Home Blog Page 69

Resmikan Kantor Sekretariat di Undip, Pj Gubernur Jateng Minta Asosiasi Tenis Profesor Harus “Murup”

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengikuti pertandingan ekshibisi pada pembukaan Festival Tenis Profesor, di Lapangan Tenis, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Sabtu (8/2/2025).

Usai pertandingan, Nana dan para guru besar yang tergabung dalam Asosiasi Tenis Profesor kemudian meresmikan kantor sekretariat asosiasi tersebut di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dengan dibukanya kantor itu, Nana berpandangan, asosiasi tersebut akan serius dalam mengelola organisasinya.

“Saya harap (kiprahnya) menasional. ATP (Asosiasi Tenis Profesor) harus murup (menyala),” katanya.

Anggota yang tergabung dalam ATP, lanjut Nana, sudah dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia meyakini, dengan pengelolaan organisasi yang baik, ke depan akan semakin maju dan mampu menggali bibit-bibit atlet potensial yang membanggakan.

“Untuk menjadi profesional harus banyak event yang dilaksanakan,” ujar Nana yang dipercaya menjadi dewan penasihat ATP. 

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Tenis Profesor periode 2025-2029, Suharnomo mengatakan, organisasi ini diharapkan bisa berkontribusi positif pada dunia tenis Indonesia. 

“Mudah-mudahan sedikit banyak bisa berkontribusi pada dunia tenis di Indonesia,” kata pria yang menjabat sebagai Rektor Undip Semarang ini. 

Sebelumnya, Sekretariat Jenderal Asosiasi Tenis Profesor, Masrukhi mengatakan, Festival Tenis Profesor yang digelar di Kota Semarang itu sekaligus sebagai wadah para akademisi untuk bertukar gagasan.

“Profesor adalah insan terpelajar, mereka cukup banyak memiliki gagasan. Bisa saling tukar pikiran, mungkin ada gagasan tertentu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini. 

Menurutnya, tukar gagasan itu bisa berkembang dalam banyak hal, baik pada bidang pendidikan, kemiskinan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum olahraga itu, lanjutnya, pemikiran dari kalangan guru besar tersebut diharapkan saling melengkapi, untuk memberikan kontribusi dalam membangun peradaban masyarakat ke depan.

Dengan berbagai macam latar belakang bidang keilmuan para profesor itu, lanjut dia, kolaborasi bersama menjadi penting untuk menjawab persoalan bangsa.

Hadiri Paripurna Terakhir, Mbak Ita Pamit dan Ucapkan Terima Kasih Kepada Dewan dan Masyarakat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Jelang berakhirnya masa jabatan, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada DPRD.

Mbak Ita menyambut baik sinergi pimpinan dan anggota DPRD selama lima tahun ini dengan baik sehingga berhasil membawa banyak kemajuan untuk Kota Semarang.

“Matur nuwun yang berkali-lipat kepada ketua, wakil ketua, dan seluruh anggota DPRD Kota Semarang atas kerja sama, sinergi, dan dukungan yang luar biasa selama saya mendapat amanah sebagai wali kota periode 2021-2026,” kata Mbak Ita saat mengikuti rapat paripurna, Jumat (7/2/2025).

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Semarang itu mengungkapkan peran legislatif dan eksekutif sebagai pilar utama penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, DPRD Kota Semarang telah menjadi mitra yang kritis agar roda pemerintahan berjalan sesuai pada jalurnya.

“Segenap rekan pimpinan dan anggota DPRD Kota Semarang telah menjadi mitra yang kritis sekaligus konstruktif, memberikan dukungan, masukan, serta pengawasan yang memastikan jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya.

Selain mengungkapkan rasa terima kasih, mbak Ita juga memohon maaf atas segala kekurangan selama masa jabatannya, baik yang terkait kebijakan, komunikasi, maupun implementasi program.

