Home Blog Page 10

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

JAKARTA – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako senilai Rp1 juta untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yayasan Penyantunan Sosial (Yapensos). Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

Kegiatan ini sejalan dengan brand campaign Melangkah Pasti dimana AXA Mandiri mempertegas komitmennya untuk melangkah bersama dengan penuh semangat dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak secara berkelanjutan.

“Ramadan merupakan momen terbaik untuk memupuk kepedulian sosial dalam rangka meningkatkan amal ibadah. Melalui kegiatan ini, sekitar 100 karyawan AXA Mandiri meluangkan waktu dan tenaganya dalam menyiapkan makanan dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim. Selain itu, sukarelawan AXA Mandiri tersebut juga berbagi ilmu literasi keuangan melalui permainan interaktif monopoli dan ular tangga. AXA Mandiri menyadari pentingnya memiliki pemahaman tentang keuangan sejak dini agar dapat melangkah pasti dalam menyongsong masa depan yang lebih baik” ujar Chief Communications Officer AXA Mandiri, Atria Rai.

Dalam acara yang sama, AXA Mandiri juga menyerahkan donasi yang berasal dari karyawan kepada dua panti asuhan di atas melalui organisasi karyawan Muslim AXA Mandiri, Kalam.

Sebelumnya, AXA Mandiri menyerahkan lebih dari Rp250 juta nilai surplus underwriting 2024 ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Nilai surplus underwriting AXA Mandiri tahun 2024 disalurkan Baznas ke Pondok Pesantren Nurul Huda, Bekasi untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan.***

LPS Lantik Sejumlah Pejabat Baru Wujud Reorganisasi dan Persiapan Penjaminan Polis

JAKARTA (lensasemarang.com) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi melantik para pejabat baru yang akan mengisi posisi sebagai Direktur Eksekutif, Direktur Group, Kepala Divisi dan Kepala Tim.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, langkah ini merupakan salah satu upaya LPS agar senantiasa menjadi lembaga resolusi terdepan dan terpercaya bagi masyarakat.

“Momentum ini tidak hanya sekedar seremonial pergantian pejabat, saat ini industri jasa keuangan masih harus menghadapi berbagai tantangan baik domestik maupun global. Oleh karenanya kami senantiasa bersiap diri dan menambah kekuatan dengan melantik pejabat baru,” ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Selain itu Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution menambahkan, pelantikan pejabat baru di LPS juga merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi Program Penjaminan Polis (PPP) yang kemungkinan berlaku lebih cepat.

“LPS memastikan siap menyelenggarakan PPP jika kebijakan itu diimplementasikan pada 2027, lebih cepat dari semestinya pada 2028. Berdasar pengalaman LPS dalam program penjaminan simpanan, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan jadi meningkat, dana pihak ketiga juga naik,” ujarnya.

Adapun pejabat baru LPS yang dilantik pada hari ini antara lain, Direktur Eksekutif Teknologi Informasi Monang Siringoringo, Direktur Group Hubungan Lembaga Nur Budiantoro, Direktur Group Pengelolaan Data Bank The Daniel, Direktur Group Regulasi Lembaga Vitri Pascauli, Plt. Direktur Group Layanan Umum Haydin Haritzon, dan Plt. Direktur Group Resolusi dan Hubungan Investor Asuransi Aroma Patria Perdana.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama juga dilantik 9 orang Kepala Divisi dan 25 orang Kepala Tim, yaitu diantaranya, Plt. Kepala Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan KPW II Surabaya Bayu Permana Jati, Kepala Divisi Hukum Pendukung Firman Kusbianto, Plt. Kepala Divisi Kehumasan Rhein Valleno Oktoriansyah, Plt. Kepala Divisi Logistik dan Rumah Tangga Tri Hartanto, Plt. Kepala Divisi Pelaksanaan Resolusi Bank I Andreas Suryo Adhitama, Plt. Kepala Divisi Pengelolaan Likuiditas dan Setelmen Nidya Rose Wahyuni, Plt. Kepala Divisi Pengelolaan Rencana Resolusi Bank Steffanie Berlian Simatupang, Plt. Kepala Divisi Pengelolaan SCV Polis Achmad Rasyad Rangkuti dan Plt. Kepala Divisi Pengolahan Data Hanna Mutia Agista.

