SEMARANG – Di tengah rencana ekspansi tersebut, Bajaj Indonesia juga membuka peluang kemitraan kepemilikan armada melalui program Juragan Bajaj. Program ini ditujukan untuk menambah jumlah armada yang beroperasi seiring meningkatnya kebutuhan layanan di lapangan.
Seorang investor armada Bajaj di Semarang, Gilbert Fedrick Purba, mengatakan mulai berinvestasi setelah melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi tersebut. Saat ini, ia mengelola 15 unit armada yang beroperasi setiap hari.
“Tujuan awal saya untuk menambah penghasilan. Sebelum memutuskan investasi, saya mempertimbangkan berbagai aspek dan membandingkan beberapa pilihan usaha. Pada akhirnya, saya menjatuhkan pilihan kepada Bajaj karena menurut saya prospeknya ke depan cukup baik,” kata Gilbert.
Pengemudi Bajaj Semarang Aris warga Plamongan mengatakan bahwa sejak gabung menjadi mitra pengemudi orderan masuk sangat dirasakan. Tentu membuat semangat lagi mencari rezeki.
“Dulu saya sudah mencoba beberapa usaha tumbang. Usai gabung Bajaj penghasilan saya sekarang lebih stabil dan kebutuhan keluarga lebih tercukupi,” kata Aris.
Bahkan bila ada orderan dari wisatawan dari berbagai wilayah mereka lebih ingin pesan Bajaj. Ini yang membuat ia kewalahan, sebab, sering menerima order armada yang tersedia masih terbatas.
“Kadang kalau pada jam jam tertentu, permintaan tinggi. Kami pun sampai kewalahan dapat order karena armada yang tersedia masih terbatas dibanding permintaan masuk,” jelasnya.
Dengan penambahan wilayah operasional dan armada baru, Bajaj Indonesia berharap dapat memperluas akses transportasi masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan perjalanan yang terus meningkat di Kota Semarang.
Selain itu, melalui program Juragan Bajaj, masyarakat tidak hanya memiliki kesempatan berpartisipasi dalam pengembangan transportasi perkotaan yang berkelanjutan, tetapi juga berpeluang memiliki aset produktif dengan potensi ROI sekitar 50% per tahun, peluang passive income mingguan, serta masa produktif armada yang dapat mencapai lebih dari lima tahun.
Kondisi ini menjadikan momentum ekspansi Semarang sebagai waktu yang tepat bagi calon investor untuk bergabung sebelum kebutuhan armada dan harga unit terus meningkat di masa mendatang.

