Home Blog Page 39

Puan Maharani Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI Di Iran-Israel

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk memprioritaskan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik Iran dan Israel.

Seruan ini disampaikan menyusul eskalasi ketegangan militer antara kedua negara yang dinilai dapat membahayakan keselamatan warga asing, termasuk WNI.

“Pemerintah harus selalu memastikan keselamatan WNI kita, khususnya yang tinggal di wilayah terdampak seperti Teheran dan Tel Aviv. Jika evakuasi memungkinkan, perlu ada kerja sama dengan komunitas internasional untuk memfasilitasi hal tersebut,” kata Puan Maharani dalam pernyataannya yang diterima, Selasa (17/6/2025).

Puan juga mengimbau agar WNI di kedua negara tetap waspada dan menjaga komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Menurutnya, kehadiran aktif KBRI sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan WNI yang terjebak atau kesulitan akibat konflik yang tengah berlangsung.

Tak hanya itu, Puan meminta masyarakat Indonesia untuk menunda sementara rencana perjalanan ke wilayah konflik, termasuk ke Israel dan Palestina, meskipun dengan tujuan ziarah keagamaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Ikuti imbauan dan rekomendasi dari pemerintah untuk menunda perjalanan ke wilayah-wilayah terdampak,” ujarnya.

Desak Penghentian Agresi Militer

Lebih lanjut, Puan mengecam aksi militer Israel terhadap Iran yang dinilainya melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara.

“Serangan Israel kepada Iran melanggar kedaulatan suatu negara dan tidak sesuai dengan hukum internasional. Aksi-aksi militerisasi dalam konflik antarnegara harus segera diakhiri,” tegas Puan.

Ia juga menekankan bahwa perang hanya meninggalkan luka, terutama bagi warga sipil dan kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Karena itu, Puan menyerukan keterlibatan aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mendorong penghentian perang dan penyelesaian konflik secara diplomatik.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar konflik diselesaikan lewat jalur damai dan diplomasi,” imbuhnya.

Dampak Ekonomi Harus Diantisipasi

Di sisi lain, Puan meminta pemerintah segera melakukan mitigasi atas potensi dampak ekonomi akibat konflik Iran-Israel. Ia menyoroti kekhawatiran terhadap melonjaknya harga minyak dunia yang bisa berdampak langsung pada perekonomian nasional.

“Jika konflik terus berlanjut, harga minyak dunia bisa kembali menyentuh angka 100 dolar AS per barel. Pemerintah harus menyusun langkah antisipatif,” katanya.

Menurut Puan, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menjadikan stabilitas geopolitik Timur Tengah sebagai isu krusial. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah sigap pemerintah dalam mengamankan pasokan energi dalam negeri dan menjaga stabilitas harga di pasar domestik.

“Pemerintah perlu proaktif melakukan langkah mitigasi agar gejolak geopolitik di Timur Tengah tidak menimbulkan gejolak ekonomi di tanah air,” pungkasnya.

Program Semarang Inklusif, Bentuk Komitmen Pemkot Merangkul Warga

SEMARANG (lensasemarang.com) – Komitmen membangun kota yang adil dan ramah bagi semua, diwujudkan Wali Kota Semarang Agustina dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin dengan menghadirkan Program Semarang Inklusif yang bertujuan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari pembangunan kota.

Program Semarang Inklusif adalah satu dari lima prioritas 100 Hari Kerja, bersama dengan Semarang Bersih, Pendidikan Berkeadilan, Infrastruktur Terawat, dan Semarang Sehat, namun program ini bukan hanya rencana jangka pendek, namun merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang Kota Semarang.

“Membicarakan program Rumah Inklusi ini sangat asyik, karena kita sedang menyiapkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat pelayanan, kita ingin menjadikannya sebagai Rumah Inspirasi. Jika kita berhasil membangunnya dengan baik, maka ini akan menjadi sistem pengelolaan dan perawatan disabilitas yang terintegrasi pertama di Indonesia,” kata Agustina belum lama ini.

