Home Blog Page 36

DPR Kirimkan Hasil Fit Proper Test Dubes Ke Presiden, Puan Maharani: Tinggal Tunggu Pelantikan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat terkait hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon 24 duta besar (dubes) RI.

Saat ini, Puan mengatakan DPR tinggal menunggu proses pelantikan calon Dubes RI untuk negara sahabat sebagai tindaklanjut dari Pemerintah.

“Proses fit and proper dubes sudah selesai di Komisi I, dan DPR sudah bersurat kembali kepada pemerintah atau kepada presiden,” ujar Puan di Gedung DPR. Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

“Dan tentu saja mekanisme yang selanjutnya ada di pemerintah, dan itu akan menunggu proses pelantikan,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengatakan DPR sudah menjalankan uji kelayakan dan kepatutan sesuai mekanisme, dan menyetujui nama-nama yang layak menjadi dubes RI seperti yang diusulkan Pemerintah.

“Jadi, sekarang bolanya ada di eksekutif atau ada di pemerintah,” ungkap Puan.

Terkait peran dubes Indonesia, Puan menuturkan bahwa diplomasi global menjadi kunci, bukan saja memperkuat kerjasama bilateral tetapi menjadi penggerak strategis yang memastikan peran aktif Indonesia dipanggung dunia.

“Peta geopolitik sekarang terlihat bagaimana persaingan kekuatan dapat berujung pada konflik. Di tengah kerawanan ini, diplomasi harus dikedepankan,” kata Puan dikutip dari akun Instagram-nya.

Puan pun berharap agar duta besar RI untuk negara sahabat mampu menjembatani diplomasi Indonesia dengan dunia internasional.

“Harapan besar kepada para duta besar gang nantinya akan menerima penugasan, agar mampu menjadi jembatan diplomatik Indonesia dengan dunia internasional sebaik-baiknya,” sebut Puan.

Puan Maharani Pastikan Kawal Program Sekolah Rakyat

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani, menyampaikan apresiasi atas peluncuran program Sekolah Rakyat yang baru saja diresmikan pemerintah pada Juli 2025. Ia memastikan DPR akan memgawal program Sekolah Rakyat yang dinilai sebagai langkah inovatif Negara dalam memperluas akses pendidikan hingga pelosok daerah di Indonesia.

“Terkait Sekolah Rakyat, tentu saja sangat inovatif. Harapan dari DPR kami akan mengawasi bahwa jangan sampai ada rakyat di Indonesia yang terlantar, tidak mendapatkan pendidikan baik,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Meski demikian, Puan mengingatkan pentingnya persiapan Pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan teknis dan sosial di lapangan dalam program Sekolah Rakyat. Menurutnya, niat baik dari program Sekolah Rakyat harus dijaga agar tidak menimbulkan ketimpangan baru.

“Namun saya juga mengingatkan bahwa tantangannya di lapangan itu sangat banyak. Jadi memang banyak sekali yang masih harus disempurnakan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Dan jangan sampai kemudian niat baik atau hal yang harusnya ini tujuannya baik Kemudian menjadi bersifat eksklusif,” imbuh Puan.

Mantan Menko PMK itu mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan pelengkap yang memperkuat sistem pendidikan nasional secara keseluruhan. Puan berharap tidak terjadi kompetisi dengan sekolah yang sudah ada atau sekolah eksisting.

“Kemudian menjadi berkompetisi dengan sekolah-sekolah yang sudah ada. Namun ini justru harus melengkapi sekolah-sekolah yang sudah ada dan apa yang kemudian sudah dilakukan di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puan memastikan komitmen DPR untuk terus melakukan pengawasan sekaligus memberikan dukungan dalam proses penyempurnaan program Sekolah Rakyat. Ia berharap kolaborasi antara DPR dan pemerintah dapat terus berjalan.

“Karena sesuatu yang baru itu tentu saja tidak bisa tiba-tiba langsung sempurna. Dan saya berharap bahwa sinergi antara Pemerintah dengan DPR bisa terus berjalan dalam menyempurnakan hal ini dengan tujuan adalah untuk pendidikan seluruh anak bangsa,” tutup Puan.

Antisipasi Polemik, Puan Maharani Minta Menbud Jelaskan Penetapan Hari Kebudayaan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi penetapan Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober yang baru-baru ini diputuskan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan.

Dirinya menekankan pentingnya transparansi dalam penetapan kebijakan terkait kebudayaan nasional dan tidak dipersempit menjadi milik kelompok tertentu.

“Kami akan meminta kepada Kementerian Kebudayaan atau Menteri Kebudayaan melalui komisi X untuk menerangkan dan menjelaskan, apa dasar dan argumentasinya terkait dengan hal tersebut,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Selasa (15/7/2025).

Menurut Puan, kebudayaan merupakan bagian dari identitas dan jati diri bangsa yang bersifat universal dan lintas batas sosial maupun generasi. Karena itu, ia menilai Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon harus menjelaskan secara terbuka kepada publik.

“Karena kebudayaan adalah milik seluruh rakyat, lintas generasi, lintas zaman dan lainnya sebagainya jadi jangan sampai itu bersifat inklusif ataupun eksklusif,” ujar mantan Menko PMK itu.

Puan juga mengingatkan bahwa sebuah kebijakan publik, apalagi terkait kebudayaan, harus memiliki landasan yang kuat dan tidak menimbulkan potensi perpecahan atau kontroversi yang tidak perlu.

“Dan ini tidak boleh kemudian tanpa dasar dan saya berharap bahwa Menteri Kebudayaan bisa menjelaskan argumentasinya dengan sebaik-baiknya jadi jangan sampai kemudian menimbulkan polemik karena kebudayaan adalah milik seluruh rakyat,” ungkap Puan.

Lebih lanjut, Puan menekankan keputusan yang terkait dengan kebudayaan juga perlu mempertimbangkan nilai-nilai lintas waktu hingga generasi yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

“Dan ini adalah terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan lintas generasi dan lintas zaman. Jadi saya minta untuk bisa dijelaskan dasar dan argumentasinya dengan baik untuk tidak menimbulkan polemik yang berkelanjutan,” tegas Puan.

Sebelumnya, penetapan Hari Kebudayaan Nasional jatuh pada tanggal 17 Oktober diatur dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025 yang ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 7 Juli 2025.

Dalam pernyataannya, Fadli Zon menjelaskan tanggal 17 Oktober dipilih karena pada tanggal tersebut di tahun 1951, Presiden Soekarno menetapkan lambang negara Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika melalui PP Nomor 66 Tahun 1951.

Puan Maharani Pastikan Pembahasan RUU KUHAP Terbuka dan Tidak Buru-Buru

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR Puan Maharani memastikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) dilakukan secara terbuka dan tidak terburu-buru. Puan menuturkan, DPR melalui Komisi III melibatkan pakar dan perwakilan masyarakat dalam setiap pembahasan perubahan KUHAP.

“Terkait dengan KUHAP, DPR tentu saja sampai saat ini masih melakukan proses pembahasan. Dan kami melakukan pembahasan tersebut secara terbuka, mengundang pihak-pihak yang memang kami harus lakukan bersama-sama untuk bisa melakukan pembahasan tersebut,” kata Puan Maharani.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Puan menyebut Komisi III DPR masih melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk meminta masukan dari seluruh elemen masyarakat.

“Kalau kemudian belum dibuka ataupun terbuka, karena memang sampai saat ini prosesnya itu masih dilakukan, melakukan RDP, RDPU, kemudian meminta masukan dari semua pihak yang ada di seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, RUU KUHAP yang merupakan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 itu sudah masuk ke tahap tim perumus (Timus) dan tim sinkronisasi (Timsin) setelah dibahas oleh panitia kerja (Panja) di Komisi III DPR. Dalam tahap di Timus dan Timsin, pembahasan RUU KUHAP sudah berada dalam aspek redaksional.

Puan pun menegaskan bahwa pembahasan RUU KUHAP tidak akan dilakukan secara terburu-buru agar menghasilkan produk hukum yang baik. Setelah rampung, DPR dipastikan akan langsung mengumumkan ke publik.

“Jadi kita tidak terburu-buru, kita juga sudah melakukan ini dari bulan-bulan yang lalu, dari sidang-sidang yang lalu. Dan nanti tentu saja kami akan juga membuka hal ini pada waktunya,” kata Puan.

