Home Blog Page 54

Pemprov Jateng Siap Gelontor Bantuan Keuangan Desa Sebanyak Rp1,2 Triliun

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyalurkan bantuan keuangan desa sebanyak Rp1,2 triliun pada tahun 2025 dengan alokasi di 8.593 titik. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan sebagai upaya mengantisipasi penyimpangan penggunaan dana desa, pihaknya menggendeng aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH) untuk mengawasinya. 

“Ini sebagai upaya pencegahan, agar dana desa atau pembangunan desa tidak terjadi penyimpangan,” kata Luthfi usai rapat koordinasi bersama perwakilan APIP dan APH di kantornya di Kota Semarang, pada Selasa (8/4/2025).

Upaya yang lain, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, juga dibentuk pos aduan di masing-masing kabupaten. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi aduan-aduan liar yang sifatnya menyesatkan. Ia berharap, baik APIP maupun APH bisa maksimal mengawal pemerintah desa. 

Luthfi mengatakan, bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pemerintah desa di Jateng tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Mulai dari infrastruktur penopang swasembada pangan, baik tersier maupun sekunder, jalan desa yang menghubungkan sabuk-sabuk perekonomian desa, dan lainnya.

“Saya imbau seluruh kepala desa untuk tidak takut melakukan eksplorasi pembangunan di desa, karena sudah didampingi oleh kita semua,” ujar Luthfi.

Namun demikian, Luthfi mengingatkan kepada kepala desa dan perangkat desa agar mengelola dana tersebut dengan baik. Aparat desa dilarang untuk melakukan penyelewengan-penyelewengan, karena dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harus di-manage (kelola) dengan baik. Prinsipnya desa menjadi ujung tombak dalam pembangunan wilayah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengingatkan kepada sejumlah elemen agar tidak mengggangu program-program pembangunan desa.

Kuatkan Semangat Membangun, Agustina Silaturahmi Ke Para Mantan Wali Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Mengawali hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1446 Hijriyah, Wali Kota Semarang Agustina bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah bersilaturahmi ke sejumlah Wali Kota Semarang sebelumnya.

Tradisi penuh makna ini dilakukan setelah dirinya terlebih dahulu mengikuti apel pagi dan halal bihalal bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, serta halal bihalal dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/4/2025).

Dalam rangkaian silaturahmi tersebut, Agustina menyambangi sejumlah tokoh yang pernah memimpin Kota Semarang, di antaranya Hendrar Prihadi, Soemarmo Hadi Saputro, dan Sukawi Sutarip. Selain itu, dirinya juga berziarah ke makam almarhum Sutrisno Suharto, mantan Wali Kota Semarang yang telah wafat.

Tak hanya itu saja, Agustina juga menyempatkan diri bertemu mantan Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufidz, dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan untuk bertemu KH Ubaidillah Shodaqoh atau Gus Ubed.

“Silaturahmi ke pendahulu itu untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu kita dan berjanji untuk meneruskan pembangunan yang baik. Untuk membangun kembali supaya lebih tinggi pondasi yang pernah diletakkan oleh para pemimpin terdahulu, sehingga apa pun yang dibangun dan dilakukan kita pastikan tidak ada yang sia-sia,” ujar Agustina.

Ia juga berharap teladan dari para pemimpin terdahulu dapat terus menginspirasi semua pihak, termasuk ASN maupun masyarakat, agar senantiasa mengembangkan dan merawat hasil-hasil pembangunan yang sudah ada.

“Semoga ini bisa jadi semangat bersama. Kita lanjutkan perjuangan mereka dalam fungsi kita masing-masing,” tambahnya.

Dalam silaturahmi itu, sejumlah isu strategis turut dibahas, salah satunya rencana pengembangan kawasan Simpang Lima. Saat bertemu Hendrar Prihadi, Agustina mendapat wejangan tentang pentingnya menjadikan Simpang Lima sebagai pusat perhatian pembangunan.

Menurut mantan wali kota yang akrab disapa Hendi, saat ini merupakan momentum emas, mengingat kontrak pengelolaan Plaza Simpang Lima telah berakhir.

“Simpang Lima bukan lagi sekadar kawasan strategis, tetapi sudah menjadi berlian Kota Semarang. Momentum ini harus dimanfaatkan agar kawasan tersebut bisa menjadi ikon baru yang merepresentasikan kemajuan kota,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk merajut kerja sama lintas generasi, menguatkan semangat membangun Kota Semarang yang semakin hebat dan berkelanjutan.

Halal Bihalal ASN, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Larang Jual Beli Jabatan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya agar bekerja secara profesional melayani masyarakat serta melarang dengan keras tindakan jual beli jabatan. 

Menurut dia, ASN yang kasak-kusuk mencari-cari jabatan, dianggapnya bertindak tidak profesional. Hal itu justru menyalahi peran ASN sebagai pelayan masyarakat.

“Jabatan itu amanah. Kita akan pelototi siapa yang profesional dan tidak,” tegas Luthfi saat memberikan arahan pada ASN pada acara Apel Pagi dan Halal Bihalal bersama pegawai Pemprov Jateng, di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa (8/4/2025).

Mantan Kapolda Jateng itu tak ambil pusing pada latar belakang ASN. Entah siapa orangnya, latar belakangnya apa, hingga bagaimana proses masuknya. Ia hanya melihat profesionalisme kerja semata. Jika seorang ASN bekerja secara profesional, sepenuh hati, ikhlas, dan mau melayani masyarakat, maka akan mendapat jabatan yang lebih tinggi.

“Saya tidak melihat bapak ibu siapa, dari mana, nggendong siapa, tidak dilihat. Saat ini yang dilihat adalah kinerja. Siapa yang profesional, nanti yang akan dapat jabatan. Mempersulit pelayanan pada masyarakat adalah pantangan birokrasi kita,” tandasnya.

Birokrasi itu, menurut Luthfi, diibaratkan sebuah kendaraan, sedangkan ASN diibaratkan bahan bakarnya. Agar pelayanan birokrasi kepada masyarakat itu baik, maka butuh bahan bakar yang baik pula. 

Oleh karenanya, Luthfi menyatakan, bahwa ASN adalah pelayan masyarakat, bukan sebagai tuan dalam menjalankan tugas harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku. 

Pada momen halal bihalal ini, Gubernur Ahmad Luthfi juga meminta maaf kepada semua pihak, jika ada kesalahan-kesalahan selama menjabat sebagai Gubernur Jateng yang telah berjalan kurang lebih dua bulan ini. 

Apalagi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin memiliki program Ngopeni Nglakoni yang harus berkeliling 35 kabupaten dan kota di Jateng sehingga belum banyak bertemu dengan semua ASN.

“Mungkin ada tutur kata dan tingkah laku kemarin-kemarin selama dua bulan, kalau ada kesalahan, kami mohon maaf,” ujar Luthfi. 

Ia menyakini ASN Pemprov Jateng sudah semakin profesional. Pada momen Idul Fitri kali ini, usai bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan saudara, diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerjanya lagi dalam melayani masyarakat.

Danramil dan Dandim Ikut Berperan Petakan Panen Gabah Petani Diserap Bulog Cabang Semarang

SEMARANG – Perum Bulog Cabang Semarang mencatat telah menyerap gabah sebanyak 10 ribu ton yang dihasilkan para petani di wilayah eks-Karesidenan Semarang. Berkat peran aktif Dandim dan Danramil yang selalu bergerak, berkeliling memetakan potensi serapan gabah petani di masing-masing wilayah.

Kepala Cabang Bulog Semarang, Rendy Ardiyansyah mengatakan selama Januari hingga Maret dan April ini danramil dan para Babinsa kerap berkeliling ke lokasi panen padi untuk mencari data serapan dari para petani. Mereka mencari ke desa petani yang siap panen yang tersebar di Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

“Kami terbantu dengan jajaran TNI AD terutama Dandim dan Danramil. Mereka yang selalu memberi info petani yang panen dan berkoordinasi dengan penyuluh petani. Jadi ketika panen langsung kita bergerak jemput bola ke lokasi, langsung kita serap,” kata Rendy Ardiyansyah, Selasa (8/4).

