. Ini bukan pertama kali ia ikut Thudong. Setiap sampai di Jawa Tengah selalu mendapatkan sambutan hangat dari berbagai agama.

“Terima kasih kepada Gubernur dan seluruh pihak yang mendukung kami. Kami senang bisa kembali ke sini agar bisa hidup bersama di dunia ini. Kita harap semua bisa happy,” ujarnya.

Lantik 29 Pejabat Tinggi Pratama, Gubernur Ahmad Luthfi: No Titip-titip No Jastip

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melantik sebanyak 29 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Prosesi pelantikan itu dilakukan di Gedung Gardhika Bhakti Praja, Semarang pada Rabu (7/5/2025).

Luthfi menegaskan, dalam penempatan itu tidak ada jabatan yang diperjualbelikan.

“No titip-titip, no jastip. Jadi, slogan itu tidak hanya untuk adik-adik SMA (pada penerimaan siswa baru), tapi semua jabatan itu no titip-titip no jastip. Jelas semua,” kata Luthfi saat memberikan arahan.

Luthfi menjelaskan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng sudah dilakukan dengan sistem merit. Yaitu berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan lainnya sehingga tidak ada jabatan yang diperjualbelikan.

Lebih lanjut, pelantikan pimpinan tinggi pratama tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan beberapa jabatan kepala dinas dan mutasi beberapa orang. Tujuannya untuk mengakselerasi kinerja kepegawaian dan menyehatkan organisasi.

“Di tempat kita tidak perlu ada seleksi, kita cukup dengan menggunakan management talent, di mana rule-nya dengan cara sistem merit,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, secara umum belanja kepegawaian di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan bagus dan sesuai aturan. Di mana batas yang ditentukan maksimal 30% telah terpenuhi

“Hari ini saya yakin dan percaya dengan jabatan baru yang diemban oleh para pimpinan tinggi pratama itu, nanti akan menambah akselerasi pelayanan publik,” katanya.

Dalam sambutannya, Luthfi juga menggarisbawahi beberapa hal penting. Terutama terkait loyalitas dan integritas. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada ego sektoral. Semua organisasi perangkat daerah diminta menjalin kebersamaan.

“Organisasi ini ibarat kapal. Kalau tidak ada loyalitas maka nanti akan jadi rebutan, ora (tidak) kompak, jadinya nanti tombak cucukan karena jabatan. Itu harus kita hindari,” tegasnya.

Adapun dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno. Juga untuk pertama kalinya dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dihadiri oleh Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Ketua Kontak Tani Nelayan Provinsi Jawa Tengah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Komunitas Sahabat Difabel, dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Tengah.

Terima Senat Hun Sen, Puan Diundang Peresmian Nama Jalan Sukarno Di Kamboja

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kehormatan Ketua Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen di Gedung DPR.

Pertemuan ini merupakan upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja, khususnya di bidang parlemen, perdagangan, pertahanan, hingga isu-isu sosial yang menjadi perhatian bersama.

“Selamat datang kepada Yang Mulia bapak Hun Sen, Ketua Senat Kerajaan Kamboja di gedung Parlemen Indonesia ini,” kata Puan saat menyambut kedatangan Hun Sen dan rombongan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Hun Sen datang ke DPR bersama sejumlah Senat Kerajaan Kamboja. Dalam pertemuan ini, Puan didampingi Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota Komisi I DPR Nico Siahaan, Anggota Komisi III DPR Gilang Dhielafararez, dan Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto.

Sebelum Courtesy Call, Puan mendampingi Ketua Senat Kamboja Hun Sen menandatangani piagam kehadiran dilanjutkan foto bersama. Dalam kesempatan ini, Puan juga mengajak Hun Sen yang merupakan mantan Perdana Menteri Kamboja itu melakukan Tour Building Gedung Nusantara.

Puan pun menjelaskan Gedung Nusantara yang juga dikenal dengan sebutan gedung kura-kura adalah salah satu tempat bersejarah di Indonesia. Ia menyebut pertemuan di gedung kura-kura memiliki arti penting.

“Gedung ini digagas oleh Presiden pertama RI bapak Sukarno. Atap gedung ini mencerminkan adanya kepakan sayap burung yang melambangkan Indonesia yang akan akan tumbuh dan berkembang,” tutur Puan.

