Home Blog Page 19

Wakil Ketua DPRD Jateng Perjuangkan Nasib Transportasi Online

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh mengatakan penolakan bajaj Maxride di Kota Semarang dan Solo, tak lepas dari regulasi terkait transportasi online di Indonesia yang diakui permasalahan transportasi online ini cukup kompleks.

“Kami sudah berdiskusi dengan berbagai elemen, termasuk dengan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, ada beberapa persoalan dalam moda transportasi online. Pertama, Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang masih berlaku saat ini menyebutkan bahwa sepeda motor tidak termasuk sarana angkutan umum.

“Sepeda motor dalam UU itu bukan alat transportasi umum. Sementara selama ini, kita menikmati ojek online. Transportasi online juga belum diatur secara spesifik dalam UU LLAJ,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Agar tidak terjadi salah kaprah, Saleh berpendapat agar UU LLAJ direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan situasi.

“Kami sudah usulkan hal ini dan sudah disetujui kawan-kawan di DPR RI, terkait UU mengenai transportasi online,” katanya.

Ia menyebut persoalan transportasi online bukan semata-mata transportasi manusia saja, tapi juga berkaitan dengan antar-kirim barang, berkaitan dengan perkembangan usaha kecil, dan sebagainya.

Selain itu, juga berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan sebab hubungan antara driver online dengan operator saat ini adalah kemitraan, bukan hubungan karyawan dengan perusahaan.

Dengan demikian, masalah ketenagakerjaan menjadi persoalan. Misalnya tidak ada jaminan sosial bagi driver dari operator transportasi online. 

“Seperti BPJS Kesehatan, atau BPJS Ketenagakerjaan, mereka tidak dapat karena mereka mitra. Hal-hal seperti ini juga harus dikaji DPR RI, karena mereka yang bisa membikin regulasinya. Jadi selain revisi UU LLAJ, lalu menyetujui UU Transportasi Online,” ujarnya.

Diakui, persoalan transportasi online jika diurai satu persatu menjadi sangat kompleks dan rumit.

“Kami mendorong DPR RI untuk segera merevisi, ataupun membuat UU yang berkaitan dengan persoalan ini. Harus ada perumusan kebijakan. Jika perlu, ada pertemuan tripartit antara pemerintah, operator dan perwakilan driver online, merumuskan solusi yang dibutuhkan,” katanya.

Menurutnya, perubahan regulasi ataupun dibuatnya regulasi baru tersebut harapannya akan berdampak pada kesejahteraan driver online yang lebih baik lagi.

Wakil Ketua DPRD Jateng: Program Strategis Nasional Harus Perhatikan Keadilan Lingkungan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, berharap regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar lebih berlandaskan pada prinsip keadilan lingkungan dan ekologis.

Harapan yang disampaikan Mohammad Saleh tersebut tertuang dalam penelitian yang dilakukannya untuk disertasi sidang doktor ilmu hukum di Unissula Semarang.

Saleh membuat penelitian tentang rekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar lebih berlandaskan pada prinsip keadilan ekologis.

Dalam forum tersebut, Saleh mempresentasikan gagasannya tentang Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan Basis Keadilan Ekologis.

Menurut dia, dalam perencanaan, pengembangan ekologis sangat mendesak dilakukan.

“Hal itu untuk memastikan PSN tidak hanya menjadi instrumen pembangunan, tetapi juga menciptakan kesejahteraan sosial yang berkeadilan bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Saleh menyoroti berbagai dampak negatif yang sering terjadi akibat pembangunan bendungan sebagai bagian dari PSN.

Studi kasus di dalam penelitian ilmiahnya mencakup proyek bendungan, jalan tol, pembangunan kawasan industri dan pembangunan besar.

Perhatian yang diangkat dalam penelitian tersebut mengenai aspek ekologis lingkungan tentang perubahan fungsi lahan besar yang telah mengakibatkan kehilangan lahan, migrasi paksa penduduk, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

“Yang jadi permasalahan pembangunan jalan tol, pembangunan kawasan industri dan pembangunan besar dengan perubahan fungsi lahan besar sering kali menyebabkan penggusuran warga, hilangnya sumber mata pencaharian, dan rusaknya ekosistem setempat, dan juga terjadi dalam Pembangunan bendungan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, penambangan material untuk keperluan konstruksi sering memicu deforestasi dan mengganggu stabilitas ekologi.

