Rawan Laka, Pelandaian Jalan Silayur Telan Biaya Rp60 Miliar di Tengah Efisiensi Kebijakan Pusat

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat biaya pelandaian tanjakam Silayur, ruas jalan yang terletak di Kecamatan Ngaliyan mencapai lebih dari Rp60 miliar. Biaya itu sangat besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemarin kami minta dibuatkan kajian, berapa biaya yang harus dikeluarkan agar jalan itu bisa dibuat landai. Anggarannya lebih dari Rp60 milliar,” kata Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Pemprov Jateng, Senin (1/12).

Jalan silayur yang sejak lama dikenal sebagai jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas. saat ini Pemkot Semarang belum memiliki solusi permanen selain pelandaian Jalan yang membutuhkan anggaran besar.

“Jalan Silayur itu memang struktur jalanny sulit. Elevasinya tidak sesuai,” ungkapnya.

Bila kemampuan fiskal Pemkot Semarang tidak memungkinkan untuk membiayai pelandaian Jalan Silayur. Karena itu, solusi sementara yang ditawarkan yakni berupaya memperketat pengawasan terhadap truk-truk besar yang melintas agar sesuai aturan.

“Posisi kami saat APBD belum dipotong saja, kekuatan fiskalnya sudah tidak memungkinkan. Apalagi sekarang,” terangnya.

Perlu diketahui truk bermuatan di jalur Silayur hanya diizinkan melintas mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Truk dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton dilarang melintas di luar jam tersebut karena jalur ini sangat curam dan rawan kecelakaan.

Terbaru, sebuah truk bermuatan minyak gagal menanjak dan terguling di Jalan Silayur atau persisnya di depan SMPN 16 Semarang, Sabtu (29/11).

Berita Terkait