Home Blog Page 59

Semarang Terima Penghargaan Sebagai Kota Pionir Inklusi Sosial

SEMARANG (lensasemarang.com) – Predikat Kota Semarang sebagai kota inklusif makin bersinar. Terbaru, Pemerintah Kota Semarang sukses menorehkan prestasi gemilang sebagai “Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial” yang diselenggarakan Institute For Democracy and Peace (SETARA) bekerja sama dengan INKLUSI, platform Kemitraan Indonesia-Australia.

Raihan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Semarang terhadap pengarusutamaan inklusi sosial dalam pembangunan.

Direktur Eksekutif SETARA, Halili Hasan, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Agustina, Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang, Joko Hartono, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (6/3/2025) sore.

“Terima kasih, ini prestasi yang membanggakan. Keberhasilan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas kinerja dan capaian pemerintah dalam menjalankan tata kelola yang inklusif guna mencapai kondisi pemenuhan hak-hak warga negara, yang menjadi agenda pembangunan,” kata Wali Kota Semarang Agustina.

Dalam acara tersebut, Kota Semarang mendapatkan skor 3,6 yang merupakan nilai tertinggi, sejajar dengan Kota Bandung, Kota Denpasar, Kota Padang, dan Jakarta Selatan.

Agustina menyebutkan predikat tersebut membuat pihaknya akan terus menempatkan dan menyelaraskan agenda pembangunan inklusi sosial dalam setiap perencanaan pembangunan daerah.

“Inklusivitas menjadi salah satu fokus kami selama menjabat. Tentunya dengan peringkat ini membuat kami makin bersemangat untuk terus menghadirkan lebih banyak ruang-ruang aksesibilitas dan menjamin ketersediaan layanan publik yang nyaman untuk semua, tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Ajang penghargaan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran Indeks Inklusi Sosial Indonesia (IISI) oleh SETARA sebagai apresiasi terhadap kondisi inklusi sosial di tingkat nasional dan di 24 kabupaten/kota di Indonesia.

Inklusi sosial yang dimaksud menitikberatkan pada proses dan upaya untuk memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk mendapatkan akomodasi, peluang dan sumber daya, serta berpartisipasi secara bermakna di seluruh dimensi kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan masyarakat.

Setidaknya ada dua akumulasi penilaian yang diperoleh Kota Semarang, yakni variabel aspirasional yang menggunakan indikator hak atas kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan pribadi, lingkungan yang layak, kebudayaan, dan hak atas pekerjaan yang layak; serta variabel pendekatan dengan empat indikator utama: rekognisi, partisipasi, resiliensi dan akomodasi pada empat subjek (perempuan, disabilitas, minoritas agama dan masyarakat adat).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mendorong dan mengawal adopsi inklusi sosial dalam setiap perumusan perencanaan pembangunan, kebijakan daerah, dan rencana kerja. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk satu langkah lebih dekat mewujudkan salah satu visi Kota Semarang sebagai kota inklusif,” ujarnya.

Ciptakan Semarang Inklusif, Agustina-Iswar Mulai Bangun “Rumah Inspirasi”

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina terus merealisasikan program-program 100 hari pertama masa kerjanya bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Komitmen dan keseriusan untuk menjalankan program itu terlihat saat keduanya hadir bersama dalam peletakan batu pertama pembangunan Rumah Inspirasi di Kantor Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Jumat (14/3/2025).

Rumah tersebut merupakan komitmen Agustina-Iswar untuk mewujudkan Semarang Inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas.

“Rumah Inspirasi ini bukan soal bangunan berukuran 6×15 meter, tapi lebih tentang tempat tinggal berpenghuni, penuh kehangatan, kedamaian, dan bergotong royong untuk membantu serta mendukung teman-teman disabilitas dapat maju bersama. Jadi yang kami buat itu home, bukan house,” kata Agustina.

Dirinya menyebutkan alasan pemilihan Kecamatan Mijen sebagai pilot project pembangunan Rumah Inspirasi. Menurutnya, selain upaya pemerataan infrastruktur pembangunan Kota Semarang, juga mendekatkan akses penyandang disabilitas dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mijen.

“Karena dekat dengan RSUD Mijen, harapannya bisa memudahkan teman-teman disabilitas mendapatkan layanan kesehatan di sana, baik fisik maupun mental, sekaligus memacu Pemerintah Kota Semarang untuk membangun dan memperkuat RSUD Mijen menjadi rumah sakit yang besar, lengkap, dan modern,” ujarnya.

Agustina mengakui bahwa Kota Semarang telah memiliki sejumlah inovasi bangunan yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan, anak, dan disabilitas seperti Rumah Duta Revolusi Mental, pusat pembelajaran keluarga “Puspaga Semar”, Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak, Rumah Difabel “Semar Cakep, dan Rumah Layanan Autis. Namun, layanan tersebut masih berada di Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Pedurungan, sementara 14 kecamatan lainnya belum memiliki fasilitas serupa.

“Kami ingin membangun fasilitas layanan yang mengintegrasikan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam rangka menciptakan masyarakat yang adil dan setara. Oleh karenanya, Kecamatan Semarang Barat, (Kecamatan) Pedurungan, dan 14 kecamatan lainnya nanti kami bangun Rumah Inspirasi secara bertahap selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan telah membuat skema program Rumah Inspirasi yang menekankan pada aspek pendidikan, kreativitas, pemberian motivasi, dan pelatihan bagi penyandang disabilitas yang terintegrasi dengan layanan kesehatan.

“Konsep Rumah Inspirasi ini menitikberatkan pada edukasi, konseling, terapi, dan rujukan ke fasilitas lanjutan. Nanti, dibuat ruangan-ruangan agar anak-anak inklusi yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah umum, mereka bisa menerima pelajaran di sini. Selain itu, ada kegiatan yang bisa meningkatkan kreativitas, kapasitas, dan kapabilitas mereka sesuai dengan passion masing-masing, serta layanan kesehatan fisik dan mental,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina mengungkapkan suka citanya atas keberhasilan Dinas Sosial Kota Semarang dan Kecamatan Mijen mengkomunikasikan Rumah Inspirasi kepada sejumlah pihak, seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMSI) Kota Semarang, Himpunan Masyarakat Inklusi, hingga para orang tua yang memiliki putra-putri disabilitas.

Bahkan, baru beberapa hari kepemimpinannya berjalan, Kota Semarang menerima penghargaan sebagai Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial dari Setara Institute dengan skor tertinggi sebesar 3,6, sejajar dengan Kota Bandung, Kota Denpasar, Kota Padang, dan Jakarta Selatan.

“Kami mohon dukungannya untuk Rumah Inspirasi sebab kami tidak bisa menjalankan ini sendirian. Mudah-mudahan ini menjadi jawaban masyarakat atas harapan mewujudkan Kota Semarang yang sudah hebat makin hebat lagi,” pungkas Agustina.

Gubernur Jateng Upayakan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Pacu Kuantitas Ekspor

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengupayakan realisasi revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang guna memacu kuantitas layanan distribusi ekspor barang dari provinsi setempat. 

“Pelabuhan Tanjung Emas akan kita koordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, sebagai upaya revitalisasi,” kata Luthfi saat menerima audiensi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jateng, dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di kantornya pada Jumat (14/3/2025).

Revitalisasi itu penting dilakukan, karena untuk menjaga keseimbangan antara meningkatnya arus logistik barang dengan kapasitas layanan ekspor di Tanjung Emas.

Apalagi, saat ini banyak industri yang berkembang di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal (KIK), Jatengland Industrial Park Sayung (Demak), dan lainnya. 

Berdasarkan masukan dari sejumlah pengusaha, beberapa hal yang perlu dilakukan revitalisasi di pelabuhan Tanjung Emas diantaranya: pendalaman dermaga, perluasan transit kontainer, parkir truk, dan lainnya. Tujuannya untuk menunjang kegiatan ekspor produk dari Jawa Tengah yang trennya kian meningkat. 

