KKN-T 78 Undip Berkolaborasi Optimalkan Potensi BUMDes Agrowisata Linggan Education (ALE) dari Sektor Sains Hingga Manajerial

{"remix_data":[],"source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

DEMAK (lensasemarang.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 78 Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terus mendorong pengembangan potensi BUMDes melalui berbagai program yang dilaksanakan di Agrowisata Linggan Education (ALE).

Berasal dari berbagai bidang keilmuan, mahasiswa KKN-T 78 mengembangkan program yang saling melengkapi, mulai dari pemanfaatan hasil budidaya, pengembangan tanaman obat keluarga (toga), pengelolaan lingkungan, teknologi, hingga manajemen usaha.

Kolaborasi tersebut salah satunya dilakukan melalui pengembangan potensi yang sudah dimiliki ALE agar tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Advertisement

Setiap mahasiswa membawa pendekatan sesuai dengan bidang keilmuannya, kemudian diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di ALE.

Dari bidang Teknologi Hasil Perikanan, Kandiawan Vega Bimantara menjalankan program FishBowl: Diversifikasi Menu Berbasis Ikan Nila sebagai Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Budidaya Agrowisata Linggan Education (ALE) di Desa Mranggen.

Program ini berfokus pada pemanfaatan hasil budidaya ikan nila di ALE menjadi menu yang lebih beragam sehingga hasil budidaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari produk kuliner.

Sementara itu, dari bidang Agribisnis, Dhea Putri Adila mengembangkan program Peningkatan Nilai Tambah Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui Pengolahan Beras Kencur dan Kunyit Asam.

Program ini dilakukan dengan mengolah toga menjadi minuman herbal berupa beras kencur dan kunyit asam yang memiliki nilai tambah. 

Selain menghasilkan produk olahan, program ini juga dilengkapi dengan booklet dan QR Code yang memuat informasi mengenai toga serta cara pengolahannya, sehingga dapat mendukung pemanfaatan toga sebagai sarana edukasi dan pengembangan potensi lokal di Agrowisata Linggan Education (ALE).

Pengembangan toga juga dilakukan dari sisi budidaya, Rahmanisa Marfioktamiasih dari Agroekoteknologi menjalankan program Pembuatan Layout Bedengan yang digunakan untuk acuan penanaman dan budidaya toga di Agrowisata Linggan Education (ALE).

Selain itu, juga menjalankan program Praktik Budidaya dan Edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Pekarangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada cara budidaya TOGA yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan rumah.

Dari bidang Peternakan, Shafa Nazihah Mahanani Hardono Putri memanfaatkan potensi limbah peternakan melalui program Pemanfaatan Limbah Feses Kelinci sebagai Pupuk Organik untuk Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Agrowisata Linggan Education (ALE) Desa Mranggen. 

Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah agar dapat kembali digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman di ALE.

Masih dari bidang Peternakan, Sutan Ghani Alana berkontribusi dalam pengembangan pupuk dengan melakukan Penghitungan Dosis Pupuk Organik Cair (POC) serta Uji Organoleptik. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung penggunaan pupuk yang sesuai dalam budidaya tanaman toga sekaligus melihat karakteristik POC yang dihasilkan.

Pengembangan tiga di ALE juga diperkuat dari sisi Biologi. Reza Putra Pratama menjalankan program Inventarisasi, Pengadaan, dan Digitalisasi Tanaman Obat Keluarga sebagai Media Edukasi Berkelanjutan di Agrowisata Linggan Education (ALE) Desa Mranggen.

Program ini dilakukan untuk membantu mengenali dan mendata tanaman TOGA yang ada serta mengembangkan media informasi yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung ALE.

Dari bidang Fisika, Anis Hasna Safira melakukan pengukuran parameter lingkungan berupa pH tanah, kelembaban tanah, serta intensitas cahaya di area bedengan TOGA Agrowisata Linggan Education (ALE). 

Data tersebut digunakan untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan yang dapat menjadi pertimbangan dalam mendukung budidaya tanaman toga.

Tidak hanya berfokus pada aspek sains dan budidaya, pengembangan ALE juga dilakukan dari sisi pengelolaan usaha. Sari Utami dari Manajemen dan Administrasi Logistik menjalankan program Pendampingan Pengoptimalan Manajemen Rantai Pasok Berbasis Aplikasi Loyverse POS di Cafe Agrowisata Linggan Education (ALE).

Program ini diarahkan untuk membantu meningkatkan efisiensi alur pengadaan, penyimpanan, pengelolaan, hingga distribusi produk di Kafe ALE.

Sementara itu, dari bidang Teknik Listrik Industri, Marsheila Puja Arisanti menerapkan Tap Timer pada Sistem Penyiraman Otomatis Tanaman toga di Agrowisata Linggan Education (ALE) Desa Mranggen. Penerapan teknologi tersebut menjadi upaya untuk membuat sistem penyiraman tanaman lebih praktis dan teratur sehingga dapat mendukung pemeliharaan tanaman toga di ALE.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ALE tidak hanya dapat dilakukan dari satu sisi. Potensi perikanan, pertanian, peternakan, lingkungan, teknologi, hingga manajemen dapat dikembangkan secara bersamaan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Melalui KKN-T 78, mahasiswa Undip berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan keilmuan masing-masing sekaligus membangun keterkaitan antarprogram. 

Harapannya, berbagai program yang telah dijalankan dapat menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi BUMDes dan memperkuat Agrowisata Linggan Education sebagai ruang edukasi dan wisata yang memanfaatkan potensi lokal Desa Mranggen secara berkelanjutan.

Advertisement