Mega Ramadan Sale Blibli Hadirkan Diskon hingga Rp1,2 Juta dan Buy 1 Get 1

JAKARTA (lensasemarang.com) – Wishlist makin panjang dan keranjang belanja rasanya tak pernah benar- benar kosong. Memasuki Ramadan, ritmenya berubah: stok dapur harus aman, outfit Lebaran mulai diincar, rumah harus tampil lebih rapi sebelum tamu berdatangan.

Satu per satu kebutuhan dicatat, sementara waktu terasa berjalan semakin cepat. Berangkat dari kebiasaan itu, Blibli menghadirkan Mega Ramadan Sale yang mengikuti setiap fase penting, dari sahur pertama sampai momen THR cair. Bukan sekadar soal diskon, kampanye ini menjadi cara untuk mencicil kebutuhan Lebaran lebih awal, agar semuanya terasa lebih ringan dan terencana.

Saat hari kemenangan tiba, persiapan sudah auto siap. “Ramadan memperlihatkan bagaimana pelanggan mengambil keputusan dengan lebih mindful. Mereka tidak hanya mencari harga terbaik, tetapi juga kepercayaan, keaslian produk, dan kepastian pengiriman. Karena itu, Blibli memastikan setiap transaksi didukung jaminan Pasti ORI, gratis retur dengan alasan apa pun, jaminan tepat waktu, dan perlindungan lengkap. Dengan kombinasi promo spesial dan jaminan belanja yang menyeluruh, Mega Ramadan Sale menjadi momen yang pas untuk menuntaskan wishlist tanpa harus menunggu mepet dengan Lebaran,” ujar Head of Campaign Blibli, Indra Perdana.

Mega Ramadan Sale Bikin Persiapan Lebaran Lebih Tenang dan Terencana Ramadan memiliki pola harian yang khas: dimulai lebih pagi, berakhir lebih malam, dan dipenuhi keputusan-keputusan kecil yang bermakna.

Menjawab ritme tersebut, Blibli menghadirkan promo yang relevan di setiap waktunya, biar bisa checkout tanpa resah.

  1. Sahur Mega Flash Sale (03.00–05.00) Di waktu sahur, pelanggan bisa mendapatkan berbagai kebutuhan mulai dari Blackmores, Olive Oil, Paket Sembako Keluarga, hingga LG Smart TV LED 50”, dengan voucher diskon hingga Rp1,2 juta.
  2. Ngabuburit Mega Flash Sale (15.00–18.00) Menjelang berbuka, tersedia produk favorit seperti Samsung Galaxy A56 dan Fino Hair Mask yang juga dilengkapi voucher diskon hingga Rp1 juta.
  3. “Voucher Rush Hour” (2 & 3 Maret | 19.00–23.59 WIB) Di jam favorit setelah berbuka, pelanggan dapat menikmati Voucher Rush Hour dengan berbagai voucher diskon tambahan untuk beragam kategori produk.
  4. THR Sale (11 Maret) Momentum THR dimaksimalkan dengan penawaran produk unggulan seperti Samsung Smart TV 50” QLED dan TCL 50” C6KS, dengan diskon hingga Rp1,2 juta.

Promo Tematik Sesuai Kebutuhan Harianmu Selain promo berbasis momen harian, Blibli juga menghadirkan rangkaian promo tematik tiap harinya” 

4 Maret: Groceries Day, serba Rp50 ribu. 

5 Maret: Gadget Day, diskon hingga Rp1 juta.

6 Maret: Sport Day, Buy 2 diskon 20%, Buy 4 diskon 35%, dan diskon hingga Rp1 juta.

7 Maret: Hometronic Day, diskon hingga Rp1 juta.

8 Maret: Supermarket Day, Buy 1 Get 1.

9 Maret: Fashion Day, Buy 2 diskon 8%, Buy 4 diskon 25% dan diskon hingga Rp500 ribu.

10 Maret: Flagship Store, diskon hingga 25% 

Di Balik Checkout, Ada Insight Ramadan Rangkaian program tersebut tidak dihadiri tanpa alasan. Jika ditarik lebih jauh, pola belanja selama Ramadan menunjukkan dinamika yang menarik. Ramadan selalu dimulai dari hal-hal mendasar.

Data Blibli pada Ramadan 2025 mencatat penjualan beras mencapai 2 ton, setara dengan sekitar 28.571 ketupat. Produk pantry seperti gula, biskuit, mie instan, dan susu menjadi fondasi konsumsi harian, terutama untuk sahur dan berbuka. Seiring berjalannya waktu, fokus pelanggan mulai bergeser. 

