Home Blog Page 66

Profil Agustina Wilujeng Pramestuti, Alumni Undip Yang Terpilih Jadi Wali Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Para kepala daerah terpilih melaksanakan kegiatan gladi kotor jelang pelantikan mereka di Monas, Jakarta Pusat pada Selasa (18/2). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 481 kepala daerah yang nantinya dilantik besok (20/2/2025) oleh Presiden RI menjadi kepala daerah.

Termasuk di antaranya adalah Wali kota Semarang terpilih Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM.

Agustina dan Iswar Aminuddin yang sukses memenangkan Pilkada kota Semarang tahun 2024 dengan perolehan 486.423 suara.

Agustina Wilujeng Pramestuti menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Srondol Wetan, Banyumanik pada 1984, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 12 Semarang dan lulus pada 1987. 

Pendidikan menengah atasnya ditempuh di SMA Sint Louis, lulus pada 1990. Dia kemudian meraih gelar Sarjana Sastra Inggris dari Universitas Diponegoro pada tahun 1997.

Lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan meraih gelar Magister Manajemen, dari Universitas Islam Sultan Agung tahun 2020, dan Doktor Sejarah, dari Universitas Diponegoro tahun 2024.

Saat ini, Agustina juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Undip dan Penasehat IKA Undip.

Karier politik Agustina dimulai sebagai anggota DPRD Kota Semarang periode 1999-2004 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dirinya juga aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai anggota Ranting Srondol Wetan PDIP (1989-1994), Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang (2001-2006). 

Agustina juga tercatat sebagai Bendahara DPD PDIP Provinsi Jawa Tengah (2019-2024). Selain itu, Agustina menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2014-2019 dan kembali terpilih pada periode 2019-2024.

Selama di DPR, dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

Pemkot Semarang Undang Masyarakat Hadiri Tasyakuran Pelantikan Wali Kota

SEMARANG (lensasemarang.com) -Pemerintah Kota Semarang pada Kamis (20/2/2025) bakal menggelar tasyakuran atas dilantiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2025-2030 di halaman balaikota Semarang. Acara yang bertajuk “Semarang Mangayu Bagyo” tersebut, terbuka dan gratis untuk masyarakat umum.

“Monggo besok warga masyarakat Kota Semarang untuk ikut hadir ke Balaikota. Ajak keluarga dan teman-teman merayakan dan menyambut wali kota dan wakil wali kota Semarang terpilih,” ujar Mukhamad Khadhik, Penjabat Sekda Kota Semarang, Rabu (19/2/2025).

Tarian Semarangan dan atraksi budaya Warak Ngendog akan menyambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat tiba di Bandara. Rombongan lalu menuju Balai Kota dengan iring-iringan konvoi komunitas motor, didampingi siswa sekolah, relawan, serta warga yang memadati rute perjalanan. Setibanya di Balai Kota, akan ada penyambutan resmi oleh Forkopimda Kota Semarang dan stakeholder serta tamu undangan dan masyarakat dengan diiringi lantunan sholawat.

Panggung hiburan rakyat telah disiapkan untuk menampilkan beragam pertunjukan budaya yang spektakuler. Barongsai dan Liong Naga yang lincah, Cenggeh dengan gerakannya yang khas, serta alunan musik dari Senopati Band, TnT Band, dan Dewandaru juga akan menyemarakkan suasana.

“Yang paling penting, jangan lewatkan pesta kuliner Semarang yang menggoda selera. Berbagai menu makanan khas Semarang seperti Nasi goreng babat, bakmie jowo, bakso dan soto, sate ayam, sajian angkringan, serta aneka minuman tradisional siap disajikan bagi masyarakat yang hadir,” lanjut Khadhik.

Melalui acara ini, Pemerintah Kota Semarang ingin berbagi rasa syukur dan semangat kebersamaan dengan seluruh warga dan stakeholder.

“Semarang Mangayu Bagyo” bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun Kota Semarang yang lebih maju dan berkelanjutan,” tandas Khadik.

Mbak Ita Wariskan Kearifan Lokal serta Prinsip Keberlanjutan Yang Mengubah Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita, terus berinovasi dalam membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu inisiatif unggulannya adalah revitalisasi lahan tidur terdampak rob melalui penerapan teknologi padi biosalin, yang telah menghidupkan kembali 20 hektare lahan pertanian di pesisir Kecamatan Tugu.

Padi biosalin merupakan varietas unggul yang mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi akibat intrusi air laut. Keberhasilan program ini menegaskan komitmen Semarang dalam membangun sistem pertanian yang tidak hanya produktif dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Masa Depan Pertanian

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi multi-pihak, termasuk BRIN, Universitas Diponegoro (Undip), kelompok tani lokal, dan industri terkait. Salah satu petani di Kelurahan Mangunharjo, Bahrun (50), Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, mengungkapkan bahwa padi biosalin telah mengubah kehidupan petani yang sebelumnya terdampak rob.

“Dulu sawah kami tidak bisa ditanami karena air asin. Dengan adanya padi biosalin, panen kami meningkat hingga 50 persen. Kami berharap program ini bisa diperluas ke daerah lain yang menghadapi masalah serupa,” ujar Bahrun.

Lokasi utama implementasi program ini berada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, yang kini menjadi model pertanian berkelanjutan bagi daerah pesisir lainnya seperti Mangkang Kulon dan Mangkang Wetan.

Padi Biosalin: Teknologi Berkelanjutan yang Menjadi Perhatian Nasional

Program padi biosalin pertama kali diuji coba pada Juli 2024 di area seluas 2.800 meter persegi. Keberhasilannya mendorong ekspansi hingga 20 hektare pada musim tanam Desember 2024 – April 2025. Inovasi ini bahkan mendapat apresiasi dari Mantan Presiden RI Joko Widodo, yang secara langsung meninjau implementasi program pada 18 Januari 2025.

Berikut keunggulan utama padi biosalin yang menjadikannya solusi berkelanjutan bagi pertanian pesisir:

✅ Tahan Air Payau dan Rob

Mampu tumbuh di lahan yang terpapar air asin, menjadikannya solusi ideal bagi pertanian di pesisir.

✅ Hasil Panen Lebih Tinggi

Produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare, lebih tinggi dibanding varietas padi konvensional.

✅ Ramah Lingkungan

Lebih tahan terhadap hawar daun bakteri dan kresek hingga 90%, mengurangi ketergantungan petani pada pestisida.

✅ Berbasis Kearifan Lokal

Sistem pengelolaan air dilakukan secara gotong royong, dengan mekanisme buka-tutup pintu air untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah pesisir.

*Pertanian Berkelanjutan: Pilar Masa Depan Kota Semarang*

Keberhasilan program ini didukung oleh empat pilar utama keberlanjutan, yaitu:

1️⃣ Revitalisasi Lahan Tidur

20 hektare lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dimanfaatkan untuk pertanian.

2️⃣ Ekonomi Sirkular

Limbah panen diolah kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

3️⃣ Petani sebagai Aktor Utama

Peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan dan air memastikan keberlanjutan program.

4️⃣ Mendukung SDGs (Sustainable Development Goals)

Sejalan dengan SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 9 (Inovasi Teknologi), dan SDG 13 (Adaptasi Perubahan Iklim).

Menjelang pergantian kepemimpinan di Kota Semarang, masyarakat berharap program ini terus berlanjut dan diperluas ke wilayah pesisir lainnya. Keberhasilan padi biosalin bukan hanya masalah solusi pertanian, tetapi juga simbol ketahanan, inovasi, dan gotong royong dalam menghadapi perubahan iklim.

Dengan komitmen kuat terhadap pertanian berkelanjutan, Kota Semarang tidak hanya bertransformasi menjadi kota metropolitan yang maju, tetapi juga model inovasi pertanian pesisir yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Pamit Undur Diri, Mbak Ita Ucapkan Matur Nuwun dan Mohon Maaf kepada Warga Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Dalam suasana penuh kehangatan, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita menyampaikan permohonan pamit di hadapan ASN Pemerintah Kota Semarang.

Pada kegiatan apel yang digelar di halaman Balaikota, Selasa (18/2/2025) pagi, jelang berakhirnya masa jabatan, Mbak Ita juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Kota Semarang atas dukungan dan partisipasi yang diberikan di dalam ikut membangun Kota Semarang. 

“Saya mengucapkan terima kasih tidak hanya kepada teman-teman di Pemerintah Kota Semarang, tetapi juga kepada seluruh stakeholder yang telah bersama-sama membangun kota ini,” ujarnya.

Mbak Ita juga mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, namun dirinya yakin bahwa kepemimpinan selanjutnya akan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan.

“Apa yang sudah dikerjakan selama ini, saya yakin Ibu Agustin selaku Wali Kota terpilih akan mampu meneruskan, baik program dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Saya yakin beliau akan membawa inovasi dan visi-misi baru untuk Semarang periode 2025-2030,” katanya.

Sebagai seorang pemimpin, Mbak Ita menyadari bahwa gaya kepemimpinannya mungkin berbeda dengan pemimpin sebelumnya dan yang akan datang.

Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal yang kurang berkenan selama kepemimpinannya.

“Kami juga mohon maaf apabila ada salah, baik yang disengaja maupun tidak. Saya menyadari bahwa setiap pemimpin memiliki gaya berbeda, mungkin ada hal yang kurang berkenan bagi bapak ibu sekalian. Namun, saya berharap silaturahmi tetap terjalin karena kita hidup berdampingan,” tutur Mbak Ita.

Meskipun akan segera mengakhiri masa jabatannya pada 19 Februari 2025, Mbak Ita menegaskan bahwa dirinya tetap akan berkarya dan berkontribusi untuk Kota Semarang di berbagai bidang.

