Home Blog Page 49

Di Sekolah Antikorupsi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Kades Jadi Problem Solver Masyarakat 

SEMARANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para kepala desa menjadi problem solver (pemberi solusi) atas berbagai persoalan yang dialami oleh masyarakatnya.

Secara blak-blakan, ia meminta kades agar mengurusi persoalan tukang ngarit (pencari rumput), rondo (janda) hingga saluran air yang bermasalah ke lahan sawah.

Ditegaskan dia, tidak boleh ada jarak antara Kades dengan warganya. Kedekatan pemimpin dengan yang dipimpin akan menjadi sarana untuk mengetaui problem dan penyelesaiannya. Hal itu sejalan dengan tagline “Ngopeni dan Nglakoni” Jawa Tengah.

“Di desa, yang tukang ngarit sopo (siapa)? Harus tahu. Yang menggembala kambing siapa? Ada warganya janda, harus disantuni, harus tahu, irigasi macet harus tahu. Lalu diberikan solusi, itu namanya ngopeni nglakoni,” kata Luthfi saat memberikan arahan di Sekolah Anti Korupsi yang digelar di GOR Indoor Jatidiri Kota Semarang, Selasa (29/4/2025).

Dalam membangun desa, lanjut Luthfi, Pemprov Jateng memperlakukan semua desa secara sama dan adil. Salah staunya dengan memberikan bantuan keuangan Rp1,2 triliun di tahun 2025 ini.

Oleh karenanya, para Kades harus bersegera mungkin menggerakkan potensi-potensi desanya. Mulai dari desa wisata, petani zilenial dan milenial, menggarap produk unggulan desa, mengawal lumbung desa, koperasi merah putih, hingga pelayanan kesehatan warga desa.

Dalam pembangunan, Ahmad Luthfi menekankan agar desa menginduk di masing-masing kecamatan. Lantaran Pemprov Jateng telah meluncurkan program Kecamatan Berdaya. Program yang berada di dalamnya sudah linier dengan program-program dari pusat, Pemprov dan Kabupaten.

“Contoh, Jateng merupakan lumbung pangan nasional. Lahan pertanian itu tersebar di desa. Maka desa harus mampu menganalisa dampaknya seperti infrastrukturnya, saluran airnya,” kata Luthfi kepada 7.810 kepala desa yang hadir di acara tersebut.

Untuk mendukung kinerja Kades saat membangun desanya, Luthfi telah menginstruksikan agar mengefektifkan kembali tiga pilar pemerintahan desa. Meliputi Kades/Lurah, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

“Kades harus didampingi dalam rangka ciptaan stabilitas desa. Pulang dari ini (Sekolah Anti Korupsi), Tiga Pilar efektifkan kembali. Tidak boleh kades sedikit-sedikit pidana,” kata Ahmad Luthfi.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Atensi Pengembangan Potensi Anak Muda

MAGELANG (lensasemarang.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan atensi terhadap pengembangan potensi anak muda karena mereka yang akan menjadi generasi emas 2045.

“Anak-anak adalah generasi emas 2045. Tentu perhatian kami sangat besar untuk pengembangan potensi mereka,” kata Luthfi saat acara Musyawah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Munserbangwil) Eks Karesidenan Kedu di Pendopo Kabupaten Magelang, Senin (28/4/2025).

Dikatakan Luthfi, Program Kecamatan Berdaya menjadi salah satu sarana untuk pengembangan potensi anak muda dalam berbagai bidang. Melalui program ini juga bisa digunakan untuk pengembangan potensi perempuan, disabilitas, dan lainya.

Pemprov Jateng juga akan mengakselerasi pemenuhan internet di sekitar 103 desa blank spot. Tujuannya agar akses internet bisa merata di semua daerah. Dengan begitu semua anak muda dapat mengembangkan kreativitasnya.

“Kalau internet itu kan program dari pusat. Pengawasan itu adanya di pusat. Di tempat kita akan kita penuhi ada 103 desa yang blank spot. Kita akan penuhi. Kemudian pengawasannya jangan di tingkat desa. Pengawasan ada di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Sebelumnya, perwakilan dari Forum Anak Kabupaten Magelang, Andin Aulia Ramadhani sempat menyampaikan terkait program smart farming kids. Ia meminta agar pemerintah mendukung program tersebut.

