Friday, February 27, 2026
Google search engine
HomeDaerahCerita Warga Tak Perlu Putar Jauh Lagi, Sudah Ada Jembatan Gantung Hubungkan...

Cerita Warga Tak Perlu Putar Jauh Lagi, Sudah Ada Jembatan Gantung Hubungkan 7 Desa di Batang

BATANG – Setelah 39 tahun harus memutar jauh, kini warga tujuh desa di Kabupaten Batang bisa merasakan fasilitas jembatan gantung Merah Putih 10. Warga begitu antusias ketika kehadiran jembatan dinanti sejak bertahun-tahun lamanya bisa dilintasi.

Sebelumnya, warga Desa Kranggan harus berputar empat desa untuk menuju Desa Kebumen. Diantaranya Desa Tersono, Desa Tanjungsari, Desa Harjowinangun Barat dan Desa Pujut. Bahkan jarak yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu 20 menit.

“Biasanya waktu tempuh 20 menit lebih. Sekarang dari Desa Kebumen ke Desa Kranggan tidak ada lebih dari 3 menit. Jembatan ini berdampak langsung pada tujuh desa,” kata Kades Kranggan Arfianto Tri Saputro, Senin (17/2).

Di lain hal, adanya jembatan merah putih 10 yang sudah bisa dilintasi berdampak penjualan hasil bumi seperti jagung, padi dan lainnya lebih singkat distribusinya.

“Distribusi menjual hasil panen cepat dari dampak dari sisi ekonomi,” jelasnya.

Pangdam Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi menyebut pembangunan jembatan gantung Merah Putih 10 tersebut dibuat melibatkan warga desa sekitar hingga pemerintah setempat. Hasilnya pembangunan lebih hemat dan cepat, cukup dalam jangka dua bulan.

“Kekuatan jembatan kurang lebih hanya 3-4 ton, jadi penggunaan jembatan ini agar dipelihara supaya lebih lama penggunaannya, dan bisa dikmati oleh warga masyarakat di desa Kranggan dan Kebumen dan sekitar,” kata dia.

Jembatan Gantung Merah Putih 10 Kabupaten Batang memiliki bentang 50 meter. Pangdam menyebut pihaknya sudah membangun 11 jembatan gantung. Rinciannya Kabupaten Brebes (3), Kabupaten Tegal (4), Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Cilacap.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan bahwa jembatan itu sudah ditunggu-tunggu warga sekitar. Bahkan, ibu-ibu sekitar turut membantu menyediakan konsumsi pada anggota TNI.

“Jembatan ini sudah ditunggu warga berpuluh tahun lamanya,” tuturnya.

Nilai pembangunan jembatan ini menembus Rp 1,8 miliar. Rinciannya, Bakti TNI sebesar Rp 795 Juta, CSR Bank Jateng Rp 450 juta dan APBD sebesar Rp 350 juta, penanganan bencana Rp 137 juta, swadaya masyarakat senilai Rp 100 juta.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments