Home Blog Page 84

Blusukan Pasar Johar, Para Pedagang Siap Dukung dan Menangkan Agustin-Iswar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Para pedagang Pasar Johar menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin atau akrab disapa Jaguar (Jagoanku Agustin-Iswar).

Dukungan tersebut disampaikan salah satu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Johar Bang Simon, pada Sabtu (12/10/2024), usai mendampingi pasangan Agustin-Iswar berkunjung ke pasar tradisional dan disambut meriah oleh para pedagang di pasar terbesar di Kota Semarang tersebut.

“Para pedagang Pasar Johar itu banyak ada yang di basement, Kanjengan, Johar Selatan, dan Johar Utara. Dan di kaos kami itu tercantum Paguyuban Pedagang Pasar Johar Bersatu memilih Paslon 1 baik itu Perkasa Jateng 1 maupun Jaguar Semarang 1,” katanya.

Menurut dia, respon para pedagang saat menyambut paslon Agustin-Iswar sangat luar biasa.

“Itu di luar dugaan kami, ribuan pedagang meluangkan waktunya mendengarkan visi misi dari Bu Agustin dan Pak Iswar. Para pedagang itu sangat senang sekali, para pedagang antusias sekali,” ujarnya.

Ia menyampaikan pasangan Agustin-Iswar memiliki 11 program kerja yang sangat bagus sekali dan para pedagang maupun UMKM sangat senang dengan program tersebut. 

“Pedagang itu sangat perlu sekali ada dukungan dari pemerintah, nah Alhamdulillah do program Agustin-Iswar itu ada UMKM-nya. Seandainya Agustin-Iswar terpilih nanti, mungkin yang dititik beratkan atau dimajukan adalah UMKM-nya. Karena Kota Semarang ini adalah kota wisata sehingga mau tidak mau siapaun yang memimpin Kota Semarang harus memperkuatkan UMKM,” katanya.

Selain pedagang Pasar Johar, lanjut Simon, penggemar sepak bola (Cah-cah Bal) juga menyatakan dukungannya terhadap pasangan Agustin-Iswar.

“Yang datang hari ini adalah para pengurus diu klubnya masing-masing. karena klub di Semarang itu banyak sekali,” ujarnya.

Dalam kunjungannnya ke Pasar Johar, pasangan Agustin-Iswar disambut rebana yang menyanyikan sholawat Thola’al Badru ‘Alaina. 

Saat menyapa pedagang, Agustina Wilujeng atau akrab disapa Mbak Agustin menanyakan kondisi pasar tradisional saat ini yang dijawab dengan teriakan koor para pedagang yang mengatakan kondisi pasar saat ini sepi pembeli.

Sepinya pembeli, menurut para pedagang jadi masalah mereka saat ini. Padahal menurut Mbak Agustin kondisi pasar Johar dulu itu ngantu-ngantu (ramai sekali).

“Terutama di tanggal muda, para pedagang yang sudah lama jualan di Pasar Johar pasti pernah merasakan pasar ini ramai sekali. Tapi kinten-kinten (kira-kira), kok Pasar Johar menjadi sepi karena apa?” tanya Mbak Agustin dan dijawab pedagang karena mereka kalah dengan belanja online.

Mendengar jawaban tersebut, Mbak Agustin meminta para pedagang untuk membuat Pasar Johar agar kembali menarik.

“Supaya orang datang tidak hanya belanja karena trendnya sekarang ini sudah belanja online, jadi dagangannya jenengan jadi sepi, maka kita cari daya tarinya apa. Tapi saya tidak bisa mikir sebelum saya menjadi Wali Kota, karena tiwas saya setelah saya usul-usul misalnya tidak jadi wali kota ya tidak jadi kebijakan,” katanya yang disambut riuh doa pedagang agar Mbak Agustin jadi Wali Kota Semarang.

Saat menyapa pedagang, Mbak Agustin didekati salah satu pedagang yang ingin berkeluh kesah (ngudo roso).

Ia meminta agar Pasar Johar dibikin seperti dulu lagi atau sebelum Pasar Johar kebakaran.

“Dibikin Pasar Johar yang kayak dulu saja yang terbuka, sekarang ini Pasar Johar was-was banjir. Insyaallah Bu Agustin kita dukung, kami minta tolong nanti kalau sudah jadi Wali kota monggo dipikirkan Pasar Joharnya,” ujar Mentik Hariani yang berdagang pakaian dalam di Pasar Johar.

