Viral Truk Angkut Ratusan Anjing, DMFI Anjing Dibawa Arah Sragen

Semarang – Video viral di medsos memperlihatkan ada keberadaan truk mengangkut ratusan anjing dari Cirebon melewati Jawa Tengah. Koalisi pecinta anjing yang tergabung dalam Dog Meet Free Indonesia (DMFI) menyatakan truk itu melaju ke arah Soloraya.

CEO JAAN Domestic sekaligus Koordinator Nasional DMFI, Karin Franken mengatakan benar adanya pergerakan truk pengangkut anjing tersebut. Tim sudah mengecek keberadaan truk itu akan tetapi belum bisa memastikan apakah asal moda truk pembawa anjing dari Cirebon atau bukan.

“Belum bisa dipastikan apakah truk yang viral di media sosial dari Cirebon. Hanya saja kalau disebut tujuannya ke Semarang, saya rasa bukan. Karena Kota Semarang sudah punya Perda yang melarang perdagangan anjing. Memang masih ada sedikit yang melakukannya, tetapi saya menduga pasti truk tersebut arahnya ke Soloraya. Terutama ke Klaten, Sragen dan Surakarta,” kata Karin, Selasa (26/12).

Pihaknya sudah mendapat laporan ihwal pergerakan truk pembawa anjing tersebut. DMFI, katanya sudah berusaha mengontak petugas jalan tol untuk mencegatnya. Serta meminta bantuan dinas dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjutinya.

Namun karena truk yang disinyalir sudah melaju terlalu jauh, maka petugas jalan tol tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan pihak dinas juga tidak bisa menindak tegas.

Menurutnya dengan melaju sampai ke Soloraya, biasanya puluhan anjing yang masih dalam kondisi hidup dikirim ke sejumlah tempat.

“Umumnya dikirim ke Sragen, Klaten dan Surakarta. Misal ke Klaten 50 ekor, Sragen 60 ekor. Sisanya ke Solo. Dan petugas tol tidak bisa berbuat apa-apa karena truk sudah jalan melewati batas tol,” jelasnya.

Bila aksi perdagangan anjing kini cenderung dilakukan secara sembunyi lantaran banyak pemda yang telah menerapkan aturan larangan perdagangan anjing. Bila sebelumnya para pelaku perdagangan anjing terang-terangan mengirim anjing hidup pada siang hari. Belakangan mereka melakukan aksinya pada malam pada jam tertentu.

“Sekarang yang mereka lakukan selalu sembunyi-sembunyi. Tidak berani lagi secara terbuka. Kalau ngirim anjing pasti pada jam tertentu saja,” tutupnya.

Berita Terkait