Home Blog Page 88

Maya Ditipu Teman, Berkedok Investasi Take Over Kredit Rumah

SEMARANG – Mayya Nailullathifah menjadi korban penipuan oleh teman dekatnya dengan kerugian senilai Rp 4.600.000. Modus pelaku menawarkan investasi dana talangan di sebuah Bank pemerintah dan take over kredit rumah.

Mayya mengungkapkan kronologi terjadi penipuan ini bermula ketika dirinya dihubungi teman masa kecilnya semasa TK, bernama Bastian untuk menjual emas seberat 5 gram milik istrinya.

“Alasannya down Payment beli dengan harga Rp 4.600.000,” kata Mayya kepada wartawan, Jumat (27/9).

Namun selang dua hari pembelian emas tersebut, lanjut dia, Bastian meminta emas yang dibeli untuk dikembalikan dengan dalih sang istri pelaku tidak berkenan untuk dijual.

“Akhirnya, emas dibeli Bastian kembali dengan harga Rp 5.200.000,” ungkapnya.

Bastian kembali membahas beda topik, salah satunya soal bisnis cuci sepatu yang dilakoni oleh suami korban di Kabupaten Kudus. Kemudia obrolan bisnis cuci sepatu ini lantaran pelaku Bastian berkeinginan untuk membuka cuci sepatu di Demak.

“Singkatnya di sela pembicaraan itu, Bastian menawarkan bisnis dana talangan akad rumah subsidi dengan waktu pengembalian dana dan fee tujuh sampai empat belas hari, karena nominal yang ditawarkan kecil dan waktu pengembalian yang hanya tujuh hari, saya mengiyakan. Disitulah terjadi transaksi saya dengan Bastian,” bebernya.

Kurang lebih 14 hari dari awal komunikasi, Mayya mengatakan dirinya dan suaminya kemudian bertemu kembali dengan Bastian di salah satu kafe di Demak. Namun kali ini, pelaku tidak sendirian melainkan sama sang istrinya.

Pada pertemuan tersebut, Bastian menawarkan kembali dana talangan dengan nominal yang lebih besar dan berbentuk investasi lain yaitu take over kredit rumah subsidi maupun non subsidi. Penawaran tersebut kemudian ditolak oleh korban.

Akan tetapi satu minggu sebelum pembayaran dana talangan ketiga, Bastian menawarkan kembali take over kredit rumah subsidi.

“Namun karena nominal tidak terlalu besar dan pengembalian maksimal dua bulan, akhirnya saya setuju. Kurang lebih satu bulan pertama lancar untuk pengembalian dana dan fee, pertengahan bulan ke dua mulai tidak sesuai kesepakatan dengan alasan istrinya selingkuh dengan mantan pacarnya,” jelasnya.

Ketidakjelasan pelaku tersebut, Bastian justru curhat kepada korban terkait masalah rumah tangganya. Bahkan, pelaku menginginkan permasalahan rumah tangganya diadukan ke kantor KAI sekaligus meminta penurunan jabatan.

“Bastian meminta pengertian ke saya untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya terlebih dahulu karena takut akan ada laporan pengaduan dari Daviq (selingkuhan istri Bastian) terhadap Bastian ke kantor BTN tentang bisnis dana talangan dan take over kredit rumah. Alasan kenapa Daviq tahu hal tersebut karena istrinya cerita banyak soal bisnis Bastian. Bastian menyebut ini merupakan bisnis illegal dan tidak boleh diketahui oleh orang-orang di BTN,” sambungnya.

Mirisnya saat korban menagih uang ke Bastian, justru pelaku kembali menyampaikan alasan lagi. Masalah satu belum selesai, Bastian berani untuk meminta tambahan uang sebesar Rp 2.000.000 berdalih mempercepat pengurusan dokumen.

“Tiga bulan berlalu saya masih menagih uang saya, namun bastian masih memberi alasan yang sama. Sedangkan untuk dana talangan bastian berdalih ada masalah pada pengurusan IMB, bahkan sempat meminta tambahan uang Rp. 2.000.000 untuk mempercepat pengurusan dokumen,” ucapnya.