“Kami minta dukungan agar anak-anak di desa itu dilatih untuk menggunakan teknologi di aplikasi pertanian cerdas, ini untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Maka dari itu, ia ingin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memastikan akses internet di semua daerah. Juga memastikan anak-anak di daerah tersebut mendapatkan perlindungan dan literasi digital yang sama.

Sebagai informasi, Musrenbangwil tersebut dihadi oleh bupati dan walikota atau yang mewakili, serta perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, forum Anak, dan sahabat disabilitas.

Porang Jadi Primadona Ekspor ke China di Awal 2025, Tembus Rp 20 Miliar

SEMARANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Jawa Tengah (Jateng) mencatat bahwa ekspor porang ke pasar China mengalami lonjakan signifikan pada triwulan pertama tahun 2025. Produsen porang dalam bentuk serpih kering yakni CVFTI dari petani ada di Kabupaten Pemalang yang telah mendapat registrasi dari Tiongkok.

“Komoditas porang ini menjadi primadona pasar Tiongkok sehingga menjadi peluang petani porang untuk mengembangkan produksinya,” kata Kepala Karantina Jateng, Sokhib dalam keterangannya, Jumat (25/4).

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh Karantina Jateng dalam memfasilitasi proses ekspor, terutama dalam pemenuhan persyaratan negara tujuan.

“Terutama setelah Pemerintah Indonesia dan Tiongkok melalui the General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) menyepakati protokol persyaratan inspeksi dan karantina untuk serpih porang, tanggal 28 November 2021,” kata Sokhib dalam keterangannya, Jumat (25/4).

Berbagai langkah percepatan terus diupayakan, mulai dari bimbingan teknis sanitari dan fitosanitari, peningkatan sinergi antar instansi, hingga pemberian kemudahan perizinan ekspor kepada para eksportir.

Berdasarkan data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (BEST TRUST) Karantina Jateng fasilitasi ekspor serpih porang selama triwulan I tahun 2025 sebanyak 316 ton dengan nilai ekonomis Rp 20 miliar.

Hal ini meningkat sebanyak 82,65 % dibanding periode sama tahun 2024 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 173 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp 2 miliar.

Bahwa pencapaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga memperluas peluang pertumbuhan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

Ia menambahkan, keberhasilan akselerasi ekspor porang ini sejalan dengan program prioritas Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, yang menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap komoditas berdaya saing ekspor.

Karantina Jateng terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha, memastikan pemenuhan standar kesehatan produk, serta mempercepat layanan administrasi ekspor.

Supervisi, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi Karantina Jateng agar produk porang mampu mempertahankan kualitasnya di pasar global.

“Diharapkan kebutuhan porang makin mendunia, selain memenuhi kebutuhan pangan juga dapat dikembangkan untuk bahan baku produksi non pangan,” pungkas Sokhib.

Jadi Tuan Rumah Munas VI ADEKSI, Wali Kota Agustina Berharap Ekonomi Kota Semarang Tumbuh

SEMARANG – Kota Semarang dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional VI Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Seluruh Indonesia (Munas VI ADEKSI) yang berlangsung pada 27-29 April 2025 di Patra Semarang Hotel & Convention. 

Wali Kota Semarang Agustina berharap momentum ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat promosi Kota Semarang.

“Semakin banyak kegiatan nasional di sini, semakin bersyukur kita. Ini berarti meningkatkan perekonomian di Kota Semarang,” ujar Agustina usai menghadiri upacara pembukaan Munas VI ADEKSI Senin (28/4/2025).

Ia menambahkan, Pemkot Semarang juga telah memanfaatkan momentum ini untuk melakukan promosi dengan membuka gerai pameran di Dekranas sebagai upaya memperkenalkan kerajinan lokal kepada para peserta. 

“Mudah-mudahan laku dan para peserta belanja serta menikmati keindahan pariwisata Kota Semarang,” imbuhnya.

Agustina juga menilai Munas ADEKSI menjadi ruang penting untuk memperkuat peran DPRD kota di seluruh Indonesia.

“Kita berharap DPRD ini nantinya akan membuahkan keputusan yang bisa mendorong peran DPRD menjadi semakin hebat dan besar di mata masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Agustina menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mengatasi persoalan perkotaan, khususnya terkait pengelolaan sampah.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Semarang tengah mengajukan revisi terkait mekanisme pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

“Sampah ini harus terkendali. Kita ingin mempercepat pengelolaan dan memperbaiki proses pengawasan anggarannya,” jelas Agustina.

Pihaknya mengungkapkan, pengelolaan sampah di TPA Jatibarang juga menjadi prioritas, termasuk percepatan implementasi PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik).

“Perda sedang digodok. Dahulu kan sempat berhenti, ini minta diteruskan, supaya tahun ini kita bisa segera melaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang turut hadir, mengapresiasi peran Munas ini dalam memperkuat kolaborasi antar-dewan dengan eksekutif. Ia berpesan agar para peserta Munas dapat bertukar pikiran dan membahas isu strategis.

“Jadi bukan hanya menentukan ketua umumnya yang nanti akan dilaksanakan tapi juga pemikiran-pemikiran untuk memajukan sebuah kawasan perkotaannya bagaimana ini harus kita musyawarahkan di waktu yang baik ini,” pesan Taj Yasin.

Selain membahas isu strategis, Munas VI ADEKSI juga dijadwalkan menggelar pemilihan ketua umum dan formatur kepengurusan baru.

Proses ini diharapkan membawa semangat baru dalam menggerakkan organisasi ke arah yang lebih progresif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Semarang selaku tuan rumah.

DPR RI Tuntaskan RUU Perubahan Perlindungan Saksi, Korban Janji Carikan Dana Restitusi Dari Anggaran BNPB dan LPDP

SEMARANG – Komisi XIII DPR RI mendorong tugas dan fungsi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam menangani kasus yang bermunculan di tiap daerah dengan membuka kantor-kantor perwakilan di tiap provinsi termasuk Jawa Tengah. Dengan adanya kantor perwakilan LPSK nantinya dapat dimanfaatkan untuk mempermudah menampung laporan dari saksi dan korban di daerah.

“LPSK harus ada pemerataan kantor wilayah. Jadi harus ada di setiap provinsi. Supaya para saksi dan korban dapat melaporkan dan dengan mudah kasusnya ditangani,” kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti dalam kunjungan kerja di Jawa Tengah untuk menampung aspirasi mitra kerja dari masyarakat di Kanwil Kemenkum HAM Jateng, Semarang, Minggu (27/4).

Dalam sesi menyerap aspirasi warga pihaknya memperoleh sejumlah masukan dari beberapa lembaga. Nantinya dengan adanya perlindungan saksi bisa menjadi kekuatan fundamental yang bermanfaat bagi masyarakat seperti para saksi dan korban.

“Ada beberapa poin penting mengenai bantuan perlindungan saksi, saat mendengar masukan warga kami juga disarankan perlindungan tidak hanya pada saksi saja tapi juga keluarga,” ungkapnya.

Terkait penanganan kasus-kasus tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) banyak terjadi di daerah terkendala aturan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pihaknya akan berusaha mencari sumber pendanaan tambahan alokasi anggaran restitusi bagi para korban yang ditangani LPSK.

“Kita mencoba mencari dana dari APBN, bisa juga dari dana abadi contohnya bisa dana LPDP atau bisa dana masyarakat, bisa juga menggunakan dana kedaruratan BNPB,” jelasnya.

Sedangkan untuk merampungkan draft penyusunan RUU Perlindungan Saksi dan Korban secepatnya tiga bulan. Supaya mendapat tindak lanjut dalam proses hukum penanganan para saksi dan korban.
“Makanya rancangan undang-undang ini perlu segera diselesaikan karena dibutuhkan sekali. Target kita bisa diselesaikan tiga bulan dari menyerap aspirasi dari masyarakat sekarang,” ujarnya.

Ketua LPSK Achmadi menyambut baik inisiatif Komisi XIII DPR RI karena semakin memperkokoh posisi dan peran LPSK dalam sistem peradilan pidana khususnya aspek perlindungan saksi dan korban.

“Perubahan kedua UU Perlindungan Saksi dan Korban ini tentu diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas perlindungan bagi saksi dan korban serta penguatan LPSK dalam memberikan layanan perlindungan secara memadai,” pungkas Achmadi.

Wagub Taj Yasin Apresiasi Peran Muslimat NU Kembangkan UMKM dan Pendidikan

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengapresiasi peran organisasi kemasyarakatan keagamaan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di wilayahnya yang turut berkontribusi dalam pengembangan sektor pendidikan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

“Banyak anggota Muslimat yang membuka peluang usaha, bahkan lewat RA (Raudhatul Athfal), mereka juga berkontribusi dalam pendidikan anak usia dini. Ini patut kita apresiasi,” kata Taj Yasin saat menghadiri acara Pengajian Hari Lahir ke-79 Muslimat NU di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Minggu (27/4/2025).

Ia juga memuji kemandirian Muslimat NU Kabupaten Semarang dalam hal berorganisasi dan tidak bergantung pada pemerintah daerah dalam menjalankan kegiatan. Muslimat NU bahkan tidak segan membawa bekal sendiri dari rumah.

“Ini sangat luar biasa, kegiatannya berdampak juga terhadap perekonomian lokal. Selamat untuk Muslimat NU di usia ke-79, semoga semakin jaya,” ujar Gus Yasin.

Menurut dia, membangun organisasi harus dilakukan bersama-sama. Ia mengingatkan pentingnya keteladanan dalam berorganisasi, sebagaimana diajarkan para ulama.

“Organisasi ini sudah sehat. Tambah usia, tambah semangat, itu tandanya sehat,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Wagub Taj Yasin juga turut memberikan hadiah berupa ibadah umroh kepada salah satu peserta acara yang memenangkan undian. Acara pengajian ini dihadiri lebih dari 10 ribu jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Semarang. 

Selain itu hadir pula Bupati Semarang Ngesti Nugraha beserta istri, Wakil Bupati sekaligus Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang Nur Arifah, serta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori dan sejumlah pengurus organisasi NU setempat.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, Nur Arifah, dalam laporannya menyebutkan, bahwa organisasi ini sudah memiliki tanah melalui wakaf, infaq, dan sedekah dari para anggota.

Ia juga menyampaikan, pembangunan Gedung Muslimat dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) telah selesai tahap pertama dan akan dilanjutkan ke tahap kedua yang mencakup pembangunan kantor, pagar keliling, paving, dan kanopi penghubung antarbangunan.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi peran Muslimat NU yang dinilainya turut mendorong turunnya angka stunting di daerahnya.

Wujud Keragaman Budaya, Pawai Ogoh-ogoh Dongkrak Pariwisata Kota Semarang

SEMARANG (lensasemarang.com) – Festival seni budaya lintas agama dan pawai ogoh-ogoh sukses digelar secara meriah di Kota Semarang, Sabtu (26/4/2025) dengan rute dimulai dari Balaikota Semarang – Jalan Pandanaran – dan berakhir di Lapangan Pancasila Simpang lima.

Ribuan masyarakat antusias menyaksikan pagelaran budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut.

“Ini bagian dari keragaman budaya yang sedang kita coba untuk selalu ditampilkan supaya kita juga bisa terangkat menjadi tujuan wisata,” kata Wali Kota Semarang Agustina.

Festival ini merupakan inisiatif dari PHDI dan FKUB Kota Semarang yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tema yang diusung dalam festival Ogoh-ogoh tahun ini adalah “Keberagaman sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Guna Mendukung Program Ayo Wisata ke Semarang”.

“Hari ini temanya adalah di-lead oleh teman-teman Hindu. Kemarin pada saat dugderan di-lead oleh teman-teman yang muslim. Nanti acara paskahan di-lead oleh teman-teman yang beragama Kristen,” ujar Agustina.

Dirinya juga menjelaskan bahwa acara ini menunjukkan akulturasi budaya dan toleransi umat beragama di Kota Semarang. Harapannya, festival ini bisa mengobarkan semangat keberagaman, inklusivitas, dan kebersamaan. 

Merayakan bahwa Kota Semarang adalah rumah bagi siapa pun, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang budaya.

“Ini ada teman-teman tamu dari Bali juga yang perform. Harapannya Semarang juga bisa setara dengan Bali untuk pariwisatanya,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Wiyarso menjelaskan, wisatawan dewasa ini menunggu acara-acara budaya di Kota Semarang. Karenanya, Pemkot Semarang berupaya menampilkan sesuatu yang baru dan segar setiap tahunnya. Adapun pada festival kali ini ada tiga ogoh-ogoh yang ditampilkan.

“Sebenarnya kita harap bisa lebih banyak tetapi karena ada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat sehingga beberapa perwakilan dari luar kota ini banyak yang mengundurkan diri karena memang keterbatasan anggaran. Namun kita tidak berkecil hati, karena dari komunitas lokal banyak yang meramaikan,” tandas Wing.

Festival dimeriahkan dengan penampilan Warak Ngendog oleh Peradah Semarang. Kelompok kesenian lintas agama yang berpartisipasi antara lain umat Hindu dari berbagai daerah, umat Buddha, Katolik, Kristen (PGKS), Islam (Ponpes Nadlatus Sub’an), dan Penghayat Kepercayaan (MLKI).

Atraksi budaya Tionghoa hadir lewat Barongsai dari Matakin. Dua ogoh-ogoh diiringi oleh kelompok baleganjur dari Peradah Semarang dan Kabupaten Jembrana, Bali. Atraksi kemudian ditutup dengan Sendra Tari “Legenda Selat Bali” di Simpang Lima.

Ahmad Luthfi Berhasil Kembalikan Status Bandara Ahmad Yani Jadi Internasional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Upaya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengembalikan status Bandara Jendral Ahmad Yani menjadi bandara internasional membuahkan hasil karena per tanggal 25 April 2025, bandara di Kota Semarang itu kembali berstatus menjadi bandara internasional.

Penetapan kembalinya status ini, tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2025. Hal ini sekaligus sebagai kado yang indah di hari ke-64 Ahmad Luthfi dan pasanganya Taj Yasin Maimoen memimpin Jateng.

“Alhamdulillah, sesuai Keputusan Menhub statusnya sudah internasional. Ini berkat kerja keras semua stakeholder,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sabtu (26/4/2025).

Sejak masa kampanye Pilkada 2024, Ahmad Luthfi sudah menjadikan peningkatan status Bandara A Yani tersebut menjadi prioritas. Ia mengetahui jika setahun lalu, status Bandara Jendral Ahmad Yani sebagai Bandara Internasional dicabut oleh melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 tahun 2024. Maka begitu terpilih, ia bersama Gus Yasin langsung tancap gas.

Upaya yang dilakukan telah berulang kali. Pemprov Jateng telah tiga kali melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk memohon dukungan penetapan Bandara Jendral A Yani sebagai bandara internasional. Surat terakhir tertanggal 8 April 2025 dan akhirnya mendapat persetujuan. Tak hanya berkomunikasi dengan Kementerian, Ahmad LUthfi juga melakukan komunikasi pada instansi terkait lainya salah satunya Airnav Cabang Semarang.

Status internasional ini begitu strategis bagi Jawa Tengah. Dengan kembalinya status sebagai bandara internasional, maka memberi kemudahan akses kepada investor yang berinvestasi di Jateng, & meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Nasional.

Dengan status internasional tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral A Yani Semarang sudah komunikasi dengan Maskapai Air Asia untuk mempersiapkan pembukaan rute internasional. Maskapai Air Asia sudah memberikan respon positif. Berdasarkan kajian PT Angkasa Pura Indonesia, rute untuk Maskapai Air Asia adalah Singapura dan Malaysia.

PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang juga akan memberikan penawaran rute internasional kepada Maskapai Scoot dan Malindo.

Di sisi lain, infrastruktur maupun personil CIQ (Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina) sudah siap beroperasi. Alasanya, per November 2024, Bandara Jendral Ahmad Yani sudah melayani penerbangan kargo internasional. Persiapan operasi layanan rute internasional sekitar tiga bulan.

Ahmad Luthfi berharap keberadaan Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani menjadi daya ungkit perekonomian Jateng. 

“Tingkatkan daya ungkit perekonomian dan tentu mampu menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” ucapnya.

Wali Kota Semarang Lantik 2.324 PPPK dan Empat Pejabat Fungsional

SEMARANG (lensasemarang.com) – Di bawah gerimis hujan, Wali Kota Semarang Agustina secara resmi melantik 2.324 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan empay pejabat fungsional dokter ahli utama di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (25/4/2025).

“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa terutama ketika kita akan melakukan prosesi pelantikan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Namun, keluarga baru Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini, tetap bersemangat meneruskan acara. Ini menjadi penanda bahwa perjuangan panjang dan pengabdian panjenengan untuk Kota Semarang tidaklah sia-sia,” kata Agustina saat menyampaikan pidato sambutan.

Dari total yang dilantik, sebanyak 2.324 orang di antaranya merupakan PPPK yang lolos seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahap I formasi tahun 2024 dengan rincian 48 tenaga pendidik, 32 tenaga kesehatan, dan 2.244 tenaga teknis, sedangkan empat orang lainnya terdiri atas tiga pejabat fungsional dokter ahli madya dan seoranh pejabat fungsional dokter gigi ahli madya yang diangkat ke dalam jabatan fungsional ahli utama.

Agustina mengatakan bahwa pelantikan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar sebagai aparatur negara. 

Menurut dia, PPPK yang dilantik adalah wajah-wajah yang tidak asing yang selama ini sudah mengabdikan diri sekian lama dan keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan, ketekunan, pengabdian serta doa yang senantiasa mengiringi setiap langkah.

“Ini bentuk pengakuan negara kepada panjenengan dan momentum pelantikan ini menjadi semangat baru bagi Pemkot Semarang untuk membangun Kota Semarang sekaligus sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengucapkan selamat kepada para PPPK maupun pejabat fungsional yang telah dilantik dan diambil sumpahnya. Selaku pembina kepegawaian, Wali Kota Semarang juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian seluruh peserta yang telah melewati proses seleksi ketat, bahkan sempat tertunda pengangkatannya, hingga akhirnya resmi menjadi bagian dari ASN Pemkot Semarang.

“Selamat kepada Bapak, Ibu yang telah diambil sumpah dan janjinya sebagai ASN. Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian Kota Semarang. Saya percaya panjenengan akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina menekankan tiga hal yang perlu dimiliki seorang ASN yakni pentingnya menjaga integritas dan nama baik Kota Semarang sebab secara tidak langsung, para ASN yang dilantik hari initelah menjadi duta dan wajah dari Kota Semarang.

Kedua, terus berinovasi karena dunia terus berubah dan teknologi berkembang pesat. Masyarakat makin kritis dan menuntut pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien, maka ASN pun tidak boleh stagnan, harus terus belajar, adaptif, dan jangan berhenti untuk mencoba hal baru.

“Yang ketiga, menjadi ASN itu artinya siap bekerja keras, siap mengabdi sepenuhnya untuk masyarakat. Saya minta tiap-tiap ASN bisa mengubah business as usual masing-masing menjadi karya-karya inovatif agar Kota Semarang makin hebat,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono menyebutkan bahwa pelantikan PPPK hari ini tidak sekadar perjalanan panjang non-ASN yang telah mengabdi di Pemkot Semarang, melainkan juga secara kuantitas yang terbanyak se-Jawa Tengah dan Dawrah Istimewa Yogyakarta.

“Alhamdulillah, per-1 Mei mendatang, para PPPK ini sudah aktif bekerja dan akan ditempatkan sesuai dengan jabatan yang dilamar. Mereka telah banyak mengabdi untuk kota ini, bahkan ada yang lebih dari 31 tahun. Ini adalah kali pertama bagi mereka mengenakan seragam Korpri,” ujar Joko.

