Home Blog Page 20

Kejari Semarang Musnahkan Barang Bukti 100 Perkara Narkoba, Pidana Umum Hingga Kepabeanan

SEMARANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang melaksanakan pemusnahan barang bukti dari 100 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan barang bukti ini meliputi berbagai jenis mulai dari narkoba, dan tindak pidana khusus kepabeanan terkait cukai rokok ilegal.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Semarang, Andi Fajar Ariyanto mengatakan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari berbagai jenis perkara. Dari 100 perkara pidana, terdiri atas tindak pidana umum dan tindak pidana khusus.

“Dominasi barang bukti yang dimusnahkan hari ini berasal dari perkara narkotika dan obat-obatan terlarang. Sisanya adalah perkara pidana umum lainnya,” kata Andi Fajar, Selasa (2/12).

Sedangkan untuk obat-obatan dan narkotika di musnahkan dengan cara di blender. Sedangkan barang bukti lainya seperti handpone di hancurkan dengan palu.

“Senjata tajam di potong-potong dengan mesin pemotong besi. Sedangkan ribuan barang bukti rokok dimusnahkan dengan cara di bakar,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan pemusnahan keempat yang dilakukan Kejari Semarang sepanjang tahun 2025. Terkait alasan kegiatan dilakukan di Rubasan, lantaran berkaitan dengan proses alih fungsi pengelolaan Rubasan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ke Kejaksaan, berdasarkan Perpres Nomor 155 Tahun 2024.

“Pengelolaan Rubasan, baik tugas dan fungsi maupun SDM, sudah dialihkan ke Kejaksaan. Sementara status BMN masih dalam proses pengalihan,” ujarnya.

Kajari juga menegaskan bahwa batas akhir proses pengalihan SDM dan kewenangan Rubasan adalah 5 November 2025, sedangkan implementasi penuh proses bisnis efektif per 1 Januari 2026.

SDM Rubasan Mulai Gunakan Seragam Kejaksaan. Beberapa SDM Rubasan yang sudah mendapatkan SK pengalihan kini mulai mengenakan seragam kejaksaan.

“Ada satu orang dari wilayah Semarang yang diangkat menjadi pejabat eselon IV dan ditempatkan di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara pegawai lainnya dialihkan sebagai pelaksana dan fungsional sesuai ketentuan.

Buka Peluang Ekonomi-Sosial, Maxride Tawarkan Investasi Bajaj di Semarang

SEMARANG – Bajaj Maxride hadir membuka peluang baru sebagai model investasi unit melalui aplikasinya. Sebagai penyedia moda transportasi alternatif, tetapi juga memposisikan bajaj sebagai aset produktif yang mampu menciptakan arus pendapatan serta menyerap tenaga kerja secara langsung.

Berbeda dengan instrumen investasi spekulatif, pembelian unit Bajaj memberikan kepemilikan aset fisik yang nyata dan beroperasi secara aktif, baik sebagai kendaraan angkutan penumpang maupun disewakan kepada driver.

Hal itu berlatar belakang persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang. Tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,82 persen berdasarkan data resmi Dinas Tenaga Kerja.

Seorang pelaku investasi bajaj di Semarang, Ali, yang merupakan pensiunan, menunjukkan bahwa aset bajaj tidak hanya menghasilkan pemasukan finansial, tetapi juga menciptakan ruang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

“Ini ekonomi-sosial ya. Dari Bajaj saya, teman-teman saya yang sudah tua bisa bekerja lagi. Jadi menambah lapangan pekerjaan. Bajaj ini juga kendaraan yang cocok untuk keluarga, aman dari panas dan hujan, baik untuk penumpang maupun driver karena semuanya terlindungi,” kata Ali pada Selasa, 2 Desember 2025.

Dia juga memperoleh pendapatan aktif dari asetnya sekaligus memberi kesempatan kerja bagi warga yang semakin sulit terserap di pasar kerja formal. Bahwa investasi bajaj mampu menjadi salah satu variabel yang berpotensi menekan angka pengangguran serta membuka akses kewirausahaan baru.

“Investasi aset produktif seperti bajaj menawarkan estimasi pendapatan operasional yang jauh lebih menarik daripada bunga deposito konvensional. Sehingga menjadikannya opsi investasi jangka menengah hingga panjang,” jelasnya.

Selain itu, Maxride turut menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Digital Marketing Manager Bajaj Maxride Semarang, Adhika Yosmik, menyebut driver Maxride sudah pihaknya lengkapi perlindungan tenaga kerja.

“Untuk driver sudah pasti kami sediakan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara untuk penumpang, jika terjadi kejadian apa pun, kami siap bertanggung jawab,” kata Adhika Yosmik.

Selain itu, Maxride juga mengedepankan standar pelayanan pelanggan yang dinilai telah profesional.

“Kalau ada barang tertinggal, pengguna bisa langsung lapor ke customer service kami. Langsung kami tangani hingga selesai. Kami menjaga customer experience agar pengguna merasa aman dan nyaman,” kata Adhika.

Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Puluhan Miliar Rupiah

SEMARANG (lensasemarang.com) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat komitmennya melalui berbagai capaian kinerja, salah satunya dengan melakukan penindakan terhadap peredaran rokolk ilegal serta minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal.

Sebagai bentuk akuntabilitas dalam penegakan hukum, Bea Cukai Jateng-DIY melaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan di halaman TPP KPPBC TMP Tanjung Emas pada Selasa (2/12/2025).

Barang yang akan dimusnahkan meliputi 24 juta batang rokok ilegal senilai Rp35,6 miliar dengan potensi cukai Rp17,90 miliar, 4.800 karton Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Total volume 37 ribu liter senilai Rp40,16 miliar dengan potensi cukai Rp5,43 miliar, dan 1.379 packages kosmetik ilegal senilai Rp406 juta dari Bea Cukai Tanjung Emas.

Pemusnahan rokok ilegal dilakukan dengan cara dibakar, sedangkan ratusan botol minuman beralkohol ilegal dilindas dengan alat berat.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY mengatakan bahwa kegiatan pada hari ini merupakan puncak dari rangkaian pemusnahan yang sebelumnya telah dilakukan oleh beberapa kantor dalam lingkungan jajaranya.

“Penindakan tersebut sebagai upaya nyata kami dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung program Presiden Republik Indonesia untuk terus memperkuat pertumbuhan industri tekstil dalam negeri, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Secara keseluruhan Bea Cukai Jateng-DIY dalam semester kedua ini memusnahkan lebih dari 78,7 juta batang rokok ilegal, lebih dari 51 ribu liter MMEA, serta lebih dari 1.600 packages kosmetik ilegal.

Imik menegaskan, Bea Cukai Jateng-DIY berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, menjaga penerimaan negara, melindungi kepentingan masyarakat, memfasilitasi perdagangan, dan mendukung pertumbuhan industri.

“Kami memahami aspirasi masyarakat terkait kinerja Bea Cukai selama ini, dan kami senantiasa berharap dukungan dari segenap lapisan masyarakat agar program-program perbaikan yang sedang kami laksanakan berhasil dengan baik, sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Rawan Laka, Pelandaian Jalan Silayur Telan Biaya Rp60 Miliar di Tengah Efisiensi Kebijakan Pusat

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat biaya pelandaian tanjakam Silayur, ruas jalan yang terletak di Kecamatan Ngaliyan mencapai lebih dari Rp60 miliar. Biaya itu sangat besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemarin kami minta dibuatkan kajian, berapa biaya yang harus dikeluarkan agar jalan itu bisa dibuat landai. Anggarannya lebih dari Rp60 milliar,” kata Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Pemprov Jateng, Senin (1/12).

Jalan silayur yang sejak lama dikenal sebagai jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas. saat ini Pemkot Semarang belum memiliki solusi permanen selain pelandaian Jalan yang membutuhkan anggaran besar.

“Jalan Silayur itu memang struktur jalanny sulit. Elevasinya tidak sesuai,” ungkapnya.

Bila kemampuan fiskal Pemkot Semarang tidak memungkinkan untuk membiayai pelandaian Jalan Silayur. Karena itu, solusi sementara yang ditawarkan yakni berupaya memperketat pengawasan terhadap truk-truk besar yang melintas agar sesuai aturan.

“Posisi kami saat APBD belum dipotong saja, kekuatan fiskalnya sudah tidak memungkinkan. Apalagi sekarang,” terangnya.

Perlu diketahui truk bermuatan di jalur Silayur hanya diizinkan melintas mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Truk dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton dilarang melintas di luar jam tersebut karena jalur ini sangat curam dan rawan kecelakaan.

Terbaru, sebuah truk bermuatan minyak gagal menanjak dan terguling di Jalan Silayur atau persisnya di depan SMPN 16 Semarang, Sabtu (29/11).

Melalui Rakerwil, PKS Jateng Rumuskan Strategi Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

SEMARANG (lensasemarang.com) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah yang salah satu agendanya merumuskan strategi pengentasan kemiskinan dan pengangguran di provinsi setempat.

Rakerwil DPW PKS Jateng berlangsung di Kota Semarang pada Minggu (30/11/2025) yang diawali dengan kegiatan fun run dan fun walk yang diikuti oleh 1.000 kader PKS se-Jateng.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah Hadi Santoso menekankan bahwa Rakerwil kali ini dirancang bukan sekadar rutinitas organisasi tahunan, tapi menjadi momentum krusial untuk melakukan perubahan fundamental, baik dari sisi pola pikir maupun cara kerja kader di lapangan.

Menurut dia, visi besar mengejar 18 kursi DPRD Jawa Tengah didasarkan pada empat landasan kuat, yakni program amanah Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), visi kesepakatan Musyawarah Wilayah (Muswil), data aktual survei elektabilitas, serta hasil analisis sensus anggota pelopor.

“Rakerwil ini bukan acara formalitas saja, bukan sekadar rapat koordinasi, tapi keluarnya bersama nanti punya agenda kerja yang akan kita laksanakan lima tahun ke depan. Pada saat rapat koordinasi ini, kita ingin melakukan perubahan fundamental yakni mindset dan cara kerja,”kata Hadi Santoso di hadapan para peserta.

Tak hanya fokus pada strategi pemenangan elektoral, sorotan utama dalam Rakerwil ini justru tertuju pada isu kerakyatan, khususnya problem kemiskinan dan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan serius di Jawa Tengah.

Hadi memaparkan data per Maret 2025 yang menunjukkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah berada di angka 9,48 persen atau setara dengan 3,37 juta jiwa.

Meskipun angka ini turun dari 9,58 persen pada September 2024, PKS menilai penurunan tersebut belum cukup signifikan untuk mengejar target pembangunan daerah.

“Angka 9,48 persen kemiskinan turun dari 9,58 persen, turun sekitar 30 ribu jiwa. Padahal target Jawa Tengah turun ke angka 7 persen, jadi masih ada pekerjaan rumah sebesar 2 persen lagi yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Sementara di sektor ketenagakerjaan, data per Agustus 2025 mencatat jumlah pengangguran di Jawa Tengah sebanyak 1,04 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,66 persen. Angka ini membaik jika dibandingkan periode Agustus 2024 yang berada di level 4,78 persen.

Merespons dinamika sosial tersebut, PKS berkomitmen menjalankan delapan program unggulan DPP sebagai solusi konkret, yang meliputi Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Gerakan Ekonomi Mandiri (GEMA), Sekolah Kader Patriot Indonesia (SAKTI), JOIN PKS, Akademi Pemimpin Indonesia (API), Transformasi Digital PKS (TOTAL-PKS), Advokasi Kebijakan untuk Rakyat (AKAR), dan Jaring Wakil Rakyat (JAWARA).

Kepedulian partai terhadap kondisi masyarakat juga dibuktikan melalui aksi nyata dalam respon kebencanaan. Hadi menyebutkan bahwa struktur partai telah turun tangan membantu penanganan bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah, seperti di Banjarnegara dan Cilacap.

“Langkah ini menegaskan posisi PKS yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian elektoral, tetapi juga hadir sebagai pelayan rakyat yang responsif terhadap kondisi sosial dan kebencanaan di daerah,” kata Hadi.