Dari kebutuhan pokok, mereka beralih ke kebutuhan yang meningkatkan kualitas hidup di rumah. Kategori home appliances seperti rice cooker, oven, air fryer, juicer, hingga TV LED mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan meningkatnya aktivitas domestik dan momen kebersamaan keluarga. 

Memasuki fase THR, keputusan menjadi lebih bernilai. Gadget berbasis Android dan mobil listrik menjadi dua kategori produk yang diincar selama Ramadan 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran tidak lagi sekadar konsumtif, tetapi diarahkan pada konektivitas, produktivitas, dan mobilitas keluarga yang lebih berkelanjutan.

Menariknya, jangkauan pengiriman Blibli selama Ramadan 2025 mencapai jarak terjauh 2.864 kilometer dari Bandung ke Kabupaten Belu.

Angka ini memperlihatkan bahwa kebutuhan Ramadan tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi merata hingga berbagai penjuru Indonesia.

3 Dengan jaminan Pasti ORI, gratis perlindungan lengkap, serta keandalan pengiriman, Blibli memastikan setiap keputusan pelanggan selama Ramadan dilakukan dengan rasa aman dan tenang #NoBlablaDiBlibli.

Ini Lokasi Titik Rawan Macet dan Bencana di Jalur Mudik Jawa Tengah, BPJN Siapkan Antisipasinya

SEMARANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta memetakan ada 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemetaan dilakukan sebagai upaya mitigasi lonjakan arus kendaraan sekaligus potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” kata Iqbal Tamher, Minggu (1/3).

Menurut dia, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat ke timur, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota. Selain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana.

Jumlah itu terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Untuk titik rawan banjir, sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas Kendal di jalur Pantura.

Selain itu, potensi genangan juga teridentifikasi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen. Ruas-ruas tersebut umumnya berada di dataran rendah atau wilayah dengan riwayat genangan akibat hujan intensitas tinggi maupun rob.

Sementara itu, titik rawan longsor banyak berada di jalur selatan dan wilayah perbukitan. Beberapa ruas yang masuk kategori rawan longsor di antaranya Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.

Menurutnya karakteristik tanah labil dan kontur perbukitan menjadi faktor utama potensi longsor di wilayah tersebut, terutama saat curah hujan tinggi. Nantinya kepolisian dan pemerintah daerah bisa lakukan koordinasi untuk dapat mmemperlancar arus mudik sekaligus meminimalisir risiko gangguan akibat faktor alam.

Untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tersebut, pihaknya menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai jalur nasional wilayah Jawa Tengah. Posko tersebut tersebar di koridor strategis, mulai dari jalur Pantura barat hingga jalur selatan.

“Di wilayah Pantura barat, posko ditempatkan antara lain di ruas Batas Kabupaten Tegal/Kabupaten Brebes–Prupuk serta Batas Kabupaten Tegal–Kabupaten Pemalang,” jelasnya.

Sedangkan untuk Pantura tengah dan timur, posko disiagakan di kawasan Alas Roban, Jalan Walisongo, ruas Batas Kota Semarang–Batas Kota Demak (KM 13+700), hingga ruas Batas Kabupaten Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300). Posko juga berada di Pemuda Rembang (KM SMG 113+100). Sementara di jalur tengah dan selatan, posko ditempatkan di ruas Bawen–Batas Kota Salatiga, Kartosuro–Batas Kota Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot.

Nantinya, seluruh posko dilengkapi personel teknis dan peralatan, hal ini untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.

“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” ujarnya.

Selain posko, BBPJN juga menyiagakan empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.

“Kita juga siapkan unit peralatan tanggap darurat di empat titik. Jadi kalau terjadi gangguan besar seperti banjir atau longsor, alat sudah siap digerakkan,” ujarnya.

Peralatan yang tersedia mencakup excavator, wheel loader, motor grader, dump truck kecil dan tronton, cold milling machine, asphalt finisher, hingga truck trailer. BBPJN juga menyiapkan material tanggap darurat seperti rangka jembatan darurat bentang 30 meter, kawat bronjong, sand bag, sheet pile, serta tambalan cepat mantap.

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA – Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja yang solid pada awal 2026, mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96 persen YoY, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2).

Di samping itu, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah. Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.

Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih secara month to date (MTD) tumbuh positif double digit, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen YoY. Kinerja tersebut turut ditopang penurunan biaya dana atau Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF pada Januari 2026 terjaga pada level 2,06 persen. Adapun laba Januari 2026 Rp4,65 triliun atau tumbuh 16,2% yoy.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan. Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.

Kinerja tersebut ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen YoY, disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27 persen YoY. Selain itu, transaksi treasury juga meningkat 33 persen YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.

Lebih lanjut Novita mengatakan, penguatan ekosistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi segmen pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin’ Merchant dalam mendukung digitalisasi transaksi UMKM.

“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” imbuh Novita.

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) YoY mencapai 0,35 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97 persen atau turun 3 bps secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” pungkas Novita. ***

Pendapatan Non-Bunga Melejit, Saham BMRI Jadi Top Pick Sektor Perbankan

JAKARTA — PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Laba bersih perseroan pada kuartal IV-2025 mencapai Rp 18,6 triliun, melonjak 40 persen secara kuartalan (qoq) dan 35 persen secara tahunan (yoy). Dengan capaian tersebut, total laba bersih sepanjang 2025 menembus Rp 56,3 triliun, tumbuh 1 persen yoy.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, menyebut realisasi laba tersebut sejalan dengan estimasi internal dan bahkan melampaui konsensus pasar. “Perolehan laba bersih tersebut setara 101 persen dari estimasi kami dan 110 persen dari konsensus,” tulisnya dalam riset yang dikutip Minggu (15/2/2026).

Dari sisi intermediasi, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BMRI pada 2025 tercatat 4,9 persen atau turun 26 basis poin yoy. Penurunan ini terutama dipicu turunnya yield kredit, meski sebagian tertahan oleh penurunan biaya dana (cost of fund/CoF).

Kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,1 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan kredit tercatat 13 persen yoy atau 7 persen qoq, dipimpin segmen korporasi yang naik 23 persen yoy dan kredit komersial tumbuh 12 persen yoy.

Penghimpunan dana juga menunjukkan tren positif. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat, ditopang current account saving account (CASA) yang tumbuh 12,6 persen yoy menjadi Rp 1.431 triliun. Loan to deposit ratio (LDR) terjaga di kisaran 89 persen.

Untuk 2026, BMRI menargetkan pertumbuhan kredit 7–9 persen yoy, NIM di kisaran 4,6–4,8 persen, cost of credit (CoC) 0,6–0,8 persen, serta cost to income ratio (CIR) 42–43 persen.

Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi dan Axel Azriel, memproyeksikan laba BMRI pada 2026 akan terdorong peningkatan pendapatan non-bunga, terutama dari monetisasi platform digital Livin’ yang lebih agresif. Beban operasional (opex) diperkirakan relatif stabil setelah adanya penyesuaian satu kali pada 2025. Secara konservatif, opex diprediksi hanya naik 3 persen yoy sehingga CIR berpotensi turun menjadi 44 persen pada 2026, dari 46 persen pada 2025.

Secara keseluruhan, laba bersih 2026 diproyeksikan tumbuh sekitar 6 persen menjadi Rp 58,7 triliun, atau 6,3 persen di atas konsensus sebesar Rp 55,2 triliun.

Dari sisi rekomendasi, Indo Premier menetapkan BMRI sebagai saham pilihan utama sektor perbankan, bersama saham Bank Negara Indonesia (BBNI). Indo Premier merekomendasikan beli (buy) dengan target harga Rp 6.400 per saham. Valuasi BMRI dinilai menarik dengan price to book value (P/B) 1,4 kali dan price to earnings ratio (P/E) 8,1 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata 10 tahun masing-masing 1,6 kali dan 11,6 kali.

Sementara itu, MNC Sekuritas juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 6.050 per saham, mencerminkan estimasi P/B 2026 dan 2027 masing-masing 1,8 kali dan 1,7 kali.

Penguatan profitabilitas turut ditopang diversifikasi pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen yoy menjadi Rp 48,5 triliun, didorong aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem digital.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan perseroan terus menjaga disiplin pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Terkait outlook negatif dari Moody’s terhadap lima bank besar nasional, termasuk BMRI, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan penilaian eksternal dipengaruhi dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental masing-masing bank.

