Site icon Lensa Semarang

Timnas U-23 Gagal Raih Olimpiade, KORMI Sebut Tugas Kita Cetak Pemain Dalam Negeri

SEMARANG – Terkait kalahnya Timnas Indonesia U-23 vs Irak U-23, masyarakat tetap bangga dengan tim Garuda. Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional menilai kalahnya Timnas Indonesia U-23 vs Irak U-23, membuktikan bahwa untuk mencapai target prestasi sepak bola tidak dibutuhkan pemain naturalisasi.

“Kita bangga dengan prestasi tim garuda meski kalah. Untuk menjadi hebat tidak harus pakai pemain dari luar negeri, tapi dibutuhkan sumber daya manusia (sdm) yang juga hebat,” kata Ketua KORMI Nasional, Hayono Isman saat menghadiri launching kantor KORMI Jateng di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (3/5).

Sedangkan pemilihan pemain naturalisasi ini yang seharusnya menjadi perhatian PSSI. Namun secara jangka pendek, pihaknya mengapresiasi prestasi pemain bola luar biasa. Namun, ini bagian permasalahan KORMI bagaimana cara mencetak pemain dalam negeri menjadi berkualitas.

“Ini tugas kita caranya agar mampu mencetak pemain dalam negeri tidak kalah dengan pemain luar negeri. Kita pikirkan jangka panjang dengan peningkatan kualitas, melatih dan perbaikan sepak bola usia dini dengan kompetisi bagi pemain usia muda,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi pemain sepak bola dalam negeri namun stamina dan kebugaran fisik kalah dengan pemain sepak bola naturalisasi. “Jadi kita bangga dan salud dengan timnas. Ke depan kami inginkan kerjasama membangun pemain sepak bola dalam negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya Timnas Indonesia U-23 gagal meraih posisi ketiga di Piala Asia U-23 2024 karena kalah dengan Timnas Irak.

Exit mobile version