Home Blog Page 61

Gubernur Jateng Dorong Revitalisasi Pasar Boja Kendal

KENDAL (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapatkan aspirasi dari sejumlah pedagang agar dilakukan perbaikan Pasar Boja, Kabupaten Kendal. 

Aspirasi itu didengarkan saat Ahmad Luthfi berkunjung di pasar tersebut pada Jumat (7/3/2025).

Salah seorang pedagang Pasar Boja, Sumirah menyampaikan, keluhannya atas kondisi pasar tersebut. Sebab, banyak bagian bangunan yang perlu diperbaiki. 

“Kalau hujan, ada genangan di dalam kios-kios pasar,” kata dia. 

Sebab, kondisi atap pasar yang berbahan seng, tampak dalam kondisi bolong-bolong dan berkarat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi mendorong agar pasar tersebut dilakukan revitalisasi demi kenyamanan pedagang maupun pembeli. 

“Prinsipnya perlu revitalisasi pasar. Ini ada Ibu bupati (Kendal) dan Pak Wakil bupati, nanti didorong (revitalisasi) pakai anggaran perubahan,” ujarnya.

Dengan revitalisasi pasar itu, diharapkan!kondisi sarana pendukung perekonomian di wilayah itu bisa lebih baik.

“Sehingga di wilayah Boja ini, pasarnya lebih representatif untuk masyarakat,” kata dia. 

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menambahkan, pemerintah kabupatan akan mengeksekusi rencana tersebut melalui anggaran perubahan.

“Insya Allah pada anggaran perubahan nanti bisa dianggarkan (untuk revitalisasi Pasar Boja). Insya Allah tahun ini ada pelaksanaan revitalisasi,” katanya.

Ia mengatakan, peremajaan fisik pasar tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran berkisar Rp2 miliar. 

Untuk diketahui, Pasar Boja yang merupakan pasar tipe A yang mampu menampung 1.142 pedagang. Omzet perputaran ekonomi di pasar tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp22,935 miliar perbulan, dan setiap tahunnya sebesar kurang lebih Rp275,266 miliar. 

Kondisi pasar Boja perlu direvitalisasi, terutama pada bagian atap dan saluran pembuangan air, agar memberi kenyamanan pedagang.

Lebih lanjut, dalam kunjungan kerja itu, Ahmas Luthfi sekaligus mengecek harga-harga sejumlah komoditas bahan pokok jelang Hari Raya Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025. Berdasarkan pantauannya, belum ada kenaikkan harga yang cukup signifikan.

Gubernur Ahmad Luthfi Gagas Forum Kolaborasi Demi Pembangunan Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggagas adanya forum kolaborasi di wilayahnya sebagai upaya menjalin kerja sama dalam pembangunan Jateng.

Forum kolaborasi tersebut antara lain meliputi Forum Senayan yang berisi anggota DPR RI asal Jateng, Forum Menteri dan Wakil Menteri asal Jateng, Forum Berlian (DPRD Jateng), Forum Partai Politik, Forum Cendekia, Forum Non Government Organisation (NGO), dan Forum Organisasi Masyarakat (Ormas). 

“Kita akan merapatkan barisan. Kita tidak bisa berdiri sendiri, kita harus punya forum kolaborasi yang akan diciptakan nanti,” kata Luthfi saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Kamis (6/3/2025).

Dikatakan dia, banyak tokoh politik asal Jawa Tengah yang menjadi Menteri dan Wakil Menteri, begitu juga anggota DPR dari berbagai fraksi. 

Lebih lanjut, Luthfi juga sudah berkoordinasi dengan sekitar 37 rektor universitas di Jawa Tengah untuk ikut terlibat dalam beberapa kegiatan. Salah satunya dalam mengawal program-program pemerintah provinsi Jawa Tengah.

“Dengan begitu kita memiliki nilai dan daya saing yang tinggi dibandingkan provinsi lain,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI, M Toha, mengatakan ,forum Senayan dan forum kolaborasi tersebut sangat penting dan strategis dalam upaya memajukan Jawa Tengah. Ia mengaku selama empat periode menjadi anggota DPR, baru kali ini ada Gubernur yang menggagas forum tersebut. 

“Itu sangat penting, strategis, dan bagus. Semua berkontribusi menyelesaikan masalah,” katanya.

Dua Minggu Pasca Dilantik, Wali kota Semarang Agustina Gerak Cepat Tangani Keluhan Jalan Berlubang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah ruas Kota Semarang yang mengalami kerusakan. 

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Kamis (6/3/2025), Pemkot Semarang mulai melakukan proses perbaikan jalan bergelombang di depan shelter BRT Jalan Pemuda sepanjang 40 x 3.5 m. 

Menurut Kepala DPU Kota Semarang, Soewarto, perbaikan dimulai dengan betonisasi dan akan berlangsung kurang lebih 20 hari ke depan guna memastikan kekuatan dan umur beton.

“Mulai hari ini kita cutting dulu sepanjang 40 m x 3,5 m, kita ganti dengan beton. Kurang lebih dibutuhkan waktu 20 hari ke depan guna memastikan umur dan kualitas beton sempurna,” katanya.

Tak hanya di shelter BRT Jalan Pemuda saja, pihaknya juga akan melakukan survei dan pengecekan pada halte lain untuk memastikan kebutuhan perbaikan pada masing-masing wilayah. 

“Betonisasi atau cukup dengan penambalan area rusak saja, akan disesuaikan dengan kondisi jalan,” ujarnya.

Warga masyarakat pun berharap agar perbaikan ini nantinya menjadikan jalan lebih baik, tidak bergelombang atau berlubang dan lebih aman digunakan. 

“Kami berharap jalan yang diperbaiki bisa berfungsi dan lebih efektif dengan jangka umur teknis yang cukup lama,” ujar salah satu warga, Hartono.

Setelah adanya ketersediaan material pada pertengahan Februari lalu, DPU Kota Semarang telah siap melaksanakan sejumlah perbaikan infrastruktur jalan yang sempat beberapa kali dikeluhkan oleh warga masyarakat maupun netizen di media sosial.

Dicontohkannya, perbaikan dan pelapisan jalan untuk ruas jalan arteri Soekarno Hatta dan jalan berlubang di sekitar SMKN Grafika Banyumanik telah dilakukan.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan DPU Provinsi Jawa Tengah guna perbaikan ruas jalan depan ADA Majapahit hingga lampu lalu lintas Fatmawati yang memang merupakan kewenangan Provinsi.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang ada di ruas kota Semarang dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” lanjut Soewarto.

Saat ini, pihaknya juga akan memastikan kelayakan dan keamanan infrastruktur jalan terlebih menjelang mudik dan hari raya Idul Fitri akhir Maret mendatang.

Perbaikan infrastruktur jalan yang ada di Kota Semarang terbagi dalam sejumlah kewenangan yakni pemerintah kota oleh DPU dan Disperkim, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. 

Pihaknya pun melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan sejumlah pihak untuk memastikan perbaikan infrastruktur jalan yang berada di luar kewenangan Kota Semarang sehingga dapat segera dilaksanakan.

Untuk perbaikan jalan yang menjadi kewenangan, DPU secara berkala melakukan penyisiran, pemantauan, dan perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kota Semarang. 

Sedangkan untuk ruas jalan di luar kewenangan Pemkot, pihaknya melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak provinsi maupun pusat.

Menurut Soewarto, pemantauan ruas jalan dilakukan oleh 4 UPTD DPU Kota Semarang yang meliputi UPTD 1 Semarang Barat sampai Mijen, UPTD 2: Semarang Tengah, UPTD 3: Semarang Timur dan UPTD 4: Semarang Selatan hingga wilayah Gunung Pati. Selain itu, pihaknya juga terbuka dengan aduan dan masukan warga baik melalui kanal aduan ataupun media sosial.

Buka Pendidikan SIPSS Gel I/2025, Gubernur Akpol : Selesaikan Pendidikan Dengan Baik dan Tepat Waktu

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sebanyak 100 siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) gelombang I tahun anggaran 2025 yang terdiri dari 67 putra dan 33 putri mengikuti upacara pembukaan pendidikan di Lapangan Bhayangkara Akpol, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (6/3/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Gubernur Akpol Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar yang dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada 100 siswa yang telah dinyatakan lulus SIPSS gelombang I tahun 2025.

“Saya percaya kalian dapat menyesuaikan pendidikan ini dengan baik, tepat waktu, dan berprestasi untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” katanya.

Irjen Pol Krisno juga mengingatkan agar para dosen, pelatih, instruktur, dan pengasuh yang terlibat dalam pendidikan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, profesional, berintegritas, serta mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada seluruh siswa SIPSS gelombang I tahun 2025.

Ditemui usai apel, Irjen Pol Krisno mengatakan Akpol adalah pusat keberagaman karena di Bumi Bhayangkara ini para siswa berasal dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda.

“Tahun ini ada keunikan juga karena ada keberagaman dari segi agama atau kepercayaan di mana salah satu dari siswa SIPSS ada yang beragama Konghucu pengiriman dari Polda Metro Jaya. Di sini dia dengan teman-temannya hidup berbaur sebagai praktek awal sebelum nanti ditempatkan setelah menyelesaikan pendidikan,“ ujarnya.

SIPSS merupakan jalur pendidikan khusus bagi Iulusan D-4, S-1, maupun S-2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri.

Sebelumnya, para calon siswa SIPSS menjalani seleksi tingkat pusat sejak 14 Februari 2025. Total ada 210 siswa lolos seleksi dan menjalani pendidikan dalam dua gelombang.

Apel ini juga diikuti sejumlah Pejabat Utama Akpol, Pejabat Utama Mabes Polri dan ketua Bhayangkari cab. 04 Akpol

Terima PKL KIW, Wali Kota Semarang Siapkan Solusi Untungkan Semua Pihak

SEMARANG (lensasemarang.com) – Menjawab keluhan dari para pedagang kaki lima (PKL) Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Wali Kota Semarang Agustina akan memborong dagangan mereka yang tak bisa berjualan di kawasan.

Menurut Agustin, hal itu menjadi solusi sementara yang ditawarkan sembari menunggu negosiasi dan komunikasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Kita petakan masalah tapi dari masalah itu kita harus memberi relaksasi kontribusi dan solusi masalah mereka,” kata Agustin usai menerina audiensi dengan PKL KIW, di Lantai 8 Gedung Moch Ichsan, Balai Kota Semarang, Rabu (5/3/2025).

Dirinya menjelaskan, jika kewenangan Pemerintah Kota Semarang adalah menangani PKL yang membutuhkan ruang untuk berjualan. Hanya saja, dalam persoalan ini berkaitan dengan kawasan industri.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan negosiasi dan komunikasi dengan menginstruksikan lurah, camat, dan Dinas Perdagangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Namun, dalam masa itu tidak bisa selesai satu dua hari. Pasti lama karena itu kawasan yang punya ketentuan tertentu,” ujarnya.

Kendati demikian, persoalan pedagang tidak bisa berjualan menjadi hal yang urgen untuk segera dicari solusinya sehingga ia meminta pedagang tetap menyiapkan dagangan.

Nantinya, Pemerintah Kota Semarang akan membeli dagangan mereka sebanyak 40 porsi setiap pedagang.

“Tapi bagi saya yang urgent hari ini mereka tidak bisa jualan. Jadi, saya minta mereka tetap memasak, jualan, lalu saya beli, pemkot yang beli,” katanya.

Makanan tersebut, lanjut Agustina, akan dibagikan kepada masyarakat dan menjadi upaya yang tepat di bulan Ramadhan.

“Kan ini bulan Ramadhan, waktunya berbagi. Ini ada nasi bungkus, nasi rames, karena dijual di kawasan, pasti rasanya enak juga. Lalu, kita bagikan. Ini solusi sementara dari kami karena kawan-kawan PKL tidak bisa jualan sampai berapa hari belum tahu,” ujarnya.

DPU Kota Semarang Siapkan Pembetonan Jalur BRT Halte Jalan Pemuda

SEMARANG (lensasemarang.com) – Merespon keluhan masyarakat terkait kondisi jalur bus di halte Trans Semarang Jalan Pemuda yang bergelombang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang segera menyiapkan solusi permanen berupa pembetonan untuk memastikan ketahanan jalur dan kenyamanan pengguna transportasi umum.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menyatakan bahwa pembetonan ini merupakan langkah permanen setelah sebelumnya dilakukan penambalan dengan aspal.

“Kalau halte ini yang rusak parah kan di Jalan Pemuda. Memang kemarin kami sudah lakukan penambalan untuk perataan,” ujar Suwarto di kantornya, Selasa (4/3/2025).

Dirinya menambahkan, proses pembetonan akan dimulai pada Kamis (6/3/2025) dan dikerjakan secara bertahap di beberapa halte yang mengalami kerusakan.

“Nanti (oleh Dishub) untuk sementara akan diarahkan ke mana pemberhentian halte-nya. Kan selama proses pembetonan sampai menunggu (kering) tidak bisa dilalui,” ujarnya.

Pembetonan dipilih sebagai solusi karena lebih tahan terhadap beban berat bus Trans Semarang yang sering berhenti dan berangkat dari halte. 

“Kalau di halte itu kan tempat mengerem sama tempat mulai berangkatnya bus, kan mesti ada penekanan. Mengerem menekan, nanti berangkat juga menekan,” ujarnya.

Suwarto juga menuturkan bahwa metode ini sebelumnya telah diterapkan di Halte Trans Semarang Jalan Imam Bonjol dan terbukti efektif.

“Seperti dulu kan di (halte) Jalan Imam Bonjol Poncol, tapi sudah dibeton. Sekarang sudah enggak ada masalah. Mudah-mudahan Kamis (6/3) besok bisa kami mulai di Jalan Pemuda,” katanya.

Selain di Halte Pemuda, pembetonan juga akan dilakukan di dua titik lainnya, termasuk kawasan Simpang Lima. “Ada tiga titik halte ya (yang dibeton-red). Kayak nanti di Simpang Lima, ini yang prioritas di Jalan Pemuda. Satunya nanti masih kami sisir lokasinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Layanan Usaha (BLU) BRT Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, memastikan bahwa pelayanan BRT tetap berjalan selama proses perbaikan berlangsung. 

“Dari BRT Trans Semarang nanti kita menyiapkan halte sementara. Kita join dengan halte Trans Jateng. Jadi haltenya tetap pakai halte Trans Jateng, tapi nanti di belakangnya kita siapkan tenda,” ujarnya.

Letak halte Trans Jateng sendiri tak berada jauh dari lokasi Halte Trans Semarang tersebut.

Haris juga menegaskan bahwa rute bus tidak mengalami perubahan. “Untuk rute tidak ada perubahan. Jadi titik pemberhentian di halte Trans Jateng. Tapi kalau untuk transit bus nanti kita geser di halte Udinus Imam Bonjol dan halte Simpang Lima,” pungkasnya.

Upaya Kikis Kemiskinan, Gubernur Jateng Gelontor Berbagai Bantuan Sosial

KUDUS (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelontorkan berbagai bantuan sosial sebagai upaya mengikis angka kemiskinan di wilayahnya. 

Bantuan itu disalurkan saat melakukan kunjungan kerja di Desa Kandangmas, dan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Rabu (5/3/2025).

“Kita lakukan akselerasi dalam rangka pengentasan warga dari garis kemiskinan. Mulai dari (penyaluran) Kartu Jateng Sejahtera (KJS), Kube (Kelompok Usaha Bersama), cadangan pangan. Nanti juga kita beri Dana Cukai (Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau) kepada buruh pabrik (industri tembakau) di Kudus,” kata Luthfi di sela kunjungan. 

Dirincikannya, dana sosial KJS yang diberikan di dua desa itu bernilai Rp4,4 juta per orang dalam setahun. KJS disalurkan kepada 240 orang penerima manfaat dengan total Rp1.065.000.000.

Kemudian graduasi berupa penyaluran dana usaha untuk Kube. Nilainya mencapai Rp40 juta untuk dua desa. 

Selanjutnya, Pemprov Jateng juga menyalurkan logistik Cadangan Pangan sebanyak dua ton beras senilai Rp24 juta untuk 200 keluarga. Jumlah penerimanya sebanyak 200 kepala keluarga, di mana masing-masing keluarga mendapat beras 10 kg.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga memastikan jalannya program layanan kesehatan Speling atau Dokter Spesialis Keliling. 

Program Speling ini, lanjut Luthfi, akan dijalankan semaksimal mungkin agar bisa menyasar seluruh desa di Jawa Tengah dengan fasilitas mobil keliling.

“Targetnya masyarakat sehat, terutama masyarakat pinggiran, di pesisir yang jauh dari perkotaan. Dengan (pemeriksaan kesehatan) ini (semoga) bisa menjangkau masyarakat,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Luthfi mengatakan, untuk mengikis angka kemiskinan juga perlu akselerasi perbaikan infrastruktur. Baik infrastruktur sekolah, kesehatan, dan jalan untuk mobilitas barang dan orang. 

Sementara itu, salah satu ibu hamil warga Desa Cendono, Muthoharoh mengatakan, turut merasakan langsung layanan pemeriksaan kesehatan Speling di Balai Desa Lau, Kecamatan Dawe. Ia periksa kesehatan kandungannya yang telah berusia tujuh bulan. 

“Saya periksa kandungan tadi melalui USG. Saya senang karena pelayanannya baik,” kata Luthfi.

Efisiensi Anggaran Pemprov Jateng Capai Rp3,4 Triliun, Dialokasikan Untuk Kesejahteraan Rakyat

JEPARA (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp3,4 triliun dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Efisiensi anggaran tersebut berdasarkan pada pemetaan berbagai pos alokasi dan rencananya anggaran itu akan dialokasikan untuk program-program yang menyejahterakan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, semangat efisiensi yang dilakukan Pemprov Jateng sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa dana APBD harus dihemat dan digunakan sesuai kebutuhan program prioritas yang telah dicanangkan.

“APBD Provinsi diefisiensikan dan dikumpulkan. Digunakan sesuai dengan program prioritas. Jadi nanti manfaatnya akan terasa di masyarakat,” kata Ahmad Luthfi usai menghadiri acara Rembug Selapanan di Pendapa Pemkab Jepara pada Selasa (4/3/2025) malam.

Program-program prioritas yang ia sebut akan diguyur menggunakan dana hasil efisiensi tersebut diantaranya adalah meningkatkan infrastruktur jalan, pendidikan hingga pertanian.

Luthfi mengakui, hingga kini masih banyak jalan provinsi di Jawa Tengah yang masih perlu dilakukan perbaikan. 

Untuk itu, ia telah memerintahkan penambalan terlebih dahulu jelang lebaran 2025 ini. Setelahnya akan dilakukan peningkatan jalan, namun pekerjaan itu akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

Dalam pelaksanaan perbaikan jalan ini, Mantan Kapolda Jateng ini menyatakan, telah berkoordinasi dengan semua bupati dan wali kota di Jawa Tengah. Pemerintah kabupaten/kota juga akan melakukan penyerapan anggaran untuk perbaikan jalan.

Bedanya, APBD Provinsi fokus ke jalan provinsi, sementara APBD kabupaten/kota untuk jalan tingkat kabupaten/kota.

Anggaran efisiensi selanjutnya juga akan digunakan untuk peningkatan infrastruktur pertanian, mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan. Hal ini guna menyokong swasembada nasional.

Pada kesempatan itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan terima kasih pada Gubernur Ahmad Luthfi karena telah mengalokasikan anggaran yang diperuntukkan perbaikan jalan di Jepara.

Ia menyebut, saat ini butuh sekitar Rp150 miliar untuk membuat semua jalan di Jepara mulus. Anggaran dari Pemprov Jateng sebesar Rp30 miliar disebutnya masih butuh tambahan agar program perbaikan jalan bisa berjalan maksimal.

Di sisi lain, Pemkab Jepara juga telah melakukan efisiensi APBD yang mencapai Rp97 miliar.

Wali Kota Semarang Agustina Sebut Ramadhan Momentum Perkuat Silaturahmi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Semarak Ramadan semakin terasa di Kota Semarang dengan digelarnya Tarawih Keliling (Tarling) Forkopimda pada Senin (3/3/2025) malam di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan Tarling tersebut sangat tinggi.

Wali Kota Semarang Agustina yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi semangat warga dan para tokoh yang hadir.

“Hujan tadi tidak mengurangi semangat teman-teman untuk hadir, dan banyak tokoh yang ikut serta,” ujarnya.

Kegiatan Tarling ini akan menjadi agenda rutin yang terus berlanjut, baik di rumah dinas maupun di berbagai lokasi lainnya di Kota Semarang.

“Kita ingin membangun ambience Kota Semarang sebagai kota yang merayakan dan menjalankan ibadah Ramadan dengan sungguh-sungguh, sehingga proses menuju Idul Fitri bisa benar-benar terasa nyaman,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Pemerintah Kota Semarang membuka akses Rumah Dinas Wali Kota untuk digunakan dalam berbagai kegiatan selama tidak berbenturan dengan agenda lain.

“Rumah dinas ini boleh dipakai siapa saja untuk kegiatan masyarakat. Pemerintah Kota Semarang akan memfasilitasi dalam bentuk konsumsi atau sarana lain, sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Agustina.

Selain Tarling, rangkaian kegiatan Ramadan di Kota Semarang juga mencakup buka puasa bersama yang digelar secara gotong royong oleh Pemkot dan berbagai elemen di 16 kecamatan.

Ada pula bazar serta berbagai kegiatan lain yang berlangsung sejak awal Bulan Ramadan hingga Syawal.

Agustina juga menekankan bahwa momentum Ramadan ini harus dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga kebersamaan. Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi, menahan diri, dan memperkuat nilai-nilai persatuan. Semoga semua program yang telah dirancang bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Acara Tarling di Rumah Dinas Wali Kota ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, jajaran Forkopimda kota Semarang, tokoh agama, organisasi masyarakat seperti Ansor dan PCNU, serta warga sekitar.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di Kota Semarang.

Agustina mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan ibadah dan amal shaleh, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di Kota Semarang. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Speling, Warga Bisa Periksa Kesehatan Gratis di Balai Desa

JEPARA (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) sehingga masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di balai desa. 

Luthfi mengatakan, melalui program tersebut setidaknya ada lima layanan kesehatan gratis yang diberikan yakni pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), kanker serviks, kesehatan jiwa, kusta, dan ibu hamil. 

Ada dua keuntungan yang diperoleh warga dengan memanfaatkan program ini. Pertama, jarak balai desa yang dekat dengan tempat tinggal, sehingga lebih irit waktu. Kedua, cukup bawa KTP maka layanan kesehatan gratis bisa langsung dilakukan.

“Speling ini mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat bawah. Sasaran yang pertama di Desa Troso (Kecamatan Pecangaan) dan Desa Karanggondang (Kecamatan Mlonggo). Kenapa? Ini linier dengan penerima bansosnya diatas 60 persen,” kata Luthfi usai mengecek Speling di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Selasa (4/3/2025).

Mantan Kapolda Jateng itu menginginkan, nantinya semua masyarakat Jateng di 35 kabupaten/kota bisa memanfaatkan layanan program tersebut sehingga warga tidak harus pergi ke puskesmas atau rumah sakit. 

Sebab Program Speling ini didukung oleh dokter spesialis dari 7 rumah sakit milik provinsi, Dinas Kesehatan, rumah sakit swasta. 

Sebagai tahap pertama, ada 70 desa di 35 kabupaten/kota yang menjadi sasaran dan saat ini sudah ada 10 mobil Layanan Speling yang akan terus bekerja melayani masyarakat. Jumlah mobil Speling akan terus dilakukan penambahan. 

Dari sejumlah layanan kesehatan yang diberikan, Luthfi memprioritaskan pemeriksaan TBC. Hal ini linier dengan program Presiden Prabowo Subianto yang ingin menekan penyakit menular tersebut di seluruh Indonesia. 

“Paling pokok adalah TBC, selaras dengan program Bapak Presiden Prabowo. TBC bisa diturunkan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan TBC, Luthfi juga menekankan pemeriksaan kanker serviks dan ibu hamil. Pemeriksaan ibu hamil minimal dilakukan 6 kali dalam 9 bulan mengandung.

Pemeriksaan itu ditambah dengan cek janin melalui USG pada trimester pertama atau usia kehamilan 3 bulan pertama dan trimester ketiga atau usia kehamilan 3 bulan terakhir. 

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk menangani TBC di Jateng maka langkah pertama adalah menemukan penderita terlebih dahulu.

Menurut dia, Treatment Success Rate (TSR) atau peluang sembuh penderita TBC besar setelah perawatan rutin, yakni 9 orang dari 10 orang. 

“Tapi kan harus ditemukan dulu kasus TBC ini. Kemudian keluarga atau orang yang di sekelilingnya juga dicek. Dari 1 orang yang sakit, tressingnya minimal 8 orang. Dari situ akan ketahuan, tertular atau tidak” katanya. 

Salah seorang warga Desa Karanggondang Pailus, Kecamatan Mlonggo, Sela Karainina Putri mengaku, beruntung dapat informasi lebih awal mengenai program tersebut, sehingga bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat.

“Senang ikut ini (Speling), karena deket rumah dan dokternya spesialis,” kata Sela usai menjalani USG dan janinnya diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Rasa senang Sela semakin bertambah saat tahu jika pemeriksaan ini tak dipungut biaya alias gratis. 

“Jika biasanya di bidan bayar Rp50 ribu, ini gratis. Lumayan bisa ngirit, uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain,” lanjutnya.

Usai pemeriksaan selesai, ia bersyukur karena janin yang dikandungnya dinyatakan sehat. Ia berharap nantinya bisa lahir secara normal dan kondisi kesehatan ibu serta anak sehat semuanya.