Home Blog Page 92

Gandeng PT Heinz ABC Indonesia, Pemkot Semarang Asah Keterampilan Kader PKK

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang berkolaborasi dengan PT Heinz ABC Indonesia menggelar Akademi Ahlinya Buat Citarasa (ABC) untuk mengasah keterampilan dan kreativitas para kader PKK.

Kegiatan Akademi ABC ini diharapkan akan memberikan skill, ide, dan inspirasi seputar masakan bagi ibu-ibu anggota PKK.

“Kita kerja sama dengan kegiatan Akademi Ahlinya Buat Citarasa ABC ini ada kegiatan lomba-lomba yang melibatkan tim PKK Kota Semarang, dari mulai jajaran kota sampai ke kelurahan,” kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Jumat (20/9/2024).

Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota berharap, melalui acara ini para kader PKK dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta memperkuat rasa kebersamaan dan gotong-royong, terutama dalam pemenuhan cita rasa, khususnya di kehidupan sehari-hari di rumah.

“Tentunya ini merupakan kegiatan yang positif. Ada lomba nguleg, demo masak, hingga pameran UMKM-UMKM,” ujarnya.

Mbak Ita berterima kasih kepada PT Heinz ABC atas inisiasinya mengadakan Akademi ABC yang merangkul kader PKK di Kota Semarang.

Menurut dia, masyarakat yang berkualitas dimulai dari keluarga yang berkualitas dan masakan ibu di rumah bisa menjadi hal yang menghangatkan hubungan anggota keluarga.

“Dengan acara-acara seperti ini tentunya ibu-ibu juga tergerak untuk memasak, untuk menyiapkan putra-putrinya dengan menu sehat. Ini bagian dari upaya untuk menyambut dan menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” katanya.

Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pengawasan Kearsipan Terbaik Se-Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang berhasil meraih penghargaan peringkat 1 Pengawasan Kearsipan Tingkat Jawa Tengah tahun 2024.

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) menjadi Lembaga Kearsipan Daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan kategori AA atau sangat memuaskan. 

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Bambang Suranggono mewakili Pemkot Semarang menerima langsung penghargaan dalam Rakor Kearsipan Tingkat Provinisi Jawa Tengah tahun 2024 belum lama ini.

Sementara itu dalam keterangnnya, Kabid Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Laily Widiyaningtyas mengatakan, Dinas Arpus berhasil meraih skor 94,42 dalam penilaian pengawasan kearsipan.

Nilai yang diraih ini merupakan nilai tertinggi, yang menjadikan Kota Semarang mendapatkan rangking 1 se-Jawa Tengah. 

“Penilaian pengawasan kearsipan dilakukan setahun sekali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Laily saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (20/9/2024).

Menurut dia, pada tahun 2023 lalu, Dinas Arpus Kota Semarang hanya berhasil meraih nilai 91,38 atau menempati rangking kedua. Namun di tahun 2024 kali ini, nilai yang diperoleh meningkat menjadi 94,42 dan menjadikan kota Semarang sebagai terbaik pengawasan kearsipan se-Jawa Tengah.

Laily menyebut ada dua kategori penilaian dalam pengawasan tersebut, yakni assessment eksternal (Dinas Arpus) dengan nilai bobot 60 persen. Sedangkan assessment internal perangkat daerah di lingkungan Kota Semarang memiliki bobot nilai 40 persen. 

“60 persen penilaian dari Dinas Arpus dan 40 persennya adalah nilai kearsipan organisasi perangkat daerah se-Kota Semarang. Semua dinas itu nilainya 40 persen. Dari dua penilaian itu, Pemkot Semarang berhasil meraih angka 94,42 pada tahun 2024 dan menduduki rangking 1 se-Jawa Tengah,” ujar dia. 

Aspek pengawasan kearsipan eksternal meliputi kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip inaktif, pengelolaan arsip statis, sumber daya kearsipan dan pengelolaan arsip elektronik. 

“Sebagai lembaga kearsipan daerah, Dinas Arpus Kota Semarang berupaya agar segala kearsipan dapat dilaksanakan. Selama ini kearsipan dianggap sepele dan dianggap sebelah mata dalam pelaksanaan kegiatan,” kata dia. 

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan arahan ibu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu pengawasan kearsipan mulai dibenahi. 

“Sekarang ini, kita harus menganggap arsip itu penting, karena disitulah kita dapat melihat sejarah, kita dapat melihat kegiatan-kegiatan yang selama ini tidak terlihat,” jelasnya. 

Menurut Laily, ada jenis-jenis arsip terpelihara seperti arsip statis, arsip bernilai sejarah, arsip yang mempunyai memori kolektif bangsa. Arsip itu dinilai sangat penting demi bagi sejarah Ibu Kota Jawa Tengah. 

“Saat ini eranya digitalisasi, maka unggulan Arpus di Kota Semarang adalah karena sudah menggunakan digitalisasi dalam kegiatan sehari hari semua OPD di Kota Semarang,” katanya. 

Bahkan, lanjut dia, Dinas Arpus memiliki aplikasi pengelolaan arsip elektronik yang diberi nama Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). 

Sedangkan indikator pengawasan kearsipan di OPD Pemkot Semarang memiliki bobot nilai 40 persen yang meliputi aspek penciptaan, pemeliharaan arsip, SDM, hingga sarpras.

“Dengan support Ibu Wali Kota dan semua OPD di Kota Semarang. Kami dapat meraih nilai tertinggi.

Nilai ini akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada penilaian Kearsipan Tingkat Nasional yang akan diumumkan pada akhir tahun 2024,” jelasnya.

Kelurahan Pudakpayung Semarang Masuk Tiga Besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, berhasil lolos masuk tiga besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional dari Regional II Tahun 2024. 

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajarannya hadir secara langsung mendampingi Lurah Pudakpayung dalam verifikasi dan pemaparan Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional di Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Kamis (19/8/2024). 

Sebelumnya, tim juri dari Kemendagri telah lebih dahulu melakukan peninjauan langsung dan penilaian klarifikasi kelurahan se-regional II tahun 2024.

Setelah melalui seleksi ketat, Kelurahan Pudakpayung akhirnya masuk dalam tiga besar kelurahan berprestasi tingkat nasional. 

Ditemui usai pemaparan, Mbak Ita sapaan akrab Wali Kota Semarang mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang didapat Kelurahan Pudakpayung masuk nominasi tiga besar tingkat nasional, untuk regional Jawa Bali. 

“Tentu ini menjadi penyemangat kota Semarang atas komitmen mengembangkan seluruh kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Semarang. Tidak melihat kelurahan itu ada di Semarang bawah, atas maupun tengah, tetapi untuk kesejahteraan yang merata di kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Menurut dia, banyak yang disorot oleh mentor dan dewan juri dalam sesi pemaparan lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional kali ini, terutama terkait pengelolaan dan penanganan sampah di masyarakat. 

Masyarakat di kelurahan Pudakpayung telah memulai program pilah sampah dari lingkup terkecil di rumah tangga sehingga sampah yang dihasilkan di tingkat rumah tangga, telah dimanfaatkan dan disaring di Bank Sampah Payung Lestari sebelum ke TPA. 

Dirinya mengakui jika banyak inovasi-inovasi yang dikembangkan pemerintah kota (Pemkot) Semarang dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengolahan sampah. 

“Saat ini kami sedang mengembangkan project yang bekerja sama dengan BRIN. Jadi salah satunya adalah pengelolaan limbah sampah plastik untuk menjadi bahan bakar setara solar,” kata Mbak Ita. 

Ia menyebut, dari 100 kilogram sampah plastik yang terkumpul bisa diubah menjadi 100 liter bahan bakar setara solar. 

“Ini sudah kami anggarkan di APBD perubahan untuk kita bisa bagikan di beberapa titik, salah satunya di Pudak payung,” ujarnya. 

Yang kedua, lanjut Mbak Ita, pengembangan dengan BRIN yakni budidaya lobster air tawar. Lobster air tawar ini mengkonsumsi sampah-sampah organik berupa sayur mayur, sehingga lobster ini aman bagi penderita kolesterol. 

“Ini juga salah satu upaya mengangkat potensi, karena di Pudakpayung airnya berasal dari sumber mata air yang tidak pernah kering. Hasil budidaya, kalau di tingkat petani, harganya Rp 150 ribu per kg dengan biaya operasional hanya 60-70 ribu. Kalau ekspor harganya bisa mencapai Rp 300 ribu. Jadi ini salah satu upaya penanganan sampah juga, terutama sampah organik,” kata dia. 

Tak hanya persoalan sampah, dewan juri juga menyoroti lahan hijau bagi pemukiman serta proyeksi ke depan. 

“Untuk lahan, Alhamdulillah kami punya peta geospasial. Kami tahun 2023 menjadi juara kedua tingkat nasional untuk penataan geospasial dan perda RT RW. Di situ sudah ada masterplannya terkait perizinan-perizinan perumahan,” imbuhnya. 

Terlebih, kata dia, topografi di kelurahan Pudakpayung yang berbukit bukit sehingga Pemkot Semarang meminta para pengembang memperhatikan terkait dengan drainase. 

“Perizinan kami juga transparan, sehingga baru saja kemarin kami menerima penghargaan dari REI Jawa Tengah untuk perizinan perumahan terbaik se-Jawa Tengah,” ucapnya. 

Untuk pengembangan potensi di kelurahan Pudakpayung, terdapat desa wisata serta tempat-tempat bersejarah yang bisa dikembangkan. 

“Kami juga baru tahu, setelah ada perjalanan ritual bikhu tudong dari Thailand bahwa di situ adalah tempat pertama kali pentahbisan biksu di Indonesia. Jadi saat Hari Raya Waisak, bikhu-bikhu itu jalan dan kemudian mampir ke situ. Ini yang akan kami kembangkan jadi salah satu wisata religi,” paparnya. 

Selain itu, ada pula destinasi lain untuk wisata religi seperti Pagoda, serta rumah apung untuk hotel kremasi. 

Mbak Ita berharap dengan banyaknya potensi tersebut, kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang bisa menjadi kelurahan terbaik. “Tentunya ini menjadi penyemangat kelurahan lainnya bisa maju lagi di tingkat Nasional,” harapnya. 

Sementara itu, Lurah Pudakpayung, Pamirah menjelaskan jika banyak potensi wilayah yang dikembangkan, termasuk kampung tematik hingga pengembangan destinasi wisata. 

“Di tempat kami wilayahnya masih hijau dan sangat luas. Tapi tetap kami harus bersama menjaga lahan tetap aman. Tidak serta merta jadi daerah perumahan atau pemukiman. Karena berdasarkan peta BPN sudah ada wilayah-wilayah hijau yang memang tidak untuk pembangunan dan perumahan. Untuk pelestarian, kami ada penanaman penghijauan dan di wilayah atas ada sumur sumur resapan,” jelasnya.

Masuk 10 Besar Nasional, Mbak Ita Paparkan Keberhasilan Pengembangan Batik Pewarna Alami

JAKARTA (lensasemarang.com) – Keberhasilan pengembangan batik pewarna alami di Kampung Batik Malon diangkat Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam sesi penilaian Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut dinilai berhasil dan masuk 10 besar program terbaik se-Indonesia sejalan dengan 17 program SDGs. 

“Sejak tahun 2016, Kampung Batik Malon telah berkembang pesat. Awalnya hanya ada dua pengrajin, kini berkembang menjadi enam pengrajin dan 55 tenaga kerja,” papar Mbak Ita, sapaan akrabnya, di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

Pengembangan ini, lanjutnya, selaras dengan visi dan misi RPJMD serta mendukung 17 tujuan SDGs, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan kampung tematik produktif.

Mbak Ita menambahkan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung pengembangan batik yang ramah lingkungan. Tak hanya sebatas mendorong hingga berhasil, namun pihaknya juga terus berkomitmen mengembangkan keberlanjutan program kampung batik alami tersebut.

Saat penilaian, dirinya dan tim juga mengenakan batik pewarna alami sebagai simbol keanekaragaman hayati. 

“Kami mulai mendorong pemasaran ke pasar luar negeri yang memiliki minat terhadap berbagai produk ramah lingkungan. Selain itu, diversifikasi pewarna alami dari bahan-bahan lokal seperti daun dan sisa kayu, budidaya tanaman indigo serta pengembangan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) batik portable juga dilakukan,” lanjut Mbak Ita. 

Hasilnya, perkembangan Kampung Batik Malon turut memperkuat sektor pariwisata Kota Semarang. “Dampaknya terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan, diversifikasi produk batik, mulai dari kain hingga kerajinan siap pakai seperti tas, sepatu, dan dompet. 

Di tahun 2023, kami resmikan sentra batik di Gunungpati yang telah meraih beberapa penghargaan,” tambahnya. Mbak Ita juga mengungkapkan jika pemasaran batik alami malon juga telah merambah pasar di luar sentra industri serta pasar asing. 

Program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) adalah inisiatif multi pihak yang diinisiasi oleh PT. Surveyor Indonesia serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pencapaian SDGs di tingkat kota dan kabupaten, dengan tujuan mendorong daerah untuk berkontribusi aktif dalam pencapaian SDGs.

Dengan paparan ini, diharapkan Kota Semarang semakin diakui sebagai kota yang berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan industri kreatif seperti batik dengan pewarna alami.

Ruas Tol Solo-Yogyakarta Seksi 1 Diresmikan, Efisienkan Waktu Tempuh dan Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi

BOYOLALI (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mendampingi Presiden RI Joko Widodo meresmikan jalan tol ruas Solo-Yogyakarta-YIA seksi 1 Kartasura-Klaten, di Gerbang Tol Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (19/9/2024).

“Alhamdulillah ya jalan tol ini sudah diresmikan, mulai pukul 00.00 WIB nanti sudah bisa digunakan (untuk umum),” kata Nana Sudjana usai mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.

Ruas tol Solo-Yogyakarta ini, dijelaskan Nana, diproyeksikan untuk mengurai kemacetan di jalan nasional Solo-Yogyakarta sekaligus sebagai pengungkit pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Keberadaan jalan tol ini dapat mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Klaten-Surakarta (dan sebaliknya). Semoga ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, ruas tol seksi 1 Kartasura-Klaten ini memiliki panjang 22,3 km. Ruas ini memiliki tiga gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Banyudono, Gerbang Tol Polanharjo, dan Gerbang Tol Klaten. Pembangunan dimulai tahun 2021 dan selesai tahun 2024 dengan biaya sekitar Rp 5, 68 triliun.

“Sore ini jalan tol ruas Solo-Yogyakarta-YIA seksi 1 sepanjang 22,3 km sudah selesai dan siap diresmikan. Pembangunan dimulai tahun 2021 selesai 2024,” katanya saat peresmian.

Ia mengatakan, ruas tol Solo-Yogyakarta-YIA akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas dari Surakarta (Solo) dan Yogyakarta. Juga memudahkan akses ke kawasan pariwisata dan kawasan produktif lainnya.

“Ini akan mengefisienkan waktu tempuh karena kita butuh daya saing, kecepatan, dan ketepatan waktu. Solo-Yogyakarta mungkin nanti memakan waktu 30-50 menit. Aplaagi jalan nasional yang ada sudah crowded,” katanya.

