SEMARANG (lensasemarang.com) – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia menggelar Program Literasi Data Pengawasan Pemilu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Selasa (18/11/2025), sebagai upaya memperkuat peran pengawasan pemilu di kalangan generasi muda atau milenial.
Program Literasi Daya Pengawasan Pemilu yang berlangsung secara interaktif dan diikuti para mahasiswa itu mengusung tema “Sinergi Universitas dan Pengawas Pemilu Melalui Literasi Data” sehingga menjadi jembatan penting antara pengawas pemilu dan dunia akademik.
Selain untuk memperkuat pemahaman akademik, program Bawaslu RI ini menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan pihak akademisi atau kampus. Terlebih dalam membangun generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menjadi agen pengawasan pemilu di masa mendatang.
Komisioner Bawaslu RI, Puadi, menegaskan, literasi data menjadi salah satu kunci memperkuat pemahaman publik terhadap proses pemilu sehingga seluruh temuan dan laporan pengawasan tidak boleh berhenti sebagai data mentah.
Menurut dia, data tersebut harus diolah menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk riset, kajian akademik, hingga penyusunan skripsi dan tesis.
“Tujuan kegiatan ini adalah agar data hasil pengawasan pemilu benar-benar menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi mahasiswa,” ujarnya.
Kegiatan literasi ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow ke 13 kampus di berbagai daerah. Termasuk Undip, yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam penguatan demokrasi.
Menanggapi kekhawatiran mahasiswa terkait potensi intimidasi terhadap pelapor pelanggaran pemilu. Puadi menegaskan bahwa pelapor tidak perlu takut.
“Jika intimidasi masuk ranah pidana umum, bisa dilaporkan ke aparat berwajib. Kalau pidana pemilu, prosesnya mengikuti hukum acara yang berlaku,” katanya.
Dirinya berharap kegiatan literasi seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai bagian dari pengawal demokrasi di masa depan. Ia menyebut program Go to Campus dan Bawaslu Mengajar sebagai upaya memperluas pengetahuan pemilu secara berkelanjutan.
“Bawaslu punya motto ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’. Kampus adalah ruang penting untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