Komisi III DPR diketahui telah mengundang berbagai kelompok masyarakat untuk menampung aspirasi terkait RUU KUHAP. DPR dan pemerintah menargetkan RUU KUHAP dapat disahkan sebelum 2026, karena akan bersinggungan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pimpinan Komisi III DPR menyatakan draf RUU KUHAP akan dikembalikan ke Panja untuk masuk proses finalisasi setelah aspek redaksional selesai. 

Menurut Komisi III DPR, usulan substansi dari kelompok sipil masih bisa diakomodasi dalam tahap finalisasi RUU KUHAP, selama disetujui oleh semua fraksi.

Seluruh Wisata Perhutani di Jawa Kini Dilindungi Asuransi Askrindo

SEMARANG – PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) memberikan perhatian khusus kepada masyarakat agar lebih nyaman dan aman menikmati liburan di tempat rekreasi.

Askrindo menggandeng Perhutani untuk mengcover seluruh tempat wisata milik Perhutani di pulau Jawa antara lain Jawa Barat, Jawa Timur dan terakhir di Jawa Tengah. Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, mengatakan, total 195 tempat wisata milik Perhutani di cover Asuransi Kecelakaan Diri dari Askrindo.

“Setelah sebelumnya kami (Askrindo) telah bekerjasama dengan Perhutani Jawa Barat dan Jawa Timur kali ini tempat wisata milik Perhutani di Jawa Tengah telah kami cover seluruhnya total ada 65 lokasi wisata antara lain di Surakarta, Telawa, Pekalongan, Cepu, Randublatung, Gundih, Purwodadi, Kedu, Blora, Banyumas dan Kendal,” ujarnya.

Budhi menjelaskan, proyeksi total pengunjung di seluruh tempat wisata milik Perhutani selama setahun sejumlah 8,7 juta pengunjung yang tersebar di Jawa Barat sebanyak 2 Juta, Jawa Timur sebanyak 5 Juta. “Khusus untuk Jawa Tengah estimasi total pengunjung di 65 wisata milik Perhutani Jawa Tengah berjumlah 1.7 Juta pengunjung tiap tahunnya, baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Budhi.

Untuk pembayaran premi, lanjutnya, akan dimasukkan di harga tiket. Sehingga, ketika wisatawan ke tempat wisata dan membeli tiket, sudah termasuk proteksi kecelakaan di area wisata semua akan di cover mulai luka ringan hingga meninggal sudah terproteksi.

“Nantinya setiap tiket yang dibeli oleh pengunjung, akan mendapatkan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri dengan nilai pertanggungan Rp. 25 juta sampai dengan Rp. 53 juta untuk proteksi dari biaya pengobatan, cacat tetap hingga meninggal dunia dengan klausul yang sudah tertera dalam perjanjian kerjasama ini,” jelasnya

Lebih lanjut Budhi menjelaskan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang bisa mendongkrak kinerja sektor ekonomi wilayah, karena dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara maka lapangan pekerjaan akan tercipta serta UMKM akan semakin berkembang, hotel dan restoran juga akan berkembang, termasuk perdagangan.

“Tujuan kerja sama ini selain memberikan perlindungan asuransi kepada para pengunjung, Askrindo juga ingin memberikan edukasi dan literasi Asuransi kepada masyarakat melalui kegiatan berwisata bersama keluarga. Askrindo bertekad untuk menghadirkan terobosan agar dapat bersaing di industri. Kami juga ingin memberikan manfaat langsung dalam berAsuransi, ini menjadi terobosan di industry untuk terus meliterasi Masyarakat tentang pentingnya mitigasi risiko terutama bagi keluarga,” kata Budhi.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi menjelaskan, Perhutani diwilayah Jawa Tengah memiliki 79 objek wisata dengan potensi mayoritas pegunungan serta hutan rimba seperti di Purwokerto dan Kedung Selatan. Selain pegunungan, di wilayah Jawa Tengah juga memiliki keunikan wisata lainnya seperti Goa, Pantai serta air terjun dengan peminat khusus.

“Kecelakaan itu wajib kita hindari tetapi jaminan paska musibah menjadi sangat penting, kami berharap zero accident dan zero claim karena wisata kami aman nyaman dan menjamin keselamatan pariwisata,” ujarnya.***

Ketua DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengusut tuntas kasus dugaan beras oplosan yang melanggar mutu dan takaran agar tidak merugikan masyarakat.

“Kupas dan selidiki dengan tuntas terkait dengan beras oplosan. Jadi jangan sampai kemudian terkait dengan beras ini merugikan rakyat,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Dirinya juga menekankan agar aparat penegak hukum segera memproses lebih lanjut terhadap para produsen nakal tersebut.

“Saya melihat sudah dilakukan tindak lanjut terkait dengan beras oplosan ini, bahwa kalau kemudian ada pihak-pihak yang melakukan hal tersebut harus langsung ditindaklanjuti. Diproses secara hukum, jangan sampai kemudian merugikan rakyat,” ujarnya.

Legislator perempuan itu pun menegaskan bahwa DPR RI akan melakukan fungsi pengawasan terhadap kasus dugaan beras oplosan tersebut.

“DPR tentu saja akan melakukan pengawasan melalui komisi-komisi yang ada di DPR untuk ikut menindaklanjuti terkait dengan hal itu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyayangkan sejumlah perusahaan besar terindikasi melakukan pengoplosan beras premium dengan kualitas rendah. Ia menilai tindakan ini bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga mencoreng tata niaga pangan nasional serta mengkhianati perjuangan petani dalam menjaga ketahanan pangan.

Praktik ini diketahui usai dilaksanakannya investigasi oleh Kementerian Pertanian. Hasilnya di sejumlah wilayah ditemukan beras bermerek dijual dengan harga premium, namun isinya ternyata campuran dengan beras medium atau tidak sesuai standar mutu beras premium.

“Sangat kami sayangkan, sejumlah perusahaan besar justru terindikasi tidak mematuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Masyarakat membeli beras premium dengan harapan kualitasnya sesuai standar, tetapi kenyataannya tidak demikian. Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).

Amran menegaskan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku pengoplosan. Ia menyebut praktik ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap petani, konsumen, dan juga semangat swasembada pangan.

Razia Tempat Hiburan, Lima Orang Positif Narkoba Diamankan BNNP Jateng

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar razia di sejumlah tempat hiburan di Semarang pada 11 sampai 13 Juli 2025 dini hari. Lima orang pengunjung diamankan karena positif narkoba mengandung zat psikotropika.

“Ada lima orang yang kita bawa ke kantor. Hasilnya mereka positif mengonsumsi zat seperti Methamphetamine (sabu), MDMA (ekstasi), Alprazolam dan Benzodiazepine. Nanti kita dalami kenapa dia menggunakan zat psikotropika, dan ada diantaranya mengaku memiliki resep medis resmi,” kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Agus Rohmad, Senin (14/7).

Berdasarkan pantauan, total ada delapan tempat hiburan malam yang dirazia di Semarang. Total 180 orang diperiksa, mulai dari barang bawaannya, pengecekan pupil mata, hingga tes urine. Untuk barang bawaan, pengecekan dilakukan pengunjung atau pemilik masing-masing.

“Razia dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 Juni 2025. Tujuan razia ini untuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di ruang-ruang publik,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud komitmen BNNP Jateng dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, khususnya cita ke-7 tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Kami ingin mengirim pesan tegas bahwa tempat hiburan bukan tempat untuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tapi juga mengedukasi para pengelola bahwa mereka adalah mitra penting dalam menciptakan lingkungan hiburan yang bersih dan sehat. Tidak ada niat menghakimi, kami hadir untuk mencegah dan membina. Mereka yang positif bukan langsung dihukum, tapi kita ajak masuk dalam proses rehabilitasi,” terangnya.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Jawa Tengah Kombes Pol Henry Julius Pardomuan mengungkapkan bahwa dalam kegiatan Razia tersebut menggunakan pendekatan terpadu, yaitu screening mata dan gigi, lalu tes urine dan jika ada yang positif langsung ditangani dan dievaluasi lebih lanjut oleh bidang Rehabilitasi dengan assessment yang komprehensif.

“Kami menekankan bahwa tidak ada ruang gelap bagi penyalahgunaan narkoba. Kami tidak akan berhenti dan akan kami lakukan berkala ke wilayah lain. Yang terlibat dalam ekosistem hiburan harus jadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata dia.