Selain Pj Gubernur Jateng, turut mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta beberapa pejabat lainnya.

Sekda Jateng: Pengembangan Kawasan Borobudur Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 

MAGELANG (lensasemarang.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyebut pengembangan kawasan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Pernyataan itu disampaikan Sekda saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno saat meninjau progres pengembangan DPSP Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).

“Pengembangan DPSP Borobudur ini, bagian untuk meningkatkan ekonomi Jawa Tengah,” ujar Sekda di sela kunjungan.

Dalam pengembangan kawasan tersebut, Pemprov Jateng berkontribusi dalam pengadaan lahan untuk penataan Pasar Seni Kujon di kawasan Candi Borobudur.

Nantinya pasar seluas 10,74 hektare itu, dilengkapi berbagai fasilitas seperti museum, area parkir pasar seni cinderamata, kuliner, aneka produk UMKM, dan amphitheater.

Dengan begitu, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, bisa semakin memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pentas seni dan budaya.

“Kami sangat senang hati dan men-support pengembangan kawasan Borobudur,” ujarnya.

Sekda mengatakan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Jateng banyak ditopang dari sektor konsumsi. Adapun sektor konsumsi banyak ditopang dari pariwisata.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng sangat mendukung pengembangan DPSP Borobudur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, dalam pengembangan kawasan tersebut tidak ada alih fungsi lahan. Sawah dan lahan pertanian di kawasan Candi Borobudur tetap dilindungi, sehingga petani tetap bisa mengolah lahan dan melakukan aktivitas seperti biasa. 

Selain itu, tidak diperbolehkan adanya bangunan berarsitektur modern, semua bangunan harus berarsitektur Jawa atau Borobudur. Menurutnya, kebijakan ini penting diberlakukan untuk mempertahankan budaya asli daerah jangan sampai hilang.

Menurutnya, penataan kawasan Borobudur dilakukan sesuai dengan regulasi terkait Tata Kelola Kawasan Borobudur. Sehingga dalam penataan kawasan ini akan terpadu dan melibatkan banyak unsur. 

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkab Magelang, serta stakeholder terkait lain, atas semua dukungannya sehingga penataan ulang Kawasan Borobudur dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, selain mengecek kawasan Candi Borobudur, rombongan juga meninjau perkembangan pembangunan Lapangan Borobudur, Pasar Seni dan Museum Borobudur, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Pasuruhan Kabupaten Magelang, serta Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Magelang.

Lantik Pj Bupati Brebes dan Banyumas, Nana Sudjana Minta Sukseskan Pilkada 2024

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melantik Djoko Gunawan menjadi Pj Bupati Brebes dan Iwanuddin Iskandar sebagai Pj Bupati Banyumas. 

Proses pelantikan dilakukan di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Kamis (19/9/2024).

Djoko Gunawan merupakan Sekda Kabupaten Brebes dan menggantikan Pj Bupati Brebes sebelumnya, Iwanuddin Iskandar, yang dilantik menjadi Pj Bupati Banyumas menggantikan Hanung Cahyo Saputro.

Hanung kini sepenuhnya kembali pada jabatannya sebagai Kepala Biro Umum Setda Jawa Tengah.

“Pergantian Pj Bupati ini hal biasa dalam organisasi karena adanya kebutuhan,” kata Nana usai pelantikan.

Ia menilai, para Pj bupati sebelumnya sudah melaksanakan tugas dan amanahnya dengan baik. 

Nana meminta agar kedua Pj Bupati yang baru saja dilantik untuk mengevaluasi persoalan-persoalan yang ada.

Dalam waktu dekat, pekerjaan yang perlu disukseskan penyelenggarannya adalah Pilkada. Selain itu, potensi kekeringan, serta kebakaran hutan, lahan, dan tempat pembuangan sampah seiring dengan musim kemarau. 

