Home Blog Page 62

Minimalisir Kecelakaan di Silayur, Pemkot-Polrestabes Semarang Dirikan Posko Terpadu

SEMARANG (lensasemarang.com) – Menindaklanjuti upaya antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di turunan Silayur tepatnya Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Pemerintah Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang mendirikan Posko Terpadu Pemantauan Lalu Lintas. Posko terpadu di samping halte BRT atau depan Taman Niaga, BSB City Semarang.

“Kami sudah mengadakan rapat koordinasi pada hari Kamis, (27/2) bersama Polrestabes Semarang, Jasa Raharja, dan Manajemen BSB City. Dari Pemkot Semarang sendiri ada dari Dishub, DPU, Distaru, Disdik, dan Bappeda. Kita duduk bersama membahas Pengamanan Jalur Silayur,” kata Penjabat Sekda Kota Semarang, Muhammad Khadhik, Senin (3/3/2025).

Posko terpadu yang telah selesai dibangun sejak Jumat (28/2/2025) ini menjadi langkah awal pengamanan Jalur Silayur yang selama ini menjadi titik rawan terjadinya kecelakaan.

Personel Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang akan siaga berjaga di posko guna memantau penerapan pengaturan jam operasional kendaraan berat yang melintas di kawasan Ngaliyan.

Adapun aturan yang berlaku saat ini menyebutkan jika truk boleh melintas di jam 23.00-05.00 WIB.

“Apabila ada (pelanggaran) penindakan berupa penilangan, personil Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan penindakan sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku,” ujarnya.

Manajemen BSB City pun juga telah melakukan penyuluhan terkait kendaraan besar yang melintasi Kawasan Industri BSB dengan memberikan sosialisasi kepada 62 tenant pada 24 November 2024. Manajemen BSB kemudian menerbitkan Surat Edaran yang menekankan pentingnya memastikan kondisi prima kendaraan, terutama yang berbobot lebih dari 8 ton, saat melintasi Jalan Prof. Hamka.

Sebagai langkah prosedural, petugas keamanan di Kawasan Industri BSB secara aktif akan menghentikan kendaraan berat yang melintas di jam-jam terlarang dan mengarahkan mereka ke area parkir di dalam kawasan industri.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Semarang masih menunggu rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk bisa memproses rencana pelandaian Jalur Silayur.

Analisis opsi-opsi ini sudah disampaikan ke KNKT pada November lalu untuk dilakukan kajian di lapangan. Pelandaian Jalur Silayur akan menjadi solusi jangka panjang guna mengatasi permasalahan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Silayur.

“Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang agar segera menyusun Feasible Study atas pembangunan Jalur Penyelamat di Silayur, dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Kecamatan Ngaliyan serta Lurah setempat,” kata Khadik.

Akselerasi Program, Ahmad Luthfi Ajak OPD “Belanja Masalah”

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi setempat, kabupaten/kota, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mulai “belanja masalah” (menyerap aspirasi) di lapangan. 

“Besok saya mulai ke lapangan. Saya ingin akselerasi program provinsi maupun nasional bisa ditangkap (juga) oleh pemerintah kabupaten dan kota. Saya tidak mau normatif. Kami ingin Jateng berubah, kita harus belanja masalah,” kata Luthfi saat memberikan pengarahan kepada seluruh OPD dan BUMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (3/3/2025).

Sebelumnya, lanjut Luthfi, ia telah mengunjungi hampir 20 kementerian sebagai bentuk komunikasi dan kolaborasi terkait apa-apa yang bisa dikerjakan untuk keselarasan program prioritas Pemprov Jateng ke depan.

Luthfi ingin Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi yang maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. 

“Jateng harus punya daya saing, banyak proyek nasional di Jateng. Harus berakselerasi secepat mungkin,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar kerja-kerjanya berorientasi kepada rakyat. 