Puan Maharani Ingatkan Akuntabilitas Pengelolaan Respons Karhutla Aceh-Sumatera Utara

SEMARANG (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan soal akuntabilitas dalam pengelolaan kawasan dan penegakan hukum dalam merespons bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

“Ketika kejadian seperti ini terus berulang dari tahun ke tahun di wilayah yang sama maka bukan hanya kemampuan pemadaman yang perlu ditingkatkan, tapi juga akuntabilitas dalam pengelolaan kawasan dan penegakan hukumnya,” kata Puan.

Dirinya memandang bahwa bencana tersebut bukan semata kejadian alam biasa, melainkan sinyal bahwa Indonesia belum keluar dari siklus krisis ekologis yang berulang.

Legislator perempuan itu menilai bahwa karhutla yang terus terjadi menandakan lemahnya sistem pengawasan dan kontrol terhadap lahan-lahan rawan terbakar.

Oleh karena itu, dia menyebut penanganan bencana harus berpindah dari pola penanganan darurat menjadi sistem yang preventif, tangguh, dan berbasis pada pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan.

“Jika bencana datang lebih cepat dari kesiapsiagaan, itu artinya ada sistem yang belum berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

Puan juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan guna menghindari kerugian yang lebih luas.

“Pemerintah daerah juga harus terus berkomitmen menjaga keselamatan warga dan lingkungan hidup melalui upaya penanggulangan bencana secara terpadu,” katanya.

Puan menyoroti pula bagaimana karhutla turut menyebabkan kerugian materi akibat kebakaran cukup signifikan dan berdampak pada kondisi lingkungan serta aktivitas masyarakat.

Oleh sebab itu, Puan mendorong Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau situasi secara berkala dan memaksimalkan upaya edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla.

“Keselamatan dan penanggulangan dampak menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Selain itu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, untuk memperkuat integrasi antara perencanaan wilayah, konservasi lingkungan, dan kebijakan mitigasi risiko bencana.

Puan menekankan bahwa pembangunan tidak boleh dibenarkan jika dilakukan dengan mengorbankan daya dukung lingkungan.

“Investasi dalam ketahanan iklim dan perlindungan ekosistem harus menjadi prioritas nasional. Negara harus hadir sebelum bencana datang, dengan sistem yang mampu melindungi warga secara adil, merata, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terakhir, Puan menegaskan DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal upaya pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana dan memperbaiki kebijakan tata kelola lingkungan.

“Rakyat Indonesia memiliki daya tahan yang luar biasa, namun sudah saatnya sistem negara menunjukkan daya siaga yang setara, bukan hanya saat darurat, tetapi jauh sebelum ancaman datang,” katanya.

“Karena keselamatan rakyat adalah mandat tertinggi dari konstitusi dan tanggung jawab utama dari kepemimpinan nasional,” ujarnya.

Tetapkan Pengurus Baru, Golkar Jateng Diisi Kalangan Muda dan Perempuan

SEMARANG (lensasemarang.com) -Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh menetapkan jajaran pengurus DPD Golkar Jateng Periode 2025-2030 yang mengakomodasi suara kalangan muda dan perempuan.

“Tercatat ada 173 jajaran pengurus Golkar Jateng yang mengakomodir suara anak muda dan perempuan dalam kepengurusan untuk lima tahun mendatang. Ada pengurus harian dan pleno dengan komposisi 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan, sedangkan untuk usia mulai 20 hingga 50 tahun sebanyak 70 persen dan sisanya 50 tahun keatas,” kata M.Saleh usai penetapan di Kantor DPD Partai Golkar Jateng, Semarang, Minggu (6/7/2025).

Ia memgungkapkan bahwa pihaknya mencoba melakukan kombinasi antara senior dan junior di jajaran kepengurusan, bahkan yang terpilih juga bukan hanya dari anggota Partai Golkar saja.

“Dalam jajaran kepengurusan ini aneka ragam latarbelakangnya. Memang paling banyak ada dari Golkar sendiri, tapi kita juga menggandeng unsur lain misal dari NU, Muhammadiyah dan organisasi kepemudaan lain,” ujarnya.