Dirinya percaya bahwa pembangunan adalah proses berkelanjutan dan berharap pemerintahan selanjutnya dapat melanjutkan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Apa yang telah kita lakukan bersama selama ini merupakan pijakan bagi kepemimpinan selanjutnya untuk membawa kota Semarang menuju masa depan yang lebih baik. Selamat kepada Ibu Agustina Wilujeng dan Bapak Iswar Aminuddin yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di Kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Pada kesempatan itu pula, dirinya menyampaikan kata-kata perpisahannya kepada seluruh pihak. 

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD Kota Semarang, stakeholder, komponen masyarakat, dan rekan-rekan OPD yang telah mendukung perjalanan saya sebagai Wali Kota Semarang,” tutupnya.

Raperda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil Disetujui, Nana Sudjana Sebut Jadi Payung Hukum dan Pedoman Pengembangan 

SEMARANG (lensasemarang.com) – Rancangan peraturan daerah Provinsi Jawa Tengah tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil, telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi setempat.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan bahwa peraturan tersebut menjadi payung hukum dalam mengatasi isu-isu terkait pemberdayaan koperasi dan usaha kecil. 

Melalui pemberdayaan, Nana berharap, dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan kembangkan koperasi dan usaha kecil di Jawa Tengah. Saat koperasi dan usaha kecil berhasil tumbuh, maka usahanya akan berdaya saing dan mandiri.

“Terima kasih kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Tengah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembahasan yang intens, sehingga Raperda ini dapat disepakati hari ini,” kata Nana saat menyampaikan pendapat akhir Gubernur dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah pada Jumat (7/2/2025).

Nana menyebut perda ini menjadi pedoman pemerintah daerah, dalam upaya memberdayakan koperasi dan usaha kecil. 

Pemberdayaan yang dilakukan meliputi aspek penguatan kelembagaan, produksi, pemasaran/promosi, pelibatan perangkat daerah lintas sektor dalam rangka pembinaan Koperasi dan usaha kecil, serta penerapan inovasi dan teknologi.

Keberhasilan pemberdayaan koperasi dan usaha kecil, lanjut Nana, akan berkontribusi positif pula dalam pembangunan ekonomi daerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

“Ini wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong, melindungi, dan menciptakan peluang berusaha yang kondusif,” ujarnya.

Anggota Bapemperda DRPD Provinsi Jawa Tengah, Catur Agus Saptono mengatakan, pembentukan perda ini tidak lepas dari pentingnya kebutuhan untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah, serta memberikan perlindungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Raperda ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat terhadap kepastian hukum pemberdayaan pelaku UMKM dan koperasi di Jawa Tengah,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, terdapat 141.854 UMKM dan 28.483 koperasi di Jawa Tengah. 

Adanya regulasi tersebut, tutur Catur, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan meningkatkan peran pemerintah dalam menjalankan fungsinya untuk menyejahterakan masyarakat.

Upaya Pencegahan Banjir, Pj Gubernur Jateng Tinjau Pengerjaan Normalisasi Sungai Wulan

KUDUS (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meninjau langsung pengerjaan normalisasi Sungai Wulan di Dusun Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Kamis (6/2/2025).

Normalisasi sungai yang melintas di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana banjir di tiga wilayah tersebut.

“Mulai tahun 2024 hingga 2026 ada kegiatan supaya mampu mencegah banjir, yaitu dengan normalisasi sungai, peninggian tanggul, serta pengerukan sedimentasi,” kata Nana di sela peninjuan. 

Pengerjaan tersebut berada di daerah aliran sungai Wulan sepanjang 30 kilometer. Normalisasi tersebut diperkirakan dapat mengurangi luas kawasan terdampak banjir hingga 303,5 hektare di tiga wilayah yang dilintasi.

“Kami bersama pemerintah pusat, Pemprov dan Pemkab ini satu kesatuan. Kami dari awal terus melakukan langkah-langkah pencegahan banjir itu,” ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mencegah banjir diantaranya dengan mengembalikan fungsi hutan di daerah pegunungan dan perbukitan sebab salah satu penyebab banjir adalah alih fungsi hutan di daerah hulu sungai.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Fikri Abdurrachman menambahkan, panjang hulu-hilir Sungai Wulan adalah 110 km. Tiga paket pengerjaan normalisasi sepanjang 30 km tersebut berada di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara. Tiga pekerjaan tersebut dilakukan oleh tiga kontraktor berbeda.