Saat bilateral meeting, Puan berbicara soal eratnya hubungan Indonesia dengan Kamboja yang telah terjalin sejak era Presiden Sukarno dan Raja Norodom Sihanouk.

Sebelum pertemuan ini, Puan juga sudah pernah bertemu dengan Hun Sen dalam perhelatan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Phnom Penh pada 2022.

Puan juga menuturkan kontribusi Indonesia dalam proses perdamaian Kamboja di tahun 1980-an dan 1990-an sebagai warisan nilai-nilai dialog dan rekonsiliasi yang masih relevan saat ini.

“Hubungan yang erat di masa lalu tentu diharapkan dapat menjadi fondasi bagi hubungan yang solid bagi hubungan masa kini, dan di masa depan,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan melanjutkan, Indonesia dan Kamboja perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan global seperti persaingan kekuatan besar dan perang dagang. Kedua negara juga dinilai perlu memperkokoh solidaritas ASEAN demi terciptanya kawasan Asia Tenggara yang damai dan stabil.

“Saat ini diperlukan sinergi antara pemerintah dan parlemen dalam mengatasi berbagai tantangan global, yang semakin kompleks,” jelas Puan.

Dalam pertemuan tersebut, Puan dan Hun Sen sempat membahas persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja, meski tidak secara khusus.

Untuk kerja sama antar-parlemen, Puan menekankan pentingnya diplomasi parlemen dalam menghadapi tantangan global dan krisis multidimensi.

Ia mendorong kerja sama lebih erat antara DPR RI dan Senat Kamboja melalui kunjungan pimpinan dan anggota parlemen, pertukaran pengetahuan, serta keterlibatan dalam forum regional seperti AIPA, APA (Asian Parliamentary Assembly), dan IPU (Inter-Parliamentary Union)

“Hubungan parlemen yang lebih erat akan memperkuat rasa saling percaya dan saling pengertian antara kedua negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Menko PMK ini mengapresiasi volume perdagangan bilateral 2024 yang telah melampaui USD 1 miliar, namun masih ada potensi yang bisa ditingkatkan.

Puan mendorong konektivitas dan promosi dua arah dalam memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk rencana pembukaan rute penerbangan langsung oleh AirAsia rute Kamboja-Bali dan tambahan rute Jakarta–Phnom Penh.

“Kita perlu mencari peluang baru meningkatkan perdagangan bilateral. Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dengan meningkatkan konektivitas, mempromosikan perdagangan dua arah, dan meningkatkan kerja sama investasi,” paparnya.

Puan juga mendorong kerja sama dalam aspek pengembangan industri halal Kamboja. Hal ini disebut dapat tercipta dengan dukungan Indonesia dalam pelatihan sertifikasi halal untuk mempermudah ekspor ke negara-negara Muslim.

“Kita juga perlu mengembangkan persahabatan antar masyarakat terutama generasi muda, guna mendukung solidnya hubungan kedua negara,” tutur Puan.

Pada kesempatan ini, Hun Sen juga menekankan pentingnya peningkatan hubungan antara Indonesia dan Kamboja. Apalagi, Kamboja merasa memiliki hubungan spesial dengan Indonesia.

Bahkan Kamboja akan memberi nama jalan di ibukotanya dengan nama dua tokoh Indonesia yakni sang Proklamator, Sukarno, dan legenda diplomat Ali Alatas. Hun Sen mengundang Puan untuk datang ke Phnom Penh menghadiri peresmian dua nama jalan itu.

“Saya merasa terhormat bahwa kontribusi Indonesia telah diakui dengan dinamainya dua jalan di Phnom Penh berdasarkan nama tokoh-tokoh Indonesia, yaitu Presiden Sukarno dan Menteri Luar Negeri Ali Alatas,” ungkapnya.

Sebagai Cucu Sukarno, Puan secara khusus berterima kasih kepada Kamboja atas kehormatan tersebut.

“Ini bukan hanya kehormatan besar bagi keluarga Presiden Sukarno, tetapi juga bagi rakyat Indonesia,” kata Puan haru.

Puan berharap pertemuannya dengan Hun Sen dapat semakin mempererat hubungan kedua negara, khususnya hubungan antar-parlemen.

“Semoga pertemuan ini bisa berkontribusi memperkuat hubungan bilateral yang lebih kokoh antara Indonesia dan Kamboja,” ucapnya.

Pertemuan Puan dengan Hun Sen berjalan dengan hangat, selama lebih dari 30 menit. Menurut Puan, ia dan Hun Sen membahas soal kerja sama Indonesia dan Kamboja mulai dari perdagangan, pertahanan, dan lain-lain.

“Beliau mengharapkan hubungan yang semakin erat ini terus ditingkatkan. Sekarang beliau ikut menjadi penasehat dari semua pemerintahan yang ada dan beliau juga menyampaikan dari pertemuan dengan Bapak Presiden Prabowo yang juga merupakan teman baik beliau, beliau berharap bahwa semua kerja samadan hubungan yang sudah baik ini bisa terus dilanjutkan,” urai Puan usai pertemuan.

Kepada Puan, Hun Sen menyatakan terinspirasi bahwa Indonesia sudah memiliki ketua parlemen perempuan. Saat ini, Kamboja juga memiliki ketua parlemen perempuan yakni Khuon Sudary.

“Beliau menyampaikan terinspirasi bahwa Indonesia sudah ada ketua DPR perempuan. Jadi sekarang di Kamboja kemudian ada ketua DPR perempuan juga,” katanya.

“Jadi Alhamdulillah Indonesia dan Kamboja punya ketua DPR perempuan dan ke depannya semoga hubungan antara Indonesia dan Kamboja tetap baik,” tambah Puan.

Adapun Senat Kamboja Hun Sen dijadwalkan mengunjungi beberapa lokasi di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya di Indonesia. Hun Sen telah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, kemarin, Senin (5/5/2025).

187 Polisi Kawal 36 Biksu Thudong di Semarang menuju ke Borobudur

SEMARANG – 187 personel Polrestabes Semarang dikerahkan untuk menjaga keamanan dan pengawalan para biksu saat melakukan perjalanan di Semarang, Selasa (6/4). Ritual thudong mengusung tema ” Berjalan Bergandengan Tangan Wujudkan Toleransi Untuk Perdamaian Dunia.”

Sebanyak 36 biksu thudong tersebut berasal dari Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Amerika berjalan kaki dan menjalani hidup sederhana, menarik perhatian saat para biksu menuju Candi Borobudur untuk merayakan Hari Raya Waisak yang akan datang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi melalui Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Agung Setyo membenarkan bahwa sebanyak 187 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan dan pengawalan para biksu saat melakukan perjalanan di kota tersebut.

“Kami melakukan pengamanan sejak mereka masuk wilayah Kota Semarang, pengawalan, dan penempatan personel secara strategis di sepanjang jalur hingga mereka masuk ke Kabupaten Semarang,” kata Kasihumas Kompol Agung Setyo.

Para biksu diperkirakan tiba di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 12 Mei 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2569 TB/2025 M.

Polrestabes Semarang telah mengoordinasikan agenda selama dua hari bagi para biksu Thudong di wilayah Kota Semarang. Hari ini, rombongan dijadwalkan mengunjungi Masjid Agung Kauman di Semarang, sebagai bukti kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Besok, 7 Mei,Para biksu akan mengunjungi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk melanjutkan kegiatan mereka.

Kehadiran dan aktivitas biksu Thudong di Semarang telah menarik perhatian publik yang cukup besar dan dipandang sebagai simbol perdamaian dan pengertian di wilayah tersebut. Polrestabes Semarang berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan para biksu saat mereka melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur.

Puan Maharani Minta Pemerintah Dampingi Pekerja Terdampak PHK

JAKARTA (lensasemarang.com) -) Ketua DPR Republik Indonesia Puan Maharani meminta pemerintah mendampingi kalangan pekerja formal pada masa peralihan ke sektor informal setelah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin (5/5/2025), Puan meminta agar para pekerja yang di-PHK tidak berjuang sendirian.