Dengan adanya revitalisasi pelabuhan tersebut, lanjut Luthfi, diharapkan para pengusaha tidak mengirimkan produknya melalui pelabuhan-pelabuhan di luar Jateng. 

“Akan kami undang PT Pelindo, agar ke depan Pelabuhan Tanjung Emas bisa punya daya saing. Minimal seperti (Pelabuhan) di Jawa Timur,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum ALFI, Teguh Arif Handoko menambahkan, hal-hal yang perlu dilakukan revitaslisasi pada pelabuhan tersebut diantaranya pengerukan sedimen lumpur di kawasan dermaga dan alur pelayaran, serta perluasan dermaga. 

Revitalisasi kawasan pelabuhan diharapkan bisa mendukung lalu lintas kapal kargo dengan ukuran yang lebih besar. 

“Ini bisa menambah volume pelayanan di Tanjung Emas. Kita harapkan semua (kontainer) yang keluar dari Industri di Pantura Jateng bisa ekspor melalui Tanjung Emas. Jangan sampai ada Kawasan Industri yang ekspornya melalui Jatim, Jabar, atau Jakarta,” kata dia. 

Menurut dia, peningkatan layanan logistik distribusi ekspor di Tanjung Emas dirasanya begitu penting dalam 1-2 tahun kedepan. Hal itu untuk menunjang kebutuhan layanan ekspor, karena semakin berkembangnya kawasan industri di Jateng. 

Melansir data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, nilai ekspor provinsi tersebut pada Januari 2025 mencapai 965,55 juta USD dengan volume ekspor 314,31 ribu ton. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 3,29 persen secara Year on Year (YoY) dari Januari 2024. 

Capaian ekspor pada Januari 2025 didominasi sektor nonmigas, yakni industri pengolahan sebanyak 938,51 juta USD, migas 15,98 juta USD, pertambangan dan lainnya 0,12 juta USD, serta pertanian 10,94 juta USD.

Dicurhati Nelayan Tentang Solar, Gubernur Jateng Upayakan SPBU Khusus Nelayan 

CILACAP (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berupaya mengangkat kesejahteraan masyarakat nelayan dengan berbagai cara, salah satunya mendekatkan akses layanan bahan bakar solar kepada para nelayan. 

Upaya itu disampaikan langsung oleh Ahmad Luthfi saat menanggapi curhatan perwakilan nelayan pada acara Ngopi Barang Pak Luthfi (Ngopfi) di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu (12/3/2025) malam.

Salah seorang nelayan asal Cilacap, Yoga menyatakan, seringkali para nelayan di daerah Cilacap kekurangan solar untuk kebutuhan melaut. 

“Saya mewakili teman-teman nelayan, minta tolong agar solar subsidi ditambah, karena sering sekali rebutan solar,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Yoga juga mengeluhkan kualitas solar yang dibelinya di daerah tersebut. Ia menilai, kualitas solarnnya kurang baik. 

“Mumpung ada Pak Gubernur dan Bupati, ada dari Pertamina juga, tolong diperhatikan,” ujarnya.

Mendengar keluhan itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi langsung menanggapi dan mengatakan bahwa solar subsidi untuk nelayan memang harus tersedia secara maksimal agar para nelayan ini bisa lebih berdaya. 

“Solar bersubsidi itu kan kebijakan pemerintah, nanti akan kita cek ke lapangan apakah itu sudah tepat sasaran apa belum,” kata Luthfi.

Mantan Kapolda Jateng tersebut menyampaikan, pemerintah akan berupaya untuk membuat SPBU yang dekat dengan tempat-tempat di mana nelayan berada. 

“Jadi akan ada beberapa SPBU yang kita tempatkan di muara dan lain sebagainya. Petanya sudah ada, termasuk di wilayah kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyerap aspirasi dari masyarakat di pesisir Cilacap lainnya.

Aspirasi lain yang disampaikan oleh warga adalah pemanfaatan lahan seluas 18 hektare bekas tambak udang. Lahan itu diketahui milik TNI yang sebelumnya sempat dikelola oleh pengusaha udang namun saat ini terbengkalai. Sejumlah warga minta agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para petani. 

Mengenai hal ini, Luthfi akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar lahan tersebut bisa digunakan menjadi lebih produktif. Khususnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kalau itu milik Kodam, kami akan berkoordinasi dengan mereka,” kata Luthfi menanggapi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memiliki program pemanfaatan tambak yang tidak terpakai. Setidaknya untuk wilayah Jawa Tengah akan mendapatkan bantuan sekitar 15 ribu hektare pemanfaatan kembali tambak terbengkalai.

“Kami sudah koordinasi dengan kementerian untuk di Pantura dan daerah pantai lainnya di Jawa Tengah, akan dibantu 15 hektare tambak tidak terpakai untuk dimanfaatkan ternak Nila Salim. Itu program pemerintah pusat,” kata Luthfi.

Indosat Perkuat Jaringan di Jawa Selama Ramadhan

SEMARANG – Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Indosat menggelar Ekspedisi Jaringan Andal guna memantau performa jaringan, sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan serta cakupan layanan di berbagai titik keramaian.

Langkah ini guna memastikan pelanggan Indosat tetap menikmati koneksi yang stabil dan andal dimanapun mereka berada salama Ramadhan dan saat mudik lebaran 1446 Hijriah/2025.

Ekspedisi Jaringan Andal melibatkan dua rute utama, yakni Jakarta-Lampung-Palembang dan Jakarta-Jogja-Malang.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mengatakan pentingnya konektivitas selama bulan Ramadan dan Idulfitri atau Lebaran. Maka, ia ingin memastikan pelanggan indosat dapat menikmati layanan yang stabil, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga, beribadah, maupun menjalankan aktivitas digital lainnya.

“Dengan jaringan yang kuat dan andal, Indosat menjamin setiap pelanggan dapat tetap terhubung tanpa hambatan hingga perayaan hari raya Idulfitri,” kata Vikram dalam keterangan tertulis, Rabu 12 Maret 2025.

Indosat tidak hanya hadir untuk menyediakan konektivitas, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan di momen penuh berkah.

Di momen Ramadan ini, Indosat kembali mengenalkan Unparalleled Network Services Guaranteed, yang merupakan upaya Indosat memberikan jaminan akan jaringan yang terintegrasi dan dikelola dengan teknologi mutakhir.

“Hal ini menegaskan komitmen Indosat dalam menghadirkan jaringan berkualitas tinggi bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.

Indosat memproyeksikan lonjakan trafik data nasional tertinggi harian selama Ramadhan 2025 akan mencapai 14,6% dibandingkan rata-rata trafik harian, dengan puncaknya terjadi menjelang Idulfitri.

Untuk mengantisipasi lonjakan ini, dari sisi kesiapan infrastruktur jaringan, Indosat meningkatkan kapasitas jaringan melalui optimalisasi BTS (Base Transceiver Station), MBTS (Mobile Base Transceiver Station), serta pemantauan trafik secara real-time.

Optimalisasi ini mencakup 632 titik keramaian (Point of Interest/POI), 68 rute strategis, 29 jalur tol, 30 jalur non-tol, dan 9 jalur kereta api.

Sementara, SVP Head of Tecknology Java, Yose Verianto menyatakan, untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lonjakan trafik data diproyeksikan mencapai 13,1% dibandingkan rata-rata tertinggi trafik harian.

“Pada saat hari raya Idulfitri bahkan diperkirakan mencapai 26%, tertinggi akan terjadi di area Cilacap, Brebes, Klaten, Pemalang, disusul Kebumen,” ujarnya dalam media update di Hotel Tentrem Semarang, Selasa 11 Maret 2025.

Terdapat 70 POI di wilayah Jateng dan DIY yang mengalami peningkatan kapasitas, seperti Malioboro, Dieng, Tawangmangu, Guci, Pantai Indrayanti, Borobudur, dan Baturaden.

Tidak ketinggalan, Indosat juga melakukan peningkatan kapasitas pada sejumlah rest area jalan tol hingga seluruh stasiun, bandara, dan terminal di Provinsi Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk mendukung komunikasi pelanggan, dilakukan peningkatan jaringan dengan menambah kapasitas di 1.900 sites BTS di wilayah Jawa Tengah, atau sekitar 31% dari keseluruhan sites BTS di wilayah ini.

Selain itu, cakupan diperluas melalui penambahan 11 mobile BTS diantaranya di Dieng, Kendal, Salatiga, Batang, juga Kudus. Indosat juga menyiagakan command center di gedung kantor Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Seiring tren peningkatan layanan digital, beberapa aplikasi diperkirakan mengalami peningkatan penggunaan tertinggi selama Ramadan, termasuk TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Sedangkan Mobile Legends, Roblox, Free Fire, PUBG, dan Call of Duty diprediksi menjadi game paling populer selama periode ini.

Indosat Berbagi Kebahagian Kepada Marbot Untuk Peningkatan Ekonomi

SEMARANG – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui program marbot berdaya, kembali berbagi kebahagiaan kepada 200 keluarga penjaga masjid atau marbot yang tersebar di 58 lokasi seluruh Indonesia di bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025.

Program Marbot Berdaya yang berkolaborasi dengan anak perusahaan Lintasarta, Artajasa, BDX serta lembaga Zakat Infaq dan Sodakah (ZIS) Indosat, merupakan pemberdayaan ekonomi lokal untuk para marbot masjid di seluruh Indonesia.

Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhonegoro mengatakan, melalui program Marbot Berdaya ingin memberdayakan masjid beserta keluarga.

Tidak hanya melalui bantuan ekonomi tetapi juga menciptakan peluang usaha berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Fahd, Rabu 12 Maret 2025.

Dengan mendukung para marbot dan keluarganya, Indosat turut memperkuat fondasi sosial masyarakat Indonesia.

“Kami melanjutkan inisiatif nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya

Inisiatif ini dirancang untuk memberikan peluang ekonomi bagi para penjaga masjid atau marbot beserta keluarganya, dengan menyediakan modal usaha secara inklusif.

Melalui inisiatif ini, Indosat sekaligus mendukung mereka dalam meningkatkan taraf hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mandiri.

“Upaya yang kami lakukan selama Ramadhan ini sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi yang membutuhkan serta memperkuat nilai kebersamaan di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.

SVP Head of Region Central Java IOH, Joko Tri Wibowo menjelaskan program Marbot Berdaya di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebar di 15 lokasi.

Ke-15 lokasi itu antara lain dari Kudus, Semarang, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Pati, Salatiga, Solo, Karanganyar, Klaten, Magelang, Kebumen, hingga Purwokerto, dan di DIY yakni kota Jogja serta Sleman.

Sementara, Marbot Masjid Jami, Al Quba Krajan Bandengan Kendal, Sholihin (56) mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan wirausaha yang diberikan oleh Indosat.

“Saya dan keluarga bisa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan usaha warung saya sambil tetap menjaga dan merawat masjid,” ujarnya.

Dia berharap warungnya berkembang untuk dapat menopang kebutuhan keluarga, sehingga dapat terus menjalankan tugas sebagai marbot untuk melayani umat.

“Jadi marbot amanah besar dengan tanggung jawab, mulai dari membuka dan menutup masjid hingga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan ibadah,” kata Sholikin yang telah 10 tahun menjadi marbot.

Wali Kota Semarang Bebaskan Retribusi Pemanfaatan Kantor Kecamatan/Kelurahan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali klKota Semarang Agustina membebaskan retribusi bagi masyarakat yang hendak mempergunakan fasilitas publik utamanya kantor kecamatan dan kelurahan di wilayah masing-masing.

Hal tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendukung implementasi Program Prioritas 100 Hari Kerja yang ke lima yaitu Semarang Inklusif.

“Berbagai macam aduan disampaikan bahwa masyarakat mau pakai ruangan kecamatan saja disuruh bayar. Maka saya mohon Pak Sekda nanti supaya mempersiapkan revisi Perwal yang mengatur pembebasan retribusi bagi masyarakat yang akan mempergunakan ruang-ruang publik di dalam kantor Kecamatan dan Kelurahan,” kata Agustina di Gedung Moch. Ichsan Balaikota Semarang, Senin (10/3/2025).

Pembebasan retribusi ini diharapkan akan mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan ruang publik secara maksimal. Ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkot Semarang agar masyarakat semakin mudah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang positif.

“Kecuali kita punya aula khusus untuk pernikahan, nah itu berbeda. Kalau ruang kerja (di kantor kelurahan dan kantor kecamatan) yang digunakan untuk masyarakat itu tidak usah bayar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Penjabat Sekda Kota Semarang Mochamad Khadhik menjelaskan jika pembebasan retribusi ini sudah sesuai Pasal 60 Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 61 Tahun 2024 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Jasa Usaha. 

Pihaknya kini tengah mengerjakan administrasi yang diperlukan untuk merevisi aturan yang ada.

“Nanti Bapenda akan membuat memo sekaligus konsep surat edaran untuk OPD termasuk Kecamatan dan Kelurahan tentang pembebasan retribusi untuk tempat-tempat yang memang digunakan untuk kegiatan masyarakat,” kata Khadhik.

Meski demikian, dirinya menekankan bahwa tidak semua ruang publik yang menjadi aset Pemerintah Kota Semarang akan bebas dari retribusi. 

Pembebasan retribusi ini difokuskan pada kantor kelurahan dan kantor kecamatan. Adapun kegiatan yang diperkenankan untuk bisa mendapatkan pembebasan retribusi ini adalah yang bersifat non-komersial.

“Kalau kegiatan yang sifatnya komersial jelas tetap kena retribusi. Sedangkan untuk kemaslahatan masyarakat misalnya pengajian atau kegiatan-kegiatan pertemuan dalam rangka mendukung program pemerintah misalnya masalah pilah sampah dan sebagainya ya (gratis). Jadi istilahnya yang nonkomersial,” ujarnya.

Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat, Gubernur Jateng Mulai Siapkan Lahan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bakal dibangun di Jawa Tengah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mengidentifikasi lahan maupun gedung yang bisa digunakan untuk sekolah gratis tersebut. 

“Sasaran utama Sekolah Rakyat adalah calon siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau dari keluarga rentan kemiskinan. Sekolah ini nanti gratis,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di sela Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pembentukan Sekolah Rakyat di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (12/3/2025).

Dikatakan dia, lahan yang diidentifikasi ini tidak harus aset milik Pemprov Jateng, namun juga bisa dari pemerintah kabupaten/kota. Rencananya, pembangunan sekolah maupun revitalisasi gedung untuk sekolah ini dilakukan pada tahun 2025 yang berasal dari APBN. 

Untuk menyiapkan lahan guna membangun sekolah tersebut tidaklah mudah sebab luas lahan yang harus disiapkan sebagaimana ditentukan oleh Kementerian Sosial sebanyak 5- 10 hektare.

Luthfi mengaku, Pemprov Jateng mendukung penuh program tersebut karena hingga kini masih ditemukan banyak warga yang putus sekolah. Bahkan, masih ada banyak gedung sekolah di Jateng yang perlu dilakukan perbaikan. 

Menurutnya, adanya Sekolah Rakyat itu akan berperan besar dalam memotong mata rantai kemiskinan di Jateng melalui sektor pendidikan. Sebagai catatan, angka kemiskinan di Jateng masih di angka 9,58 persen.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, program sekolah rakyat mulai dijalankan pada tahun ajaran 2025/2026. Untuk tahap awal, akan dimulai dari aset-aset milik Kemensos sebagai lokasi sekolahnya.

Sistem sekolah ini modelnya boarding school (asrama). Kurikulum yang digunakan sebagaimana sekolah unggulan, namun penekanannya adalah pendidikan karakter.

Terkait lahan yang disediakan Pemprov maupun Pemkab, ia belum bisa mengatakan status kedepannya. Ketentuannya masih menunggu finalisasi.