“Sejauh ini sudah berjalan sekitar 4 persen dari keseluruhan proyek. Panjangnya 30 km dengan nilai Rp1,1 triliun, meliputi Kudus, Demak dan Jepara,” katanya.

Menurut Fikri, kapasitas Sungai Wulan saat ini dapat menampung 700 meter kubik per detik. Pengerjaan normalisasi dan peninggian tanggul ini nantinya akan menambah kapasitas menjadi 1.300 meter kubik per detik. Pengerjaan ini fokus pada pengerukan sedimentasi untuk menambah kedalaman.

“Struktur (material) tanggul masih menggunakan tanah, karena sampai saat ini material itu masih yang terbaik. Kalau pakai beton rawan untuk rubuh karena tanahnya bergerak,” ujarnya.

Mbak Ita Tinjau Langsung Pompa Seringin dan Pompa Tenggang Percepat Penanganan Genangan

SEMARANG (lensasemarang.com) -Pemerintah Kota Semarang secara intens terus berupaya mengatasi genangan yang masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Trimulyo dan sekitarnya. Rabu (5/2/2025).

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan optimal.

Dari hasil pemantauan, ditemukan bahwa wilayah Seringin dan Tenggang masih mengalami genangan di beberapa titik, termasuk di Trimulyo dan sekitar Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Salah satu faktor yang menghambat penyurutan air adalah elevasi jalan yang lebih rendah dibandingkan dengan Jalan Raya Kaligawe, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Sebagai upaya tindak lanjut, Pemerintah Kota Semarang telah memaksimalkan pengoperasian Pompa Seringin dan Pompa Tenggang untuk mempercepat penyurutan air.

Di Pompa Tenggang, terdapat lima unit pompa, tetapi hanya tiga yang beroperasi, sedangkan dua lainnya masih dalam proses perbaikan oleh vendor.

Selain itu, dua mobil pompa tambahan telah dikerahkan oleh Dinas PU dan BPBD, serta dua unit pompa dari Kementerian PUPR untuk membantu proses penyedotan air.

Namun, permasalahan utama tidak hanya berasal dari pompa yang rusak. Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, aliran air dari Kali Tenggang menuju Rumah Pompa Tenggang terhambat oleh tumpukan sampah dan enceng gondok, yang menyebabkan kinerja pompa menjadi kurang maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Semarang telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera membersihkan sampah dan enceng gondok di area tersebut.

“Ponton dari Kali Semarang juga akan dikirim ke Tenggang guna mempercepat pembersihan dan memastikan aliran air lebih lancar,” kata Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Sementara itu, di wilayah Pompa Seringin, genangan masih terjadi di beberapa titik, seperti di Trimulyo dan belakang Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Pemerintah Kota Semarang telah memastikan bahwa pompa di Seringin tetap bekerja secara optimal, meskipun ada beberapa kendala teknis yang masih perlu ditangani.

Untuk mengatasi permasalahan ini secara efektif, Pemerintah Kota Semarang terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar komunikasi lebih intensif dan sinergi dalam penanganan genangan semakin kuat.

“Kami siap membantu dalam pembersihan sampah, pengangkutan enceng gondok, serta memastikan ketersediaan BBM untuk operasional pompa. Ini penting agar genangan bisa segera surut dan masyarakat tidak terus-menerus terdampak,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Semarang juga telah mendapatkan bantuan CSR untuk memastikan pasokan BBM bagi pompa-pompa yang beroperasi, mengingat adanya keterlambatan distribusi BBM yang sempat menghambat kerja pompa di beberapa titik.

Berdasarkan analisis teknis, diperkirakan genangan di wilayah Trimulyo, Seringin, dan Tenggang akan surut dalam waktu sekitar tiga hari, dengan catatan tidak ada hujan deras yang kembali turun.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung upaya ini dengan tidak membuang sampah ke sungai agar aliran air tetap lancar dan potensi genangan dapat diminimalkan.