Untuk memastikan kesejahteraan para petani tetap terjaga dengan langsung melakukan pembayaran ketika gabah berhasil diserap. Uang pembelian gabah diberikan secara tunai namun terkadang juga dilakukan melalui transfer bank.

“Panen sekecil apapun tetap kita serap. Misalnya ada Gapoktan yang berhasil panen 10 ton juga tetap kita bayar sesuai serapannya. Maka tugas kami senantiasa rutin menginput data serapan gabah setiap hari di kantor,” ungkapnya.

Setelah pembayaran selesai, pihaknya kemudian tinggal mengerjakan proses penggilingan padi bersama para mitra. Di wilayah Semarang Raya kini terdapat belasan mitra penggilingan padi yang memiliki fasilitas memadai.

“Di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak, dan sejumlah tempat penggilingan padi sudah beroperasi beberapa minggu terakhir untuk memproduksi beras dari gabah hasil panen petani,” ujarnya.

Selain penggilingan padi, pihaknya juga mengupayakan menggunakan lantai jemur guna memaksimalkan proses pengeringan gabah. “Semoga cuacanya panas terus biar gabahnya cepat kering,” ujarnya.

Saat ini, telah memetakan titik potensi serapan gabah yang tersebar di Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan dan wilayah lainnya seperti Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

Sedangkan untuk Kabupaten Grobogan dengan luasan panen mencapai 60 ribu hektare, maka total produksinya diprediksi 372 ribu ton.

Di Kabupaten Demak luasan panen mencapai 41 ribu hektare dengan total produksi diprediksi 270 ribu ton. Sedangkan di Kendal dengan luasan lanen 10.500 hektar maka total produksi kisaran 53 ribu ton.

“Untuk target penyerapan GKG (Gabah Kering Giling) sekitar 10 ribu ton. Sekarang Sudah tercapai 8.000 ton GKG. Kita harus optimistis mencapai target karena saat puasa kami juga tetap gaspol. Kita tidak ada libur sampai April,” pungkasnya.

Pemkot Semarang Kembali Gelar Prosesi Sesaji Rewanda

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang akan kembali menggelar tradisi Sesaji Rewanda pada Sabtu (12/4) mendatang. 

Menurut rencana, tradisi Sesaji Rewanda akan dimulai pada pukul 07.00-10.00 WIB di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati.

“Rencananya tradisi kirab Sesaji Rewanda akan dibuka langsung oleh Ibu Agustina, Wali Kota Semarang yang akan berjalan beriringan menuju lokasi sesaji,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, Senin (7/4/2025).

Ia menjelaskan setelah sampai lokasi sesaji akan dihibur oleh penampilan Tari Bambu Krincing dan sejarah mengenai Goa Kreo. Selanjutnya kembali ditampilkan Tari Wanara Parisuka dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang serta ngalap berkah dan ramah tamah.

Sesaji Rewanda dimulai pada abad ke-15, saat Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia, berusaha membangun sebuah masjid yang sekarang terkenal sebagai Masjid Agung Demak. Sesaji Rewanda juga memiliki berbagai makna dan tujuan yang sangatlah mendalam. 

Lebih lanjut, Wing menambahkan Sesaji Rewanda yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “memberi hadiah kepada monyet”.

Hal ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. “Manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk merawat alam dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. 

Dengan memberikan ‘hadiah’ kepada para monyet yang tinggal di Goa Kreo, masyarakat tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadhan tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keharmonisan dengan alam,” imbuhnya.

Biasanya, perayaan ini berlangsung pada tanggal 3 bulan Syawal, dengan puncak prosesi kirab pada tanggal 7 bulan Syawal. Acara dimulai dengan rombongan yang berarak dari desa ke Goa Kreo, tempat tinggal monyet-monyet yang dihormati dalam perayaan ini. Sebelum mencapai Goa Kreo, empat orang dengan menggunakan kostum monyet akan melakukan tarian yang menghibur dan memberikan semangat kepada peserta.

