SEMARANG (lensasemarang.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Tahun 2026 (BEM FH Undip 2026) menginisiasi program kerja “Waves of Connection” sebagai upaya untuk meningkatkan semangat sinergi mahasiswa FH Undip Kampus Tembalang, Semarang, dan Kampus Jepara yang berlokasi di kawasan Marine Science Techno Park (MSTP) Teluk Awur.
Keberadaan dua kampus tersebut merupakan bagian dari upaya Undip dalam memperluas akses pendidikan tinggi, termasuk melalui Program Studi S1 Ilmu Hukum Kampus Jepara yang beroperasi sebagai kelas paralel dari program utama di Tembalang.
Namun, pembagian wilayah kampus turut menimbulkan tantangan berupa minimnya interaksi dan kedekatan antar mahasiswa dari kedua kampus. Berangkat dari kondisi tersebut, “Waves of Connection” hadir sebagai wadah untuk membangun kebersamaan diantara mahasiswa FH Undip.
Nama “Waves of Connection” merepresentasikan harapan bahwa interaksi kecil dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Waves” menggambarkan lokasi kegiatan yang berada di kawasan pesisir sekaligus rangkaian kegiatan seperti aksi bersih pantai yang diharapkan memberi dampak positif terhadap lingkungan, sedangkan “Connection” menggambarkan proses terbentuknya hubungan melalui interaksi, bonding, dan permainan bersama.
Melalui Activity Jepara ini, mahasiswa FH Undip Kampus Tembalang dan Jepara dilibatkan secara aktif untuk berkomunikasi, berbagi pengalaman, serta membangun relasi yang diharapkan terus terjalin setelah kegiatan berakhir.

Dengan demikian, “Waves of Connection” tidak hanya menjadi ruang pertemuan antar mahasiswa , tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan di lingkungan FH Undip.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menyusuri garis pantai dan mengumpulkan sampah yang berserakan di kawasan pesisir.
Sampah yang terkumpul kemudian dikumpulkan untuk mengurangi timbunan sampah di sekitar pantai. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa FH Undip terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui keterlibatan secara langsung.
Kegiatan Beach Clean Up dilakukan dengan melihat kondisi pesisir Pantai Mororejo yang masih dihadapkan pada persoalan sampah, baik yang berasal dari aktivitas pengunjung maupun terbawa arus ombak.
Keberadaan sampah tidak hanya mengganggu kebersihan kawasan pantai, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kondisi lingkungan pesisir.
Melalui kegiatan ini, jumlah sampah di area yang dibersihkan dapat dikurangi sehingga kebersihan kawasan Pantai Mororejo lebih terjaga.
Selain memberikan dampak langsung terhadap kebersihan pantai, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Kebersihan kawasan pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari masyarakat, pengunjung, dan pihak lain yang beraktivitas di sekitar pantai. Bagi mahasiswa FH Undip, keterlibatan dalam Beach Clean Up menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan melalui aksi nyata.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedepannya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kawasan pesisir Pantai Mororejo.
Kepedulian terhadap kebersihan pantai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Beach Clean Up, tetapi dapat terus tumbuh melalui kebiasaan dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan pesisir.