Dari kejadian tersebut, suami korban mulai curiga kepada Bastian dari alasan yang kerap dilontarkan pelaku. Untuk memperjuangkan hak-haknya, Mayya dan sang suaminya pun beberapa kali datang ke rumahnya di Demak.

Bukan menyelesaikan hutangnya, justru Bastian kembali melontarkan alasan-alasan baru ke korban.

Saking sudah tidak percaya dengan alasan Bastian, Mayya dan suaminya juga meminta kepada pelaku untuk menulis surat pernyataan terkait kesediannya untuk melunasi hutang-hutangnya.

“Jumlah hutang yang belum dibayarkan Rp 46.100.000. Bulan maret 2024, Bastian menulis pernyataan yang disaksikan bapak dan adiknya bersedia melunasi sisa hutangnya maksimal 30 juni 2024. Isi pernyataan tertulis jika tidak bisa melunasi sisa hutangnya pada tanggal yang disepakati akan menerima konsekuensi, yaitu dilaporkan ke polisi dan tetap akan melunasi hutangnya,” tegasnya.

Parahnya lagi, Mayya mendapat informasi dari sang ibunda Bastian, yakni diduga uang milik korban digunakan untuk judi online permainan bola.

“Uangnya diduga pakai untuk judi bola. Informasi ini diakui langsung sama ibunya, terus informasi dari bapaknya Bastian juga punya latar belakang yang sama, diduga gemar main judi. Dugaan sementara bapaknya juga menikmati uang kita,” pungkasnya.

Bersama Presiden RI, Menteri AHY Peroleh Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari TNI AL

JAKARTA (lensasemarang.com) – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Agus Subiyanto menyematkan langsung Brevet Kehormatan Hiu Kencana kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Penyematan ini dilaksanakan di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992), di Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara yang berlayar hingga ke Teluk Jakarta, pada Sabtu (28/09/2024).

Selain Presiden RI, Brevet Kehormatan Hiu Kencana juga diberikan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dari TNI AL, khususnya Satuan Kapal Selam. Tanda penghormatan ini hanya diberikan kepada tokoh, warga, maupun prajurit di jajaran TNI yang dipandang telah berjasa, serta memberikan perhatian dan perjuangan bagi TNI AL.

Dalam acara penyematan tersebut, dilakukan Pertunjukan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI. Alutsista TNI adalah alat peralatan utama beserta pendukungnya yang merupakan sistem senjata dengan kemampuan untuk pelaksanaan tugas pokok TNI. 

Turut hadir menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana, Menteri Pertahanan/Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono; dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Tonny Harjono.

Pj Gubernur Jateng Lepas Kirab Obor Peparnas di Api Abadi Mrapen

GROBOGAN (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melepas kirab api obor (torch relay) Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII, Sabtu (28/9/2024).

Api obor tersebut merupakan simbol semangat tak pernah padam dan pantang menyerah untuk menginspirasi atlet Peparnas XVII.

Kirab Obor Peparnas XVII diawali dengan upacara pengambilan api dari Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan. Pengambilan api dilakukan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana kemudian diberikan kepada atlet catur asal Kabupaten Grobogan, Rahmad.

Selanjutnya obor tersebut diarak selama dua hari yaitu tanggal 28-29 September 2024. Dimulai dari Grobogan menuju ke Boyolali, kemudian dilanjutkan ke Karanganyar, Sukoharjo, dan diinapkan di Stadion Mahanan Surakarta.

“Pengambilan api obor di Api Abadi Mrapen merupakan sebuah tradisi. Ini menandai awal dari rangkaian pagelaran Peparnas XVII di Solo Raya,” kata Nana Sudjana.

Diketahui bahwa Api Abadi Mrapen memiliki keterkaitan erat dengan berbagai acara berskala daerah, nasional, maupun internasional. Termasuk pada event-event olahraga. Di antaranya Asian Games 2018, ASEAN Para Games 2011, dan ASIAN Para Games 2022.

“Api Mrapen ini simbol pantang menyerah dan tidak pernah padam untuk terus menggelorakan olahraga. Kita harapkan ini menjadi penyemangat atlet yang akan bertanding di Peparnas,” ujarnya.

Nana menjelaskan bahwa Peparnas XVII sebenarnya satu paket dengan penyelenggaraan PON Aceh-Sumut, namun karena fasilitas di dua provinsi tersebut belum siap, maka venue dipindahkan ke Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Solo Raya.

Perparnas XVII akan dibuka pada tanggal 6 Oktober 2024 di Stadion Manahan Surakarta.

Ada sekitar 20 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada tanggal 7-13 Oktober 2024. Venue pertandingan tersebar di wilayah Surakarta, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo.

“Kami menyambut dengan baik. Ini merupakan kebanggan bagi masyarakat Jawa Tengah karena ditunjuk sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Nana menyatakan, Pemprov Jateng, Panitia Besar (PB) Peparnas XVII, dan pemerintah kabupaten/kota telah mengakselerasi pembenahan dan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan, mulai dari venue pertandingan, transportasi, penginapan, konsumsi, dan kesiapan lainnya.

“Nanti akan ada 4.625 atlet dari 34 provinsi. Kami terus berbenah dengan mengoptimalkan waktu (persiapan) yang ada. Secara umum Peparnas XVII sudah siap digelar,” katanya.

Membaca Peta Politik Pilgub Jateng 2024: Luthfi-Yasin Ancam Dominasi PDIP di Kandang Banteng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Persaingan antara kedua pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2024, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen diprediksi akan berlangsung sengit. 

Hal itu terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) dengan tema “Membaca Peta Politik Pilgub Jawa Tengah 2024: Seberapa Besar Peluang Masing-masing Paslon?” di Rumah Popo, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (27/9/2024). 

Diskusi ini menghadirkan peneliti Kanigoro Network Joko Kanigoro, pengamat politik UIN Walisongo M Kholidul Adib, dan pengamat politik Unika Soegijapranta Andreas Pandiangan.

Masing-masing narasumber menganalisis kekuatan dan kelemahan kedua pasangan cagub-cawagub yang berkontestasi di Pilgub 2024 kali ini. 

Peneliti Kanigoro Network Joko Kanigoro memaparkan hasil survei terbarunya yang dilakukan pada 1 hingga 6 September 2024. Hasilnya menunjukkan, elektabilitas Luthfi-Yasin sebesar 45,2 persen, unggul tipis dari Andika-Hendi di angka 37,7 persen. Masih ada 17,1 persen pemilih yang belum menentukan pilihan. 

Survei ini dilakukan secara tatap muka melalui teknik pengambilan simple random sampling. Ada sebanyak 1.600 responden yang dijadikan sampel dengan sebaran 35 kabupaten/kota dengan tingkat margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Menurut dia, elektabilitas Luthfi-Yasin lebih unggul karena dipengaruhi dukungan koalisi gemuk serta sosialisasi yang lebih lama dibanding Andika-Hendi dan jika tren ini bertahan, maka Luthfi-Yasin menjadi ancaman serius bagi dominasi PDIP di Jateng yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng. 

“Kalau nanti kemudian hingga akhir Pilkada trennya Ahmad Luthfi dan Gus Yasin naik, ini menjadi ancaman serius bagi PDIP yang notabenenya Jawa Tengah ini diklaim PDIP sebagai kandang banteng,” ujarnya dalam diskusi tersebut. 

Jika elektabilitas Luthfi-Yasin konsisten hingga memasuki pemungutan suara, lanjut dia, bukan tidak mungkin Luthfi-Yasin keluar sebagai pemenang.

Kendati demikian, PDIP juga akan melakukan perlawanan serius dan berusaha mempertahankan kandang banteng. 

“Saya kira kalau konsisten di akhir Pemilu ini, prediksi saya kemenangan Luthfi-Yasin sekitar lima persen, tidak lebih dari lima persen. Saya kira kalau untuk menang tebal agak susah, tapi kalau potensi kemenangan ada di Luthfi-Yasin,” ujar Joko. 