Di belakang mereka, terdapat replika kayu jati yang melambangkan peran penting monyet dalam membantu Sunan Kalijaga dalam memindahkan kayu jati. Ketika rombongan tiba di Goa Kreo, prosesi kirab dimulai dengan doa-doa yang dipimpin oleh tokoh-tokoh adat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Setelah prosesi doa selesai, acara dilanjutkan dengan anak-anak dari komunitas setempat mengenakan kostum monyet dan berpartisipasi dalam perayaan dengan tarian yang menggambarkan peran monyet dalam membantu Sunan Kalijaga.

Setelah prosesi selesai, gunungan-gunungan berisi berbagai hidangan tradisional, termasuk “Sego Kethek” atau nasi monyet, dibagikan kepada para monyet sebagai simbol rasa terima kasih. Sego Kethek berisi nasi yang dibungkus dengan daun jati dan diisi dengan sayuran, tahu, dan tempe.

Dalam prosesi sesaji rewanda tersebut juga terdapat gunungan. Gunungan tersebut bisa mencapai tinggi sekitar 2,5 meter, menciptakan pemandangan yang mengesankan. Selama pembagian gunungan, semua yang hadir, termasuk para monyet, bergabung dalam perayaan ini, menciptakan atmosfer persatuan yang menguatkan makna perayaan Sesaji Rewanda.

Wagub Taj Yasin Minta Santri Gayeng Nusantara Ikut Kawal Program Pemprov Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menghadiri acara halal bihalal bersama Santri Gayeng Nusantara (SGN), di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Senin (7/4/2025).

Wagub Taj Yasin meminta agar SGN untuk berani menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah, supaya program-program yang dijalankan benar-benar menyejahterakan masyarakat Jateng.

“Saya harap SGN jadi salah satu rekanan pemerintah untuk ikut andil mengawal program-program pemerintah,” kata dia. 

Apalagi, keberadaan SGN ini ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka punya potensi kemampuan memetakan setiap permasalahan masyarakat dari tingkat desa. 

Ia mencontohkan, salah satu masukan yang diperoleh adalah mengenai program keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang mulai berlaku, Selasa 8 April hingga 30 juni 2025. Keringanan itu berupa penghapusan penuh tunggakan nilai pokok pajak beserta denda yang berlaku, untuk piutang beberapa tahun ke belakang.

Taj Yasin mengaku mendapatkan masukan dari SGN, bahwa lokasi pembayaran PKB juga perlu dibuatkan inovasi agar lebih mudah dijangkau oleh wajib pajak. Selain itu, masyarakat juga masih terkendala saat pembayaran PKB, lantaran harus memakai kartu tanda penduduk (KTP) asli pemilik kendaraan. 

“Lalu saya cari cara. Ke depan kami ingin libatkan SGN, organisasi-organisasi (kemasyarakatan) berperan jadi outlet untuk permudah masyarakat dalam membayar pajak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga menyampampaikan, tentang program Pesantren Obah yang bakal dijalankan pada pemerintahannya bersama Gubernur Ahmad Luthfi. Salah satunya pada bidang pendidikan, untuk mengirim santri-santri terpilih untuk belajar ke luar negeri.

“Pada program Pesantren Obah, kita akan libatkan semua elemen baik dari NU, Muhammadiyah, SGN, dan yang lain. Kita nanti ajak kerja sama,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua SGN Jateng, M Chamzah Hasan mengatakan, akan memperkuat kapabilitas organisasinya dengan merekrut ragam kalangan. Baik dari kalangan akademisi, pengusaha, dan lainnya. Dengan begitu, organisasi ini akan lebih maksimal membantu dan mengawal program prioritas Pemprov Jateng.

“Saya rasa jelas yang disampaikan Pak Wagub tentang program pengentasan kemiskinan, gizi buruk, kita konsentrasi di situ,” katanya.

Dia berharap santri punya peran membantu mengentaskan kemiskinan, salah satu caranya dengan mendata dan menyalurkan dana perbaikan Rumah Tangga Layak Huni (RTLH).

Kemudian untuk guzi buruk, bisa dengan intervensi membuat pos-pos layanan kesehatan di pondok pesantren.

Gubernur Ahmad Luthfi Optimistis Jateng Penuhi Target 11,8 Juta Ton Padi Pada 2025

SUKOHARJO (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis dapat memenuhi target produksi padi sebesar 11,8 juta ton pada 2025. Target tersebut berasal dari lahan dengan luas tanam sebanyak 2.311.660 hektare.

“Jawa Tengah diberikan target (dari pemerintah pusat) 11,8 juta ton. Terhitung bulan Januari-April ini, kita sudah mampu mengelola penanaman padi di wilayah Jawa Tengah seluas 716 ribu hektare, dengan hasil panen 4,09 juta ton. Dari target 11,8 juta ton, apabila kita hitung, maka Jawa Tengah mampu,” kata Luthfi di sela acara panen raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin (7/4/2025).

Panen raya di Kabupaten Sukoharjo tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Panen Raya Serentak 14 Provinsi bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang dipusatkan di Jawa Barat. 

Ahmad Luthfi bersama Bupati Sukoharjo memimpin langsung panen di Sukoharjo menggunakan combine harvester.

Luas panen padi Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 mencapai 1.554.777 hektare dengan produksi sebanyak 8.891.297 ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut berkontribusi nasional sebesar 16,73% atau terbesar kedua setelah Provinsi Jawa Timur. Tahun 2025, target yang dipatok lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Khusus di Kabupaten Sukoharjo, luas tanamnya pada 2024 mencapai 42.441 hektare dengan produksi sebanyak 319.661 ton GKG. Jumlah itu berkontribusi pada produktivitas provinsi sebesar 3,60%. Potensi luas panen padi Kabupaten Sukoharjo pada 2025 diperkirakan mencapai 60 ribuan hektare. Untuk bulan Januari-April 2025 potensi luas panen padi seluas 17.056 hektare dengan prediksi produksi sebanyak 109.571 ton GKG.

Luthfi menjelaskan, dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah, Provinsi Jawa Tengah diproyeksikan menjadi penumpu pangan dan industri nasional. Untuk merealisasikan itu, Pemprov Jateng tidak dapat berjalan sendiri. Membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota, Kodam IV/Diponegoro, Polda Jateng, dan stakeholder terkait lainnya 

“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, ini selaras dengan kebijakan Presiden RI. Pemprov dan Pemda tidak mampu berdiri sendiri. Ada Kodam, Polda, Bulog, BPS, dan seluruh stakeholder yang mendukung kegiatan swasembada pangan ini. Saya yakin kita mampu,” jelas Luthfi.

Ia mengakui, memang ada banyak tantangan dalam merealisasikan target menjadi lumbung pangan dan swasembada pangan tersebut. Mulai dari alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, organisme pengganggu tanaman, gejolak harga pangan, hingga harga beli hasil petani.

Terkait hal itu, mitigasi sudah mulai dilakukan secara bersama-sama. Misalnya untuk stabilisasi harga panen dari petani, harganya sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Bulog selama tahun 2025 juga ikut menyerap hasil produksi petani.

Adapun terkait gangguan terkait hama juga sudah ditangani dengan inovasi dan teknologi baru. Begitu halnya dengan pemenuhan air untuk pertanian.

Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi hasil panen Jawa Tengah pada Januari-April 2025. Capaian dan upaya Jawa Tengah untuk memenuhi target dan mewujudkan lumbung pangan nasional akan menjadi semangat bagi daerah lain.

“Luar biasa kalau bisa mencapai target. Saya percaya ini menjadi semangat bagi kita semua. Kalau kita punya kemampuan mengamankan panen kita, apa pun yang terjadi di luar negeri, kita tidak terlalu terpengaruh,” katanya saat menanggapi laporan hasil panen dari Gubernur Ahmad Luthfi.

Realisasikan Semarang Bersih, Wali Kota Semarang Perbanyak Tempat Pengolahan Sampah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina mendorong peningkatan jumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan saat dirinya meninjau langsung pengolahan sampah di TPS3R Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (7/4/2025).

“Menurut saya inilah yang kita harapkan bisa ada di setiap masyarakat. Belum banyak, tapi saya yakin dengan keteladanan yang diciptakan, lama-lama kota Semarang akan bersih dengan cara seperti ini,” ujar Agustina.

Ia menyebut, melalui pemanfaatan dana Rp 25 juta per RT per tahun, program gotong royong bisa diperluas untuk mewujudkan lingkungan bersih dari titik kampung dan permukiman. Ia pun berharap TPS3R Pedalangan bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain. 

“Yang di sini itu harus kita minta nantinya untuk bisa mengedukasi lingkungan yang lain,” tambahnya.

Agustina juga mengapresiasi sistem pengelolaan sampah skala kecil di TPS3R Pedalangan yang telah memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dijadikan pupuk untuk digunakan di pekarangan warga, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dipilah dan dijual kembali.

“Yang pupuk juga langsung dipakai untuk pekarangan masing-masing. Yang plastik dan kertas, sudah ada pengepul yang menjemput langsung,” ujarnya.

TPS3R Pedalangan sendiri memiliki fasilitas pemilahan dengan mesin press untuk mengurangi volume sampah anorganik serta fasilitas pengomposan yang dilengkapi mesin perajang dan pengayak pupuk. Dari total volume sampah 6 m³ per hari, sekitar 4 m³ berhasil dikurangi setiap harinya.

Sementara itu, Sri Mulyana, pengurus Bank Sampah Sakura sekaligus tokoh ProKlim RW 3 Kelurahan Pedalangan, menyambut positif kunjungan Wali Kota Semarang.

“Dengan beliau melihat langsung yang ada di lapangan, masyarakat akan sangat mendukung program-program pemilahan sampah dan pengelolaan melalui Bank Sampah,” ujarnya.

Sri juga menambahkan, Bank Sampah yang mulai terorganisir sejak 2019 itu masih membutuhkan penguatan kapasitas dan bantuan sarana.

“Kami membutuhkan capacity building dan bantuan sarana yang diperlukan untuk mendorong semakin majunya Bank Sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah di wilayah,” jelasnya.

Saat ini terdapat 23 titik pengolahan sampah di Kota Semarang, terdiri dari 18 TPS3R berbasis masyarakat, 2 TPS3R dikelola DLH, dan 3 TPST skala kota yakni TPST Undip, TPST Unnes, TPST BSB. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk memperbanyak titik pengolahan sampah sebagai solusi di hulu untuk mengurangi beban TPA Jatibarang.

Wali Kota Semarang Apresiasi Fasilitas Mudik Gratis dari TNI AL

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran TNI Angkatan Laut atas penyelenggaraan program mudik dan balik gratis menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin 592.

Pada Minggu (6/4), disampaikan Agustina, sebanyak 1.496 penumpang tujuan Jakarta diberangkatkan dari Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Kita sangat berterima kasih pada TNI AL yang memfasilitasi arus mudik gratis sekeren ini. Jumlah penumpang sangat banyak, lebih dari 1.400, dan semuanya mendapatkan fasilitas lengkap. Ada makan tiga kali, hiburan, ruang perawatan kesehatan, ruang laktasi, dan semuanya dibuat senyaman mungkin. Bahkan penumpang diberi kebebasan untuk menikmati perjalanan sesuai keinginan mereka,” ujar Agustina.

Dalam perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih 24 jam ini, lanjutnya, penumpang juga dibuat nyaman dan aman selama berada di atas kapal.