Usai menyapa para pedagang, Agustin-Iswar berkeliling pasar dan menyapa pedagang lainnya sembari membeli barang dagangan mereka.

Tampak para pedagang terlihat antusias saat Mbak Agustin menyapa mereka. Bahkan banyak dari mereka yang meminta foto bersama dengan pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut.

Kawasan Morodemak Jadi Pengembangan Kawasan Berbasis Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut

DEMAK (lensasemarang.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menjadikan perairan Morodemak, Kabupaten Demak, sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan kawasan berbasis pengelolaan hasil sedimentasi laut secara berkelanjutan. 

Proyek tersebut diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, Kabupaten Demak, pada Jumat (11/10/2024).

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas langkah Pak Menteri Kelautan dan Perikanan yang mengambil suatu kebijakan yang mendukung pengelolaan sedimentasi secara terpadu,” kata Nana di sela acara peluncuran. 

Ia berpandangan, keberhasilan proyek percotohan ini akan memberikan solusi jangka panjang, bagi masalah sedimentasi dan abrasi di Kawasan Morodemak. 

Namun, lanjut dia, keberhasilan proyek ini butuh kolaborasi dengan banyak pihak, baik dari pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat.

“Oleh karena itu, kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dan berkolaborasi menyukseskan proyek ini,” ujarnya. 

Menurut Nana, proyek tersebut menjadi langkah besar dalam pengelolaan sumberdaya laut sebab Kawasan Morodemak merupakan salah satu wilayah pesisir yang punya potensi besar dalam hal perekonomian masyarakat, 

Namun, wilayah tersebut menghadapi tantangan lingkungan yang berat, diantaranya masalah sedimentasi, sehingga berdampak pada kegiatan perikanan, kesejahteraan nelayan, dan ekosistem pesisir. 

“Sedimentasi ini menghambat akses nelayan ke pelabuhan, memperpanjang waktu operasional, karena mereka (nelayan) harus memutar mengelilingi daripada sedimentasi tersebut, serta menambah biaya bahan bakar bagi para nelayan tersebut,” katanya.

Selain sedimentasi, lanjut Nana, pantai utara Jawa juga dihadapkan pada masalah abrasi. Tingginya abrasi menyebabkan penurunan tanah dan rob, sehingga banyak masyarakat yang kehilangan lahannya. 

“Semoga dengan adanya program rehabilitasi di Morodemak ini bisa mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat yang sebagian besar sebagai nelayan dan petambak,” ujar Nana. 

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menuturkan, pilot project di Morodemak ini masih berskala kecil. Tetapi dimulai dari yang kecil ini, ada harapan besar untuk memperbaiki ekosistemnya.

“Saya berharap dimulai yang kecil ini, dalam satu, dua atau tiga tahun yang akan datang, seratus hektare itu sudah tumbuh menjadi sebuah hutan mangrove yang bagus,” kata dia. 

Ia berharap, program rehabilitasi atau revitalisasi di kawasan Morodemak ini, bisa bermanfaat untuk mendukung mata pencaharian masyarakat setempat, memperbaiki ekosistem lingkungan sekitar, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut dengan mengatur pengelolaan hasil sedimentasi.

PPPKMI Jateng Gandeng Perguruan Tinggi Implementasi Perwujudan Kawasan Tanpa Rokok di Kampus

SEMARANG (lensasemarang.com) – Perkumpulan Pendidik dan Promotor Kesehatan (PPPKMI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan the Vital Strategies mengadakan kegiatan workshop implementasi Kawasan Tanpa Rokok pada Perguruan Tinggi di Jawa Tengah pada 7-8 Oktober 2024.

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan membangun komitmen dari pihak pengelola lingkungan pendidikan khususnya perguruan tinggi yang ada di Jateng untuk mewujudkan kampus sehat bebas asap rokok.

Tujuan kegiatan ini selaras sebagai bentuk kepatuhan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah no 28 Tahun 2024 yang di dalamnya mengatur bahwa terdapat tujuh tempat yang merupakan Kawasan Tanpa Rokok, adapun salah satu dari tempat yang dimaksudkan dalam peraturan tersebut adalah tempat belajar mengajar.

Perguruan tinggi merupakan tempat proses belajar mengajar yang termasuk dalam kawasan tanpa rokok.