Luthfi menyampaikan, program prioritas yang akan digenjot di awal pemerintahannya adalah perbaikan infrastruktur, baik infrastruktur jalan, sekolah, pertanian hingga potensi pengembangan manusia.

Untuk infrastruktur jalan, Ia berharap kondisinya dalam keadaan baik pada dua pekan sebelum Lebaran 2025 sebab Jawa Tengah merupakan sentralnya pemudik baik dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, atau mudik lokal Jawa Tengah.

Infrastruktur lain yang bakal digarap adalah bangunan sekolah. Saat ini masih ada sejumlah bangunan sekolah yang kondisinya perlu diperbaiki. 

Infrastruktur pertanian menjadi prioritas berikutnya. Menurutnya, pertanian di Jateng harus lebih maju untuk menyokong swasembada pangan nasional. 

Infrastruktur berikutnya yang akan digarap adalah jembatan, kemudian teknologi data, dan penguatan sumber daya manusia.

Wali Kota Semarang Ajak Umat Muslim Jalankan Puasa Dengan Sabar dan Tulus

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina memberikan semangat kepada jamaah shalat tarawih dan kaum muslimin di Kota Semarang untuk menjalankan ibadah puasa pada Bulan Suci Ramadhan dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Hal itu disampaikan wali kota saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman di kawasan Alun-alun Pasar Johar, Jumat (28/2/2025).

“Malam ini, dengan dimulainya bulan Ramadan, akan dimulai berbagai macam kegiatan yang akan berlangsung sampai Idul Fitri. Kami berharap Kota Semarang menjadi kota yang kondusif dengan suka cita dan ketulusan dalam proses menjalankan ibadah puasa,” kata Agustina.

Agustina juga mengajak jamaah tarawih untuk menjalankan ibadah puasa dengan niat dan hati yang suci.

“Awali ibadah ini dengan membersihkan diri, hati, dan menghilangkan segala prasangka. Dengan hati dan niat suci, saya berharap akan menambah keberkahan bagi saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan,” ujarnya.

Sebagai dukungan bagi kelancaran proses ibadah Ramadhan di Masjid Kauman, Pemerintah Kota Semarang juga siap mendukung kegiatan buka bersama dengan menyiapkan takjil dan petugas khusus yang akan berkomunikasi dan menyiapkan takjil bagi jamaah masjid.

Sebelumnya, di hari yang sama, siang hingga sore hari, Agustina memimpin dan mengikuti kegiatan Dugderan yang dimulai dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah.

Tradisi tahunan yang menjadi penanda datangnya bulan Ramadhan di Kota Semarang ini dipadati peserta dan pengunjung yang antusias menyaksikan prosesi Dugder dan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Re-Opening Planet Surf Paragon Mall Semarang, Ada Promo Voucher Belanja Hingga Rp 1 Juta

SEMARANG-Planet Surf menggelar Re-Opening  di  Paragon Mall Semarang, pada 

Sabtu 1 Maret 2025.  Pada acara Re-Opening ini, ada promo eksklusif, yaitu voucher belanja senilai Rp1.000.000 yang hanya berlaku di hari pembukaan.

Promo menarik lainnya adalah diskon 20% untuk pembelian dua item atau lebih yang berlaku mulai 1 Februari – hingga 16 Maret 2025. 

Pembukaan kembali Planet Surf di Mall Paragon Semarang ini hadir dengan konsep baru dan makin lengkap. Begitu pula dengan desain toko terlihat lebih menarik dan nyaman.

Marketing Manager PS Group, Juanito Alfa mengatakan, Re-opening Planet Surf ini menandai peluncuran konsep baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih modern, nyaman, dan menarik bagi para pelanggan setia. 

“Konsep baru toko Planet Surf di Pollux Mall Paragon menawarkan pengalaman berbelanja yang unik dengan desain interior yang lebih modern serta koleksi pakaian dan aksesoris trendi dari berbagai merek ternama,” ujarnya usai pembukaan dengan seremoni pengguntingan pita pada Sabtu 1 Maret 2025.

Ia mengatakan, Planet Surf Paragon ini memiliki koleksi lengkap dari berbagai merek ternama mulai Insight, Ripcurl, Voxfly, Deus, Spyderbiit, Volcom, Dragon, Oakley, Planet Surf Clothing, Vissia, Vans, Juice Ematic, Liive, No Fear, Chimpanzees, dan San Marco.

Selama Re-Opening Planet Surf Paragon, lanjutnya ada promo eksklusif, yaitu voucher belanja senilai Rp1.000.000 yang hanya berlaku di hari pembukaan dan diskon 20% untuk pembelian dua item atau lebih yang berlaku mulai 1 hingga 16 Maret 2025. 

“Masyarakat Semarang dan sekitarnya silakan datang di toko terbaru Planet Surf di mall Paragon ini, nikmati suasana belanja yang lebih menyenangkan,” ujarnya.***

Ribuan Warga Kota Semarang Semarakkan Dugderan 2025

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gelaran Dugderan Kota Semarang tahun ini semakin meriah. Ribuan warga turut berpartisipasi menyemarakkan tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Peserta maupun warga nampak terlihat memadati Jalan Pemuda dan halaman balai kota sejak Jumat (28/2/2025) siang. Ada yang mengenakan pakaian adat Semarangan hingga membawa patung warak ngendog, sebagai simbol akulturasi budaya di Kota Semarang.

Dugderan dipimpin Wali Kota Semarang Agustina memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum, Agustina tampak anggun. Ia mengenakan kebaya berwarna merah, sedangkan wakilnya, Iswar Aminuddin mengenakan baju khas Semarangan berwarna abu-abu.

Prosesi Dugder ditandai dengan pemukulan bedug oleh Agustina bersama jajaran Forkopimda sebagai tanda datangnya bulan suci Ramadhan.

Sosok pemimpin baru Kota Semarang itu memang menjadi magnet masyarakat. Selama tahapan Dugder, Agustina dan Iswar menjadi pusat perhatian. Banyak warga yang ingin berswafoto bersamanya. Dan Agustina pun melayaninya dengan baik.

Agustina-Iswar disambut flash mob ratusan siswa sekolah. Sebelum melepas kirab, Agustina-Iswar memecahkan kendi sebagai pertanda kirab dimulai.

Agustina-Iswar kemudian menaiki kereta kencana, diikuti seluruhv kepala OPD dan Forkopimda menuju Masjid Agung Kauman Semarang (MAS). Sesekali Agustina menyalami warga yang antusias menyapa dirinya.

Di MAS, dilakukan prosesi pembacaan Suhuf Halaqoh tanda masuknya bulan suci Ramadan, serta pembagian roti ganjel rel di Alon-Alon Semarang. Pasca dari MAS, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Ini adalah tradisi tahunan jelang Ramadan. Semarang ini terdiri dari berbagai macam etnis, dan kebudayaan yang disatukan,” kata Agustina.

Warak Ngendog merupakan hewan mitologi sebagai simbol dari akulturasi budaya yang ada di Semarang. Ada etnis Jawa, Arab, Melayu serta Tionghoa. Sebuah simbol yang menandakan Kota Semarang memiliki toleransi tinggi.

Menurut Agustina, Dugderan bisa menjadi tradisi yang mengangkat pariwisata Kota Semarang. Pengemasan yang semakin baik akan menjadi magnet wisatawan lokal maupun manca negara.

“(Dugderan) ini unik dan keren, keterlibatan masyarakatnya luar biasa. Ini bisa mengangkat nama Kota Semarang,” ujarnya.

Selesai Ikuti Retret Kepala Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Langsung Dinas

MAGELANG (lensasemarang.com) – Kegiatan retret kepala daerah yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Kota Magelang telah selesai dan ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (28/2/2025).

Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah mulai meninggalkan kompleks Akmil sekira pukul 11.00 WIB. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi nampak keluar dari gerbang Gedung Borobudur dan meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinasnya.

Ahmad Luthfi menyatakan, usai kegiatan tersebut dirinya akan langsung bekerja untuk kepentingan rakyat Jawa Tengah karena beberapa program sudah menunggu untuk diakselerasi sebagaimana telah disampaikan beberapa waktu lalu.

“Setelah ini langsung dinas,” kata Luthfi sembari berjalan menuju kendaraannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen nampak keluar dari pintu berbeda, tepatnya melalui gerbang Gedung AH Nasution Akmil.

Ia bersama wakil kepala daerah lainnya naik bus menuju Mako Rindam IV/Diponegoro.

Taj Yasin menyampaikan, pada retret ini banyak berdiskusi dengan kepala dan wakil kepala daerah lain, baik di Jawa Tengah maupun dari luar Jawa Tengah. Momentum itu digunakan untuk saling bertukar cerita dan pengalaman dari daerah masing-masing.

“Banyak ilmu yang diajarkan oleh orang-orang ahli, baik itu kementerian maupun lembaga. Kemarin Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga memberikan materi. Pak Prabowo tadi pagi juga memberikan arahan,” katanya saat di Rindam IV/Diponegoro.

Taj Yasin menjelaskan, dalam kegiatan retret tersebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan bahwa dalam membangun Indonesia butuh kebersamaan. Selain itu, hal yang perlu menjadi penekanan adalah tentang pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan. 

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional akan lebih baik lagi. 

Dalam membangun daerah, lanjut dia, pihaknya siap berkolaborasi dan koordinasi baik dengan dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, maupun provinsi-provinsi lain. 

Sebagai informasi , Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengikuti semua rangkaian keigiatan retret kepala daerah 2025 secara penuh pada 21- 28 Februari 2025. Kemudian disusul oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Kamis, 27-28 Februari 2025.

Dugderan 2025, Wali Kota Semarang Agustina Bakal Perankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengatakan bahwa Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum dalam . prosesi Dugderan yang akan digelar Jumat (28/2/2025).

“Prosesi diawali dengan upacara di Halaman Balaikota Semarang. Wali kota Semarang, Agustina akan bertindak sebagai Adipati Kota Semarang, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum yang akan memimpin upacara,” katanya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Wing menjelaskan bahwa setelah rangkaian upacara selesai, akan dilanjutkan dengan pemukulan bedug yang menjadi tanda dimulainya pawai arak-arakan peserta Dugder. Sementara untuk proses kirab budaya ini diawali oleh kehadiran prajurit Patang Puluhan, termasuk prajurit berkuda, yang turut memberikan semangat dan kemegahan pada setiap langkah perayaan.

Pawai nantinya akan dipenuhi dengan kemeriahan dari berbagai komunitas yang berpartisipasi, seperti dari Klenteng Tay Kak Sie, kelompok lintas etnis, dan perempuan anggun berkebaya.

Tak ketinggalan, organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah juga akan turut meramaikan acara, meneguhkan keberagaman dalam keharmonisan yang ada di Kota Semarang.

“Sekaligus pawai Dugderan anak akan kita gabung. Setelah prosesi pemukulan bedug oleh ibu wali kota, menandai jalannya kirab budaya. Dalam pawai tersebut, anak-anak akan berkesempatan tampil menunjukkan talentanya berupa flashmob di halaman Balaikota,” ujarnya.

Usai pertunjukan flashmob, lanjut Wing, anak-anak akan bergabung dalam pawai, tetapi mereka akan berada di barisan paling belakang. Mereka tidak akan melanjutkan perjalanan hingga titik akhir, melainkan akan berhenti sejenak di depan Paragon sebagai bagian dari rangkaian acara.

“Kasihan kalau anak-anak harus berjalan jauh. Mereka akan mengikuti iring-iringan pawai hanya sampai di Paragon,” katanya.

Wing juga menambahkan bahwa rombongan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum akan melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Pemuda, hingga akhirnya mencapai kawasan Masjid Agung Kauman.

Setibanya di Kauman, penyerahan suhuf halaqoh yang biasanya dilakukan di serambi masjid, kali ini akan dilaksanakan di lapangan alun-alun. Selanjutnya, acara akan diikuti dengan pembacaan suhuf halaqoh dan pengumuman mengenai datangnya bulan Ramadhan, yang akan disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang.

“Kemudian akan ada pembagian dan rebutan roti ganjel rel,” katanya.

Wing menambahkan, prosesi Dugderan tak akan berhenti di situ, melainkan akan berlanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), di mana rombongan akan diterima oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi.

Selain itu, pihaknya juga berencana mengundang perwakilan dari Kementerian Kebudayaan untuk meramaikan tradisi Dugderan ini. Ia pun tengah berupaya agar acara tersebut dapat diusulkan ke pemerintah pusat untuk dimasukkan dalam kalender acara nasional.

”Karena Dugderan ini merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang hanya ada di Kota Semarang. Ini event besar pertama yang dilakukan oleh ibu Wali kota sekaligus ajang perkenalan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Jotun Flagship Experience Store Semarang, Hadirkan Pengalaman Berbelanja Lebih Personal-Modern

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kota Semarang kini memiliki destinasi baru bagi para pemilik properti serta pecinta desain dan warna dengan hadirnya Jotun Flagship Experience Store Semarang, pelanggan kini dapat menjelajahi pengalaman belanja cat yang lebih personal dan inspiratif.

Resmi dibuka pada 27 Februari 2025, Flagship store ini bukan sekadar tempat membeli cat, tapi pusat inspirasi yang menawarkan lebih dari ribuan pilihan warna, konsultasi personal, serta eksplorasi tekstur dan hasil akhir secara langsung.

Kini, memilih warna cat menjadi pengalaman yang lebih interaktif, solutif, dan sesuai dengan gaya hidup modern.

Husodo Hoe, Head of Marketing Jotun Indonesia menyatakan, pihaknya di Jotun percaya bahwa warna bukan hanya soal tampilan, tetapi juga cara seseorang mengekspresikan dirinya. Dengan hadirnya Jotun Flagship Experience Store di Semarang.

“Kami ingin memberikan pengalaman berbelanja yang bukan sekadar memilih cat, tapi juga menemukan inspirasi untuk menciptakan ruang yang benar-benar bermakna. Dengan ribuan koleksi warna eksklusif serta didukung dengan layanan konsultasi personal hingga pengalaman eksplorasi hasil akhir secara langsung, kami memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan solusi terbaik untuk mewujudkan ruangan dan hunian impian mereka,” katanya.

Sebagai kota yang dinamis dan terus berkembang, Semarang mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil. Berdasarkan data BPS Semarang, 2024, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5.79%, dengan kontribusi signifikan dari sektor industri, konstruksi dan perdagangan.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya tren pengalaman belanja yang terpersonalisasi, Jotun Flagship Experience Store Semarang hadir sebagai solusi inovatif untuk masyarakat yang ingin menghadirkan warna dan karakter unik dalam hunian serta ruang bisnis mereka.

Memiliki latar geografis yang unik, kombinasi antara wilayah pesisir dan perbukitan juga mendorong kebutuhan akan cat serta pelapis yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan serta estetika modern.

Untuk menjawab kebutuhan ini, Jotun Flagship Experience Store Semarang dirancang sebagai pusat inspirasi warna dan solusi cat yang sesuai dengan gaya hidup khususnya Masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya. Flagship Store Jotun mengusung standar pelayanan global dengan fitur unggulan seperti Jotun Colour Center Interior (JCCI) dan Jotun Exterior Colour Center (JECC), memungkinkan pelanggan menjelajahi dan menemukan warna yang paling sesuai dengan preferensi desain mereka.