Menurut dia, hal itu bertujuan agar dapat mengakomodir tantangan zaman dan sekaligus ajang pembuktian Partai Golkar yang terbuka.

Wakil Ketua DPRD Jateng itu juga menegaskan tidak ada tabrak menabrak dalam kepengurusan ini.

“Memang kan banyak yang dari DPR RI, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota tapi mereka akan bergerak difokus dapilnya masing-masing. Jadi tidak ada yang tabrakan dan kami yakin bisa melangkah lebih baik pada tahun politik 2029 dengan formasi sekarang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, M. Saleh menegaskan akan menggelar kegiatan bakti sosial yang muaranya ke masyarakat sebagai penerima manfaatnya.

Ia mencontohkan, dalam waktu dekat akan membagikan sepatu bagi pelajar di SD dan SMP dengan kategori tidak mampu.

Hal ini juga sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menginstruksikan agar kader Partai Golkar harus dekar dan tahu dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai Ketua DPD Golkar Jateng dengan masa periode lima tahun kedepan, ditargetkan ada peningkaran kursi di legislatif sehingga cara yang ampuh menurutnya dengan turun ke masyarakat melalui kegiatan yang efektif misalnya soal kebutuhan anak sekolah.

“Kami ditargetkan ada kenaikan kursi di tahun 2029. Sehingga kita juga akan menggelar banyak musda (musyawarah daerah) di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Komitmen, MR. D.I.Y Luncurkan Kampanye “Inspirasi Buat Yang Ada Aja Idenya” Dukung Keluarga Semarang & Jawa Tengah

SEMARANG (lensasemarang.com) – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY atau Perseroan atau MR.D.I.Y. Indonesia), pemimpin ritel perlengkapan rumah tangga di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya untuk terus memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia.

Kali ini, MR.D.I.Y. Indonesia secara resmi menghadirkan kampanye terbaru yang bertajuk “Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya”, sebuah inisiatif yang mengajak keluarga Indonesia untuk menemukan potensi luar biasa dalam hal-hal sederhana melalui penggunaan produk-produk praktis dan terjangkau dari MR.D.I.Y.

Kampanye terbaru dari MR.D.I.Y. ini menjadi salah satu wujud komitmen Perseroan untuk lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan mendukung rutinitas harian dengan solusi kreatif yang aplikatif.

Ria Sutrisno selaku Head of Marketing MR.D.I.Y. Indonesia mengatakan bahwa mampanye ‘Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya’ ini dirancang untuk memberikan inspirasi kepada keluarga Indonesia dalam memanfaatkan produk MR.D.I.Y. yang tidak hanya bermakna, namun dapat menciptakan nilai lebih. Kami percaya bahwa inspirasi tidak harus datang dari sesuatu yang mewah, melainkan justru bisa dari hal-hal kecil dan kebahagiaan sehari-hari yang nyata.

“Kehadiran MR.D.I.Y. tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan menjadi wadah untuk berkreasi, menata ruang, bahkan memulai usaha kecil,” katanya di hadapan awak media di Semarang, Kamis (4/7/2025).

Kampanye “Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya” ini juga terinspirasi dari cerita keluarga Indonesia, kreator lokal, dan pelaku usaha lokal yang merupakan pelanggan MR.D.I.Y. Indonesia.

Mereka berhasil menemukan inspirasi dari produk sederhana MR.D.I.Y. menjadi sebuah karya yang bernilai atau bahkan karir. Untuk mengembangkan dan menyebarkan inspirasi tersebut, cerita ini kita hadirkan kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus lebih banyak pelanggan untuk mencari inspirasi dan memulainya bersama MR.D.I.Y. Indonesia.

Sejak hadir pertama kali di Semarang pada tahun 2018, kini MR.D.I.Y. Indonesia telah memiliki 83 toko di seluruh Provinsi Jawa Tengah. Sebagai bagian dari upaya untuk semakin dekat dengan keluarga di Kota Semarang dan sekitarnya, MR.D.I.Y. menyelenggarakan rangkaian Bazaar Inspirasi di Java Mall yang berlangsung dari 4-6 Juli 2025. 

Bazar ini dirancang sebagai pengalaman menyeluruh yang menghadirkan zona inspirasi dari berbagai ruangan rumah seperti garasi, dapur, ruang belajar, dan kamar tidur. Kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan aktivitas panggung, workshop interaktif, dan undian berhadiah.

Kehadiran MR.D.I.Y. ke Kota Semarang tidak sekedar membawa Bazaar Inspirasi, melainkan upaya untuk hadir dan mendukung ide-ide serta kreativitas masyarakat lokal.

Terlebih lagi, kota Semarang memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,62% dan terdapat lebih dari 30 ribu UMKM, membuat kota ini menjadi pasar yang potensial, karena tren konsumen saat ini juga lebih mengarah untuk mencari solusi, bukan sekadar produk.

Salah satu elemen penting dari kampanye ini adalah storytelling autentik yang ditampilkan melalui produk-produk kebutuhan rumah tangga yang tersedia bagi setiap anggota keluarga.

“Kami mengapresiasi setiap cerita yang hadir dari pelanggan saat berbelanja di toko maupun menggunakan produk-produk MR.D.I.Y.. Kampanye ini diharapkan dapat mendorong pelanggan setia MR.D.I.Y. untuk dapat menemukan peluang dan kreativitas dari hal-hal yang sederhana.” lanjut Ria.

Inspirasi Hadir Lewat Hal-Hal Sederhana dan Keseharian Keluarga

Lebih lanjut, cerita inspirasi juga hadir dari pelanggan setia MR.D.I.Y. yang berdomisili di Semarang. Seorang pegawai swasta sekaligus ibu rumah tangga, Zian, membagikan pengalamannya ketika berbelanja di MR.D.I.Y.

“Sebagai pengantin baru yang baru saja pindah rumah, saya merasakan betapa pentingnya menjaga rumah tetap nyaman dan penuh inspirasi. Seringkali saya meluangkan waktu untuk mengecek sudut-sudut rumah dan bertanya pada diri sendiri, ‘Apakah ada yang ingin diubah?’ Mulai dari area dapur, taman, kamar mandi, sampai kamar tidur. Dari kebiasaan itu, saya jadi suka mengunjungi toko MR.D.I.Y. yang berlokasi di Sukun untuk mencari inspirasi menata rumah baru saya.” ungkap Zian.

Menurutnya, MR.D.I.Y. seperti one-stop convenience store karena mulai dari barang-barang yang memang sudah ada di daftar belanja, sampai yang tadinya tidak terpikirkan namun ternyata bermanfaat. Khususnya kalau soal perkakas rumah, MR.D.I.Y. sudah jadi toko pertama yang muncul dipikiran saya.”

Selain perlengkapan rumah tangga, Zian juga menemukan berbagai produk hobi yang mendukung keseharian lebih produktif dan menyenangkan. “Di MR.D.I.Y., saya juga menemukan perlengkapan olahraga, alat mewarnai, sampai alat tulis pun ada. Saya merasa MR.D.I.Y. lebih paham kebutuhan saya dibanding saya sendiri. Karena sering sekali barang yang awalnya tidak saya pikirkan, begitu melihat di toko MR.D.I.Y. otomatis masuk keranjang.” tutup Zian.

Dalam rangkaian peluncuran kampanye “Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya”, MR.D.I.Y. juga menghadirkan berbagai produk dan promosi menarik yang dapat menambah semangat keluarga Indonesia untuk menemukan inspirasi dalam berbelanja di seluruh toko MR.D.I.Y.

Diantaranya adalah diskon Hemat Mat Mat hingga 33% untuk lebih dari ribuan produk terpilih, dan program Tebus Super Hemat yang menawarkan berbagai produk kebutuhan rumah tangga dengan harga khusus.

“Kami percaya inspirasi hadir dari momen-momen sederhana dalam keseharian—merakit, memperbaiki, berkreasi, hingga berbagi waktu bersama keluarga. Dari rutinitas sederhana dan ide kecil tersebut, siapa pun bisa menciptakan kreativitas dan perubahan positif. Kami berharap lebih banyak keluarga Indonesia yang terinspirasi dan MR.D.I.Y. selalu siap menjadi bagian perjalanan hidup masyarakat, baik dalam memperindah tempat tinggal, memulai usaha kecil, maupun menciptakan momen kebersamaan keluarga yang bermakna,” tutup Ria.