Home Blog Page 26

Aksi Di KPK dan Kejagung, Massa Tuntut Kasus Korupsi Gus Yazid Rp18 Miliar Dituntaskan

JAKARTA (lensasemarang.com) – Dua kelompok massa menggelar unjuk rasa terpisah di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (21/10/2025), menuntut penyelesaian kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah oleh BUMD Kabupaten Cilacap yang menyeret nama KH Ahmad Yazid Basyaiban (Gus Yazid).

Sekitar 150 orang yang tergabung Aliansi Santri Nusantara Peduli Korupsi dan dipimpin Gus Iwan (Gangga Listyawan) menggelar aksi di depan kantor KPK sejak pukul 13.00 WIB.

Dalam orasi-orasinya, para pengunjuk rasa menyerukan agar KPK segera melakukan penangkapan dan menaikkan status perkara menjadi penyidikan terhadap Gus Yazid.

Massa mengutip dugaan unsur tindak pidana korupsi dan menyebut dasar hukum yang menurut mereka relevan, termasuk pasal-pasal terkait tindak pidana korupsi (pasal 23, 12, dan 15 UU Tipikor) serta kewenangan khusus KPK (pasal 6, 11, dan 12 UU KPK).

“Kami meminta KPK segera menindaklanjuti tuntutan kami. Jika dalam waktu 2 minggu tidak ada upaya KPK, kami akan datang dengan aksi lebih besar,” kata Gus Iwan saat berorasi.

Aliansi Santri Nusantara Peduli Korupsi memberi KPK waktu dua pekan untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan kembali melakukan aksi yang lebih besar karena meyakini bukti yang mereka nilai “sudah cukup kuat”.

“Bukti-bukti sudah ada, pengakuan tersangka menerima dana 18 Milyar dari perusahaan yang terlibat juga sudah ada. KPK harus segera bertindak,” ujar Gus Iwan.

Di waktu yang sama, sekelompok orang yang menamakan diri Aliansi Pemuda Muslimin Anti Korupsi juga melakukan unjuk rasa di Kejagung sekitar pukul 14.00 WIB dengan dipimpin Ali Loilatu serta diikuti sekitar 85 orang.

Para pengunjuk rasa mendesak Kejagung untuk segera menangkap dan memproses hukum Gus Yazid atas dugaan keterlibatan dalam pengadaan tanah BUMD Cilacap, dengan penekanan pada angka aliran dana Rp18 miliar yang disebut dalam tuntutan mereka.

Massa meminta agar Kejagung melakukan tindakan hukum, termasuk upaya penindakan dan pemulihan aset yang dianggap sebagai “uang rakyat”.

“Setelah 2 bulan lalu Kejaksaan Cilacap memeriksa Gus Yazid, namun hingga hari ini tidak ada tindak lanjut. Gus Yazid yang sudah terbukti menerima dana 18 Milyar tetap bebas berkeliaran,” kata Ali selaku korlap aksi.

Ia menambahkan, “Kami berharap agar Kejagung segera menangkap dan memproses pelaku yang menerima dana korupsi bahkan lebih besar dari tersangka lainnya,”.

Kedua aksi berlangsung kondusif. Perwakilan kedua aliansi menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan secara resmi kepada masing-masing instansi penegak hukum.

Hingga penutupan aksi, belum ada pernyataan resmi dari KPK atau Kejagung mengenai respons atas tuntutan itu.

Lewat Literasi dan Polis Gratis, AXA Mandiri Ajak UMKM Pahami Pentingnya Asuransi

MAKASSAR – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Hari Asuransi 2025 dengan membagikan polis asuransi Mandiri Mikro Sejahtera kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini digelar di sejumlah daerah, di antaranya Makassar, Sulawesi Selatan, dan Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara AXA Mandiri bersama Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam memperingati Hari Asuransi yang jatuh setiap 18 Oktober. Melalui kegiatan tersebut, AXA Mandiri berupaya meningkatkan pemahaman serta akses masyarakat terhadap asuransi sebagai bagian dari literasi keuangan nasional.

Perayaan BIK dan Hari Asuransi tahun ini juga diisi dengan talkshow bertajuk “Literasi Asuransi untuk Negeri: Pahami–Miliki–Lindungi” di Makassar dan Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, AXA Mandiri mengedukasi lebih dari 100 pelaku UMKM mengenai pentingnya perencanaan keuangan, termasuk bagaimana alokasi dana untuk perlindungan asuransi dapat membantu mengantisipasi risiko hidup yang tak terduga.

Chief Communications Officer AXA Mandiri, Atria Rai, menjelaskan bahwa literasi keuangan menjadi pondasi penting bagi masyarakat untuk mencapai kemandirian finansial. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan dan memiliki perlindungan asuransi, sehingga dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi keluarga yang dicintai. Ini adalah bentuk komitmen AXA Mandiri untuk menjadi mitra masyarakat dalam mencapai kemerdekaan finansial,” ujarnya.

Salah satu peserta dari Cirebon, Windi, mengungkapkan rasa syukurnya atas manfaat yang diterima keluarganya melalui produk asuransi Mandiri Mikro Sejahtera. Ia menyampaikan bahwa santunan meninggal dunia yang diterima setelah orang tuanya wafat sangat membantu ketahanan finansial keluarga. “Saya akhirnya menyadari manfaat asuransi sangat besar ketika kehilangan orang tercinta. Manfaat tersebut membuat kami tetap bisa bertahan secara ekonomi. Semoga pengalaman saya bisa mendorong masyarakat lain untuk memiliki perlindungan asuransi sejak dini,” tutur Windi.

Upaya ini menjadi bagian dari misi berkelanjutan AXA Mandiri dalam memperluas inklusi finansial dan menghadirkan perlindungan asuransi bagi masyarakat yang belum terjangkau, termasuk pelaku UMKM. Berdasarkan data pemerintah daerah, Cirebon memiliki lebih dari 2.500 UMKM sepanjang 2024, sedangkan Makassar tercatat memiliki lebih dari 200 ribu UMKM.

Dari sisi literasi keuangan, indeks literasi di Provinsi Jawa Barat pada 2022 mencapai 56,10 persen, sementara Makassar sebesar 36,88 persen—lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 49,68 persen. Melihat kondisi tersebut, AXA Mandiri menggandeng agen Laku Pandai Bank Mandiri untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan. Hingga 2024, tercatat lebih dari 20 ribu agen Laku Pandai aktif di berbagai daerah, termasuk 2.000 agen di Cirebon dan 1.000 agen di Makassar. Melalui jaringan ini, hingga September 2025 AXA Mandiri bersama para agen telah menerbitkan lebih dari 11 ribu polis asuransi.

Pemberian polis dan kegiatan literasi ini menjadi agenda rutin AXA Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan. Sebelumnya, program serupa juga digelar di Yogyakarta dengan pemberian polis bagi 60 UMKM dan agen Laku Pandai Bank Mandiri. Selain itu, AXA Mandiri turut menyasar generasi muda melalui kegiatan literasi keuangan bersama lebih dari 1.000 mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan 50 anggota Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta pada pertengahan tahun ini.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen AXA Mandiri dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi, sekaligus mendukung visi pemerintah memperkuat inklusi keuangan nasional.***

HUT ke-27, Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-27, Bank Mandiri resmi membuka Livin’ Fest 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Kamis (16/10). Festival berskala nasional ini menjadi wujud nyata sinergi antara sektor perbankan, sektor produktif, UMKM, dan industri kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara yang berlangsung pada 16–19 Oktober 2025 ini menghadirkan lebih dari 500 tenant dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, wastra kriya, kecantikan, otomotif, properti, hingga gaya hidup. Setelah pembukaan di Tangerang, Livin’ Fest 2025 juga akan digelar di sembilan kota besar lainnya, yaitu Medan, Bandung, Palembang, Surabaya, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Semarang, dan Jayapura.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan, melalui Livin’ Fest, Bank Mandiri berupaya membangun ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi produktif, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses layanan finansial.

“Livin’ Fest bukan sekadar festival, tetapi wadah kolaborasi yang mempertemukan UMKM, pelaku industri kreatif, dan mitra usaha nasional dalam satu ekosistem. Melalui momentum HUT ke-27, kami ingin menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan membuka lebih banyak peluang bagi seluruh kalangan,” ujar Henry.

Menurutnya, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemerataan ekonomi melalui inovasi finansial, dukungan pembiayaan, serta pemberdayaan sektor riil. Di sisi lain, penguatan ekosistem digital juga menjadi fokus utama agar pelaku usaha dan UMKM semakin mudah mengembangkan bisnis di seluruh Indonesia.

Selain menampilkan produk unggulan, Livin’ Fest juga menghadirkan berbagai hiburan yang memadukan musik, olahraga, dan gaya hidup. Pengunjung dapat menikmati penampilan musisi internasional, termasuk grup K-Pop Enhypen, Illit, dan Suho EXO. Kegiatan olahraga seperti Fun Run 2,7K, 5K, dan 10K, serta Sportfest yang menampilkan basket dan padel turut menambah semarak acara.

Untuk melengkapi pengalaman pengunjung, Bank Mandiri juga menghadirkan program promosi bertajuk “HUT Mandiri Semua Hepi”. Melalui Mandiri KPR, nasabah dapat menikmati bunga mulai 1,27 persen fixed satu tahun, cashback hingga Rp2,7 juta, biaya provisi 0,27 persen, dan biaya administrasi Rp27 ribu. Program Mandiri Auto juga menawarkan bunga serupa dengan cashback hingga Rp2,7 juta, bekerja sama dengan berbagai merek otomotif seperti Toyota, BMW, Mercedes, Porsche, Honda, Vespa, dan Ducati.

Kolaborasi dengan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Scent of Indonesia, dan Inacraft turut memperkaya rangkaian acara. Melalui GATF yang digelar di Hall 8 NICE PIK 2, Bank Mandiri menghadirkan promo spesial tiket pesawat, cashback hingga Rp7,27 juta, bonus GarudaMiles, travel voucher, cicilan 0 persen, dan tiket promo ke berbagai destinasi mulai Rp2 juta-an.

Henry menegaskan, Livin’ Fest 2025 menjadi tonggak perjalanan Bank Mandiri selama 27 tahun mengusung semangat “Sinergi Majukan Negeri”. Festival ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi nasabah yang telah setia mendukung perjalanan Bank Mandiri.

“Bank Mandiri akan terus menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern, sekaligus mendukung pelaku usaha untuk tumbuh melalui sinergi dan inovasi berkelanjutan,” ujar Henry.***

KBC Persiapkan Forum “Beyond Tomorrow” bagi Alumni UAJY: Bangun Optimisme Ekonomi dan Kolaborasi

YOGYAKARTA – Kamajaya Business Club (KBC) salah satu divisi dari KAMAJAYA (Keluarga Alumni Atma Jaya Yogyakarta) menggelar semangat optimisme melalui forum inspiratif bertajuk “Beyond Tomorrow.” Acara yang diikuti oleh para pengusaha serta profesional alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) digelar di Nara Kupu Resort, Yogyakarta, Sabtu (11/10) pukul 13.00 wib.

Forum ini menghadirkan dua pembicara utama, Yongky Surya Susilo, Retail & Consumer Strategist sekaligus Managing Director CRSC, serta Fransiscus Go, Ketua KBC. Adapun pembahasan mengupas berbagai tantangan dan peluang ekonomi terkini dengan tema besar “Sunshine After the Storm,” yang menggambarkan pentingnya peran sektor swasta dan generasi muda sebagai penggerak utama pemulihan ekonomi dan penguatan kelas menengah.

Public Relations (PR) Kamajaya Business Club, Sekar Tyas Nareswari mengatakan bahwa sebelumnya, KBC telah sukses menggelar forum serupa di Jakarta pada Februari lalu dengan antusiasme tinggi dari para pelaku usaha dan alumni. Acara yang menghadirkan Yongky Surya Susilo dan Fransiscus Go tersebut membahas kondisi terkini kelas menengah Indonesia dan tantangan sektor ritel di tengah pelemahan daya beli.

“Kesuksesan forum tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Beyond Tomorrow di Yogyakarta, sebagai kelanjutan semangat kolaborasi antar alumni lintas daerah,” kata Sekar Tyas Nareswari.

Makna Beyond Tomorrow sendiri mencerminkan semangat untuk melampaui batas hari ini melihat peluang di balik tantangan, dan menyiapkan langkah nyata menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat.

“Tema ini menjadi simbol optimisme dan kolaborasi lintas generasi alumni Atma Jaya Yogyakarta, yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk arah masa depan,” ungkapnya.

Melalui forum ini, KBC ingin menegaskan bahwa alumni Atma Jaya tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan pelaku perubahan yang bergerak bersama menuju masa depan yang berkelanjutan.

“Perekonomian kita belum sepenuhnya pulih, tapi selalu ada sunshine after the storm. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran sektor swasta dan generasi muda, terutama Gen Z, sangat penting dalam menciptakan peluang dan bisnis baru, atas dasar itulah nantinya saya paparkan semua data terbaru dan strategi yang perlu dilakukan KBC ,” ujar Yongky Surya Susilo saat di telephone Sekar.

Sementara itu, Ketua KBC Fransiscus Go menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum bagi para alumni UAJY untuk saling terhubung dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

“Beyond Tomorrow bukan sekadar seminar, tapi ruang kolaborasi. Kami ingin alumni Atma Jaya membangun jejaring yang solid, saling mendukung, dan menciptakan dampak ekonomi positif bersama,” kata Fransiscus Go.

Selain menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab, acara ini juga akan menjadi ajang networking lintas generasi, di mana para alumni dari berbagai bidang mulai dari wirausaha, profesional, hingga akademisi dapat bertukar pengalaman, membuka peluang kerja sama, dan memperluas wawasan dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

“KBC ingin menjadi ruang bagi alumni untuk membangun optimisme baru. Dari alumni, untuk Indonesia. Alumni yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi 0878-2134-3475 (Sekar Tyas Nareswari – PR KBC) untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut,” pungkas Sekar.

BPN Jateng Gandeng BRI Permudah Pembayaran Layanan Pengurusan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Semarang dalam mempermudah sekaligus meningkatkan efisiensi dan memperluas digitalisasi layanan pembayaran di lingkungan ATR/BPN.

Kepala Kanwil BPN Jateng, Lampri, di sela penandatangan nota kesepahaman mengatakan bahwa kerja sama inj merupakan bagian dari upaya membangun sistem keuangan yang lebih transparan dan efisien. 

Ia menyebut kolaborasi BPN Jateng dengan BRI mencakup penggajian, pembayaran tunjangan kinerja, serta penyediaan berbagai layanan non-tunai lainnya.

“Kami berkolaborasi dengan BRI karena jaringan BRI yang sangat luas, sehingga memudahkan pelayanan baik bagi kepala kantor maupun seluruh jajaran di lingkungan ATR/BPN,” kata Lampri di Semarang, Jumat (10/10/2025).

Menurut dia, kerja sama dengan bank pemerintah seperti BRI dianggap tepat karena selama ini BPN telah memanfaatkan layanan perbankan pemerintah dalam berbagai transaksi, termasuk sistem layanan online di kantor pertanahan.

Melalui kerja sama ini, berbagai layanan seperti pembayaran tunjangan kinerja, hingga honorarium kegiatan pengukuran tanah, dan transaksi lainnya akan terintegrasi.

“Diharapkan seluruh layanan dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah BRI Semarang, Hari Basuki menambahkan, pihaknya siap mendukung optimalisasi layanan digital di lingkungan BPN Jateng.

“Jaringan BRI sangat luas, di Jawa Tengah saja kami memiliki 516 kantor hingga tingkat kecamatan. Masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih cepat dan dekat dari tempat tinggal mereka,” katanya.

Pihaknya ingin perluasan jaringan BRI dapat mendukung penerimaan negara serta memperlancar pelayanan publik di sektor pelayanan pertanahan. 

Main Padel Semarang Resmi Buka Lima Lapangan Berfasilitas Lengkap

SEMARANG (lensasemarang.com) – Main Padel sebagai jaringan penyedia tempat olahraga padel di Indonesia secara resmi membuka cabang baru yang menghadirkan lima lapangan baru di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, dengan fasilitas modern untuk pemain pemula hingga profesional.

“Kami resmi membuka lima lapangan padel termasuk satu court berstandar turnamen yang siap menggelar kompetisi besar di Jateng,” kata Andri Tan, pemilik Main Padel Semarang, di sela pembukaan, Jumat (10/10/2025).

Menurut dia, pihaknya berkomitmen membawa olahraga padel lebih dekat ke masyarakat Indonesia, apalagi padel merupakan olahraga baru yang sedang jadi magnet serta memiliki daya tarik besar karena sifatnya yang inklusif.

“Padel ini adalah olahraga baru yang lagi viral. Kami berharap warga Semarang dapat menikmati lapangan kami. Visi kami membangun lapangan padel ini adalah karena ini merupakan olahraga yang sangat baik dan bisa dimainkan oleh semua golongan usia. Tidak ada batasan untuk pria, untuk wanita, atau bahkan anak kecil pun bisa,” ujarnya.

Hal tersebut memperkuat bahwa padel bukan sekadar tren sesaat, melainkan jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan gaya hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya.

Selain lapangan yang berkualitas, para pemain juga akan makin mudah dengan area parkir luas, rest room bersih, kafe untuk bersantai setelah bermain, hingga VIP Room bagi yang membutuhkan privasi lebih.

Andri Tan mengungkapkan rencana ekspansi besar-besaran untuk mengembangkan olahraga ini di tingkat nasional.

“Kami akan membuka usaha Main Padel di beberapa kota lain. Rencananya akan membangun total tujuh tempat, yakni di Kota Semarang, Cirebon, Solo, Probolinggo, Tasikmalaya, Bandung, dan Bali,” katanya.

Untuk memajukan olahraga padel, Main Padel akan menggelar event atau kejuaraan dengan semua kategori usia, baik tua, muda, hingga profesional yang tentunya bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Padel Indonesia dengan tujuan utama untuk mencari atlet-atlet berprestasi di Jawa Tengah ini.

Berikut info daftar harga Main Padel Semarang :

  • Regular Court

Senin-Jumat non-prime time (10.00-15.00 WIB) dan (22.00-23.00 WIB) Rp300.000 per jam, prime time (06.00-09.00WIB) dan (16.00-21.00 WIB) Rp350.000 per jam.

Sabtu-Minggu semua jam Rp350.000 per jam.

  • Center Court

Senin-Jumat non-prime time Rp300.000 per jam, prime time Rp400.000 per jam

Sabtu-Minggu non-prime time Rp400.000 per jam, prime time Rp500.000 per jam.

Dari Anak Penjual Kerupuk Hingga Anak Single Parent, Puan Maharani Lepas 8 Pesepakbola Muda Penerima Beasiswa Ke Portugal

JAKARTA (lensasemarang.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan delapan pemain muda Indonesia penerima program beasiswa sepak bola Korea–Korea Seleção (KKS) yang akan mengikuti pelatihan selama satu tahun di Portugal.

Para penerima beasiswa KKS akan berangkat ke Portugal untuk berlatih, bersekolah, dan bertanding selama satu tahun di negara asal Cristiano Ronaldo itu.

Adapun 8 pemain sepak bola muda penerima beasiswa KKS itu bertemu Puan di ruangan pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (8/10/2025). 

Pertemuan berlangsung hangat dan santai di mana Puan sempat mengajak 8 pesepakbola itu makan siang bersama.

Program KKS sendiri merupakan hasil kolaborasi dan inisiatif dari tiga tokoh kunci yakni Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto (Bambang Pacul), Justinus Lhaksana (Coach Justin atau Koci) dan Abel Luís da Silva Costa Xavier (Faisal Xavier), legenda sepak bola dan mantan pemain timnas Portugal.

Bambang Pacul dan Coach Justin turut mendampingi 8 peraih beasiswa KKS saat bertemu Puan hari ini. Delapan pesepakbola muda yang akan berangkat ke Portugal itu adalah Agha, Dio, Indra, Zuhdan, Mufid, Farrel, Wisnu, dan Maulana Fadli.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan dukungan pemerintah dan parlemen terhadap pembinaan sepak bola usia muda Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Puan menyampaikan bahwa DPR RI berkomitmen mendukung pengembangan sepak bola nasional melalui pembinaan berjenjang sejak usia muda. Ia menekankan pentingnya membangun sepak bola dari level dasar, bukan hanya dari segi fisik, tapi juga membangun chemistry dan kerja sama tim.

“Sepak bola adalah olahraga tim. Di lapangan, bukan hanya kemampuan individu yang penting, tapi juga bonding dan chemistry untuk membentuk tim yang solid,” kata Puan saat berbincang santai dengan para penerima beasiswa KKS.

Puan berharap program KKS dapat menjadi pintu kebangkitan sepak bola Indonesia.

Ia mengingatkan agar pemerintah, federasi, dan kementerian terkait memberikan perhatian penuh pada para pemain muda ini, agar potensi mereka tidak direbut oleh negara lain. Puan secara khusus memiliki pesan untuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

“Kita sudah sekolahkan mereka jauh-jauh ke Portugal. Jangan sampai setelah kembali, talenta ini justru tidak dimanfaatkan oleh Indonesia. Saya minta ini juga disampaikan ke Pak Erick dan Kemenpora,” tegasnya.

Puan juga memberi semangat kepada para pemain yang akan berangkat ke Portugal untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta membuat bangga keluarga dan Indonesia.  

“Senang tidak adik-adik akan belajar sepak bola selama setahun ke Portugal? Senang ya pasti. Ini kesempatan yang bagus sekali,” ucapnya.

Program Korea–Korea Seleção (KKS) yang digagas tiga tokoh kunci yakni Bambang Pacul, Coach Justin, dan Faisal Xavier merupakan inisiatif pembinaan sepak bola usia muda dari Provinsi Jawa Tengah, yang dimulai pada tahun 2024.

Program ini menyeleksi lebih dari 2.410 pemain U-15 dari enam karesidenan di Jawa Tengah.

Dari seleksi tersebut, terpilih 17 pemain terbaik untuk mengikuti pelatihan dan pertandingan uji coba di Portugal. Delapan pemain terbaik akhirnya lolos untuk menjalani program beasiswa satu tahun penuh di Portugal. Mereka akan menempuh pelatihan di klub-klub profesional Portugal dan bersekolah di sana, melalui dukungan Kedutaan Besar Indonesia untuk Portugal.

“Saya apresiasi gotong royong semua pihak yang memungkinkan adek-adek kita ini akan bisa berangkat ke Portugal,” tutur Puan.

Program KKS digagas sebagai upaya mendorong regenerasi pemain muda dari Jawa Tengah melalui pelatihan sepak bola di Portugal. Ini merupakan gelombang kedua pengiriman pemain setelah program pertama sukses dilaksanakan pada 2024.

Sementara itu istilah “korea-korea” populer di masyarakat Jawa dan secara kultural merujuk pada kelompok kelas menengah ke bawah yang memiliki mimpi besar meningkatkan status sosial dan ekonomi. Mereka dikenal karena semangat juang yang tinggi dalam upaya keluar dari kemiskinan. Bambang Pacul kerap disebut sebagai ‘komandan korea’.

Bambang Pacul yang hadir dalam pertemuan ini menegaskan bahwa KKS merupakan program pertama di Indonesia yang secara serius membuka jalur internasional bagi pemain usia muda dengan metode pertukaran pelajar di bawah 18 tahun sesuai peraturan FIFA dan 8 pemain akan disebar ke beberapa  klub di eropa.

Ia mengungkapkan, enam dari delapan pemain KKS sudah masuk dalam seleksi timnas U-17.

“Ini bukti bahwa pembinaan yang benar bisa menghasilkan pemain hebat. Ingat selalu doa dan restu orang tua, serta fokus belajar agar cita-cita kalian tercapai,” pesan Pacul.

Sementara itu, pelatih Coach Justin menyoroti bagaimana anak-anak Indonesia awalnya diremehkan oleh klub-klub Portugal, bahkan dianggap setara dengan pemain usia 11 tahun. Namun melalui pertandingan uji coba, mereka membuktikan kualitasnya. Dalam laga melawan salah satu klub terbaik di Kota Lisbon, Portugal, Tim KKS berhasil menang 7–2.

Coach Justin memastikan seluruh aspek, dari sekolah, tempat tinggal, hingga pendampingan bagi penerima beasiswa KKS sudah disiapkan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Portugal.

“Program KKS sudah terbukti. Kalau dilatih dengan benar, pemain Indonesia bisa bersaing di level internasional,” ungkap Coach Justin.

Di sisi lain, orantua dari Maulana Fadli yang mewakili para orang tua peraih beasiswa KKS menyampaikan rasa syukur dan bangganya terhadap program ini. Ia mengaku awalnya banyak tetangga tidak percaya anaknya akan berangkat ke Portugal, namun kini semua bangga melihat pencapaian tersebut.

“Saya bangga dengan apa yang dicapai anak saya melalui program KKS. Ini kesempatan luar biasa,” ujarnya.

Puan pun menyampaikan ucapan selamat kepada para orangtua yang anak-anaknya terpilih untuk berangkat ke Portugal.

“Untuk para orangtua saya juga ucapkan selamat, karena pasti bangga anak-anaknya sudah terpilih untuk berangkat ke Portugal. Mungkin nanti para orangtua akan kangen dengan anak-anaknya. Tapi ditahankan sedikit rasa kangennya dan kita sama-sama doakan dukung mereka berdelapan mendapat pengalaman dan ilmu yang terbaik di Portugal,” papar Mantan Menko PMK itu.

Puan juga menegaskan pentingnya mengembangkan pemain sepak bola sebagai olahraga yang sangat populer dan mampu menyatukan bangsa Indonesia.

“Apalagi kalau sudah Timnas bermain itu hampir semua mata melekat ke layar untuk nonton pertandingannya. Saya aja merinding kalau setelah setiap pertandingan sepakbola Timnas di kandang lalu mendengar lagu “Tanah Airku” dinyanyikan bersama-sama oleh satu stadion,” sebut Puan.

Lebih lanjut, Puan memberikan pesan khusus kepada para pemain muda yang akan berangkat ke Portugal agar dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia berharap agar para pemain muda dapat menyerap ilmu bermain bola sebanyak mungkin.

“Serap ilmu sebanyak mungkin karena Insyaallah kalian yang akan menjadi masa depan sepakbola Indonesia. Oleh karena itu tolong juga agar kalian menjaga nama baik Indonesia di sana. Dan yang utama adalah selalu bersyukur dan membuat orangtua kalian bangga dengan perkembangan kalian di sana nanti,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Puan berharap agar semua persiapan berjalan lancar dan para pemain menikmati pengalaman di Portugal. Anak-anak pesepakbola muda peraih beasiswa KKS juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Puan.

“Selamat menikmati Portugal dan Insyaallah saat kalian nanti melenting di karir sepakbolanya. Ingatlah momen ini sebagai salah satu titik awal yang memotivasi kalian untuk selalu maju,” katanya.

Sebagai simbol kepercayaan, Puan menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan pemain senagai simbol untuk menjaga kehormatan dan membawa nama baik bangsa dengab prestasi.

Dalam kesempatan itu, Puan juga mendapat pakaian jersey bertuliskan namanya dari pesepakbola muda yang akan berangkat ke Portugal.

Berikut daftar 8 pemain muda penerima beasiswa beserta latar belakang keluarga:

  1. Agha (Bapak Anton dan Ibu Dwi), Manager Pabrik Tembakau
  2. Dio (Bapak Sugeng dan Ibu Poninten), Pekerja Mebel
  3. Indra (Bapak Enjang “Single Parent”), Keamanan Terminal
  4. Zuhdan (Bapak Tarjono dan Ibu Damiroh), Penjual Kue di pasar
  5. Mufid (Bapak Fajar dan Ibu Rohmah), Guru SMK
  6. Farrel (Ibu Ayu “Single Parent”), Penjual toko klontong
  7. Wisnu (Bapak Nyoto dan Ibu Dahlia), Pengusaha Knalpot Motor
  8. Maulana Fadli (Ibu Ayu “Single Parent”), Penjual Kerupuk

Wujudkan Komitmen Cegah Stunting, Nestlé Indonesia Lakukan Program Pendampingan Gizi Di Kabupaten Batang

BATANG (lensasemarang.com) – Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat, Nestlé Indonesia menggelar kegiatan volunteering sebagai bagian dari Program Pendampingan Gizi di Aula Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Rabu (8/10/2025).

Program Pendampingan Gizi ini merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids) yang mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting.

Program Pendampingan Gizi sendiri melibatkan karyawan Nestlé Indonesia dari Pabrik Bandaraya bersama kader serta tenaga kesehatan setempat yang secara langsung mendampingi 52 anak penerima manfaat dari 12 desa di Kabupaten Batang.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat dan langkah nyata Nestlé Indonesia dalam mendukung upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang.

Kolaborasi antara Nestlé Indonesia, BKKBN, dan TP PKK yang telah terjalin melalui kesepakatan bersama sejak tahun 2022 merupakan contoh nyata dari pentingnya sinergi pentahelix dalam menangani masalah yang bersifat multidimensi ini.

Di Kabupaten Batang sendiri, program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat telah memberikan dampak yang signifikan. Mari kita jaga konvergensi dan integrasi program agar setiap upaya yang dilakukan memberikan hasil maksimal. 

“Kami berharap komitmen kuat dari Nestlé Indonesia ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk saling bahu membahu dalam mencegah stunting di Kabupaten Batang dan Indonesia secara umum. Mari kita jadikan anak-anak Batang tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan unggul, bebas dari stunting, sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Tahun ini, Program Pendampingan Gizi difokuskan pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini di tiga kabupaten: Pasuruan (Jawa Timur), Batang (Jawa Tengah), dan Karawang (Jawa Barat). Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, kader, dan komunitas lokal untuk memastikan intervensi gizi yang komprehensif sekaligus berkelanjutan.

Pendekatan ini diharapkan mendorong perubahan perilaku hidup sehat jangka panjang di tingkat rumah tangga. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting serta melibatkan sekitar 1.350 orang tua, kader posyandu, dan ibu hamil-menyusui di lebih dari 95 desa di ketiga wilayah tersebut.

Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu mengatakan bahwa sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, baik saat ini maupun untuk generasi mendatang.

“Kami percaya gizi yang baik sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan bangsa. Melalui Program Pendampingan Gizi, kami tidak hanya menghadirkan intervensi yang nyata, tetapi juga menggerakkan karyawan dari pabrik dan kantor pusat untuk mendampingi keluarga penerima manfaat serta kader posyandu, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap upaya pencegahan stunting. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat peran keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan daerah dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya, serta mendukung pertumbuhan optimal anak,” ujarnya.

Program Pendampingan Gizi di Kabupaten Batang secara total akan menjangkau 259 balita di 50 desa dan 4 kecamatan, dengan dukungan 66 kader dari 119 posyandu, melalui kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan Pemerintah Kabupaten Batang.

Intervensi dilakukan melalui distribusi tambahan gizi berupa satu butir telur dan satu gelas susu tinggi kalori Dancow GroPlus setiap hari selama enam bulan untuk anak usia 1–4 tahun berisiko stunting.

Selain itu, program juga mencakup edukasi mengenai gizi anak, pola asuh makan, jajanan sehat dan keamanan pangan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengukuran antropometri rutin, serta pemantauan bulanan bersama tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya Norman Tri Handono menambahkan, selama 180 hari ke depan, pihaknya akan melakukan pemberian tambahan makanan, pemantauan peningkatan status gizi secara berkala, serta peningkatan kapasitas kader dan pengetahuan keluarga terkait praktik gizi seimbang. 

“Tentunya, program ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Batang serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin dengan baik hingga hari ini. Kami berharap melalui program ini, kita dapat memberdayakan kader dan keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting, guna menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan Volunteering di Kabupaten Batang turut dihadiri oleh para orang tua penerima manfaat, yang menyampaikan rasa terima kasih atas wujud nyata komitmen Nestlé Indonesia melalui Program Pendampingan Gizi.

Ika Septiana, salah satu ibu dari anak penerima manfaat di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Anak saya kini mendapatkan tambahan gizi setiap harinya, berupa satu butir telur dan segelas susu Dancow GroPlus, yang sebelumnya sulit saya penuhi secara rutin. Alhamdulillah, dalam tiga bulan terakhir saya mulai melihat adanya perubahan positif pada berat badan dan nafsu makan anak. Semoga program ini terus berlanjut, karena sangat bermanfaat bagi kami para orang tua di Kecamatan Bandar,” ujarnya.

Proses Islah PPP, Sekjen Gus Yasin Ada Sosok Orang Baik Dari Internal Partai

SEMARANG – Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen menyebut soal proses islah PPP usai Muktamar ke-10 dilakukan demi menyatukan kembali dua kubu di tubuh PPP yang sempat terbelah. Bahwa konflik internal dikawatirkan membuat partai berlambang Ka’bah itu gagal melenggang ke Senayan.

“Lama saya mendampingi Mbah Maimoen di tahun 2014 dan sebelumnya, waktu itu juga sudah ada mulai ada dualisme. Sehingga kami tidak ingin itu terjadi kembali,” kata Gus Yasin saat ditemui di Kawasan BSB Mijen, Semarang, Selasa (7/10).

Adapun ada sosok orang baik yang mempertemukan dua kubu di balik islah. Namun yang jelas bukan sosok yang dari dua kubu. “Bukan dari istana, tapi internal partai yang pasti pernah mencalonkan diri anggota legislatif,” ujarnya.

Secara keseluruhan pihaknya merasa lega dengan adanya islah maka seluruh visi misi para pengurus PPP akan disatukan kembali. Nantinya ia juga harus berkomunikasi dengan pimpinan organisasi partai di internal PPP.

“Satu keinginan pengurus partainya baik di DPP, DPW dan DPC bertekad kembali membangun kekuatan bagi PPP agar lolos ke Senayan,” ungkapnya.

Setelah SK kepengurusan PPP disahkan Kemenkumham, pihaknya meminta seluruh struktur partai mulai dari DPP, DPW hingga DPC bisa semakin solid.

“Saya berharap kawan-kawan dari DPP, DPW maupun DPC dan kawan-kawan dari anggota DPRD. Baik itu tingkat satu, tingkat dua, kita harus solid bersama-sama dan membangun partai ini,” ujarnya.

Meski sempat muncul kabar adanya kader yang tidak puas dengan hasil islah, Gus Yasin memastikan kondisi partai kini solid.

“Insyaallah solid. Setelah kami jelaskan ke DPW dan DPC, alhamdulillah mereka bisa menerima semuanya,” jelasnya.

Sebelumnya kepengurusan Ketua Umum PPP Mardiono resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum (Kemenkum). Mardiono menceritakan proses rekonsiliasi dengan kubu Agus Suparmanto yang sebelumnya sempat berseberangan.

Dua hari lalu setelau mengadakan pertemuan, difasilitasi oleh orang-orang baik. Dua kubu itu antara Gus Taj Yasin, Pak Agus kemudian disepakati untuk dilakukan rekonsiliasi agar tidak terjadi perbedaan sudut pandang.

Kejurnas Tenis Tugu Muda Cup Kembali Digelar

SEMARANG (lensasemarang.com) -Kejuaraan nasional tenis lapangan kategori usia junior “Tugu Muda Cup” yang telah melahirkan banyak legenda tenis akan kembali digelar pada tahun ini di Kota Semarang, Jawa Tengah, setelah sempat vakum cukup lama.

Menurut Prof Masrukhi selaku Ketua Panitia Kejurnas “Tugu Muda Cup 2025”, Provinsi Jawa Tengah selama ini menjadi parameter bagi olahraga tenis nasional.

“Banyak atlet tenis nasional yang lahir dari Jateng, termasuk lahir dari Kejurnas Tugu Muda Cup, seperti Yayuk basuki, Prima Setyaji, dan Wynne Prakusya,” katanya di Semarang, Selasa (7/10/2025).

Ia mengatakan bahwa Kejurnas Tugu Muda Cup merupakan kejuaraan legendaris yang digelar sejak 1987, namun beberapa tahun terakhir ini sempat vakum beberapa lama.

Ia mengungkapkan, pihaknya ingin menghidupkan dan menggairahkan kembali kejuaraan tenis junior yang mempertandingkan kategori usia 8, 10, 12, 14, 16, 18 tahun itu.

“Rencananya, Kejurnas Tugu muda Cup 2025 digelar pada 13-19 Oktober,” ujar Ketua Dewan Penasehat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Jateng itu.

Ada lima lokasi yang disiapkan untuk arena, yakni GOR Tri Lomba Juang, GOR Jatidiri, Lapangan Tambora, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Unimus itu mengatakan bahwa Kejurnas Tenis Tugu Muda Cup diikuti oleh petenis usia produktif yang diharapkan menjadi atlet profesional sehingga menjadi ajang pencarian bakat potensial atlet tenis.

“Ini jadi ajang pencarian bakat potensial karena pesertanya dari seluruh Indonesia, dan meningkatkan citra Kota Semarang sebagai pusat kegiatan olahraga nasional, khususnya tenis,” katanya.

Ketua Pengurus Provinsi Pelti Jateng Samarinda mengatakan bahwa Kejurnas Tugu Muda Cup sudah empat tahun terakhir vakum.

“Sebelum COVID-19 sudah vakum, dan usai COVID-19 juga belum ada lagi. Makanya, bagaimana kami adakan lagi (Tugu Muda Cup’ mulai tahun ini,” katanya.

Pengprov Pelti Jateng bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng, Unimus, Unnes, dan Universitas Diponegoro dan sejumlah sponsor berkolaborasi kembali menyelenggarakan kejurnas tersebut.

Meskipun momentumnya tidak bersamaan dengan libur sekolah, kata dia, animo peserta ternyata cukup tinggi. Jumlah pendaftar mencapai 284 peserta dari target 400 peserta, dan diharapkan bisa terpenuhi hingga penutupan pendaftaran pada 10 Oktober 2025.