Home Blog Page 65

Wali Kota Semarang Tunda Keberangkatan Retret Kepala Daerah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti (AWP) menunda keberangkatan untuk mengikuti retreat kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025.

Agustina Wilujeng mengikuti arahan ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retreat di Magelang 21-28 Februari 2025. Sekiranya dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu petunjuk ketua umum,” tulis Megawati dalam surat instruksinya.

Sementara menunggu instruksi lanjutan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengisi waktu dengan bertemu masyarakat, mengajak untuk menjaga kebersihan Kota Semarang dengan gerakan pemilahan sampah.

Gubernur Jateng Dorong Perbaikan Jalan Dikebut Dalam Dua Pekan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong agar perbaikan infrastruktur jalan dipercepat dalam waktu dua pekan seiring dengan semakin dekatnya waktu mudik dan balik pada Lebaran Tahun 2025. 

“Infrastruktur jalan harus dilakukan (pengerjaan) cepat dalam dua pekan ke depan, agar tidak jadi komplain publik,” kata Luthfi usai mengikuti Rapat Paripurna Masa persidangan Kedua Tahun 2024-2025, di Gedung DPRD Jawa Tengah pada Jumat (21/2/2025).

Ia mengatakan bahwa Jawa Tengah menjadi sentralnya Pulau Jawa dalam momentum arus mudik lebaran sebab provinsi ini bakal dilintasi oleh banyak pemudik sehingga perbaikan infrastruktur jalan ini menjadi prioritas dalam waktu dekat. 

Senyampang dengan itu, pihaknya juga bersiap mengerjakan perbaikan infrastruktur pendidikan dan pertanian. Infrastruktur pertanian itu diantaranya embung, irigasi, dan lainnya, guna menunjang Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Adapun untuk infrastruktur pendidikan, lanjut dia, yang perlu diperbaiki adalah gedung-gedung sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak. 

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyinggung perihal Instruksi Presiden (Inpres) mengenai efisiensi anggaran. Pihaknya akan tetap mengupayakan agar program-program prioritas di Jawa Tengah tetap bisa dilaksanakan. 

Ia akan berkomunikasi dan kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum supaya perbaikan infrastruktur di Jawa Tengah bisa lebih diupayakan.

Strategi lainnya, papar Luthfi, dengan memaksimalkan ketepatan sasaran pemanfaatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk program kerja.

Untuk mencapai semua itu, Luthfi meminta dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya dengan DPRD setempat.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Jateng, Sumanto menambahkan, akan mendukung program program dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

“Kita ini mitra kerja pemerintah. Program-program itu adalah visi-misi yang harus dilakukan gubernur dan wakil gubernur,” kata dia.

Resmi Terima Tampuk Kepemimpinan, Ahmad Luthfi Tak Sabar Terjun ke Masyarakat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pascamenerima tampuk kepemimpinan sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi sudah tidak sabar segera turun ke lapangan untuk melaksanakan program-program demi mensejahterakan masyarakat.

“Saya sudah tidak sabar untuk (turun) ke lapangan bersama masyarakat di 35 kabupaten/kota. Kita harus di tengah-tengah masyarakat,” kata Ahmad Luthfi saat acara serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Nana Sudjana di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (20/2/2025) malam

Sebelum memulai programnya, ia akan mengikuti retreat di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025. Setelah itu, ia berencana keliling ke 35 kabupaten/kota untuk melakukan akselerasi program.

“Infrastruktur dasar dan layanan dasar yang kita utamakan,” katanya.

Infrastruktur dasar pertama yang akan diakselerasi adalah perbaikan jalan. Sebab, dalam waktu dekat, akan menghadapi masa arus mudik lebaran. Oleh karena itu, infrastruktur jalan, baik provinsi, kabupaten/kota maupun nasional, harus dipastikan dalam kondisi baik.

“Jawa Tengah menjadi sentral Pulau Jawa, mau tidak mau harus diperbaiki infrastruktur jalannya,” imbuh Mantan Kapolda Jateng ini.

Pihaknya akan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, agar pada arus mudik dan balik Lebaran 2025 nanti bisa berjalan lancar.

Dikatakan dia, program lain yang perlu diakselerasi adalah terkait perbaikan infrastruktur Sekolah Menengah (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sebab, masih banyak sekolah yang perlu dilakukan perbaikan.

“Kedepan akan kita lakukan akselerasi,” ujarnya.

Selain itu, infrastruktur yang mendukung swasembada pangan juga akan menjadi program yang digenjot sejak awal. Upaya itu sebagai langkah untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung padi dan penumpu pangan nasional.

Luthfi menekankan, kolaborasi dari semua stakeholder sangat diperlukan untuk menyukseskan program-program pemerintah. Menurutnya, pondasi-pondasinya telah dibuat oleh gubernur-gubernur terdahulu, termasuk Nana Sudjana saat menjabat sebagai Pj Gubernur.

“Saya mohon doa restu, mari bersama membangun Jawa Tengah. Ini saatnya ‘Ngopeni’, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan ‘Nglakoni’, yaitu menyelesaikan segala permasalahan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Nana Sudjana berharap Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen dapat menjalankan amanah dari masyarakat Jawa Tengah dengan baik. Ia percaya, di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jawa Tengah akan semakin tumbuh, berkembang, dan maju. Di samping itu, memiliki daya saing yang baik. 

“Dengan pelantikan tadi di Jakarta, maka dengan sendirinya jabatan dan tanggung jawab saya sebagai Pj Gubernur beralih ke gubernur dan wakil gubernur definitif. Saya mohon pamit dan akan kembali ke Jakarta untuk bertugas di Menkopolkam,” kata dia.

Agustin-Iswar Optimistis Bersama Warga Semarang Semakin Hebat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pada Kamis (20/2/2025), Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustin-Iswar) resmi dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden. 

Agustin-Iswar siap tancap gas melayani masyarakat dan mewujudkan visi misi yang telah dirancang untuk menjadikan Kota Semarang semakin hebat. Membawa Kota Semarang menjadi Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari dan Inklusif. Pusat Ekonomi Yang Maju: Kota Semarang sebagai pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan, ekonomi kreatif, jasa, logistik, wisata, dan bisnis yang terintegrasi.

Berkeadilan Sosial: Mengarahkan pembangunan Kota Semarang yang adaptif dan kolaboratif dengan mengedepankan aspek keadilan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lestari: Pembangunan Kota Semarang dititikberatkan pada tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Berorientasi pada upaya untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan alam, serta memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Inklusif: Pembangunan Kota Semarang yang berkebudayaan dan pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dengan melibatkan semua orang dari berbagai kelompok dan berbagai lapisan masyarakat, tanpa meninggalkan salah satunya.

Agustina-Iswar berkomitmen meningkatkan pelayanan masyarakat secara menyeluruh. Mulai sejak dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Semua itu akan dicapai melalui Tujuh Misi Utama Pembangunan yang disebut dengan Misi Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat: Pemerataan pendidikan, kesejahteraan sosial masyarakat yang toleran dan pembangunan manusia. Kesehatan seluruh warga masyarakat. Infrastruktur kota yang saling terhubung.

Pemenuhan papan, sandang dan pangan. Perekonomian inklusif, kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal, pengembangan ekonomi kreatif. Pelayanan publik berkualitas, bersih. Kualitas lingkungan kota dan pengendalian banjir-rob.

Tidak kalah penting, Agustin-Iswar akan mengoptimalkan pariwisata Kota Semarang. Mengingat, ibu kota Jawa Tengah ini, memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa.

“Kita melihat Semarang sebagai kota HUB, pertemuan di antara hinterland. Kota/kabupaten besar di sekitarnya ada banyak pabrik dan kegiatan ekonomi. Kita bisa menjadi kota yang mengelola pariwisata dan meeting-nya,” kata Agustin.

Menurut Agustin, Kota Semarang merupakan Venezia van Java, karena memiliki demografi yang cukup lengkap. Ada bukit, lembah, sungai, hingga pantai. Setiap sudut Kota Semarang menawarkan keindahan yang berbeda.

“Dari Gombel kita bisa berdiri melihat hamparan Kota Semarang, bisa melihat ujungnya laut. Kita punya sungai yang cukup bagus. Dan (penataan) sudah dimulai pada pemerintahan-pemerintahan yang lalu. Ini sudah hebat, dan kita ingin semakin hebat,” terang penerima penghargaan legislator ferbalk (PWI, 2019) dan (TI, 2019) ini.

Tidak sekadar semakin hebat saja, Agustin ingin semua lapisan masyarakat bisa merasakan kemajuan Kota Semarang.

“Semakin hebatnya harus berkeadilan sosial. Semua orang bisa menikmati, turut serta. Tidak meninggalkan kelestarian lingkungan dan inklusif. Tidak boleh ada yang ketinggalan,” kata lulusan Sastra Inggris Undip ini. 

Sementara Iswar Aminuddin, mengaku tidak ada program 100 hari pasca dilantik. Agustin-Iswar siap gas pol dan menyelesaikan pekerjaan rumah dan melayani masyarakat dengan baik.

“Tidak ada target atau program 100 hari setelah dilantik buat kami (Agustin-Iswar-red). Kami siap, banjir misalnya memang menjadi persoalan di Semarang,” kata Iswar beberapa waktu lalu.

“Saya kira persoalan banjir tidak hanya hilir saja tapi kita juga memikirkan di daerah hulu. Masyarakat sebanyak 1,6 juta harus kembali lagi menanam pohon, pembangunan dibatasi,” tandasnya.

Program dan pelayanan yang selama ini telah berjalan dengan baik dan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat akan diteruskan dan ditingkatkan, seperti sekolah gratis, penanganan banjir, kesehatan dan lainnya. 

“Kita tinggal meneruskan saja yang sudah dijalankan oleh Bu Ita dan Mas Hendi. Yang baru nanti berkaitan dengan bantuan dana Rp 25 juta ke RT,” tambahnya.

Program pemberian dana Rp 25 juta untuk masing-masing RT di Kota Semarang akan tetap diupayakan di tengah isu pemangkasan anggaran, dengan turunnya turunnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

“Karena efisiensi yang diharapkan Pak Prabowo adalah kesejahteraan masyarakat yang paling bawah. Kami susun visi-misi tidak terlepas dari RPJPD dan RPJMD. Saya jamin tidak terdampak,” jelasnya.

Selain itu, efisiensi anggaran tidak akan berpengaruh terhadap anggaran kesehatan dan pendidikan. Dia kembali menekankan, efisiensi ini dalam rangka memetakan kembali anggaran-anggaran yang dinilai penting dan perlu serta mengurangi hal-hal yang kurang perlu.

“Yang perlu dipikirkan adalah dampaknya (efisiensi-red), sehingga perlu detailkan lagi, dan mencari solusinya nanti seperti apa,” pungkasnya.

Kolaborasi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Tancap Gas Bangun Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ahmad Luthfi dan Taj Yasin resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subiyanto di Istana Kepresidenan di Jakarta pada Kamis (20/2/2025).

Mulai hari ini, menjadi tonggak sejarah bagi pemerintah provinsi Jawa Tengah karena memiliki kepala daerah baru. 

Dengan visi “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin akan membawa enam misi, 11 program program prioritas, 22 program intervensi, 61 program aksi, dan 42 program taktis. 

Program prioritas merupakan program unggulan yang menjadi penopang utama keberhasilan pencapaian visi misi. Sebanyak 11 program prioritas yang akan diusung oleh Ahmad Luthfi dan Taj Yasin meliputi: 

1. Melahirkan Pemerintahan yang Good Clear Government dan Collaborative Governance melalui peningkatan kesejahteraan, Profesionalitas dan kualitas ASN dan Perangkat Desa.

2. Pesantren Obah melalui Penambahan Dana Pengembangan Pesantren. 

3. Melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.

4. Desa maju dan berdaya melalui pembangunan lumbung kesejahteraan, produk unggulan go internasional, Sistem Informasi Desa (SID), dan Tim Tanggap Bencana. 

5. Pembangunan Infrastruktur melalui Permukiman Layak Huni melalui 1 KK 1 rumah layak huni, Pengembangan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan, dan Gelanggang Olah Raga Internasional.

6. Penanggulangan Bencana dan keberlanjutan Lingkungan melalui Mageri segoro untuk mengamankan garis Pantai. 

7. Pupuk mudah bagi petani, subsidi solar bagi nelayan dan ketersediaan day care untuk buruh di Kawasan Industri.

8. Moderasi Beragama dan wawasan kebangsaan melalui penguatan regulasi, pendidikan dan pelatihan. 

9. Pelayanan kesehatan yang paripurna melalui asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin. 

10. Taruna karya mandiri melalui program kartu zilenial untuk membuka lapangan kerja 

11. Pendidikan yang berkualitas dan merata melalui peningkatan kesejahteraan guru, pengajar agama dan beasiswa untuk siswa miskin, Guru, Santri, penghafal quran, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi. 

Sebanyak 11 program prioritas itu akan diterjemahkan dengan berbagai program aksi yang lebih rigit. 

“Peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat, maka visi kita harus sejalan, tidak saja keselarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah, namun juga fungsi koordinasi dan supervisi yang lebih intens akan saya lakukan bersama kabupaten/kota bahkan desa,” kata Ahmad Luthfi dalam suatu kesempatan. 

Keberhasilan program-program itu, lanjut mantan Kapolda Jateng ini, juga butuh partisipasi masyarakat. Menurut dia, partisipasi politik tidak saja berhenti setelah Pilkada. Justru lebih penting adalah berpartisipasi selama lima tahun kedepan. 

“Kami membutuhkan masyarakat Jawa Tengah untuk bersama-bersama bekerja membangun Jawa Tengah,” kata dia. 

Menurut dia, pemerintah dan masyarakat merupakan tim, sehingga perlu bergandengan tangan untuk bekerja sama-sama.

“Tegur kami jika kami salah, hal ini untuk mencapai Jawa Tengah yang sejahtera, maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Kritik yang konstruktif kita perlukan. Seperti jamu meski pahit tapi menyehatkan. Kita akan ciptakan ruang publik untuk hal itu,” ujarnya.

Senyampang dengan itu, Taj Yasin menyatakan, siap berkolaborasi dengan Ahmad Luthfi dengan baik guna mewujudkan visi dan misi.

“Wagub itu fungsi utamanya adalah membantu Pak Gubernur. Maka saya akan selalu kolaborasi menyesuaikan penugasan-penugasan yang diberikan oleh Pak Gubernur,” ucap pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Kolaborasi yang dimaksud, lanjut dia, membagi tugas dan menjalankan peran masing-masing untuk melayani masyarakat. 

Gus Yasin juga berharap, untuk mewujudkan program-program yang disusun, butuh dukungan dari masyarakat. Ia menyebut, kemenangan Luthfi-Yasin ini kemenangan rakyat Jawa Tengah. 

“Jadi kembali kepada masyarakat untuk berperan. Karena Jawa Tengah ini milik masyarakat. Mari bersatu padu membangun. Kami sudah punya program, mari disambut dan dukung bersama sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ujar dia. 

Gus Yasin juga mempersilahkan masyarakat memerikan masukan dan saran sebanyak-banyaknya kepada kami. 

“Kami ini pelayan masyarakat, bukan yang harus dilayani. Tentu kami akan membuka telinga lebar-lebar agar terjadi check and balance dalam memimpin,” kata dia.

Disambut Ribuan Warga, Agustina-Iswar Komitmen Jalankan Amanah dengan Tanggung Jawab

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2025-2030, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin tiba di Balai Kota pada Kamis (20/2/2025) sekitar pukul 18.45 WIB.

Sebelumnya, Agustina-Iswar dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025) siang.

Agustina-Iswar kembali ke Kota Semarang untuk mengikuti serah terima jabatan dari wali kota sebelumnya, sekaligus menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang dan tasyakuran bersama masyarakat Kota Semarang.