“Walaupun saya sudah tidak menjadi Wali Kota, saya tetap mencintai kota ini. Masih banyak cara untuk berkarya, tidak harus melalui pemerintahan. Saya akan lebih fokus di bidang ketahanan pangan, pertanian, stunting, kesehatan, dan hal-hal lain yang bisa saya sumbangkan untuk masyarakat,” tegasnya.

Acara yang dihadiri oleh seluruh pegawai Pemkot di lingkungan Balaikota dan Gedung Pandanaran, camat, lurah, Sekcam se-Kota Semarang, serta para Direktur BUMD ini berlangsung dalam suasana penuh haru dan keakraban. Banyak peserta yang memberikan apresiasi atas dedikasi Mbak Ita selama ini, sekaligus mendoakan agar beliau sehat dan terus menginspirasi.

Sebagai penutup, Mbak Ita kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh warga kota Semarang yang telah mendukungnya selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota hingga Wali Kota.

“Matur nuwun sederek-sederek warga Kota Semarang, para stakeholder yang telah memberikan support sehingga kota ini bisa seperti sekarang. Saya mohon maaf apabila masih ada hal-hal yang mengganjal dan saya berharap bisa dimaafkan,” tutupnya dengan penuh harap.

Acara ini menjadi momen yang menguatkan bahwa kepemimpinan boleh berganti, tetapi persaudaraan dan cinta untuk Kota Semarang akan selalu terjaga.

Legasi Nana Sudjana 1,5 Tahun Memimpin Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Genap 1,5 tahun Nana Sudjana mengemban amanah sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Jawa Tengah, bukan waktu yang panjang untuk memimpin sebuah pemerintah provinsi. 

Meskipunsejak dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 5 September 2023, beragam kebijakan, program, dan kegiatan dengan segenap prioritasnya telah dijalankan. Senyampang dengan itu, aneka capaian dan prestasi juga diraihnya. Hal itu tak lain dan tak bukan hanya untuk masyarakat Jawa Tengah. 

Banyak legasi apik yang ditinggalkan selama ia memimpin pemerintah provinsi dengan jumlah penduduk 37,8 juta jiwa ini. 

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Jawa Tengah terus mengalami penurunan. 

Pada awal Nana memimpin di September 2023, angka kemiskinan sebesar 10,77%. Setelah 6 bulan memimpin Jawa Tengah, turun di angka 10,47%. Dengan intervensi yang masif, pada September 2024, angka kemiskinan berhasil turun di satu digit, yakni 9,58 persen sehingga total penurunan kemiskinan selama Nana memimpin adalah 1,19%. 

“Ini saya minta terus ditindaklanjuti sampai kita berada di posisi rerata nasional,” kata Nana pada suatu kesempatan.

Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,78% pada tahun Agustus 2024.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2024 telah mencapai angka 73,87. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan pada 2023 yang mencapai 73,39. 

Di tengah ketidakpastian situasi global, perekonomian Jawa Tengah di triwulan IV tahun 2024 mampu tumbuh 4,96% (year on year). Hal ini mengindikasikan pondasi ekonomi Jawa Tengah yang kokoh.

Bahkan, Jateng berkontribusi sebesar 14,48% terhadap perekonomian di Pulau Jawa atau 8,25% secara nasional. Menurutnya, ini merupakan hasil dari penguatan iklim investasi.

Capaian itu bukanlah isapan jempol belaka. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini sepanjang 2024 mencapai Rp88,4 triliun, atau melampaui target sebesar Rp80,1 triliun.

Dari jumlah itu, telah melahirkan sebanyak 65.815 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja dalam negeri hingga mencapai 409.338 orang.

“Alhamdulillah di tahun 2023-2024 banyak sekali peningkatannya, investor dalam negeri dan Penanaman Modal Asing (PMA) meningkatnya cepat,” ujar Nana.

Bukan hanya itu, amanah pemerintah pusat untuk menyukseskan Pemilu 2024 dan Pilkada serentak 2024 di wilayah Jawa Tengah juga berjalan dengan baik. Buktinya, selama dua kali perhelatan politik elektoral tersebut, penyelenggaraannya berjalan secara lancar, kondusif, dan damai. Bahkan, partisipasi pemilih pada pemilu 2024 mencapai 82,5%, sementara pada pilkada mencapai 73,04%.

“Alhamdulillah meskipun partisipasi pilkada tidak sama dengan pemilu 2024, tetapi masih bisa yang tertinggi dibanding (provinsi) yang lain,” kata Nana.

Di bidang olahraga, capaian Jawa Tengah selama Nana Sudjana memimpin juga membanggakan. Pada 2024, Jateng menyabet juara umum Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII. Di tahun yang sama juga meraih peringkat 5 pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh- Sumatera Utara (Sumut). 

Di bidang infrastruktur, hingga Triwulan IV tahun 2024, jalan provinsi berstatus mantap mencapai 91,46% dan jembatan 84,53%. Sepanjang tahun itu pula Pemprov Jateng telah memperbaiki sebanyak 17.325 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu juga telah merealisasikan pembangunan 76 embung.

Atas segenap capaian-capainnya itu, dari September 2023 hingga Desember 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diganjar setidaknya 44 penghargaan dari berbagai lembaga pemerintah maupun non pemerintah dengan berbagai kategori. 

Nana berharap, capaian-capaian positif yang diperoleh jajaran Pemprov Jateng bisa ditingkatkan lagi oleh para aparatur sipil negara (ASN) saat sudah dipimpin gubernur dan wakil gubernur Jateng definitif, yakni Ahmad Lutfi dan Taj Yasin.

Apresisasi dari Stakeholder

Capaian-capaian yang yang diraih oleh Pemrov Jawa Tengah selama dipimpin oleh Nana Sudjana juga mendapatkan apresiasi positif dari berbagai stakeholder.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah, Osrita Muslim manyatakan, selama memimpin Jawa Tengah, Nana Sudjana telah memberikan dukungan dan perhatian luar biasa kepada para atlet dan seluruh pengurus NPCI Jawa Tengah. 

“Bapak Nana Sudjana telah menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami dalam mengembangkan prestasi para atlet disabilitas di Jawa Tengah,” kata dia. 

Sebab, lanjut dia, melalui dukungan kebijakan, fasilitas, maupun perhatian langsung kepada para atlet, sehingga menjadi energi positif untuk terus berjuang, berlatih, dan mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Suharnomo menilai, Nana Sudjana sangat komitmen terhadap pekerjaan. Selain itu juga memiliki pribadi yang hangat dan humble. “Untuk Jawa Tengah saya rasa beliau all out,” kata dia. 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, Ahmad Darodji menilai, selama ini Nana Sudjana selalu mendukung penuh program dan kegiatan yang diselenggarakan lembaganya, setiap ada undangan selalu menyempatkan hadir. Bahkan, selama ini juga dinilai ikut membesarkan Baznas Jateng. 

“Hampir semua undangan kami, beliau datang. Itu suatu hal yang sangat luar biasa,” kata dia. 

Berkat dukungan dan motivasi Nana Sudjana, lanjut Darodji, penerimaan zakat melalui lembaganya mengalami peningkatan. Tak pelak, lembaganya mampu membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, kemiskinan ekstrem, mengatasi stunting, dan program lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyatakan, koordinasi yang dibangun selama kepemimpinan oleh Nana Sudjana sangat lancar. Keberhasilan kepemimpinnya juga dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diterima dari berbagai lembaga. 

“Yang paling membanggakan masalah kemiskinan, kita pengin di bawah dua digit, Alhamdulillah bisa,” ujarnya. 

Sumarno, mewakili jajaran Pemprov Jawa Tengah mengapresiasi Nana Sudjana yang dalam waktu singkat berhasil menakhodai pemerintah provinsi Jateng tanpa hambatan.

Cerita Warga Tak Perlu Putar Jauh Lagi, Sudah Ada Jembatan Gantung Hubungkan 7 Desa di Batang

BATANG – Setelah 39 tahun harus memutar jauh, kini warga tujuh desa di Kabupaten Batang bisa merasakan fasilitas jembatan gantung Merah Putih 10. Warga begitu antusias ketika kehadiran jembatan dinanti sejak bertahun-tahun lamanya bisa dilintasi.

Sebelumnya, warga Desa Kranggan harus berputar empat desa untuk menuju Desa Kebumen. Diantaranya Desa Tersono, Desa Tanjungsari, Desa Harjowinangun Barat dan Desa Pujut. Bahkan jarak yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu 20 menit.

“Biasanya waktu tempuh 20 menit lebih. Sekarang dari Desa Kebumen ke Desa Kranggan tidak ada lebih dari 3 menit. Jembatan ini berdampak langsung pada tujuh desa,” kata Kades Kranggan Arfianto Tri Saputro, Senin (17/2).

Di lain hal, adanya jembatan merah putih 10 yang sudah bisa dilintasi berdampak penjualan hasil bumi seperti jagung, padi dan lainnya lebih singkat distribusinya.

“Distribusi menjual hasil panen cepat dari dampak dari sisi ekonomi,” jelasnya.

Pangdam Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi menyebut pembangunan jembatan gantung Merah Putih 10 tersebut dibuat melibatkan warga desa sekitar hingga pemerintah setempat. Hasilnya pembangunan lebih hemat dan cepat, cukup dalam jangka dua bulan.

“Kekuatan jembatan kurang lebih hanya 3-4 ton, jadi penggunaan jembatan ini agar dipelihara supaya lebih lama penggunaannya, dan bisa dikmati oleh warga masyarakat di desa Kranggan dan Kebumen dan sekitar,” kata dia.

Jembatan Gantung Merah Putih 10 Kabupaten Batang memiliki bentang 50 meter. Pangdam menyebut pihaknya sudah membangun 11 jembatan gantung. Rinciannya Kabupaten Brebes (3), Kabupaten Tegal (4), Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Cilacap.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan bahwa jembatan itu sudah ditunggu-tunggu warga sekitar. Bahkan, ibu-ibu sekitar turut membantu menyediakan konsumsi pada anggota TNI.

“Jembatan ini sudah ditunggu warga berpuluh tahun lamanya,” tuturnya.

Nilai pembangunan jembatan ini menembus Rp 1,8 miliar. Rinciannya, Bakti TNI sebesar Rp 795 Juta, CSR Bank Jateng Rp 450 juta dan APBD sebesar Rp 350 juta, penanganan bencana Rp 137 juta, swadaya masyarakat senilai Rp 100 juta.

Kolaborasi BRIN, Pemkot Semarang dan Mitra Strategis Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sejumlah mitra strategis, termasuk Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Garuda Food, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Semarang, serta kelompok tani dan petani milenial, meluncurkan sebuah program untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Semarang, Senin (17/2/2025).

Program yang bertujuan untuk mendorong swasembada pangan yang efisien dan ramah lingkungan ini berfokus pada Kawasan Manajemen Pangan yang terletak di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mijen. Pemerintah Kota Semarang bersama BRIN dan mitra lainnya akan mengintegrasikan berbagai teknologi pertanian inovatif guna menghasilkan pangan berkualitas tinggi. 

Beberapa komoditas unggulan yang akan ditanam antara lain bawang merah, cabai, jagung, padi, dan kacang tanah. Selain itu, program ini juga akan memperkenalkan teknik budidaya yang lebih berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian alam.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita, mengatakan jika program yang digagas bersama mitra-mitra strategis ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan. “Melalui program ini, kami ingin memastikan ketahanan pangan tidak hanya mencukupi kebutuhan warga, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian alam dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Kegiatan utama dilaksanakan di BPP Mijen, yang menjadi pusat dari Kawasan Manajemen Pangan. Di tempat ini, konsep Integrated Farming System (IFS) akan diterapkan, di mana berbagai komoditas pertanian akan diintegrasikan dalam satu sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. 

Nilai-nilai kearifan lokal yang menghargai kebersamaan dan kelestarian alam juga akan menjadi dasar dari setiap aktivitas di kawasan ini.

Beberapa produk pertanian yang menjadi unggulan, antara lain Varietas Padi Gamagora, padi unggulan yang memiliki masa tanam hanya 107 hari dan potensi hasil panen hingga 12 ton per hektare, memberikan solusi pangan yang cepat dan berkelanjutan.

Kedua, Teknologi Pupuk Organik – Pupuk ramah lingkungan yang dikembangkan BRIN bersama UNDIP, dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, mengurangi biaya petani, dan meningkatkan kualitas tanah.

Ketiga, Integrated Farming System (IFS) – Pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai komoditas dalam satu sistem pertanian untuk hasil yang optimal, efisien, dan ramah lingkungan.

Keempat, Big Data Pertanian – Penggunaan data besar untuk merencanakan dan mengelola sektor pangan dengan lebih baik, serta mendukung keputusan pertanian yang lebih cerdas danw efisien di masa depan.

“Kolaborasi antara BRIN, UNDIP, UGM, dan mitra industri seperti Garuda Food memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Mbak Ita.

Adapun teknologi pupuk organik yang dikembangkan membantu petani mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, sementara teknologi pertanian yang ramah lingkungan meningkatkan hasil yang dapat dipanen.

Garuda Food juga berkomitmen untuk menyerap hasil panen dari petani, khususnya kacang tanah, untuk memastikan adanya pasar yang stabil bagi produk-produk petani lokal.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Semarang juga berharap dapat menciptakan model pertanian berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi kota Semarang, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lainnya. “Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketahanan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang lebih baik dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Gelaran Pilkada Serentak Hemat Rp150 Miliar, Nana Sudjana Apresiasi KPU Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengapresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi setempat, atas kesuksesan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

“Selamat untuk para penyelenggara pemilu, Alhamdulillah (KPU) Jateng sudah menyelenggaraan dengan baik,” kata Nana saat menerima audiensi dari jajaran KPU Jateng di Semarang, Senin (17/2/2025).

Nana mengaku sejak awal ia bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) mendukung penuh penyelenggaraan pilkada serentak 2024.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengapresiasi langkah efisiensi anggaran yang dilakukan KPU Jateng, bahkan bakal mengembalikan sisa dana hibah kepada Pemprov Jateng.

Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono menyatakan, lembaganya mampu menghemat anggaran dana hibah dari Pemprov Jateng untuk pilkada 2024 mencapai Rp150 miliar. Adapun total anggaran yang dihibahkan senilai Rp791 miliar.

“Dan kami bisa menghemat (setidaknya) paling sedikit Rp150 miliar, karena kami masih berproses untuk penggunaan anggaran selama dua bulan kedepan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Handi, dana yang masih ada dari hasil efisiensi penggunaannya akan dikembalikan ke Pemprov Jateng minimal Rp150 miliar.

“Ini jadi catatan positif bagi kami sebagai (instansi) penyelenggara pemilu yang menerima dana hibah,” kata Handi.

Kedepan, Handi menambahkan, KPU Jateng akan melaksanakan beberapa kegiatan lanjutan. Rencananya juga akan mengajukan bantuan dana hibah non pemilihan kepada Pemprov Jateng.

“Kami juga ada permohonan hibah non pemilihan itu (ke Pemprov Jateng),” katanya.

Permohonan dana hibah non pemilihan yang dimaksud untuk perbaikan fasilitas di Kantor KPU Jateng, di antaranya pekerjaan akses ramah disabilitas, perbaikan aula, dan sebagainya.

Agustin-Iswar Siap Layani Masyarakat Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali kota dan wakil wali kota Kota Semarang terpilih, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, Minggu (16/2/2025), mengikuti tahap pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di kantor Kementerian Dalam Negeri.

Agustina Wilujeng dan Iswar mengikuti pemeriksaan kesehatan bersama 239 kepala daerah terpilih beserta wakilnya untuk memastikan kondisi kesehatan kepala daerah dalam keadaan prima sebelum resmi dilantik dan menjalankan tugasnya.

Proses pemeriksaan mencakup pengecekan kesehatan umum seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, tes laboratorium, serta pemeriksaan medis lainnya yang diperlukan untuk menilai kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas pemerintahan. 

“Ya, hari ini Saya dan Pak Iswar mengikuti tahap pemeriksaan kesehatan sebelum dilantik pada 20 Februari mendatang. Kami bersyukur semua proses pemeriksaan berjalan lancar dan hasilnya tes kesehatan kami baik, normal. Ini artinya Saya bersama pak Iswar siap melayani masyarakat,” ujar Agustina.

Dirinya juga mohon doa serta dukungan kepada warga masyarakat Kota Semarang agar seluruh proses pelantikan pada Kamis (20/2) mendatang serta proses berjalannya pelayanan pemerintahan selama lima tahun ke depan dapat berjalan dengan lancar serta membawa semakin banyak manfaatan bagi masyarakat,” lanjut Agustina.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi tahapan penting dalam rangkaian persiapan pelantikan kepala daerah yang akan memimpin berbagai wilayah di Indonesia. Dengan tahapan ini, diharapkan para pemimpin daerah dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan optimal demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sesuai rencana, pelantikan kepala daerah secara serentak akan berlangsung pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan.

Dalam rangka memeriahkan pelantikan, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar acara bertajuk “Semarang Mangayu Bagyo” sebagai ungkapan syukur atas dilantiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2025-2030. 

Acara ini akan berlangsung di Balai Kota Semarang dan terbuka gratis bagi masyarakat, mengundang seluruh warga untuk berpartisipasi dalam perayaan ini.

Sebagai bagian dari prosesi penyambutan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan tiba di Bandara dan disambut dengan tarian Semarangan, atraksi budaya Warak Ngendog, serta pengalungan bunga. Mereka kemudian akan menuju Balai Kota dengan iring-iringan komunitas motor, didampingi siswa sekolah, relawan, serta warga yang memadati rute perjalanan.

Sesampainya di Balai Kota, akan ada penyambutan resmi oleh Forkopimda dan mantan Wali Kota, diiringi lantunan sholawat. Setelah prosesi serah terima jabatan dan sambutan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, acara akan dilanjutkan dengan hiburan rakyat. Beberapa pertunjukan budaya yang akan meramaikan acara antara lain Barongsai, Liong Naga, dan Cenggeh, serta penampilan dari Senopati Band, TnT Band, dan Dewandaru.

Tak hanya hiburan, acara juga menjadi ajang kebersamaan dengan menghadirkan berbagai sajian kuliner khas Semarang seperti nasi goreng babat, bakmie jowo, bakso, soto, sate ayam, angkringan, dan aneka minuman tradisional.

“Melalui acara ini, Pemerintah Kota Semarang ingin berbagi rasa syukur dan semangat kebersamaan dengan seluruh warga dan stakeholder. “Semarang Mangayu Bagyo” bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun Kota Semarang yang lebih maju dan sejahtera,” terang Mukhamad Khadhik, Penjabat Sekda Kota Semarang.

Acara ini terbuka untuk umum, gratis dan masyarakat diundang untuk hadir meramaikan serta menikmati kemeriahan hiburan dan kuliner bersama.

SDN Klepu 03 Kembali Juarai Milklife Soccer Challenge Semarang 2025

SDN Klepu 03 Kembali Juarai Milklife Soccer Challenge Semarang 2025

SEMARANG (lensasemarang.com) – Persaingan memperebutkan label juara MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 yang dihelat di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Minggu (16/2/2025) berlangsung sengit dan penuh drama.

Pada partai final Kategori Usia (KU) 12, SDN Kalibanteng Kidul 03 tampil sebagai juara usai menghentikan perlawanan SDN Sendangmulyo 04 lewat adu penalti.

Sementara itu, di KU 10, SDN Klepu 03 sukses mempertahankan status kampiun usai mengalahkan SDN Kembangarum 2 dengan skor 3-1 dalam ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.

Melihat jalannya pertandingan KU 12, kedua finalis tampil hati-hati di awal babak pertama, namun memasuki menit keenam, SDN Kalibanteng Kidul 03 mendapatkan peluang emas di depan gawang Sendangmulyo 04.

Nara Stevalia Dezahra yang lepas dari kawalan pun mampu memaksimalkanya menjadi gol. Tertinggal 0-1 membuat SDN Sendangmulyo mencoba lebih agresif dalam menyerang. Setidaknya ada tiga peluang diperoleh, tetapi hingga jeda turun minum mereka belum mampu dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, SDN Sendangmulyo 04 sempat mendapatkan peluang bagus lewat kreasi serangan dari sayap. Alice Vinorea Putri yang memperoleh umpan silang mendatar gagal memaksimalkanya lantaran kalah sigap dari kiper Annisa Intan Sabilla.

Upaya tim asuhan Ananda Ginanjar Bagasworo baru mencetak gol balasan saat laga memasuki menit ke-22 lewat titik putih. Alice yang dipercaya maju sebagai eksekutor pun sanggup mengemban tugasnya dengan baik. Kedudukan 1-1 yang bertahan hingga akhir waktu normal membuat perebutan gelar juara harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam drama tos-tosan ini, kiper SDN Kalibanteng Kidul 03, Annisa Intan Sabilla, tampil menjadi pahlawan dengan menghalau tendangan lawan sehingga SDN Kalibanteng Kidul 03 keluar jadi kampiun KU-12.

“Saya sempat deg-degan sebelum bermain di pertandingan final, tapi saya senang banget karena bisa mengantarkan sekolah menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025. Semoga dengan prestasi ini saya bisa membuat orang tua bangga,” kata Annisa.

Sementara itu, di pertandingan final KU 10 SDN Klepu 03 berhasil mempertahankan predikat juara yang mereka raih pada MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2024.

Di partai pamungkas tahun ini, dominasi dan ketangguhan mereka mengakhiri asa SDN Kembangarum 2, bahkan ketika laga baru berusia dua menit sang mega bintang sekaligus top scorer KU 10, Shakila Azalia Ardani mencetak gol usai terlepas dari kawalan pemain bertahan lawan.

Hanya berselang tiga menit Shakila kembali mencatatkan namanya di papan skor dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi kiper dan bek SDN Kembangarum 2.

Memanfaatkan situasi itu, Shakila dengan cepat mencuri bola dan langsung mencetak gol lewat sontekan dari depan gawang yang tak terjaga. 

Alih-alih memangkas defisit gol, SDN Kembangarum 2 justru kembali kebobolan pada menit ke-16. Ketajaman Shakila tak terbendung lantaran berhasil mencetak hat-trick sekaligus membuat timnya unggul 3-0 usai memanfaatkan kemelut di depan gawang yang dikawal Ghea Ayudisa Sumaryanto.

Berjarak satu menit, SDN Kembangarum 2 mencetak gol balasan lewat gol yang dikemas Intan Putri Kumaladewi setelah memanfaatkan perebutan bola liar di depan gawang SDN Klepu 03. Meski skuad besutan Muhamad Misbakhudin terus memperlihatkan sikap pantang menyerah, tapi hingga pertandingan berakhir tidak ada lagi gol tercipta sehingga SDN Klepu 03 pun memastikan diri keluar sebagai juara dengan kemenangan 3-1.

Assistant Head Coach MilkLife Soccer Challenge Asep Sunarya menuturkan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 menjadi perpaduan antara tim-tim yang sudah berlaga sejak MilkLife Soccer Challenge tahun lalu melawan tim debutan yang baru pertama kali ambil bagian kompetisi ini.

Dengan demikian, kualitas peserta lebih bervariatif sehingga bakat-bakat baru pun bermunculan di tengah lapangan hijau.

“Saya melihat banyak peningkatan kualitas yang ditunjukkan sekolah-sekolah yang sudah beberapa kali ikut serta di MilkLife Soccer Challenge, khususnya dari segi koordinasi dan pola bermain secara tim dan tidak lagi bergerombol. Beberapa tim baru juga memiliki bakat-bakat yang menonjol dan berpotensi berkembang dengan cepat. Saya yakin dalam satu atau dua tahun ke depan Semarang akan memiliki tim All-Stars yang patut diperhitungkan kota-kota lainnya,” kata Coach Asep.

Ekosistem Sepak Bola Putri Mulai Tumbuh di Level Sekolah Dasar

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyebut penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 ini merupakan bentuk keseriusan Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara berjenjang dan berkesinambungan.

Diharapkan, dengan rutinnya gelaran kompetisi usia dini dapat mendorong lahirnya bibit-bibit pesepakbola putri yang kelak berjuang bagi Indonesia di masa mendatang.

Turnamen Sepak bola putri ini melibatkan 1.225 siswi yang berasal dari 66 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Semarang dan sekitarnya unjuk kemampuan dan bakat mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.

Ribuan peserta tersebut terdiri dalam 30 tim yang bersaing di Kategori Umur (KU) 10 dan 82 tim di KU 12. Tak hanya bersaing dalam kompetisi 7 vs 7, para peserta juga ditantang menunjukkan bakat dan kemampuannya dalam berbagai uji ketangkasan atau Skill Challenge yang terdiri dari dribbling, passing & control, 1 on 1, shoot on target, serta penalty shoot.

“Kami menyadari, membangun ekosistem sepak bola putri tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan penuh kesabaran dan konsistensi. Untuk itu, kami terus menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge sebagai upaya membangun fondasi yang kokoh bagi olahraga ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dan berbagai stakeholder terkait bahwa kami sangat serius melakukan pemassalan khususnya di level usia dini,” ujar Yoppy.

Upaya memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya terlihat di SDN Klepu 03 Semarang yang sudah mengikuti

MilkLife Soccer Challenge sejak tahun lalu. Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menyebut turnamen sepak bola putri ini tidak hanya menjadi wadah bagi para siswi dalam menyalurkan bakat di lapangan hijau, tapi juga diharapkan menjadi ladang prestasi nonakademik bagi anak didiknya.

Untuk itu, ia bersama jajaran guru dan pelatih menggodok dengan matang tim yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge.

“Ketika MilkLife Soccer Challenge mulai bergulir tahun lalu di Semarang, kami berpikir bahwa turnamen ini bisa menjadi ajang bagi para anak didik menuai prestasi non akademik. Untuk itu, kami menyusun program komprehensif seperti membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) di sekolah kami dan membentuk tim yang akan berlaga di setiap gelaran MilkLife Soccer Challenge. Bahkan, sebelum ikut turnamen ini kami menyelenggarakan training camp guna mematangkan kemampuan para siswi sehingga bisa memaksimalkan bakatnya ketika bertanding,” jelas dia.

Hasilnya, para punggawa SDN Klepu 03 sukses mengharumkan nama sekolah. Pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2024, mereka berhasil menembus babak semifinal di KU12. Prestasi mereka meningkat di Seri 2 2024, dengan menyabet gelar kampiun untuk KU10. Bahkan, dalam MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025, tim KU10 SDN Klepu 03 mampu mempertahankan gelar juara usai mengalahkan SDN Kembangarum 2 Semarang dengan skor 3-1.

Guru Olahraga sekaligus Pelatih SDN Klepu 03, Altariq Bagus Istianto mengatakan kilauan prestasi anak didiknya tak lepas dari usaha dan kerja keras demi memantik bakat dan kemampuan mengolah si kulit bundar. Dimulai dari menyiapkan sarana yang mendukung hingga menyusun jadwal latihan serta mencari lawan tanding yang mumpuni demi menambah

jam terbang.

“Bersama orangtua, kami mencari sarana yang mendukung bagi para peserta agar latihan mereka bisa berjalan baik. Lalu, kami juga rutin menggelar latihan persahabatan, salah satunya dengan tim All Stars Kudus sebanyak tiga kali. Tim juga diikutkan ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah di Semarang. Mereka melawan tim putra, yang memiliki dampak positif untuk mempercepat peningkatan kemampuan para siswi. Semua ini demi menambah jam terbang karena kami punya mimpi besar, semoga lahir atlet profesional sepak bola putri yang memperkuat tim nasional Indonesia yang berasal dari SDN Klepu 03,” kata Altariq.

Berikut Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025

Kategori Usia 10

Juara : SDN Klepu 03

Runner-up : SDN Kembangarum 2 Semarang

Semifinalis : SDN Kalibanteng Kidul 01 dan SD Islam Tunas Harapan

Top Scorer : Shakila Azalia Ardani – SDN Klepu 03 (39 gol)

Best Player : Shakila Azalia Ardani – SDN Klepu 03

Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03

Fairplay Team : SDN Kalibanteng Kidul 01

Kategori Usia 12

Juara Semifinalis Top Scorer Best Player Best Goalkeeper Fairplay Team : SDN Kalibanteng Kidul 03

Runner-up : SDN Sendangmulyo 04

: SD Islam Tunas Harapan dan SDN Karanganyar Gunung 02

: Avara Kayana Irawan – SDN Karanganyar Gunung 02 (23 gol)

: Janeeta Alodya – SDN Sendangmulyo 04

: Annisa Intan Sabilla – SDN Kalibanteng Kidul 03

: SDN Sendangmulyo 02