Ke depan, BMRI akan memperkuat langkah antisipatif terhadap risiko eksternal melalui penguatan likuiditas dan permodalan, menjaga kualitas pembiayaan, serta konsisten menerapkan manajemen risiko dan strategi pertumbuhan berkelanjutan.***

Mohammad Saleh Minta Pemerintah Serius Atasi Dampak Banjir

SEMARANG (lensasemarang.com) – Bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh yang meminta agar pemerintah serius mengatasi masalah dampak banjir yang tidak hanya merusak rumah warga, tapi juga sejumlah fasilitas pendidikan. 

“Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar siswa-siswi. Jadi pendidikan anak harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya.

Mohammad Saleh mengingatkan pendidikan merupakan sektor strategis yang tidak boleh terhenti meski kondisi darurat melanda.

Oleh karena itu, pemulihan sektor pendidikan pascabencana alam juga harus jadi prioritas Pemerintah. “Anak-anak harus dipastikan mendapatkan jaminan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Pemulihan pendidikan di Jateng, lanjut Saleh, butuh partisipasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak swasta, relawan, organisasi kemasyarakatan atau keagamaan, dan lainnya karena partisipasi itu akan jadi landasan utama dalam percepatan penanganan pemulihan pendidikan pascabencana.

“Upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana harus terus dilakukan dengan mengedepankan semangat optimisme dan gotong royong,” ujarnya.

Infrastruktur pendidikan yang rusak harus segera diperbaiki. Terutama sekolah-sekolah yang sudah minim fasilitas. Apalagi Pendidikan di Jawa Tengah merupakan prioritas strategis untuk memutus rantai kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan menyiapkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. 

“Pemerintah harus fokus pada pemerataan akses, peningkatan mutu, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan vokasi (SMK) yang sesuai kebutuhan industri, didukung program untuk warga miskin ekstrem,” katanya.

Dinilai implementatif, Disertasi Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

SEMARANG (lensasemarang.com) – Guru Besar Hukum Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret, I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, mengapresiasi gagasan Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh, yang tertuang dalam disertasi “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis”.

I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani yang merupakan tim penguji disertasi tersebut menilai gagasan keadilan ekologis dalam regulasi PSN yang ditawarkan Mohammad Saleh merupakan gagasan yang implementatif dan layak diaplikasikan dalam kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Hasil kajian ini patut diapresiasi dan ditindak-lanjuti dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional,” ujar I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat Summa Cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Pencapaian ini diraih setelah ia berhasil mempertahankan dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam penelitiannya, Saleh mengkaji sekaligus merekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis, perlindungan lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Konsep yang ditawarkan menempatkan alam bukan semata sebagai objek pembangunan yang berorientasi ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Mohammad Saleh berusaha mendesain regulasi agar tidak hanya melihat alam sebagai objek ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keadilan antargenerasi,” ujar Ayu.

Ayu juga menilai Mohammad Saleh berhasil mengidentifikasi sejumlah kelemahan dalam regulasi pembangunan PSN yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip keadilan ekologis.

Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya rekonstruksi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024.

“Di sisi lain, Mohammad Saleh juga berhasil mengupasnya menggunakan teori ecological justice untuk menghasilkan desain baru regulasi PSN. Ini menarik karena dia juga mengusulkan perbaikan asas,” kata Ayu.

Sementara itu, Mohammad Saleh mengatakan disertasi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keadilan ekologis. Ia menilai sejumlah proyek pembangunan masih menyisakan persoalan lingkungan, sosial, hingga agraria.

“Kita tahu bahwa pembangunan itu hal yang penting dan perlu, tapi tidak melupakan keadilan ekologis, karena itu juga berdampak terhadap anak-anak kita di masa yang akan datang maupun juga masyarakat kita di masa sekarang,” ungkapnya.

Dalam penelitiannya, Saleh menggunakan paradigma post positivisme dengan pendekatan yuridis sosiologis untuk merekonstruksi regulasi PSN agar selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. Disertasi tersebut menyoroti sejumlah regulasi, di antaranya UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja, Permenko Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Permen LHK Nomor 14 Tahun 2024, yang dinilai perlu penguatan substansi keadilan ekologis.

“Jadi rekonstruksi hukum ini harapannya bisa menjadi masukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota terkait PSN itu supaya nantinya bisa membuat aturan-aturan yang memasukkan keadilan ekologis,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Raih Doktor dengan IPK 4,00, Disertasi Mohammad Saleh Soal Keadilan Ekologis PSN Tuai Apresiasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Sejumlah profesor Ilmu Hukum mengapresiasi disertasi Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (14/2/2026).

