Monday, April 20, 2026
Google search engine
HomeUncategorizedDonasi Komposter dan Edukasi Finansial, AXA Mandiri Perkuat Ekonomi Sirkular

Donasi Komposter dan Edukasi Finansial, AXA Mandiri Perkuat Ekonomi Sirkular

JAKARTA -Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan sosial dan lingkungan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rasamala, Jakarta Selatan. Lebih dari 50 karyawan AXA Mandiri terlibat sebagai relawan dalam kegiatan tersebut.

Pada kegiatan ini, AXA Mandiri mendonasikan komposter untuk mendukung pengelolaan sampah organik sekaligus menggelar coaching clinic olahraga, seperti basket dan futsal, bagi siswa SD MI Al-Husna. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini serta mendorong penerapan gaya hidup sehat di masyarakat.

Selain fokus pada isu lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro perempuan dan para ibu di sekitar RPTRA Rasamala. Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan keluarga, serta pentingnya perlindungan finansial guna mendukung kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta ini juga mendorong penerapan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan inovasi, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Konsep ekonomi sirkular mengusung pendekatan 5R, yaitu refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengompos), dengan fokus pada pencegahan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Chief Communication Officer AXA Mandiri, Atria Rai, mengatakan bahwa kebiasaan memilah dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekonomi sirkular di masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi keuangan, khususnya bagi perempuan, juga menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Pengelolaan sampah yang baik dinilai berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung upaya global dalam menekan jejak karbon. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa timbunan sampah nasional pada 2025 mencapai 25,14 juta ton, dengan 40,76 persen di antaranya berupa sisa makanan.

Atria menambahkan, sampah yang dikelola dan didaur ulang dengan tepat dapat menekan tingkat pencemaran lingkungan. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk. Ia menegaskan, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.***

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments