Sunday, February 1, 2026
Google search engine
HomeTrendingHeadlineTim SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 Pertahankan Gelar Juara Pada...

Tim SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 Pertahankan Gelar Juara Pada MilkLife Soccer Challenge Semarang 2026

SEMARANG (lensasemarang.com) – Persaingan memperebutkan trofi juara MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026 berlangsung kompetitif hingga peluit akhir dibunyikan. 

Berlangsung di Lapangan Sidodadi dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh, rangkaian laga puncak menyuguhkan pertarungan terbaik antar tim sekolah dasar yang telah melalui proses kompetisi panjang.

Pada partai final KU 12, SDN Sendangmulyo 04 yang juga jadi juara di tahun lalu, tampil solid dan berhasil mengunci kepastian gelar juara. Sementara di KU 10, SDN Klepu 03 kembali menunjukkan dominasinya dengan mencatatkan quattrick gelar juara alias empat kali berturut-turut, menegaskan konsistensi dan kekuatan mereka sebagai kampiun di kategori tersebut.

Melihat pertandingan KU 12 di babak final antara SDN Sendangmulyo 02 melawan SDN Sendangmulyo 04 berlangsung ketat dan menguras emosi. 

Kedua tim saling beradu strategi, serangan silih berganti menghiasi lapangan. Namun tekanan dari SDN

Sendangmulyo 04 di menit-menit awal membuka keunggulan bagi timnya. Tendangan striker Alice Vinorea Putri di menit kedua melahirkan gol pembuka. 

Hanya berselang satu menit, SDN Sendangmulyo 04 lagi-lagi menambah skor menjadi 2-0 lewat serangan Janeeta Alodya.

Tak berhenti di situ, gol ketiga kembali menjebol gawang lawan setelah tendangan Alice dilepaskan di menit 10 dan membawa timnya unggul 3-0. Pantang menyerah, SDN Sendangmulyo 02 juga melancarkan serangan balik lewat striker andalan Jihaan Lynta Bassaamah, gol balasan ini memperkecil ketertinggalan timnya dan membuat kedudukan sementara menjadi 3-1. 

Memasuki babak kedua, duel makin sengit. Di bawah langit mendung Lapangan Sidodadi, duo SDN Sendangmulyo ini bertanding dengan gigih. Adu gol masih terjadi di menit-menit akhir babak kedua saat skor sementara 5-1. Jihan dan timnya tak mau menyerahkan gelar juara begitu saja, pada menit ke 19 dan 29, ia kembali menciptakan gol cantik dan menambah angka untuk timnya menjadi 5-3. 

Akhirnya, gol pamungkas dari pemain belakang SDN Sendangmulyo 04, Kaisa Fatikha Ar-ridho menutup babak kedua dan mengakhiri pertandingan. Dengan demikian, gelar juara untuk KU 12 sukses dipertahankan SDN Sendangmulyo 04 dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, di pertandingan final KU 10 SDN Klepu 03 berhasil mempertahankan empat kali juara berturut-turut (quattrick) sejak 2024. Para penggawa SDN Klepu 03 menghabiskan waktu 2×15 menit pertandingan dengan pola permainan yang sangat apik.

Penampilan Shakila Azalia Ardani dan teman-temannya membuat Tim SDN Kalibanteng Kidul 03 harus takluk dengan skor 4-0.

Sejak menit kedua, Shakila sudah mengirim bola ke gawang lawan, melahirkan gol cantik yang sontak membuat tribun dipenuhi riuh tepuk tangan dan sorakan. SDN Kalibanteng Kidul 03 merespon tekanan lawan dengan melancarkan serangan balik cepat.

Beberapa tendangan jarak jauh sempat dilepaskan, namun belum mampu mengubah kedudukan skor.

Memasuki menit kesembilan, SDN Kalibanteng Kidul 03 terus berupaya meningkatkan permainan dengan menerapkan sejumlah variasi strategi, termasuk melakukan rotasi pemain. 

Namun usaha maksimal itu belum cukup untuk mengejar ketertinggalan, sehingga tim harus rela mengakhiri laga tanpa kemenangan.

Sepakan ke arah gawang yang dilakukan Shakila pada menit 16 dan 21 akhirnya menambah keunggulan timnya dan memastikan gelar quattrick SDN Klepu 03.

Menurut Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jackson F Tiago, gelaran MilkLife Soccer Challenge tidak hanya sekadar turnamen sepak bola putri usia muda.

Menurut Jackson, ajang ini merupakan wadah penting bagi peserta untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sejak dini, sekaligus membuka jalur menuju level profesional, seperti Timnas Indonesia.

“Turnamen MLSC bisa dikatakan menjadi salah satu ajang yang penting karena saat ini merupakan jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey merah putih. Mungkin saat ini mereka masih berada di lingkungan sekolah dan turnamen lokal, tapi ini adalah jalur yang sedang dibangun untuk mencapai level Timnas. Semoga tiga atau empat tahun ke depan, wajah-wajah mereka inilah yang akan kita lihat membela Indonesia,” ujar Jackson.

Dirinya menekankan bahwa turnamen seperti MLSC memberikan pengalaman kompetitif yang krusial bagi peserta, tidak hanya dari sisi teknik bermain, tetapi juga mental bertanding, kerjasama tim, dan sportivitas. Setiap pertandingan, uji keterampilan dalam Skill Challenge, dan Festival SenengSoccer bagi kategori KU 8, menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.

“Ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang memberi mereka panggung untuk belajar, berkembang, dan percaya diri. Dari sini, kami bisa melihat siapa yang memiliki potensi untuk dibina lebih lanjut, dan siapa yang bisa melangkah lebih jauh ke level nasional. MLSC membangun fondasi yang nyata bagi masa depan sepak bola putri Indonesia,” katanya.

Dengan digelarnya MLSC Seri 2 2025-2026 di 12 kota, Jackson percaya bahwa program ini mampu mengidentifikasi dan menyiapkan bibit-bibit berbakat sejak usia dini, mencetak generasi pemain putri yang kelak akan menjadi andalan Indonesia di kancah internasional.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Joko Hartono, yang turut hadir dalam Upacara Pemberian Penghargaan (UPP) di Lapangan Sidodadi, Semarang mengapresiasi upaya MilkLife Soccer Challenge untuk terus memfasilitasi talenta-talenta muda, khususnya para siswi, dalam mengembangkan bakatnya bermain sepakbola.

Selain bakat memainkan si kulit bundar di lapangan, para peserta juga dapat memupuk semangat sportivitasnya.

“Kami sangat berbangga dan berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife atas penyelenggaraan MLSC Semarang Seri 2. Ini menjadi sebuah momentum pengembangan diri yang tepat bagi para siswi kota Semarang untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan bakatnya bermain sepakbola. Jadi, pendidikan yang diperoleh bukan hanya sekadar dari atas meja belajar, tapi juga pendidikan karakternya. Melalui kompetisi ini, semoga para peserta dapat membangun jiwa sportivitas serta kejujuran, karena pendidikan, keterampilan serta karakter dan attitude sama pentingnya untuk meniti masa depan mereka masing-masing,” jelas Joko.

Joko menambahkan, penyelenggaraan turnamen secara rutin dan berjenjang seperti MLSC ini memberikan kesempatan bagi sekolah dan guru olahraga untuk berperan aktif dalam membina bakat siswa, sekaligus mendorong lahirnya generasi pesepak bola putri potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Kota Semarang, di level nasional maupun internasional.

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026 merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara bertahap dan berkesinambungan. Dengan digelarnya turnamen usia dini secara rutin, diharapkan lahir bibit-bibit pesepakbola putri potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Kami yakin setiap peserta memiliki potensi luar biasa. MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas. Lewat ajang ini, kami menyiapkan generasi pesepak bola putri yang tangguh, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan cinta terhadap olahraga sepak bola sejak dini. Inilah langkah nyata kami untuk mencetak bibit-bibit berbakat yang kelak akan mengharumkan nama bangsa dan membawa masa depan sepak bola putri Indonesia lebih cerah,” ujar Teddy.

Program pembinaan dalam turnamen sepak bola putri untuk usia dini yang dijalankan selama ini mulai menampakkan dampak positif. Salah satunya terlihat di SDN Sendangmulyo 04 yang sudah mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak tahun lalu.

Perjalanan panjang latihan dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan tim SDN Sendangmulyo 04 di MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026. Pelatih tim, Bagas, menekankan bahwa pengembangan kemampuan anak-anak tidak bisa instan dan harus melalui proses yang berkesinambungan.

“Kalau latihan untuk Alice dan anak-anak yang lain, mungkin dari Seri 1 MLSC awal mula sampai kembali lagi ke Seri 2 ini, mereka sudah melalui perjalanan panjang. Misalnya Alice dulu kelas 4, sekarang sudah kelas 6. Di sepak bola, menurut saya, perkembangan tidak bisa instan. Semua butuh proses, latihan konsisten, dan kesabaran,” ujar Bagas.

Salah satu pemain andalan tim, Alice Vinorea Putri, yang berhasil menyabet gelar Best Player, menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah kerja keras dan pantang menyerah.

“Memang harus terus berproses dan jangan pantang menyerah, biar bisa menjadi juara dan Best Player terus,” kata Alice, kelahiran 12 Maret 2013, sambil tersenyum.

Perpaduan antara bimbingan pelatih yang sabar dan semangat juang para pemain membuat

SDN Sendangmulyo 04 mampu mempertahankan prestasi mereka dan mencetak sejarah di

MLSC Semarang Seri 2, sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam membina sepak bola putri usia dini secara serius.

MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 diikuti 1.239 peserta dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Semarang dan sekitarnya, terbagi dalam 55 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Para peserta tidak hanya bersaing dalam format 7 vs 7, tetapi juga diuji keterampilan melalui Skill Challenge, yang meliputi dribbling, passing & control, 1 on 1, shoot on target, dan penalty shoot. Selain itu, Festival SenengSoccer bagi KU 8 juga digelar untuk menumbuhkan kegembiraan dan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia 6–8 tahun, diikuti oleh 97 peserta dari 20 SD/MI.

Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 akan berlangsung di total 12 kota penyelenggaraan. Setelah Semarang dan Tangerang, rangkaian kompetisi akan bergulir ke Bandung dan Yogyakarta (27 Januari – 1 Februari), Solo dan Jakarta (10 – 15 Februari), Samarinda by Bayan (23 – 26 April), Bekasi (28 April – 3 Mei), Banjarmasin by Bayan (30 April – 3 Mei), Kudus dan Surabaya (12 – 17 Mei), serta Malang (19 – 24 Mei).

Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026:

Kategori Usia 10

Champion : SDN Klepu 03

Runner-up : SDN Kalibanteng Kidul 03

Semifinalis : SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang

Top Scorer : Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol)

Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03

Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03

Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang

Kategori Usia 12

Champion : SDN Sendangmulyo 04

Runner-up : SDN Sendangmulyo 02

Semifinalis : SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01

Top Scorer : Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol)

Best Player : Alice Vinorea Putri – SDN Sendangmulyo 04

Best Goalkeeper : Bellvania Shaquila Velosa – SDN Rejosari 01

Fairplay Team : SDN Klepu 03

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments