Home Blog Page 68

Perkuat Distribusi Di Jateng, Importa Resmikan Branch & Distribution Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) sebagai market leader lemari pakaian besi pertama di Indonesia, resmi membuka cabang dan pusat distribusi terbarunya di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

Peresmian ini menandai langkah strategis Importa dalam memperkuat rantai distribusi dan mempercepat pengiriman produk ke berbagai daerah di Jateng dan sekitarnya.

Cabang ini merupakan cabang ke-17 dan berlokasi di Kawasan Industri Candi Blok E1 No 58, Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, Kota Semarang. 

Acara Grand Opening ini dihadiri oleh jajaran Direksi Importa, mitra bisnis, serta tamu undangan.

Dengan dibukanya Branch & Distribution Semarang ini, Importa semakin optimis dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. 

Lebih Dekat Dengan Mitra dan Pelanggan 

Branch & Distribution Semarang akan berperan sebagai distribusi utama untuk menyalurkan berbagai produk furniture Importa. Dengan adanya cabang ini, Importa ingin meningkatkan service level kepada konsumen dan mitra di area Semarang dan Pantura, sehingga memberikan kemudahan dalam pemesanan, pengiriman, serta layanan purna jual. 

Harapan dan Masa Depan Importa 

Dalam sambutannya, Nizar Bawazier selaku Founder dan Direktur Utama PT Importa Jaya Abadi, menyampaikan harapannya bahwa kehadiran Branch & Distribution Semarang ini juga dapat disusul oleh dibukanya cabang baru lainnya di tahun 2025 untuk memperkuat posisi Importa sebagai pemimpin pasar dalam industri furnitur rumahan berbahan besi di Indonesia. 

“Kami berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan produk berkualitas tinggi kepada pelanggan, karena kita adalah pemimpin pasar di kategori furniture besi,” katanya.

Dengan dibukanya Branch & Distribution Semarang, lanjut dia, Importa siap melayani lebih banyak konsumen dengan lebih cepat dan lebih baik, dan akan segera disusul oleh pembukaan cabang lain di seluruh Indonesia. 

“Target kami di tahun 2025, akan membuka cabang baru Importa di seluruh Indonesia menjadi 24 cabang“ ujar Nizar Bawazier. 

Grand opening ini juga menjadi bukti nyata dari dedikasi Importa dalam menghadirkan solusi furnitur berkualitas tinggi serta distribusi yang lebih luas dan efisien di seluruh Indonesia. 

PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) sendiri merupakan salah satu unit bisnis dari perusahaan Holding PT Nata Corpora Investama (N Corp). 

Importa Furniture merupakan prinsipal dan distributor home, office, dan public furniture besi dengan produk unggulannya berupa lemari pakaian besi. 

Berdiri sejak tahun 2011, Importa Furniture kini telah memiliki 17 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah meraih Top Brand 2024 di kategori furniture besi serta Superbrand 2024 di kategori furniture. 

Sesuai dengan tagline “Furniture Besi Paling Solusi” Importa menghadirkan produk furniture sebagai solusi hunian rumah, kantor, dan public space yang awet, kuat, dan hemat. 

Berbagai produk dihadirkan untuk memberi kenyamanan dan masa pakai lebih lama dengan bahan premium yang memiliki ketahanan terhadap rayap, jamur dan karat serta dengan harga terjangkau.

Pembukaan Musrenbang 2025, Pj Gubernur Jateng Minta Masukan Fokus Pada Kepentingan Masyarakat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menghadiri acara pembukaan masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 dan konsultasi publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Selasa (11/2/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jateng, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pengusaha, lembaga atau instansi vertikal, hingga kelompok rentan yakni organisasi perempuan, forum anak, komunitas disabilitas dan lainnya.

“Kami harapkan masukan dari bapak-ibu sekalian, untuk lebih fokus ataupun mengarah kepada kepentingan masyarakat Jawa Tengah,” kata Nana pada sambutannya.

Nana menyampaikan beberapa hal terkait capaian Provinsi Jawa Tengah hingga awal 2025. 

Ia menyebutkan, angka kemiskinan di wilayahnya mengalami penurunan. Pada September 2024, angkanya mencapai 9,58 persen atau mengalami penurunan 0,89 persen dibandingkan Maret 2024.

“Ini saya minta terus ditindaklanjuti sampai kita berada di posisi rerata nasional,” tegas Nana.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2024 telah mencapai angka 73,87. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan pada 2023 yang mencapai 73,39. 

Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,78 persen pada tahun Agustus 2024.

Sementara, pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2024 tumbuh 4,96% (Year on year), sedangkan secara c to c (laju pertumbuhan ekonomi komulatif selama setahun) mencatatkan angka 4,95%. Capaian ini menjadi yang tertinggi di antara provinsi besar di Pulau Jawa. Bahkan, Jateng berkontribusi sebesar 14,48% terhadap perekonomian di Pulau Jawa atau 8,25% secara nasional. Menurutnya, ini merupakan hasil dari penguatan iklim investasi.

“Alhamdulillah di tahun 2023-2024 banyak sekali peningkatannya, investor dalam negeri dan Penanaman Modal Asing (PMA) meningkatnya cepat,” katanya.

Nana menyampaikan berterima kasih atas pertisipasi aktif seluruh elemen masyarakat hingga mampu meraih banyak capaian yang baik.

“Semoga acara ini bisa menjadi forum penyampaian saran, masukan, dan cita-cita untuk pembangunan Jawa Tengah yang semakin sejahtera pada tahun yang akan datang,” ujarnya.

Pemkot Semarang Mulai Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun

SEMARANG (lensasemarang.com) – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pemerintah merancang upaya strategis dalam bentuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun yang dilaksanakan melalui pendekatan siklus hidup, dimulai sejak bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun di Kota Semarang dilaksanakan serentak mulai tanggal 10 Februari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025.

Sementara untuk jam layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun dimulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 WIB dan untuk pelayanan dimulai pukul 07.00 sampai dengan 14.00 WIB. Tidak ada batas kuota dalam penerimaan pendaftaran sebelum waktu tutup loket pendaftaran.

Syarat untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun adalah masyarakat yang sudah melewati tanggal lahir, dan tidak harus pada tanggal lahir dengan dilayani paling lambat 30 hari setelah tanggal lahir.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi bayi baru lahir dilaksanakan pada usia bayi dua hari (>24 jam) untuk memastikan spesimen yang diambil memiliki arti klinis.

“Untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) khusus yaitu Ibu hamil dan balita bisa datang langsung ke puskesmas tanpa harus menunggu tanggal lahir,” kata Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Senin (10/2/2025).

Cara mendapatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun dengan Mendaftar melalui Satu Sehat Mobile (SSM) dan apabila tidak mempunyai HP, bisa datang langsung ke puskesmas membawa identitas KTP.

Jenis Pemeriksaan yang diberikan pada Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Ulang tahun adalah : 

a. Jenis pemeriksaan pada bayi baru lahir meliputi Kekurangan Hormon Tiroid sejak Lahir, Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD), Kekurangan hormon adrenal sejak lahir, Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis, Kelainan saluran empedu dan pemeriksaan pertumbuhan. 

b. Jenis pemeriksaan pada balita dan anak prasekolah meliputi pemeriksaan pertumbuhan, Perkembangan, Tuberkulosis, Telinga, Mata, Gigi, Talasemia (mulai usia 2 tahun) dan Gula darah (mulai usia 2 tahun); 

c. Jenis pemeriksaan pada dewasa meliputi: 

1. Kardiovaskular meliputi Merokok, Tingkat aktivitas fisik, Status gizi, Gigi, Tekanan darah, Gula darah, Risiko stroke (mulai usia 40 tahun), Risiko jantung (mulai usia 40 tahun), dan Fungsi ginjal (mulai usia 40 tahun); 

2. Paru meliputi Tuberkulosis dan Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (mulai usia 40 tahun).

3. Kanker meliputi Kanker payudara (pada perempuan mulai usia 30 tahun), Kanker leher rahim (pada perempuan mulai usia 30 tahun), Kanker paru (pada laki-laki mulai usia 45 tahun) dan Kanker usus (pada laki-laki mulai usia 45 tahun); 

4. Fungsi indra meliputi pemeriksaan Mata dan Telinga; 

5. Kesehatan jiwa.

6. Pemeriksaan Hati meliputi Hepatitis B, Hepatitis C dan Fibrosis/sirosis hati;

7. Pemeriksaan bagi Calon pengantin meliputi Anemia (hanya pada perempuan), Sifilis dan HIV. 

d. Jenis pemeriksaan pada lanjut usia (Lansia) meliputi: 

1. Geriatri; 

2. Paru meliputi Tuberkulosis dan Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (mulai usia 40 tahun).

3. Kanker meliputi Kanker payudara (pada perempuan mulai usia 30 tahun), Kanker leher rahim (pada perempuan mulai usia 30 tahun), Kanker paru (pada laki-laki) dan Kanker usus (pada laki-laki); 

4. Fungsi indra meliputi pemeriksaan Mata dan Telinga; 

5. Kesehatan jiwa.

6. Pemeriksaan Hati meliputi Hepatitis B, Hepatitis C dan Fibrosis/sirosis hati.

“Semua pemeriksaan diberikan apabila hasil skrining awal mengarah ke diagnosa jenis penyakit tertentu dengan hasil diagnosa dari dokter pemeriksa,” pungkas Hakam.

Kuota Haji Jateng Capai 30.377 Orang, Sekda Minga Petugas Layani Dengan Ikhlas

BOYOLALI (lensasemarang.com) – Sebanyak 254 Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 mengikuti pembekalan atau bimbingan teknis di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada 10-13 Februari 2025.

“Kami berharap teman-teman dapat mengikuti pelatihan dengan baik. (Petugas haji) ini tanggung jawabnya tidak ringan, akan melayani para jemaah di Indonesia maupun nanti di Arab Saudi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat membuka Bimbingan Teknis PHD di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Senin (10/2/2025).

Menjadi petugas haji, lanjut Sekda, harus benar-benar tanpa paksaan, ikhlas, dan senang hati.

Ia menekankan bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani para jemaah yang jumlahnya ratusan sampai ribuan, dengan karakteristik yang berbeda-beda. 

“Layani jemaah, jangan sampai mengabaikan jemaah dengan lebih mengutamakan ibadahnya sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, para petugas haji diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari mengikuti pembekalan, persiapan fisik, persiapan mental, dan lainnya. Petugas haji juga harus responsif dalam melayani jemaah.

Apalagi tema bimbingan teknis PHD 2025 ini adalah “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas” sehingga diperlukan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas dan melayani para lansia dan disabilitas. 

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng Fitriyanto menambahkan, bimbingan teknis tersebut untuk menyiapkan petugas haji yang berintegritas, profesional, dan berakhlakul karimah.

Pembekalan atau bimbingan teknis tahun ini diikuti oleh 254 petugas haji dari kuota 258 orang. Mereka berasal dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Terdiri atas 106 petugas layanan umum, 68 petugas layanan ibadah, dan 80 petugas layanan kesehatan.

Adapun empat sisanya akan dialokasikan untuk penambahan calon jemaah haji di nomor urutan berikutnya. 

“Total kuota jemaah haji asal Jawa Tengah tahun ini sebanyak 30.377 jemaah, masih sama dengan tahun lalu. Prioritas untuk jemaah haji lansia,” katanya.

Pemkot Semarang Siapkan Ribuan Sandbag Antisipasi Tanggul Kritis

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyiapkan ribuan sandbag sebagai langkah darurat terhadap tanggul-tanggul kritis di sejumlah titik rawan banjir.

Sandbag tersebut digunakan untuk memperkuat tanggul dan meninggikan talud guna mencegah limpasan air yang berpotensi menggenangi permukiman dan area pertanian.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa sandbag sangat diperlukan untuk menangani titik-titik tanggul kritis, terutama di Plumbon, Kudu, serta Jalan Raya Kaligawe. “Kita memang dalam mengatasi banjir ini memerlukan banyak sandbag untuk melapis tanggul-tanggul yang kritis seperti di Plumbon, kemudian yang titik jebol juga seperti di Plumbon, juga untuk peninggian talud-talud yang limpas airnya seperti di Jalan Raya Kaligawe dan di Kudu,” katanya di Semarang, Senin (10/2/2025).

Saat ini, lebih dari 2.000 sandbag telah dipasang di tiga wilayah tersebut. Suwarto menyebutkan bahwa distribusi sandbag dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi-lokasi strategis.

“Di samping pembuatan sandbag di Plumbon dan Kudu, kita juga membuat di Kali Semarang, di Rumah Pompa Kali Semarang karena ada material pengerukan sedimen,” ujarnya.

Menurutnya langkah darurat ini perlu diambil guna mengantisipasi potensi banjir yang semakin meluas. “Ini untuk penanganan darurat, jadi sifatnya sementara. Seperti di Plumbon kemarin, sebelum dilakukan penanganan secara permanen oleh BBWS Pemali-Juana, kita tidak membiarkan tanggul yang jebol itu,” tandas Suwarto.

Proses pengerjaan sandbag dilakukan dengan pengisian tanah atau pasir ke dalam karung, kemudian diangkut menggunakan dump truck ke lokasi-lokasi terdampak. “Alhamdulillah, dengan kolaborasi teman-teman, pemasangan sandbag di tiga wilayah tersebut bisa berjalan lancar, sehingga yang di Kudu bisa memisahkan aliran Sayung dengan aliran di Kudu sendiri, mengingat Kudu merupakan daerah perbatasan Semarang dan Demak,” tambahnya.

Pemkot Semarang juga mendapatkan tambahan 1.200 sandbag dari PLN yang akan didistribusikan ke Mangkang dan Kudu dalam beberapa tahap. “Insya Allah mulai hari ini kita menerima bantuan sandbag, dari PLN jumlahnya sekitar 1.200 sandbag. Itu kita bagi dua untuk daerah Mangkang dan juga daerah Kudu,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, DPU Kota Semarang mengajak warga dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewaspadai tanggul-tanggul kritis serta berkolaborasi dalam upaya-upaya meminimalisir terjadinya genangan.

881 Puskesmas di Jateng Mulai Layani Cek Kesehatan Gratis, Nana Sudjana Tinjau Langsung

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sebanyak 881 Puskesmas di Provinsi Jawa Tengah mulai membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak pada Senin (10/2/2025).

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meninjau langsung pelaksanaan layanan tersebut di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, pada hari pertama pelaksanaan program.

Ia juga berbincang dengan sejumlah warga yang menggunakan layanan tersebut untuk memastikan jalannya palayanan.

“Cek kesehatan gratis hari ini diluncurkan Presiden RI, dilaksanakan di seluruh Indonesia,” kata Nana di sela tinjauan. 

Untuk Jawa Tengah, lanjut dia, sebanyak 881 puskesmas mulai melaksanakan program tersebut. Program ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk deteksi dini terhadap penyakit. 

Program tersebut diharapkan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memeriksa kesehatannya, karena layanannya gratis. 

Ia juga berharap, warga yang sudah memanfaatkan layanan tersebut, bisa menyampaikan informasinya lebih luas kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat secara luas.

Untuk diketahui, program cek kesehatan gratis ini diperuntukkan tiga kategori. Pertama, untuk masyarakat yang sedang berulang tahun, mulai bayi hingga lansia. Kedua, untuk anak sekolah terutama di saat ajaran baru, dan ketiga, cek kesehatan gartis diperuntukkan untuk ibu hamil dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menambahkan, prinsip dari program ini adalah untuk deteksi dini terhadap penyakit menular dan tidak menular.

“Cek kesehatan gratis ini memberi layanan deteksi berbagai macam masalah kesehatan, mulai dari gigi, telinga, mata, hipertensi, TB, gula darah, jantung, kanker, hingga kesehatan mental (mental health),” kata dia.

Dalam proses pendaftaran, masyarakat bisa mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile di Play Store dan melakukan registrasi atau pendaftaran. Pada 30 hari sebelum ulang tahun pengguna, akan ada notifikasi atau pemberitahuan dari aplikasi tersebut.

Pada tujuh hari sebelum hari ulang tahun, akan ada skrining melalui aplikasi, di mana terdapat kuesioner mengenai ada atau tidaknya gejala penyakit tertentu yang dialami pengguna. 

“Kemudian, masyarakat nanti bisa memilih tanggal pemeriksaan, kapan, dan lokasinya,” ucap Yunita.

Pun demikian, masyarakat yang datang ke puskesmas tanpa mendaftar pada aplikasi juga dilayani, namun diharapkan untuk bisa mendaftar di Satu Sehat Mobile.

Salah seorang pengguna layanan, Naysheilla Anindya Putri menyatakan, telah mendapatkan layanan deteksi dini penyakit melalui program cek kesehatan gratis pada momen hari ulang tahunnya. Ia memanfaatkan layanan tersebut di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. 

“Saya tanggal 6 Februari ini ulang tahun. Tahu (informasi CKG) dari media sosial,” kata pelajar kelas 12 SMK Theresiana Kota Semarang ini. 

Naysheilla mendapat layanan pemeriksaan dari petugas puskesmas, di antaranya berupa deteksi hemoglobin, gigi, dan lainnya.

Pamit Undur Diri, Mbak Ita Puji Peran Muhammadiyah dan Aisyiyah Bagi Kemajuan Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, menghadiri peringatan Hari Bermuhammadiyah dan Hari Ber’Aisyiyah Kota Semarang yang digelar di halaman Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Minggu (9/2/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta pimpinan wilayah dan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah 

Dalam sambutannya, Mbak Ita menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam berbagai bidang, terutama pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. 

“Muhammadiyah dan Aisyiyah ini luar biasa, kontribusinya begitu nyata dalam kehidupan, khususnya di Kota Semarang. Bahkan salah satu tokoh Muhammadiyah kini menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Harapannya, di bawah kepemimpinan Prof. Abdul Mu’ti, pendidikan Indonesia semakin maju dan melahirkan generasi emas,” ujarnya.

Di tengah suasana menjelang Ramadhan, Mbak Ita juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Pemerintah Kota Semarang. 

“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Dengan 1,7 juta penduduk dan hanya sekitar 16 ribu ASN serta non-ASN, kolaborasi menjadi kunci. Muhammadiyah dan Aisyiyah telah banyak berkontribusi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Kita harus terus menjaga sinergi ini untuk menjadikan Kota Semarang lebih hebat,” tambahnya.

Mbak Ita juga mengingatkan bahwa masa jabatannya akan berakhir pada 19 Februari 2025 dan akan digantikan oleh Ibu Agustina Wilujeng. “Saya mohon maaf bila ada kekurangan selama saya memimpin. Tapi silaturahmi ini tidak akan putus. Saya tetap bagian dari Muhammadiyah karena keluarga suami saya dari Yogyakarta itu Muhammadiyah tulen,” lanjut mbak Ita.

Di akhir sambutannya, Mbak Ita berharap Muhammadiyah dan Aisyiyah terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. 

“Saya yakin ke depan Muhammadiyah dan Aisyiyah semakin hebat, karena banyak tokoh Muhammadiyah yang kini menjadi pemimpin baik di Jakarta maupun di daerah. Terima kasih atas kebersamaan selama ini. Mari terus menjaga silaturahmi dan berkolaborasi membangun Kota Semarang yang lebih baik.”

Acara juga diisi dengan pengajian akbar oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta berbagai kegiatan lainnya yang memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan menjelang bulan suci Ramadhan.

Mbak Ita Tinjau Langsung Genangan Banjir di Terboyo Wetan dan Trimulyo: Langkah Cepat dan Solusi Konkret

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab di sapa Mbak Ita, Minggu (9/2/2025) pagi melakukan peninjauan langsung terhadap genangan yang masih terjadi di Kelurahan Terboyo Wetan dan Trimulyo.

Peninjauan yang dilakukannya ini merupakan respon cepat atas keluhan warga yang terdampak banjir berkepanjangan sejak 29 Januari 2025. Hingga saat ini, beberapa titik masih mengalami genangan dengan ketinggian yang menghambat aktivitas warga.

Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan warga, beberapa faktor utama yang menyebabkan genangan sulit surut di wilayah Terboyo Wetan dan Trimulyo antara lain kendala teknis pada rumah pompa di mana rumah pompa Sringin dan Tenggang mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat beroperasi secara maksimal. Pompa yang bekerja terus-menerus akibat curah hujan tinggi mengalami kelelahan operasional.

Kemudian, drainase kawasan industri yang tidak memadai. Banyak pabrik di sekitar Terboyo yang tidak memiliki sistem drainase sesuai kapasitas. Saluran air di sekitar industri tidak terpelihara dengan baik, menyebabkan penyumbatan dan memperparah genangan.

Faktor ketiga karena curah hujan tinggi dan dampak hidrologis di mana hujan yangq terus-menerus meningkatkan volume air yang harus dipompa keluar.