Dalam workshop ini, hadir sebanyak 38 peserta yang merupakan pimpinan dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah serta staf atau pelaksana kebijakan program Kawasan Tanpa Rokok di kampus atau perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah.

Dalam kegiatan ini dihadirkan pembicara dari Universitas Airlangga yang merupakan salah satu universitas yang telah berhasil dalam menegakkan KTR di kampus, Dr. Sri Widati, S.Sos., M.Si. Beliau merupakan dosen, ketua pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Timur sekaligus aktivis dalam perwujudan Kawasan Tanpa Rokok di Kampus.

Acara ini juga dihadirkan Rita Utrajani, SKM, M.Kes yang merupakan sub koordinator promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah serta Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH, MA yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dan dewan pakar PPPKMI Pengda Jawa Tengah.

Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) di Indonesia pada tahun 2011 dan 2021 terungkap bahwa selama kurun waktu 10 tahun terjadi peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang yaitu dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada tahun 2021. Hasil survei GATS juga menunjukkan adanya kenaikan prevalensi perokok elektronik hingga 10 kali lipat, dari 0.3% (2011) menjadi 3% (2021).

Sementara itu, prevalensi perokok pasif juga tercatat naik menjadi 120 juta orang.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kemenkes RI mendapatkan hasil total jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta. Pada survei tersebut didapatkan prevalensi perokok anak (umur 10-18 tahun) sebesar 7,4%, turun dari data Riskesdas 2018 sebesar 9,1%. Namun demikian, prevalensi perokok anak di Jawa Tengah justru lebih tinggi yaitu 9,6%.

Berbagai hasil riset dan kajian telah membuktikan berbagai kerugian yang timbul akibat tingginya konsumsi rokok. Menurut kajian Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) di tahun 2021, biaya kesehatan akibat merokok tercatat sebesar Rp17,9-27,7 triliun setahun.

Dr. Hermien Nugraheni, SKM, M.Kes, selaku ketua penyelenggara acara workshop implementasi Kawasan Tanpa Rokok pada perguruan tinggi di Jawa Tengah menyampaikan penjelasan dan harapan dari terselenggaranya kegiatan yang merupakan lanjutan dari workshop online yang diselenggarakan pada 17 September 2024.

Dengan kegiatan ini diharapkan peserta dapat membulatkan tekad untuk bisa mengimplementasikan KTR di kampus secara komprehensif.

“Adapun pada akhir kegiatan diharapkan kita bisa membuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan kampus, kami PPPKMI Pengda Jawa Tengah siap untuk mendukung usaha implementasi tersebut pada masing-masing kampus,” katanya.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Ketua PPPKMI Pengda Jateng menyatakan, “Dengan adanya peningkatan prevalensi merokok dan meningkatnya jumlah perguruan tinggi, remaja khususnya kelompok mahasiswa yang merupakan agent of change dan juga merupakan influencer terhadap sesamanya akan saling mempengaruhi perilaku kesehatan khususnya perilaku merokok di lingkungan kampus,”.

Menurut dia, pembentukan dan penyadaran terhadap perilaku merokok di lingkungan kampus dapat dimulai dengan pelaksanaan KTR di kampus sebagai suatu ekosistem dapat menerapkan batasan tertentu untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku yang sehat.

“Mungkin sebagai permulaan, akan sulit, namun diharapkan hal ini merupakan usaha kecil yang membawa perubahan besar di masa depan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan, khususnya perguruan tinggi yang sehat bebas asap rokok,” ujarnya.

Subkoordinator promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah, Rita Utrajani, SKM, M.Kes memaparkan materi terkait Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.

“Prevalensi perokok elektronik di Indonesia naik secara signifikan dan mayoritas perokok memulai perilaku merokok ketika remaja. Indonesia telah memiliki Regulasi KTR untuk menunjang penerapan KTR di kampus seperti yang tertuang dalam UU no 17 Tahun 2023 dan PP no 28 tahun 2024. Adapun Jawa Tengah telah memiliki peraturan gubernur yang juga menjadi payung hukum dalam penegakan KTR di kampus,” katanya.

Ia memaparkan, aturan terkait dengan Kawasan Tanpa Rokok bukan merupakan aturan untuk melarang seseorang untuk merokok tapi membuat cerdas perokok untuk tau dimana lokasi untuk merokok.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjamin hak setiap orang untuk merasakan udara sehat bebas asap rokok dan juga menjamin hak atas kesehatan bagi tiap orang,” katanya.

Dewan pakar PPPKMI Pengda Jateng, Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH, MA memaparkan materi terkait dengan pentingnya mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di kampus.

Disebutkan, prevalensi merokok pada remaja di Jawa Tengah terus mengalami kenaikan, salah satu penyebabnya adalah pengaruh iklan, promosi, dan sponsor rokok. Remaja khususnya pelajar dan mahasiswa merupakan sasaran pasar dari industri rokok karena remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap industry rokok di masa depan.

Hal ini dapat terjadi karena mayoritas aktvitas merokok dimulai ketika usia remaja. Indonesia, telah memiliki peraturan pemerintah No 28 tahun 2024 terkait dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok pada 7 lokasi yang salah satunya adalah tempat belajar mengajar.

“Perguruan tinggi sebagai yang merupakan tempat belajar mengajar temasuk dalam 7 Kawasan Tanpa Rokok yang tertuang dalam PP No 28 Tahun 2024 dapat mengimplementasikan kampus bebas asap rokok, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang ada di Indonesia.

Bagoes Widjanarko juga mengungkapkan manfaat penerapan KTR di Kampus, yaitu (1) Taat Undang-Undang karena KTR merupakan amanah dari UU, (2) Menciptakan citra positif kampus sebagai lembaga ilmiah, (3) Menciptakan kampus sehat dengan udara yang bersih dan sehat adalah hak setiap civitas akademika, (4) Independen tidak diintervensi oleh TI dan menghindarkan dari konflik kepentingan.

Dr. Sri Widati, S.Sos., M.Si selaku ketua pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Timur, dalam presentasinya menjelaskan terkait dengan penegakan implementasi Kawasan tanpa rokok, khususnya di lingkungan tempat belajar mengajar, perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa merokok merupakan perilaku menular dikarenakan adanya interaksi antar manusia menyebabkan seseorang dapat terpengaruh hal tertentu seperti merokok.

Dengan adanya peningkatan angka perokok maka dapat disimpulkan juga bahwa angka penyakit akibat rokok juga akan semakin meningkat. Beberapa negara maju seperti Singapura dan US telah melakukan pengendalian rokok lebih dari 50 tahun, Indonesia yang baru memulai langkah pengendalian rokok dari 2007 hingga sekarang merupakan awal yang baik untuk mengendalikan perilaku merokok dan penyakit akibat rokok.

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok telah dilakukan oleh RGTC Universitas Airlangga, dalam workshop ini, Sri Widati memberikan contoh dan langkah untuk implementasi Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan kampus atau perguruan tinggi. Universitas Airlangga telah memiliki Surat Keputusan Rektor Nomor 43/UN3/2023 tentang penetapan satuan tugas internal Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan Universitas Airlangga tahun 2023.

“Untuk penerapan KTR di kampus diperlukan adanya pengetahuan dan kesadaran dari berbagai pihak di kampus untuk bisa berkolaborasi dan menunjang implementasi Kawasan Tanpa Rokok di kampus. Kita bisa, berkomitmen dan bersama mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Pada akhir acara, peserta melakukan diskusi terkait rencana implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada masing-masing perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil diskusi, beberapa perguruan tinggi telah mengemukakan ide untuk dapat menindaklanjuti perwujudan KTR di kampus, salah satu langkah awal yang akan dilakukan yaitu dengan melakukan edukasi melalui sosialisasi dan membentuk supporting unit untuk bisa sesegera mungkin mewujudkan kampus sehat bebas asap rokok.

Pemprov Jateng Terima Subroto Award Kategori Pengelola Air Tanah Terbaik Se-Indonesia

JAKARTA (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan Subroto Award dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Kategori Pengelola Air Tanah Terbaik di Indonesia. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri ESDMBahlil Lahadalia kepada Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana di Hotel Kemphinski Jakarta pada Kamis (10/10/2024) malam.

Pemprov Jateng menjadi satu-satunya lembaga tingkat provinsi di Indonesia yang menerima penghargaan sebagai apresiasi tertinggi di bidang energi dan sumber daya mineral.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan bahwa penerima penghargaan dari kategori pemerintah di bidang geologi hanya tiga, meliputi Pemprov Jateng (Pengelola Air Tanah), Kabupaten Magelang (Manajemen Mitigasi Bencana Geologi), dan Kabupaten Maros-Sulawesi Selatan (Konservasi Geologi). 