Pengamat politik UIN Walisongo M Kholidul Adib menilai Luthfi-Yasin unggul di atas kertas karena memiliki dukungan mayoritas partai di kursi parlemen, sedangkan Andika-Hendi yang hanya didukung PDIP diprediksi akan kewalahan dalam menghadapi Luthfi-Yasin yang mengeroyoknya. 

Meski begitu, banyaknya dukungan tidak menjadi jaminan menang dalam Pilgub Jateng kali ini karena faktor penentu lain ialah aspek figur atau ketokohan, mesin partai yang bekerja hingga tingkat bawah, serta program dan gagasan yang ditawarkan. 

Sementara itu, jika melihat komposisi pemilih, karakter pemilih di Jawa Tengah yang cenderung agamis-religius dinilai membuat Luthfi-Yasin untung.

Gus Yasin yang selama ini dikenal sebagai representasi kaum santri bisa mengambil ceruk suara dari kaum nahdliyin. 

“Di pasangan 1 Andika-Hendi kelemahannya tidak ada agamisnya, dengan adanya Gus Yasin maka Pak Luthfi mendapatkan berkah tersendiri. Gerakan santri dan pesantren menjadi kekuatan bagi Luthfi-Yasin,” beber Kholidul Adib. 

Pengamat politik Unika Soegijapranata Andreas Pandiangan menilai, keberadaan Gus Yasin di kubu pasangan calon nomor urut 2 menjadi modal besar yang harus diwaspadai PDIP dan pasangan calon nomor urut 1, Andika-Hendi. 

Dirinya berkaca pada Pilgub 2018, dimana ketokohan Gus Yasin yang saat itu menjadi wakil gubernur Ganjar Pranowo memiliki andil besar untuk mengantarkan pasangan Ganjar-Yasin sebagai pemenang mengalahkan Sudirman Said-Ida Fauziah. 

“Kita lihat kemenangan Ganjar Pranowo saat itu dipengaruhi oleh Taj Yasin. Kemudian orang yang memilih partai hanya 20 persen, yang 80 persen ini,” ungkap Andreas. 

Meski begitu, menurut dia Luthfi-Yasin menghadapi tantangan serius seiring munculnya berbagai isu dan narasi yang beredar di media sosial.

Narasi perang bintang antara Rambo vs Sambo dinilai bisa mempengaruhi prefrensi pemilih di Pilgub Jateng 2024. 

“Perang Bintang menjadi image negatif sebetulnya bagi Luthfi-Yasin. Namun kemudian kenapa kedua pasangan calon ini tidak adu gagasan, ini mungkin menjadi bagian dari strategi untuk meyakinkan pemilih yang mana Jawa Tengah tingkat partisipasinya cukup tinggi,” kata Andreas.

Terobosan Menteri AHY, Wujudkan Penataan Kawasan Kumuh secara Vertikal Pertama Kali di Jakarta Pusat

JAKARTA (lensasemarang.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan terobosan baru dalam mewujudkan penataan kawasan kumuh di Indonesia.

Penataan kawasan ini diimplementasikan melalui program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal Rumah Susun Cinta Damai yang berlokasi di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat yang peresmiannya dilakukan pada Jumat (27/09/2024). 

“Tentunya dengan ini kita harapkan bisa sedikit mengurangi permasalahan _backlog_ rumah hunian dan juga kekumuhan serta kepadatan warga yang dihadapi sehari-hari. Selamat dan terima kasih kepada semuanya,” kata Menteri ATR/Kepala BPN dalam sambutannya.

Program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal ini, dikatakan Menteri AHY merupakan program perbaikan bagi rumah-rumah warga yang terkategori kumuh.

“Kalau tadi kita lihat foto sebelum diperbaiki memang sangat merisaukan hati kita, tapi inilah permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh Jakarta, kota besar dan kota padat penduduk lainnya,” ucap Menteri AHY.

Program ini terealisasi atas kerja sama dan kolaborasi sedikitnya dari tiga pihak. Di antaranya Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang telah berkolaborasi untuk membuat warga yang ada di sini tinggal lebih baik lagi,” ungkap Menteri AHY.