Wali Kota Semarang Ambil Langkah Cerdas Atasi Banjir di Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk

SEMARANG (lensasemarang.com) – Banjir yang melanda Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini serta memastikan langkah-langkah cerdas strategis yang akan diambil guna mengatasi permasalahan ini.

Banjir terjadi akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut, yang dikenal warga dengan nama Kali Kudu. Salah satu penyebab utama adalah tersendatnya aliran air menuju laut karena pintu air di muara Kali Dumbo, Kabupaten Demak, harus ditutup akibat kondisi pasang. Hal ini menyebabkan air tertahan dan menggenangi permukiman di Kelurahan Kudu, terutama di RW 7 yang terdampak di 11 RT.

Akar Masalah: Kompleksitas Sistem Drainase dan Infrastruktur

Banjir di wilayah ini bukanlah kejadian baru. Secara geografis, Kali Kudu sejajar dengan jalan utama, sehingga ketika debit air meningkat dan tidak dapat langsung mengalir ke laut, air cenderung meluap ke jalan dan pemukiman warga. Infrastruktur yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam sistem pengendalian air di muara sungai.

Mbak Ita menegaskan bahwa permasalahan ini tidak bisa hanya diselesaikan di tingkat kota, tetapi juga memerlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Demak, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta PLN dan PDAM.

“Kami tidak bisa saling menyalahkan, yang perlu kita lakukan adalah mencari solusi bersama agar kejadian ini tidak terus berulang,” jelas Mbak Ita.

Langkah Cepat: Sandbag, Peninggian Pintu Air, dan Penyedotan Air

Sebagai respons cepat terhadap banjir ini, Pemerintah Kota Semarang telah mengambil sejumlah langkah konkret, di antaranya, pertama pemasangan Sandbag atau karung pasir yang digunakan untuk menahan limpasan air agar tidak semakin meluas ke pemukiman. Sandbag ini akan ditempatkan di sepanjang aliran Kali Kudu yang berpotensi meluap.

Kedua, Peninggian Pintu Air dan Pompa Kolam Retensi PDAM karena PDAM memiliki kolam retensi di wilayah ini, namun pintu airnya masih kurang tinggi, sehingga tidak mampu menahan air dengan optimal. Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang melakukan peninggian pintu air agar kapasitas pengendalian air lebih maksimal.

Penyedotan Air dengan Pompa karena air tidak dapat mengalir ke laut akibat kondisi pasang, penyedotan air menggunakan pompa menjadi solusi utama agar genangan cepat surut.

Solusi Jangka Panjang: Pembangunan Sheetpile dan Kolaborasi Antarpemerintah

Menyadari bahwa solusi darurat saja tidak cukup, Wali Kota Semarang menegaskan pentingnya pembangunan sheetpile (dinding penahan tanah) di sepanjang Kali Kudu. Saat ini, sheetpile sudah dibangun di Sayung, Kabupaten Demak, tetapi belum menjangkau wilayah Kelurahan Kudu.

“Kami sudah meminta kepada BBWS untuk melanjutkan pembangunan sheetpile di wilayah ini. Namun, kami memahami bahwa ada kendala anggaran yang harus diperhitungkan. Oleh karena itu, sambil menunggu pembangunan ini, kami akan terus mencari alternatif solusi yang lebih cepat,” ujar Mbak Ita.

Bantuan untuk Warga: Sembako dan Layanan Kesehatan

Pemerintah Kota Semarang juga memastikan bahwa warga terdampak mendapatkan bantuan yang cukup. Dinas Sosial telah menyalurkan sembako dan siap membuka dapur umum jika diperlukan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan juga telah menugaskan tim medis dari Puskesmas Bangetayu dan Puskesmas Genuk untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir, seperti gatal-gatal dan penyakit perut.

Komitmen Pemerintah Kota Semarang

Banjir yang terjadi di Kelurahan Kudu ini menjadi pengingat bahwa persoalan tata kelola air memerlukan solusi komprehensif dan kolaboratif. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, daerah sekitar, serta berbagai stakeholder lainnya guna memastikan permasalahan banjir dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Produksi Gabah Kering di Jawa Tengah Diprediksi Capai 4,8 Juta Ton Selama Tiga Bulan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan wilayahnya mampu memproduksi 4,8 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 2,3 juta ton beras pada Februari-April 2025.

