SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan seluruh pasien. Hal itu dilakukan dengan selalu memberi layanan kesehatan yang prima.
“Kami memberi layanan untuk masyarakat baik itu yang menggunakan BPJS Kesehatan dan mandiri. Seluruh pasien yang masuk akan dilayani sebaik mungkin sesuai standard pelayanan yang sudah ditentukan. Baik itu dari dalam wilayah Kota Semarang maupun dari luar kota, kata Direktur Umum dan Keuangan Munadharah SE MM, dalam acara media gathering Sabtu (5/10).
Meski RSI Sultan Agung Semarang memiliki layanan premium tapi karena juga mendapat tugas melayani seluruh lapisan masyarakat, maka standard pelayanan tetap menjadi perhatian utama. Sampai saat ini saja terdapat 29 rumah sakit dengan berbagai layanan.
“Jadi mau tidak mau peningkatan pelayanan sudah menjadi perhatian utama agar terus eksis di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya tidak ada cara lain untuk bersaing berlomba-lomba dalam kebaikan dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan, sehingga merasa puas dan sehat kembali dari sakitnya. Selain itu, RSI Sultan Agung telah mempunyai rencana dalam program lima tahun mendatang.
“Bahkan, kami bersiap membangun RSI Sultan Agung menjadi tujuh lantai,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah wartawan media cetak, online, dan elektronik menyampaikan apresiasi atas pelayanan kesehatan yang dilakukan RSI Sultan Agung Semarang.
‘’Kami menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana perawat dan dokter memberikan pelayanan kepada pasien. Mulai keramahan hingga pemberian obat-obatan agar pasien cepat sembuh,’’ kata Ari Widiarto, wartawan media online ayosemarang.com.
Hal yang sama juga disampaikan Aman Ariyanto mengusulkan agar pelayanan yang sudah bagus ditingkatkan lagi terutama mengatasi banjir yang sering mengenang di kawasan RSI Sultan Agung bila musim hujan tiba. Selain itu berbagai pelayanan yang diberikan kepada pasien selalu cepat.
Manajer Humas Kemitraan RSISA, Sri Wahyuni Rozikan SS MM menambahkan, kegiatan bersama para awak media ini sudah beberapa kali dilakukan. Salah satu tujuannya, untuk menjalin keakraban dan kebersamaan.
“Sebab tanpa bantuan para wartawan atau awak media, kami tidak bisa mencapai sukses seperti yang dirasakan sekarang ini,” kata Mbak Uun, sapaan karibnya.
Selain forum dialog saling memberikan kritik dan saran, para peserta mendapat kesempatan melakukan wisata di sejumlah destinasi di Kecamatan Dieng. Sri Wahyuni atau yang akrab disapa Mbak Uun menjelaskan beberapa obyek wisata yang dikunjungi para wartawan yaitu Pintu langit, Dewata, Curug Sikarim, Swiss Van Java, Telaga Menjer, Kahyangan Skyline, Kebun Teh Panama dan pusat oleh-oleh harmoni