Setibanya di halaman Balai Kota, Agustina-Iswar disambut ribuan masyarakat Kota Semarang yang telah menunggu sejak sore hari.

Tak hanya itu, lantunan sholawat juga mengiringi Agustina-Iswar masuk ke Balai Kota untuk mengikuti acara doa bersama dan sertijab.

Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis dan dikerjakan oleh wali kota sebelumnya. 

“Ke depan kita akan menyempurnakan yang masih kurang, serta menghadirkan kebijakan dan program yang selaras dengan misi dan visi pemerintahan yang telah ditetapkan,” ujar Agustin.

Di akhir sambutannya, Agustin menegaskan komitmennya bersama Iswar untuk menjalankan amanah yang diemban dengan penuh tanggung jawab.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” pungkas Agustin.

Resmi Jadi Wali Kota Semarang, Agustina Siap Jadi Pelayan Rakyat

JAKARTA (lensasemarang.com) – Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dalam upacara pelantikan serentak yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah, yang terdiri dari gubernur, bupati, dan wali kota beserta wakilnya. 

Agustina menggambarkan suasana pelantikan yang berbeda dari sebelumnya. Dengan jumlah kepala daerah yang dilantik mencapai ratusan, prosesi berlangsung sederhana namun tetap khidmat.

“Ya suasananya fun lah. Kita sudah rilis semua. Pokoknya nggak ada keruwetan lagi ya. Ini sudah dilantik bareng dan sangat sederhana,” ujarnya.  

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran kepala daerah sebagai pelayan rakyat.

“Saya ingin ingatkan atas nama bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat, saudara harus membela kepentingan rakyat, saudara harus menjaga kepentingan rakyat kita, saudara harus berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita,” ujar Prabowo.  

Menanggapi pesan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menilai arahan Prabowo sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah mengalami tantangan, sehingga semangat pelayanan harus terus diperkuat.  

“Kita menyadari hari ini positioning persepsi publik terhadap pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota memang turun. Karena itu, perintah beliau bahwa kita supaya berposisi sebagai pelayan rakyat adalah sangat tepat, untuk mengangkat semangat dari teman-teman ASN supaya tidak terjadi moral hazard,” kata Agustina.  

Pelantikan kepala daerah ini juga tercatat sebagai sejarah bangsa Indonesia. Berdasarkan data Istana Kepresidenan, jumlah kepala daerah yang dilantik mencapai 961 orang, terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota. Ratusan kepala daerah ini dilantik dalam satu rangkaian prosesi.

Dengan pelantikan ini, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin resmi mengemban amanah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali kota Semarang. Pihaknya berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sesuai pesan Presiden Prabowo dengan terus memperkuat pelayanan publik di Kota Semarang.

Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Karangan Bunga Penuhi Balai Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejak Rabu (19/2/2025), karangan bunga berjajar di beberapa titik jalan protokol Kota Semarang yakni mulai Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean, dan beberapa lokasi lainnya.

Karangan bunga tersebut, bertuliskan ucapan atas pelantikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin atau yang akrab dipanggil Agustin-Iswar.

Telah diketahui bahwa pada hari ini, Kamis (20/2) Presiden Prabowo Subianto melaksanakan prosesi pelantikan 481 kepala daerah seluruh Indonesia, termasuksalah satunya Agustin-Iswar.

Karangan bunga tersebut, tampak tidak hanya dari warga maupun instansi di Kota Semarang saja, namun terlihat pula dari kabupaten/kota tetangga seperti Grobogan.

“Kami dari Satpol PP dan beberapa OPD lainnya ditugasi untuk melakukan pengawasan terhadap pemasangan karangan bunga maupun spanduk ucapan yang dipasang oleh warga,” ujar Plt. kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen saat dihubungi awak media, Kamis (20/2/2025).

Menurutnya, ratusan karangan bunga ini sebagai bentuk antusias masyarakat dalam menyambut wali kota barunya. “Karangan bunga ada yang di pintu keluar Bandara Ahmad Yani, Jalan Madukoro, Jalan Soegijapranata, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean dan titik akhirnya di Jalan Pemuda sekitar Balai Kota,” jelasnya.

Kemungkinan masyarakat juga bakal melaksanakan arak-arakan dan menyambut kedatangan Agustin-Iswar dari Bandara Ahmad Yani menuju Balai Kota Semarang.

Diperkirakan, Agustin-Iswar tiba di bandara sekitar pukul 16.45 WIB usai perjalanan dari Jakarta di mana mereka dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang oleh Presiden RI.

“Pada intinya nanti masyarakat, relawan akan ikut menyambut kedatangan pemimpin baru Kota Semarang. Waktunya tergantung nanti beliau selesai pelantikan jam berapa,” tandasnya.

Tampak juga, di halaman Balai Kota Semarang, sebuah panggung besar telah dipersiapkan untuk doa bersama dan prosesi sertijab dan dijadwalkan DPRD Kota Semarang akan mengadakan Sidang Paripurna dilantiknya wali kota dan wakil wali kota Semarang periode 2025-2030.

Profil Iswar Aminuddin, Dari Birokrasi Jadi Wakil Wali Kota

SEMARANG (lensasemarang.com) – Iswar Aminuddin (lahir 3 Februari 1968) adalah Wakil Wali Kota Semarang ke-6 periode 2025-2030. Sebelumnya, ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Semarang yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang pada tahun 2019 hingga 2024.

Karier sebagai ASN

Ia meniti karier di dunia birokrasi dari posisi bawah. Karier birokrasi Iswar dimulai ketika dia mendapat jabatan sebagai Staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang pada tahun 1997-2000. Selanjutnya, Ia mengemban tugas sebagai Staf Sekda Kota Semarang pada tahun 2000-2002.

Selepas mengemban tugas sebagai Staf Sekda, Iswar diberi amanah menjadi Kepala Seksi Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga selama rentang waktu tahun 2002-2008. Setelah itu, Iswar pindah tugas sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan pada dinas yang sama.

Karier birokrasi Iswar kian menanjak ketika ia diberi jabatan sebagai Kepala Dinas Bina Marga pada tahun 2012-2016 dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang pada tahun 2016-2019.[3] Iswar kemudian berhasil mencapai puncak kesuksesan saat dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang pada tahun 2019 yang dilantik oleh Hendrar Prihadi. 

Karier Politik

Di penghujung masa jabatannya sebagai Sekda, Iswar bertekad mengikuti kontestasi Pemilihan umum Wali Kota Semarang 2024. Ia bergerilya mendaftar ke sejumlah partai politik untuk mendapatkan rekomendasi menjadi kontestan Pilwakot Semarang 2024, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Solidaritas Indonesia.[7] Di masa akhir pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2024, Iswar diberi rekomendasi oleh PDI Perjuangan untuk menjadi Calon Wakil Wali Kota Semarang mendampingi Agustina Wilujeng Pramestuti yang menjadi Calon Wali Kota Semarang pada Pilwakot 2024.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, Iswar mundur dari jabatannya sebagai Sekda Kota Semarang. Kemudian, ia menjadi kader PDI Perjuangan.

Pemilihan Umum Wali Kota Semarang 2024

Pada Pilwakot Semarang 2024, Agustina dan Iswar yang diusung PDI Perjuangan berkontestasi dengan pasangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso yang diusung KIM Plus.[12][13] Berdasarkan hitung cepat, pasangan Agustin-Iswar unggul 57,36% dari pasangan Yoyok-Joko setelah pemungutan suara yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024. Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang pada tanggal 5 Desember 2024, Agustin-Iswar berhasil meraih 486.423 suara dan Yoyok-Joko mendapatkan 363.331 suara.

Perhimpunan Pemilih Indonesia (PPI) sempat mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang diterima pada 9 Desember 2024, setelah penetapan hasil pemilihan umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang tahun 2024. Namun, pada 20 Januari 2025, PPI mengajukan permohonan untuk mencabut gugatan tersebut. MK mengabulkan penarikan kembali permohonan PHPU pada 4 Februari 2025.