Ia juga mengapresiasi jumlah petugas yang dikerahkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama pelayaran menuju Jakarta. Kapal perang ini tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga kendaraan bermotor, sehingga sangat membantu para pemudik dalam mobilitas mereka pasca-libur Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Agustina yang menyapa para pemudik di Ruang VIP Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Program, fasilitas dan manfaat yang disediakan luar biasa bagi masyarakat. Saya harap bisa terus dilanjutkan tahun depan. Ini adalah dedikasi luar biasa dari TNI AL, bukan hanya dari segi fasilitas tapi juga perhatian dan kesiapsiagaan yang diberikan,” tambahnya.

Berdasar data dari Komandan Lanal Semarang Letkol Laut (P) Akbar Abdullah, M.Tr.Opsla, layanan arus mudik dan balik gratis bersama TNI AL tahun 2025 ini mengalami peningkatan sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, dari sekitar 1.200 menjadi lebih dari 1.400 penumpang.

Komandan Akbar juga menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung masyarakat yang hendak kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman. 

“Alhamdulillah semua terangkut, tidak ada yang tertinggal. Kami bersyukur program ini bisa berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Meski pada hari terakhir, dibatasi sampai jam 12.00 WIB Alhamdulillah semua pemudik dari Jawa Tengah masuk dan diangkut tidak ada yang tertinggal,” tambahnya.

Siti Khasanah, salah seorang pemudik yang akan kembali menuju ke Jakarta merasa sangat senang dan berterima kasih atas bantuan mudik gratis yang diberikan. “Senang sekali tiap tahun bisa dapat mudik gratis, jadi uangnya bisa buat lebaran dan berbagi dengan saudara di kampung,” kata Siti.

Situasi Lebaran di Jateng Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka sistem satu arah (one way) nasional, pada Arus Balik Lebaran 2025 di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang pada Minggu (6/4/2025).

Penerapan sistem one way nasional itu, mulai dari gerbang Tol Kalikangkung Semarang hingga gerbang Tol Cikampek Utama untuk mengantisipasi kepadatan puncak arus balik Lebaran 2025. 

Sebelum melepas pengguna tol yang melakukan arus balik, Kapolri, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, perwakilan Kementerian Perhubungan, dan Gubernur Jateng menyapa masyarakat sembari membagi bingkisan.

Kapolri mengatakan, one way nasional dilakukan berdasarkan evaluasi bersama antara tim Kementraian Perhubungan, Jasa Marga, dengan jajaran polisi lalu lintas. Menurutnya, sejak Sabtu, 6 April 2025 malam sudah terjadi peningkatan arus kendaraan.

“Karena sudah melebihi rerata, kita putuskan pagi ini oneway nasional mulai KM 414 sampai dengan KM 70. Dilanjut contraflow dari KM 70 sampai KM 36, dan selanjutnya diatur satu lajur dari KM 36,” bebernya. 

Seandainya terjadi kemacetan, pihaknya juga akan menyiapkan alternatif lain, yaitu dengan mengurai melalui tol Cisumdawu. Bahkan, apabila diperlukan, tarif tol melalui jalur tersebut akan digratiskan. 

“Kegiatan one way nasional ini akan terus kita ikuti dinamikanya. Harapannya, pemudik tetap hati-hati, kita berharap mereka bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat,” ucap Kapolri.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan hingga saat ini situasi di Jawa Tengah selama musim Lebaran 1446 H berjalan normal.

“Semuanya normal, bahkan meningkatkan kesejahteraan,” katanya ditemui usai acara.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Posko Terpadu Pemprov Jateng yang mencatat data dari PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB), bahwa sejak 4 April 2025 pukul 06.00 WIB hingga 5 April 2025 pukul 05.59 WIB, jumlah kendaraaan yang melewati gerbang tol Kalikangkung menuju arah Jakarta sebanyak 76.309 kendaraan. 

Volume kendaraan tertinggi terjadi pada H+3 pukul 10.00 sampai dengan 10.59 WIB, dengan 4.371 unit kendaraan. Total arus balik menuju Jakarta hingga H+4 Lebaran sebanyak 365.946 kendaraan.