“Itu yang kami harapkan segera di antisipasi. Yang jelas mereka juga harus segera bersinergi dan berkolaborasi dengan unsur forkopimda yang ada sehingga mampu memberikan pelayanan dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Sebab, di Jawa Tengah terdapat tiga daerah yang hanya memiliki calon tunggal pada Pilkada Serentak tahun ini. Tiga daerah itu adalah Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Nana, ketiga daerah ini tetap harus waspada, jangan sampai adanya calon tunggal itu nanti menimbulkan permasalahan.

Ia menegaskan agar Pemda, TNI-Polri, serta KPU dan Bawaslu melakukan tugas sesuai prosedur dan aturan yang ada. Kesiapan di tiga daerah itu juga harus menjadi perhatian.

Selain hal itu, Nana juga menekankan pada program-program prioritas seperti pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, penurunan angka pengangguran, stunting, dan pengendalian inflasi.

Terkait program prioritas tersebut, kinerja Pemerintah Kabupaten Brebes dan Banyumas sudah cukup baik dalam satu tahun terakhir. Meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi.

Nana menyebutkan, di Kabupaten Brebes angka kemiskinan masih sekitar 15,6% dengan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 4,17%. Prevalensi stunting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 21,6%, lebih tinggi dari angka Jateng (20,7%). 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan angka 69,71%, lebih rendah dari angka Jateng (73,39%). Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes sebesar 3,74%, masih di bawah provinsi 4,98%. Juga Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2023 sebesar 8,98%, lebih tinggi dari angka Jateng (5,13%)

Sementara untuk Kabupaten Banyumas, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4%, lebih tinggi dari provinsi. Tingkat Inflasi Kabupaten Banyumas pada Agustus 2024 (yoy) sebesar 1,60%, lebih rendah dari angka Jateng (1,77%). Tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0,76%, lebih rendah daripada angka Jateng (1,11%).

Namun, untuk Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2023 sebesar 6,35%, lebih tinggi dari angka Jateng (5,13%). Prevalensi stunting berdasarkan SKI Tahun 2023 sebesar 20,9%, lebih tinggi dari angka Jateng (20,7%). Rasio Gini Kabupaten Banyumas sebesar 0,397 juga lebih tinggi dari Jawa Tengah (0,369). Juga angka kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 11,95%, lebih tinggi dari angka Jateng yang sebesar 10,47%.

“Segera lakukan evaluasi data yang ada dan lakukan langkah-langkah. Ajak rekan forkopimda dan instansi terkait lain untuk memajukan daerahnya. Program prioritas kita adalah upaya pengentasan kemiskinan. Ini menjadi perhatian kita,” jelas Nana.

Ini Alasan Muslimat NU Nyatakan Dukungan Ke Yoyok-Joss

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menyatakan dukungan kepada Pasangan Bakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. 

Wakil Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang, Hj Umiyati Humam memastikan jika pihaknya siap membantu merealisasikan harapan membawa Kota Semarang Maju Bermartabat bersama Yoyok-Joss.

Dirinya menjelaskan alasan mendukung Yoyok-Joss karena kedua tokoh tersebut sudah dikenal baik dan selama ini dinilai bertanggung jawab. 

Selain dekat dengan umat muslim di Kota Semarang, Yoyok Sukawi juga dinilai bisa menyelesaikan keluhan dari warga saat menjadi anggota DPR Republik Indonesia.

Begitu juga dengan Joko Santoso, yang selama ini memiliki kinerja bagus saat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Semarang. 

“Beliau familiar, bisa menerima usulan-usulan terutama dari organisasi NU sendiri. Apa yang jadi aspirasi warga NU, dan Mas Yoyok tahu setiap person NU itu harus bagaimana, sudah tahu sejak awal,” ujarnya saat Deklarasi Pemenangan Yoyok-Joss, Rabu (18/9/2024). 

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini yang masih menjadi sorotan di Kota Semarang adalah masalah pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Dia menitipkan kepada pasangan Yoyok-Joss agar apa yang masih menjadi kekurangan ini bisa teratasi. 

“Masalah kesehatan, ekonomi masyarakat, harus diprioritaskan,” katanya. 

Senada, Hj Ulya Lilis Khadijah selaku Sekretaris Umum PC Muslimat NU Kota Semarang memastikan akan mengerahkan potensi yang ada untuk kemenangan Yoyok-Joss di Pilwakot Semarang.

Ia juga sudah meminta kepada seluruh anggota untuk mensosialisasikan visi-misi Yoyok-Joss di kampung-kampung. 

“Jadi kita muslimat punya pimpinan cabang, di kecamatan punya PAC, di kelurahan punya ranting. Nah kita PC (pengurus cabang-red) sudah mendukung Mas Yoyok. Kita mengumpulkan pengurus, dan kita sarankan memilih Yoyok-Joss untuk kemaslahatan muslimat,” ujarnya. 

Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus PC Muslimat NU Kota Semarang yang telah memberikan dukungan kepada Yoyok-Joss.

Ia menyebut dukungan ini bakal menjadi salah satu ujung tombak perjuangan menjadikan Semarang Maju Bermartabat. 

Dirinya mengakui jika peran Muslimat NU sangat penting untuk mendidik penerus bangsa. Selain soal agama, Muslimat NU juga harus selalu dilibatkan dalam setiap program pembangunan di pemerintahan. 

“Banyak visi-misi yang akan kita bawa untuk Semarang. Beberapa hal di antaranya pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Semoga dukungan ini menjadikan cita-cita kami bisa terwujud,” katanya.

Mbak Agustin Optimistis UMKM Makanan Semarang Tembus Pasar Mancanegara

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bakal Calon Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memiliki perhatian besar terhadap UMKM makanan di Kota Semarang sekaligus kagum karena banyak produk makanan yang berpotensi tembus ke pasar internasional. 

Hal ini ia sampaikan di acara Business Match “Membangun Jaringan dan Kolaborasi dalam Industri Makanan” di Semarang, Rabu (18/9/2024).

“Itu potensinya luar biasa. Bagus-bagus dan ternyata ketika kita dekati itu ada produk yang sebenarnya sudah bisa sampai ke luar negeri dan mereka gluten free. Ini sebenarnya permintaan banyak dari luar itu adalah yang gluten free,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Agustin ini. 

Di samping itu Mbak Agustin juga menyoroti masalah yang dihadapi pelaku UMKM misalnya pesanan yang tidak sustainable. 

“Nah mungkin perlu nanti suatu hari teman-teman Pemkot kunjungan ke negara-negara mana yang sudah pernah itu, terus mungkin bisa cari lapak. Kalau itu kan mungkin pesanan berkala. Cari lapak kerja sama dengan industri grosir groseri. Nah ini tugasnya Pemkot untuk mereka bisa sampai sustain,” ujarnya. 

Dirinya mengaku kagum dengan kreatifitas pelaku UMKM di Semarang. Produk dikemas dengan baik dan rasanya juga enak. 

“Jadi tahapannya sudah tahapan sudah pernah bisa menerima pesanan dari luar, berarti kan dia lolos. Sertifikasi, kurasi lolos tentunya, cuma sustainability pesanannya belum, itu tantangannya,” katanya. 

Selanjutnya hal itu menjadi tugas Pemkot untuk mempromosikan dan membangun relasi ke negara tujuan. 

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu turut mendukung kemajuan UMKM Semarang.

Salah satu yang harus dilakukan mengkurasi dan menciptakan katalog sebagai etalase. 

“Juga harus dimasukkan ke e-katalog, karena kan kita tahu bahwa e-katalog ini kan bisa mengcover seluruh Indonesia. Dan itu juga mencakup ke pemerintahan daerah, ke BUMN, BUMD yang mereka membutuhkan spesifikasi tertentu. Ini yang menjadi tantangan, karena biasanya kita di sistemnya ini yang kadang-kadang yang tidak bisa berjalan,” ujarnya.

Pemkot Semarang Terus Upayakan UMKM Bisa Go International

SEMARANG (lensasemarang.com) – Upaya Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk mendorong UKM dan IKM menuju pasar internasional terus dilakukan.

Salah satunya ditunjukkan dengan komitmennya dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui kegiatan Business Match yang digelar di Hotel Pandanaran, Rabu (18/9/2024).

Pada acara yang mengusung tema “Membangun Jaringan dan Kolaborasi dalam Industri” ini pihaknya memfasilitasi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Mbak Ita, sapaan akrab wali kota dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan e-katalog bagi produk lokal. 

“Sebenarnya UMKM kita sudah hebat, tinggal kita optimalkan jaringan komersilnya. Saya telah meminta agar semua produk lokal mulai menggunakan e-katalog, karena ini dapat menjangkau seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Tak hanya itu, dirinya juga mendorong produk-produk UKM dan IKM untuk melengkapi etalase katalog dan mengembangkan usaha ramah lingkungan.

Dengan pengadaan e-katalog dan upaya kolaborasi ini, Mbak Ita berharap dapat semakin menggenjot potensi UKM IKM Kota Semarang.

Melalui peningkatan UKM IKM pihaknya berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya dalam sektor UKM dan IKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Diharapkan, melalui langkah-langkah ini, produk lokal tidak hanya dapat menembus pasar domestik tetapi juga go international.

Mbak Ita menegaskan bahwa Pemkot Semarang harus lebih aktif mendorong digitalisasi, terutama melalui penggunaan e-katalog. E-katalog diharapkan dapat menjangkau seluruh Indonesia dan mempermudah akses pelaku IKM ke pasar pemerintah daerah serta BUMN.

“E-katalog bukan hanya untuk konstruksi, tetapi juga untuk semua sektor, termasuk makanan dan konveksi,” tambahnya.

Mbak Ita juga mengusulkan agar setiap izin untuk hotel atau retail mencakup area khusus bagi IKM lokal. Langkah ini bertujuan untuk membantu pelaku IKM meningkatkan kualitas produk mereka dan mendapatkan sertifikasi SNI.

Dirinya memberi contoh keberhasilan batik Semarang yang kini diakui secara nasional berkat keberlanjutan dan inovasi.

Melalui kolaborasi lintas kementerian, pihaknya berharap pelaku IKM di kota Semarang dapat terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kota serta kabupaten di seluruh Indonesia. 

“Mari kita dukung dan kembangkan potensi IKM ini agar bisa menjadi pondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara Agustina Wilujeng, Wakil Ketua Komisi X DPR RI mengungkapkan kerja sama antara Pemkot, BUMN, dan BUMD sangat diperlukan untuk mengkurasi produk UMKM. Produk yang akan dikurasi meliputi kemasan menarik, ramah lingkungan, makanan, dan konveksi. Dengan pengkurasian ini, diharapkan produk UMKM dapat memenuhi standar SNI dan bersaing di tingkat internasional.

Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti tren produk yang diminati pasar global, seperti produk olahan gluten-free yang menggunakan bahan organik dan kemasan menarik. “Kita perlu fokus pada produk-produk ini agar UMKM kita bisa bersaing di pasar yang lebih besar,” tegasnya.

Dirinya menambahkan bahwa banyak produk UMKM yang sebenarnya sudah siap diekspor, namun menghadapi tantangan dalam hal keberlanjutan pesanan. Ia mengusulkan agar Pemkot Semarang melakukan kunjungan ke negara-negara yang potensial untuk membangun kerja sama dengan industri grosir, guna menciptakan saluran distribusi yang lebih berkelanjutan.