“Penghargaan Subroto Award 2024 ini menjadi penyemangat bagi Pemerintah Provinsi Jateng maupun bagi masyarakat agar mampu mengelola dan mengkonservasi air tanah, sehingga (air) bisa digunakan dan dikelola secara berkelanjutan,” kata Nana.

Sudah banyak upaya yang dilakukan Pemprov Jateng dalam mengelola air tanah antara lain, melakukan kajian terhadap zona konservasi air tanah sebanyak 20 cekungan air tanah di Jateng, memberlakukan pembatasan debit pengambilan air tanah kepada para pelaku usaha dan mengarahkan supaya menggunakan air permukaan atau PDAM. 

Selain itu, juga membangun sumur resapan untuk mengisi kembali air tanah yang diambil para pengguna air tanah, dan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara pengajuan izin pemanfaatan air tanah, dan upaya konservasi air tanah di Jateng.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kita menjaga ekosistem untuk konservasi atau perlindungan air tanah,” ujarnya.

Long Wekend Bus Besar Dilarang Naik Wisata Dieng Wonosobo, Polisi Sediakan Kantong Parkir

WONOSOBO – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah mengeluarkan aturan, bus ukuran besar dilarang memasuki kawasan Wisata Dieng, Wonosobo menjelang libur akhir pekan. Sebagai upaya antisipasi terhadap kepadatan arus lalu lintas, pihaknya menyiapkan sejumlah kantong parkir di beberapa lokasi.

“Kita sudah ada aturan bus besar atau 30 seat lebih tidak boleh melintas naik ke Dieng. Ada beberapa trouble spot yang mengakibatkan kemacetan. Kita sediakan kantong parkir alternatif di Terminal Kalianget dan wilayah Kalibening,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan, Kamis (10/10).

Ada tiga titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian polisi. Titik rawan diantaranya jalur lintas.

“Titik rawan jalur nasional kretek yang merupakan daerah rawan laka lantas. Rest area kledung di perbatasan Temanggung- Wonosobo yang jadi tempat singgah dan istirahat. Serta area drop off penumpang di terminal kali anget,” ujarnya.

Personel kepolisian juga telah melakukan survay dan patroli di beberapa titik di jalur menuju wisata Dieng yang berpotensi dikunjungi wisatawan. Personel juga bakal
melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kita juga di lapangan siap melaksanakan rekayasa one way jika terjadi kepadatan arus lalin di wisata Dieng,” jelasnya.

Pentingnya terhadap beberapa titik jalan yang dapat menyebabkan masalah. “Keterbatasan parkir dan kondisi jalan yang kurang lebar mengakibatkan kemacetan,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Polda Jateng dapat mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas menuju wisata Dieng selama periode liburan.

Survei Pilwakot Semarang 2024: Elektabilitas Yoyok-Joss Unggul Jauh dari Agustin-Iswar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Elektabilitas pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) unggul jauh dari pasangan nomor urut 1, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin (Jaguar) dalam survei terkait dengan kontestasi Pilwakot 2024.

Berdasarkan hasil survei Indoriset Strategies, tingkat keterpilihan Yoyok-Joss sebesar 62 persen, unggul jauh di atas Jaguar dengan elektabilitas 17,5 persen atau masih ada 20 persen suara yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan hanya 0,5 persen berpotensi golput.

Hasil survei ini dipaparkan oleh peneliti Indoriset Strategies Mukhlis Raya dalam FGD “Membaca Peta Politik Pilwakot Semarang 2024 Jilid 5: Merebut Swing Voters”. Acara ini digelar Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) di Rumah Popo Kota Lama Semarang, Kamis (10/10/2024) sore.

“Berdasarkan hasil survei, pasangan Yoyok-Joss memperoleh tingkat keterpilihan 62 persen, sedangkan pasangan Jaguar meraih 17.5 persen suara,” katanya saat memaparkan hasil survei dalam FGD tersebut. 

Mukhlis Raya mengatakan bahwa alasan utama responden memilih Yoyok-Joss adalah karena pengalaman, kinerja yang dinilai baik, serta kesesuaian visi dan misi.

Faktor lain seperti asal daerah juga menjadi pertimbangan, meskipun tidak dominan. 

Sementara di sisi lain, pemilih pasangan Agustina-Iswar juga mempertimbangkan visi, misi, pengalaman pasangan calon, dan kinerja, namun partai politik pengusung dan gender lebih berperan dalam keputusan memilih.

“Pasangan Yoyok-Joss unggul di semua kategori pemilih berdasarkan usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan,” ujar Mukhlis. 

Menurutnya, jika melihat sisa masa kampanye, Yoyok-Joss lebih berpeluang besar untuk memperkuat elektabilitas, terutama dengan menarik pemilih yang belum menentukan pilihan.

Sementara itu, pasangan Agustin-Iswar masih memiliki kesempatan untuk meraih simpati pemilih dengan mengoptimalkan mesin partai dan isu gender.

“Jumlah undecided voters yang mencapai 20 persen cukup signifikan, sehingga setiap calon perlu lebih mengefektifkan strategi kampanye untuk memaksimalkan potensi ini,” kata Mukhlis.

Survei ini dilakukan pada 24-28 September 2024 dengan jumlah 440 responden warga Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling secara tatap muka dengan margin of error sebesar 4,77 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Merebut Suara Swing Voters

Dalam FGD ini, FOMOS menghadirkan dua narasumber untuk menganalisis bagaimana peluang swing voters atau pemilih yang dapat mengubah pilihan dalam memutuskan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada 27 November 2024. 

Pengamat politik asal Universitas Negeri Semarang (UNNES) Aris Munandar menekankan pentingnya memperhatikan swing voters karena cenderung tidak terikat pada ideologi partai dan bisa dipengaruhi isu-isu terkini serta gagasan yang ditawarkan kedua paslon. 

“Swing voters akan melihat bagaimana paslon berkampanye, gagasannya yang disampaikan, misalnya terkait cara mengatasi banjir dan rob, mengatasi kemacetan, isu-isu tenaga kerja, infrastruktur, transportasi, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, kata Aris, swing voters juga cenderung lebih aktif mencari informasi terkait program-program kedua pasangan calon.

Pilihan politik mereka cenderung berubah-ubah tergantung bagaimana kedua pasangan calon meyakinkan pemilih. 

“Swing voters ini ada yang gampang dipengaruhi atau berpindah hati dan ada yang susah. Tergantung bagaimana paslon dan tim sukses menggiring mereka,” kata Aris. 

Sementara tokoh milenial Muhammad Shabiq Kamalul Haq yang juga Ketua HIPMI Pesantren Jawa Tengah menyoroti fenomena menarik dalam Pilwakot Semarang yakni kebutuhan soal kebutuhan spiritual generasi muda yang tidak disentuh kedua paslon. 

Menurutnya, baik Yoyok-Joss dan Agustin-Iswar masih berfokus pada kebutuhan fisik atau jasmani dan cenderung mengabaikan unsur rohani. Pihaknya menyarankan kedua paslon untuk lebih menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan rohani. 

“Misalnya isu tentang pencemaran lingkungan ini kan sebenarnya berkaitan dengan rohani, bagaimana masyarakat bisa hidup aman dan tenang terbebas dari banjir. Bagaimana mereka mendapatkan kasih sayang merasa diperhatikan,” ujarnya.

Dengan hasil survei Indoriset Strategis, pemenang Pilwakot Semarang 2024 masih terbuka bagi kedua pasangan calon tergantung bagaiman keduanya memaksimalkan strategi kampanye dan meraih simpati pemilih, khususnya yang belum menentukan pilihan.

Baznas Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp2,980 Miliar Untuk Perbaikan RTLH

SEMARANG (lensasemarang.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Jawa Tengah menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada 160 warga dengan nilai total Rp2,980 miliar yang merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan ekstrem tahap III tahun 2024.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno didampingi Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji kepada Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat Jateng Arief Djatmiko, di Kantor Setda Jateng pada Kamis (10/10/2024).

“Bantuan rehab RTLH dari Baznas ini merupakan salah satu sarana kita untuk bersama-sama menuntaskan kemiskinan ekstrem di Jateng,” kata Sumarno di sela acara penyerahan RTLH.

Ia mengatakan tujuan dari perbaikan RTLH ini supaya hunian warna penerima bantuan menjadi sehat dan tertata rapi sehinggga penghuninya nyaman. 