Pihaknya mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang telah dilantik dan selamat bergabung dengan keluarga besar Pemkot Semarang serta berharap kepada seluruh PPPK mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Momen pelantikan tersebut juga menjadi hal yang paling ditunggu, salah satunya oleh salah seorang peserta bernama Ihdina (27). Perempuan ini menyampaikan rasa syukurnya karena bisa diterima menjadi PPPK setelah mengabdi di Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Setda Kota Semarang selama 8 tahun dan perjuangannya kini membuahkan hasil.

“Alhamdulillah akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh saya dan teman-teman non-ASN tiba. Saya sangat bersyukur sekali bisa menjadi ASN. Terima kasih saya ucapkan kepada pemerintah yang sudah memikirkan kami. Semoga setelah ini, kami bisa bekerja lebih maksimal dan lebih bersemangat lagi,” katanya.

Wagub Taj Yasin Sambut Panitia Waisak-Thudong: Wujud Toleransi dan Kepedulian Lintas Iman Di Jateng

SEMARANG (lensasemarang.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menerima audiensi panitia perayaan Waisak dan perjalanan suci Thudong di ruang kerjanya pada Jumat (25/4/2025).

Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan perayaan Waisak Nasional, yang akan dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

“Pada hari ini saya berkesempatan untuk bersilaturahim dengan saudara-saudara kita yang ada di Walubi. Waisak ini menjadi sentral di Jawa Tengah karena ada Borobudur,” ujar Yasin.

Ia menyampaikan, bahwa para Bhante yang melakukan Thudong, dijadwalkan tiba di Kota Semarang pada 6–7 Mei 2025. Kedatangan tersebut, rencananya disambut hangat di Kantor Gubernur Jateng.

Menurut Taj Yasin, penyambutan para bhante merupakan momentum penting dalam memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas agama.

“Insya Allah akan kita sambut juga di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 7 Mei. Saya senang kegiatan Waisak ini juga menyertakan bakti sosial, selaras dengan program Pemprov seperti Spesialis Keliling,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, akan mendukung kegiatan tersebut dan akan membantu memberikan fasilitasi. Harapannya, rangkaian peringatan Hari Waisak dapat berjalan dengan lancar.

“Kita harus kawal dengan baik, dan memastikan perjalanan Thudong sampai hari H benar-benar lancar. Terima kasih kepada kawan-kawan Buddha yang tiap tahun menggelar bakti sosial tanpa melihat siapa, tetapi murni karena kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Harsono, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa diterima langsung oleh Taj Yasin. 

“Kami sangat bersyukur hari ini bisa diterima, kami selaku panitia Waisak dan Thudong nasional,” ujarnya.

Tanto juga menjelaskan rangkaian kegiatan Waisak akan dimulai pada 4 Mei dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Selanjutnya diselenggarakan bakti sosial pengobatan gratis pada 10–11 Mei di Zona 2 Candi Borobudur. Bakti sosial ditargetkan melayani 7.000 hingga 8.000 warga dalam dua hari. Pelayanan meliputi operasi katarak, bibir sumbing, bedah minor, serta layanan dokter gigi, mata, dan umum.

“Beberapa tahun terakhir, fokus kami di katarak dan gigi, karena layanan umum sudah tercover BPJS,” jelasnya.

Acara puncak Waisak akan berlangsung pada 12 Mei 2025 dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, mulai pukul 14.00 WIB. Kemudian pelepasan lampion pada pukul 21.00 WIB, dan detik-detik Waisak dilaksanakan pada pukul 23.55.29 WIB.

Rombongan Thudong sendiri akan masuk ke Semarang pada 6 Mei 2025 sore. Kemudian pada 7 Mei 2025 melanjutkan perjalanan hingga tiba di Magelang.

Rute perjalanan para Bhante Thudong di Indonesia dimulai dari Jakarta dan melintasi beberapa kota. Antara lain Bekasi, Cikarang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kendal, Semarang, Ungaran, Ambarawa, hingga sampai di Candi Borobudur Kabupaten Magelang.