Dalam sidang tersebut, Saleh berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis” dan resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 serta predikat Summa Cumlaude.

Penelitian Saleh mengkaji sekaligus merekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis, perlindungan lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat berkelanjutan.

Dekan Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Al-Azhar Mesir, Atta Abdullati Alsonbati, menilai topik tersebut sangat relevan dengan tantangan global, terutama di tengah isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

“Penelitian ini sangat relevan dengan tantangan saat ini. Pelestarian dan perlindungan lingkungan merupakan topik yang berkaitan dengan persoalan global, termasuk perubahan iklim dan berbagai dampaknya,” ujar Prof. Atta dalam tanggapan daring.

Ia menambahkan, konsep keadilan ekologis sejalan dengan perspektif Maqashid Syariah yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga jiwa, harta, dan keturunan. Prinsip ini juga sesuai dengan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Apresiasi serupa disampaikan Guru Besar Hukum Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret, I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani. Ia menilai gagasan keadilan ekologis dalam regulasi PSN menempatkan alam tidak semata sebagai objek pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saudara berusaha mendesain regulasi agar tidak hanya melihat alam sebagai objek ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keadilan antargenerasi,” ujarnya.

Prof. Ayu menilai Saleh berhasil mengidentifikasi kelemahan dalam sejumlah regulasi pembangunan PSN yang belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip keadilan ekologis. Ia menyoroti perlunya rekonstruksi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024.

“Saudara berhasil mengupasnya menggunakan teori ecological justice untuk menghasilkan desain baru regulasi PSN. Ini menarik karena saudara juga mengusulkan perbaikan asas,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, yang juga bergelar Doktor Ilmu Lingkungan, menilai penelitian tersebut relevan dengan kondisi di lapangan, terutama terkait lemahnya pengawasan pelaksanaan PSN yang berpotensi berdampak pada lingkungan.

Ia sepakat dengan gagasan Saleh yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Ini bagus sekali istilah keadilan ekologis. Biasanya kita mendengar keadilan ekonomis, tetapi ini keadilan ekologis. Harapannya, masa depan jangan ditinggalkan. Jangan sampai karena PSN, generasi mendatang merasa dirugikan secara ekologis,” pungkas Wihaji.

Rayakan Imlek 2577 di Sam Poo Kong, Wali Kota Agustina Tegaskan Harmoni Jadi Kekuatan Kota

SEMARANG (lensasemarang.com) – Perayaan Imlek 2577 Kongzili atau Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong berlangsung meriah, Minggu (16/2/2026) malam.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, perayaan Imlek menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa Sam Poo Kong yang telah berdiri lebih dari 600 tahun menjadi salah satu ikon sejarah sekaligus pusat kebudayaan dan pariwisata di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

“Sam Poo Kong adalah kekayaan Kota Semarang. Banyak festival digelar di sini dan semuanya menjadi daya tarik wisata, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun depan Kota Semarang direncanakan menjadi tuan rumah perayaan Imlek Nasional. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diminta bersiap dan meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk pelaku UMKM.

Pada gelaran Imlek Vaganza tahun ini, sebanyak 250 pedagang UMKM dilibatkan. Agustina menyebut perputaran ekonomi selama acara berlangsung sangat terasa, ini terlihat dari antusiasme pengunjung dan dagangan yang laris terjual.

“Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat juga bergerak. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan Imlek tidak hanya menjadi milik warga Tionghoa, melainkan pesta rakyat yang mempererat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Tema “Harmoni Nusantara” dinilai relevan karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan tradisi Dugderan menjelang Ramadan serta masa awal Pra Paskah bagi umat Kristiani.

“Dalam satu waktu ada tiga momentum keagamaan berjalan bersamaan. Ini indah, karena Semarang adalah kota yang damai dan harmonis,” tegasnya.

Agustina juga menyinggung simbol Warak Ngendog yang menjadi ikon akulturasi budaya di Semarang. Warak Ngendog melambangkan perpaduan budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab yang hidup berdampingan dan menghasilkan harmoni.

Pada akhir sambutannya, Agustina mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas selama rangkaian perayaan berlangsung, mulai dari Imlek, Dugderan, hingga Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian menyertai langkah kita membangun Kota Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.