Menurut Sekda, indikator kemiskinan bukan hanya pada dengan kondisi rumah, namun juga menyangkut pendapatan ekonomi keluarga, kesehatan, dan sebagainya.

Ia berharap, dengan dijadikannya rumah menjadi layak huni, maka penghuninya bisa semakin fokus untuk bekerja mencari nafkah.

Dengan adanya perbaikan RTLH ini, lanjut Sumarno, harapannya juga akan berdampak terhadap pengurangan stunting sebab rumah yang sudah layak huni ini tersedia sanitasi yang sesuai standar kesehatan, lantai tidak lagi tanah, dan terdapat jendela/sirkulasi udara sehingga rumah menjadi sehat. 

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan program perbaikan RTLH sebanyak 750 unit pada 2024.

Jumlah itu termasuk sebanyak 160 unit yang akan didistribusikan kepada warga miskin yang tersebar di berbagai daerah.

“Kita bekerja sama dengan Baznas kabupaten/kota dan Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat Jateng, sehingga data kemiskinan kita semakin menurun,” katanya.

Dengan kondisi rumah yang layak, lanjut dia, maka diharapkan suasana rumah menjadi lebih nyaman, tenang, dan sehat serta penghuninya semakin semangat bekerja sehingga perekonomian atau kesejahteraan keluarga meningkat. 

Selain program renovasi RTLH, Baznas Jateng juga terus menggencarkan beberapa program prioritas. Yaitu pelatihan pemberdayaan manusia dan bantuan permodalan usaha bagi warga miskin.

Wisuda ITESA Muhammadiyah Beri Penghargaan Kepada Agustina Wilujeng Atas Kepedulian Beasiswa

SEMARANG (lensasemarang.com) – Institut Teknologi Statistika dan Bisnis (ITESA) Muhammadiyah Semarang mewisuda 43 orang wisudawan dari Prodi D3 Statistika pada Rabu (9/10/2024).

Rektor ITESA Muhammadiyah Semarang Nurul Huda mengapresiasi pencapaian para mahasiswa karena dapat menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. 

“Alhamdulillah kita meluluskan 43 wisudawan dari Prodi D3 Statistika, dimana dari 43 mahasiswa tersebut 5 diantaranya sudah bekerja, dan 2 diantaranya sudah sampai tahap akhir di pertamban. Hampir 50 persen atau sebanyak 18 wisudawan lulus secara cumlaude,” katanya. 

Dalam kesempatan tersebut Nurul Huda juga mengapresiasi kedatangan Mantan Wakil Ketua Komisi X DPR RI 2019-2024 Agustina Wilujeng Pramestuti.

Ia berterima kasih secara khusus karena terdapat 30 mahasiswa ITESA Muhammadiyah Semarang mendapat beasiswa Kartu Indonesia Pintar(KIP). 

“Jadi kami undang Bu Agustina secara khusus sebagai ucapan terima kasih kami karena 30 mahasiswa kami merupakan peraih KIP dari usulan masyarakat dari Bu Agustina sendiri. Dan dari 30 mahasiswa tersebut, 18 mahasiswa meraih predikat cumlaude,” ujarnya. 

Sementara itu, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan kebanggaanya karena dapat mengantarkan mahasiswa memperoleh akses beasiswa KIP. 

Atas kepedulian itu, ITESA Muhammadiyah Semarang memberikan piagam penghargaan kepada Agustina Wilujeng Pramestuti, yang alumni Undip (S1 dan S3) dan Unissula (S2).

“Ini adalah hari yang membahagiakan karena 18 mahasiswa yang cumlaude itu saya antar lewat beasiswa, jadi senang banget. Dan mereka menjadi lulusan D3 Prodi Statistika, sebuah ilmu yang sangat langka. Saya minta mereka terus improve ilmu tentang statistika. Selamat ya wisudanya,” kata perempuan yang kini menjadi Calon Wali Kota Semarang itu. 

Lebih jauh Agustina menyatakan pihaknya bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi untuk memastikan para mahasiswa yang memenuhi syarat dapat memperoleh beasiswa, syaratnya yaitu memiliki indeks prestasi di atas 3.

“Ketika ada yang lemes-lemes, ya biasa pada saat smester 1-2 para dosen dan civitas akademika ITESA Muhammadiyah Semarang itu menjaga supaya mereka tetap on the track, ya mungkin kan aktivitas apapun, intinya pada akhir ujian mereka menerima IPnya harus 3,” ujarnya.

