Home Blog Page 25

Akademisi Dorong Pemerintah Perbaiki Subsidi Elpiji 3 Kg Agar Tepat Sasaran

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah akademisi di Kota Semarang, Jawa Tengah menyebut kebocoran subsidi elpiji 3 kilogram yang mencapai Rp50 triliun per tahun sudah pada level darurat sehingga pemerintah didorong segera mengubah mekanisme penyaluran subsidi menjadi voucher atau bantuan langsung tunai (BLT) berupa uang agar lebih tepat sasaran.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro Yuwanto mengatakan, kebocoran subsidi gas melon hingga puluhan triliun rupiah menandakan perlunya tata kelola ulang subsidi sesegera mungkin.

Menurut dia, pemerintah harus disiplin dalam penyaluran subsidi elpiji 3 kg.

“Ini darurat sekali, ya. Persentase kebocorannya besar dan biayanya sangat tinggi. Masalahnya, disiplin itu tidak lahir begitu saja. Disiplin itu harus diajarkan, dipaksakan, bahkan diberi punishment kalau melanggar,” ujarnya pada Diskusi Publik bertema “1 Tahun Prabowo-Gibran: Sudah Berdaulatkah Kita dalam Berenergi?” di Kota Semarang, Senin (27/10/2025).

Dirinya menilai sistem pengawasan subsidi saat ini masih lemah dan belum terintegrasi lintas lembaga sehingga pengubahan subsidi menjadi voucher atau BLT menjadi langkah tepat, sambil diiringi dengan penguatan perangkat law enforcement atau penegakan hukum yang lebih sistematis agar kebijakan subsidi berjalan efektif.

“Kita perlu perangkat law enforcement yang lebih kuat, terstruktur, dan sistematis untuk memastikan subsidi tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, langkah pemerintah yang berencana mengubah mekanisme subsidi elpiji dari barang menjadi BLT atau voucer merupakan arah kebijakan yang tepat. Apalagi, pemerintah bakal menerapkan kebijakan itu setelah pembenahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan.

“Kalau pembenahan datanya benar-benar dilakukan dengan serius dan akurat, saya kira (subsidi dalam bentuk BLT/voucer) bisa efektif. Kalau data terpadu itu bisa disempurnakan dengan margin kesalahan kecil, akan sangat bisa efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Universitas PGRI Semarang, Heri Prabowo, mengatakan bahwa perubahan bentuk subsidi ini penting untuk memperbaiki efektivitas subsidi energi yang selama ini banyak mengalami kebocoran.

Ia menegaskan bahwa subsidi seharusnya memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam memperoleh sumber energi, namun juga tidak membebani fiskal negara.

Kendati demikian, ia menyebut perubahan mekanisme subsidi menuju BLT atau voucher harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Menurut dia, transisi kebijakan perlu memastikan distribusi energi tetap stabil, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

“Jadi, ketika ada ide untuk mengubah distribusi subsidi agar lebih merata, proses transisinya harus hati-hati. Jangan sampai justru menimbulkan gejolak baru di masyarakat, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pakar Energi Undip, Jaka Windarta, menilai perubahan skema subsidi menjadi voucher atau BLT adalah langkah logis untuk memperkuat efektivitas kebijakan fiskal.

Menurutnya, subsidi elpiji yang mencapai Rp80 triliun per tahun sudah tidak sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat miskin.

“Subsidi itu kan memang membantu masyarakat, tapi di sisi lain juga jadi beban bagi pemerintah. Karena itu, wajar kalau mulai dipikirkan kembali efektivitasnya bagaimana tetap membantu masyarakat tapi juga tidak membebani negara terlalu besar,” katanya.

Jaka menilai kebijakan voucher akan memberikan kejelasan penggunaan bantuan, sekaligus memastikan hanya penerima sah yang dapat mengakses LPG subsidi.

“Yang penting, semuanya harus terbuka, masyarakat dapat berapa, harga LPG sebenarnya berapa, dan berapa beban pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Jaka juga menilai peran digitalisasi sangat penting untuk memastikan ketepatan data penerima. Dengan teknologi seperti QR code dan sistem by name by address, kebocoran subsidi bisa ditekan lebih signifikan. 

“Sekarang kan sudah mulai ada sistem pendaftaran dan verifikasi digital, misalnya dengan pemindaian QR code. Jadi yang terdaftar bisa membeli, yang tidak ya tidak bisa,” katanya.

Diketahui, pemerintah menggelontorkan subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp87,6 triliun untuk 2025. Jumlah tersebut naik dibandingkan pagu anggaran 2024 yang sebesar Rp85,6 triliun.

Volume elpiji yang disubsidi mencapai 8,17 juta ton. Tanpa subsidi, harga asli elpiji 3 Kg mencapai Rp 42.750 per tabung. Namun berkat campur tangan pemerintah, harga elpiji subsidi ini hanya Rp 12.750 per tabung.

Aset Tembus Rp2.563 Triliun, Bank Mandiri Kokohkan Peran Sebagai Motor Ekonomi Nasional

JAKARTA— Bank Mandiri mencatat kinerja positif sepanjang kuartal III 2025 dengan pertumbuhan kredit, aset, dan digitalisasi yang berkelanjutan di tengah kondisi global yang menantang.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut kinerja tersebut mencerminkan fundamental kuat dan strategi yang tepat. Hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp2.563 triliun, naik 10,3 persen secara tahunan. Penyaluran kredit tumbuh 11 persen YoY menjadi Rp1.764,3 triliun—lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan nasional 7,7 persen.

Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan di sektor padat karya, ekspor, dan industri makanan-minuman yang menciptakan efek berganda terhadap ekonomi rakyat. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat rendah di 1,03 persen dengan coverage ratio 271 persen.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri juga menyalurkan Rp40,7 triliun dari total dana penempatan Kementerian Keuangan sebesar Rp55 triliun kepada lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung UMKM, industri ekspor, dan sektor produktif nasional.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13 persen YoY menjadi Rp1.884 triliun dengan rasio CASA 69,3 persen. Pertumbuhan ini ditopang digitalisasi melalui Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri, yang kini melayani jutaan pengguna dengan nilai transaksi mencapai ribuan triliun rupiah.

Selain itu, Bank Mandiri terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan. Hingga kuartal III 2025, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp310,5 triliun, dengan porsi pembiayaan hijau Rp159 triliun dan sosial Rp151 triliun. Komitmen ESG ini turut membawa peningkatan skor Sustainalytics menjadi 9,5 (negligible risk).

“Pertumbuhan berkelanjutan menjadi prioritas utama kami. Bank Mandiri memastikan ekspansi dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Novita.***

Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Raperda Pesantren Segera Diparipurnakan

SEMARANG (lensasenarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, menyampaikan apresiasi atas peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Rabu (22/10/2025) di Balai Kota yang berlangsung meriah dan diikuti ribuan santri se-Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah mengupayakan penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) tentang pondok pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pesantren.

Agustina menjelaskan, saat ini draf Perda sudah dikirim ke DPRD Kota Semarang dan saat ini tengah menunggu proses pembahasan.

“Mudah-mudahan segera rampung sehingga pesantren di Kota Semarang dapat lebih terawat, terutama dalam aspek pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya upaya kesetaraan pendidikan bagi lulusan pesantren agar memiliki pengakuan yang setara dengan sekolah formal.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Sodri mengatakan Pemerintah Kota Semarang sudah mengusulkan Perda tentang Pondok Pesantren untuk memberikan dukungan dan memajukan lembaga pendidikan ini.

Rancangan Perda tersebut telah diajukan ke DPRD dan akan melalui proses pembahasan, termasuk uji publik dengan melibatkan masyarakat, ulama, dan pengasuh pesantren.

Tujuan Perda ini adalah untuk membantu pesantren, khususnya yang berskala kecil, serta memperkuat peran mereka dalam membangun karakter generasi muda di Kota Semarang. 

“Perda pesantren sudah masuk prioritas raperda  yang harus segera disahkan. 

Sudah harmonisasi di Bapemperda dan sudah diagendakan Banmus tanggal 25 Oktober 2025 dan akan ada luncuran perda pengembangan pesantren di Kota Semarang. Dengan disahkan perda tersebut, menjadi kado yang sudah ditunggu-tunggu di Hari Santri Nasional tahun ini,” kata Sodri.

Politikus PKB itu menjelaskan dengan disahkan Perda pesantren, aturan mengenai pesantren sudah masuk di nomenklatur undang-undang. Sehingga,  hal yang muncul dari undang-undang tersebut menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan perhatian.

Dia menegaskan perlu fasilitasi serta kemudahan perizinan mendirikan bangunanan agar kejadian di peristiwa ambruknya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, tidak terulang di Kota Semarang. 

” Harapannya kejadian kejadian seperti di Jawa Timur tidak terjadi lagi. Fasilitas pembangunan tempat ibadah asrama bisa difasilitasi oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sodri yang juga hadir dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Halaman Balaikota Semarang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Semarang, yang sudah bersinergi dan mendukung diparipurnakannya Raperda Pesantren, termasuk seluruh fraksi DPRD Kota Semarang.

Gelar GPM, Satlantas Polrestabes Semarang Salurkan Beras Murah Ke Warga

SEMARANG (lensasemarang.com) – Satlantas Polrestabes Semarang menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dibanderol lebih murah dibanding harga di pasaran.

Satlantas Polrestabes Semarang menggelar GPM di Ruang Pelayanan BPKB, Kantor Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang, Ketileng, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, pada Kamis (9/10/2025) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan itu merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu warga untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga beras di pasaran.

Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Agung Setiyo Budi mengatakan kegiatan tersebut merupakan sinergi antara Polri, Bulog, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan serta membantu masyarakat menghadapi gejolak harga bahan pokok.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga membantu menjaga kestabilan ekonomi,” kata Agung melalui keterangan tertulis.

Menurut Agung, kegiatan tersebut bakal terus digelar berkala di berbagai titik pelayanan publik Polrestabes Semarang agar warga dapat mendapatkan manfaatnya.

Beras SPHP itu didapat Satlantas Polrestabes Semarang dari Bulog Semarang. Adapun beras yang didapat sebanyak 5 ton yang dikemas per 5 kg. Sebanyak 400 pak beras atau 2 ton beras terjual saat gelaran GPM itu.

Beras dibanderol Rp55 ribu per pak. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding di pasaran sehingga warga menyambut antusias gelaran GPM Satlantas Polrestabes Semarang.

“Dengan harga Rp 55.000 per lima kilogram, masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau,” ujarnya.

Selain membeli beras SPHP, warga juga mengurus administrasi kendaraan di ruang pelayanan Satpas. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh pegawai Polrestabes Semarang.

GPM menjadi bukti nyata Polri sebagai garda depan menjaga kesejahteraan masyarakat, pelindung, dan pengayom. Melalui pendekatan humanis dan memberikan solusi nyata, Polrestabes Semarang berupaya mewujudkan keamanan yang berdampak pada kesejahteraan warga Kota Atlas.

Puan Maharani Sebut Pembentukan Ditjen Pesantren Jadi Kado Hari Santri Nasional

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 kepada seluruh santri, kiai, nyai, dan keluarga besar pesantren di seluruh Indonesia.

Puan juga menyambut pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama dan mengatakan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri dan pesantren sebagai penjaga moral bangsa sekaligus penggerak kemajuan peradaban Indonesia di era modern.

“Santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktor penting dalam sejarah masa depan bangsa,” kata Puan melalui rilis yang disampaikan pada Rabu (22/10/2025).

Adapun peringatan Hari Santri tahun 2025 mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia’. Senada dengan tema tersebut, Puan berharap santri terus mengawal pembangunan Indonesia.

“Selamat Hari Santri Nasional 2025. Santri harus mampu mengawal kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, dan semangat inovasi. Santri hari ini adalah generasi yang tidak hanya menguasai kitab, tetapi juga teknologi dan bahasa dunia. Mereka adalah jembatan antara nilai dan kemajuan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berbicara soal peran Pesantren di peringatan Hari Santri. Ia menegaskan, pesantren sejak dahulu telah menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter bangsa.

“Dari lingkungan pesantren lahir para pejuang kemerdekaan, ulama, dan pemimpin bangsa yang memadukan nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan cinta tanah air,” tutur Puan.

Dalam upaya memperkuat kontribusi pesantren di masa depan, Puan pun menyambut baik langkah pemerimtah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama. Ia menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Ditjen tersebut sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata dalam pemberdayaan pesantren di era modern.

“Persetujuan Presiden atas pembentukan Ditjen Pesantren merupakan kado istimewa bagi seluruh santri di Hari Santri Nasional tahun ini, karena menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pemberdayaan pesantren di Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain, Puan menilai kehadiran Ditjen Pesantren akan membuka peluang lebih besar bagi penguatan peran pesantren secara kelembagaan dan strategis. 

“Tidak hanya dalam bidang pendidikan agama, tetapi juga pengembangan ekonomi umat, literasi digital, hingga peningkatan kualitas para santri,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Saya berharap keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat tata kelola pendidikan pesantren, meningkatkan kapasitas santri, serta memastikan pesantren menjadi pilar pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” lanjut Puan.

Cucu Bung Karno ini pun mengajak para santri untuk terus menjaga semangat perjuangan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Puan juga mendorong santri agar aktif berkontribusi membangun masa depan bangsa.

“Hari Santri bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menulis masa depan. Mari kita kawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” pungkasnya.

25 Tahun Berdiri, Biznet Sempurnakan Konektivitas, Infrastruktur Digital dan Inovasi Layanan

SEMARANG (lensasemarang.com) – 25 tahun Biznet hadir di Indonesia menjadi salah satu pelopor dalam menghadirkan inovasi yang selalu baru untuk kemajuan masa depan digital Indonesia.

Ini juga menandai dedikasi atas komitmen Biznet dalam menjembatani kesenjangan digital di Indonesia karena selama 25 tahun melayani Indonesia, Biznet senantiasa meningkatkan kualitas layanan terbaik yang didukung oleh infrastruktur modern sebagai penopang pertumbuhan ekosistem digital. 

Memasuki usia seperempat abad, komitmen tersebut diperkuat dengan hadirnya pengembangan infrastruktur baru dan perluasan jaringan ke lebih banyak wilayah di Indonesia.

Salah satu yang Biznet lakukan dalam perjalanan 25 tahunnya adalah dimana pada Maret 2025, Biznet resmi mengaktifkan jaringan kabel fiber optik bawah laut di Pulau Jawa, menghubungkan kota-kota strategis seperti Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya untuk menambah kapasitas bandwidth antar kota di Pulau Jawa dan tentunya ditujukan untuk meningkatkan kehandalan layanan.

Asisten Senior Manager Territory East Ageng Prasetyo Aji saat konferensi pers di Semarang, Kamis (23/10/2025, mengatakan bahwa selama 25 tahun ini, capaian Biznet untuk penetrasi internet tak hanya di rumah tangga, namun juga di sektor pendidikan dan kesehatan.

Inovasi ini menjadi langkah penting yang akan terintegrasi dengan pembangunan jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). 

Menurut dia, kabel fiber optik bawah laut memiliki keamanan tinggi sert konektivitas jaringan lebih stabil dari gangguan cuaca.

“Keamanan jaringan kabel bawah laut ini juga terjaga karena memiliki keamanan berlapis. Selain itu ada pula alat deteksi ketika kabel mengalami gangguan di titik tertentu,” katanya.

Biznet memiliki jaringan kabel fiber optik lebih dari 100.000 kilometer, kabel bawah laut 1.700 kilometer, jaringan internet 3.000.000 homepass baik di gedung, rumah, maupun sekolah.

Regional Manager Territory Semarang Risna Wisnu menambahkan, Biznet memberikan layanan gratis bagi lebih dari 300 KK di sekitar area Biznet MarinePOP.

Lokasi pendaratan kabel bawah laut itu berada di Jembrana, Serang, Karawang, Gresik, Bangka Barat, Lampung Selatan, dan Banyuasin.

“Sebagai dukungan program digitalisasi, Biznet memberi tambahan kapasitas bandwidth 150 mbps selama Oktober 2025. Kami berupaya menjawab kebutuhan masyarakat akan koneksi internet berkualitas,” ujarnya.

Pasca Influenza A Meningkat, Puan Maharani Minta Vaksinasi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyoroti lonjakan kasus Influenza A yang tengah terjadi di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kasus ini bukan hanya menjadi indikator risiko kesehatan yang meningkat, tapi juga peringatan penting agar pemerintah segera memperkuat sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.

“Lonjakan kasus Influenza A ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Jika tidak ditangani serius, ini bisa membebani fasilitas kesehatan dan mengancam keselamatan masyarakat secara luas,” ujar Puan melalui rilis di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Seperti diketahui, Kemenkes mengingatkan masyarakat potensi lonjakan kasus influenza A, khususnya subtipe H3N2, yang kini mulai mendominasi di kawasan Asia Tenggara. Mengutip data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui sistem FluNet, Kemenkes menyatakan sebagian besar kasus influenza di Indonesia terkait dengan varian H3N2.

Namun, hingga saat ini belum ada rincian spesifik mengenai wilayah di Indonesia yang mencatat jumlah kasus tertinggi. Tren peningkatan kasus influenza A juga terlihat di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang didominasi virus influenza tipe A.

Kasus influenza A, khususnya subtipe H3N2 kini dilaporkan mendominasi di kawasan Asia Tenggara. Salah satu lonjakan terbesar terjadi di Thailand, dengan 61 kematian dari 702.308 kasus sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2025.

Terkait hal ini, Puan menegaskan perlunya respons strategis dan terintegrasi dalam menghadapi lonjakan ini. “Penguatan sistem kewaspadaan dini di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit, menjadi keharusan. Kita harus memastikan deteksi dan respons cepat agar penanganan dilakukan secara efektif dan tepat sasaran,” paparnya.

Selain itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini u juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan yang harus terus dijaga.

“Masyarakat harus terus diingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker di tempat ramai, menjaga sirkulasi udara yang baik, serta melakukan vaksinasi influenza bila vaksin sudah tersedia,” jelas Puan.

Sejumlah studi klinis menunjukkan influenza A menjadi penyebab dominan pasien dewasa dirawat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan rata-rata lama rawat inap 9 hingga 10 hari, lebih panjang dibandingkan paparan virus lain. 

Bila mayoritas kasus flu akan sembuh dalam 1 hingga 2 minggu, tetapi pasien dengan influenza A cenderung mengalami demam lebih lama, batuk berkepanjangan, dan komplikasi seperti pneumonia sekunder yang membuat masa rawat inap lebih panjang.

Sebab itu, Puan mendorong Pemerintah agar memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas pelayanan kesehatan memadai, terutama di daerah padat penduduk.

“Apalagi anak kecil dan lansia dilaporkan merupakan kelompok paling rentan terhadap infeksi berat akibat influenza A. Maka sistem kesehatan nasional harus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat saat terinfeksi penyakit,” tegasnya.

Puan pun mendorong Pemerintah memberikan langkah pencegahan tambahan, khususnya bagi kelompok rentan. “Pemerintah bisa memperkuat dengan vaksinasi flu kepada kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, dan yang memiliki penyakit bawaan,” imbau Puan.

Cucu Bung Karno itu juga mendorong masyarakat untuk disiplin perilaku hidup sehat. Puan meminta masyarakat waspadai gejala influenza yang berat, seperti demam tinggi dan sesak napas.

“Meningkatnya kasus influenza di Indonesia, dan termasuk tren di negara tetangga harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat sistem surveilans dan sigapnya fasilitas kesehatan di seluruh daerah,” ucapnya.

Puan menambahkan, sinergi antar lembaga pemerintah pusat dan daerah serta kementerian terkait juga harus diperkuat, termasuk dalam menangani faktor risiko lingkungan seperti polusi udara dan kondisi hunian yang memudahkan penyebaran virus.

“Peningkatan kasus Influenza A ini menjadi pengingat penting bahwa kita harus terus berinvestasi dalam ketahanan sistem kesehatan nasional,” sebutnya.

“Sistem kesehatan kita harus siap menghadapi penyakit musiman seperti influenza yang sering dianggap ringan, tapi sebenarnya bisa berdampak serius jika diabaikan,” pungkasnya.

HUT GOLKAR ke- 61 Pembagian Sembako dan Pengobatan Gratis

SEMARANG – Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Tengah menggelar program bakti sosial, dan pengobatan gratis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ratusan guru PAUD di Semarang dan sekitarnya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan paket sembako. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar.

Ketua Pelaksana Kegiatan Pembagian Sembako dan Pengobatan Gratis, Padmasari Mestikajati mengatakan bahwa inisiatif kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Jadi dengan dapat sembako bisa penuhi kebutuhan dasar pangan, meningkatkan gizi, dan menjaga ketahanan pangan,” kata Padmasari Mestikajati saat pelaksanaan pembagian sembako dan pengobatan gratis dengan acara Tasyakuran HUT Ke-61 Partai Golkar di Wisma Karya Semarang, Senin (20/10).

Sedangkan untuk kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat luas. Seperti warga berkesempatan menjalani pemeriksaan umum seperti cek gula darah dan tekanan darah.

“Jadi bisa membantu masyarakat lebih sadar dan peduli terhadap kondisi kesehatan mereka. Selain menerima obat yang diperlukan sesuai hasil pemeriksaan, juga memotivasi mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat,” ungkapnya.

Dalam pengobatan gratis itu, Golkar Jateng bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menghadirkan tim medis dari Rumah Sakit Mata Daerah Soepardjo Roestam, RSJD Dr Amino Gondohutomo, Puskesmas Lamper Tengah, dan Puskesmas Ngemplak Simongan.

“Jadi, ada dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis kejiwaan. Sesuai arahan DPP Partai Golkar, kita harus mengisi HUT dengan semakin peduli dan mendengarkan Rakyat. Karena itu, Golkar Jateng membagi 10.000 paket sembako dan mengadakan pengobatan gratis,” jelasnya.

Selain pembagian sembako dan pengobatan gratis, para guru PAUD tersebut juga diajak dialog dalam acara Bakti Pendidikan dan Peduli Kesejahteraan Guru PAUD dan TK se-Kota Semarang.

Dalam acara tersebut, para guru PAUD diberi kesempatan untuk menyalurkan keluh kesah, memberi masukkan, aspirasi atau unek-uneknya. Hal itu agar Golkar yang mempunyai slogan Suara Rakyat Suara Golkar bisa memperjuangkannya.

Ketua DPD Partai Golkar Jateng yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh mengatakan setelah mengadakan kegiatan menyikapi permasalahan ojol (ojek online) kembali mendengarkan aspirasi para guru PAUD untuk disalurkan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Para guru PAUD ini perlu diperjuangkan karena pengabdiannya besar tapi honornya tidak besar,” kata Mohammad Saleh saat berbicara di depan ratusan guru PAUD yang memadati Wisma Karya.

Para guru yang hadir pun terlihat sangat antusias dengan acara dialog tersebut. Mereka langsung mengeluarkan keluh kesahnya. Di antaranya soal kesejahteraan, intensif yang kecil, memperoleh hak yang sama, jaminan keselamatan kerja, kepastian status, infrastruktur, serta mendorong agar Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) segera disahkan.

Unek-unek para guru PAUD tersebut langsung ditanggapi oleh Mohammad Saleh. Bahkan, khusus bantuan insfrastruktur untuk PAUD, Wakil Ketua DPRD Jateng itu langsung menyetujuinya.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan Himpaudi Kota Semarang untuk menyalurkan dana santuan insfrastruktur tersebut,” kata Mohammad Saleh.

.

Polda Jateng Temukan Pedagang Jual Beras 4 Kabupaten Kota di Atas HET

SEMARANG – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Tengah, menemukan beras yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di 21 kabupaten kota. Dari jumlah tersebut ada empat daerah yang diketahui naik di atas lima persen yaitu Kabupaten Jepara, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, serta Kabupaten Kendal.

Wadirreskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Feria Kurniawan mengatakan, pihaknya akan mengerahkan masing-masing Polres untuk langkah pencegahan penjualan beras di atas HET. “Selain pengawasan harga, kami juga mengantisipasi potensi penimbunan,” kata

Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Tengah telah mencapai sekitar 29.000 ton. Penyaluran tersebut dilakukan melalui jaringan distribusi Bulog, untuk menjaga ketersediaan dan menekan lonjakan harga.

Kami berharap, langkah terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah dan instansi terkait ini dapat menstabilkan harga beras di pasar serta menjamin masyarakat memperoleh beras dengan harga dan mutu yang sesuai ketentuan,” ujarnya.

Satgas Pangan Polda Jawa Tengah telah bergerak mengawasi harga dan distribusi beras di pasaran.

“Salah satu tugas pokok dari Tim Satgas Pangan adalah untuk mengendalikan harga beras di tingkat ritel, produsen maupun distributor,” lanjutnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga beras, baik jenis medium maupun premium tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kualitasnya terjaga. “Untuk itu kami melaksanakan pemantauan harga terhadap harga beras yang ada di Jawa Tengah,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah Tempati Rumah Dinas Untuk Aspirasi Santri dan Rakyat

SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah mengadakan tradisi ‘slup-slupan’ rumah dinas yang disediakan Pemprov Jateng di kawasan Sekayu, Semarang Tengah, Selasa (21/10).

Rumah dinas itu ditempati setelah para pimpinan dewan tidak lagi menerima tunjangan perumahan. Bahkan karena fasilitas itu bukan milik pribadi, ia memilih memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kebetulan ini pertama kali kami melaksanakan kegiatan di rumah dinas, karena prinsipnya rumah ini adalah rumah untuk aspirasi santri dan rakyat,” kata Sarif di rumah dinasnya.

Bahkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat dan kalangan santri untuk menyampaikan aspirasi maupun menggelar berbagai kegiatan bersama.

“Rumah ini milik pemerintah, jadi kami persilakan masyarakat memanfaatkan fasilitas yang ada di sini secara gratis. Kebetulan ada ruang pelatihan, jadi bisa digunakan untuk berbagai aktifitas sosial dan edukatif,” ungkapnya.

Sarif menegaskan, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengingat kembali peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kehidupan sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin rumah ini menjadi wadah kolaborasi antara DPRD, santri, dan masyarakat tempat bertemunya gagasan-gagasan kebaikan agar santri terus berkontribusi bagi bangsa,” jelasnya.

Dalam semangat Hari Santri 2025, Sarif mengajak para santri untuk terus berperan aktif memberikan manfaat bagi sesama. Ia juga mengimbau masyarakat agar memberikan dukungan dan apresiasi positif di tengah berbagai polemik yang menimpa dunia pesantren akhir-akhir ini.

“Saya juga dari santri. Santri itu bisa jadi apa saja. Kalau tidak bisa membantu, jangan mengganggu. Berikan apresiasi positif kepada para santri karena mereka ingin berbuat baik untuk bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng, Abdul Hamid, mendukung langkah pemerintah menyediakan rumah dinas bagi pimpinan DPRD Jateng. Ia juga mengapresiasi inisiatif Sarif yang memanfaatkan rumah dinasnya sebagai ruang yang lebih dekat dengan rakyat.

“Jadi dengan tidak adanya tunjangan perumahan, pimpinan kini bisa memanfaatkan fasilitas pemerintah, bahkan menjadikannya rumah aspirasi seperti yang dilakukan Pak Sarif,” kata Abdul Hamid.

Adapun rumah dinas pimpinan DPRD yang sebelumnya jarang digunakan kini memiliki fungsi baru yang lebih produktif.

“Secara teknis nanti tentu akan ada penataan dari kesekretariatan, minimal ada petugas yang berjaga agar kegiatan bisa terkoordinasi. Tinggal menyesuaikan jadwal kegiatan santri dan masyarakat yang ingin menggunakan tempat tersebut,” pungkasnya.