Menurutnya, ada seni dalam mengkoordinasikan berbagai pihak meliputi pemerintah, masyarakat, penyandang disabilitas, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah awal dari program ini dimulai dengan pembangunan Rumah Inspirasi di lima kecamatan, yaitu Mijen, Tembalang, Semarang Barat, Semarang Tengah, dan Genuk.

Rumah ini dirancang sebagai pusat layanan yang ramah disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Di dalamnya akan tersedia sembilan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, dukungan UMKM, mental health, pertanian, permukiman, hingga akses terhadap bantuan lain sesuai kebutuhan.

Proses pendataan penyandang disabilitas sedang dilakukan secara menyeluruh dengan sistem by name by address, agar setiap warga yang membutuhkan mendapatkan layanan yang tepat sasaran.

Tidak hanya itu, Pemkot juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses ini, seperti petugas kecamatan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), relawan, penyandang disabilitas sendiri, dan para pemangku kepentingan.

Rumah Inspirasi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem layanan yang inklusif, menjawab kebutuhan nyata masyarakat. 

Program Semarang Inklusif dengan Rumah Inspirasinya bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari perwujudan visi besar kota menuju masyarakat berkeadilan sosial, lestari, dan inklusif. Program ini menjadi pondasi awal untuk pembangunan lima tahun ke depan.

“Kita tidak hanya bicara soal bangunan fisik, tetapi tentang membangun sistem perlindungan dan pemberdayaan yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, kita juga sedang siapkan apa yang kami sebut sebagai Protect System untuk menjawab kebutuhan ril kawan-kawan disabilitas,” ujar Agustina.

Untuk mendukung terciptanya ruang yang setara bagi semua, Pemkot Semarang juga telah membebaskan 523 ruang publik di seluruh kecamatan dari tarif retribusi. Artinya, masyarakat kini bisa menggunakan berbagai fasilitas milik kota secara gratis untuk kegiatan non-komersial, termasuk di antaranya aula pertemuan di rumah susun, lapangan futsal, taman-taman kota, hingga halaman Balai Kota.

Pembebasan ini memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi komunitas, organisasi sosial, dan warga umum dalam menghidupkan kegiatan sosial, budaya, dan edukatif tanpa beban biaya.

Kunjungi Markas Besar Meta dan Google di AS, Puan Apresiasi Dukungan Untuk RI Perangi Judol

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat Meta di Menlo Park, kawasan Silicon Valley, California, Amerika Serikat (AS). Meta adalah perusahaan teknologi global yang menaungi platform media sosial populer seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Di Markas Besar Meta, Puan disambut Vice President of Product Policy & Strategy Meta, Andy O’Connell, Jumat (13/6/2025) waktu setempat. Puan juga didampingi WNI yang bekerja di sana, termasuk Head of Public Policy, Indonesia & Timor Leste, Berni Moestafa.

Dengan Andy O’Connell dan Berni, Puan membahas sejumlah isu penting, mulai dari literasi digital, penguatan demokrasi di media sosial, serta teknologi pemantauan dan pemblokiran konten berisiko.

Puan kemudian diajak berkeliling dan melihat fasilitas yang ada di Meta, seperti teknologi-teknologi terkini yang ada dan sedang dikembangkan, hingga kemampuan blocking Meta, di mana disampaikan untuk Indonesia yang paling terbanyak diblokir adalah aktivitas terkait judi online (judol).

Puan pun menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Meta yang telah aktif mendukung upaya Indonesia dalam memerangi praktik perjudian online di ruang digital.

“Sebagai negara dengan jumlah pengguna Instagram terbesar ke-4 di dunia, Indonesia perlu mendorong kebijakan yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial dan kanal digital secara positif dan bertanggung jawab,” kata Puan.

Puan mengatakan, langkah konkret Meta yang telah memblokir ribuan konten dan akun terkait perjudian online membantu melindungi masyarakat Indonesia dari judol. Indonesia diketahui tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah konten judol terbanyak yang diblokir di platform Meta.

“Langkah Meta ini sangat membantu upaya Indonesia memerangi praktik judi online. Terima kasih atas kerja sama ini. Ke depan harus semakin diperkuat ruang digital kita agar semakin sehat dan aman bagi masyarakat,” tutur Puan.

Mantan Menko PMK itu menegaskan judol adalah praktik ilegal yang harus diatasi bersama. Tak hanya melanggar hukum, kata Puan, judol berdampak buruk terhadap sisi sosial masyarakat.

“Judol berdampak sosial yang seriusmulai dari kerugian finansial keluarga, potensi kriminalitas, hingga rusaknya generasi muda. Indonesia sendiri juga terus melakukan berbagai langkah dalam upaya memerangi judol,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

“Karena itu, kolaborasi dengan platform digital sangat penting untuk memastikan konten-konten semacam ini tidak punya ruang tumbuh di dunia maya,” imbuh Puan.

Saat berkeliling di kantor Meta, Puan juga melihat teknologi terkini mereka, termasuk di antaranya sistem kecerdasan buatan (AI), fitur keamanan digital, serta kemampuan deteksi otomatis terhadap konten bermasalah.

Di Markas Meta, Puan pun bertemu dengan sejumlah warga negara Indonesia yang kini bekerja di sana. Salah satunya adalah Sara Angelita yang berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara. Sara bekerja di tim AI untuk WhatsApp.

Sara mengaku bangga memiliki kesempatan langsung bertemu dengan Puan. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna Whatsapp terbesar di dunia.

“Sangat senang hari ini Ibu Puan mengunjungi Meta dan saya bertemu langsung dengan Ibu Puan karena di Meta, Indonesia adalah salah satu pengguna terbesar di dunia, apalagi Whatsapp. Jadi saya sangat bangga bisa bekerja di Whatsapp,” ungkap Sara.

Sara menyatakan merasa senang menjadi WNI yang memiliki kesempatan bekerja di Meta.

“Saya sangat senang bekerja di Meta karena rasanya di Meta banyak yang bisa dipelajari dan banyak orang pintar di sini. Jadi semuanya sangat encourage supaya kita belajar di sini culture-nya supaya semua orang belajar bersama teamwork, saya sangat suka culture itu,” ujar Sara.

Selain ke Markas Meta, Puan juga mengunjungi kantor pusat Google di Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Googleplex. Kantor pusat Google terletak di Mountain View, California.

Puan Maharani Sebut Praktik Pengoplosan Elpiji Subsidi Ancam Keselamatan Rakyat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menindak tegas pelaku pengoplosan gas minyak bumi cair (LPG) subsidi yang ditemukan polisi di tiga titik di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Pengoplosan gas subsidi sangat mengancam keselamatan rakyat. Pemerintah tidak boleh menutup mata, dan penegak hukum harus tegas dalam mengusut kasus ini,” kata Puan dalam keterangan tertulisa yang diterima di Semarang, Kamis (12/6/2025).

Puan menilai praktik ilegal tersebut bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keselamatan jutaan warga yang menggunakan gas subsidi untuk kebutuhan rumah tangga.

“Tabung yang dimodifikasi secara ilegal bisa meledak kapan saja, dan risikonya ditanggung ibu-ibu di dapur, anak-anak, dan keluarga di rumah,” ujarnya.

Ia pun menyebut kasus ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat subsidi yang ditujukan untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah karena kebijakan subsidi justru dikorupsi oleh oknum tak bertanggung jawab yang mencari untung dengan membahayakan nyawa masyarakat.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu pun menilai akar masalah kasus pengoplosan gas bersubsidi terletak pada rapuhnya sistem pengawasan lintas sektor.

“Kalau tidak segera diperbaiki, praktik seperti ini akan terus menggerogoti kepercayaan rakyat terhadap kebijakan subsidi, dan yang paling dirugikan adalah rakyat kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menggerebek tiga lokasi pengoplosan gas subsidi di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Selasa, (10/6) sore. Dari ketiga lokasi, polisi menyita ratusan tabung gas ukuran 12 dan 3 kilogram.

Sayangnya dari tiga lokasi tersebut, tidak satu pun pelaku yang bisa ditangkap karena diduga sudah mengetahui kedatangan petugas. Pasalnya, para pelaku atau pengoplos gas subsidi sengaja memelihara anjing untuk menjaga gudang pengoplosan.

Sengketa Bangunan Di Kota Lama Semarang, Pemilik Hotel Laporkan Pengusaha Ke Polda Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemilik Grup Hotel Dafam, F Soleh Dahlan (FSD), melaporkan pemilik Resto Spiegel Semarang berinisial SDK, ke Polda Jateng atas dugaan pemalsuan surat dalam pengurusan sertifikat HGB bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama Semarang.

Adi Nurachman selaku kuasa hukum FSD di Semarang, Kamis (12/6/2025) mengatakan, SDK mengajukan permohonan hak atas kepemilikan eks-bangunan kantor Lloyd yang berlokasi di Jalan Jalak No 5-7 Kawasan Kota Lama Semarang.

Atas permohonan tersebut, kata dia, akhirnya diterbitkan Sertifikat HGB Nomor 01173 pada April 2021.

“SDK dilaporkan atas dugaan pemalsuan surat dalam akta autentik sertifikat HGB 01173 tersebut. Dua surat yang dipalsukan masing-masing surat keterangan tidak sengketa yang ditandatangani lurah serta surat penguasaan fisik bangunan,” katanya saat konferensi pers yang dihadiri awak media.

Menurut dia, pelaporan tersebut didasarkan atas putusan PTUN yang membatalkan Sertifikat HGB 01173 atas permohonan kliennya.

Ia menyebut gugatan ke PTUN itu dilakukan FSD karena tidak bisa mengajukan permohonan hak atas bangunan yang dulunya merupakan aset milik NV. Thio Tjoe Pian itu.

“FSD merupakan penyewa bangunan tersebut yang selama lebih dari 30 tahun menguasai dan merawat,” katanya.

Ketiga sertifikat HGB yang dikuasai oleh NV. Thio Tjoe Pian habis masa berlaku pada 1980 dan tidak diperpanjang lagi, kata dia, maka seharusnya FSD yang mendapat prioritas untuk mengajukan hak kepemilikan.

Ia menegaskan lahan yang saat ini disengketakan itu merupakan tanah negara karena sertifikat HGB yang dikuasai oleh aset milik NV. Thio Tjoe Pian telah habis masa berlakunya.

Seluruh kronologi penguasaan hingga sampai terbitnya sertifikat HGB atas nama SDK sudah tercatat dalam putusan PTUN yang juga telah berkekuatan hukum tetap.

Ia mengakui kliennya juga dilaporkan atas pemalsuan surat juga berkaitan dengan subjek hukum yang sama.di Polrestabes Semarang oleh yang bersangkutan.

Namun, kliennya tidak pernah menggunakan surat penyataan yang disebut palsu tersebut karena tidak pernah ditandatangani oleh lurah dan proses permohonan hak atas kepemilikan bangunan tersebut tidak pernah berlanjut.

“Namun SDK, menggunakan surat yang sama untuk mengajukan permohonan sertifikat HGB hingga terbit, padahal objek sengketa tersebut sebenarnya berstatus tanah negara,” katanya.

“Kami tidak pernah menyatakan sebagai pemilik bangunan di Jalan Jalak tersebut. Namun legal standing kami melapor ke polisi didasarkan atas putusan PTUN yang membatalkan sertifikat HGB 01173,” katanya.

Terkait dengan pelaporan, ia berharap Polda Jateng menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.

Sementara itu, kuasa hukum SDK, Osward Lawalata, menyebut laporan terhadap kliennya tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pembeli dan pemegang eks-HGB NV. Thio Tjoe Pian.

Menurut dia, FSD merupakan penyewa beritikad buruk yang ingin memiliki tanah yang disewanya dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum.

FSD sendiri, kata dia, juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas pemalsuan surat dalam objek sengketa yang sama.

“Sangat tidak masuk akal, penyewa tetapi ingin menguasai tanah yang disewanya,” tegasnya.

OASIS Schoolyards Semarang Berjalan 9 Bulan, Perkuat Ketangguhan Sekolah Hadapi Perubahan Iklim

SEMARANG (lensasemarang.com) – Setelah sembilan bulan berjalan, Program OASIS Schoolyards Semarang berhasil mendorong integrasi pendidikan perubahan iklim dan perancangan ruang terbuka hijau menjadi area multifungsi yang dapat digunakan untuk bermain, belajar, serta membangun ketangguhan terhadap perubahan iklim di lima sekolah dasar dan madrasah.

Inisiatif ini memperkuat ketangguhan sekolah menghadapi risiko banjir rob dan gelombang panas, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini.

Sejak diluncurkan pada September 2024, program hasil kolaborasi PT Global Dairi Alami (MilkLife), Resilient Cities Network (R-Cities), dan Pemerintah Kota Semarang ini telah mendampingi MI Darul Ulum, MI Mirfa’ul Ulum, SDN Gebangsari 01, SDN Kaligawe, dan SD Marsudirini Gedangan melalui serangkaian pelatihan guru, pengembangan kurikulum dan perancangan halaman sekolah yang hijau berbasis solusi alam bersama siswa dan orang tua.

Capaian dan praktik baik lima sekolah tersebut diperlihatkan dalam acara Penutupan & Showcase OASIS Schoolyards Semarang di Balai Kota Semarang pada Kamis (12/6), yang dihadiri sekitar 96 pendidik SD/MI, perangkat daerah, dan pegiat filantropi.

Beberapa capaian utama dari program OASIS Schoolyards Semarang meliputi peningkatan kapasitas guru: 82% guru melaporkan peningkatan signifikan dalam metode pengajaran perubahan iklim, dan 59% merasa jauh lebih percaya diri dalam mengedukasi komunitas.

Kemudian, integrasi pendidikan ketangguhan terhadap perubahan iklim di sekolah: 29 modul ajar dikembangkan dan diterapkan, didukung SOP pengelolaan sampah, air, energi, tanaman, dan sanitasi.

Selanjutnya, transformasi halaman sekolah: Lima ruang terbuka yang multifungsi dengan menerapkan prinsip desain berbasis solusi alam dikembangkan bersama siswa dan orang tua, meningkatkan interaksi sosial dan membangun budaya peduli lingkungan dan praktik ketangguhan iklim.

Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ananto Kusuma Seta mengungkapkan bahwa program OASIS Schoolyards Semarang membuktikan cara kerja prinsip pendidikan perubahan iklim yang sejalan dengan kebijakan nasional dan kerangka internasional, telah berhasil diterjemahkan ke dalam konteks sekolah di Indonesia.

“UNESCO menyoroti bahwa krisis terbesar dunia adalah perubahan iklim, bukan perang sehingga pendidikan perubahan iklim adalah prioritas utama. Saat ini 73% sekolah di Indonesia berada di area rawan banjir. Maka melalui program OASIS Schoolyards ini, sekolah yang merupakan ‘rumah kedua’ untuk anak, juga menjadi laboratorium hidup untuk kehidupan yang berkelanjutan, dari sekolah ke masyarakat. Semarang sudah ‘membeli’ masa depan dengan harga sekarang,” ungkap Ananto.

Kepala Hubungan Kemitraan Regional Asia-Pasifik R-Cities, Nini Purwajati, menekankan pentingnya membangun ketangguhan iklim dari komunitas lokal sebagai pusat inovasi.

“Salah satu aspek krusial dalam OASIS Schoolyards adalah memadukan praktik global dari Paris dengan kekuatan lokal Indonesia, termasuk mengintegrasi dengan program sekolah Adiwiyata yang sudah memiliki sejarah dan ekosistem yang kuat. Ini membuktikan bahwa kota-kota Asia bisa jadi pelopor inovasi berbasis komunitas untuk isu ketahanan iklim secara global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, PLH Wali Kota Semarang yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Budi Prakosa S.T., M.T., menghargai inisiatif OASIS Schoolyards Semarang sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan bersama.