Pada momen Indonesia Emas tahun 2045 mendatang Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul. Menurutnya hal ini sangat harus dipersiapkan yaitu dengan pendidikan yang berkualitas. 

“Kalau mau mengikuti jalur akademis, ya ambillah jurusan yang spesifik yang dibutuhkan di masa depan. Kalau di ITESA ini jurusannya Statistika ini keren, banget, karena dia banyak algoritma, berhubungan dengan survei, dan berhubungan dengan macam-macam,” ujarnya. 

Agustina mengaku akan terus memperjuangkan dunia pendidikan yang layak dan gratis bagi warga tidak mampu di kota Semarang.

Baliho Yoyok-Joss Dirusak, Tim Pemenangan Siap Tempuh Jalur Hukum

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah alat peraga kampanye (APK) berupa baliho milik pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) yang terpasang di beberapa titik di Kota Semarang diduga dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. 

Menanggapi insiden ini, Ketua Tim Pemenangan Yoyok-Joss Wahyu “Liluk” Winarto menegaskan bahwa pihaknya bakal membentuk satgas pengamanan APK serta tidak segan menindaklanjuti dengan menempuh jalur hukum.

“Beberapa APK paslon nomor urut 2 Yoyok Sukawi dan Joko Santoso dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tim pemenangan Yoyok-Joss akan membentuk satgas untuk pengamanan APK,” katanya di Semarang, Rabu (9/10/2024).

Ia menyebutkan sejumlah lokasi di mana baliho Yoyok-Joss dirusak yakni di Jalan Tulus Harapan Sendangmulyo Tembalang, Jalan Sumber Mas Raya Panggung Kidul Semarang Utara, Jalan Durian Raya Banyumanik, dan sejumlah lokasi lainnya.

Pihaknya sangat menyayangkan ulah oknum orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak baliho pasangan calon Koalisi Semarang Maju Bermartabat tersebut. 

Menurut Liluk, perusakan APK telah menodai spirit demokrasi karena seharusnya kontestasi Pilwakot Semarang dijalankan dengan menjunjung tinggi etika dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang sehat.

“Ini mencederai semangat demokrasi. Setelah ini kami akan bentuk satgas untuk mengatasi perusakan APK dan untuk mengawasi dan membetulkan APK yang rusak,” katanya.

Dirinya berharap perusakan terhadap baliho Yoyok-Joss tidak terulang kembali dan dalam waktu dekat, Tim Pemenangan Yoyok-Joss juga akan menelusuri siapa dalang di balik insiden ini.

“Dan kami pun akan menindaklanjuti ke ranah hukum apabila perusakan terus dilakukan,” tegas Liluk yang juga menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang tersebut.

Ada Petinggi PKS Setyo Sularso Dukung Andika Hendi Pilgub Jateng Karena Besan

SEMARANG – Calon Wakil Gubernur nomor 1, Hendrar Prihadi mengapresiasi anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jenderal (Purn) Setyo Sularso bisa masuk dalam barisan pendukungnya karena kedekatan emosional dengan Andika Perkasa. Meski begitu dengan gabungnya Setyo Sularso di tim wakil pemenangan sebuah kebesaran hati.

“Jadi gabungnya beliau sangat diapresiasi, diharapkan langkah ke depan bisa memenangkan Pilgub Jateng,” kata Hendi sapaan akrabnya saat ditemui usai makan siang di Semarang, Rabu (9/10).

Terkait anggota tidak dilinier, pihaknya jauh-jauh hari sudah mendiskusikan tentang hal tersebut. Bila koalisi Pilgub tidak sama propinsi tidak ada masalah yang terpenting tidak mengkampanyekan paslon lain.

“Contoh saya kader PDIP mengkampanyekan Pilwalkot Kota Semarang kader lain Mas Yoyok keliru. Maka wajib saya dukung dari PDIP juga Agustin-Iswar,” ungkapnya.

Seperti koalisi Kabupaten Grobogan yang calonnya Bupatinya dari PDIP didukung dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ketika kampanye calonnya sendiri-sendiri.

“Grobogan menarik karena calonnya didukung sebagian KIM. Setyo Hadi calon Bupati PDIP berkampanye untuk kampanye sendiri. Wakilnya bukan PDIP ya kampanyenya untuk gubernur lainnya,” pungkasnya.