Dorong Semangat Pendidikan, Mahasiswa KKN TIM II Undip Dampingi Anak Tidak Sekolah di Desa Karangpelem

SRAGEN (lensasemarang.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Pendampingan dan Motivasi Pendidikan Bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) Di Desa Karangpelem Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada hari Selasa (27/7/2026). 

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun masa depan anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan secara berkelanjutan.

Advertisement

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKNTIM II UNIDP melalui program sosial kemasyarakatan “Pendampingan dan Motivasi Pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Karangpelem.”

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak di Desa Karangpelem. Kegiatan diarahkan untuk memahami kondisi dan alasan yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan sekaligus memberikan motivasi agar anak memiliki kembali semangat untuk kembali belajar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pendekatan secara langsung kepada anak dan keluarga. Pendekatan dilakukan dengan membangun komunikasi yang terbuka dan nyaman sehingga anak dapat menyampaikan pengalaman, kondisi, serta hambatan yang dihadapi dalam melanjutkan pendidikan.

Pendampingan tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga melibatkan orang tua. Peran keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kembali motivasi pendidikan.

Melalui edukasi kepada orang tua, mahasiswa mendorong terciptanya komunikasi yang lebih positif  antara orang tua dan anak serta meningkatkan perhatian keluarga terhadap keberlanjutan pendidikan anak.

Permasalahan Anak Tidak Sekolah dapat(ATS) disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi ekonomi keluarga, kurangnya perhatian orang tua, permasalahan lingkungan sosial, kebutuhan khusus, dapat menjadi faktor yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.

Oleh karena itu, penanganan ATS membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada anak, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga dan lingkungan sosialnya.

Tim KKN kami juga memperkenalkan alternatif pendidikan nonformal bagi anak yang memiliki kendala untuk kembali ke sekolah.

Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), seperti Program Paket A, Paket B, dan Paket C dan sesuai jenjang pendidikan yang dibutuhkan dan kami juga mmeberikan saran untuk keluarga untuk bersekolah di Sekolah Rakyat untuk keluarga yang kurang mampu dalam hal ekonomi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa berhenti sekolah bukan berarti berhenti belajar. Anak tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk masa depan melalui jalur pendidikan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Program pendampingan juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kondisi ATS secara lebih dekat.

Hasil identifikasi dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah desa dan pihak terkait untuk mengetahui permasalahan pendidikan yang dihadapi masyarakat serta menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, dokumentasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian program tercatat dengan baik. Setiap tahapan kegiatan didokumentasikan melalui foto dan video, sebagai bagian dari laporan program.

Dokumentasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai arsip kegiatan KKN, tetapi juga menjadi media untuk memperlihatkan proses pelaksanaan program kepada masyarakat.

Melalui program “Pendampingan dan Motivasi Pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Karangpelem”, mahasiswa KKN Undip berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak. 

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian bersama antara keluarga, masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah khusunya di Desa Karangpelem.

Pendidikan bukan hanya tentang keberadaan anak di ruang kelas, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar, berkembang, memiliki keterampilan, dan meraih cita-citanya.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, anak-anak di Desa Karangpelem diharapkan dapat memiliki kembali motivasi untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Advertisement