Menyinggung dampak lingkungan atas pembangunan, teori Saleh juga menjadikan Pancasila sebagai dasar.

Kaitan penelitian dihubungkan teori keadilan Pancasila sebagai landasan utama dalam disertasinya.

Teori ini menempatkan keadilan sebagai upaya untuk melindungi dan menjamin hak dasar manusia secara proporsional, dengan berpedoman pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan persamaan sosial.

“Pendekatan keadilan Pancasila memberikan kerangka untuk memastikan bahwa regulasi PSN tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga melibatkan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat,” katanya.

Sebagai teori terapan, Saleh juga mengajukan Teori Hukum Progresif yang melihat hukum sebagai alat yang fleksibel dan dinamis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Hukum tidak boleh kaku dan hanya berorientasi pada teks formal. Namun fungsi hukum, harus menjadi dokumen hidup yang selalu mencari makna keadilan dalam konteks masyarakat yang dinamis dan kompleks,” ujarnya.

Saleh menjelaskan, pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti jalan tol termasuk bendungan, sering kali mengabaikan aspek ekologis yang berdampak jangka panjang.

Akibatnya kerusakan ekosistem, seperti hilangnya jalur migrasi ikan akibat bendungan, penurunan kualitas air, sampai berkurangnya keanekaragaman hayati, menjadi masalah serius yang selama ini jarang mendapat perhatian.

“Ketika masyarakat terdampak tidak hanya kehilangan tempat tinggal tetapi juga sumber mata pencaharian, maka tujuan pembangunan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan sosial tidak tercapai,” katanya.

Sehingga ketika ekologi tak diperhatikan biasanya berdampak secara langsung memunculkan berbagai masalah baru berupa kerusakan lingkungan.

Kemudian rawan menyebabkan bencana longsor atau banjir akibat perubahan struktur tanah dan hilangnya vegetasi.

“Dengan demikian, butuh regulasi supaya mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan ekologis,” usul Saleh.

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pembinaan Atlet Muda

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah untuk memperkuat pembinaan atlet muda serta meningkatkan kualitas atlet di berbagai cabang olahraga.

Hal ini disampaikan usai menghadiri pengukuhan pengurus KONI Jateng periode 2025–2029 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (5/12/2025).

Saleh menegaskan bahwa pembinaan atlet menjadi langkah strategis dalam mencetak prestasi berkelanjutan. Menurutnya, atlet muda Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional apabila didukung fasilitas latihan yang memadai.

“Pembinaan atlet muda dan peningkatan kualitas atlet harus menjadi fokus utama. Jawa Tengah punya banyak talenta yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Perkembangan prestasi atlet Jateng dinilai cukup positif. Tercatat 64 atlet, 11 pelatih, 3 wasit/juri asal Jawa Tengah berhasil memperkuat kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.

Selain pembinaan atlet, Saleh menyoroti pentingnya penyiapan sarana dan prasarana olahraga. Hal ini menjadi bagian dari langkah strategis Jawa Tengah dalam upaya menjadi tuan rumah PON 2032.

Pembenahan fasilitas latihan di berbagai daerah juga akan diarahkan sesuai potensi lokal. Pendekatan berbasis potensi daerah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan sekaligus pemerataan fasilitas olahraga di Jawa Tengah.

Pengukuhan pengurus KONI Jateng periode 2025–2029 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (5/12/2025).

Saleh juga meminta KONI Jateng mempercepat persiapan menghadapi dua agenda besar yaitu Porprov Jateng XVII tahun 2026 dan PON XXII tahun 2028 Ia berharap pengurus KONI Jateng yang baru dapat bekerja lebih solid, adaptif, dan inovatif dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah.

DPRD Jawa Tengah disebut siap memberikan dukungan melalui kebijakan dan penganggaran untuk memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan fasilitas olahraga.

“Kami di DPRD siap berkolaborasi untuk kemajuan olahraga Jawa Tengah. Harapannya, pembinaan semakin kuat, kualitas atlet meningkat, dan prestasi kita terus melesat,” tutup Saleh.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Dukung Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DPRD setempat telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. 

Penandatanganan itu dilakukan pada saat rapat paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, beberapa waktu lalu.

Nota Kesepakatan KUA PPAS tahun anggaran 2026, lanjutnya, menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD 2026. 

Dalam rancangan yang disetujui, berbagai indikator ekonomi Jateng mencatatkan penguatan. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,37%, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 4,93%.

Berdasarkan capaian itu, Pemprov Jateng memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 5% sampai 6%, dengan inflasi yang terjaga dengan perkiraan 1,5% hingga 3,5%. 

Indikator kesejahteraan juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin Maret 2025 turun menjadi 9,48% dari September 2024 yang sebesar 9,58%. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun, dari 4,78% menjadi 4,66%. Tren ini dinilai menjadi fondasi kuat, dalam prioritas pembangunan 2026.

Di sisi fiskal, pendapatan daerah ditargetkan naik 3,04% menjadi Rp23,74 triliun, sementara belanja daerah direncanakan lebih efisien dengan penurunan 2,79%. Pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp414,5 miliar, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp484,5 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp70 miliar. 

Pemprov juga berupaya memperkuat strategi penerimaan pendapatan asli daerah. Antara lain melalui digitalisasi pembayaran pajak, optimalisasi pajak air permukaan, peningkatan kinerja BUMD, pendayagunaan aset pemerintah dan peningkatan layanan samsat.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Muhammad Saleh menjelaskan, terdapat penyesuaian anggaran pada tahun depan. Penyesuaian itu dipengaruhi dari penurunan dana transfer pusat ke daerah.

“Prioritas anggaran tahun ini masih mengacu pada visi Gubernur untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.

Dalam rapat yang sama, DPRD Jateng juga menyetujui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 sebagai bagian dari agenda legislasi daerah.

Pipanisasi Hubungkan Terminal BBM Pengapon di Kota Semarang dengan Fuel Terminal Boyolali Selesai Bulan Desember

SEMARANG – Pembangunan pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) jalur Pengapon-Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) dipastikan selesai pada Desember 2025. Progres konstruksi kini mencapai 95 persen, dan tiga titik pekerjaan masih berjalan ada di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

“Sudah 95 persen. Tersisa tiga titik yang kami targetkan selesai bulan Desember ini ada di Desa Brumbung dan Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, serta Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang,” kata Manajer Konstruksi Proyek PGAS Solution M. Yul Asnan, Jumat (5/12).

Dia menyebut pengerjaan berlangsung sejak Juni 2023 dengan sepanjang 81,5 kilometer dengan kedalaman rata-rata 2.5 meter, menghubungkan Terminal BBM Pengapon di Kota Semarang dengan Fuel Terminal Boyolali.

“Seluruh tahapan konstruksi didahului sosialisasi kepada masyarakat mulai tingkat RT hingga pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi pipanisasi,” ungkapnya.

Selama dua tahun pengerjaan, muncul beberapa dampak atau konsekuensi teknis akibat penggunaan metode horizontal directional drilling (HDD). Salah satunya adalah keluarnya material mirip lumpur ke permukaan ketika tekanan tanah mendorong campuran bentonite dan air dari proses pengeboran.

“Itu bukan lumpur berbahaya, melainkan bentonite—campuran air dan tanah liat hitam. Peristiwa ini disebut frac out dan tidak mengandung B3,” jelasnya.

Setiap kemunculan material tersebut langsung ditangani tim lapangan menggunakan vacum truck Konsekuensi-konsekuensi teknis semacam itu, menurutnya, sudah disampaikan kepada warga dalam proses sosialisasi.

Dia menegaskan bahwa proyek ini mengedepankan aspek sosial, perizinan, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah lintasan.

“Kami tetap memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan warga. Tim teknis selalu bergerak cepat untuk menangani semburan dan memulihkan area terdampak,” katanya.

Metode HDD yang digunakan memungkinkan pemasangan pipa tanpa galian terbuka. Sistem pengeboran dilakukan secara horizontal di bawah permukaan tanah sehingga dapat melewati jalan, sungai, dan kawasan padat penduduk tanpa menggali dari atas.

Ketika beroperasi pada 2026, jalur pipa ini akan menyalurkan solar, pertalite, dan pertamax secara langsung tanpa mengandalkan mobil tangki yang rentan terhambat lalu lintas. Yul menyebut pipanisasi akan mempercepat distribusi, menekan emisi karbon, dan meningkatkan keandalan pasokan energi di Jateng.

“Dengan pipanisasi, distribusi BBM akan jauh lebih cepat dan efisien,” pungkasnya.

Indosat Beri Bantuan Percepat Pulihkan Bencana di Sumatera

LANGKAT – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bergerak cepat memulihkan jaringan telekomunikasi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sejak awal bencana, Indosat berupaya meminimalisir dampak gangguan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap bisa terhubung dengan keluarga dan memperoleh informasi penting selama masa darurat.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Indosat untuk menghadirkan layanan yang andal, termasuk pada saat masyarakat menghadapi situasi paling menantang.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengatakan bahwa tantangan pemulihan jaringan kali ini cukup kompleks karena pemadaman listrik, akses jalan yang terputus, serta kerusakan jalur fiber akibat banjir dan longsor.

“Di situasi kritis seperti ini, prioritas kami mempercepat pemulihan dengan tetap mengedepankan keselamatan tim. Kami mengoperasikan genset permanen maupun portabel dengan tambahan pasokan BBM untuk mengatasi pemadaman listrik, sekaligus menyediakan satellite link pada hub-hub utama untuk memulihkan transmisi ketika jalur fiber terputus,” katanya.

Bahwa seluruh upaya ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari gotong royong lintas sektor. Indosat berkoordinasi secara erat dengan Komunikasi Digital (Komdigi), yang secara langsung dipimpin oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid, serta bekerja bersama pemerintah pusat dan daerah, PLN, BPBD, TNI, penyedia infrastruktur, dan masyarakat setempat.

Dukungan bersama ini memungkinkan tim Indosat membuka akses, mempercepat mobilitas peralatan, dan mempercepat pemulihan layanan. Berkat sinergi tersebut, pemulihan jaringan menunjukkan progres signifikan.

“Hingga 3 Desember 2025, layanan di sebagian besar wilayah terdampak telah kembali berfungsi secara bertahap, termasuk 50% wilayah Aceh, 92% wilayah Sumatera Utara, dan lebih dari 97% wilayah Sumatera Barat beroperasi dengan normal,” jelasnya.

Selain upaya teknis, Indosat juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Bantuan berupa makanan siap santap, air minum, alas tidur, selimut, perlengkapan kebersihan diri, serta kartu perdana IM3 dan Tri didistribusikan melalui posko resmi di Padang Pariaman dan Langkat.

Bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan komunitas lokal, dengan prioritas kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu dengan bayi.
Indosat akan terus memantau kondisi jaringan dan kebutuhan masyarakat di lapangan, serta menyesuaikan dukungan sesuai situasi.

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Indosat berkomitmen hadir dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” pungkasnya.

Program Rumah Tak Layak Huni, DPRD Jateng Rekomendasikan Perbaikan Verifikasi-Validasi Data

SEMARANG (lensasemarang.com) -DPRD Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan perbaikan verifikasi dan validasi data By Name By Address (BNBA) untuk Program Rumah Tidak Layak Huni dengan target 10.000 unit dan optimalisasi sinkronisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Hal ini untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh dalam Rapat Paripurna, belum lama ini.

Pada Bidang Infrastruktur dan Pendidikan berupa peningkatan kualitas infrastruktur jalan, khususnya yang berbatasan dengan provinsi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Kemudian, perbaikan komprehensif atas kualitas dan sarana prasarana pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Rekomendasi lainnya adalah dukungan UKM di mana Koperasi Merah Putih memerlukan dukungan intensif dari Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) dalam aspek pendampingan manajerial dan pembaruan data keanggotaan,” ujarnya.

Dalam rapat paripurna DPRD Jateng, secara resmi menyetujui Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 serta turut menyepakati struktur APBD 2026.

Rinciannya, total Pendapatan sebesar Rp 23,74 triliun, total Belanja sebesar Rp 24,15 triliun, Defisit Rp 414,5 miliar, dan Pembiayaan (Netto) Rp 414,5 miliar sehingga SiLPA nihil.

Perkuat Komunikasi, Wakil Ketua DPRD Jateng Bertemu IpeKB dan TPK

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, bertemu dan berdialog langsung dengan anggota Ikatan Penasihat Keluarga Berencana (IpeKB) dan ibu-ibu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Bincang santai ini menjadi forum bagi Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh untuk mendengar langsung pengalaman dan tantangan yang dihadapi para pendamping keluarga di lapangan.

Tujuanmya untuk memperkuat komunikasi antara pendamping dan pihak legislatif daerah.

Mohammad Saleh mengapresiasi kinerja IpeKB dan TPK, serta menekankan pentingnya peran dari yang bersangkutan bagi masyarakat.

“Kegiatan bersama IpeKB dan ibu-ibu Tim Pendamping Keluarga ini sangat penting. Mereka adalah orang-orang di garis depan yang langsung mendidik dan mendampingi masyarakat.” katanya.

Dirinya berharap kerja sama seperti ini terus diperkuat agar program Keluarga Berencana berjalan lebih baik dan tepat sasaran.

“Kami di DPRD akan terus mendukung semua upaya yang bermanfaat bagi masyarakat.” ujar Ketua DPD Provinsi Golkar Jatenh tersebut.

Mohammad Saleh berharap kegiatan ini bisa memperkuat sinergi, memastikan masukan dari para ibu-ibu pendamping keluarga dapat menjadi dasar kebijakan yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan keluarga.

Beri Kenyamanan Lebih Untuk Klaim Perawatan Nasabah, AXA Mandiri Bermitra Dengan AdMedika dan Mitra Keluarga

JAKARTA – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menandatangani kesepakatan dengan PT Administrasi Medika (AdMedika) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (RS Mitra Keluarga) untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan.

Dengan kesepakatan kerja sama ini pasien akan mendapatkan biaya pelayanan yang terstruktur, efisien, dan sesuai standar medis yang baik. Sehingga pasien akan lebih fokus pada proses pemulihan dan tidak khawatir dengan pembengkakan biaya.

“Kehadiran program ini meningkatkan kepastian biaya perawatan untuk pasien. Sehingga risiko selisih bayar akan lebih kecil, persetujuan tindakan medis lebih cepat dan mengurangi risiko klaim ditolak. Semoga rekanan rumah sakit lainnya bisa turut bergabung dalam program ini agar jangkauan inisiatif ini semakin luas,” ujar Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma.

Layanan khusus ini tersedia secara otomatis di RS Mitra Keluarga saat nasabah AXA Mandiri menjalani rawat jalan dan rawat inap. Nasabah akan mendapatkan biaya perawatan yang efisien dan transparan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Kesepakatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak.

Selain itu, wujud nyata komitmen AXA Mandiri tercermin juga dalam pembayaran klaim dan manfaat. Hingga September AXA Mandiri telah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp6,04 triliun.
“Kesepakatan ini membuat layanan kesehatan lebih inklusif dan berkelanjutan. Pasien lebih tenang karena biaya tindakan, obat, kamar, dan layanan penunjang sudah sesuai standar yang disetujui bersama,” lanjut Handojo.

Selain penandatanganan kerja sama, pada momen yang sama AXA Mandiri, AdMedika dan RS Mitra Keluarga berbagi pengalaman tentang layanan kesehatan agar edukasi dan inklusi asuransi semakin luas. Gelaran acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara rumah sakit, rekanan dengan AXA Mandiri.

Di samping itu, komitmen AXA Mandiri untuk melayani masyarakat juga tercermin dalam kegiatan edukasi dan literasi. AXA Mandiri secara rutin menggelar kegiatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia.

Tidak hanya fokus pada perawatan AXA Mandiri juga terus meningkatkan kesadaran konsumsi gizi masyarakat melalui inisiatif Dapur Berkah dan Kasih bekerja sama dengan Yayasan Al-Islah Barokah. Lebih dari 150 karyawan AXA Mandiri terlibat dalam inisiatif tersebut berbagi dengan anak-anak dan lansia di panti asuhan Yayasan Penyantunan Sosial (Yapensos) Pusaka VI dan Panti Asuhan Talenta Kasih.

Semua langkah positif tersebut mendapatkan pengakuan berupa The Best Cost Management (Gold) dan The Best Contact Center Operation (Gold) yang diberikan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA).

AXA Mandiri juga menerima pengakuan sebagai Most Trusted Company dalam ajang CGPI Award 2025 yang diselenggarakan Indonesia Independen Cipta Governasi (IICG). Penghargaan ini AXA Mandiri raih berkat konsistensi menerapkan Good Corporate Governance (GCG).**

Outlook Ekonomi 2026 : Ekonom Bank Mandiri Nilai Akselerasi Pemulihan Tetap Terjaga Lewat Sinergi Kebijakan Pemerintah

JAKARTA- Menjelang penutupan tahun 2025, dinamika ekonomi global masih diwarnai fluktuasi mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat hingga perlambatan permintaan dunia. Namun di tengah tekanan tersebut, indikator domestik menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Kondisi ini pun turut menjadi sorotan utama pelaku industri serta pemangku kebijakan untuk menilai prospek ekonomi Indonesia tahun 2026.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam Macro Economic Outlook 4Q2025, Senin (3/12/2025) menjelaskan, sejumlah data awal telah mengindikasikan perbaikan yang konsisten. Tercermin dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) meningkat ke 53,3, sementara indeks keyakinan konsumen mencapai titik tertinggi dalam lima bulan. “Perbaikan ini menandakan pulihnya persepsi masyarakat terhadap prospek ekonomi, sekaligus membuka ruang akselerasi pada 2026,” ujar Andry.

Menurut Tim Ekonom Bank Mandiri, ketahanan Indonesia tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas moneter yang berjalan secara sinergis. Kebijakan moneter dan fiskal yang ekspansif serta serangkaian stimulus ekonomi berkontribusi mendorong pemulihan konsumsi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2025 yang mencapai 5,04 persen serta inflasi yang terjaga di 2,7 persen menjadi bukti solid bahwa fundamental ekonomi tetap kokoh. “Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi jangkar kestabilan, sekaligus menyiapkan fondasi peningkatan aktivitas ekonomi tahun depan,” jelasnya.

Meski tekanan eksternal mendorong outflow portofolio dan depresiasi nilai tukar, respons pemerintah dan Bank Indonesia dinilai tetap efektif menjaga keseimbangan pasar keuangan. Kenaikan belanja pemerintah, stabilnya pasar obligasi, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level all time high menunjukkan bahwa kepercayaan investor domestik masih kuat.

Melihat kondisi tersebut, Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh 5,2 persen pada 2026, didorong konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Program strategis pemerintah diproyeksikan memberikan multiplier effect ke berbagai sektor, khususnya manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya.

Dari sisi intermediasi, Andry memandang sektor perbankan berada dalam kondisi yang mendukung. Hal ini dapat terlihat pada, penyaluran kredit Bank Mandiri hingga kuartal III 2025 yang mampu tumbuh 11 persen secara year on year (YoY) lebih tinggi dibanding industri didukung permintaan pembiayaan produktif serta likuiditas yang membaik. Dominasi Current Account and Saving Account (CASA) alias dana murah pun turut menjaga efisiensi biaya dana.

Lebih lanjut Andry menegaskan, optimisme terhadap pemulihan ekonomi akan tetap terjaga selama koordinasi kebijakan terus berjalan efektif. Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas, memperkuat produktivitas nasional, serta membuka ruang akselerasi pertumbuhan di tahun mendatang.***