“Semoga ini mendapatkan keberkahan dari Tuhan dan ini yang kedua di Jakarta, sebelumnya di Palmerah. Di Indonesia baru di Jakarta bagaimana skema Konsolidasi Tanah Vertikal yang dikelola oleh Kementerian ATR/BPN termasuk juga mendapatkan _support_ CSR dan dukungan anggaran lain yang bisa menghadirkan bangunan yang lebih baik ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi di tempat lainnya,” pungkas Menteri AHY.

Untuk diketahui, penataan permukiman melalui Konsolidasi Tanah Vertikal kali ini didirikan di atas bidang tanah seluas 108 m2 yang dihuni oleh delapan KK. 

Hasil penataan berupa rumah flat 4 lantai dengan 12 unit hunian dan penerbitan hak atas tanah berupa 1 Sertipikat HGB Bersama, 2 Hak Pakai untuk jalan lingkungan yang merupakan hasil sumbangan tanah untuk pembangunan dari masyarakat peserta Konsolidasi Tanah Vertikal seluas 4 m2, dan 12 SHM Sarusun dengan masing-masing luasan 18 m2.

Hadir mendampingi Menteri AHY dalam Peresmian Program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal Rumah Susun Cinta Damai, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran.

Pj Gubernur Jateng Serahkan Tali Asih Peserta MTQ Nasional Senilai Rp190 Juta

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubenur Jateng Nana Sudjana menyerahkan tali asih kepada para kafilah Jateng yang berkompetisi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 30 di Samarinda, Kalimantan Timur, senilai total Rp190 juta.

Penyerahan tali asih tersebut dilaksanakan di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (27/9/2024).

Dalam ajang tersebut, Provinsi Jawa Tengah mengikuti 8 cabang dan 22 golongan lomba yang diselenggarakan.

Ada sebanyak 132 orang peserta yang diberangkatkan, terdiri dari 55 orang peserta, dan sisanya meliputi pimpinan, pelatih, pendamping dan dokter pendamping. 

Prestasi yang berhasil diraih Jateng adalah juara III tilawah anak-anak putri, juara Harapan I hafalan 1 juz dan tilawah putri, kaligrafi kontemporer putra, dan kaligrafi kontomporer putri.

Selanjutnya juara Harapan II karya tulis ilmiah Al-Qur’an putri, juara Harapan III kaligrafi naskah putra, hafalan 30 juz putri dan tafsir bahasa inggris putri. 

Beberapa penghargaan yang diberikan kepada para kafilah, meliputi juara III sebesar Rp30 juta, harapan I itu sebesar Rp20 juta, harapan II sebesar Rp15 juta, dan harapan III sebesar Rp10 juta. 

“Bagi yang tidak mendapatkan juara, mereka tetap mendapatkan tali asih sebesar Rp1,5 juta,” kata Nana usai memberikan penghargaan.

Nana menyampaikan apresiasi atas perjuangan para kafilah yang telah berhasil menyabet beberapa golongan lomba, namun pihaknya berharap, prestasi yang telah diraih bisa ditingkatkan sehingga mendapat peringkat yang lebih baik.

Selama ini, lanjut dia, kegiatan MTQ ataupun STQ selalu mendapatkan dukungan dari Pemprov Jateng, salah satunya melalui hibah keagamaan kepada LPTQ Provinsi Jateng.

Hibah digunakan untuk seluruh kegiatan, mulai dari pembinaan, pelatihan hingga pelaksanaan kejuaraan.

“Setelah kami lakukan evaluasi, ya memang perlu adanya penambahan untuk pembinaan dalam rangka perlombaan MTQ maupun STQ,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng Wahid Arbani menyatakan, sebagai upaya meningkatkan prestasi, pihaknya memberikan masukan agar ajang MTQ tingkat Provinsi Jateng dilaksanakan satu tahun sebelum pelaksanaan MTQ nasional. 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan kepada Pj Gubernur Jateng yang telah memberikan dukungan dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan pengembangan Al-Qur’an di Jawa Tengah.

Pemkot Semarang Apresiasi Lima Kelurahan Terbaik dalam Program Kampung Iklim 2024

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan penghargaan kepada lima kelurahan terbaik dalam Program Kampung Iklim (Proklim) 2024. 

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya aktif masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Juara pertama diraih oleh Bank Sampah Alamanda RW I di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati. Posisi ke dua ditempati Proklim Eropa RW III, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Kemudian, tiga penghargaan berikutnya diberikan kepada Proklim RW I Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari; KWT Adem Ayem RW IV Ngijo, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati; dan KWT Srikandi Adiwidya RW I, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan langsung penghargaan Proklim tingkat Kota Semarang 2024 di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Rabu (25/9/2024).

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengelola sampah, dan mengubahnya menjadi sumber penghasilan melalui Program Kampung Iklim.

Program Kampung Iklim yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merupakan program nasional yang mengakui partisipasi aktif masyarakat dalam menangani perubahan iklim. 

Kota Semarang sendiri telah meraih penghargaan di tingkat nasional untuk Proklim Lestari di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, dan Proklim Purwokeling di RW 10 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.

Menurut Mbak Ita, penghargaan ini memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. “Proklim bukan sekadar gaya-gayaan, tetapi berorientasi pada bagaimana wilayah urban dapat hijau dan sejahtera,” ujarnya.

Sebagai contoh, Mbak Ita menyebut rumah-rumah di Mangunsari yang sudah dilengkapi dengan biopori dan memanfaatkan daun untuk kompos. Sampah organik juga diubah menjadi ecoenzym dengan berbagai manfaat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dyah Supartiningtyas, menambahkan bahwa Kota Semarang memiliki 97 kampung Proklim, diseleksi menjadi lima besar yang akan diajukan ke tingkat nasional. Penilaian berdasarkan mitigasi, adaptasi, dan kelembagaan, termasuk keberadaan bank sampah dan kelompok KWT.

Hal ini diharapkan dapat memotivasi kelurahan lain untuk menerapkan Proklim, menciptakan lingkungan yang nyaman dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Survei Pilwakot Semarang: Elektabilitas Yoyok-Joss Ungguli Agustina-Iswar

SEMARANG (lensasemarang.com) – Berdasarkan survei yang dirilis Echo Location Survey & Strategies, elektabilitas pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) unggul pasangan nomor urut 1, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin pada kontestasi Pilwakot Semarang 2024. 

Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat keterpilihan Yoyok-Joss pada Pilwakot Semarang 2024 sebesar 55,82 persen, unggul jauh di atas Agustina-Iswar dengan elektabilitas 28,64 persen. Sementara masih ada 15,54 persen yang belum menentukan pilihan. 

Hasil survei ini dipaparkan oleh peneliti Echo Location Survey & Strategies, Joko J Prihatmoko dalam FGD Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) dengan tema “Membaca Peta Politik Pilwakot Semarang 2024 Jilid 4 Kemana Arah Pemilih Muda Gen Z?” yang digelar di Rumah Popo Kota Lama Semarang, Kamis (26/9/2024) sore. 

“Pasangan calon Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin sebesar 28,64 persen dan Yoyok Sukawi-Joko Santoso 55,82 persen. Adapun pemilih yang tidak menjawab dan/atau belum menentukan pilihan sebesar 15,54 persen,” kata Joko J Prihatmoko. 

Menurutnya, peta pilihan pemilih terhadap pasangan calon masih dinamis. Hal ini ditandai dengan besaran pemilih yang masih mengubah pilihan (swing voter) sebesar 33,49 persen dan pemilih tidak mengubah pilihan (strong voters) sebesar 66,51 persen. 

“Artinya, sepertiga pemilih masih mungkin mengubah pilihan menjelang pemungutan suara pada 27 November 2024,” ujar Joko yang juga dosen Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) tersebut. 

Perubahan pilihan bisa terjadi karena ada beragam faktor yang bisa mempengaruhi dukungan publik. Misalnya citra dan penetrasi kandidat, visi-misi atau program unggulan, manajemen kampanye oleh tim pemenangan, serta dinamika politik lainnya. 