“Seminggu yang akan datang, akan diketahui berapa dari Jateng yang sudah siap. Bisa dalam bentuk gedung yang direvitalisasi atau tanah. Kami tunggu usulan sampai 21 Maret 2025,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Wali Kota Semarang Dukung Usulan YB Mangunwijaya Jadi Pahlawan Nasional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina mendukung usulan sosok Romo YB Mangunwijaya sebagai Pahlawan Nasional.

Hal itu disampaikan Agustina saat melakukan prosesi giat Misa Kudus di Gereja Katedral Semarang dan didampingi Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Senin (10/3/2025).

Saat diwawancara, Agustina juga menyampaikan, jika mendengar nama Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang akrab disebut YB Mangunwijaya, sosoknya tidak hanya dikenang sebagai Romo di Keuskupan Agung Semarang.

Namun, namanya juga dikenal sebagai budayawan, arsitek, penulis, aktivis sosial, dan pembela orang kecil.

“Beliau adalah pejuang kekinian ya. Beliau hidup di antara dua zaman yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Ketika masa perjuangan kemerdekaan beliau menjadi tentara rakyat Indonesia. Tetapi setelah Indonesia merdeka, beliau tidak berhenti berjuang,” kata Agustina.

Sebagai seorang Romo, Agustina menilai bahwa semasa hidup Mangunwijaya sering memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

“Beliau ini gembala yang tidak hanya menggembala domba-dombanya di altar ya karena dia adalah Romo tetapi langsung terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Pada masa pemerintahan Soeharto, dia sering terlibat dalam kegiatan aktivisme untuk membela hak-hak rakyat. Sementara dimasa penjajahan dirinya juga berjuang untuk kemerdekaan.

“Contohnya adalah ketika beliau berada di Kalijode kemudian membela hak teman-teman yang pada saat pembangunan Waduk Kedung Ombo,” katanya.

Sebagai seorang penulis, dirinya tentunya banyak melahirkan karya-karya yang mampu menggerakan hati para pembacanya.

“Karyanya tulisannya berbagai macam termasuk di antaranya novel yang paling saya sukai itu Burung-Burung Manyar itu adalah menggerakkan mencerahkan pikiran manusia. Ini yang mungkin orang enggak begitu aware ya. Tahunya kan selalu hal yang monumental gitu,” terangnya.

Dengan begitu, dirinya menilai bahwa sosok YB Mangunwijaya sangat pantas jika disandangkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Menurut saya pengusulan Romo Mangun Wijaya sebagai pahlawan nasional adalah sesuatu yang sangat baru yang mungkin belum pernah ada ya. Tentara Nasional, penggerak, dia juga pastor dan seorang penulis. Ini unik menurut saya sih,” tandasnya.

Wagub Jateng Minta Perusahaan Berikan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta kepada seluruh perusahaan di wilayahnya, agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran atau Idul Fitri 2025. 

“Kepada para perusahaan, saya mohon, karena ini menjelang lebaran, tolong disegerakan untuk pembayaran THR,” kata Taj Yasin usai mengikuti agenda tarawih keliling di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Senin (10/3/2025) malam.

Taj Yasin menjelaskan, pemberian THR tepat waktu merupakan kewajiban dari perusahaan kepada karyawannya. THR yang diberikan lebih awal dari batas waktu juga akan membantu perekonomian.

“Kita perlu juga mengungkit perekonomian,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini. 

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan mekanisme pemberian THR pada Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 10 Maret 2025. Ia menyampaikan agar THR bagi pekerja swasta, BUMN, BUMD, diberikan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Presiden, keputusan tersebut diambil pemerintah setelah melakukan rapat beberapa kali dengan para menteri. Detil dari pemberian THR yang harus dilakukan oleh perusahaan, baik kepada pekerja swasta maupun pekerja BUMN dan BUMD akan disampaikan melalui surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan.

“Besaran dan mekanismenya disampaikan dari Menteri Ketenagakerjaan melalui surat edaran,” kata Prabowo saat mengumumkan.