“Negara harus hadir untuk mendampingi proses transisi tenaga kerja yang beralih dari sektor formal ke informal, dari pekerja upahan ke pelaku usaha dan jasa dengan pendekatan yang nyata dan terukur,” katanya.

Hal itu disampaikannya merespons laporan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI terkait angka PHK di Indonesia untuk periode Januari hingga akhir April 2025 yang mencapai 24.036 pekerja.

Menurut Puan, fenomena ini merupakan pertanda bahwa sistem ketenagakerjaan yang diharapkan saat ini belum mampu menghadapi tantangan perubahan struktur ekonomi dan digitalisasi.

“Banyaknya pekerja yang beralih ke sektor informal tersebut lantaran tidak sebandingnya lapangan pekerjaan dengan angkatan kerja yang kian bertambah,” ujarnya.

Dia menuturkan banyak pekerja yang menjadi korban PHK kemudian beralih menjadi wirausaha kecil dengan membuka usaha kecil dan menengah (UKM) atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga terjun ke sektor ekonomi kreatif ataupun menjadi penyedia jasa dalam berbagai bidang.

Oleh karena itu, Puan meminta pemerintah turut memberikan perlindungan bagi pekerja yang memilih peluang baru, di samping membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan bantuan sosial (bansos) dalam rangka mengatasi badai PHK di tanah air.

“Negara harus hadir mendampingi rakyatnya yang tengah berjuang bertahan dari kerasnya hidup, termasuk mereka yang di-PHK,” ujarnya.

Puan menyebut pemerintah perlu memberikan bantuan agar peluang-peluang baru yang diambil oleh pekerja terdampak PHK memberikan hasil positif dan tidak membuat kondisi mereka semakin terpuruk.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar program pemberdayaan wirausaha rakyat tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan dasar ataupun pemberian modal kecil yang bersifat stagnan.

“Jangan sampai rakyat didorong menjadi wirausaha tapi hanya menghasilkan usaha-usaha yang nyaris subsisten dengan produktivitas dan pendapatan rendah. Itu bukan pemberdayaan, tapi pengalihan tanggung jawab struktural,” katanya.

Sebaliknya, dia memandang yang dibutuhkan masyarakat adalah akses terhadap ekosistem usaha yang memungkinkan mereka untuk naik kelas baik dari sisi pembiayaan, digitalisasi usaha, maupun perluasan pasar.

“Harus disiapkan sistem yang komprehensif mulai dari pendampingan, akses pembiayaan, hingga integrasi dengan ekosistem pasar,” ujarnya.

Dia mengingatkan pula bahwa solusi bagi fenomena badai PHK tidak boleh hanya sekadar jangka pendek, terlebih di tengah situasi ekonomi yang terus berubah.

Ketua DPR dua periode itu memandang saat ini adalah waktunya untuk mendorong model ekonomi kerakyatan berbasis kewirausahaan produktif yang kompetitif secara global, apapun bentuk usaha yang dipilih rakyat.

“Kita harus pastikan bahwa PHK bukan akhir, melainkan awal dari fase baru ekonomi rakyat yang lebih maju dan bermartabat. Ini hanya bisa tercapai jika negara tidak lepas tangan,” katanya.

Luthfi-Yasin Jadikan Kantor Gubernur Sebagai Rumah Rakyat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi membuka Kantor Gubernur sebagai rumah rakyat untuk mendekatkan layanan dan mempermudah layanan masyarakat. 

“Kantor Gubernur ini tidak hanya tempat kerja Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda, tetapi kantor ini kita gunakan untuk melakukan komunikasi dua arah atau brain storming, dengan membuka ruang untuk masyarakat agar mengadukan segala permasalahan-permasalahan yang ada,” kata Luthfi saat meluncurkan Kantor Gubernur Rumah Rakyat pada Senin (5/5/2025).

Ia mengatakan, rumah rakyat ini merupakan simbol kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi permasalahan aktual, merumuskan solusi bersama antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

“Ini bentuk keterbukaan kita dalam rangka pelayanan publik. Sekaligus sebagai balancing (penyeimbang), dan koreksi bagi kita terkait dengan unsur pelayanan publik di tempat kita,” ujar Luthfi.

Layanan di Rumah Rakyat dibuka di lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dengan waktu pelayanan untuk Senin-Kamis pukul 07.00-15.30 WIB, dan pada Jumat pukul 07.00-14.00 WIB. 

Bagi daerah yang wilayahnya jauh dari Kantor Gubernur, dapat datang di masing-masing kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) seperti Bakorwil Solo untuk Eks Karesidenan Soloraya, Bakorwil Pati untuk Eks Karesidenan Pati, dan Bakorwil Banyumas untuk Eks Karesidenan Banyumas.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengadukan permasalahan yang ada di sekitarnya secara online. Melalui website ppid.jatengprov.go.id dan dinas-dinas terkait, juga nomor WhatsApp 08112773393. Layanan secara online ini terbuka 1×24 jam. 

Seluruh Dinas juga sudah diinstruksikan untuk menanggapi aduan dengan cepat, sehingga aduan masyarakat bisa tertangani. 

“Siapapun boleh mengadu. Mengadu langsung boleh, lewat call center atau online boleh. Kita siap melayani berikut dengan penyelesaiannya. Ini akan segera kami linierkan dengan bupati dan wali kota,” kata Luthfi.

Melalui Rumah Rakyat tersebut, rencananya juga akan digelar dialog bersama Gubernur dan Wakil Gubernur setiap sebulan sekali dengan topik-topik yang sudah ditentukan. Misalnya pada saat launching, digelar dialog dengan topik pendidikan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional. 

“Guru, siswa, orangtua dan siapa pun boleh mengadu tentang permasalahan-permasalahan. Hari berikutnya nanti bisa nelayan, petani, dan siapa pun,” ujarnya.

Meriah, Semarang Night Carnival Hibur dan Pukau Warga

SEMARANG (lensasemarang.com) – Parade kostum unik dan ikonik Semarang Night Carnival (SNC) 2025 dalam puncak perayaan Hari Jadi ke-478 Kota Semarang berlangsung meriah pada Minggu (4/5/2025) malam.

Pada gelaran tersebut, ribuan orang dari Kota Semarang maupun luar kota tumpah-ruah memadati sepanjang jalan dari Titik Nol Kilometer (depan Kantor Pos Pasar Johar) hingga Balai Kota Semarang sebagai finish defile kostum.

Nampak warga begitu menikmati atraksi budaya tersebut bersama keluarga, teman, kerabat, serta sanak saudara. Antusias mereka untuk menonton sembari mengabadikan momen-momen indah terlihat sejak peserta dari Drum Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian Semarang menunjukkan aksinya yang dilanjut dengan defile tamu dari Grobogan, defile tamu dari Salatiga, hingga puncaknya empat sub tema defile Perisai Nusantara: Penjor, burung Merak, bunga Anggrek, dan burung Cendrawasih.

Banyak penonton mengaku merasa terhibur dengan kemeriahan SNC 2025 yang dirasa lebih menawan dari tahun sebelumnya.

“Keren sekali dan lebih mewah dari kemarin (tahun lalu) karena ada tema-tema khususnya. Yang paling menarik kostum penjor,” kata Siti (45) warga Semarang Utara yang menyaksikan bersama suami dan kedua anaknya.

Hal yang sama juga disampaikan Anton (38) yang rela jauh-jauh dari Ungaran untuk melihat “Semarang Night Carnival”. Ia menilai keseruan SNC tahun ini tergambarkan melalui kostum tematiknya yang unik. “Bagus-bagus dan menarik semua,” ujarnya.

Tidak hanya decak kagum ataupun rona kebahagiaan yang terpancar dari penonton, para peserta parade pun menyatakan keseruannya turut serta terlibat dalam puncak acara ulang tahun Kota Semarang.

“Saya senang sekali bisa ada di sini, ikut berkolaborasi dalam kegiatan yang positif ini. Sukses untuk SNC dan terima kasih untuk Ibu Wali Kota Semarang. Sungguh luar biasa sekali Kota Semarang malam ini,” ujar Jelantik, salah satu peserta asal Surabaya.

Wali Kota Semarang Semarang Agustina mengungkapkan rasa bangganya karena SNC 2025 berhasil memukau ribuan masyarakat serta tamu undangan dari berbagai wilayah Indonesia. Dia meyakini acara tahunan tersebut dapat berkelanjutan untuk mengungkit pertumbuhan perekonomian, pariwisata, hingga UMKM.

“Event SNC ini hadir sebagai pertunjukan kreasi sekaligus upaya pelestarian budaya nusantara, serta penggerak ekonomi masyarakat. Untuk itu perlu dukungan semua pihak agar acara ini bisa terus berkembang sehingga menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Agustina mengaku memiliki harapan agar kegiatan SNC pada tahun-tahun mendatang makin spektakuler dan diikuti oleh banyak peserta agar waktu pelaksanaannya menjadi lebih lama sehingga membuat masyarakat kian terhibur dan wisatawan lebih lama tinggal dan menginap di Kota Semarang.

Dirinyaa pun menambahkan jika perhelatan SNC berpotensi mengembangkan industri kreatif Indonesia, khususnya di Kota Semarang. Bahkan, lanjutnya, bisa menjadi karnaval yang mengundang perhatian dunia.

“Ayo kita kenalkan Kota Semarang kepada dunia internasional,” tutupnya.

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Fatayat NU Terlibat Progam Kecamatan Berdaya

TEGAL (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan ruang seluas-luasnya kepada organisasi masyarakat Fatayat Nahdlatul Ulama untuk bereksplorasi dalam mendukung pembangunan daerah, salah satunya melalui pengembangan Program Kecamatan Berdaya.

Menurut Luthfi, dalam membangun daerah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah provinsi sendiri, namun butuh kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemangku kepentingan, serta organisasi kemasyarakatan.

“Di provinsi sudah punya program kecamatan berdaya. Di dalamnya ada perempuan-perempuan yang kita beri program untuk membikin ekonomi kreatif,” kata Luthfi saat menghadiri Peringatan Harlah ke-75 dan Halalbihalal Fatayat NU Jawa Tengah di Pendapa Kota Tegal, Minggu (4/5/2025).

Ia meminya Fatayat NU untuk terlibat dalam mengembangkan program Kecamatan Berdaya di masing-masing kecamatan di 35 kabupaten/kota sebab kecamatan akan dijadikan pusat memberdayakan kelompok perempuan, anak, pemuda, disabilitas, dan lainnya.

Melalui program itu, pemeritah provinsi melalui dinas terkait, bahkan sejumlah kementerian siap memberikan program-program pemberdayaan.

Oleh karenanya, Pemprov Jateng juga siap menerima masukan gagasan pembangunan dari Fatayat NU, supaya bisa mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Mantan Kapolda Jateng ini mengatakan, rencana pembangunan jangka menengah daerah telah ditentukan. Tahun 2025 fokus pada pembangunan infrastruktur. Sedangkan pada 2026 diarahkan pada swasembada pangan. Di samping itu persoalan pengentasan kemiskinan juga menjadi prioritas yang harus diselesaikan secara komprehensif dan holistik.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan menjadi perempuan berdaya dan berkarya dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik menjadi perempuan yang berkiprah di tempat publik maupun menjadi ibu rumah tangga.

“Menjadi ibu rumah tangga itu juga tidak sekadar selesai pada pekerjaan rumah. Tapi harus bisa meningkatkan kualitasnya, karena harus melahirkan generai penerus bangsa,” katanya.

Dalam pembangunan nasional dan daerah, peran perempuan tidak bisa dikesampingkan atau ditinggalkan. Perempuan harus berpartisipasi dalam pembangunan, mulai dari lingkup keluarga.

“Kami siap mendukung program-program pemerintah, khususnya pengentasan kemiskinan dan stunting,” ujar dia.

Jadi Ketua DPD Golkar Jateng, Mohammad Saleh Ingin Libatkan Generasi Muda Pada Kepengurusan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Mohammad Saleh terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Tengah periode 2025-2030 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Jateng di Hotel PO Semarang pada Sabtu (3/5/2025) menggantikan Panggah Susanto.

Mohammad Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Jateng tersebut mendapat dukungan penuh dari DPD II Golkar kabupaten/Kota se-Jateng, ormas pendiri dan didirikan, sayap Partai Golkar, dewan pertimbangan dan juga DPP partai Golkar khususnya Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua terpilih DPD I Golkar Jateng periode 2025-2030. Semoga saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan lancar,” kata Mohammad Saleh. 

Dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh semua ketua DPD II Golkar kabupaten/kota, semua ketua ormas pendiri dan didirikan, serta sayap Partai Golkar.

“Selain itu juga kepada dewan pertimbangan dan DPP Partai Golkar. Khususnyanya buat Pak Ketua Umum, Pak Bahlil Lahadalia, saya terima kasih sekali atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” ujarnya.

Lebih lanjut Mohammad Saleh mengungkapkan, dirinya akan segera menyusun kepengurusan DPD I Golkar Jateng dengan mengakomodasi semua kekuatan yang ada agar Partai Golkar semakin kompak, rukun, dan solid. 

“Setelah itu saya akan konsolidasi ke daerah-daerah untuk melaksanakan Musda kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Dalam kepengurusan yang baru nanti, Mohammad Saleh menginginkan adanya regenerasi pada kepengurusan.

Ketua Kosgoro 1957 Jateng itu ingin banyak melibatkan generasi muda di dalam kepengurusannya.

“Dengan banyak melibatkan banyak generasi muda di kepengurusan, saya ingin jiwa muda ini memberikan semangat baru bagi Partai Golkar,” katanya.

Mohammad Saleh juga menegaskan komitmen kepengurusan baru nanti untuk selalu meningkatkan kesejahteraan rakyat karena Partai Golkar memiliki visi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program dan kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup, dan pemerataan pembangunan.

“Kami akan banyak melakukan kegiatan yang berdampak kepada masyarakat,” katanya.

Bahlil Minta Kader Golkar Kawal Pemerintahan Luthfi-Yasin Di Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta kader DPD Golkar Jawa Tengah mengawal jalannya Pemerintahan Provinsi Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen karena sebagai partai pengusung pilgub lalu, Golkar harus dapat mengawal sampai selesai.

“Kawal baik Gubernur dan Wakilnya dalam menjalankan pemerintahan di Jateng ini. Kita mendukung ya berarti kita mesti mengawal dan menjaga smp akhir,” kata Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI DPD Golkar Jateng di Kota Semarang, Jumat (2/5/2025) petang. 

Bahlil menegaskan tagline partai yakni “Suara Rakyat Suara Golkar” wajib untuk dilaksanakan para kader, baik di Eksekutif maupun Legislatif sehingga apa yang menjadi kehendak rakyat itulah yang wajib diperjuangkan kader Partai Golkar.

“Saya contohkan misalnya ada usulan agar sumur-sumur minyak yang tak difungsikan ini dapat dikelola masyarakat. Ini di Kementerian ESDM kita buatkan regulasinya, ini bagian dari mendengar dan menjalankan kehendak masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan penyelenggaraan Musda Partai Golkar, ia menyebut agar daerah lain dapat meniru pelaksanaannya, karena telah melibatkan banyak pihak eksternal.

“Ini bisa dicontoh daerah lain yang akan melaksanakan Musda ditingkat Provinsi. Kita memang mengawali dari Jateng karena untuk menggarap rencana pemenangan di Pemilu 2029 nanti,” katanya.

Saat ditanya mengenai pemilihan Ketua DPD Golkar Jateng yang hanya ada satu nama yakni Mohammad Saleh, Bahlil tidak mempermasalahkan hal itu. 

“Pastinya semua sudah dipikir secara matang, tidak tiba-tiba, pasti ada pertimbangan. Yang punya suara dari DPD II (pengurus di kabupaten/kota) mereka yang menentukan siapa ketuanya. Kalau satu nama tidak masalah,” ujarnya.

Sementara itu dalam laporannya, Ketua Panitia Musda Ke-XI DPD Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan ada sebanyak 1500 kader yang hadir di Musda ke 11 ini. Acara ini juga dijadikan ajanv sebagai silahturahmi kader dan membahas program kedepan.

“Dari Musda ini kita akan memiliki beberapa rekomendasi sebagai bentuk kontribusi positif ke Pemerintah. Kita rancang Musda ini dengan suasana Happy dan semangat kebersamaan, Soliditas dan Musyawarah,” katanya.