Dukung UMKM Warga, Puan Maharani Kunjungi Kampoeng Djadhoel Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang merupakan salah satu desa wisata di Kota Semarang, Jawa Tengah, dan menyempatkan berbincang dengan warga setempat serta memberikan dukungan atas aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi daya tarik desa tersebut.

Puan mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang terletak di Jalan Batik, Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, pada Sabtu (29/11/2025) siang dengan didampingi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Tiba di lokasi, Puan disambut oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampoeng Djadhoel, Ignatius Luwi, dan sejumlah warga.

Puan menyalami warga yang menyambutnya. Ia juga dikalungi syal batik berwarna merah oleh warga.

Puan kemudian berkeliling dengan masuk ke lorong-lorong Kampoeng Djadhoel sambul mendapat penjelasan dari Luwi tentang desa yang dikenal sebagai penghasil batik itu.

Di Kampoeng Djadhoel, terdapat lukisan bermotif khas Jawa yang tampak memenuhi tembok dan memanjang di lorong jalan. Di bagian tengah, ada gazebo, gerobak angkringan, toko batik UMKM, hingga beberapa pigura foto yang unik.

Terlihat juga ukiran dari kayu dan pahatan di tembok-tembok kampung yang sangat indah. Rumah warga di Kampoeng Djadhoel juga tampak mempesona diwarnai ukiran lukisan yang bercat warna-warni.

Terdapat banyak aktivitas yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Kampoeng Djadhoel, seperti workshop membatik, berfoto ria, belajar sejarah, berbelanja, dan masih banyak lagi.

Adapula rumah warga yang menjadi galeri penjualan hasil membatik dan pakaian jadi batik. Puan tampak memasuki beberapa galeri batik ini dan melihat-lihat wastra Nusantara produksi warga Kampoeng Djadhoel.

Ia juga melihat anak-anak yang sedang belajar membatik di workshop batik.

Puan juga terlihat menghampiri sejumlah pedagang yang berjualan di lorong-lorong kampung. Mereka merupakan warga setempat yang berjualan saat akhir pekan.

Bahkan Puan membeli produksi bawang merah yang dijajakan warga, dan berbagai jajanan pasar.

Puan terlihat menghampiri pedagang lumpia, makanan khas Semarang. Ia melihat proses pembuatannya, sambil mencicipi langsung lumpia yang baru saja jadi. Sesekali warga meminta Puan untuk selfie bersama.

Setelah berkeliling, Puan duduk meriung bersama warga di sebuah saung dan berbincang mengenai UMKM.

“Ini kampung harus dilestarikan karena jajanan dan produk-produk lainnya susah didapat, langka. Harus diceritakan juga proses memperoleh tanaman, bahan kue-kue jadul ini,” kata Puan.

Saat berbincang dengan warga, Puan pun sambil mencicipi makanan khas yang diproduksi dan dijual masyarakat di Kampoeng Djadhoel.

Kepada Puan, warga rata-rata meminta pelatihan UMKM, produksi dan pemasaran seperti Ibu Rohmana dan Ibu Dina, penjual jajanan pasar.

Puan menimpali, promosi harus diutamakan agar daya tarik Kampoeng Djadhoel semakin lebih diketahui masyarakat luas.

“Sesuatu yg jadul ini harus dipromosikan, dijadikan nilai tambah. Jadi harus dikencengin promosinya,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Anak-anak muda di sini juga harus disasar, digiatkan lagi ajakannya, agar tertarik untuk membatik, meneruskan usaha orangtuanya,” sambung Puan.

Puan kemudian menyinggung soal sejarah Kampoeng Djadhoel. Sebelumnya, kampung ini merupakan lingkungan kumuh yang mengundang banyak stigma.

Namun atas kesadaran warga setempat, akhirnya kampung tersebut disulap menjadi kampung yang lebih bernilai, bahkan menjadi rujukan para wisatawan. Kampoeng Djadhoel juga mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

“Sejarah Kampoeng Djadhoel juga harus disampaikan, dinarasikan. Terutama ke anak-anak muda, mereka harus paham sejarahnya sehingga bisa menceritakan ke tamu-tamu yang datang,” jelas Puan.

