SEMARANG – Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto mengungkap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan harus diberantas. Sebab, praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan merupakan ancaman serius bagi kemajuan bangsa.
Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta mengatakan kepada anggotanya untuk mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran. Dukungan ini disampaikan setelah melihat trend positif kepemimpinan Prabowo dalam membentuk Satgas pemberantasan berbagai tindak kejahatan.
“Jadi, kita dukung dan lawan korupsi tentunya seperti yang berkaitan dengan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, ini harus kita awal. Kalau ada pidana laporkan. Satu misal pelakunya nya oknum militer laporkan saja ke Polisi Militer (POM), jangan takut,” kata Riyanta saat di Semarang, Kamis (9/7).
Dia menyebut bahwa yang menjadi sorotanya pemberantasan korupsi pada bidang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah desakan masyarakat untuk menghentikan program ini, namun Presiden tetap konsisten melanjutkan programnya.
“Jadi yang menjadi isu utama MBG, itu kan salah satu visi presiden yang harus dilaksanakan sesuai dengan janji politiknya harus dijalankan sesuai dengan amanah undang-undang,” ungkapnya.
Mantan anggota DPR RI ini, mendukung langkah tegas Presiden Prabowo terkait penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dilakukan Tim penyidik gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya.
“Intinya Gerakan Jalan Lurus soal kebijakan politik Presiden Prabowo Subianto terkhusus yang berkaitan kebijakan bersih-bersih para pejabat di eselon 1 nasional itu sudah ditangani termasuk terakhir kemarin Polda Metro Jaya bersama tim,” jelasnya.
Kejahatan korupsi sudah menjadi budaya dan mengakar di Indonesia. Ia mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga pihaknya mengajak para masyarakat juga turut melalukan pengawasan diberbagai bidang yang rawan dilakukan korupsi salah satunya pada progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Inisiator Partai Anjing, Eko Haryanto, mengatakan bukan hanya melakukan bersih-bersih korupsi hanya ditingkat dasar namun juga harus melakukan penangkapan di jajaran tingkat tinggi.
“Ini sebetulnya yang harus dibersihkan juga Kejaksaan Agung itu mulai dari kepalanya. Jadi ikan kebusukan itu pasti dimulai dari kepalanya kan begitu. Di kepolisian pun sama, kebusukan itu dimulai dari kepalanya,” kata Eko yang selama ini dikenal aktif menyuarakan kritik dan satire politik terhadap pelaku korupsi.
Eko berharap langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan sepanjang masa pemerintahan Presiden Prabowo.
“Saya berharap pembersihan ini tidak hanya sekadar seremonial atau omong-omong saja, tetapi harus menjadi tindakan yang riil dan dilakukan terus-menerus sepanjang pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.