Disini juga turut hadir layanan konsultasi personal yang memungkinkan pelanggan mendapatkan rekomendasi warna melalui Jotun Global Colour Card berdasarkan karakter mereka yang dituangkan kedalam hunian pribadi, ruang kerja hingga proyek komersial.

Selain menemukan warna yang sesuai, pelanggan akan mendapatkan bimbingan langsung dari shop operator (colour expert) yang terlatih secara profesional yang siap membantu dalam memilih kombinasi warna terbaik, memahami karakteristik produk, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan hunian atau bisnis pelanggan.

Pelanggan dapat mencoba demo produk interaktif yang memungkinkan mereka merasakan hasil akhir (hand-feel), melihat hasil akhir produk secara nyata melalui inspirational wall, dan mendapatkan simulasi kombinasi warna yang sesuai dengan konsep desain mereka.

“Jotun Flagship Store adalah ruang eksplorasi warna dan solusi yang dirancang untuk memberikan inspirasi dan pengalaman personal bagi pelanggan. Dengan layanan konsultasi dan demonstrasi produk yang interaktif, pelanggan dapat dengan mudah menemukan cat berkualitas yang tidak hanya melindungi, tetapi juga memperindah ruang mereka,” tambah Husodo Hoe.

Selain menawarkan pengalaman interaktif, kehadiran store ini juga membuka peluang bagi mitra lokal untuk terlibat dalam memberikan layanan inovatif. Christanto Wibisono, selaku owner Jotun Flagship Experience Store, mengungkapkan antusiasmenya atas peresmian toko ini.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari inovasi ini. Hadirnya Jotun Flagship Experience Store di Semarang bukan hanya sekadar toko cat, tetapi pusat inspirasi warna dan solusi desain bagi masyarakat. Dengan koleksi warna eksklusif, tim ahli yang siap memberikan konsultasi, serta layanan interaktif, kami yakin pelanggan akan mendapatkan pengalaman belanja yang lebih personal, solutif, dan berorientasi pada tren desain masa kini. Kami percaya bahwa toko ini akan menjadi destinasi utama bagi pemilik rumah, arsitek, dan desainer interior di Semarang untuk menemukan warna yang sempurna,” ujarnya.

Saat ini, Jotun telah memiliki tiga flagship store yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Medan, Karawang, dan terbaru di Semarang. Dengan hadirnya flagship store ini, Jotun semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri cat dan pelapis di Indonesia, menghadirkan produk berkualitas, solusi warna yang inspiratif, perlindungan maksimal, serta pengalaman berbelanja yang lebih personal dan berbasis gaya hidup bagi konsumen di Semarang dan sekitarnya.

Semangat Bangun Jawa Tengah, Wagub Jateng Ikuti Retreat di Akmil

MAGELANG (lensasemarang.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bergabung dalam kegiatan retreat kepala daerah yang digelar di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 27-28 Februari 2025.

“Hari ini saya diberangkatkan menuju ke barak mengikuti retreat, menyusul gubernur kita. Semoga sehat dan semangat membangun Jawa Tengah,” kata Wagub Jateng Taj Yasin saat ditemui di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IV/Diponegoro, Kamis (27/2/2025).

Sebelum masuk ke area acara, Taj Yasin lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapat pengarahan di Mako Rindam IV/Diponegoro. Ia tampak sudah mengenakan pakaian komcad. Begitu juga dengan ratusan wakil kepala daerah lainnya.

Setelah pemeriksaan kesehatan dan pengarahan, seluruh wakil kepala daerah langsung menuju ke lokasi acara. Rombongan berangkat sekira pukul 08.00 WIB menggunakan bus Akademi TNI yang disediakan oleh panitia. 

Taj Yasin berada dalam bus 2 bersama wakil kepala daerah yang tergabung dalam Kompi A Peleton 2.

Taj Yasin mengaku, sudah siap untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurut dia, kegiatan ini penting untuk menjalin sinkronisasi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat. Oleh karenanya, setiap materi dari para narasumber perlu diperhatikan dengan baik.

Safari Kamtibmas, Kapolrestabes Semarang Ajak Tokoh Masyarakat Tingkatkan Keamanan Jelang Bulan Suci Ramadan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Dalam upaya proaktif untuk mempererat hubungan masyarakat dan mengatasi masalah keamanan, Kapolrestabes Semarang Kombes  Pol. M. Syahduddi, bertemu dengan para tokoh masyarakat di seluruh Kecamatan Semarang Barat pada Rabu (26/2/2025) malam.

Pertemuan yang diadakan di sebuah rumah makan di kawasan Pasar Karangayu tersebut dihadiri oleh sekitar 70 orang peserta, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat.

Dalam sambutan pembukaannya, Kompol Andre Bachtiar memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang Semarang Barat, menyoroti keragaman geografinya, berbagai tempat penting seperti Bandara Jenderal Ahmad Yani dan Klenteng Sam Poo Kong, serta jumlah penduduk sebanyak 152.000 jiwa yang tersebar di 16 Kelurahan.

Dirinya juga mengakui adanya tantangan yang ada, dengan menyatakan bahwa meskipun situasi keamanan secara keseluruhan tetap “kondusif,” isu-isu seperti “balap liar, tawuran, dan adu sarung, terutama selama bulan puasa yang memerlukan perhatian yang berkelanjutan.

Kombes Pol M.Syahduddi menyampaikan, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan. 

“Tujuan dari acara ini, selain untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan diri juga untuk lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat agar dapat memahami situasi keamanan di Semarang Barat sehingga dapat bersama-sama menjaga ketertiban umum,” ujarnya.

Kapolrestabes juga menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dalam mengantisipasi Ramadan, Nyepi, dan musim mudik Lebaran mendatang.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dinamis, sehingga tokoh masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan mengusulkan solusi. Isu-isu utama yang diangkat antara lain efektivitas program Polsek RW, perlunya penerapan aplikasi Libas yang lebih luas, dan masih maraknya balap liar di Jalan Madukoro.

Peserta rapat mengusulkan sanksi yang lebih berat bagi pembalap liar, termasuk penahanan sepeda motor dalam jangka panjang dan pengawasan orang tua atau guru saat akan mengambil kendaraan.

Topik lain yang dibahas antara lain penanganan tilang elektronik bagi kendaraan yang dijual, penertiban tempat karaoke dan penjualan minuman keras di Desa Kalibanteng Kulon, perlunya penambahan Bhabinkamtibmas di wilayah Tawangmas, dan kekhawatiran potensi peredaran narkoba di Desa Kalibanteng Kidul.

Kapolretabes Semarang menanggapi setiap masalah secara langsung, menegaskan kembali komitmennya terhadap program polisi RW dan menyoroti keberhasilan aplikasi Libas.

Ia juga berjanji akan terus berupaya memberantas balap liar, mengakui keterbatasan personel polisi dan menekankan peran penting Bhabinkamtibmas dalam penyelesaian masalah berbasis masyarakat.

Terkait dugaan peredaran narkoba, Kapolrestabes Semarang memerintahkan Kasat Narkoba untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Camat Semarang Barat Elly Asmara menutup pertemuan dengan menyampaikan rasa terima kasih dan menyampaikan perhatian kepada Yayasan Persadani, sebuah organisasi di Kecamatan Krapyak yang mendukung mantan narapidana teroris, serta menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk mengatasi masalah ini.

Keterlibatan langsung ini menunjukkan komitmen Polrestabes Semarang untuk melibatkan masyarakat secara proaktif, menangani masalah setempat, dan membina lingkungan yang kooperatif untuk memastikan keselamatan dan keamanan Semarang Barat, khususnya saat wilayah tersebut bersiap untuk hari besar keagamaan mendatang dan arus mudik lebaran.