Home Blog Page 3

Wali Kota Agustina Kebut Penanganan Longsor Kalialang, Infrastruktur Mulai Dipulihkan dan Bantuan Terus Mengalir

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang terus menunjukkan progres nyata dalam penanganan bencana longsor di kawasan Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Di bawah arahan langsung Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, berbagai langkah percepatan langsung dilakukan mulai dari penanganan darurat, pemulihan akses lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Agustina menegaskan, Pemkot Semarang tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan cepat agar warga segera kembali merasa aman dan nyaman.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu seluruh OPD kami minta bergerak cepat dan saling terintegrasi agar penanganan di lapangan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Agustina, Kamis (7/5/2026).

Sejak hari pertama kejadian, penanganan dilakukan secara gotong royong melibatkan BPBD, Disperkim, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, TNI, relawan, hingga warga sekitar. 

Memasuki progres penanganan Rabu (6/5/2026), Pemkot Semarang mulai melakukan pembersihan akses jalan agar mobilitas bantuan dan aktivitas warga kembali lancar.

Disperkim bersama BPBD, Koramil, Kecamatan Gunungpati, dan Kelurahan Sukorejo juga melakukan perbaikan atap bangunan penampungan sementara guna meningkatkan kenyamanan warga selama masa tanggap darurat.

Di saat bersamaan, dapur umum yang dikelola ibu-ibu PKK Kelurahan Sukorejo terus aktif menyediakan kebutuhan konsumsi harian bagi warga terdampak.

BPBD Kota Semarang turut menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako untuk dapur umum, selimut, matras, dan terpal. Dinas Sosial juga bergerak cepat menambah kebutuhan pengungsi, termasuk pengadaan kasur lipat.

Tidak berhenti pada penanganan darurat, Pemkot Semarang juga mulai masuk pada tahap pemulihan lingkungan. Disperkim telah menyusun rencana teknis dan kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur terdampak, mulai dari pavingisasi jalan lingkungan, perbaikan drainase, instalasi penerangan dan listrik, sanitasi air bersih, hingga pembenahan fasilitas penampungan sementara.

Progres penanganan kembali menunjukkan perkembangan signifikan pada Kamis (7/5). Material pembangunan mulai dikirim ke lokasi dan pengerjaan akses jalan terus dikebut untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak. Instalasi lampu dan jaringan listrik di area penampungan sementara juga telah selesai dikerjakan dan kini sudah dapat dimanfaatkan warga.

Selain itu, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan tambahan berupa sepuluh kasur lipat dan dua dos makanan siap saji guna mendukung kebutuhan warga di pengungsian.

Agustina mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan longsor Kalialang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat wilayah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan.

“Saya melihat semua bergerak bersama. OPD turun cepat, masyarakat saling membantu, relawan dan aparat wilayah juga terus siaga. Inilah kekuatan gotong royong Kota Semarang dalam menghadapi bencana,” kata Agustina.

Pemerintah Kota Semarang memastikan penanganan dan pendampingan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor.

Tak Perlu Antre, Warga Semarang Kini Bisa Akses 20 Layanan Publik Cukup Lewat Satu Aplikasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng terus memperkuat transformasi layanan publik berbasis digital melalui aplikasi “Semarang Dalam Genggaman Saya” (SDGs), yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

Melalui platform terintegrasi ini, sedikitnya 20 layanan publik kini dapat diakses dalam satu aplikasi, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga pengaduan masyarakat.

Agustina menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih praktis, cepat, dan efisien.

“Sekarang masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak kantor hanya untuk mengurus layanan yang berbeda. Cukup satu aplikasi, semua bisa diakses dari mana saja,” ujar Agustina belum lama ini.

Layanan kependudukan seperti akta kelahiran, akta kematian, hingga perpindahan penduduk kini dapat diurus secara digital. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan kesehatan melalui Puskesmas dan rumah sakit, memanfaatkan transportasi publik Trans Semarang, hingga melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara lebih mudah.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga dilengkapi fitur identitas digital yang memungkinkan masyarakat menyimpan berbagai kartu penting dalam satu sistem, sehingga lebih praktis dan efisien tanpa harus membawa banyak dokumen fisik.

“Dari sisi informasi, warga dapat memantau harga pasar, kondisi kota melalui Pantau Semar, hingga memperoleh informasi banjir dan agenda kegiatan Kota Semarang secara real time,” lanjut Wali Kota Agustina.

Sementara itu, melalui fitur Lapor Semar, masyarakat juga dapat menyampaikan aduan dan aspirasi secara langsung yang akan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.

Warga Kota Semarang sudah dapat mengunduh aplikasi “Semarang Dalam Genggaman Saya” melalui Google Play Store pada tautan berikut: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.semarang.superapp

Dengan kemudahan ini, Pemerintah Kota Semarang mendorong masyarakat untuk memaanfaatkan layanan digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Di Tengah Duka Longsor Kalialang, Wali Kota Agustina Hadir Pastikan Warga Terlindungi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau lokasi tanah longsor di Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Selasa (5/5/2026).

Di tengah situasi yang penuh kekhawatiran, kehadiran wali kota menjadi bentuk nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah warga yang terdampak.

Agustina menyapa warga, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memastikan bahwa penanganan berjalan cepat dan tidak ada kebutuhan yang terabaikan. Bagi Agustina, keselamatan warga bukan sekadar prioritas, tetapi hal yang harus dijaga tanpa kompromi.

“Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujarnya dengan tegas namun penuh empati.

Sebanyak 4 kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Mereka telah mengungsi ke tempat yang lebih aman secara bertahap sejak awal Mei, setelah pergerakan tanah mulai mengancam rumah tinggal mereka.

Pemerintah Kota Semarang pun bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Mulai dari logistik harian hingga akses air bersih, semuanya diupayakan agar warga tetap bisa menjalani aktivitas dengan layak meski dalam keterbatasan.

Agustina juga meminta jajarannya menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan nyaman dengan memanfaatkan fasilitas di sekitar, sehingga warga tidak merasa sendirian menghadapi situasi ini.

Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, mengingat lokasi berada di kawasan Daerah Aliran Sungai yang membutuhkan penanganan lintas kewenangan.

Tak hanya fokus pada kondisi darurat, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang. Penguatan struktur tanah seperti talud atau bronjong akan diusulkan di titik-titik rawan untuk mencegah longsor susulan dan memberikan rasa aman bagi warga ke depan.

Seluruh perangkat daerah pun diminta tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” pungkas Agustina.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi menyampaikan bahwa warga terdampak telah diungsikan secara bertahap setelah kondisi memburuk.

“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Melalui Satpol PP Goes to School, Pemkot Semarang Hadir Ciptakan Generasi Sehat dan Berkarakter

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkarakter melalui penguatan edukasi langsung ke sekolah-sekolah. 

Hal ini disampaikan Iswar saat menghadiri kegiatan Satpol PP Goes to School dalam rangka Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMP Negeri 11 Semarang, Selasa (5/5/2026).

Dalam arahannya, Iswar menekankan bahwa kehadiran jajaran Pemkot Semarang, khususnya Satpol PP, berperan sebagai pamong yang membimbing masyarakat.

Program edukasi ke sekolah-sekolah ini bertujuan memastikan anak-anak Kota Semarang siap menghadapi tantangan masa depan dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

“Saya melihat anak-anak SMP 11 memiliki komitmen tinggi untuk menjadi generasi Kota Semarang yang berkarakter. Hari ini tema kita adalah bebas rokok, karena kita ingin memastikan kalian semua sehat untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa,” ujar Iswar di hadapan para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar juga mengajak para siswa untuk berani tampil berbeda dengan tidak mengikuti kebiasaan merokok, serta fokus mengejar cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. “Siapa yang ingin membawa Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045? Jika kalian semangat hari ini, besok kalian akan sukses. Saya berdoa, semoga di antara kalian ada yang menjadi Menteri di masa depan,” tambahnya menyemangati para siswa.

Selain sebagai bentuk edukasi karakter, kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang mewajibkan tempat belajar-mengajar seperti sekolah menjadi area bebas asap rokok. Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi ini ke sekolah lainnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini juga dihadiri Kepala Satpol PP Kota Semarang beserta jajaran Forkopimcam Gajahmungkur, termasuk unsur kecamatan dan kelurahan, guna memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah.

Pemkot Semarang Pecahkan Rekor Dunia MURI, 10.052 Lumpia Gratis Dibagikan Pada Hari Jadi Ke-479

SEMARANG (lensasemarang.com) – Pemerintah Kota Semarang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada momentum Hari Jadi ke-479 Kota Semarang.

Melalui gelaran Lumpiavaganza, Pemkot Semarang resmi memecahkan Rekor Dunia MURI dengan membagikan 10.052 lumpia gratis kepada masyarakat di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Minggu (3/5/2026).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh pihak MURI kepada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, setelah dilakukan verifikasi faktual di lokasi. Capaian ini bahkan melampaui target awal 10.000 porsi.

Ketua MURI Semarang, Ari Andriyani, menegaskan bahwa jumlah tersebut telah terverifikasi secara resmi.

“Dari usulan 10.000 porsi, setelah verifikasi di lapangan tercatat 10.052 lumpia dibagikan kepada masyarakat melalui mekanisme penukaran botol plastik,” jelasnya.

Tak sekadar memecahkan rekor, MURI menilai program ini memiliki nilai lebih karena menggabungkan pelestarian kuliner khas Semarang dengan edukasi lingkungan. Lumpia dinilai sebagai simbol kuat akulturasi budaya yang hidup di Kota Semarang.

“Lumpia bukan sekadar makanan, tetapi simbol kebhinekaan dan harmoni budaya. Karena nilai tersebut, prakarsa ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional, tetapi dikukuhkan sebagai rekor dunia,” tegas Ari.

Ribuan warga yang memadati kawasan Simpang Lima menjadi saksi kemeriahan sekaligus kebanggaan atas capaian tersebut. Program penukaran botol plastik dengan lumpia juga menjadi bukti nyata komitmen Pemkot dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pendekatan kreatif.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi besar antara pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi tentang kebanggaan warga Semarang terhadap identitas kotanya. Lumpia adalah warisan budaya yang kita angkat bersama hingga diakui dunia,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk 33 pelaku UMKM lumpia yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada MURI dan seluruh masyarakat Kota Semarang. Rekor dunia ini menjadi kado istimewa untuk Hari Jadi ke-479 Kota Semarang,” pungkas Agustina.

Melalui capaian ini, Pemkot Semarang semakin memperkuat positioning kota sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kuliner, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi daerah mampu menembus panggung global.

Wali Kota Agustina Luncurkan Aplikasi SDGs, Dari Kependudukan Hingga Transportasi, Semua Layanan Kini Satu Aplikasi

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng resmi meluncurkan aplikasi “SDGs atau Semarang dalam Genggaman saya” pada puncak Resepsi Hari Jadi ke-479 Kota Semarang, Minggu (3/5/2026) malam di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Peluncuran ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan layanan publik berbasis digital yang terintegrasi dalam satu platform.

Di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng, Pemkot Semarang terus mendorong transformasi layanan agar lebih sederhana, terhubung, dan mudah diakses masyarakat. Melalui aplikasi ini, berbagai layanan mulai dari kependudukan, kesehatan, transportasi, hingga pengaduan dapat diakses dalam satu sistem terpadu.

Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Wali kota Agustina bersama Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin jajaran Forkopimda Kota Semarang, serta mitra internasional.

Salah satu inovasi utama dalam aplikasi ini adalah identitas digital berbasis blockchain melalui SDGs ID. Dengan sistem ini, masyarakat cukup memiliki satu identitas untuk berbagai kebutuhan layanan, seperti kartu Puskesmas, kartu siswa, hingga akses transportasi publik.

“Dengan satu identitas digital, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan. Ini bagian dari upaya kita membangun sistem yang lebih modern dan terintegrasi,” ujar Agustina.

Selain itu, aplikasi ini juga menghadirkan fitur Semarang Virtual Tour, yang memungkinkan masyarakat menjelajahi berbagai sudut Kota Semarang secara digital.

Melalui peluncuran ini, Agustina menegaskan arah pembangunan Kota Semarang yang semakin adaptif terhadap teknologi, dengan layanan publik yang lebih efisien dan terhubung dalam satu genggaman.

Pengembangan platform ini juga mendapat dukungan dari Korea Internet & Security Agency (KISA) sebagai otoritas keamanan siber Korea.

Dalam peluncuran tersebut, turut hadir perwakilan KISA, Ms. Kwon Hyuno, sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama internasional di bidang transformasi digital.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian atau Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono menegaskan, kehadiran SDG’s menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

Dengan peluncuran ini, Kota Semarang semakin menegaskan langkahnya sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong inovasi digital dalam tata kelola pemerintahan.

“Aplikasi ini sudah bisa diunduh masyarakat melalui App Store dan Play Store. Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor,” pungkasnya.

Wali Kota Agustina Sulap Sampah Jadi Berkah di Lumpiavaganza, Ribuan Warga Padati Simpang Lima

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kawasan Simpang Lima berubah jadi lautan antusiasme, Minggu (3/5/2026), saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti Lumpiavaganza, inovasi kreatif dalam rangka Hari Jadi ke-479 Kota Semarang yang sukses memadukan gerakan peduli lingkungan dengan pelestarian kuliner khas.

Melalui skema sederhana namun berdampak, warga cukup menukarkan 5 botol plastik bekas untuk mendapatkan 1 voucher lumpia, dengan maksimal dua voucher per orang.

Program ini bukan sekadar gimmick perayaan, tetapi strategi cerdas Pemerintah Kota Semarang dalam membangun budaya baru: sampah bernilai, lingkungan lebih bersih.

Penukaran botol plastik telah dimulai sejak 26–30 April 2026 melalui jaringan bank sampah di tingkat kelurahan, dan memuncak di Lapangan Simpang Lima pada hari pelaksanaan. Hasilnya, ribuan botol plastik berhasil dikumpulkan sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri. Buang sampah pada tempatnya, dan botol plastik bisa kita tukar jadi lumpia,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, Lumpiavaganza juga menjadi panggung pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak 33 UMKM klaster lumpia di ibu kota Jawa Tengah dilibatkan untuk memenuhi penukaran voucher, memastikan perputaran ekonomi tetap hidup sekaligus menguatkan identitas lumpia sebagai ikon kuliner Semarang.

Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di titik-titik penukaran. Banyak peserta bahkan telah menyiapkan botol plastik sejak beberapa hari sebelumnya—bukti bahwa gerakan ini diterima dan dijalankan dengan penuh kesadaran.

Melalui Lumpiavaganza, Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina menghadirkan perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna—menggerakkan, memberdayakan, dan menanamkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari warga.

Wali Kota Agustina Lepas Ribuan Peserta Mlaku Bareng 479, Bawa Pesan Semarang Bergerak Bersama

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima sejak pagi buta, Minggu (3/5/2026), dalam gelaran Mlaku Bareng 479, salah satu event ikonik rangkaian Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Sejak pukul 05.30 WIB, lautan peserta dari berbagai kalangan sudah berkumpul di titik start Masjid Baiturrahman, menghadirkan semangat kebersamaan yang terasa sejak langkah pertama.

Event ini secara resmi dilepas oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin dan jajaran Forkopimda. 

Dengan penuh energi, ribuan peserta bergerak menyusuri rute menuju landmark Lapangan Simpang Lima, menciptakan panorama kota yang hidup dengan warna-warni kebersamaan.

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa Mlaku Bareng 479 bukan sekadar jalan santai, tetapi simbol gerak bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota.

“Kita mlaku bareng sebagaimana Pemerintah Kota Semarang berjalan bersama seluruh warga Kota Semarang,” tegasnya.

Sepanjang rute, Mlaku Bareng 479 menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar aktivitas fisik. Peserta menikmati hiburan, berinteraksi tanpa sekat, hingga merasakan atmosfer perayaan kota yang inklusif dan penuh kehangatan.

Event ini dikemas sebagai ruang temu yang mempererat hubungan antara ASN dan masyarakat dalam suasana santai dan menyenangkan.

Tak hanya meriah, Mlaku Bareng 479 juga membawa semangat kampanye gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan. Peserta diajak untuk aktif bergerak sekaligus menjaga kebersihan, termasuk dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kebiasaan membawa tumbler pribadi.

Dengan keterlibatan ribuan peserta dari berbagai perangkat daerah dan masyarakat luas, Mlaku Bareng 479 menjadi salah satu event kolaboratif terbesar dalam rangkaian HJKS ke-479. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menegaskan identitas Kota Semarang sebagai kota yang aktif, sehat, dan guyub.

Dari setiap langkah yang serempak di pagi hari, tersampaikan pesan kuat: Semarang bergerak maju ketika pemerintah dan warganya berjalan bersama.

Warga Semarang Kini Bisa Akses Ambulans Gratis dari Lindu Aji

SEMARANG — Langkah nyata terus ditunjukkan organisasi masyarakat Lindu Aji dalam mempertegas kiprahnya di tengah publik. Tak sekadar hadir sebagai penyampai aspirasi, kini Lindu Aji menegaskan diri sebagai organisasi yang aktif memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Hal itu ditegaskan Calon Ketua Umum DPP Lindu Aji, Septian Fajar—akrab disapa Tian—yang menggagas penyediaan layanan ambulans gratis sebagai bentuk pengabdian konkret. Bagi Tian, kehadiran ormas harus mampu dirasakan secara nyata, terutama dalam situasi mendesak yang membutuhkan respon cepat.

Putra Pendiri Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah ini menuturkan, organisasi tidak boleh hanya berhenti pada suara dan wacana. Lebih dari itu, Lindu Aji harus hadir melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar program, tapi wujud komitmen kami untuk selalu hadir saat masyarakat membutuhkan. Ambulans ini diharapkan bisa menjadi penolong di saat genting,” ujarnya usai penyerahan simbolis kepada jajaran pengurus, Minggu (3/5/2026).

Ambulans tersebut merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi kepentingan organisasi sekaligus masyarakat luas. Tian memastikan akses layanan ini dibuat semudah mungkin melalui jaringan pengurus di tingkat kecamatan yang tersebar di Kota Semarang.

Masyarakat yang membutuhkan cukup menghubungi pengurus terdekat atau contact person yang telah disiapkan. Dengan jaringan yang sudah terbentuk di sejumlah kecamatan, layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Yang paling ditekankan, layanan ini sepenuhnya gratis tanpa pungutan apa pun.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada biaya dalam bentuk apa pun. Ini murni untuk membantu masyarakat,” tegas Tian.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Lindu Aji, Nanang Setyono, menyebut program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun wajah baru organisasi. Ia tak menampik, selama ini Lindu Aji kerap dilekatkan dengan stigma negatif.

Namun menurutnya, dalam satu dekade terakhir, berbagai kegiatan sosial sebenarnya telah rutin dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, bantuan saat bencana, hingga kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat.

“Perubahan ini bukan hal instan. Kami sudah lama bergerak di bidang sosial, dan kini ingin lebih terlihat serta dirasakan dampaknya,” ujar Nanang.

Ke depan, Lindu Aji bertekad memperluas kontribusi, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Program ambulans gratis menjadi pijakan awal untuk memperkuat citra tersebut sekaligus memperluas jangkauan manfaat.

Nanang menambahkan, inisiatif serupa sebelumnya telah berjalan di sejumlah daerah seperti Tegal dan Wonogiri. Kini, Semarang menjadi titik pengembangan berikutnya.

“Harapannya, setiap daerah nantinya memiliki fasilitas serupa. Semakin banyak yang terlayani, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.**

Golkar Konsolidasi Hingga Desa Di Jateng & Intensifkan Sepatu Gratis Untuk Siswa Miskin

SEMARANG (lensasemarang.com) – Partai Golkar berkomitmen mengintensifkan gerakan pemberian sepatu gratis kepada para siswa dari keluarga kurang mampu yang ada di Jawa Tengah.

Kesepakatan tersebut merupakan salah satu poin dari Rapat Konsolidasi DPD Partai Golkar Jawa Tengah, yang digelar di Hotel Lor In Solo, Jumat (1/4/2026).

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh menegaskan, kegiatan rapat konsolidasi ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan semangat, menguatkan barisan, sekaligus menegaskan arah gerak organisasi ke depan.

“Seluruh kader harus semakin solid dan terorganisir dengan baik. Kita harus siap menyongsong Pemilu 2029 dengan kekuatan penuh,” kata M Saleh kepada media.

Dalam arahannya, Saleh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng, menyatakan bahwa konsolidasi dilakukan setelah Golkar Jateng menyelesaikan Musyawarah Daerah (Musda) di 33 kabupaten/kota, dengan dua daerah tersisa dengan target rampung pada Mei ini.

Rapat konsolidasi ini diikuti oleh jajaran pengurus DPD kabupaten/kota serta para anggota DPRD fraksi Golkar se-Jateng.

Rapat konsolidasi yang berlangsung selama tiga hari itu memfokuskan pada evaluasi pelaksanaan Musda di tingkat kabupaten/kota, sekaligus mempersiapkan tahapan berikutnya, yakni musyawarah di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan dan TPS.

Untuk konsolidasi tingkat kecamatan, Saleh menargetkan selesai pada Juli 2026; sementara konsolidasi desa/kelurahan dituntaskan pada September 2026.

“Harapannya, saat peringatan HUT Golkar pada Oktober 2026, seluruh proses konsolidasi sudah rampung hingga tingkat desa,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi konsern partai Adalah capaian pada Pemilu 2024 harus ditingkatkan. Pada pemilu 2024 Golkar berhasil menempatkan 17 wakilnya di DPRD Jawa Tengah, meningkat lima kursi dibandingkan hasil Pemilu 2019.

“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi ke depan,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut.

Ditanya mengenai program lain yang disepakati dalam rapat konsolidasi adalah program “bajuisasi”, berupa penyediaan seragam Golkar hingga ke tingkat kader di TPS.

“Program tersebut sebagai identitas gerakan partai di akar rumput. Kalau Presiden Prabowo Subianto punya program gentengisasi, maka Golkar punya program bajuisasi,” katanya.

Melalui konsolidasi berjenjang ini, Golkar Jateng berharap dapat memperkuat struktur organisasi hingga ke level paling bawah, sekaligus memastikan kesiapan mesin partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.