SEMARANG – Kasus perkara pidana perusakan bangunan yang menjerat tersangka BS menunjukkan perkembangan terbaru, setelah kuasa hukum Niken dari Solidarity Law Office, Bangkit Mahanantyo, mendatangi Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (8/9/2026).
Lambatnya penanganan proses penanganan perkara pidana tersebut memicu kerugian yang kian membesar hingga bangunan rumah kliennya ambruk.
“Ini jika keadilan lama muncul atau kepastianbterhadap suatu perkara mangkrak. Bila aparat penegak hukum cepat tanggap, tentu rumah dosen Akpol Irjen Sofyan harusnya tak sampai runtuh,” kata Bangkit di Polda Jateng, Selasa (8/9/2026).
Namun, ia mengapresiasi komitmen Polda Jateng yang berjanji akan menyerahkan kembali berkas perkara tersangka BS ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dalam waktu dekat.
“Kami pastikan minggu depan perkara dengan tersangka BS yang sempat mangkrak dari tahun 2022 akan dilimpahkan lagi ke Kejaksaan Tinggi, termasuk tersangka dan barang buktinya,” ungkapnya.
Bangkit juga memberikan ultimatum keras kepada pihak Kejaksaan Tinggi agar tidak lagi mengembalikan berkas perkara dengan alasan teknis atau mengandalkan ‘petunjuk mati’ (petunjuk penyidik yang sulit dipenuhi secara praktis). Menurutnya, bukti-bukti pidana maupun perdata sudah sangat solid.
“Kita perdata kita sudah menang lima kali. Tersangka BS sudah dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum, bukti rumah roboh sudah ada, dan ahli sudah dihadirkan. Tidak ada alasan lagi untuk Kejaksaan Tinggi menolak atau mengembalikan berkas,” jelasnya.
Pihaknya siap mendorong penggunaan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru pada Pasal 62.
Adapun ketentuan tersebut memungkinkan pelimpahan perkara dilakukan secara langsung ke pengadilan tanpa harus bergantung pada status P21 (berkas lengkap) dari Kejaksaan.
“Bila ada petunjuk-petunjuk yang sudah dilengkapi tapi tak bisa didaftarkan ke pengadilan, berarti ada indikasi permainan oknum aparat penegak hukum. Kita mendorong sistem KUHAP apa yang paling relevan agar tersangka ini segera diadili,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga saat ini rumah milik BS yang berada di sebelah kediaman korban tampak sepi. Awak media belum dapat mengonfirmasi BS secara langsung lantaran tidak ada penjaga di lokasi tersebut.