Nasib Atlet Porprov Pekalongan Terkatung-Katung, Tuntut Bonus Agar Cair

PEKALONGAN – Belasan atlet Kabupaten Pekalongan meminta Pemkab segera mencairkan bonus atau reward bagi atlet berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023. Selama ini nasib mereka terkatung-katung karena belum menerima bonus yang dijanjikan pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Seorang atlet Rafika Yulianto (22), peraih medali cabor Hapkido (Beladiri) mengatakan bonus atlet di seluruh Kabupaten Kota sudah cair. Hanya Kabupaten Pekalongan yang belum, dia meminta segera cair karena semua atlet belum menerima bonus yang dijanjikan.

“Tidak hanya saya saja, tapi semua atlit belum mendapatkan bonus yang dijanjikan. Bonus dijanjikan Bupati Pekalongan, saat pelepasan atlit,” kata Rafika.

Dalam Porprov yang digelar pada 5-11 Agustus 2023 tersebut, kontingen dari Kabupaten Pekalongan berhasil menyabet 2 medali emas, 14 perak dan 21 medali perunggu. Kondisi sekarang beda dengan Porprov 2018 lalu. Saat itu bonus diberikan dalam waktu dua bulan, meskipun dibagi menjadi dua gelombang.

“Tahun 2018 mendapat bonus Rp 20 juta. Ketika itu, ia meraih perunggu,” ungkapnya.

Ati Safitri (22), atlit Petanque, menambahkan janji Pemkab akan turun di bulan November 2023. Lalu diundur lagi, hingga tidak ada kejelasan. Sedangkan untuk kegiatan Porprov sudah dilaksanakan di bulan Agustus tahun 2023.

“Kami dengar-dengar bonus itu akan dicairkan di bulan November 2023. Tapi itu kabarnya masih belum jelas. Lalu, kami dengar lagi, kabar itu akan dicairkan di awal tahun 2024, sampai sekarang belum jelas,” kata Safitri.

Atlet lainnya Noky Ferdiansyah (22) menyebut para atlet telah mengorbankan waktu dan pekerjaan untuk mengikuti pemusatan latihan selama enam bulan. Ada yang keluar pekerjaan hingga cuti kuliah demi membela Kabupaten Pekalongan.

“Dari kami, atlet yang sudah berjuang semaksimal mungkin untuk membawa nama Kabupaten Pekalongan harapannya hak kami sebagai atlet itu segera diberikan,” ujarnya.

Selama masa pemusatan latihan mendapat uang bulanan Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu perbulan. Namun, uang itu untuk kebutuhan mulai dari makan, bayar listrik dan sebagainya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar berjanji segera berkoordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga.

“Secara prinsip bonus atlit, sudah kami siapkan, kami koordinasikan dengan dinas terkait,” kata dia.

Berita Terkait