Setelah melalui proses di MK, KPU Kota Semarang menetapkan pasangan Agustin-Iswar sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih untuk periode 2025-2030 pada tanggal 5 Februari 2025. Pada tanggal 7 Februari 2025, DPRD Kota Semarang menggelar rapat paripurna untuk menetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih Periode 2025-2030 dan mengusulkan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke pusat yang rencananya dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025 di Jakarta.

Riwayat Pendidikan

SDN Pembangunan 3 Tauladan Jenderal Sudirman (1980)

SMP Negeri 5 Wajo (1983)

SMA PGRI Balangboddong Tamalate (1986)

Sarjana Teknik Sipil Universitas ’45 Ujungpandang (1995)

Magister Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Semarang (2003)[27]

Riwayat Organisasi

Koordinator Departemen Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah tahun 2010-2014[28]

Anggota Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jawa Tengah tahun 2021-2026[29][30]

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Semarang tahun 2022-2027[31]

Ketua Ikatan Alumni Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro[32]

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Semarang masa bakti 2019-2024[33]

Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Semarang 2019-2027[34][35]

Ketua Yayasan Annida Masjid Baiturrahim Erlangga Kota Semarang

Penasehat Yayasan Keluarga Sayyid Kramat Depok Kota Semarang

Pembina Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang

Anggota Dewan Penasehat Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang tahun 2022-2026[36]

Pembina Pondok Pesantren Santri Ndalan Kota Semarang[37]

Penasehat Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Semarang

Penasehat Pondok Pesantren Alquran Yayasan Nyengkuyung Lan Ngemboko Sayyid Ja’far Shodiq

Pembina Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang

Penasehat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang masa bakti 2023-2027

Anggota Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FK KBIHU) Jawa Tengah.

Purnatugas, Nana Sudjana Sampaikan Terima Kasih ke Warga Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga atas dukungannya selama memimpin pemerintah provinsi ini sekitar 1,5 tahun. Berkat dukungan berbagai pihak, banyak torehan prestasi dan capaian positif yang diraih.

“Kami banyak dibantu. Harapannya dapat terus bermitra dan bersinergi untuk memajukan Jawa Tengah yang kita cintai,” kata Nana saat acara silaturahmi dan pamitan dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan insan media, di gedung Ghradika Bhakti Praja, Rabu (19/2/2025).

Atas capaian positifnya, peran Nana Sudjana banyak diapresiasi oleh banyak stakeholder. 

Ketua Forum BPR BKK Jateng, Ahmad Mundholin mengatakan, salah satu pesan dari Nana yang selalu diingatnya adalah untuk bekerja profesional.

“Artinya, jauh dari intervensi. Yang terpenting, mengelola BUMD harus dengan prinsip kehati-hatian,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, Nana selalu hadir dan membimbing agar perusahaan daerah selalu optimal dalam memberi kontribusi positif bagi pendapatan daerah. 

Setali tiga uang, Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko menyatakan, Nana menunjukkan komitmen untuk menjadi pemimpin yang tak berjarak dengan masyarakat.

“Capaiannya sangat riil, (kemiskinan) menjadi satu digit (9,58%), ini apresiasi kami bahwa Pak Nana memiliki konsentrasi dalam berdekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Nana juga berhasil menjaga stabilitas di Jateng selama masa pemilu dan pilkada serentak 2024.

“Biasanya selalu ada kesan negatif karena polarisasi. Tapi kemarin riak itu bisa diredam. Kunci untuk menjaga iklim sejuk adalah merangkul semua stakeholders termasuk media,” ujarnya.

Sebagai informasi, selama memimpin Jateng, Nana Sudjana menorehkan sejumlah capaian. Di antaranya, menurunkan tingkat menjadi kemiskinan 9,58 persen. Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,78 persen pada tahun Agustus 2024.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2024 telah mencapai angka 73,87. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan pada 2023 yang mencapai 73,39.