Menurut Camat Semarang Timur, Akbar, Kampoeng Djadhoel merupakan bagian dari program kampung tematik tahun 2017. Kampoeng Djadhoel menjadi salah satu desa wisata yang bertahan dari beberapa kampung tematik yang pernah dicanangkan.

Aktivitas UMKM di Kampoeng Djadhoel pun disebut cukup membantu penghasilan warga. Karena letaknya dekat dengan Kota Lama, banyak wisatawan yang datang ke Kampoeng Djadhoel, terutama saat akhir pekan atau hari libur.

“Ini tidak ada di tempat lain, suasana jadul yang mahal. Ada suasana kampung yang ramah, yang tidak didapat di tempat lain,” ungkap Puan.

“Perlu juga sering diadakan event-event untuk menarik pengunjung,” tutupnya.

Pemprov Jateng Luncurkan Calender of Event 2026

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Calender of Event 2026. Setidaknya ada 365 event menarik yang terjadwal pada tahun depan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Peluncuran Jawa Tengah Calender of Event 2026 berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang, Jumat (28/11/2025) malam.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, Syurya Deta Syafri, mengatakan bahwa banyaknya event itu bukan semata kuantitas, tapi mencerminkan luasnya potensi budaya, kreativitas, dan tradisi masyarakat Jateng.

Ia menyebut, event-event tersebut meliputi seni pertunjukan, ada musik, seni tari, seni drama, teater baik tradisional maupun modern. Kemudian festival, karnaval, tradisi, dan sport tourism.

Menurut dia, penyelenggaraan ragam event saat ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, diantaranya festival budaya, pertunjukan seni, pariwisata olahraga (sport tourism), hingga pameran ekonomi kreatif. 

“Meskipun kita menghadapi tantangan, tapi kita telah menunjukkan pencapaian yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menjelaskan bahwa peluncuran kalender event perlu ditambah gencarnya promosi kepada masyarakat luas termasuk bagaimana mempublikasikan, menginformasikan kepada masyarakat. 

Saat ini, lanjut Sekda, Pemprov Jateng terus mendorong terselenggaranya setiap event pariwisata dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah karena pertumbuhan ekonomi di provinsi setempat banyak ditopang dari sektor konsumsi.

Untuk kategori 10 terbaik festival di Jawa Tengah, yakni Festival Payung Indonesia, Festival Gunung Slamet, Grebeg Sudiro, Solo Keroncong Festival. Kemudian, Festival Kota Lama Semarang, Festival Solo Menari, International Mask Festival. Hingga Dieng Culture Festival (DCF), Festival Mudik Wonosobo.

Kemudian untuk kategori event kreativitas dan daya tarik terbaik diberikan kepada Festival Payung Indonesia. Selanjutnya kategori event paling memberdayakan masyarakat diraih Dieng Culture Festival (DCF) dan kategori event dengan promosi digital terbaik menjadi milik Festival Payung Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Sabda Jateng, sebuah sistem analisis big data pariwisata Jawa Tengah. Ini merupakan aplikasi yang mengintegrasikan segala sumber data pariwisata.

Mulai dari statistik resmi, transaksi digital dan QRIS, hingga media sosial yang menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tujuannya untuk menghasilkan gambaran data strategis, yang cepat dan akurat untuk pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.

Cegah Jutaan Penipuan Digital, Indosat Perkuat Teknologi Anti Spam, dan Scam di Fiturnya

JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat / IOH) memperkuat komitmennya dalam melindungi pelanggan melalui penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di jaringannya. Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis teknologi Alvolusi 5G untuk melindungi pengguna dari ancaman panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus.

Total fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.

Inovasi ini menjadi bagian dari perjalanan AIvolusi5G Indosat, sebuah sinergi antara kecanggihan AI dan jaringan 5G, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan.

Urgensi akan perlindungan digital juga ditekankan oleh laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 yang dirilis pada akhir Agustus 2025.

Laporan tersebut mencatat bahwa 66% orang dewasa di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14% di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun (setara USD3,3 miliar).

Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Khazmi mengatakan, sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung (direct-message), seperti pesan instan (instant-messaging) dan SMS. Selain dampak finansial, 51% orang yang menjadi korban penipuan menyatakan mengalami stres akibat hal tersebut.

“Teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri. Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” katanya dalam keterangan persnya, Jumat 28 November 2025.

Berdasarkan data internal, lebih dari 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi pada jaringan VoLTE. Jika diekstrapolasi ke seluruh pelanggan, semenjak 2,5 bulan sejak fitur Anti-Spam dan Anti-Scam diluncurkan, telah terdapat lebih dari 500 juta SMS dan panggilan scam/spam yang diidentifikasi.

Selain itu, lebih dari 145 juta pesan spam dan scam telah ditandai, termasuk juga diantaranya 110 juta pesan penipuan (fraudulent). Meski sistem ini belum sepenuhnya memblokir panggilan atau pesan berbahaya, perannya sebagai sistem pengingat awal terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital masyarakat.

Pelanggan menerima peringatan dini sebelum sempat menjadi korban, sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan secara tepat.

“Indosat meyakini bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital,” ungkapnya.

Berpegang pada prinsip Zero Trust, tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi, prinsip ini menjadi fondasi pendekatan Indosat dalam memperkenalkan fitur ini, agar masyarakat lebih waspada terhadap pesan, tautan, dan panggilan mencurigakan.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, yang dibangun di atas teknologi AIvolusi5G Indosat, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa mengharuskan pelanggan memiliki perangkat premium atau menginstal aplikasi tambahan.

Melalui IM3, perlindungan ini tersedia dengan nama SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), yang terdiri dari dua jenis, yaitu SATSPAM BASIC, yang otomatis aktif untuk semua pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif; dan SATSPAM+, yang menawarkan perlindungan lebih canggih dengan kemampuan mendeteksi tautan berbahaya.

Sementara itu, untuk pelanggan Tri, fitur serupa yakni TRI AI: AntiSpam/Scam yang hadir melalui deteksi visual tiga kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko.

Selain itu, pelanggan IM3 dan Tri juga dapat mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+.
Fitur Plus+ ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai sebagai mencurigakan atau berpotensi merugikan.

Fitur ini juga menyajikan peringatan SMS yang lebih jelas, pop-up notifikasi dengan kode warna, dan ringkasan panggilan yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut.

Dengan dukungan teknologi AI yang terus berkembang dan edukasi keamanan siber yang berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melindungi pelanggan dari ancaman digital, tetapi juga membangun kepercayaan dan ketangguhan masyarakat di era konektivitas tanpa batas.

“Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” pungkas Bilal.

Apresiasi Untuk Mitra Terbaik, SIG Gelar Retail Gathering Area Jawa Tengah 2025

SEMARANG (lensasemarang.com) – SIG kembali menggelar Retail Gathering area Jawa Tengah 2025 di Hotel Padma Kota Semarang sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra terbaik yang telah mendukung pertumbuhan perusahaan sepanjang tahun.

Kegiatan ini menjadi ajang penghargaan sekaligus momentum mempererat hubungan dan kolaborasi antara SIG, distributor, dan ribuan mitra toko dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Acara tahun ini dihadiri hampir 1.500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota antara lain, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Semarang, Kendal, Demak, Salatiga, Sragen, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Wonogiri, Surakarta, Sukoharjo, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, Blora, serta Cepu. 

Kehadiran para mitra dari wilayah yang begitu luas menunjukkan besarnya antusiasme sekaligus kuatnya jaringan SIG di Jawa Tengah.

Selain itu, acara semakin meriah karena penampilan spektakuler dari penyanyi kawakan Ari Lasso dan Denada.

Ari Lasso bahkan menyuguhkan performa terbaiknya yang memikat seluruh tamu undangan dengan membawakan lagu lagu nostalgia seperti Mengejar Matahari, Cinta Terakhir, Arti Cinta,⁠ Cintakan Membawamu, ⁠ Aku Milikmu, ⁠Aku Dan Dirimu, Rahasia Perempuan, Misteri Illahi, Hampa, ⁠ Kangen, dan Separuh Nafasku.

SIG Jateng juga memberikan kesempatan bagi para mitra untuk mengikuti kontestasi konten bagi para tamu undangan yang hadir dan mengabadikan momen di acara retail gathering SIG Jateng.

Retail Gathering SIG Jateng 2025 bukan hanya menjadi pesta apresiasi, melainkan juga forum berbagi cerita, mempererat sinergi, dan memperkuat kerja sama bisnis.

Kolaborasi ini menjadi pondasi penting dalam mendukung distribusi produk SIG ke seluruh penjuru Jawa Tengah, menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat, serta menjaga ketersediaan produk berkualitas tinggi di pasar. 

Apresiasi ini diberikan juga dengan penyerahan beberapa mitra Best Growth dan mitra Best Customer yang telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Pada kesempatan ini, acara juga menjadi momentum perayaan HUT ke-12 PT Semen Gresik, yang terus mempertahankan posisinya sebagai produk andalan negeri dengan kualitas kokoh tak tertandingi.

Dengan semangat kebersamaan, SIG Jateng mengajak seluruh mitra untuk terus bangkit bersama dan membangun negeri, menghadirkan kontribusi nyata bagi infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berawal Dari Mesin Jahit Warisan Ortu, UMKM Haearra Sukses Pasarkan Produk Via Shopee

SEMARANG (lensasemarang.com) – Saat pandemi Covid-19, semua lini perekonomian masyarakat di Indonesia terkena imbasnya, termasuk suami istri Enrico Candra (33) dan Amanda (28).

Pasangan yang menetap di kawasan perumahan dekat Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, itu terpaksa berpikir keras agar tetap bertahan hidup.

Sebagai kepala rumah tangga, Enrico memutuskan untuk memulai usaha baru berupa pakaian anak-anak setelah melihat sebuah mesin jahit merek Singer yang tidak terpakai milik orang tuanya.

“Sebelumnya saya bekerja bagian konstruksi, tapi terdampak pandemi hingga akhirnya saya melihat mesin jahit kuno milik Mama saya yang bisa dimanfaatkan untuk mulai memproduksi pakaian anak,” katanya saat ditemui di Semarang beberapa waktu lalu.

Berbekal mesin jahit kuno itu, dirinya mulai membuat pakaian anak yang dipelajari secara otodidak.

Saat memulai usahanya, Enrico dibantu seorang kenalannya untuk membuat desain baju anak, mengukur kain sampai menjahit.

Ketekunannya berusaha baru membuahkan hasil tiga minggu setelah menemukan mesin jahit kuno.

“Tiga minggu setelah saya mulai usaha bikin baju anak, itu baru ada yang beli. Yang beli pertama kali dari tante, terus saudara di lain hari ada yang nyobain beli satu,” ujarnya.

Dari orderan awal tersebut, kemudian berkembang hingga puluhan pesanan tiap harinya hingga saat ini.

Usaha Enrico salam menjual produk pakaian anak dengan merek Haearra tersebut merupakan sebuah keberhasilan dalam menggabungkan sebuah keberuntungan, momentum sekaligus daya juang yang tinggi. 

Keberhasilan dalam berjualan pakaian anak juga tidak lepas dari taktik memilih aplikasi online yang tepat yakni Shopee. 

Melalui Shopee yang semula produknya hanya terjual satu sampai dua produk, saat ini produknya bisa terjual 30 resi tiap hari, bahkan saat Bulan Ramadan, Enrico bisa menjual 200 pakaian anak.

Pria yang menyulap rumahnya menjadi tempat produksi dengan 15 orang pekerja itu menyebut pembeli pakaian anak Haearra menyebar dari Aceh sampai Lombok Nusa Tenggara Barat, termasuk dari negara Malaysia dan Singapura. 

Enrico berharap keberhasilannya berjualan pakaian anak secara online, dapat menginspirasi masyarakat Kota Semarang, khususnya para pelaku UMKM.

“Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, mulai saja langsung dengan yang ada. gak usah menunggu pinya modal besar atau lokasi yang memadai,”katanya.