“Hasil itu dengan perkiraan luas panen padi lebih dari 688 ribu hektar,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri Provinsi Jawa Tengah di Kantor Perum Bulog Kantor Wilayah Jateng pada Rabu (5/2/2025).

Sesuai komitmen bersama, lanjut Nana, Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah ditarget mampu menyerap gabah dari petani hingga menjadi setidaknya 383.144 ton setara beras.

“Saya berharap kepada Perum Bulog untuk mampu menyerap gabah (kering) seharga Rp6.500 per kilogram, dan beras Rp12 ribu. Dan kita harapkan (dari) petani mampu menyiapkan (hasil) gabah atau padinya agar berkualitas.” kata Nana.

Ia juga meminta Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) untuk menjalin komunikasi dengan Perum Bulog. Tujuannya, supaya realisasi penyerapan 20 persen beras oleh Bulog dari Perpadi bisa tercapai.

Untuk hasil panen yang baik, Nana Sudjana juga meminta agar pemerintah kabupaten/kota dan TNI mendampingi petani mulai dari proses pembibitan, masa panen hingga penjualan. 

Di tempat yang sama, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sopran Kennedi, menerangkan, pihaknya harus menyerap beras minimal 20 persen dari Perpadi, serta 532 ribu ton gabah untuk wilayah Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari sisi kesiapan gudang, kata Sopran, Perum Bulog Jawa Tengah menyiapkan tempat berkapasitas 75 ribu ton yang siap untuk diisi. 

“Selebihya akan kerja sama baik melalui gudang sewa, atau sistem pinjam pakai dengan TNI, BUMN, dan resi gudang yang dikelola oleh Dinas Perdagangan atau pemerintah daerah. Tentunya akan kita assessment dahulu kelayakan gudang untuk penyimpanan beras,” ujarnya.

Penyiapan gudang-gudang itu, lanjut Sopran, bertujuan untuk menampung beras sehingga bisa memperbanyak serapan gabah dari petani. 

Sebagai informasi, rakor tersebut dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan antara Kementerian Pertanian, Perum Bulog, Perpadi, dan Panglima TNI pada tanggal 30 Januari 2025, di Kementerian Pertanian. Rakor tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menyerap gabah dan/atau beras dalam mendukung swasembada pangan, salah satunya di Jateng.

Kurangi Curah Hujan, Pemprov Jateng Terus Upayakan Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi curah hujan di wilayahnya guna meminimalisasi terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor. 

Setidaknya ada 14 kabupaten/kota di Provinsi Jateng yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor dalam beberapa pekan terakhir.

“Kita terus minta bantuan BNPB (untuk) lakukan operasi TMC,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana usai membuka Kejuaraan Bola Voli di GOR Jatidiri Semarang, Senin (3/2/2025).

Upaya mengurangi curah hujan melalui TMC, lanjut Nana, sudah dilakukan sejak menghadapi momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Saat itu sudah dilakukan TMC selama 12 hari. 

Dalam upaya meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem, jelas Nana, Pemprov Jateng sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan sejumlah lembaga terkait. Di samping itu, dilakukan pula apel kesiapsiagaan bencana guna mempersiapkan personel dan peralatannya.

“Sebenarnya kami pun dari awal sudah melaksanakan koordinasi dengan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan seluruh bupati. Jadi kami sudah mempersiapkan, baik apel persiapan personel maupun peralatan,” ujarnya. 

Ditambahkan dia, relawan-relawan pun dibentuk untuk membantu penanganan dan evakuasi warga terdampak bencana.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, terdapat 54 kejadian bencana selama 1 Januari – 2 Februari 2025. Dari jumlah tersebut terdiri dari 40 kejadian banjir, 6 longsor, 5 cuaca ekstrem, dan tiga kebakaran bangunan.

Pemprov Jateng Dukung Penuh Kebijakan Efisiensi Anggaran

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap melaksanakan perintah penghematan atau efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 pada 22 Januari lalu yang berisi mandat tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan hal-hal yang berkaitan untuk melaksanakan inpres tersebut.

“Tentunya kami mengumpulkan Sekretaris Daerah dan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mempelajari dulu dari instruksi perintah presiden itu,” kata dia di Semarang, Senin (3/2/2025).

Nana melanjutkan, Pemprov Jateng telah membentuk tim untuk mulai menyiapkan teknis pelaksanaan efisiensi anggaran.

Hal itu, kata dia, harus disesuaikan dengan inpres efisiensi anggaran yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto.

Nana menegaskan, tim dari Pemprov Jateng sudah bersiap dan menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat 

“Jadi saat ini kami juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” kata Nana.

Sesuai Standar FIFA, Nana Sudjana Resmikan Pemanfaatan Kembali Stadion Jatidiri Pascarenovasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meresmikan pemanfaatan kembali Stadion Jatidiri Semarang pasca dilakukan renovasi oleh pemerintah pusat. 

Peresmian itu ditandai dengan pertandingan eksibisi antara tim All star Pj Gubernur dengan tim media Jateng pada Kamis (30/1/2025).

Dalam eskibisi itu, tim All star Pj Gubernur diperkuat oleh pejabat Pemprov Jateng dan Forkopimda Jateng, sedangkan tim Media Jateng yang diperkuat perwakilan jurnalis berbagai media di Jateng. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim Allstar Pj Gubernur dengan skor telak 6-1. 

Sebelumnya juga digelar pertandingan antara empat pemain PSIS Semarang melawan 100 anak Sekolah Sepak Bola (SSB)  di Kota Semarang. Empat pemain tersebut merupakan jebolan Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah. Mereka adalah Alfeandra Dewangga, Septian David Maulana, Ryan Ardiyansah, dan Sahrul Trisna.

Nana Sudjana menjelaskan, renovasi stadion tersebut diantaranya meliputi pengurangan kapasitas stadion dari 24.000 kursi menjadi 18.828 kursi, penggantian rumput menjadi zoysia matrela seperti yang dipakai di Stadion Manahan Solo, penggantian single seat, dan penambahan akses keluar penonton. 

“Selain itu juga fasilitas pendukung pertandingan seperti locker room di tribun barat, ruang Video Assistant Referee (VAR), urinoir, dan musala,” kata Nana di seka acara peresmian. 

Sebagai informasi, Stadion Jatidiri Semarang termasuk dalam 18 stadion sepak bola yang direnovasi oleh pemerintah pusat untuk mendukung tranformasi sepak bola nasional.

Renovasi ini dikerjakan sejak Desember 2023 hingga Desember 2024. Nilainya sebesar Rp23,5 miliar yang bersumber dari APBN. Aspek utama renovasi pada faktor safety and security para pemain, official, penonton, dan masyarakat. 

Jauh sebelum itu, renovasi kawasan olahraga Jatidiri juga  sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng. Dimulai tahun 2016 sampai 2021. Total anggarannya Rp528,7 miliar bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Meliputi perbaikan gelanggang olahraga (GOR), tribun stadion Jatidiri, kolam renang, lapangan tenis outdoor, lapangan basket outdoor, arena sepeda, lintasan atletik, dan panjat tebing.

“Untuk stadion memang kita ikuti perkembangan, saat ini stadion mengikuti standar internasional yang diminta oleh FIFA,” kata dia.

Nana berharap, renovasi stadion tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Khususnya terkait peningkatan performa dan prestasi atlet Jawa Tengah. Selain itu juga peningkatan perekonomian berbasis olahraga.

Pesepakbola nasional, Alfeandra Dewangga mengaku, senang dengan kualitas rumput Stadion Jatidiri pasca direnovasi. 

“Kualitas rumput bagus, hujan saja bagus apalagi pas (lapangan) kering,” ujarnya.

Pemain andalan PSIS Semarang itu menilai, kualitas Stadion Jatidiri saat ini jauh lebih bagus dibandingkan saat ia menggunakan  pada PPLOP Jateng dulu. Dirinya juga berharap, banyak muncul bibit-bibit atlet baru di Jateng.