“Apresiasi kepada MilkLife dan Resilient Cities Network yang mendukung Kota Semarang melalui Program OASIS ini, harapannya ke depan sekolah dan madrasah yang ada di Kota Semarang benar-benar bisa menjadi oase bagi padatnya kota. Sekolah menjadi ruang terbuka hijau publik yang mendinginkan kawasan di sekitarnya. Sekolah juga menjadi pelopor pendidikan lingkungan hidup dan perubahan iklim,” kata Budi Prakosa.

Ia menambahkan, di satu sisi pendidikan ditujukan untuk anak-anak usia sekolah sejak dini, di sisi yang lain dapat menginspirasi masyarakat sekitarnya agar lebih peduli lingkungan dan melakukan aksi-aksi ketahanan iklim di Kota Semarang.

“Kami melihat program percontohan ini sebagai pondasi awal yang kuat. Harapannya, perubahan yang sudah tercipta bisa berkelanjutan dan diperluas, tidak hanya di Semarang tetapi juga di kota-kota lain,” ujarnya.

“Program OASIS Schoolyards membuktikan bahwa tindakan kecil dapat berdampak besar ketika menjadi budaya bersama. Namun, tantangan perubahan iklim masih sangat luas dan kompleks, membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak dan solusi kreatif baru. Kami berharap praktik dari program ini bisa menjadi salah satu katalis yang menginspirasi lebih banyak pihak, termasuk sektor swasta, untuk turut berkontribusi,” jelas Vanessa Ingrid Pamela selaku Group Brand Head MilkLife.

Puan Maharani Bangga Indonesia Tampil World Expo 2025 Osaka Jepang

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan rasa bangganya saat mengunjungi World Expo 2025 di Osaka, Jepang dan menyebut partisipasi Indonesia dalam ajang internasional ini sebagai wujud kemajuan bangsa dalam menampilkan kekayaan alam dan budayanya secara modern serta sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pertama, bangga bahwa kita bisa menampilkan Indonesia sesuai dengan zamannya. Jadi, klasik mengikuti zaman dan bisa mengerti bagaimana Indonesia saat ini, dulu, dan sekarang. Dan tentu saja bagaimana kemudian orang dari manapun itu bisa mengerti ke culture Indonesia yang kita bawakan di sini,” kata Puan yang dikutip pada Rabu (11/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Puan menyoroti desain paviliun Indonesia yang berbentuk perahu, simbol perjalanan dan kebersamaan dalam budaya Nusantara.

Ia juga mengapresiasi penggunaan material ramah lingkungan seperti plan wood, yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap kelestarian lingkungan.

“Ya, tentu saja bagaimana kita meningkatkan potensi yang ada, khususnya pariwisata dan hal-hal yang lain, apakah itu melalui G2G, apakah itu melalui B2B, dan dunia internasional lebih mengenal Indonesia secara nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Indonesia di World Expo bukan hanya sekadar menampilkan potensi budaya dan kekayaan alam, namun juga membuka peluang kerja sama global, terutama di bidang ekonomi dan teknologi.

Selama berada di lokasi, Puan juga menyempatkan diri menikmati pertunjukan budaya, menyaksikan inovasi teknologi, hingga menyapa pengunjung dari berbagai negara. 

Menurutnya, World Expo adalah panggung global untuk membangun citra positif Indonesia di mata dunia.

“World Expo adalah panggung global untuk membangun citra positif Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

Jadi Pembicara Konferensi Internasional, Puan Maharani Bicara Kesetaraan Gender 

JAKARTA (lensasemarang.com) – Saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam konferensi internasional “Role of Women in Strengthening Global Resilience and Advancing Diplomacy” yang digelar di California State University (CSU), Sacramento, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/6) waktu setempat, Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa pelibatan perempuan dalam proses pembangunan lebih dari sekedar tindakan afirmatif, melainkan sebagai wujud penghormatan terhadap martabat manusia.