Faktor lainnya adalah tingginya sedimentasi di sungai. Beberapa aliran air terhambat akibat sedimentasi yang menumpuk. Air tidak dapat mengalir lancar ke laut akibat tersumbatnya saluran utama.

Dalam tinjauannya, Mbak Ita menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah melakukan beberapa langkah konkret untuk mengatasi genangan yang terjadi.

“Percepatan perbaikan pompa di rumah pompa Seringin dan Tenggang agar dapat bekerja dengan kapasitas penuh. Selain itu, monitoring intensif terhadap pompa agar tidak mengalami kelelahan operasional juga terus kita lakukan,” kata Mbak Ita.

Memperketat regulasi drainase kawasan industri di mana pemilik pabrik diwajibkan membangun sistem drainase sesuai standar. “Pengawasan terhadap bangunan industri yang tidak memiliki saluran pembuangan memadai akan diperketat,” lanjutnya.

Pengerukan sungai dan pembersihan sedimentasi juga rutin dilakukan untuk memperlancar aliran air. Dirinya menambahkan jika inspeksi terhadap jalur drainase utama dilakukan untuk memastikan tidak ada penyumbatan. “Termasuk yang tidak kalah penting adalah mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air,” tegasnya.

Langkah-langkah ini, menurut wali kota bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menanggulangi banjir secara sistematis. “Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak industri, diharapkan masalah banjir di Terboyo Wetan dan Trimulyo dapat ditangani,” pungkas Mbak Ita.

Semua Pompa Beroperasi, Genangan Banjir di Kaligawe Berangsur Surut

SEMARANG (lensasemarang.com) – Genangan air yang sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Kaligawe berangsur surut setelah seluruh pompa pengendali banjir dioptimalkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memastikan bahwa kondisi jalan saat ini (Sabtu, 8/2-red) sudah berangsur kering dan bisa dilalui kendaraan.

“Alhamdulillah siang ini kita pastikan sudah kering semua, termasuk area menuju ke belakang Terboyo,” ujar Suwarto, di Semarang, Sabtu (8/2/2025).

Menurutnya, seluruh pompa telah diaktifkan untuk mempercepat proses pengeringan. Di Rumah Pompa Tenggang, empat pompa utama beroperasi penuh, dibantu pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juana. Selain itu, pompa tambahan dari BPBD, DPU, serta Rumah Sakit Islam Sultan Agung juga turut mempercepat surutnya air.

“Jadi semua daya dioptimalkan. Di Pompa Tenggang itu ada empat pompa utama yang hidup. Kemudian ada pompa-pompa BBWS yang diperbantukan juga di sana. Kita pastikan semuanya on,” katanya.

Selain di Kaligawe, pompa lainnya juga masih beroperasi di beberapa titik rawan genangan, termasuk di belakang Terminal Terboyo, Gebanganom, Padi Raya, dan Kudu. Pompa milik Pusdataru dan DPU dikerahkan untuk menjaga kawasan tersebut tetap aman dari genangan air.

Suwarto menyebut kondisi cuaca yang cerah dalam dua hari terakhir turut membantu percepatan surutnya genangan. Ia memastikan bahwa arus lalu lintas di Kaligawe kini telah normal kembali.

“Alhamdulillah, Jalan Raya Kaligawe sudah bisa dilewati. Baik oleh mobil besar, mobil kecil, maupun sepeda motor sudah bisa melintas dengan aman,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah pihak yang turut mengoperasikan pompa-pompa yang dimiliki sehingga mempercepat upaya penanganan banjir di Kaligawe. 

“Alhamdulillah semuanya ikut bergerak. Berkontribusi memaksimalkan kinerjanya sehingga genangan sudah bisa diatasi”, imbuhnya. 

Sebagai langkah antisipasi, seluruh pompa tetap dioperasikan guna menghadapi potensi hujan susulan. “Pompa-pompa DPU maupun BPBD tetap di sana, tetap on sambil menunggu perkembangan cuaca dan berakhirnya cuaca ekstrem ini,” tandas Suwarto.

Dengan upaya maksimal dan kolaborasi dari berbagai pihak, genangan di Kaligawe kini dapat teratasi, memastikan aktivitas warga dan pelintas jalur Pantura kembali normal.