“Untuk meningkatkan dukungan dan/atau jumlah pemilih, kelompok pemilih kategori millanial (Gen Y) dan zilanial (Gen Z) perlu memperoleh perhatian khusus pada tingkat strategi kampanye dan program unggulan,” paparnya.

Survei Echo Location Survey & Strategies ini dilakukan mulai 7 hingga 15 September 2024 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 warga Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan batas kesalahan (margin of error) + 2,7 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. Dalam survei ini ada sampel yang sulit ditemui, tidak berkenan diwawancara, dan keluar kota, sehingga total responden sebanyak 1.142 orang. 

Suara Generasi Muda Jadi Kunci

Menanggapi hasil survei ini, pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang, Wahid Abdulrahmah mengatakan, bahwa salah satu menjadi kunci kemenangan dalam Pilwakot Semarang ialah suara generasi milenial dan generasi Z yang jumlahnya mencapai 54 persen. 

Menurut dia, masing-masing kandidat bisa mengambil suara pemilih muda melalui gagasan atau program yang kemudian dikemas dengan menarik dan kreatif melalui kampanye di media sosial, namun dua hal ini harus didukung oleh figur atau ketokohan dari masing-masing paslon. 

“Yang bisa menarik dari para paslon adalah gagasan paslon. Kedua adalah media, milenial dan Gen Z adalah pemakai media sosial. Terakhir adalah figure,” kata dia.

Sejauh pengamatannya, dari kedua pasangan calon yang berkontestasi di Pilwakot 2024, semuanya melakukan pendekatan dengan generasi muda di media sosial. Namun gagasan atau program yang ditawarkan belum menyentuh persoalan dan kebutuhan anak muda. 

“Kalau dari dua pasangan calon saya lihat belum ada spesifik melihat gagasan bagaimana membangun sumber daya manusia ke depan,” ujar pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro tersebut. 

Sementara itu, pengamat politik UIN Walisongo Semarang Nur Syamsuddin berpendapat, ada beberapa persoalan generasi muda yang bisa dijadikan perhatian dari kedua paslon dalam menggalang dukungan misalnya terbukanya akses lapangan pekerjaan yang luas dan merata. 

“Milenial dan generasi Z memang menjadi perhatian, apa sih yang diinginkan? Yaitu soal pekerjaan. Maka para paslon perlu mendekati mereka dengan cara memberikan kemudahan pekerjaan dan hidup,” katanya.

“Kedua adalah isu soal lingkungan menjadi perhatian mereka, seperti banjir, cuaca yang tidak baik bisa membuat mereka tidak bisa kemana-mana. Kemudian program yang berhubungan dengan teknologi dan inovasi,” imbuh Nur Syamsuddin. 

Selain itu, menurutnya, pola pikir generasi muda cenderung pragmatis, sehingga tidak tertarik dengan wacana politik. Generasi muda lebih menyukai program yang sesuai dengan hobinya, misalnya keberadaan ruang publik dan akses internet gratis. 

“Selain itu generasi muda juga belum tertarik dengan politik. Mereka lebih seneng dengan calon yang menawarkan kemudahan hidup, kalua perlu semua digratiskan,” ujarnya.

Pj Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Selama Pilkada Hingga Nataru Aman

SEMARANG (lensasemarang.com) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyatakan ketersediaan pangan di Jateng menghadapi masa Pilkada sampai Natal dan Tahun Baru dipastikan aman.

“Alhamdulillah sampai saat ini ketersediaan pangan menghadapi Pilkada sampai Natal dan Tahun Baru kita sudah siap, tapi karena kita sebagai salah satu penumpu pangan nasional, maka kita berupaya untuk meningkatkan (produksi pangan),” kata Nana usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Kamis (26/9/2024).

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala daerah dan instansi terkait di wilayahnya untuk tetap meningkatkan stok pangan selama beberapa bulan ke depan. 

Nana menjelaskan, Pilkada dan Nataru memang menajdi salah satu perhatian tim pengendalian inflasi daerah (TPID) sebab pada momentum tersebut seringkali terjadi lonjakan permintaan kebutuhan bahan pangan.