“Kita harus terus mengingatkan bahwa melibatkan perempuan dalam proses pembangunan lebih dari sekedar tindakan afirmatif, melainkan sebagai wujud penghormatan terhadap martabat manusia. Perempuan dan laki-laki harus berjuang bersama, bukan untuk mengesampingkan satu sama lain,” kata Puan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Dirinya menegaskan bahwa perbedaan biologis tidak boleh menjadi perbedaan peran di berbagai aspek kehidupan sebab kesetaraan gender mengakui bahwa hak politik, sosial, ekonomi dan budaya laki-laki dan perempuan adalah sama.

Ia mengatakan perempuan merupakan separuh dari energi besar Indonesia yang berperan aktif dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, lingkungan, olahraga, hingga ilmu pengetahuan dan riset.

“Hampir setengah dari 280 juta penduduk Indonesia adalah perempuan. Banyak perempuan yang telah berkontribusi terhadap kemajuan signifikan bagi Indonesia,” ujarnya.

Puan juga memaparkan keterlibatan perempuan di kancah politik Indonesia, termasuk keberadaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menyatakan partai politik harus memiliki minimal 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen.

“Selama periode 2019–2024, proporsi perempuan di parlemen berhasil mengalami peningkatan dari 17,3 persen menjadi 21,39 persen,” katanya.

Dia mengatakan perempuan Indonesia pun berhasil berperan di tingkat kepemimpinan nasional sebagai pemimpin negara, misalnya Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, termasuk dirinya yang menjadi Ketua DPR perempuan pertama setelah 74 tahun Indonesia merdeka.

Perempuan legislator itu menekankan bahwa perempuan memiliki paradigma berbeda yang akan memberikan kontribusi dalam cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik.

“Peran perempuan dalam ikut membangun tatanan dunia yang lebih baik bagi kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, akan memberikan masa depan yang bermartabat untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Adapun terkait urgensi kehadiran perempuan di arena diplomasi, dia menegaskan bahwa perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam kebijakan publik yang inklusif.

“Partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan akan menghasilkan upaya pemulihan dan pembangunan tata dunia yang lebih baik, yang membebaskan tata dunia dari ketidakadilan struktural, diskriminasi gender, stereotip, kesenjangan kelompok masyarakat, dan eksploitasi,” katanya.

Dia menyampaikan pula bahwa Indonesia ikut berkomitmen dalam Pertemuan Parlemen P20 atau forum parlemen negara G20 dan pertemuan parlemen internasional lainnya untuk terus menyuarakan kesetaraan gender.

“Bahwa inklusi sosial, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan merupakan kunci dalam memajukan dan menyejahterakan umat manusia. Kemajuan dan kesejahteraan umat manusia terwujud apabila perempuannya juga maju dan sejahtera,” katanya.

Retret Pemprov Jateng, Pemkot Semarang Siap Perkuat Kolaborasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng.

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan dan diikuti oleh 438 peserta dari berbagai unsur kepemimpinan daerah, termasuk 35 wakil bupati/wakil wali kota se-Jawa Tengah.

Dalam wawancaranya, Iswar menekankan pentingnya retret ini sebagai upaya menyatukan langkah antar jenjang pemerintahan, khususnya dalam menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN, RPJMD Provinsi, dan RPJMD Kabupaten/Kota).

“Dulu, sebelum Pemilu serentak, visi misi dan RPJMD pusat, provinsi, serta daerah bisa berjalan sendiri-sendiri. Retret ini menjadi ruang untuk memastikan bahwa arah pembangunan dari pusat hingga daerah selaras dalam satu garis lurus,” ujar Iswar.

Menurut dia, sinergitas bukan sekadar program, melainkan juga soal naluri kebersamaan yang harus tumbuh kuat dalam komunikasi antara jenjang pemerintahan.

Ia mencontohkan, di Kota Semarang semangat kolaborasi sudah digaungkan oleh Wali Kota Agustina dalam berbagai kesempatan, dan menjadi dasar dalam menggerakkan partisipasi semua elemen.

“Kalau satu ke kanan, satu ke kiri, tidak akan sampai ke tujuan. Di Semarang, ini harus jadi gerakan bersama,” tegasnya.

Ia juga menyinggung isu penanganan banjir sebagai contoh nyata pentingnya kolaborasi antar wilayah. Semarang yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain, tak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu kerja sama lintas daerah agar solusi yang dibangun bersifat menyeluruh dan saling memahami kekuatan serta tantangan masing-masing wilayah,” lanjutnya.

Retret kepemimpinan ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa (10/6). Peserta berasal dari unsur wakil kepala daerah, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan.

Mereka akan mendapatkan pembekalan intensif dari lembaga nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, hingga tokoh agama dan widyaiswara.

Materi utama yang disampaikan antara lain geopolitik dan wawasan kebangsaan, dengan tujuan membentuk karakter negarawan pada setiap birokrat.

Selain itu, peserta juga akan mendalami Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional yang perlu diinternalisasi hingga ke level pelaksana daerah. Retret ini dirancang bersama Lembaga Ketahanan Nasional RI dan menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni kepemimpinan di Jawa Tengah.

Agustina-Iswar Sudah On The Track Capaian Program 100 Hari Kerja

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah kalangan memberikan apresiasi atas pencapaian program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin dalam memimpin Kota Semarang. Program prioritas ini dilaksanakan sejak Februari hingga Mei 2025.

Board Advisory Pusat Studi Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Dr.Ir Ady Setiawan MM MT, mengklaim bahwa program 100 hari kerja pasangan Agustina-Iswar, sudah on the track atau sesuai jalur dengan pencapaian visi misi sebagai janji kampanye, sehingga dapat dirasakan masyarakat.

Ady Setiawan, yang juga dewan pakar tim kampanye Agustina-Iswar mengatakan, program ini telah memastikan percepatan penyelesaian pembangunan dan bergerak cepat dalam menangani atau merespons keluhan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Mas Wawan ini mencontohkan, misalnya keluhan warga Tirtoyoso Tengah, Rejosari, Semarang Timur belum lama ini, langsung direspon dengan melakukan peninjauan oleh Wali Kota Agustina beserta jajarannya.

“Kami sangat apresiasi. Ada quick action atau tindakan cepat dalam program 100 hari kerja pemerintahan Agustina-Iswar. Seperti Walikota turun langsung ke masyarakat untuk pembersihan sampah dan selokan yang selama ini menyebabkan banjir di Rejosari,” ujarnya kepada awak media di Kota Semarang, Senin (9/6/2025).

Hal itu, kata Mas Wawan, menunjukkan spirit dan komitmen pemimpin Kota Semarang dalam melayani warganya. Respon cepat ini pula nantinya akan berdampak positif pada peningkatan pencapaian hidup warga dan juga indeks kebahagiaan di kota yang harmoni ini.

Mas Wawan, yang juga Ketua Relawan Semarang Gumuyu (Guyub,Maju Yo Unggul) ini mendukung penuh program 100 hari kerja dan akan terus mengawal serta berkontribusi demi tercapainya program program kerja pemerintahan Agustina-Iswar.

“Kami khususnya dari para relawan sudah merasakan dan melihat percepatan program Wali Kota Agustina dalam 100 hari. Terkait dukungan dan kontribusi kepada pemerintahan sekarang ini, saya sebagai ketua telah meminta kepada semua relawan harus ‘Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe, ” ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Agustina, Wali Kota Semarang didampingi Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, pada Sabtu (31/5/2025) memaparkan capaian Program 100 Hari kerja Pemerintah Kota Semarang.

Program prioritas ini merupakan implementasi visi misi Kota Semarang yang berfokus pada upaya terwujudnya Semarang yang Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif.

Agustina menyampaikan bahwa Program 100 Hari ini menjadi fondasi penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang tahun 2025-2029. Pada tahun 2025 ini, yang menjadi fokus utama adalah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Program 100 Hari ini bukan hanya sekadar target jangka pendek, namun merupakan langkah awal yang terukur untuk mewujudkan visi besar kita. Kami berkomitmen untuk menghadirkan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Agustina menegaskan pula bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang serta partisipasi aktif dari masyarakat.