Bank Mandiri Taspen Buka Posko Informasi, Operasional Cabang Purwokerto Tetap Berjalan Lancar

PURWOKERTO – Bank Mandiri Taspen memastikan operasional Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal meski menerima kunjungan sejumlah nasabah yang ingin memperoleh penjelasan terkait perkembangan kasus penipuan yang mereka alami.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Taspen, Tulus P. Hutarabat, mengatakan pihaknya telah berdialog secara langsung dengan para nasabah dan memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah ditempuh perusahaan.

Menurut Tulus, Bank Mandiri Taspen memahami kondisi para nasabah yang menjadi korban dugaan penipuan. Karena itu, perusahaan telah melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses hukum yang kini masih berlangsung.

Advertisement

“Selain melakukan upaya penyelesaian secara hukum, kami juga membuka posko untuk membantu dan memberikan informasi kepada nasabah, termasuk menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan aparat penegak hukum,” ujar Tulus dalam siaran pers, Jumat (26/6/2026).

Ia menegaskan, aktivitas pelayanan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berlangsung seperti biasa selama dialog dengan para nasabah. Seluruh layanan perbankan, termasuk transaksi keuangan, tetap dapat diakses tanpa kendala.

Sebagai bentuk kepedulian kepada nasabah, khususnya pensiunan, Bank Mandiri Taspen juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, tenaga medis disiagakan untuk mengantisipasi apabila ada nasabah yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di kantor cabang.

Tak hanya itu, Bank Mandiri Taspen terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada nasabah. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan investasi.

Untuk mempercepat penyelesaian perkara, Tulus mengimbau para nasabah yang menjadi korban agar turut melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian dan mendukung proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Untuk mempercepat penyelesaian masalah ini, kami berharap kerja sama yang baik dari para pensiunan yang menjadi korban bersama bank untuk melapor dan membantu proses yang telah dilakukan Polresta Banyumas dan OJK,” tutup Tulus.***

Advertisement