Pemerintah Provinsi Jateng terus berupaya melakukan peningkatan stok pangan, mengingat masih ada potensi areal lahan pertanian yang bisa ditanami pada musim kemarau ini. Sebagaimana data dari Kementerian Pertanian melalui citra satelit, potensi lahan pertanian di Jawa Tengah mencapai 130 ribu hektare.

“Makanya sekarang akan kita petakan lagi untuk sumber air dan juga masalah areal lahan yang bisa kita tanami,” katanya.

Nana menambahkan, harapan Kementerian Pertanian kepada Jawa Tengah untuk meningkatkan produktivitas padi sangat besar, bahkan beberapa hari lalu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Yudi Sastro bertemu langsung dengan Nana Sudjana untuk membahas luas tambah tanam (LTT) padi di Jawa Tengah.

Dari pertemuan itu diketahui bahwa dari 130 ribu hektare itu, Kementerian Pertanian menginginkan dapat tercapai sekitar 85 ribu hektare LTT. Namun kesanggupan dari dinas pertanian kabupaten/kota hanya sekitar 65 ribu hektare. Dari jumlah kesanggupan itu per September ini baru tercapai sekitar 44 ribu hektare LTT.

“Kita masih ada waktu bulan Oktober. Lahan yang masih bisa untuk pertanian segera manfaatkan,” katanya.

Serahkan Sertipikat Tanah Elektronik Bagi Masyarakat di Kawasan Taman Nasional Bromo, Menteri AHY Harapkan UMKM Pariwisata Berkembang

PROBOLINGGO (lensasemarang.com) – Pada Kamis (26/09/2024) siang, setelah menyerahkan sertipikat di Kabupaten Pasuruan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dengan menyetir mobilnya sendiri, ia tiba di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk menyerahkan 30 Sertipikat Tanah Elektronik hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Bapak/Ibu sekalian, saya datang ke Probolinggo alhamdulillah ini sebuah perjalanan yang mengesankan, pemandangan alam yang begitu indah, sejuk udaranya, dan masyarakatnya begitu ramah. Dengan sertipikat yang kami serahkan, artinya tanah Bapak/Ibu telah sah secara hukum, tidak perlu lagi khawatir tanahnya diserobot oleh siapa pun,” ujar Menteri AHY kepada warga yang sejak siang hari berkumpul menunggunya.

Desa Ngadisari merupakan wilayah tanah adat, namun dalam proses penyertipikatannya tetap harus mendapatkan rekomendasi dari kepada desa setempat. Menteri AHY berharap dengan sertipikat tanah yang kini dimiliki masyarakat bisa ikut mengembangkan UMKM yang mendukung pariwisata lokal.

“Kecamatan ini juga semakin baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatifnya karena pasti penyediaan penginapan-penginapan, kemudian saya lihat tadi banyak ada 800 unit Jeep, 400 ekor kuda, dan lain sebagainya. Ini merupakan UMKM yang perlu kita kembangkan. Dengan demikian, pemerintah setempat, jajaran Forkopimda bisa saling bersinergi memajukan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, kami Kementerian ATR/BPN akan menjadi bagian dari itu,” tutur Menteri AHY.

Selain pariwisata, masyarakat juga dapat mengembangkan perkebunannya di wilayah tersebut. Sertipikat tanah ini sudah menjadi kebutuhan yang dinantikan oleh warga, salah satunya Sri Wilis (41) yang menggantungkan hidupnya dengan berkebun.

“Kalau di sini ditanami palawija itu bermacam-macam. Dulu ada program seperti ini, harus diajukan sendiri kan pakai biaya, tetapi program ini gratis. Terima kasih karena sudah ada program PTSL, jadi tanah yang di sini sudah bersertipikat. Terima kasih Pak AHY,” ungkap Sri Wilis.

Turut mendampingi Menteri AHY dalam kesempatan ini, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur beserta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo. Turut hadir, Tokoh Masyarakat Adat Tengger serta Forkopimda setempat.